A/N : ...Benci makhluk hitam kecil, merayap, dan berantena alias kecoak. Gak tahu gimana, saya pasti tahu kalau ada kecoak di kamar. Bunyinya itu... pasti kedengaran... *sigh* Curhat Author yang nggak bisa tidur karena takut digerayangin kecoak...
Disclaimer : Inazuma Eleven Owned by Level-5 and Ouran Koukou Host Club Owned by Hatori Bisco
Rated : K+
Character(s) : Kazemaru Ichirouta, Endou Mamoru, Kidou Yuuto, Goenji Shuuya, Fubuki Shirou, Fubuki Atsuya, Tachimukai Yuuki, Utsunomiya Toramaru, Fudou Akio, Sakuma Jirou, Urabe Rika, Someoka Ryuugo,Kino Aki, Otonashi Haruna, Kogure Yuuya (Banyak uy...)
Genre(s) : Humor, Friendship, Parody
Warning : AU, Friendship menjurus Sho-Ai, might be OOC and misstypo...
Inazuma Host Club
Episode 11
Maid Cafe?
Di sebuah apartemen mungil, yang terdiri dari satu kamar, tempat duduk, dan dapur, Kazemaru Ichirouta tertidur pulas di futon hangat miliknya. Tidak mempedulikan sinar matahari pagi, kicauan burung, juga teriakan pagi milik tetangga-tetangganya. Terutama teriakan sang induk semak di lantai bawah apartemennya, ribut membersihkan rumah dan lain-lain.
Kenapa Ichirouta bisa tetap tidur pulas? Tentu saja karena hari ini adalah surga, kebebasan, atau apalah untuk seorang pelajar. Hari Minggu. Yup, Ichirouta cinta minggu. Karena itu artinya dia bisa bersantai di rumah (dalam konteks tidur sampai dia ingin bangun) dan bisa bersantai tanpa perlu memikirkan tugas sekolah. Jangan lupakan dia tidak harus bertransformasi menjadi Host dalam sehari. Aaahh, Freedom!
Sayang sekali kedamaian Ichirouta terganggu oleh suara panggilan masuk ke handphone hijau muda miliknya. Setengah bangun, masih berselimut dia menggapai handphonenya. Tanpa melihat siapa yang menelpon, dia langsung menjawab.
"Halo...?" Suara ngantuk Ichirouta menjawab telepon itu. Siapa juga yang menelpon dia pada jam... Ichirouta melihat jam weker di atas meja belajarnya... jam setengah 9 pagi?
"...Aku tidak menyangka kau adalah tipe yang bangun kesiangan, Ichirouta."
Ichirouta langsung terbelalak dan terduduk dari posisi tidurnya semula. Oh, dia sangat mengenal suara ini. Suara dari cowok bermata merah, ditutupi gogle biru, berambut dread dicampur model nanas, dan kemungkinan besar keturunan esper.
"Yuuto?" Ichirouta tidak bisa menyembunyikan kekagetannya. "Kenapa kamu menelponku pagi-pagi begini?" Dan Ichirouta mulai merasakan firasat buruk, mengingat yang ada di seberang telepon ini adalah Gamemaker Host Club. Dan dia tidak akan menelpon Ichirouta hanya karena masalah sepele.
"Setengah 9 itu sudah bukan 'pagi-pagi'. Dan tentu saja aku menelponmu karena berhubungan dengan Host Club."
Oh, Ichirouta dapat merasakan Yuuto sedang tersenyum (atau menyeringai) khas di seberang sana. Dalam hati, Ichirouta langsung melafalkan mantra-mantra gaje untuk menghindari bencana yang akan dibawa oleh esper nanas itu.
"Detailnya akan kujelaskan ketika kau datang kesini. Aku sudah minta orang untuk menjemputmu. Kurasa dia sudah datang di tempatmu sekarang."
Setelah perkataan Yuuto selesai, terdengar ketukan di pintu apartemen Ichirouta. Dan dalam waktu bersamaan, Yuuto memutus hubungan telepon itu. Ichirouta hanya menghela nafas, dia tahu dia tidak bisa menghindar dari 'permintaan' Yuuto yang satu ini. Cowok ponytail itu pun bangkit dari futon hangatnya dan membuka pintu.
...Hal yang menyebabkan dirinya terbelalak. Di depan pintu apartemennya sekarang berdiri seorang Fudou Akio. Dia hanya memandang Ichirouta sambil berkedip, mungkin kaget dengan penampilan Ichirouta yang hanya mengenakan kaos, celana pendek, dan rambut yang tidak diikat ponytail – tapi masih menutupi mata kirinya. Benar-benar menunjukkan kalau dia baru bangun tidur.
Ichirouta sendiri masih terkaget-kaget melihat Akio. Tidak menyangka kalau orang yang dibilang Yuuto adalah Akio. Akio menggunakan T-shirt putih dengan desain di depannya. Dilengkapi celana jeans hitam dan sepatu sneaker putih. Ekspresinya sekarang sedang mengangkat alis, juga mengeluarkan smirk khas miliknya.
"Baru bangun tidur, Kazemaru-kun?"
Ichirouta langsung menepuk dahinya. Menahan nafsu untuk menendang orang yang ada di depannya, yang jelas sekali sedang tertawa nyaring di dalam hati.
"Ushishishi, ternyata Senpai bukan orang pagi ya!"
Ichirouta langsung menoleh ke samping, sudah sangat mengenal suara tawa khas yang satu ini. Benar saja. Kogure Yuuya dan Otonashi Haruna juga berada di situ. Sang setan kecil tertawa dan Haruna menegurnya. Walaupun sepertinya adik Yuuto itu juga sebenarnya ingin tertawa. Ichirouta kembali menghela nafasnya.
"Tunggu sebentar. Aku ganti baju."
Ichirouta kembali menutup pintu. Dia memang merasa tidak enak meninggalkan ketiga orang itu di luar. Karena itu dia langsung cuci muka, sikat gigi, dan ganti baju – kaos putih lengan panjang, jaket coklat tanpa lengan, dan jeans – juga mengikat rambutnya dengan kecepatan luar biasa. Setelah itu dia keluar dan menemui lagi Haruna, Yuuya, dan Akio.
"Jadi, bisa jelaskan apa yang akan kita lakukan?" Ichirouta langsung bertanya to-the-point. Mereka sekarang sedang berjalan menjauh dari apartemen Ichirouta.
"Tidak tahu. Kakak hanya minta kita semua untuk menjemput Kazemaru-senpai." Haruna menjawab sambil tersenyum. Kadang Ichirouta berpikir, betapa berbeda Yuuto dan Haruna walaupun mereka kakak beradik. Sungguh, Ichirouta bersyukur karena hal yang satu ini. Dunianya hanya perlu satu Gamemaker yang suka sekali membuat dia kaget setengah mati, terima kasih.
"Yah, karena ini menyangkut Host Club dan rencana Kidou-kun, pasti bakal seru." Akio terkekeh pelan, masih sambil mengeluarkan sengiran khas itu. Ichirouta menduga dia pasti tahu sesuatu, tapi membiarkannya. Karena Yuuto dan Akio itu satu tipe(dalam hal kepintaran dan kekejaman...), pasti dia tidak akan bisa mengorek informasi apapun dari cowok bermodel rambut 'wow!' itu.
xxxYeah! Inazuma's Soul!xxx
"Tora no ya?"
Sekarang mereka berempat berdiri di depan sebuah restoran yang...manis? Ichirouta tidak bisa menemukan kata lain yang dapat mendeskripsikan restoran di depannya. Dengan atmosfir hangat, warna pink, putih, dan biru, juga pepohonan yang ada di depannya. Dan lagi melihat kata 'Tora no ya' terpampang di banner restoran itu, Ichirouta hanya bisa mengingat salah satu juniornya. Junior kesayangan Shuuya dan keluarganya pemilik restoran.
"Ah! Kazemaru-san!"
Baru saja diingat, muncullah Utsunomiya Toramaru dari samping kiri mereka semua. Sepertinya dia baru saja belanja sesuatu, terlihat dari plastik kecil yang ada di tangannya.
"Toramaru. Jangan-jangan, ini restoran keluargamu?" Ichirouta berkata sambil menunjuk ke arah restoran manis itu. Toramaru langsung tersenyum lebar sambil mengangguk antusias.
"Aku tidak menyangka Kazemaru-san juga datang! Juga Kogure-senpai, Otonashi-senpai, dan Fudou-san!"
Juga? Berarti ada yang lain? Ichirouta menduga anggota Host Club (setidaknya Yuuto yang memintanya datang dan Shuuya) pasti ada. Tapi... Apa ada yang lain lagi? Mengingat Akio, Haruna, dan Yuuya juga datang ke sini, bahkan menjemputnya dulu.
"Ayo, masuk! Shuuya-san dan yang lainnya sudah datang dari tadi."
Mereka semua pun masuk ke restoran itu. Di sambut dengan interior restoran yang juga...manis. Meja dan kursi kayu, dinding berwarna pink pucat, dan atmosfir hangat yang dirasakannya sejak dari luar tadi.
"Ichirouta-kun!"
Dari pojok ruangan, di dekat dapur, Si kembar Fubuki melambai. Ichirouta tersenyum melihat ini. Bersyukur di dalam hati mereka berdua sudah kembali ceria. Dia tidak ingin melihat kejadiaan di rumah keluarga Fubuki seperti beberapa hari yang lalu.
Hmm? Bukan hanya mereka berdua yang ada di sini. Di dekat mereka juga ada Someoka Ryuugo yang hanya mengangguk pada Ichirouta. Dia balas mengangguk.
"Yo! Kazemaru!"
Ichirouta langsung dikagetkan dengan suara yang tiba-tiba muncul di sampingnya. Dilihatnya Rika tersenyum lebar dan duduk di salah satu kursi kayu yang ada. Di sampingnya duduk Aki yang tersenyum padanya sambil melambai kecil. Di sampingnya lagi duduk seseorang yang tidak Ichirouta kenal. Cowok dengan eyepacth di mata kanannya, rambut berwarna hijau pucat yang dibiarkan tergerai, dan kulit coklat. Pertama-tama wajahnya acuh tak acuh. Lalu berganti menjadi deathglare yang tajam. Ichirouta sadar kalau ini diarahkan pada Akio yang ada di belakangnya. Akio sendiri cuek menanggapi deathglare cowok itu.
"Ah, sudah datang rupanya."
Suara khas milik seorang esper membuat semua yang ada di ruangan itu menoleh ke arah Yuuto, Shuuya, Mamoru, dan Yuuki. Melihat mereka berempat sukses membuat Ichirouta kembali berkomat-kamit dalam hati, agar mereka (dirinya) tidak disuruh melakukan hal yang aneh-aneh. Wajah Yuuto yang sudah bersmirk ria, Shuuya yang tetap cool tapi terlihat sedikit tidak enak, juga Yuuki dan Mamoru yang kelihatan mau bunuh diri... Komplit dengan awan-awan hitam di atas kepala mereka berdua...
Mamoru depresi itu sudah biasa. Kalau Yuuki depresi? Ichirouta bingung antara ingin tahu rencana Yuuto atau segera lari dari tempat itu selagi bisa...
"Baiklah. Kita mulai saja. Pertama-tama, akan kujelaskan kenapa aku memanggil kalian semua ke sini." Semua langsung memasang wajah serius ketika mendengar perkataan Yuuto.
"Tora no ya ini adalah salah satu restoran milik keluarga Utsunomiya," Yuuto menoleh sebentar ke arah Toramaru, lalu kembali melanjutkan, "Atas permintaan tuan muda Utsunomiya, kita diminta mengurus restoran ini selama sehari. Sebenarnya yang dimintai tolong hanya Host Club. Dikarenakan kami hanya bertujuh, aku mengumpulkan orang luar juga."
Hening sejenak. Semuanya di situ hanya mengangguk mengikuti pembicaraan Yuuto.
"Kalian semua pasti sudah saling kenal, kan? Khusus untuk Ichirouta, kuperkenalkan Sakuma Jirou. Wakil Ketua Kelas 2-A." Yuuto menolehkan pandangan ke arah cowok eyepatch. Jirou tersenyum kecil pada Ichirouta, lalu kembali mendeathglare Akio. Yang di pandangi tetap cuek. Ichirouta jadi penasaran, apa hubungan mereka tidak baik?
"Yak, kalau begitu langsung kubagi saja tugas kalian masing-masing. Ini tidak terlalu berbeda dengan di Host Club, jadi santai saja."
"Bagian memasak, tentu saja akan dipegang tuan rumah, Toramaru." Toramaru tersenyum, sambil mengangguk bersemangat. "Karena dari kita hanya sedikit yang bisa memasak, Toramaru akan dibantu Kino dan Someoka." Aki dan Ryuugo ikut mengangguk.
"Em, Yuuto-san? Aku..." Suara Yuuki menyela penjelasan Yuuto.
"Aku tidak akan mengganti tugasmu, Yuuki." Yuuki kembali pundung ketika mendengar ini. "Dan aku tahu kemampuan memasakmu, yang memang sangat hebat. Tapi aku tidak akan membuatmu membantu Toramaru, karena kau adalah salah satu Host."
"Yuuki pintar masak?" Tanpa sadar, Ichirouta langsung bertanya to-the-point. Semuanya berganti arah menoleh ke arahnya, membuat cowok ponytail itu malu sendiri.
"Pintar, kok. Kalau kau suka makanan pedas dan berbumbu..." Shuuya mengucapkannya sambil setengah berbisik. Dapat dilihat wajah Fubuki bersaudara yang mulai pucat, Mamoru yang tambah pucat, juga Yuuto yang sepertinya mengingat kejadian dahulu dan ikutan pucat... Jadi penasaran bagaimana rasa makanan buatan Yuuki...
"Makanan buatanku 'kan tidak sepedas itu..." Yuuki berkata pelan sambil memeluk erat bonekannya. Wajahnya terlihat sedikit ngambek, tapi belum sampai taraf Dark!Yuuki untuk keluar. Semua Host langsung menoleh ke arahnya, terdiam, lalu menghela nafas. Apa makanan bikinan Yuuki sangat pedas...?
"Kita lanjutkan saja. Untuk bagian pelayanan dan kebersihan akan dilakukan bersama-sama. Aku dan Akio akan mengatur keduanya, seperti di Host Club. Dibantu Urabe, Haruna, Sakuma dan Yuuya, anggota Host Club yang tersisa akan menjadi pelayan dan penerima tamu." Yuuto memasang smirk khasnya di sini. Yang terlihat seratus kali lebih evil dari biasanya...
Reaksi mereka semua? Rika, Haruna, dan Yuuya terlihat sangat bersemangat, Jirou mengangguk siap, Fubuki bersaudara memiringkan kepala, Mamoru dan Yuuki kembali berpundung ria. Ichirouta sendiri masih bingung antara opsi 'mengikuti perintah Yuuto' atau 'kabur dari tempat ini secepat mungkin'...
"Kalau begitu, silahkan berganti seragam yang sudah disiapkan di ruang ganti." Yuuto menunjuk salah satu pintu yang ada di situ. "Ada nama kalian masing-masing di bungkus bajunya, jadi jangan sampai sengaja menukarnya karena akan ketahuan."
Smirk Yuuto kembali keluar. Ichirouta benar-benar ingin lari dari tempat itu. Sayang sudah terlambat. Dia ditarik paksa oleh anggota hiperaktif (Rika dan Fubuki bersaudara) yang menyeretnya ke ruang ganti... Ditambah pandangan puppy eyes milik Mamoru (dan Yuuki) yang seakan berkata 'Kumohon jangan kabur sendiri!'...
xxxLet's Go! Yeah!xxx
Ichirouta sungguh sangat menyesal sekali dia tidak melarikan diri dari tempat itu. Harusnya dia tadi langsung lari begitu melihat smirk Yuuto yang berkata aku-punya-rencana-yang-sangat-bagus-tapi-pasti-memalukan-bagi-kalian-semua... Akibatnya? Dia kembali harus memakai pakaian seperti ini!
'Tenanglah, Ichirouta! Setelah ini semua selesai, aku bisa mengajak Mamoru dan Yuuki untuk membunuh Yuuto bersama-sama! Apalagi kalau Dark!Yuuki keluar, lebih mantap itu!'
Ichirouta mengambil nafas dan mengeluarkannya perlahan. Berusaha menenangkan diri. Dengan membayangkan penyiksaan apa yang pantas untuk Yuuto (dan Akio, Ichirouta yakin kalau dia sudah tahu tentang ini semua!) setelah ini semua selesai. Dia lalu membuka mata dan melihat sekelilingnya. Semuanya telah berganti seragam masing-masing...
Toramaru, Ryuugo dan Aki memakai pakaian Chef berwarna biru muda (untuk cowok) dan pink (untuk cewek). Juga dibedakan dengan celana dan rok yang mereka pakai. Tidak lupa celemek berwarna putih mereka pakai. Bahkan Toramaru memakai topi chef berwarna putih di atas kepalanya.
Para 'pelayan' yang terdiri dari Yuuto, Akio, Shuuya, Shirou dan Atsuya, juga Yuuya, memakai pakaian butler. Kemeja putih, rompi tanpa lengan berwarna hitam, juga celemek putih yang diikat di pinggang dan sepanjang lutut. Celana, sepatu hitam, dan dasi berbentuk pita berwarna hitam melengkapi penampilan mereka. Kalau fans mereka melihat pemandangan ini, pasti sudah tepar semua.
Bagaimana dengan yang lain? Rika, Haruna, Jirou, Mamoru, Yuuki, dan Ichirouta bernasib sama. Oke, Rika dan Haruna berbeda karena mereka cewek. Tapi bagaimana dengan sisanya? Sungguh mereka semua ingin bunuh diri sekarang juga. Atau bersembunyi dalam sebuah lubang dan tidak keluar lagi. Kenapa? Dengan pakaian seperti ini bagaimana tidak? Apa perlu diingatkan lagi kalau mereka itu COWOK?
"Huwaaa, kalian manis sekali!"
"Setuju! Ushishishi!"
Oke, rencana membunuh Yuuto (dan Akio) akan ditambah dengan rencana membunuh Fubuki bersaudara dan Yuuya. Kenapa duo serigala mungil itu tidak diberi seragam yang sama dengan kami? Yuuto, kau pilih kasih!
"Yuuto~~~, kenapa kami harus memakai ini, sih~~~?" Mamoru bertanya dengan suara memelas. Seperti kucing yang tidak makan berhari-hari...
Para Readers pasti penasaran dengan pakaian mereka, kan? Tanpa babibu lagi, langsung saja! Pakaian dengan ROK berenda dan celemek yang berenda pula. Tidak lupa headdress mungil tersemat di kepala mereka! Yup, mereka semua memakai pakaian MAID! Sungguh, mereka semua terlihat sangat imuuut dan kiyuuut! Terutama Ichirouta dan Jirou yang memang terlihat seperti cewek sungguhan...
"Tentu saja karena aku yang merencanakannya." Dengan entengnya, Yuuto menjawab. Membuat deathglare para korban asusila(?) mengarah padanya. Kecuali Jirou yang sepertinya tidak rela, tapi tidak mau menolak perintah Yuuto.
"Yuuto... Jangan bilang kalau kau ingin balas dendam karena insiden gogle kemarin itu..." Ichirouta berkata pelan sambil melihat pakaian maidnya sekarang. Sedikit berbeda dengan yang dia pakai pertama kali di Host Club dulu. Yang ini lebih terkesan seperti gaun. Dengan warna biru muda dan sepatu boot. Seperti pakaian Alice in Wonderland... Mengingat ini Ichirouta membayangkan siapa yang akan jadi Alice, Ratu, Chesire Cat, dan Mad Hatter di Host Club... Oke, itu nanti saja...
Mendengar perkataan Ichirouta, Yuuto terdiam sambil memasang wajah kaku. Terdengar pelan, suara tawa Akio yang ditahan.
"Tebakanku benar...?" Ichirouta berkata pelan. Yuuto membuang muka. Tawa Akio semakin terdengar nyaring. Okeee, jadi Kidou Yuuto masih ngambek karena dia dikejar-kejar keliling sekolah oleh teman-temannya. (Yuuto : Siapa yang nggak marah kalau dikejar monster-monster olahraga seperti mereka?)
Semuanya sukses ber-sweatdrop ria. Siapa yang menyangka Kidou Yuuto bisa bersikap kekanak-kanakan seperti ini? Walaupun cara balas dendamnya benar-benar diluar batas normal akal manusia...
"Eee, bagaiman kalau kita buka tokonya sekarang?" Suara Toramaru memecah keheningan.
xxxYeah! Inazuma's Soul!xxx
"Selamat datang di Tora no Ya!"
Suara Rika dan Haruna di pintu depan terdengar nyaring dan bersemangat. Mereka berdua sebagai cewek sungguhan berseragam Maid di situ, secara sukarela menjadi penerima tamu. Tamu yang datang kebanyakan satu keluarga. Ada juga pasangan yang datang ke sini, karena kesan Tora no Ya yang seperti cafe.
"Maaf, apa sudah siap untuk memesan?"
Kata-kata itu keluar dengan lancar dari mulut para butler. Shuuya dan Fubuki bersaudara bertanya pada tamu-tamu yang datang. Shuuya dengan sikap cool miliknya. Shirou dan Atsuya bersikap kompak khas anak kembar. Benar-benar menarik perhatian para tamu perempuan (dan beberapa cowok). Lihat saja wajah mereka yang bersemu dan terkagum-kagum itu...
"Permisi. Ini pesanannya."
Dan inilah pertunjukan utama Tora no Ya hari ini! Cross-Dressing dengan kostum Maid! Para cowok yang memakai armband kecil di lengan kiri mereka, menandakan kalau mereka adalah cowok. Dapat dilihat, wajah para tamu yang terkaget-kaget dengan penampilan mereka yang sungguh mirip cewek itu. Terutama Ichirouta dan Jirou yang memang berambut panjang. Mamoru yang berwajah imut dan Yuuki yang mirip anak anjing itu juga disukai oleh para tamu.
xxxInazuma Eleven!xxx
"Berjalan sesuai rencana. Ya kan, Kidou-kun?"
Dari pojok ruangan, tepatnya di tempat kasir berada, Fudou Akio dan Kidou Yuuto melihat mereka semua bekerja dengan 'bersemangat'. Ingin rasanya Akio tertawa terbahak-bahak saat itu juga. Melihat Sakuma Jirou dan Kazemaru Ichirouta yang punya harga diri tinggi pada jati diri mereka sebagai cowok, sekarang malah memakai kostum maid...
"Kau tahu, Sakuma masih memberimu deathglare terbaiknya..." Yuuto berkata pelan. Matanya memandang ke arah wakilnya di kelas itu. Kalau bukan Yuuto sendiri yang memintanya untuk membantu dan memakai pakaian Maid, cowok dengan eyepatch itu pasti sudah mengamuk dari tadi.
"Biarkan saja. Sudah biasa. Daripada itu, apa balas dendammu hanya ini? Hanya menyuruh mereka menggunakan pakaian Maid? Lagipula Goenji dan si kembar itu tidak pakai kostum Maid..." Akio kembali bicara tanpa menoleh ke arah Yuuto. Matanya tetap memandang ke arah kesibukan restoran. Melihat-lihat kalau saja ada kesalahan yang terjadi.
"Kau ini... Yah, sebenarnya ini bukan balas dendam. Aku hanya ingin membangkitkan semangat mereka semua. Sejak kejadian di rumah Fubuki kemarin..." Yuuto terdiam sejenak. Akio hanya bergumam pelan. "Tapi karena semua sudah terlanjur berpikir begitu, apa boleh buat. Untuk menjawab pertanyaanmu, Goenji tidak pakai kostum Maid karena postur tubuhnya tidak cocok lagi. Dia terlalu cowok..." Yuuto menopang dagunya. "Untuk si kembar, mereka tidak akan merasa malu walaupun kusuruh memakai kostum Maid. Mungkin Atsuya akan malu, tapi kalau Shirou biasa saja, dia akan ikutan terbiasa."
"Ah... Aku mengerti itu." Akio mengarahkan pandangannya ke arah Shuuya dan Fubuki bersaudara. Memang tinggi Shuuya dan Ichirouta itu hampir sama. Bedanya, Shuuya lebih kekar dan terlihat lebih cowok daripada Ichirouta. Dan Fubuki bersaudara itu pasti tidak merasa malu biar dipakaikan kostum maid...
"Yuuto-san! Apa segini cukup?"
Suara Yuuya membuat dua GameMaker itu menoleh ke arah cowok mungil itu. Di tangan Yuuya tergenggam sebuah kamera digital berwarna biru. Dia lalu memberikan kamera itu ke Yuuto. Akio ikut melihat ke layar kamera, menyandarkan dagunya di pundak Yuuto. Melihat apa yang ada di situ, dia lalu ber-smirk ria. Mengerti rencana Yuuto selanjutnya.
"Kidou-kun, kau kejam juga..."
"Diamlah, Akio. Kerja bagus, Yuuya. Sekarang bantulah para Butler di sana itu." Yuuto mengarahkan pandangan ke arah restoran yang terlihat makin ramai dan sibuk. Yuuya mengangguk sambil nyengir lebar. Menanti apa sebenarnya rencana Yuuto untuk para korban Cross Dressing...
xxxInazuma Eleven!xxx
"Waktunya istirahat. Terima kasih atas kerja keras kalian."
Suara Yuuto bagaikan nyanyian dewi di telinga yang lain. Terutama para butler dan 'maid' yang langsung tepar terduduk di kursi dan menyandarkan kepala mereka di meja. Diantara semuanya, mereka tampak paling kelelahan. Wajar karena pekerjaan mereka membutuhkan banyak gerak. Apalagi selain melayani, mereka juga harus bersih-bersih tempat dan mencuci piring. Derita...
Waktu menunjukkan pukul 3 sore. Mereka dengan selamat berhasil mengurus Tora no Ya untuk sehari. Selain rasa lelah, tentu ada rasa bangga dalam diri mereka masing-masing.
"Semuanya! Silahkan dinikmati!"
Toramaru berteriak lantang sambil membawa makanan untuk masing-masing orang. Dibantu Ryuugo dan Aki, dia membagikan makanan –nasi goreng- kepada semuanya. Bagai orang kelaparan, mereka langsung makan dengan lahap. Mamoru bahkan sampai banjir air mata. Mari kita dengarkan percakapan mereka...
"Enak banget! Toramaru memang hebat!"
"Jangan bicara ketika makan, Mamoru..."
"Uwooo, bumbunya pas! Toramaru, bagi resep dong!"
"PEDAAAASSSS! AIR! AIR!"
"He? Ryuugo-kun!" "Nih air!"
"...Punyaku kurang pedas. Ada cabe?"
"...Kayaknya punya Someoka-san dan Tachimukai-san tertukar..."
"Pedas, ya...? Jadi penasaran..."
"Kamu mau mati kepedasan, Ichirouta?"
"Nggak, makasih."
"...Jangan pilih-pilih makanan, Akio."
"Kalau gitu kamu mau makan ini tomat, Kidou-kun?"
"Ah! Aku mau tomatnya! Ushishishi!"
"Tunggu, Yuuya-kun! Jangan ambil makanan orang lain seenaknya!"
Setelah acara makan siang yang berlangsung dengan tenang(?) dan penuh canda tawa, mereka semua bergotong royong membersihkan piring dan meja. Ada juga yang menyapu dan membuang sampah. Tapi dari semua itu yang paling mencolok adalah Kidou Yuuto yang tanpa henti memainkan hp-nya. Juga tawa kecil milik Fudou Akio yang tidak berhenti dari tadi. Apakah yang kedua Gamemaker ini rencanakan?
Mail Sent
Kedua kata itu terpampang di layar hp Yuuto. Yuuto pun mengeluarkan smirk khasnya. Rencana 'balas dendam' baru dimulai sekarang, teman-temanku tercinta!
"Moshimo kono sekai ga anata wo tojikometemo... Aishiteiru eien ni inori tsuzukeru"
Mendengar ini, semuanya menoleh ke asal suara. Yuuki segera mengeluarkan Hp, melihat ternyata ada panggilan masuk. Wajahnya berubah-ubah dari kaget, menjadi tegang, jadi panik, dan akhirnya bersemu merah sambil mengangkat telepon masuk itu. Dia pun pergi menjauh dari yang lain, sambil menundukkan kepala tanda permisi.
"Halo...?"
"kono oozora ni tsubasa o hiroge... tonde yukitai yo"
Beralih dari Yuuki, semuanya lalu menoleh ke arah Jirou yang juga menerima panggilan masuk. Dia memasak ekspresi yang sama persis dengan Yuuki. Kaget, jadi panik, jadi tegang, dan bersemu merah ketika mengangkat telepon. Dia juga menjauhkan dirinya dari yang lain.
"Ada apa?"
"Like a bird in the sky...You set me free...You give me one heart...Like a star in my night... You'll always be a part of me"
Melodi lembut mengalir dari Hp Mamoru. Sama dengan kedua orang sebelumnya, dia juga mendapat panggilan masuk. Bedanya, begitu melihat siapa yang menelepon, wajahnya langsung bersemu merah bak kepiting rebus. Cowok headband oranye itu langsung lari ke ruang ganti, sambil mengangkat telepon.
Hening... Hanya ada suara tawa Akio yang makin lama makin nyaring. Juga smirk Yuuto yang semakin melebar. Ichirouta sudah merasa tidak enak melihat mereka berdua. Dan rasa tidak enak itu dibuktikan dengan teriakan yang kompak dari tiga orang.
"APAAAAA?"
Ketiga teriakan yang berasal dari Yuuki, Jirou, dan Mamoru (yang sedikit teredam karena berada di ruangan lain) itu sukses membuat semua orang yang ada di ruangan itu kaget. Semua mata kembali tertuju pada mereka yang berteriak. Dan voila! Yuuki dan Jirou memasang ekspresi yang sama persis. Mulut buka tutup bak ikan mas, wajah bersemu merah, dan ekspresi muka antara malu, marah, dan bingung. Ichirouta jadi penasaran dengan ekspresi Mamoru sekarang. Sayang dia masih bersembunyi di ruang ganti...
"B,bagaimana...?"
Bahkan mereka kembali mengucapkan kata yang sama. Hening sesaat... Setelah itu, mereka berdua kembali menoleh ke arah satu orang. Dengan wajah kaget dan tidak percaya. Jirou menatap orang itu dengan pandangan kaget setengah hidup. Yuuki memandang orang itu dengan pandangan kaget ditambah deathglare yang semakin lama semakin menakutkan. Aura Maou mulai keluar dari tubuhnya...
"YUUTO!"
Mamoru membanting pintu ruang ganti terbuka. Wajahnya merah menyala, dan memberikan pandangan yang sama dengan dua orang lainnya. Ketiga orang itu (Yuuki, Jirou, dan Mamoru) tidak melepaskan pandangan dari Kidou Yuuto. Pandangannya yang dibumbui dengan deatglare (untuk Yuuki), rasa kaget luar biasa (Jirou), dan tampang yang bilang 'kamu kok tega banget seehhh?' (Mamoru). Seperti melihat pertandingan tenis, orang-orang yang tersisa bergantian memandang Yuuto dan Trio tersiksa...
"Ada apa, Mamoru?"
Seakan tidak mempedulikan pandangan yang tercurah sepenuh hati(?) padanya, Yuuto menjawab panggilan Mamoru barusan. Dia hanya tersenyum. TERSENYUM! Ichirouta sampai merinding melihat senyuman Yuuto... Dan tawa Akio sebagai musik Background benar-benar tidak membantu...
"K,kau... bagaimana bisa...? Kapan...? AGGHHH!"
Mamoru berkata terbata-bata, setelah itu dia mengacak-ngacak rambutnya sambil berteriak. Sepertinya inilah tampak orang yang sedang bingung dicampur kesal dan marah...
"HUWWWOOOO! Kidou! Kau ada di situ?"
Sebuah suara beraksen Okinawa terdengar dari hp milik Yuuki. Sepertinya dia tanpa sadar telah menekan tombol untuk Loadspeaker... Semuanya pun melihat ke arah Yuuki – yang seperti terkena Trance setelah mendengar suara nyaring tersebut.
"Kidou! Makasih buat fotonya, ya! Hoho, nggak kusangka bisa liat Yuuki dengan kostum Maid! Hey, apa ada lagi yang pakai kostum maid?"
"Sakuma, Endou, dan satu anggota baru Host Club bernama Kazemaru juga memakainya. Tsunami-senpai!"
Akio menggantikan Yuuto menjawab pertanyaan barusan. Ichirouta mulai mengerti kenapa Yuuki bersikap seperti itu. Sama dengan sikapnya yang biasa ketika seseorang bernama 'Tsunami-senpai' disebut didepannya.
"Sakuma? Genda pasti senang tuh!" Mendengar ini, muka Jirou langsung bersemu merah. Samar-samar dari hp nya terdengar suara tawa milik seseorang. "Hey, Kidou! Bisa kirimkan foto yang lain?"
"Tsunami-san!"
Sepertinya Yuuki sudah kembali ke tubuhnya(?), dia langsung berteriak ke 'Tsunami-senpai' dan mematikan Loudspeaker. Jirou dan Yuuki kembali kompak. Berteriak memarahai orang yang menelpon mereka. Dengan wajah bersemu merah...
"Yuuto..."
Tanpa semuanya sadari, Mamoru sudah berdiri di dekat Yuuto. Wajahnya masih bersemu merah, tapi raut wajahnya terlihat ngambek. Hp nya masih tergenggam erat di tangannya, masih tersambung dengan orang di seberang sana(?) yang entah siapa.
"Kau..."
"KYAAA! MAMO-TAN IMUUUUT!"
Perkataan Mamoru ke Yuuto terputus oleh teriakan cewek yang terdengar dari Hp Mamoru. Bukan hanya teriakan barusan. Ada teriakan cewek-cewek lain yang serupa terdengar. Seperti : "Eh, Iya! Imut banget!" dan "Awww, Mamo-tan jadi Maid!" atau juga "Imut! Imut! Aku minta fotonya! Kirimin!"
Kalimat cewek yang terakhir membuat Mamoru mengambil reaksi dengan kecepatan cahaya...
"WOI! Siapa yang barusan minta foto? Nggak boleh! Hapus fotonya SEKARANG!" Mamoru langsung berteriak di hp. Membuat semuanya sweatdrop dengan reaksi lebaycolosis milik Mamoru. Tapi sepertinya teriakan barusan tidak diindahkan oleh para cewek itu. Karena ada suara lain yang terdengar dari Hp Mamoru. Berganti menjadi suara cowok-cowok...
"Huwooo, ngapain tuh si Endou?" dan "Kostum Maid...?" atau "Mamo-nii sedang cosplay?". Suara cewek dan cowok terdengar ramai bersahut-sahutan. Membicarakan foto Mamoru dalam pakaian Maid...
'Tora No Ya' menjadi hening. Hanya tedengar suara cewek dan cowok dari Hp Mamoru. Sampai akhirnya Yuuya merebut Hp Mamoru, karena sang kapten sepertinya sudah siap bunuh diri dan terdiam pasrah.
"Hiroto-san! Bagaimana fotonya?"
'Hiroto...? Jadi foto Mamoru dikirim ke orang itu?' Ichirouta menaikkan alisnya. Sedikit kaget karena Yuuya mengenal orang yang dapat membuat Mamoru 'deprsei berat' seperti ini. Yah, siapapun bakal depresi kalau foto memalukan mereka disebarkan sih...
Masih terdengar kegaduhan di seberang sana. Tapi bukan saling berteriak, melainkan seperti bergerumul karena memperebutkan Hp... Kemungkinan satu hp yang ada foto Mamoru diperebutkan orang banyak... setelah beberapa saat keadaan menjadi tenang, dan satu suara menjawab Yuuya.
"Kogure-kun?"
Suara lembut seorang cowok terdengar. Mamoru langsung bangkit dari depresinya, memandang Hp-nya yang sekarang ada di tangan Yuuya dengan pandangan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata... Malu bukan. Marah juga bukan...
"Hiroto-san! Bagaimana fotonya? Bagus, kan?" Dengan wajah tanpa dosa, Yuuya bertanya. Kembali terdengar suara-suara dari Hp itu. Mulai dari "Iyaaa! Bagus banget, Kogure-kun!" dan lain sebagainya. Tapi kembali jadi tenang setelah beberapa saat...
"Emm, Kogure-kun? Bisa kembalikan ke Mamoru?"
Tanpa babibu, Yuuya mengembalikan hp itu ke Mamoru. Membuat Ichirouta kembali bertanya-tanya, Yuuya menurut dalam sekali perintah? Hmmm... Setelah Mamoru mendapatkan Hpnya kembali, dia langsung kembali ke ruang ganti dan menutup pintu. Semuanya hanya terdiam melihat itu. Beberapa ada yang tertawa kecil melihat tingkah Mamoru. Seperti Aki dan Fubuki bersaudara...
"Yuuya. Aku masih penasaran kenapa kau bisa menurut padanya..." Yuuto berkata pada Yuuya. Bocah itu hanya ber'ushishishi' ria dan langsung lari ke tempat Haruna - yang sepertinya sudah siap menceramahi bocah berambut biru itu.
"Hey, Yuuto. Yang menelepon Mamoru itu..." Ichirouta sudah punya dugaan kuat. Dia hanya perlu memastikannya saja.
"Kiyama Hiroto. Aku dan Shuuya sempat bicara tentangnya, kan?" Ichirouta hanya mengangguk pelan mendengar jawaban Yuuto. Siapa yang bisa lupa? Hanya dengan menyebut namanya di rumah Fubuki kemarin, bisa membuat Mamoru panik sendiri. Orang yang dituruti oleh Yuuya. Orang yang dapat membuat Mamoru bersemu merah. Orang yang paling disayangi oleh Mamoru...
Dan Ichirouta hanya bisa menggenggam dadanya – hatinya – yang terasa sakit...
xxxInazuma Elevenxxx
"Semuanya! Terima Kasih berkat bantuannya!"
Toramaru berkata sambil membungkukkan badannya. Semuanya hanya membalas dengan senyuman dan lambaian tangan. Mereka semua beranjak pulang ke rumah masing-masing. Toramaru masih tinggal di toko bersama Shuuya, mentup dan merapikan toko. Yuuto, Akio, Haruna, dan Yuuya pulang bersama-sama. Jirou, Rika, dan Aki juga pulang menuju arah yang sama. Shirou, Atsuya, dan Ryuugo sempat berjalan bersama dengan Ichirouta dan berpisah di persimpangan jalan. Sedangkan Mamoru... Ichirouta tidak melihatnya lagi. Kemungkinan besar dia pulang secara diam-diam. Apa dia masih marah pada Yuuto?
Mengingat Yuuto, Ichirouta jadi kesal sendiri. Dia sempat mengira hanya Jirou, Yuuki, dan Mamoru yang diambil fotonya dan dikirimkan ke orang lain. Ternyata tidak. Foto Ichirouta dalam kostum Maid juga diambil DAN disimpan sebagai bahan Blackmail... BLACKMAIL! Ugggh, Ichirouta benar-benar dibuat pusing dua (Akio termasuk) Gamemaker itu. Tapi akhirnya dia hanya bisa menghela nafas. Hanya bisa berdoa komat-komit dalam hati agar foto itu tidak disebarkan kemana-kemana... Terutama tamu-tamunya! Jangan sampai!
"Tada soba ni iru dake de waraiaeta... Sonna hi ga tsuzuiteiku to shinjiteita..."*
Suara nyanyian yang sangat lembut terdengar oleh Ichirouta. Suara yang sangat dikenal Ichirouta, karena orang itu sudah pernah menyanyi di depannya sambil memainkan piano. Ichirouta pun memasuki taman di dekatnya, menuju ke asal suara itu. Benar saja. Di salah satu ayunan, duduklah Endou Mamoru. Dia menutup matanya sambil bernyanyi pelan. Ayunan yang didudukinya berayun perlahan.
"Dakishimete anata no ude de...Ato ichi byou dake demo kou shite itai..."*
Ichirouta mendekati Mamoru sambil mendengarkan nyanyian Mamoru. Mamoru tetap menutup matanya, sambil terus menyanyi. Lembut dan menyentuh...
"Mou kenka suru koto mo, Mou yakimochi yaku koto mo, Mou kao wo miru koto sae dekinaku naru no..."*
Sedih. Itulah yang dirasakan Ichirouta ketika mendengar nyanyian Mamoru. Ketika melihat Mamoru sekarang. Lagu yang sedih. Wajah yang menampakkan kesedihan. Ichirouta mengulurkan tangannya ke wajah Mamoru. Ingin membuang kesedihan dari wajah itu...
"Ada apa? Ichirouta?"
Mata Mamoru perlahan terbuka. Menghentikan tangan Ichirouta yang hampir menyentuh wajah sang kapten. Mata coklat tua milik Mamoru bertemu dengan coklat muda milik Ichirouta. Sang kapten lalu tersenyum, sambil mengarahkan pandangannya ke ayunan yang ada di sebelahnya. Ichirouta yang mengerti maksudnya, lalu duduk di ayunan tersebut.
"Jadi, ada apa?" Mamoru kembali bertanya sambil berayun. Seperti anak kecil, dia tertawa sambil bermain hanya terdiam melihat pemandangan yang sangat kontras dengan apa yang baru saja ditunjukkan sang kapten.
"Mamoru... Lagu yang tadi..." Ichirouta pun langsung mengatakan apa yang ada di pikirannya sekarang. Mamoru tertawa, tidak memandang Ichirouta. Dia lalu mengayunkan ayunannya lebih cepat dan tinggi.
"Lagu yang sering dinyanyikan seseorang untukku." Mamoru lalu menggumamkan nada dari lagu tersebut. Masih sambil berayun, dia kembali menutup matanya.
"Seseorang itu... Kiyama?" Tanpa sadar Ichirouta berkata. Menyadari ucapannya, Ichirouta langsung menutup mulutnya. Sungguh, dia tidak bermaksud bertanya seperti itu. Kata-kata barusan langsung mengalir dari mulutnya. Bersamaan dengan rasa iri dan cemburu...
Mamoru hanya diam. Dia memandang Ichirouta sambil tersenyum. Senyuman yang menggambarkan berbagai macam perasaan. Bahagia. Sedih. Senang. Kesepian. Semuan itu bercampur menjadi di senyuman Mamoru...
"Hey, Ichirouta..." Mamoru kembali mengalihkan pandangannya dari Ichirouta. Sekarang dia memandang langit senja berwarna oranye dan merah. Matahari mulai terbenam. Ichirouta tetap memandang Mamoru. Memandang mata coklat yang menerawang jauh ke seberang sana...
"Kau pernah bilang, aku mirip dengan orang yang kau sayangi, kan?" Ichirouta membelalakkan matanya. Tidak menyangka Mamoru akan membahas hal itu. "Orang yang kau sayangi itu... orang yang seperti apa...?"
Ichirouta menutup matanya. Mengingat kembali wajah orang yang paling diingatnya. Mengingat kembali suaranya. Mengingat tawanya. Mengingat tangisnya. Mengingat saat-saat dahulu ketika mereka masih bersama...
"Ichi-san!"
Ichirouta tersenyum. Mengingat bagaimana orang itu memanggil dirinya. Mengejarnya dari belakang sambil berlari. Lalu tersenyum padanya...
"Dia... dia adalah seseorang yang bisa membuatku tersenyum. Hanya dengan melihatnya saja, itu sudah mendatangkan kebahagiaan. Tapi bukan hanya itu..." Ichirouta membuka matanya dan memandang langit. "Karena orang yang penting bagi kita, bisa membuat apapun menjadi 'paling'. Bersamanya adalah saat paling membahagiakan. Tapi juga menyesakkan. Penuh dengan tawa. Tapi juga penuh dengan air mata. Penuh dengan kepuasaan. Tapi juga dibayangi dengan kesepian..."
"Dia orang yang paling kusayangi... Hanya itu yang bisa kukatakan untuk menjawab pertanyaanmu, Mamoru." Ichirouta kembali memandang Mamoru. Cowok berambut coklat itu masih memandang langit. Senyum tipis terlukis di wajahnya.
"Begitu..." Dia berkata pelan. "Kalau begitu, aku tidak mirip dengan orang yang kau sayangi itu, Ichirouta." Ichirouta yang kaget dengan perkataan ini tidak sempat menyela, karena Mamoru melanjutkannya lagi, "Aku bukan seseorang seperti yang ada dalam bayanganmu. Aku tidak bisa memberikan kebahagiaan pada orang lain... Aku hanya bisa merebut kebahagiaan orang lain..."
Ichirouta hanya bisa terbelalak mendengar perkataan Mamoru. Mamoru pun berdiri di atas ayunannya dan melompat sambil berayun. Mendarat dengan mulus, dia lalu meregangkan badannya. Kembali memasang wajah tersenyum.
"Mamoru." Masih terduduk di ayunannya, Ichirouta bicara. "Bagaimana denganmu? 'Kiyama' itu... orang yang paling kau sayangi, kan? Dia... orang yang seperti apa?"
"Jawabanku sama denganmu, Ichirouta. Karena itulah definisi dari kata 'sayang'." Mamoru tetap membelakangi Ichirouta, memandang langit dengan senyuman yang lembut. "Hanya dengan Hiroto, aku bisa menjadi diriku sendiri. Tidak perlu berusaha untuk menjaga perasaan orang lain. Bisa bermanja-manja tanpa perlu membayar apapun. Bisa menangis sepuasnya, tanpa perlu takut dengan apapun..."
"...Dan dia tak akan pernah meninggalkanku sendiri." Mamoru berbisik. Sangat pelan, bahkan Ichirouta yang ada di dekatnya tidak bisa mendengar.
Keheningan terjadi di sekitar mereka. Terdengar beberapa suara serangga, penanda bahwa musim panas sebentar lagi datang. Mamoru kembali menggumamkan nada lagu yang tadi dinyanyikannya. Ichirouta hanya memandang sosok Mamoru yang seakan menjauh dari jangkauannya...
"Yang kita bicarakan saat ini, kita jadikan rahasia kita saja, ya?" Sekarang Mamoru sudah kembali menghadap Ichirouta. Terlihat silau dengan cahaya matahari senja melatarinya. Senyuman sedih milik Mamoru, membuat Ichirouta mengangguk pelan.
"Terima kasih, Ichirouta. Sudah lama aku tidak bicara seperti ini..." Mamoru menggaruk-garuk pipinya. Tersenyum lebar seperti matahari. Senyuman yang biasa diperlihatkannya...
"Yosh! Sampai besok, Ichirouta!" Dia lalu melambaikan tangannya sambil berlari pulang. Meninggalkan Ichirouta sendiri di ayunan. Ichirouta sendiri balas melambai dan tersenyum. Setelah Mamoru menghilang dari pandangan, Ichirouta menghela nafas. Memikirkan pembicaraannya barusa dengan Mamoru.
"Aku bukan seseorang seperti yang ada dalam bayanganmu. Aku tidak bisa memberikan kebahagiaan pada orang lain... Aku hanya bisa merebut kebahagiaan orang lain..."
"Kenapa kau berkata seperti itu, Mamoru...? Padahal sikapmu yang selalu tersenyum itu berlawanan dengan perkataanmu... Dirimu yang sebenarnya itu seperti apa...?"
"Hanya dengan Hiroto, aku bisa menjadi diriku sendiri."
"Kalau benar begitu, berarti sosokmu ketika bersama kami, bersama anggota Host Club, apakah itu semua hanya kebohongan belaka?"
Ichirouta pun berdiri dari ayunan dan berjalan menjauh dari taman itu. Berjalan pulang sambil tetap memikirkan sosok sang kapten. Memikirkan senyuman Mamoru. Memikirkan sosok Mamoru yang sebenarnya. Masih terngiang, nyanyian yang dilantunkan Mamoru sambil tersenyum sedih...
Dan Ichirouta ikut menggumamkan lagu itu. Nada yang lembut mengalir dari mulutnya. Nada yang sedikit demi sedikit mengantarkan Ichirouta menuju cahaya...
To Bi Kontinyu...
GAAAAHHH! PANJANG! *ambil nafas* akhirnya selesai juga, capek uy... maaf ya, selesainya malah pas banyak yang baru masuk sekolah. Saya malah masih UAS ni, liburnya mulai tanggal 15 nanti... (Ampe Februari! Yahoooo! *ditendang*)
Ada yang bisa nebak ringtone hp Yuuki, Jirou, ma Mamoru? XD Saya maen comot dari lyric-lyric lagu yang ada di lepi saya... Yang bisa, saya buatkan cerita spesial sesuai request masing-masing deh! Tapi untuk setting Inazuma Host Club lo... Misalnya Valentine version Inazuma Host Club gitu...
Lagu yang dinyanyiin Mamoru itu judulnya 'Kusabi' by Oku Hanako... Ini arti lirik yang dinyanyiin Mamoru :
"Hanya berada di sampingku, kau selalu dapat membuatku tertawa..."
"Peluklah aku di tanganmu, walaupun hanya satu detik aku ingin tetap berada dalam pelukanmu..."
"Karena aku tidak bisa lagi bertengkar denganmu, merasa cemburu padamu, bahkan melihat wajahmu lagi..."
Ohohohok, asli nangis saya denger ini lagu... Mana saya nemunya di AMV nya SuzaLulu! Aish, Suzaku si Seme Bego! *ditebas Lancelot*... Balas review nyok :
Aurica netsmile : Hehe, padahal chapter kemarin tu maunya dibikin serius... Akhirnya ada humornya lagi... Yasud, lah! *plaak* Thanks Reviewnya!
Akazora no Darktokyo : Nggak pa pa kok! ;D Habis kemarin pas bikin punya Yuuto, nggak suka dipotong-potong... ya udah, langsung saya sambung ja ceritanya... Mumpung otak dan tangan lagi mau dia ajak kompromi! Masa lalu Shirou ma Atsuya disamain dengan anime tuh... Bedanya Atsuya masih hidup! HIDUP! *digigit beruang* HiroMamo tambah banyak di chapter ini, hohohoho! Thanks Reviewnya!
Aishiro de Zeal Zealous : Rasanya misstypo dah diperiksa berkali-kali, masih ada terus ya...? Yasud, lah! Nulis kanji jadi susah kalo tebal, susah ngapusnya! (ketauan sering salah nulis)... Dan lagi kalo tebal, jadi ketahuan kalau salah urutan nulis... nanti dimarahin! (ketauan kalo urutan nulis sering dibolak-balik, yg penting jadi)... Saya nulis pake POV orang ke tiga ja deh... Sekarang lebih enak pake ini soalnya... Jadi kebiasaan... Thanks Reviewnya, De-chan!
Heylalaa : ...Itu yang namanya bonding time ya? *jdak!* hehe, memang niat mengenalkan karakter satu persatu ni! Auuuhh, Someoka baik banget ma Fubuki di anime...! Apalagi yang di atap rumah sakit tu... Adegan yang sukses membuat mereka jadi OTP saya! (Tapi setelah beberapa saat, saya pindah ke HiroMamo yang lebih sweet...*dibekuin es*)... Tapi pict SomeFubu itu banyak banget di lepi saya... 'Dirimu' masih rahasiaaaaa! *tampoled* Ayok, senpai! Kita peluk Ichi bareng-bareng!... Hiroto muncul lagi tuh di chapter ini... _ Thanks Reviewnya!
Midori Shirou : HiroMamo Poreper! (apalah) Pasangannya Ichi masih rahasia! Hohohoho *tawa laknat* Thanks Reviewnya!
The Fallen Kuriboh : Hush, jangan mikir yang macem-macem ke Shirou! Nanti dibekuin dan di kombo(?) serangan beruang ma naga! *plaak* Shuuya... Pasti ada masalah kok! Kayaknya saya hobi nyiksa mereka deh... Terutama Ichi tuh *evil smile*_ ... Jujur, waktu nulis ni fic saya bener-bener LUPA sama yang namanya Hijikata! Baru inget waktu ngetik bagiannya Shuuya kemaren tu! Menderita banget nasibnya tuh anak, saya lupain... Pair di fic ini kayaknya masih : IchiMamo (sementara, sebelum pasangannya Ichi muncul), HiroMamo, ShuuTora (sori... mereka imut tapi_), AkioYuuto, ShirouRyuuAtsuya (Ryuugo asli direbutin tuh...) ma TsunaTachi (Tsunami Baybehhh! Bentar lagi akan muncul!)... Thanks Reviewnya!
Li Aya-Chan : Aloha, Aya-chan nyo! (Di Gi Charat mode?) Ini sudah dilanjutin, silahkan dinikmati nyo! Ichi makin tersiksa di sini, mari kita peluk dia bersama-sama! (Ichi : OGAH! *lari kecepatan ES 21*)... Thanks Reviewnya!
Asma Syifa Nabihah : Saya juga Yoroshiku Asma-chan! A,aaa,aaaa... keren ya? Kyaaa! Sankyuu Asma-chan! *loncat-loncat* Fic Atsu ma Shirou jarang sih... banyak Mamo ma shuuya! *dilempar bakiak ma fans ShuuMamo*... Katanya Ichi, "Terima kasih dukungannya! Doakan juga supaya saya bisa menghindar dari kutukan(?) si gogle nanas itu!" ...Hehe, Thanks Reviewnya!
A/N : terakhir liat, Hit-nya ini fic udah 1000 lebih! Terharu saya... Lebih terharu lagi kalo banyak yang review! *dilempar kunai ma pisau* Hehe, Review please? *nyeret Lulu buat ngeluarin Geass* #korbanCodeGeass XD
