A/N : Kayaknya lama banget ini fanfic nggak diapdet... Ahahahahaha #plak Saya masih bingung ngelanjutinnya kayak mana... Maaf untuk yang sudah capek menunggu...
Disclaimer : Inazuma Eleven Owned by Level-5 and Ouran Koukou Host Club Owned by Hatori Bisco
Rated : K+
Character(s) : Kazemaru Ichirouta, Endou Mamoru, Goenji Shuuya, Kidou Yuuto, Fubuki Shirou, Fubuki Atsuya, Tachimukai Yuuki, Fudou Akio, Otonashi Haruna, Kogure Yuuya, Kino Aki, Utsunomiya Toramaru, Someoka Ryuugo, dan (the long awaited) Raimon Natsumi
Genre(s) : Humor, Friendship, Parody
Warning : AU, Friendship menjurus Sho-Ai, might be OOC and misstypo...
Inazuma Host Club
Episode 12
Summer Arc
The Beginning of Summer Vacation
xxx
Deep, deep blue night ocean and sky
Please hide my tears in the pool of blue
Please embrace me with your wave of arms
Please light my night with the Summer triangle
Until the midsummer night's dream begin
xxx
Musim panas.
Musim yang diawali dengan hujan deras yang turun terus menerus. Lalu setelah itu digantikan dengan panas yang menyengat, sesuai dengan nama musim itu sendiri. Musim yang identik dengan makanan dan minuman dingin, semangka, baju renang, dan laut. Tapi yang paling utama tentu saja : Liburan Musim Panas.
...Mari kesampingkan fakta kalau liburan itu terjadi setelah ujian Mid-semester yang sukses membuat seluruh murid tepar. Dan juga mari kesampingkan pekerjaan rumah yang menumpuk sebagai balasan libur selama sebulan lebih.
Dan bagi seluruh murid, liburan ini sangat ditunggu. Karena ini adalah waktunya bersenang-senang! Tidak terkecuali tokoh utama cerita ini, Kazemaru Ichirouta. Dia menanti-nanti liburan musim panasnya. Kenapa? Liburan musim panas berarti waktu bebas. Waktu bebas berarti kerja part-time. Kerja part-time berarti uang. Woohoo, hidup musim panas! ...mungkin itulah yang dipikirkan cowok cantik itu sekarang. Dan dia pasti tersenyum bahagia sambil bekerja...
"...Kazemaru-san? Ekspresi menakutkan. Apa kau sakit?"Seorang anak perempuan bertanya.
"E, eh? Nggak apa-apa! Nggak apa-apa! Jangan dipikirkan!" Sang tokoh utama kembali tersenyum. Senyuman yang agak maksa.
"Apa benar? Lebih baik bilang saja kepada yang lain. Ah, itu Kidou-san! Kidou-saaa...! Hmmmp!" Cewek yang lainnya lagi, yang khawatir dengan Ichirouta, berniat memanggil cowok berambut dread nanas. Tapi gagal, karena Ichirouta langsung menutup mulut cewek itu.
"Jangan, jangan! Aku nggak apa-apa, kok. Ya?" Sang cowok cantik langsung memberikan senyuman host terbaiknya. Membuat para cewek disekitarnya merona merah. Setelah itu, dia melihat Kidou menjauh dari tempat 'kerja' Ichirouta. Cowok ponytail itu langsung lega dan menghela nafas.
'Kenapa? Oh, kenapa jadi begini? Dewa musim panas dan kerja part-time, apa dirimu begitu membenciku...?' tangisan Ichirouta membahana dalam hati. Cewek-cewek yang sedang bersamanya hanya bingung melihat air mata buaya yang mengalir dari mata Host mereka saat itu. Komplit dengan background musik suara ombak dan juga dipayungi matahari pantai di musim panas.
Kenapa terjadi seperti ini? Untul mengenang kegigihan Ichirouta (Ichi : 'mengenang? !' Dikira udah mati, hah? !'), mari kita flashback dulu sebentar ya...
xxx
Flashback, pagi hari, apartemen Ichirouta, Tokyo.
"Hari yang cerah, cek! Penampilan rapi, cek! Persiapan melamar part-time, cek!"
Ichirouta, cowok dengan ponytail hijau yang menutupi mata kirinya, mengecek ulang persiapannya untuk segera melamar dan bekerja part-time. Cowok itu tersenyum sambil menggumamkan sebuah nada lagu. Lagu yang sempat dinyanyikan oleh teman rambut tanduknya sambil bermain ayunan. Tangannya memegang cangkir teh, menyeruput tehnya sambil mengingat-ingat apalagi yang perlu diceknya.
"Rambut tersisir rapi, cek! Stamina kerja, cek! Tidak ada telepon dari Gamemaker psikopat, CEK!"
...Ngomong-ngomong, pengecekkan terakhir itu disuarakan dengan penuh penekanan dan penghayatan.
"Yosh! Part-time (baca : uang)! I'm Coming!"
-DUAARR! DANGER! DANGER! BAHAYA BESAR! DUARRR!-
Dengan kecepatan cahaya, Ichirouta melirik hp hijau muda miliknya. Hp yang sekarang sedang mengeluarkan ringtone yang sungguh benar-benar sangat norak (dan nyaring). Yang bisa dipikirkan Ichirouta sekarang adalah :
"Sialan! Nggak bakal kubiarkan musim panasku dikacaukan Gamemaker nanas itu!"
Ternyata Ringtone super duper norak itu dipasang untuk Gamemaker Host Club, Kidou Yuuto. Ichirouta langsung mematikan hp-nya. Dia lalu menaruh gelas tehnya di tempat cuci, mengambil berkas untuk melamar part-time, dan segera membuka pintu apartemennya untuk dapat kerja (baca : uang).
...Hanya untuk disambut oleh wajah sang kapten host club yang tersenyum bagai matahari.
"Pagi, Ichirouta!"
Yang disapa oleh cowok manis dengan headband oranye itu hanya diam, dan ingin sekali menghantupkan kepalanya ke dinding terdekat.
"Hei, hei! Kok diam saja? Ayo cepat siap-siap! Kita harus berangkat secepatnya!" Sang kapten hiperkatif, Endou Mamoru, mendorong Ichirouta yang masih pasang muka sengsara untuk kembali masuk dalam apartemen.
"...Siap-siap? Berangkat? Memangnya kita mau kemana?" Ichirouta baru menemukan kembali suaranya ketika melihat Mamoru menjelajahi apartemennya yang kecil itu.
"Yup, siapkan baju dan kebutuhan sehari-hari karena kita akan menginap. Berangkat maksudnya pergi ke tempat menginap kita. Kemana? Kalau kita bilang musim panas pastiiii..." Mamoru nyengir sambil mengambil nafas, mendramatisir keadaan.
"Pastiiii...?" Ichirouta meniru nada bicara Mamoru, dengan lebih lemas dan sarkastik. Alisnya terangkat.
"Pastiiiii... PANTAI! ! !" Mamoru mengangkat kedua tangannya ke udara. Seperti, PANTAI = BANZAI. Dan Ichirouta baru menyadari kalau Mamoru memakai baju bebas. Dengan headband oranye tetap terpasang, kaus hitam dilapisi jaket berwana putih dengan bagian lengan dan hoodie-nya berwarna hitam, juga garis-garis oranye di atas hitam. Lengan jaketnya digulung sampai siku, memperlihatkan amrband oranye dengan garis hitam di lengan kanannya. Celana selutut berwarna coklat, dengan kaus kaki oranye. Ichirouta melihat sepatu sneaker hitam Mamoru tergeletak di dekat tempat sepatu.
Plok! Plok!
Suara tepukan tangan Mamoru mengagetkatkan Ichirouta. Cowok ponytail itu menyadari kalau sang kapten tidak lagi berdiri di hadapannya, melainkan duduk di depan altar persembahan kecil di apartemennya. Dengan bunga daisy berwarna putih di sampingnya, terpajang foto seorang wanita muda di altar itu.
"Ini Ibumu?" Mamoru bertanya pelan. Telapak tangannya masih menempel, tanda habis berdoa.
"Begitulah." Ichirouta ikut duduk di samping Mamoru. "Beliau meninggal waktu aku kecil, entah sakit apa. Aku tidak begitu ingat."
"Heee, wajah beliau mirip denganmu. Mungkin karena itu Ichirouta mirip cewek?" Mamoru bertanya sambil menyengir. Kalau yang sekarang bicara itu bukan Mamoru, Ichirouta pasti sudah membuatnya masuk rumah sakit karena patah tulang.
"Yosh, Ayo Ichirouta! Kita harus segera berangkat! Kalau tidak Yuuto nanti..."
"Aku tidak ikut."
Jawaban Ichirouta membuat Mamoru mengedipkan matanya, memiringkan kepalanya.
"Aku. Tidak. Ikut." Ichirouta memperjelas satu persatu kata yang dia gunakan. "Aku tidak ikut. Aku mau kerja part-time. Aku mau menikmati liburan musim panas dengan caraku sendiri. Aku MENOLAK untuk ikut!"
Mamoru hanya mengedipkan matanya mendengar nada keras yang terlontar dari mulut Ichirouta. Ayolah, dengan wajah secantik itu, biar marah tetap saja nggak seram. Mamoru berusaha menahan tawanya. 'Wajah netral, Mamoru! Pasang wajah netral!' pikir Mamoru dalam hati.
"Ja, jadi Ichirouta... nggak mau ikut? Padahal aku yang menyiapkan rencana liburan dan nginap bersama ini..." Mamoru langsung pasang puppy eyes terbaiknya. Lengkap dengan muka merajuknya yang oh-so-kyut itu.
Ichirouta menelan ludah. 'Nggak boleh, Ichi! Kuatkan dirimu!' , pikir Ichirouta. Cowok cantik itu menggelengkan kepalanya. Bersikeras dengan pendiriannya. Reaksi yang benar-benar salah, karena malah membuat Mamoru mengeluarkan air mata.
"Hiks, Ichirouta tegaaaa...! Padahal aku sudah menanti-nanti liburan ini... Huuu, Huwaaaa..." Mamoru mulai menangis, membuat Ichirouta panik setengah mati. Nangisnya tidak kencang sih. Tapi tetap saja Ichirouta panik melihat Mamoru menangis seperti ini.
"Ma, Mamoru... Jangan nangis, dong~~~" Ichirouta mengibas-ngibaskan tangannya di udara. "Masa aku nggak ikut aja kamu nangis begini, sih~~~?"
Mamoru masih menangis. Seperti anak kecil yang sedang menangis, lalu dicubit oleh orang yang menganggap itu lucu, dan semakin nyaring nangisnya. Ichirouta pundung. Sungguh, apa perlu dia mengingatkan dirinya sendiri kalau Mamoru itu seumuran dengannya, 17 tahun? Malah mungkin lebih tua Mamoru beberapa bulan daripada Ichirouta.
"Ha, habisnya... Ichirouta... nggak.. nggak mau ikuuuutt~~~! Huwaaaa...!" Mamoru muai menaikkan volume tangisannya. Wajahnya disembunyikan di bawah telapak tangannya.
"Eh, EH? ! Iya, iya! Jangan nangis! Aku ikut, deh! IKUT!" Ichirouta langsung reflek menjawab.
"Beneran? Kalau gitu ayo cepat siap-siap! Ayo, Ichirouta!" Mamoru langsung menjauhkan tangannya dari wajah. Memperlihatkan senyuman matahari yang lebih cerah dari sebelumnya. Ichirouta lansung melongo.
"...Aku kena tipu, ya." Dan awan mendung berkumpul di sekitar Ichirouta.
xxx
Present Time, pantai, Okinawa.
"Kazemaru-kun. Kamu beneran nggak apa-apa?" Kino Aki, salah satu tamu tetap Ichirouta bertanya. Gadis berambut coklat pendek itu memakai baju renang berwarna kuning dengan garis-garis hijau.
"Nggak apa-apa. Hanya masih menyesal kenapa aku bisa tertipu dengan air mata buaya Mamoru..." Ichirouta berkata sambil menghela nafas. Pupus sudah harapannya untuk mendapatkan kerja part-time (baca : uang). Secara, dia kerja jadi Host buat bayar hutang! Aki hanya ber 'ha...' pelan menanggapi jawaban Ichirouta.
Ichirouta mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, melihat pemandangan pantai di Okinawa. Waktu Mamoru berkata kalau mereka akan menginap di pantai, Ichirouta tidak menyangka kalau dia akan diseret dengan menggunakan heli pribadi ke pulau di Jepang yang paling terkenal dengan pantai dan hasil lautnya, Okinawa. Dan dia juga tidak menyangka kalau 'menginap bersama' yang dimaksud adalah 'menginap di resort mewah pribadi sambil membuka Host Club versi liburan musim panas'.
Alhasil, inilah nasib Kazemaru Ichirouta sekarang. Dia terjebak menjadi host tanpa dibayar, melayani para tamu cewek (yang tentu saja menginap di tempat berbeda dari para Host), demi membayar hutangnya pada Host Club secara tidak langsung.
"Kyaaa! Endou-saaaan! Goenji-saaan!"
Sedangkan penyebab kesengsaraan Ichirouta sekarang sedang bermain voli pantai melawan teman Hostnya yang memiliki rambut bawang berwarna putih tulang. Para tamu menyoraki kedua orang yang dijuluki 'monster olahraga' itu bertanding. Dilihatnya Mamoru tertawa riang sambil melakukan smash. Juga Shuuya yang mengeluarkan smirk khasnya sambil membalas Mamoru.
"Ke kanan sedikit, Aniki! Bukan, bukan, itu kiri namanya!"
Ichirouta menoleh ke arah suara itu berasal. Dilihatnya Atsuya membimbing Shirou yang ditutup matanya, memegang pemukul kayu, untuk membelah semangka. Tamu-tamu mereka juga mengelilingi mereka. Memberi petunjuk pada Shirou di mana semangka berada. Ichirouta dan Aki yang mengikuti pandangan mata cowok itu tertawa ketika melihat Shirou bertabrakkan dengan Atsuya, bukannya dengan semangka, dan mereka berdua terjatuh ke pasir.
"Santai sekali, Ichirouta. Tamumu berkurang, kau tahu?"
Kidou Yuuto, sang Gamemaker Host Club berjalan mendekati Ichirouta dan Aki yang sedang duduk di bawah payung pantai. Memang benar, tamu Ichirouta yang tadinya banyak sudah pergi entah kemana. Tinggal Aki yang ada.
"Karena memang aku sedang tidak ingin melakukannya, Yuuto. Kalau saja aku tidak kelepasan bicara 'Aku ikut!' di depan Mamoru..." Ichirouta menoleh pada Yuuto. "Pasti kau yang menyuruhnya pura-pura menangis, kan?"
"Bukan aku sebenarnya, tapi kalau kau pikir seperti itu juga tidak apa-apa." Yuuto menoleh ke arah belakang. Ichirouta melihat Haruna dan Yuuya, dibantu Akio membuat istana pasir yang, walaupun belum selesai, sudah terlihat bagus. "Yah, lagipula percuma saja kalau kau ingin kerja part-time, kan?"
"Maksudmu?" Ichirouta langsung mengangkat alis. Tidak mengerti dan sedikit tersinggung dengan ucapan Yuuto barusan.
"Kau lupa atau tidak tahu? Murid Inazuma Gakuen dilarang melakukan kerja sambilan dalam bentuk apapun. Kalau ketahuan, beasiswamu bisa hilang, kan?"
Ichirouta terbelalak, lalu menoleh ke arah Aki. Gadis itu mengangguk pelan sambil tersenyum menyemangati. Cowok ponytail yang sekarang hanya mengenakan celana pendek dan jaket hoodie yang dibiarkan terbuka itu pun langsung tepar di tempat. Yuuto dan Aki yang ada di sampingnya hanya tersenyum maklum.
xxx
"Ngomong-ngomong..." Ichirouta kembali bersuara setelah tepar beberapa saat. Yuuto, yang sekarang sudah duduk bersama Haruna, Yuuya, dan Akio di dekat Ichirouta, juga Aki yang sedang mengobrol dengan Haruna langsung menoleh ke arah cowok turqoise itu.
"...Ke mana tamu-tamuku tadi? Rasanya tadi mereka pergi melihat pertandingan voli Mamoru dan Shuuya, tapi sekarang tidak ada di dekat mereka."
Memang benar, mereka tidak ada di sana. Pertandingan voli yang sekarang entah bagaimana menjadi pertandingan lari dan renang itu, masih di kelilingi oleh para tamu cewek. Tapi tidak ada tamu-tamu Ichirouta di situ.
"Bukannya itu? Yang sedang bersama Tachimukai." Akio menunjuk ke satu arah, tempat di mana ada anggota termuda Host Club, Tachimukai Yuuki. Cowok dengan rambut coklat muda dan mata biru itu berdiri di ujung pantai, membasuh kakinya dengan air yang naik turun sesuai ombak. Kadang-kadang kakinya akan menendang pelan, menyibakkan air laut dan menimbulkan bunyi. Setelah itu dia akan tertawa seperti anak kecil.
Para cewek tamu Yuuki duduk di dekat situ sambil melihatnya tingkah laku sang puppy kecil. Di sana juga ada tamu-tamu Ichirouta yang ikut melihat Yuuki.
"Tidak dibuat-buat, ya? Benar-benar tipe alami..."Akio mengomentari sambil melihat tingkah laku Yuuki yang memang tidak disengaja. Dia benar-benar tertawa dan menikmati pantai dan laut seperti anak kecil.
"Yah, itulah keistimewaan Yuuki. Dia akan benar-benar mengekspresikan perasaannya seperti saat ini. Pada hal yang disuka, dia senang. Pada hal yang dibenci, dia marah. Dan kalau sedang senang, maka dia akan lebih kekanak-kanakan dari Mamoru." Yuuto menjelaskan panjang lebar sambil mengeluarkan smirk khasnya.
"Apalagi, pantai dan laut punya arti khusus untuk Tachimukai-san! Iya kan, Onii-chan?" Haruna berkata sambil tersenyum senang. Dia memakai baju renang one piece berwarna biru, dan ditangannya tergenggam sebuah kamera digital berwarna senada.
"Arti khusus?" Ichirouta menemukan dirinya bertanya. Haruna mengangguk bersemangat, mengiyakan pertanyaan Ichirouta. Tapi belum sempat menjawab, teriakan Mamoru membahana memanggil Yuuto.
"Yuutoooo...!" Mamoru berteriak sambil setengah berlari ke arah Yuuto dan yang lainnya. "Aku sudah laper niiiii..." Dan sang kapten kembali memasang wajah puppy eyes terbaiknya. Ichirouta bersumpah dalam hati dia tidak akan terjebak lagi, walaupun sungguh! Puppy eyes dan wajah Mamoru itu imut sekaleee!
"Apa boleh buat. Memang sudah waktunya." Yuuto lalu berdiri dan menepuk tangannya, menarik perhatian seluruh Host dan para tamu. "Maaf mengganggu kesenangan kalian, tapi Host Club hari ini hanya sampai sini saja. Terima kasih atas kedatangannya." Yuuto membungkuk, diikuti oleh Host yang lainnya.
'Akhirnya selesai...' Ichirouta bersyukur dalam hati. Melihat para tamu pulang, tidak lupa mengucapkan terima kasih. Terutama pada Aki yang sudah menyemangatinya. Dengan lambaian tangan, Host Club versi liburan musim panas hari ini pun ditutup.
"Ayo, balik! Makanan enak sudah menunggu!" Mamoru sebagai sang kapten memimpin ke depan. Kami semua para Host, ditambah Haruna, Yuuya, dan Akio mengikuti cowok rambut tanduk itu menuju tempat mereka menginap di Okinawa.
xxx
Rumah tradisional Jepang berdiri di dekat pantai. Rumah yang cukup besar dengan tanaman rindang, dan banyaknya ventilasi yang menghembuskan angin ke dalam. Rumah yang sangat indah dan mungkin bisa dibilang mewah. Dan di tempat ituah para anggota Host Club menghabiskan libur musim panasnya.
"Kami pulang!" Mamoru langsung membuka pintu geser di depan dan nyelonong masuk. Para pelayan yang menggunakan kimono menunduk menyambutnya.
"Mamoru, jangan seenaknya." Shuuya mengingatkan. " Ini rumah milik Yuuki, kau tahu?" Shuuya dan anggota Host Club lainnya menoleh ke arah Yuuki yang berjalan paling belakang, mengobrol bersama Haruna dan Yuuya.
"Eh? Tidak apa-apa, kok. Tadi kan sudah kubilang anggap saja rumah sendiri." Yuuki menjawab sambil memberikan senyum. Senyuman anak kecil yang mengalahkan senyuman matahari milik Mamoru. Semuanya langsung mengerti betapa senangnya Yuuki hari ini.
"Tuh, Yuuki bilang tidak apa-apa." Mamoru nyengir lebar sambil berjalan mundur. Yang lainnya segera menyusul masuk ke dalam, mengikuti sang kapten. "Daripada itu, aku laper banget ni...!"
Setelah berkata seperti itu, Mamoru langsung berbalik dan berlari ke arah ruang makan. Tapak kakinya menimbulkan bunyi yang cukup nyaring, mengingat dia lari di atas lorong yang terbuat dari kayu. Semua anggota Host Club langsung menghela nafas melihat tingkah laku kapten mereka yang benar-benar seperti anak kecil. Akio, Haruna, dan Yuuya hanya tertawa kecil melihat tingkah laku semua anggota Host Club.
"Tapi benar kata Endou-san, aku juga sudah lapar!" Dan Yuuya pun langsung berlari mengikuti Mamoru menuju ruang makan. Haruna langsung berteriak menasehatinya sambil berlari menyusul. Yang lainnya tertawa dan juga ikut menyusul mereka, dengan berjalan pelan. Ketika berjalan pelan inilah, Ichirouta baru menyadari ada yang berbeda dari anggota termuda Host Club.
"Yuuki, kamu tidak membawa bonekamu hari ini?"
Ichirouta pun menanyakan hal yang membuatnya penasaran. Mumpung anggota Host Club yang sering dijuluki puppy kecil itu tidak membawa dan memeluk erat boneka berambut pink kesayangannya. Pantas saja rasanya ada yang ganjal dari tadi.
"Karena akan main air, jadi tidak. Kutinggal di kamar," Yuuki menjawab sambil tersenyum. "Kalau basah, repot jadinya."
"Lagipula 'kan ini pantai, tidak perlu boneka untuk mengingat Tsunami-senpai... Huwaaaa! ! !"
Atsuya langsung menghentikan kalimatnya begitu sebuah shuriken melayang ke arahnya.
"Atsuya-san, yang tadi itu maksudnya?" Yuuki bertanya sambi tersenyum. Senyum yang sangat SANGAT mengerikan. Aura Maou mulai keluar dari puppy kecil. Lawan bicaranya, serigala mungil berambut pink menoleh ke kanan dan ke kiri dengan kencang sambil menitikkan air mata.
"Hei, hei. Ayo cepat kita susul yang lain." Akio dengan cueknya langsung memotong ketegangan yang terjadi di depan matanya. Kedua tangannya disilangkan di belakang kepala, terlihat tidak peduli dengan nasib serigala yang sedang terancam nyawanya oleh puppy bermata biru.
"Benar kata Akio. Ayo, Ichirouta, Shuuya." Dan dua Gamemaker langsung berjalan meninggalkan tempat kejadian perkara. Shuuya lalu berjalan perlahan mengikuti mereka, sambil melirik Ichirouta untuk mengikutinya. Cowok ponytail itu pun setengah berlari mengikuti sang rambut bawang. Dengan teganya meninggalkan Dark!Yuuki, Atsuya yang masih bergetar, dan Shirou yang sambil tertawa berusaha menenangkan Yuuki.
xxx
Sepertinya hari ini hanya dipenuhi kejutan untuk sang tokoh utama. Masih sedikit syok setelah diseret ke Okinawa dengan heli pribadi, ditunjukkan tempat menginap yang mewah, disuruh bekerja menjadi Host, lalu Dark!Yuuki yang muncul. Sekali lagi, Kazemaru Ichirouta dikagetkan ketiga dia sampai di ruang makan.
"Shuuya-san!"
Seorang anak cowok dengan rambut hitam dan mata berbinar-binar berlari ke hadapan Shuuya. Cowok berambut putih itu –entah reflek atau bukan- langsung mengelus kepala sang macan kecil. Toramaru pun tertawa, terlihat sangat senang.
"Kenapa Toramaru bisa ada di sini?" Ichirouta menemukan dirinya bertanya. Karena yang lainnya hanya bertingkah biasa melihat junior mereka yang masih kelas 2 SMP itu berada di Okinawa. "Dan kenapa Toramaru memakai celemek?"
"Karena kami sedang memasak. Apa lagi coba?"
Sebuah jawaban keluar dari seseorang yang membuka lebar pintu geser di dekatnya. Dan Ichirouta kembali dikagetkan dengan kemunculan cowok berkulit gelap yang terkenal sebagai 'pengasuh' dua serigala kembar Host Club. Oh, baru saja dibicarakan...
"Ryuugo-kun!" "Ryuugo!"
Suara kompak Shirou dan Atsuya terdengar. Kakak beradik kembar itu berlari ke arah 'pengasuh' mereka dan memeluk cowok yang jauh lebih tinggi daripada mereka. Someoka Ryuugo langsung bersemu merah dan berteriak pada mereka untuk melepaskannya. Yang sayangnya, tidak diindahkan oleh duo serigala tersebut.
"Mana Mamoru-san?" Yuuki bertanya di samping Ichirouta. Sepertinya dia sudah kembali jadi anak anjing yang manis. Ichirouta menghela nafas lega di dalam hati.
"Benar juga. Ke mana dia?" Walaupun Mamoru yang paling semangat untuk makan, dia malah tidak ada di ruang makan. Semuanya yang menyadari hal ini juga ikut bertanya-tanya.
"Ah, Endou-san sedang bicara empat mata sekarang." Toramaru menjawab ketika Shuuya menoleh ke arahnya untuk mencari jawaban.
"Empat mata?" Semuanya –kecuali Toramaru dan Ryuugo- bertanya.
"Yup, dengan Tuan Putri Raimon."
Setelah Ryuugo menjawab, semua anggota Host Club –kecuali Ichirouta tentunya- langsung membelalakkan mata dan membeku di tempat. Akio bersiul pelan, Haruna terlihat senang, dan Yuuya ber'ushishishi' ria. Keadaan pun menjadi hening.
"Eee, siapa 'Tuan Putri Raimon'?" Ichirouta menoleh ke arah anggota Host Club yang lain , mencari jawaban. Tapi tidak ada yang menjawab. Dan tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang Ichirouta.
"Wah, wah. Anggota Host Club yang baru tidak tahu menahu pada siapa dia berhutang. Kau betul-betul tidak memberitahunya tentang siapa pemilik vas itu ya, Endou-kun?"
Suara cewek yang terkesan serius itu membuat Ichirouta berbalik badan. Dan dia langsung berhadapan dengan seorang gadis yang sangat cantik. Dengan rambut coklat panjang sepinggang yang sedikit bergelombang, mata coklat kemerahan, juga dress putih selutut tanpa lengan. Tangannya disilangkan di depan dada, dan ekspresi wajahnya seperti sedang melihat mainan baru.
"Nggak sempat ngasih tahu...? Ahahahaha..." Mamoru yang berada di dekat gadis itu menjawab sambil tertawa garing. Tangannya menggaruk kepalanya, sedangkan matanya menghindari tatapan menyelidik dari sang gadis.
"Sedang apa kau di sini?" Ichirouta kaget setengah mati ketika menemukan Shuuya bertanya pada sang gadis. Tidak biasanya cowok dingin itu bertanya dengan nada yang sungguh penasaran seperti tadi.
"Liburan bersama anggotaku. Dan menemui anggota Host Club yang baru. Kau keberatan, bawang putih?" Gadis itu menjawab tenang. Membuat Ichirouta sweatdrop sendiri dengan panggilan gadis itu untuk Shuuya.
"Anggota? Berarti..." Sekarang giliran Yuuki yang bicara. Nada bicara terdengar sedikit kaget.
"Begitulah. Maaf Tachimukai-kun, tapi bisakah kau menambah kamar lagi untuk kami? Kurasa nanti malam mereka semua akan sampai di sini," Gadis itu menjawab sambil tersenyum pada Yuuki. Cowok bermata biru itu mengangguk pelan.
"Nah, dread nanas yang mematung di sana. Apa kau tidak akan memperkenalkanku pada anggota baru ini?" Akio langsung menahan tawanya ketika mendengar panggilan untuk Yuuto. Cowok gogle itu mendeathglare temannya, tapi akhirnya menghela nafas dan memandang ke arah Ichirouta.
"Ichirouta, perkenalkan." Telapak tangan Yuuto mengarah pada sang gadis. "Anak kepala sekolah Inazuma Gakuen, Ketua OSIS, sekaligus pemilik vas yang kau pecahkan..."
"...Namaku Raimon Natsumi. Salam kenal, anggota baru."
Natsumi tersenyum. Bukan tersenyum lembut, melainkan senyuman senang ketika dirimu mendapatkan mainan baru ketika berulang tahun. Dan Ichirouta yakin, kejutan musim panasnya belum berakhir sampai di sini.
Tu Bi Kontinyuuuu...
Nyaahoooo! ! ! Akhirnya selesai! Lumayan cepet juga saya ngetiknya. Biasanya baru selesai dalam seminggu, ini nggak sampe sehari udah selesai. Terima kasih SNMPTN! Gara-gara itu saya jadi libur seminggu! Hohohohoho! #dilempar buku sama reader yang SNMPTN
Awalnya saya mau bikin Arc-nya Yuuki, tapi akhirnya saya ubah. Entah kenapa, rasanya masih belum saatnya. Tapi Tsunami bakal muncul di chapter selanjutnya, jadi penggemar Tsunami tenang saja ya (^_^) Teruuuss, anggota OSIS juga bakal muncul! Tunggu ya XD
Tiga Ringtone yang dipake Yuuki, Sakuma, dan Mamoru itu : Madoromu Tsuki no Yoru no Aria – Tachibana Shinnosuke (Seiyuunya Yuuki, ost. Garnet Cradle), Tsubasa wo Kudasai (ost. Evangelion : You can (not) advance), dan Boku wa tori ni naru (ost. Code Geass R:2)
Balas Review, nyok!
Anrika Aya-chan : Haha, iya pasti manis ya. Ikut lomba bahasa inggris? Gimana hasilnya? Banyak banget fanart Ichi pake kostum Maid. Juga ada dia pake kostum Alice in Wonderland. Imuut banget! Maaf ya apdetnya nggak kilat... Thanks Reviewnya !
Aurica Nestmile : Saya ketawa pas ngetik bagian itu. Beneran deh, mereka pasti mangap-mangap kayak ikan mas. Yosh, saya semangat! Thanks Reviewnya!
EA Omoko Natsuki : Alow, Ea-chan! Sayaaaa jugaaa mauuu fotonyaaaa! #mewek Hiroto mungkin muncul sebentar lagi, ditunggu ya. Maaf Apdetnya telat banget. Thanks Reviewnya!
Asma Syifa Nabilah : Itu beneran nama kafenya Toramaru di Anime, lho ;) Awalanya Atsuya dan Shirou mau saya pakein kostum maid juga sih, tapi nggak jadi. Haha, tanpa sadar sikap Haruna yang di Yaoi oh Yaoi terbawa ke fic ini. Harap dimaklumi, hehe. Akio emang keren! Mudahan dia nggak OOC di sini ya XD Thanks Reviewnya!
Aishirou KyuHyung-pie : Saya kangen De-chan~~~! #pelukpeluk nggak tahu dah chapter ini ada typo nggak. Mudahan nggak ada... Yes, hidup AkioxYuuto! Kalo mau baca yang fluffy bak gulali, baca Yaoi oh Yaoi aja yaaaa #promosi ...Apa scene terakhir itu membingungkan? Saya langsung ngetik aja, nggak make mikir kemaren itu. Maaf ya kalo nggak ngerti... Bagian mana yang susah dimengerti? Saya jarang pake katakana, sekarang malah nggak hapal lagi... Thanks Reviewnya!
Kaze : Eh, ini review chapie 10 ya? Saya balas di sini ya ;) Thanks Reviewnya ya XD
Myouki Kuroki : Hehe, apa segitu sedihnya? Berarti saya sukses bikin ini fic! #plak Lagunya bisa dilihat di atas ya ;) Thanks Reviewnya!
Fanesha Neshia-san : Aloha, Neshia-chan! Kan Gamemaker jenius, pasti bisa ngerjain orang! #diserang pasukan penguin Dan Yuuya tetap dengan 'Ushishishi' miliknya XD Thanks Reviewnya!
Heylalaa : Lalaa SMA kelas berapa sih? Bisa jadi kita masih seumur ato Lalaa malah lebih tua dari saya... Dan Lalaa tetep senpai saya dalam nulis fic! HiroHiro mungkin muncul lho sebentar lagi, kita bisa lihat love triagle nanati. Hahahahaha! #ditendang Thanks Reviewnya!
Uehara Mikarin : Alow, Verra-chan! Manggil gini nggak apa-apa? Saya jarang buka FB ni sekarang, hahahaha #plak jawaban pertanyaan :
Hiroto muncul sebentar lagi. Ditunggu aja ya ;)
'Dirimu' itu... rahasia! Dan memang salah satu dari 2 orang yang Verra-chan bilang (^_^)
Terumi? Saya belum tahu dia dimunculin di mana, walaupun sudah ada rencana sih...
Ahahahaha, maaf saya sempat melongo ngeliat pertanyaan yang ini. Dalam Yaoi (atau Boys Love), Seme itu 'Top' dan Uke itu 'Bottom'. Saya nggak bisa bilang lebih dari ini, maaf ya ;) coba cari di internet, pasti langsung ngerti... Btw, Thanks Reviewnya!
TheSpiritOfToge : Nama anda keren! #plak Yup, cerita ini masiiiiih panjang. Ini apdetnya, Thanks Reviewnya!
Balas Review, Finish!
Sekali lagi, saya bener-bener minta maaf karena telat apdet. Selain sibuk kuliah, saya juga keasyikkan nonton anime, baca manga, dan maen Game. Nonton : Ao no Exorcist (Hidup Twincest! #ditembak), Bleach, Nurarihyon de el el. Baca : Sket Dance (bener-bener ngakak deh baca ini!) dan Saiyuki, serta fic-fic angs(a)t(e) yang bikin selera humor saya menghilang entah ke mana. Game : Starry Sky (cowoknya cakep-cakep! #plak ada yang juga maen ini?)
...Yah, begitulah. Review? #Nyeret Haseo buat ngeluarin Skeith (Huwaaaa, saya kangen .hack lagi!)
