Pandora Hearts © Mochizuki Jun

I Love you© Nanami 'Yuuki' Vessalius

Rated : T

Chapter : 2

Genre : Romance, Friendship, Hurt/Comfort

Warning! : OOC, Miss-Typo, GAJE, Hancur, kurang romantis, de el el =A=''

Enjoy!


Sharon dan Break akhirnya berjalan-jalan di kota yang ramai dan padat. Agar tidak ketahuan bahwa Break adalah rakyat jelata, Sharon menyuruh Break mengenakan jas yang dibawanya dari mansionnya sebelum ke kota.

"Nona.. Aku merasa tidak cocok memakai jas ini.." Kata Break sambil merapikan dasinya. Sharon tersenyum lebar dan membantu Break membenarkan posisi dasinya.

"Kau terlihat tampan Break... Sungguh! Aku suka penampilanmu!" Puji Sharon, tangannya sibuk membenarkan dasi Break dan beberapa detik kemudian, dasi Break sudah terpasang dengan rapi. Break dan Sharon akhirnya memulai acara jalan-jalan mereka.

Di kota begitu ramai karena waktu itu ada pesta yang begitu meriah. Banyak sekali stan yang menjual berbagai pernak-pernik cantik. Sharon mulai tertarik dengan pernak-pernik disana.

"Break! Kau cocok memakai ini!" Kata Sharon lalu mengambil sebuah topi yang hampir mirip dengan topi pesulap dan memakaikannya untuk Break.

"Ahh.. Tidak perlu repot-repot nona, saya bisa membelinya nanti" Kata Break lalu memberikan topi tadi kepada Sharon, meskipun topi itu memang cocok untuknya.

"Tapi topi ini hanya dijual hari ini... besok pesta ini akan berakhir" Sharon mengeluarkan sejumlah uang dan membeli topi itu, dan menyuruh Break menggunakannya. Dengan terpaksa Break memakainya agar Sharon tidak marah.

Setelah asyik bersenang-senang, Break mengajak Sharon ke sebuah bukit tinggi yang berada di pinggir kota. Sebelum ke bukit itu, Sharon membeli 2 buah jus dan beberapa makanan agar mereka bisa sambil berpiknik. Saat sampai di bukit itu, pemandangan disana sangat indah, mereka bisa melihat kota besar itu dari atas bukit ini.

"Kau suka, Nona?" Tanya Break lembut, Sharon mengangguk-anggukan kepalanya sambil melihat sunset yang terlihat indah dari posisi mereka.

"Tentu saja, Selama ini aku hanya bisa melihat sunset dari mansionku.. tapi disini berbeda.. disini aku bisa sambil menghirup udara sejuk" Jawab Sharon dengan wajah manisnya, tapi tiba-tiba, ada salah seorang pelayan yang datang menghampiri Sharon dan Break yang asyik berpiknik bersama.

"Nona Sharon! Gawat!" Teriak pelayan itu, Sharon menolehkan kepalanya ke sumber suara itu, pelayannya sedang berlari menuju tempat dia dan Break berada.

"Ada apa?" Tanya Sharon khawatir. Pelayan itu mengatur nafasnya dan mengusap keringat yang bercucuran di dahinya.

"Nona Cherly... beliau menyuruh anda untuk segera pulang.." Jawab pelayan itu. Sharon hanya menganggkat sebelah alisnya, tidak biasanya nenek menyuruh pelayan menjemputnya, pasti ada hal penting, pikir Sharon.

"Oke.. Maaf Break.. Jalan-jalan kita cukup sampai disini saja dulu.. pakaianmu itu kau ambil saja dan sampai jumpa! Oh ya.. Akan kubantu kau" Kata Sharon lalu ikut membantu Break membereskan perlengkapan piknik mereka tadi.

"Ah! Tidak usah nona!" Kata Break, tapi Sharon tetap membentak untuk membantu, akhirnya Break membiarkan Sharon membantunya. Setelah selesai, Sharon berpamitan pada Break dan pergi ke mansionnya bersama pelayannya tadi.


Selesai sudah acara piknik Break dengan Sharon. Break lalu pulang dan membawa barang pikniknya tadi menuju rumahnya. Saat melewati rumah Gilbert, Break melihat Gilbert memakai sebuah jas hitam rapi di depan pintu rumahnya.

"Hei, Gil! Mau kemana kau?" Tanya Break. Gilbert tersenyum dan mendekati Break, lalu membisikan sesuatu ditelinga Break.

"Apa! Tunangan!" Kaget Break. Gilbert menutup mulut Break dengan tangannya.

"Jangan berisik! Ini rahasia!" Kata Gilbert sambil mempelankan suaranya. Break memandang Gilbert, dilihat dari pakaiannya, sepertinya Gilbert akan tunangan dengan seorang gadis bangsawan.

"Dengan siapa kau tunangan? Bukannya kau bukan dari keluarga bangsawan?" Tanya Break, Gil memandang Break lalu menjawab pertanyaan Break.

"Sebenarnya.. Aku anak bangsawan Nightray.. hanya saja aku ingin hidup mandiri sehingga aku lari dari rumah dan menjadi gelandangan begini.. Tapi kemarin, ayahku mengetahui keberadaanku dan menyuruhku untuk bertunangan" Gil menjelaskan panjang lebar, Break mengangguk-anggukan kepalanya.

"Dengan siapa kau akan tunangan, Tuan Gilbert?" Tanya Break lagi, Gil terkejut mendengar Break memanggilnya Tuan lalu tertawa kecil.

"Hahahahaa.. Tidak usah memanggilku tuan.. Aku sudah menganggapmu sebagai sahabatku sendiri, Break..Aku akan bertunangan dengan putri keluarga Ra—" Belum selesai Gilbert bicara, kereta yang akan menjemput Gilbert datang, Gilbert segera naik dan melambaikan tangan kepada Break.

Sungguh beruntung nasib Gilbert, andai aku seperti dia. Itulah pikiran Break sekarang, andai saja dia seperti Gil, mungkin dia bisa melamar Sharon segera sebelum direbut oleh orang lain. Namun entah kenapa Break merasa tidak enak saat Gil hendak menyebutkan orang yang bertunangan dengannya. Namun Break mencoba untuk tenang, mungkin saja ini hanya perasaannya.


Di tempat lain, Sharon sudah siap mengenakan sebuah gaun indah berwarna ungu. Tetapi Sharon kebingungan, sebenarnya siapa yang akan dia temui. Akhirnya Sharon memutuskan untuk bertanya kepada neneknya.

"Nenek.." Panggil Sharon, Neneknya yang sedang duduk di ruang tamu menoleh.

"Ada apa Sharon?" Sharon mendekat dan duduk di sebuah kursi didepan neneknya itu, lalu mulai berbicara.

"Sebenarnya siapa yang akan aku temui sekarang,Nek?" Tanya Sharon. Cherly meminum teh hangat yang ada didepannya dan lalu menjawab pertanyaan Sharon.

"Kau akan menemui calon tunanganmu, Sharon..." Sharon tersentak kaget. Dia tidak menyangka hari itu akan cepat terjadi, tapi sebelum Sharon marah kepada neneknya, Sharon menanyakan sesuatu.

"Siapa orang itu nek?" Tanya Sharon.

"Dia anak bangsawan dari keluarga Nightray.. kau lihat saja nanti.. Sebentar lagi dia datang" Tepat saat Cherly berbicara, pelayannya datang.

"Nona.. Tamu sudah datang" Kata Pelayan itu. Cherly menyuruhnya membawa tamu itu masuk. Calon tunangan Sharon yang di tunggu-tunggu datang. Sharon kaget bukan main saat melihat orang itu adalah... Gilbert!

"Kau! Orang yang tadi siang itu,kan!" Kaget Sharon sambil menunjuk Gilbert, begitu juga Gilbert. Dia tidak menyangka akan bertunangan dengan gadis galak yang memaksanya tadi siang.

"Ahh! Jadi kalian sudah saling kenal! Syukurlah" Kata nenek Cherly, sementara Sharon hanya bisa menggembungkan pipinya. Dia sama sekali tidak ingin bertunangan dengan Gilbert. Tiba-tiba Sharon menangis, Sharon berlari ke kamarnya.

"Sharonn!" Teriak Nenek Cherly tapi Sharon tidak menghiraukan panggilan neneknya itu. Sharon berlari menuju kamarnya dan mengunci pintu kamarnya, air matanya terus mengalir, Sharon lebih mencintai Break dibandingkan dengan Gilbert.

Dalam hati, Sharon sangat marah kepada neneknya, namun tidak mungkin dia memarahi neneknya, bisa-bisa neneknya akan terkena serangan jantung, tapi inilah nasib seorang gadis bangsawan seperti dirinya, harus ditunangkan dengan bangsawan lain. Sharon berusaha menenangkan dirinya dan akhirnya Sharon tertidur di kasurnya.


Pagi-pagi sekali, Sharon melarikan diri dengan memakai pakaian seragam pelayan agar bisa melarikan diri, karena neneknya sudah melarannya untuk keluar dari mansion. Tapi karena ingin bicara dengan Break, akhirnya Sharon memutuskan untuk lari dengan cara begini. Agar tidak ketahuan, Sharon keluar melewati jalan rahasia di mansionnya. Sharon berlari dengan cepat dan hampir dekat dengan rumah Break, kebetulan waktu itu Break sedang duduk di atap rumahnya.

"Breaaaakkkkkkk!" Teriak Sharon dari bawah. Break menoleh kebawah dan melihat Sharon yang mengenakan pakaian pelayan, Break melompat turun dan menghampiri Sharon.

"Nona Sharon? Apa yang anda lakukan disini? Hah! Pakaian an—" Belum selesai Break bicara, Sharon menyeretnya masuk ke rumah Break. Break menatap wajah Sharon, sepertinya ada hal penting yang ingin dia bicarakan.

"Break... ada yang inginku bicarakan dan ini serius.." Kata Sharon serius, Break memandangnya sambil mengunyah-ngunyah permen yang dimakannya di atap tadi.

"Ya?" Sharon menundukan kepalanya, membuat wajahnya tertutup poninya yang agak panjang itu. Setelah beberapa menit mereka diam, Sharon akhirnya angkat bicara.

"Aku... Aku akan bertunangan Break.. . Dan aku tidak akan bisa bertemu denganmu lagi..Nenekku melarangku untuk keluar dari mansion, itu sebabnya aku memakai seragam pelayan untuk keluar... Dan kau tau.. Siapa yang akan bertunangan denganku,Break? Dia.. Dia... Gilbert" Kata Sharon, Sharon mulai menangis lagi. Break kaget saat mendengar perkataan Sharon tadi sekaligus shock karena sahabatnya sendiri yang akan bertunangan dengan Sharon, gadis yang dia sayangi.

"Kau bohong kan nona? Tidak mungkin Gil bertunangan dengan anda.." Kata Break, Sharon menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Aku tidak bohong,Break! Aku tidak ingin menikah dengannya! Aku..Aku menyayangimu Break!" Teriak Sharon lalu berlari keluar rumah Break. Break mengejarnnya,namun Sharon sudah menghilang. Rasanya hati Break begitu hancur saat mendengar bahwa sahabatnya sendiri yang akan bertunangan dengan orang yang dicintainya.


2 Bulan berlalu, Sharon dan Break tidak pernah berjumpa lagi. Sekarang Sharon menjadi seorang gadis yang pemurung, setelah lama tidak berjumpa dengan Break, Sharon kehilangan senyuman manisnya, meski terkadang Sharon tersenyum, tapi semua tau itu adalah senyuman palsu.

"Sharon.." Panggil Gilbert yang datang berkunjung ke mansion Rainsworth, Sharon yang sedang melihat kota dari balkon kamarnya menoleh dan lalu melihat kota dari balkonnya lagi.

"Oh.. Kau.. Gilbert" Gilbert mendekati Sharon dan berdiri disampingnya. Sharon hanya diam.

"Hei.. Berhentilah memikirkan gelandangan itu..Bukannya sekarang ada aku" Kata Gilbert sambil membelai rambut panjang Sharon, Sharon marah mendengar perkataan Gilbert tadi.

"PLAAKKK!" Sharon menampar Gilbert, Gilbert kaget bukan main karena selama 2 bulan ini, dia sudah lama tidak melihat ekspresi Sharon yang lain. Gilbert memegangi pipinya yang ditampar Sharon.

"Kau Bilang gelandangan! Dia itu sahabatmu! Dia bahkan rela melakukan apapun demi kau! Tapi apa kau hanya bisa membalas kebaikannya dengan ejekan seperti ini! Dasar lelaki tidak tau diri! Keluar kau!" Teriak Sharon lalu menendang Gil dengan kasar agar keluar dari kamarnya. Akhirnya Gil keluar dengan terpaksa dari kamar Sharon.

'ugh! Awas kau, Break!' Marah Gil dalam hati, Gilbert lalu keluar dari mansion Rainsworth dan pergi ke suatu tempat atau bisa kita sebut ke rumah Break. Saat sampai, rumah Break tampak kosong, sepertinya Break sudah pindah beberapa bulan yang lalu. Gil menendang pintu rumah Break dan pergi begitu saja.


Sharon POV

Karena hati Sharon sedang tidak baik, akhirnya Sharon memutuskan untuk berjalan-jalan sendirian ke kota, Sharon teringat saat mereka berpiknik dibukit, akhirnya Sharon pergi ke bukit itu untuk menenangkan hatinya. Disana tidak ada yang berubah, masih indah seperti terakhir kali dia kemari. Tapi matanya tertuju kepada sebuah semak-semak bunga yang cantik, terkahir kali Sharon kesini, semak-semak itu tidak ada.

"Wahh.. Bunga ini indah sekali..." Ucap Sharon lalu memetik setangkai bunga itu. Tiba-tiba ada yang ada suara langkah kaki yang mendekat, karena penasaran, Sharon melirik orang itu, ternyata dia adalah seorang pemuda. Pemuda itu memetik bunga putih tadi dan membawanya pulang, sekilas, Sharon melihat wajah Pria itu dan pria itu sangat mirip sekali dengan orang yang sangat dia rindukan—Break. Karena tidak percaya dengan penglihatannya, Sharon mengejar pria itu, namun Pria itu sudah menghilang. Sharon yakin itu Break karena pria itu sama persis dengannya, akhirnya Sharon memutuskan untuk kembali ke Mansionnya.


Break POV

Aku bersembunyi diatas pohon karena melihat seorang gadis dengan rambut peach berdiri dibelakang pohon, aku mengira dia adalah nona Sharon, dan ternyata itu memang benar Nona Sharon, aku melihat nona Sharon mencariku, namun aku menghilang alias bersembunyi disebuah pohon besar. Saat nona Sharon pergi, aku melompat turun dan kembali kerumah baruku yang sekarang ada dibukit ini.

Aku duduk di rumput yang hijau. Aku begitu ingin bicara dengan nona Sharon, namun ini belum waktu yang pas. Aku menghela nafas lalu merebahkan diriku di rerumputan. Selama 2 bulan ini, aku menjadi polisi di kota karena kemampuan berpedangku yang bisa dibilang sangat hebat, dan aku dikontrak untuk menjadi pengawal mansion keluarga Rainsworth—Keluarga Sharon. Apa ini berarti waktu yang pas untuk bicara dengan nona Sharon? Aku masuk kekamarku dan menenangkan pikiranku sejenak lalu karena terlalu lelah, aku memilih untuk segera tidur dengan nyenyak dikasurku.


Normal POV

Sharon baru saja pulang dari bukit tadi, hari juga sudah gelap, Sharon duduk di balkon kamarnya dan menikmati indahnya bulan yang bersinar malam itu.

"Sharon" Panggil nenek Cherly dari luar kamar Sharon lalu membuka pintu kamar Sharon.

"Ada apa nek?" Tanya Sharon sambil menoleh kearah neneknya.

"Besok pagi, akan ada pengawal barumu.. jadi bangunlah lebih pagi" ucap Nenek Cherly, Sharon mengangguk lalu pintu kamar Sharon tertutup kembali.

'Pengawal baru ya... hahh..semakin ketat saja..aku seperti buronan saja' pikir Sharon ,Sharon mengehela nafas dan memainkan bunga yang dia petik dibukit tadi.

'Apa benar pria tadi Break? ' Pikir Sharon, jika dilihat dari ciri-cirinya itu memang benar Break. Tapi karena ingin memastikannya lagi, akhirnya Sharon memutuskan untuk kembali ke bukit itu di jam yang sama.

"Nona Sharon.. Ini sudah malam.. Silahkan anda tidur.." Ucap Pelayannya dari luar kamarnya. Sharon melirik jam di mejanya dan yang benar saja, ini sudah jam 11 malam. Karena mata Sharon tidak kuat menahan ngantuk lagi, akhirnya Sharon tertidur sambil membaca sebuah buku dikasurnya.


Sesuai permintaan Neneknya, Sharon bangun pagi-pagi sekali. Neneknya menyuruh Sharon untuk ke ruang tamu agar bisa mengenal pengawal barunya. Saat Sharon turun ke ruang tamu, betapa terkejutnya Sharon. Ternyata pengawal barunya adalah... Break.

"B—Break?"


TBC


Nanami : Selesai sudah chapter 2... hohohohoho..mungkin ceritanya rada-rada gk nyambung ya.. soalnya nih cerita saya bikin pas lagi WB dan seterusnya pas lagi ada ide ==''

Sharon : Ahh.. Author ini memang geblek..

Nanami : betul betul betul! What! Apa you kata-!

Sharon : Hahahaha.. Author ngaku... fufufu..

Nanami : Terserah lu ah! Oke.. buat mama saya Rin . Aichi : Iya ma..entah kenapa anakmu ini tiba-tiba jadi pengen nulis BreakXSharon... fufufuuu... Ah iya -.-''... memang betul agak tragis tapi beda lo! #promosi #dor

Sharon : Buat... FaricaLucy : Oke bu! Terima kasih.. dan ini udah update kan? Hehehe

Nanami : Yep sekian dulu! Saya dah ngantuk karena nulis nih fic tengah malam -.-'' terimakasih juga buat orang-orang yang sudah membantu saya menuangkan ide! Yep.. Saya nerima Flame asalkan alasannya masuk akal.


R&R PLEASE