A/N : Ahhh! Saya keasyikan nonton evangelion! Jadi males bikin fanfic! *ditendang all inaire chara* Iya, iya... Ampun saya telat...
Disclaimer : Inazuma Eleven owned by Level-5 and Ouran Koukou Host Club owned by Hatori Bisco
Rated : K+
Character(s) : Kazemaru Ichirouta, Endou Mamoru, Goenji Shuuya, Kidou Yuuto, Tachimukai Yuuki, Fubuki Shirou, Fubuki Atsuya, Someoka Ryuugo, Urabe Rika
Genre(s) : Humor, Friendship, Parody
Warning : Agak mencolok ke Shonen-Ai, sebuah istilah yang sangat disukai Author*plaak*! Mungkin typo dan kawan-kawan...
Inazuma Host Club
Episode 9
Twin Wolves Arc
"A small snowflake, connect the two brothers"
Prolog
Sehari telah berlalu sejak aksi kejar-kejaran gaje yang dilakukan oleh seluruh Anggota Host Club yang memakan korban seorang esper berkepala dread nanas. Yah, dibilang 'korban' juga tidak sepenuhnya benar. Tapi kalau ada seseorang yang melempar kunai dan shuriken ke arahmu, dikejar serigala kembar, duo monster Inazuma Gakuen, seorang cowok cantik tapi atletis, yang semua pengejaran itu dibantu cowok psikopat super keren... Mungkin Kidou Yuuto benar-benar pantas disebut sebagai korban ya...
Sudahlah, lupakan saja si nanas satu itu. Kenapa? Karena dia bukan tokoh utama fanfic ini! Tokoh utama fanfic ini adalah seorang cowok dengan rambut turqoise panjang yang diikat menjadi ponytail, bermata coklat muda, dan kalau ada seseorang yang melihatnya pasti langsung berpikir 'Ya, ampun. Manis banget CEWEK ini!', yang menyebabkan amukan mengerikan datang dari sang tokoh utama. Yup, dialah Kazemaru Ichirouta.
Sekarang cowok coughmaniscough satu ini sedang terkapar tak berdaya di ruang kelas 2-B. 'Terkapar' di sini tentu saja hanya sebuah kiasan, jangan mikir yang aneh-aneh dulu. Sekarang Ichirouta sedang terduduk lemas di mejanya, kepalanya terbenam di tangannya di atas meja, dari mulutnya keluar gumaman-gumaman aneh dan tidak jelas. Walaupun kalau seseorang memasang kupingnya baik-baik, akan terdengar rumus-rumus fisika, hitungan matematika, unsur-unsur kimia, dan juga rumus tenses bahasa inggris... Auch, author langsung merinding disko denger gumaman yang bersangkutan dengan IPA. Tapi senyum-senyum denger bahasa Inggris.
Dasar Author, sempat-sempatnya curhat. Baik, kembali ke tokoh utama yang masih terkapar. Di atas meja Ichirouta dapat kalian lihat, tumpukan tugas-tugas yang berwarna-warni mejikuhibiniu. Dari Fisika ampe Pkn(?) ada di situ. Tugas apakah itu? Tentu saja tugas dari guru-guru yang bernafsu tinggi setelah UTS berakhir. Melihat nilai anak didik mereka yang sangat berwarna-warni itu, tentu saja mereka siaga satu untuk melatih murid-murid yang nilainya di bawah rata-rata.
Sebelum salah sangka, Tidak! Nilai Ichirouta tidak di bawah rata-rata! Malah sebenarnya dia berada sangat di atas rata-rata. Ichirouta mendapat ranking 3 untuk seluruh anak kelas 2 di UTS kemarin. Tapi... Mengutip kata dari sang guru, karena Ichirouta adalah siswa teladan maka dia harus memberi contoh pada anak-anak yang lain. Dengan cara mengerjakan soal-soal yang harusnya hanya diberikan pada anak-anak yang mendapat nilai di bawah rata-rata. Malang sekali nasibmu, Ichi...
"Yo, Kazemaru! Kerja keras?" Mendengar suara cewek dengan logat osaka yang kental, Ichirouta pun mengangkat kepalanya. Dan benar saja, di depannya berdiri seorang cewek manis berkulit gelap dan berambut hijau muda. Urabe Rika.
"Begitulah. Apa yang dipikirkan guru-guru itu sebenarnya? Kenapa aku juga harus mengerjakan ini..." kata-kata cowok ponytail itu terhenti ketika mendengar tawa kecil keluar dari mulut Urabe Rika. Dia lalu meng-glare Rika. "Jangan ketawa... Ini nggak lucu."
"Ah, maaf maaf." Rika menghentikan tawanya lalu tersenyum. "Tapi daripada kau ngedumel nggak jelas di sini, bukannya lebih baik kalau kau minta bantuan Host lain? Biar menderita sama-sama sono. Apalagi ada Kidou yang genius itu. Iya, kan?"
"Ide bagus." Mendengar saran Rika, Ichirouta pun bangkit dari tempat duduknya. Dia lalu merapikan tugas-tugasnya, mengambil tas ranselnya dan beranjak pergi ke ruang Host Club. Tidak lupa dia mengucapkan 'sampai besok' pada Rika. Yang dibalas lambaian dari gadis osaka itu.
Ichirouta berjalan melewati koridor-koridor yang sudah diingat diluar kepala. Tentu saja tujuannya adalah ruang musik yang sudah tak terpakai alias Ruang Host Club. Karena keributan – yang menyebabkan ninja manis dari Host Club mengamuk – ruangan Host Club masih dalam perbaikan. Karena itu, Host Club kembali ditutup untuk sementara. Dalam hati Ichirouta sangat bersyukur. Dengan ini, dia bisa mengerjakan tugasnya yang kalau ditumpuk bisa setinggi gunung fuji itu.
Baiklah, tadi itu cukup lebay. Apakah Ichirouta mulai tertular virus lebaycolosis(?) dari Mamoru dan Atsuya? Cowok manis itu langsung merinding disko memikirkan kemungkinan itu. Daripada memikirkan apakah dia sudah tertular lebay atau belum, lebih baik dia membuka pintu kayu yang ada di depannya. Perlahan Ichirouta membuka pintu, sedikit waspada kalau-kalau bakal ada kunai nyasar kembali menuju ke arahnya. Begitu pintu terbuka lebar, Ichirouta langsung menghela nafas nyaring, sampai-sampai seluruh penghuni ruangan alias Host yang lain menoleh padanya.
"Hey, Ichirouta! Ada apa?" Yang bertanya tentu saja sang kapten hiperaktif berheadband orange, Endou Mamoru. Dia melambaikan tangannya dari tempatnya berada, duduk sambil ngemil sambil megang pensil. Hmmm? Setelah diperhatikan baik-baik, ternyata selain kue dan teh, di atas meja juga ada berbagai macam buku pelajaran.
"Kalian juga dapat tugas?" Ichirouta duduk di samping Mamoru, melihat anggota Host Club lainnya – Shuuya, Yuuto, dan Yuuki – ternyata juga memegang pensil mekanik* dan buku, sekali-kali mengemil dari kue kering yang tersedia. Mamoru terlihat mengerutkan kening pada soal Matematika yang ada di depannya, Shuuya perlahan tapi pasti mengerjakan soal Sejarah Jepang, Yuuto sambil tersenyum mengerjakan soal-soal Fisika dan Kimia secara bersamaan, dan Yuuki terlihat serius membaca buku pelajaran sosial.
"Begitulah. Walaupun tidak sebanyak 'murid teladan'." Yuuto menjawab sambil tersenyum kecil. Ichirouta langsung mendeathglare si esper, yang bersikap cuek dan kembali asyik dengan soal-soal eksak yang sedang dikerjakannya. Menghela nafas, sang tokoh utama lalu mengeluarkan tugas-tugas miliknya dan mulai mengerjakannya.
"Kenapa harus aku yang mengerjakan ini? Harusnya yang dapat Ranking 1..." Gumam Ichirouta. Setelah mendengar ini, Mamoru tertawa kecil. Ichirouta yang bingung lalu menoleh padanya sambil pasang muka kok-ketawa?
"Yah, kalau Yuuto yang dikasih tugas, itu sudah biasa. Makannya para guru memilihmu, kan?" Perlu beberapa saat bagi Kazemaru Ichirouta untuk mencerna informasi dari kata-kata Mamoru di atas. Dan reaksinya adalah...
"Yuuto itu Ranking satu?" Ichirouta langsung berteriak sambil menunjuk Yuuto. Yang ditunjuk hanya tersenyum kecil sambil mulai bicara,
"Aku dan Akio. Nilai kami berdua sama, jadi pada dasarnya tidak ada Ranking satu atau dua." Ichirouta menganga mendengar informasi baru ini. Fudou Akio yang itu? "Oh, sebelum kamu tanya. Akio juga dapat tugas dari guru. Sekarang dia pasti sedang mengomel sambil mengerjakan tugas itu di rumah." Yuuto lalu tersenyum lembut, terlihat sangat senang.
"Oh..." Ichirouta hanya bisa terbingung ria mendengar hal itu. Dia lalu mulai menyusun tugas-tugasnya, mengerjakan dari yang paling mudah lalu susah adalah trik tersendiri. Karena itulah sekarang Ichirouta mulai berkonsentrasi mengerjakan tugas Kimia, yang setidaknya bagi Ichirouta lebih mudah dari Bahasa Inggris. Tugas-tugas yang lain ditumpuk di tengah meja, beberapa kertas mencuat keluar dari buku-buku yang ditumpuk itu. Di mana salah satu kertas itu menarik perhatian Mamoru.
"Hey, yang ini tugas apa?" Mamoru mengambil bundelan kertas dari tumpukan itu. Ichirouta menoleh ke arah Mamoru dan salah satu tugasnya. Dilihatnya Mamoru yang berkonsentrasi melihat tugas itu. Bundelan kertas dengan not-not balok di atasnya.
"Ah, itu tugas kesenian. Walaupun aku sendiri tidak mengerti karena aku tidak bisa membaca not balok..." Ichirouta menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal. Dia memandang Mamoru yang masih serius melihat-lihat not balok itu, membuat anggota Host Club lainnya berhenti mengerjakan tugas mereka dan ikut melihat ke arah Mamoru. "Katanya aku hanya perlu menulis ulang saja. Eh, kalau nggak salah itu not baloknya..." Dia berusaha mengingat apa yang dikatakan sang guru kesenian padanya... Sesuatu yang berhubungan dengan kebahagiaan...
"Ode to Joy..." Mamoru berbisik pelan, sampai-sampai hampir tidak terdengar.
"Ah! Iya itu!" Ichirouta menepuk kedua tangannya lalu kembali memandang Mamoru lagi. Wajah serius Mamoru berubah menjadi senyuman yang lembut. Sangat lembut...
"Mamoru...?" Ichirouta dikagetkan oleh Mamoru yang berdiri tiba-tiba. Dia lalu beranjak menuju ke salah satu pintu di ruangan Host Club itu, membukanya dan masuk ke dalamnya. Anggota Host Club yang tersisa hanya bisa saling pandang dengan tatapan bingung. Dimulai dari Shuuya yang berdiri dan mengikuti Mamoru, Yuuto, Yuuki, dan Ichioruta pun mengikutinya.
XXXInazuma Eleven!XXX
Ichirouta's POV
Aku mengikuti anggota Host Club yang lain, masuk ke ruangan itu. Ternyata ruangan itu berisi alat-alat musik. Mungkin alat-alat musik yang dulu dipakai di ruangan Host Club – yang memang bekas ruang musik. Kulihat Mamoru duduk di depan piano berwarna hitam. Dan dia pun mulai memainkannya...
Kami semua mulai melangkah mendekati Mamoru seraya melodi mengalir dari piano tersebut. Mamoru tersenyum senang sambil memainkan melodi yang terkesan lembut. Aku memandangi wajahnya yang tersenyum itu. Sepertinya, dia sangat senang...
Lalu tiba-tiba Mamoru menghentikan permainnannya. Aku mengerutkan alisku. Kenapa dia berhenti bermain? Kulihat di sampingku, sepertinya anggota Host Club yang lain juga memasang wajah tak mengerti. Kukembalikan pandanganku ke arah Mamoru. Dia mengambil nafas, menutup matanya, dan kembali memainkan piano hitam itu...
Berbeda dengan yang tadi, melodi yang dimainkan Mamoru sekarang lebih cepat dan terkesan ceria. Dengan lincah, jari-jari Mamoru menekan tuts-tuts piano. Aku hanya bisa tercengang melihat pemandangan itu. Dan lagi-lagi aku dikagetkan dengan sebuah nyanyian yang mengailir dari mulut Mamoru...
Freude, schöner Götterfunken
Tochter aus Elysium,
Wir betreten feuertrunken,
Himmlische, dein Heiligtum!
Deine Zauber binden wieder
Was die Mode streng geteilt;
Alle Menschen werden Brüder,
Wo dein sanfter Flügel weilt.
Mamoru terus menyanyi dan bermain piano dengan mata tertutup. Wajahnya menunjukkan senyum yang berbeda dengan biasanya. Terkesan sangat senang dan bahagia... Dan lagi, lagu yang dimainkannya ini... Sangat bahagia tapi juga... sedih? Aku mengarahkan telapak tanganku, menaruhnya tepat di atas hatiku. Kenapa...? Aku merasa senang tapi juga sedih...? Lagu ini seperti pengingat... Tentang kebahagiaan dan... perpisahan...
Tanpa kusadari Mamoru sudah berhenti menyanyi dan bermain. Dia membuka matanya perlahan dan menoleh ke arah kami sambil tersenyum lebar. Kami hanya bisa diam – atau kaget untukku. Dan kecanggungan itu diakhiri dengan suar tepuk tangan dari Shuuya dan Yuuto. Aku dan Yuuki pun ikut bertepuk tangan.
Kenapa kau bisa tersenyum seperti itu Mamoru...?
End of Ichirouta's POV
"Hehe... Jadi malu," Mamoru masih tersenyum menggaruk-garuk pipinya. Dia masih duduk di depan piano, dengan menghadap ke arah teman-temannya. Dan teman-temannya itu ikut tersenyum, menanggapi senyuman matahari milik sang kapten.
"Mamoru... lagu yang tadi itu...," Ichirouta mulai berbicara lagi. Mamoru tersenyum lebar dan berjalan ke arah Ichirouta. Dia lalu mengembalikan bundelan not balok yang tadi dibawanya.
"Ode To Joy. Bagus, kan?" Dan Mamoru terus tersenyum senang. Ichirouta hanya mengangguk pelan sambil mengambil tugas keseniannya dari tangan Mamoru. "Itu lagu yang menceritakan tentang kebahagian. Juga dianggap sebagai salah satu karya musik yang paling bagus."
Anggota Host Club yang lain mulai mendekat ke arah mereka berdua. Mereka semua tersenyum, seperti terkena mantra dari lagu yang baru saja dimainkan sang kapten. Lagu yang sangat bahagia, menyaratkantentang kebahagian,pertemuan, dan teman. Tapi di atas itu semua, juga mengisyaratkan perpisahan...
XXXLet's Go! Yeah!XXX
Setelah mendengar permainan piano Mamoru, seluruh anggota Host Club kembali ke ruang utam untuk kembali berkutat dengan tugas-tugas mereka. Walaupun sepertinya mereka terlihat lebih gembira dari yang tadi. Terutama sang kapten yang sekarang mengerjakan soal matematika sambil tersenyum. Sekali lagi, Mamoru TERSENYUM mengerjakan matematika. Wow, efek permainan piano yang hebat...
Emm, baiklah. Mereka semua masih serius mengerjakan tugas mereka. Sepi... Hanya terdengar goresan-goresan tulisan di atas kertas. Karena sang kapten yang paling heboh sudah tenang, keadaan ruangan pun menjadi tenang. Biasanya kan sang kapten akan berlebay ria besama...
"Hei, sepi begini aku jadi sadar..." Ichirouta mulai angkat bicara. Semua anggota Host Club pun menghentikan kegiatan mereka. "Mana Shirou dan Atsuya...?"
Hening... 1...2...3...
"Ah!" Dan seperti baru saja mendapatkan rezeki nomplok(?) anggota yang lain langsung ber-ah ria. Mamoru bahkan sampai berdiri dari kursinya. Kasian banget dua serigala mungil itu dilupain...
"Hey, Yuuto. Mana Shirou?" Mamoru bertanya pada Yuuto, karena Shirou dan Yuuto memang satu kelas. Kelas 2-A.
"Entahlah. Dia absen dari tadi pagi." Yuuto mengangkat bahunya tanda tak tahu. "Bagaimana dengan Atsuya, Yuuki?" Lalu dia bertanya pada Yuuki.
"Tidak tahu. Atsuya-san juga absen dari pagi." Yuuki menggeleng pelan. Yuuki dan Atsuya sekelas, sama-sama kelas 1-A.
"Hmmm, ini aneh. Kenapa mereka tidak memberi kabar apa-apa...?" Mamoru menaruh dagunya di atas telapak tangannya. "Yuuto, Someoka nggak bilang apa-apa? Dia kan akrab dengan mereka berdua."
"Someoka juga absen dari tadi pagi. Karena itu aku tidak tahu apa-apa." Yuuto menjawab. Setelah itu semua anggota Host Club saling memandang satu sama lain. Mereka semua berpikiran sama, jangan-jangan terjadi sesuatu...
Dan pikiran mereka langsung terhenti begitu mendengar ketukan di pintu depan ruang Host Club. Secara kompak mereka menoleh ke arah pintu. Begitu pintu terbuka, terlihat seorang cowok berkulit gelap dan botak berdiri di depan pintu. Seseorang yang tidak dikenal Ichirouta, tapi sangat dikenal oleh anggota Host Club lainnya...
"Someoka! Pas banget waktunya." Orang yang dipanggil Someoka itu berjalan mendekat ke arah Ichirouta dan yang lainnya. "Hey, apa terjadi sesuatu pada Shirou dan Atsuya?"
"Ah, bisa dibilang begitu." Semua anggota Host Club langsung berwajah tegang. Melihat ini, Someoka langsung mengibas-ngibaskan tangannya sambil tersenyum kecil, "Tenang saja. Bukan masalah besar."
"Terus, apa yang terjadi?" Shuuya bertanya masih dengan wajah serius.
"Sebelum itu aku mau tanya..." Someoka ikut-ikutan pasang wajah serius. "Apa kemarin terjadi sesuatu? Kalian melakukan game aneh atau semacamnya?"
Begitu mendengar pertanyaan ini, Ichirouta, Mamoru, Shuuya, dan Yuuki dengan kompak langsung menoleh ke arah Yuuto. Yang dilatin cuman pasang wajah –mungkin- melotot, seperti ingin berkata 'Apa, hah?' . Kenapa dibilang mungkin? Karena dia kan pake google, jadi mana kita tahu dia melotot atau malah tidur! *plaak*. Someoka yang melihat ini hanya mengangkat alis tanda tak mengerti.
"Emm, terserah kalian deh. Aku nggak ngerti..." Someoka menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Pokoknya dalam game kalian itu, si Atsuya jadi basah kuyup. Yah, karena dia terlalu lama basah jadi demam deh..."
"Basah kuyup...?" Ichirouta berkata pelan. Kalau diingat-ingat benar juga ya... Kemarin aja si Atsuya sampai bersin gitu...
"Yah, begitulah. Nah, karena Atsuya kalau sakit hobinya jadi bermanja-manja sama Shirou, jadinya Shirou juga menetap di rumah buat jaga Atsuya. Karena itu juga aku jadi bolos sekolah, nggak ada orang di rumah mereka selain mereka berdua soalnya..." Someoka menghela nafas. "Aku datang untuk menyampaikan itu, Shirou bilang maaf karena tidak bisa datang hari ini..."
"Padahal dia tidak perlu minta maaf..." Ichirouta kembali menanggapi perkataan Someoka. Tiba-tiba, Mamoru bangkit dari tempat duduknya sambil membanting tugas matematikanya ke meja. Yang lain terbengong-bengong melihat tingkah kapten mereka yang kembali hiperaktif...
"Yosh, sudah ditetapkan!" Mamoru berteriak sambil mengepalkan tanggannya. "Ayo kita semua tengok Atsuya dan Shirou!"
Tu Bi Kontinyu...
Pensil Mekanik = faktanya murid-murid di Jepang menggunakan pensil untuk menulis di sekolah. Repot nulis pake pulpen, kalo salah nulis kanji repot tuh ngapusnya... Saya juga nggak pernah pake pulpen lagi. Asli, tulisan saya sekarang ancur kalo pake pulpen...T^T
Aih, selesai... Kok kayaknya saya kurang puas, ya? Maaf kalo nggak selucu kemarin. Saya bener-bener nggak nafsu nulis ni... Gini kalo keasyikan nonton anime, baca manga dan light novel... *sigh*
Em, baik. Saya bingung mo ngomong apa lagi. Anime yang saya tonton itu : Evangelion (bayangin saya nonton 26 episode dan 2 movie dalam 2 setengah hari...), Gintama, dan Durarara!. Manga sih macem-macem, light novel itu baca translate nya Durarara!. Anjrit, si Aoba imut banget! *gak nyambung*
Hahaha! Lagu yang dimainkan Mamoru di atas itu 'Ode to Joy' atau 'Symphony no.9' punya Beethoven. Yang tahu evangelion pasti tahu lagu ini. Ahhhh...movie keduanya nanggung banget tuh! Kaworu muncul terakhir aja! Mana langsung bilang 'Kali ini akan kuberikan kebahagiaan padamu.' Ngok, bikin saya geregetan sendiri! Enak banget Shinji, seme-nya cakep abis! *gak nyambung lagi*
Daripada mengikuti omongan saya yang hobi banget gak nyambung, mari balas review... :
The Fallen Kuriboh :
Iya! Akio muncul! Yey, saya dukung AkioxYuuto soalnya... Mereka gimanaaaa gitu...(?). Shuuya emang jadi ikutan gila, nggak mungkin dia bisa tetep cool di tengah-tengah orang-orang gaje seperti temannya! *ditendang pake bakenetsu screw* Untuk review, pasti saya review kok! Cuman susah log in di hapeT^T...
Thanks Reviewnya!
Aurica Nestmile :
Hooo, makasih makasih... He? Misstypo? Bagian yang mana, ya? Begitulah, Shuuya ja ampe ikutan gila tuh! *ditendang lagi* Hehe, Yuuki kan emang jago beladiri...
Thanks Reviewnya!
Akazora no Daktokyo :
Sankyuuuu, saya juga LOL abis waktu bikin ni chappie... Ahahahah... CGR2-nya tunggu saya punya duit deh baru beli... Sekarang masih nyangkut di Evangelion soalnya. Maaf, ini apdetnya telatT^T
Thanks Reviewnya!
Midori Shirou :
Sankyuuu,,, saya juga ngakak kok bikinnya:D
Thanks Reviewnya!
De-chan Aishiro :
Yup, genrenya ja Humor dan Friendship! Jadi, Friednshipnya harus ditonjolkan! Lain lagi kalo tiba-tiba ada genre Sho-Ai, pasti penuh Sho-Ai tuh...** Ahahaha, Yuuki ngeri uy... Yuuto menjadi makhluk paling tersiksa pada hari itu^^ Maaf, ini agak telat apdetnya... Btw, De-chan... Review fict saya yang 'My precious secret' na...
Thanks Reviewnya!
Heylalaa :
Huwaaa! Nggak nyangka senpai mereview fanfic saya! Saya dulu sering baca fict senpai yang di persona fandom lho, walopun nggak review...Heee, senpai suka Kazemaru, ya? Dia manis sih...*Tampoled by Kazemaru* Hohoho, seneng banget waktu senpai ngereview fict saya...:D
Thanks Reviewnya!
Hmmm? Apaan itu di bawah? Ohhhh, tombol review...^^
