Hi semuanya, terima kasih karena sudah membaca Infinite Stratos Evolution : ISE.

Yah, sebelumnya dulu aku sudah membuat prolouge untuk cerita ini sebelumnya, tapi yang ditampilkan disana hanyalah bagian dari climaks ceritanya. Kenapa? Karena aku suka membuat suatu kisah dimulai dari bagian pentingnya dulu .

Dimulai dari sini aku akan memulai cerita awalnya bagian dari klimaks tersebut, karena sebuah bagian klimaks tidak akan terjadi tanpa permulaan yang jelas.

Sebenarnya aku ingin membuat fanfic ini dalam bentuk bahasa inggris juga, tapi karena bahasa inggris ku cukup buruk untuk sementara ini dibuat dalam bahasa indonesia dulu.

Shall we begin now?

Chapter 01

Laki-laki kedua yang bisa mengendalikan Infinite Stratos

Beberapa bulan yang lalu sebelum pertempuran itu dimulai...

Musim semi, kembali ke IS Academy, setelah sekian lama menghabiskan liburan musim dingin setelah ujian kenaikan kelas, Ichika Orimura, seorang laki-laki yang satu-satu nya didunia bisa mengendalikan Infinite Stratos akhirnya kembali ke akademi ditahun keduanya.

"Hah, kangen nya aku melihat pemandangan ini" Ichika memandang sekeliling akademi, dilihatnya ada beberapa murid perempuan yang belum pernah dilihat sebelumnya, kemungkinan besar itu adalah murid-murid baru kelas satu, sampai akhirnya dia melihat seseorang yang sepertinya ia sangat kenal.

"Houki!" Ichika berteriak dan melambaikan tangan kepada sosok yang dikenalnya, perempuan rambut hitam ponytail, dan membawa barang yang terlihat seperti perlengkapan kendo.

"I-Ichika?" Houki menoleh kebelakang melihat dimana suara itu berasal, Houki akhirnya melihat Ichika mendekatinya sambil melambaikan tangan.

"Lama tak berjumpa ya!" Sambil menghela nafas capek Ichika menemui Houki.

"Hah, baru juga beberapa minggu setelah liburan dibilang lama" jawab cuek Houki.

"Yah, bagiku rasanya begitu lama" Balas Ichika sambil memegang kepalanya.

Sampai akhirnya pertemuan mereka sedikit terganggu karena kedatangan Fang Lin Yin.

"ICHIKA!" Lin datang sambil berteriak dan menepuk keras punggung Ichika.

"Au, sakit tau!" Rintih pelan Ichika sambil memegang punggungnya.

"Ahh, sudah mulai lemah ya kau sekarang?" Tanya Lin Yin seraya mengejek Ichika.

"Bukan nya begitu, tapi kau-" Kesal Ichika sampai akhirnya terpotong karena teriakan salah satu teman nya lagi, Cecilia Alcoot.

"Hai semuanya, apa kabar?" Lambai tangan Cecilia pada mereka.

"Oi!" Balas Ichika sambil melambaikan tangan juga.

Cecilia pun akhirnya mendekat dan bergabung dengan kelompok mereka sambil bertanya "Bagaimana dengan liburan kalian?"

Ichika pun menjawab "Yah, aku cuma menghabiskan waktu bersantai saja hari itu, tidak ada yang lebih" Seraya menunduk lemas mengingat liburan nya.

"Wah, kita sama dong" Sambil ikutan tertunduk lesu juga Cecilia membalasnya.

"Kalau Houki sendiri bagaimana?" Tanya Ichika pada Houki.

"Selama liburan ini aku banyak menghabiskan waktu di dojo kendo saja" Dengan datarnya Houki menjawab.

"Begitu ya, kalau Lin Yin?" Ichika bertanya lagi pada Lin Yin.

"Sama sepertimu biasa saja, yang paling menyenangkan pada saat tahun baru Cina saja" Dengan nada agak kecewa mengingat hari-harinya yang membosankan.

"Jadi kita semua menjalani liburan dengan membosankan ya?" Tunduk lesu semuanya kecuali Houki.

"Berarti yang belum kita temui cuma Charlotte sama Laura ya?" Sambil Houki memandang sekeliling mencari sisa 2 teman nya lagi.

"Sepertinya begitu" Ichika juga memandang sekeliling dengan heran.

"Ehh, apa kalian sudah melihat pengumuman kelas kalian nanti?" Tanya Cecilia lagi.

"Ehh, belum sih, hei bagaimana kalau kita kesana saja sekarang! Siapa tahu kita nanti sekelas!" Sambil Lin Yin menyarankan pergi.

"Ide bagus!" Seraya semangat Ichika bangkit kembali berharap bisa satu kelas dengan mereka akhirnya mereka berempat pergi ketempat pengumuman kelas.


Sesampainya disana terlihat sangat ramai, banyak murid lain nya yang juga penasaran dengan kelas hunian mereka selanjutnya, ditambah lagi juga karena mereka masih membawa barang-barang mereka.

"Ahh, maaf-maaf" Sambil berdesakan Ichika melewati kerumunan para perempuan disana disertai dengan sesakan dari dada mereka secara tak sengaja menempel dimukanya yang membuat Ichika kelihatan malu-malu tapi senang tapi tidak dengan ke-tiga teman nya yang lain dengan tampang geram.

Sampai didepan papan pengumuman, keadaan masih ramai, sambil berdesakan Ichika mencari namanya dan teman-teman nya yang lain dimana kelas mereka sampai akhirnya dia bertubrukan dengan seseorang yang ia kenal juga, Charlotte.

"Charlotte?" Kaget Ichika melihatnya.

"Oh hai, Ichika" Sambil menyapa Charlotte berdesakan dengan murid lain nya.

"Kau sudah menemukan kelas mu?" Tanya Ichika.

"Sudah, aku berada di kelas 2-1, tapi aku belum lihat nama mu" Jawab Charlotte.

"Tak apa-apa, aku akan cari sendiri" Balas Ichika. Charlotte pun pergi dari keramaian itu, seraya melihat papan kelas nya Ichika mencari namanya dan nama teman-teman nya yang lain.

2-1

Cecilia Alcoot

Charlotte Dunois

Fang Lin Yin

Houki Shinonono

Ichika Orimura

Laura Bodewigg

"Wah, ternyata semuanya berada di satu kelas!" Dengan senang Ichika memandang nama kelasnya. Akhirnya ia kembali melewati kerumunan orang lagi dan menemui tiga teman nya lagi yang ternyata sudah ada Chralotte dan Laura bersama mereka.

"Bagaimana?" Tanya Houki.

"Kita semua berada di satu kelas! Kelas 2-1" Jawab Ichika.

"Hee, benarkah? Baguslah!" Lin Yin dengan senang mendengarnya sambil melompat.

"Kalau begitu, mohon bantuan nya untuk tahun ini ya" Charlotte menunduk hormat pada mereka.

"Dan juga kuharap kau tidak melakukan 'hal bodoh' lagi seperti tahun lalu" Laura berbicara sambil memandangi Ichika dengan tajam.

Karena pembicaraan Laura itu teman-teman nya yang lain jadi membayangkan sewaktu mereka kelas 1 bersama Ichika, terutama saat Ichika melakukan 'hal bodoh' pada mereka.

"Y-Yah, itukan cuma masa lalu, jadi tidak usah dipikirkan" Dengan gugup dan merasakan tanda bahaya Ichika menyiapkan kuda-kuda untuk lari.

Seraya mengingat perbuatan Ichika dendam api kesumat pun mulai membara kembali pada ke lima teman nya.

"ICHIKA!"Marah mereka berlima.

"Sudah kuduga pasti ada yang begini!" Ichika berlari sambil menghindari barang-barang yang dilempari mereka.


Ichika akhirnya berhasil menghindar dari kejaran mereka didekat pinggiran pantai, Ichika pun duduk di bangku yang jaraknya tidak jauh darinya. Sambil beristirahat dan meminum air isotonik dari tas nya ia membayangkan bagaimana selanjutnya nanti.

"Kurasa mereka akan lupa dengan sendirinya" Sambil menghela nafas karena kecapekan. Ichika memang sudah mengenal betul sifat ke lima teman nya, tidak heran karena sudah berteman sejak kelas 1, terutama dengan Houki dan Lin Yin yang notabene adalah teman masa kecilnya dulu.

"Ahh, aku lupa lihat dimana kamarku tahun ini!" Ichika mengingat kembali sesuatu yang terlupakan, mengenai kamar hunian nya nanti. Ichika pun kembali berdiri dan pergi melihat papan pengumuman nya lagi, sampai akhirnya ia melihat sesuatu yang aneh di pesisir pantai dekatnya.

Ada tas besar dan seseorang yang mengenakan jaket vest warna merah dengan kaos warna hitam didalamnya, Ichika penasaran dan mendekati orang itu, kelihatan nya dia pingsan.

"Ehh, kau tidak apa-apa?" Ichika berusaha menyadarkan orang itu dan akhirnya orang itu tersadar dengan mengeluarkan suara pelan.

"Air…" Dia meminta tolong pada Ichika.

"Tapi jangan air laut, setidaknya kalau ada Cola atau Morning Rescue lebih baik" Tambahnya lagi.

"Hah? Morning Rescue itu apa?" Tanya Ichika dengan kebingungan.

"Sering-seringlah lihat iklan TV kau anak muda" Dengan cepat orang itu menjawab.

"Yah, kalau Cola atau Morning Rescue atau-apa-itu-entahlah aku tidak punya, tapi kalau kau mau-" Ichika memberikan air minum nya dan dengan cepat disambar oleh orang itu.

"Ahh, AKU HIDUP KEMBALI!" Setelah meminumnya orang itu kembali bersemangat dan berteriak. "Air isotonik ya? lumayanlah" tambahnya mengomentari minuman yang diberikan Ichika.

"Ehh, ngomong-ngomong aku ada dimana ya?" Dengan lugunya orang itu bertanya lagi pada Ichika sambil memandang sekelilingnya.

"Kau berada di Infinite Stratos Academy, tempat dimana kamu dilatih untuk memiloti Infinite Stratos" Ichika menjawab sambil mejelaskan.

"Ahh, IS Academy ya. Jauh juga aku hanyut ya?" Balas orang itu dengan santainya sambil membereskan tas besarnya yang basah.

"Hanyut?" Tanya Ichika bingung.

"He eh, gara-gara hari itu aku tergelincir sewaktu menyeberangi sungai deras di hari hujan waktu itu. Yah, itu memang kesalahanku sendiri nekad menyeberangi sungai waktu itu" Orang itu menjelaskan alasan kenapa dia bisa terdampar.

"Kau ini, semacam pengembara ya?" Tanya Ichika lagi yang kelihatan nya mulai tertarik dengan cerita orang ini.

"Lebih tepatnya backpacker!" Pertegas orang itu.

"Kalau dugaan ku benar, kau pasti Orimura Ichika kan?" Tanya orang itu pada Ichika.

"Darimana kau tahu?" Dengan sedikit terkejut Ichika bertanya balik.

"Meeh, meskipun aku ini seorang backpacker, tapi aku tetap bisa mencari informasi melalui media TV dan Internet, terutama kau yang disebut-sebut sebagai pilot IS pria pertama didunia, jadi tidak heran bila beritanya heboh!" Orang itu menjawabnya dengan jelas sekali alasan nya.

"Jadi, kenapa kau ini jadi pengembara?" Tanya Ichika lagi setelah mendapatkan jawaban yang jelas sebelumnya.

"Itu. Rahasia" Balas orang itu. "Ngomong-ngomong, bagaimana agar aku bisa pergi dari sini?" Tanya nya lagi pada Ichika.

"Yah, kau bisa keluar dari sini melewati monorail yang ada disana" Ichika menunjukan stasiun monorail sekolahnya yang terhubung dengan daratan lain disebelahnya.

"Baiklah, kalau begitu besok aku akan pergi dari sini" Seraya orang itu sudah mengeluarkan isi barang-barangnya yang basah.

"Eh, kenapa?" Tanya Ichika lagi.

"Jangan bilang 'Ehh, kenapa?', aku bukan murid disini jadi aku tak punya hak untuk menetap disini. Yah, sampai besok pagi" Jawab tegas lagi orang itu.

"Tapi kenapa harus besok?" Tanya Ichika lagi.

Orang itu menjawab lagi dengan nada yang agak jengkel karena ditanyai terus oleh Ichika. "Apa kau tidak lihat jam berapa sekarang? Tambah lagi apa kau tidak lihat barang-barangku? Semua kacau!".

"M-Maaf kalau begitu" Ichika sedikit menunduk minta maaf.

"Tidak usah minta maaf" Jawab orang itu kali ini dengan santai. "Ini sudah terbiasa kok" Tambahnya lagi. "Pasti rasanya sulit ya beradabtasi dengan laki-laki setelah sering bersosialisasi dengan perempuan terus?" Orang itu menanyai Ichika.

"Yah, jujur sebenarnya sih iya. Tapi setidaknya aku punya banyak teman disini" Sambil malu-malu sedikit Ichika menjawab.

"Kau pasti punya banyak teman-teman yang baik disini. Yah, kalau kau pintar bergaul" Balas orang itu lagi. "Oh iya, ini botol minum mu, aku berhutang budi satu padamu" Orang itu mengembalikan botol minum Ichika sambil mengangkat jari telunjuk kiri nya dan beranjak pergi.

"Ehh, kau sudah mau pergi sekarang?" Heran Ichika karena sebelumnya orang itu berkata akan pergi besok pagi tapi sudah bersiap-siap untuk pergi.

"Bodoh, aku cuma mau pindah tempat. Kalau aku mendirikan tenda dipinggir pantai nanti bisa kena air pasang!" Jawab jelas lagi orang itu sambil pergi mencari tempat aman.

"Hei, kalau boleh tahu siapa namamu?" Teriak Ichika dari kejauhan.

"Namaku Shinji Sanada!" Balas orang itu yang ternyata bernama Shinji Sanada. "Suatu hari nanti pasti kita akan bertemu lagi!" Lanjutnya lagi.

Pagi besoknya, sesuatu yang berjalan seperti biasanya berubah menjadi aneh ketika beberapa siswi melihat tenda yang didirikan ditengah jalan ditambah lagi dengan jemuran pakaian dan barang-barang disamping tenda itu. Tak lama setelah itu dari tenda itu keluar Shinji yang masih agak mengantuk dengan memakai celana kolor saja keluar dari tenda sambil memegang jam weker yang sepertinya rusak.

"Ahh, pantas alarm nya gak berbunyi" Gumam Shinji sendirian sampai akhirnya dia tersadar ditontoni oleh banyak perempuan dengan mengenakan celana kolor.

"Ada yang bisa kubantu?" Jawab Shinji dengan santainya tanpa memperhatikan sekelilingnya para perempuan itu sebagian menutupi matanya dengan malu-malu dan ada juga yang berbisik-bisik seakan berpikir ada orang gila yang tersesat di sekolah mereka.

"Siapa dia ini?" bisik salah satu murid kepada teman nya.

"Murid barukah?" Jawab salah seorang siswi lain nya yang masih penasaran.

"Tapi kenapa dia tidur disini?" Heran salah satu murid disana lagi.

Sampai akhirnya Fang Lin Yin datang menyerobot karena penasaran ada apa disana. "Permisi-permisi aku mau lewat!"

Setelah meilhat Shinji yang hanya memakai celana kolor Lin Yin pun kontan langsung berteriak dengan muka merah sambil menutupi matanya dengan tangan nya. "KYA! ADA ORANG MESUM!"

Merasa tidak terima dikatai seperti itu dengan kesal Shinji membalasnya. "Mesum dari mananya, hah?" Sambil menunjuk Lin Yin seakan siap untuk berdebat dengan nya.

"Kau tidak sadar sedang pakai apa? Dasar orang mesum!" Protes Lin Yin.

"Kalau cuma celana kolor itu tidak masalah! Kecuali kalau aku telanjang bulat baru itu bisa dibilang mesum!" Shinji membalas pembantahan Lin Yin.

"Biar Cuma pakai celana kolor tapi tetap saja itu pelecehan seksual!" Balas Lin Yin lagi.

"Kau bisa sebut itu pelecehan seksual kalau kau tidur dimalam hari dengan laki-laki!" Shinji kembali membalas.

Sampai akhirnya Ichika bersama dengan Houki yang kebetulan lewat saat itu melihat keramaian disana dan mendatangi tempat itu.

"Ada apa ini?" Sambil menyerobot Ichika bertanya pada salah satu murid yang melihat.

"Fang Lin Yin sedang berkelahi dengan orang aneh disana!" Jawab siswi yang ditanyai Ichika.

Merasa sepertinya Ichika mengenali siapa orang aneh yang dimaksud dia mempercepat pergerakan nya dan melihat Lin Yin dan Shinji sedang beradu mulut.

"Sedang apa kalian?" Tanya Ichika dengan heran di ikuti dengan Houki yang datang menyusul.

"Pelan-pelan dong jalan nya!" Kesal Houki dengan Ichika.

"Ahh, maaf" Balas Ichika.

"Kau kenal dia?" Tanya Lin Yin pada Ichika.

"Baru kemarin sore" Shinji menjawab pertanyaan Lin Yin.

"Aku tidak tanya kamu!" Lin Yin yang masih kesal dengan Shinji kembali memarahinya.

"Tapi memang benar kok!" Shinji membalas balik.

"Tunggu dulu, sepertinya aku pernah melihatmu sebelum hari ini" Houki mulai mencurigai muka Shinji yang sepertinya pernah ia lihat.

"Ehh, kau pernah bertemu dengan nya?" Tanya Ichika pada Houki.

"AH! Kau gadis kendo waktu itu ya?" Shinji mulai ingat pertemuan nya pertama kali dengan Houki hari itu.

Flashback

"Kenapa buah pohon kesemek itu semakin sedikit?" Houki heran melihat pohon kesemek disamping dojo kendo nya yang tadinya banyak menjadi sedikit.

Setelah beberapa saat Houki melihat ada orang yang sedang melompat mengambil buah kesemek itu, yang ternyata adalah Shinji Sanada.

"Kurang ajar!" Dengan kesal Houki mengambil boken nya dan keluar menemui maling itu.

"Hei kamu!" Houki membentak Shinji yang sambil makan buah kesemek itu terkejut.

"Wah gawat!" Sambil mengunyah buah kesemek dan membawa buah curian nya Shinji kabur.

"Kembalikan buah itu!" Houki mulai memarahi Shinji.

"Maaf tapi aku lagi kelaparan, setidaknya ini cukup untuk makanan ku sampai besok pagi! Aku tidak akan melupakan kebaikanmu!" Dengan cepat Shinji pamit dan kabur dari kejaran Houki.

"Sial" Kesal Houki sambil kelelahan karena berlari.

Return

"Begitulah" Houki mengakhiri ceritanya.

"Entah kenapa aku jadi mulai tertarik dengan cerita petualangan nya?" Ichika mempertanyakan dirinya sendiri.

"Ahh, lupakanlah hari itu, cuma buah kesemek saja masih dipermasalahkan" Dengan santai Shinji menutupi topik pembicaraan maling buah itu.

"Karena kebetulan kamu ada disini ada yang ingin kutanyakan padamu" Shinji mengalihkan pembicaraan nya pada Ichika.

"Ada apa?" Tanya Ichika balik.

"Menurutmu apa orang yang hanya memakai celana kolor itu orang mesum?" Shinji bertanya pada Ichika.

"Tentu saja iya kan?" Lin Yin memotong jawaban Ichika langsung.

"Aku tidak minta jawabanmu!" Kesal Shinji.

"Terserah aku!" Lin Yin mengejek Shinji sambil mejulurkan lidah mengejek.

"Y-Yah, kalau menurutku sih itu tidak terlalu memalukan atau mesum" Jawab Ichika.

"AHA! Kau dengar itu!" Shinji berteriak seakan sudah menjadi pemenangnya.

"Itukan pendapat dia!" Seakan Lin Yin masih tidak setuju dengan jawaban Ichika.

"Kalau Houki sendiri bagaimana?" Lin Yin menanyai Houki langsung.

"Menurutku tidak ada sesuatu yang porno dari itu" Jawab Houki santai.

"HAHA! 2-0 !" Tertawa senang Shinji melihat kedudukan suara pendukungnya.

"Sial..." Marah Lin Yin karena kalah suara.

"Apa perlu kita mengadakan pemungutan suara siapa yang benar heh?" Tantang Shinji dengan yakin.

Tepat setelah Shinji mengatakan itu bel masuk kelas telah berbunyi.

"Kita lanjutkan lagi saat jam pulang nanti!" Lin Yin seraya masih ingin bertempur dengan Shinji.

"Maaf tapi pada saat itu aku sudah pergi" Jawab Shinji sambil mengambil jemuran baju nya.

"Kenapa? Kau takut kalah? Karena itu kau mau melarikan diri?" Ejek Lin Yin lagi.

"Meeh, bukan nya karena aku pengecut gadis twintail, tapi aku ingin melanjutkan perjalanan ku. Lagipula aku sudah menang kok" Shinji menjawab dengan alasan nya tersendiri. "Dan sepertinya kau tidak memiliki masalah lagi dengan laki-laki yang memakai celana kolor" Tambah Shinji lagi sambil menyadarkan Lin Yin yang terus memandanginya.

"Ehh? B-Bodoh! Tentu saja masih!" Dengan muka merah Lin Yin langsung pergi meninggalkan tempat itu.

"Hah, dasar gadis cerewet" Shinji menghela nafas sehabis perang mulut dengan nya.

"Yah, dia kadang memang seperti itu" Ichika menambahkan.

"Kau tidak masuk ke kelas?" Shinji menyadarkan Ichika yang masih berdiri disitu.

"Ah iya! Sial, Houki tidak bilang-bilang sudah pergi!" Ichika berlari menyusuri jalan menuju kelas nya.

"Heh, setidaknya aku ada hiburan pagi sebelum pergi" Sambil bergumam sendiri Shinji masuk kembali ketendanya buat ganti baju.


Melipat kembali tendanya, dan memasukan kembali barang-barang nya kedalam tas besarnya Shinji sudah bersiap untuk pergi.

"Tinggal pergi ke stasiun monorail itu" Sambil berjalan menuju stasiun Shinji ngomong sendiri. Sesampainya di stasiun sesuatu yang menghalangi kepergian Shinji datang.

[MONORAIL SEDANG DALAM PERBAIKAN]

"GAH! KENAPA PADA SAAT-SAAT BEGINI!" Teriak kesal Shinji melihat tanda pengumuman yang tertera disana.

"Kalau aku berenang menyeberang kesana, tapi aku tidak kuat" Sambil memandang air laut didekatnya Shinji berpikir untuk pergi dengan berenang tapi tidak jadi.

"Baiklah, kalau begitu aku pergi berkeliling saja dulu" Shinji pergi meninggalkan stasiun monorail seraya berharap setelah selesai berkeliling monorail nya sudah diperbaiki.

Jalanan yang tadinya banyak siswi perempuan kini menjadi sepi. Tidak heran karena sekarang lagi jam belajar, Shinji pergi mengelilingi pulau akademi itu entah berapa kali sudah, sampai akhirnya dia mencoba untuk memasuki salah satu gedung akademi itu, lebih tepatnya stadion olah raga.

"Meh? Ini seperti, stadion sepak bola atau bagaimana ya?" Shinji bingung melihat bagian lapangan nya, sebesar lapangan sepak bola, di ke empat ujung jalan masuknya seperti ada terowongan landasan pesawat tempur, tapi kelihatan kecil untuk sebuah pesawat.

Penasaran ingin melihat apa didalamnya Shinji langsung melompat ke arah landasan didekatnya. Terowongan landasan itu tidak terlalu panjang, sampai akhirnya di ujung jalan Shinji melihat sesuatu, seperti baju tempur bersayap, berdiri disana, ternyata itu Infinite Stratos.

"Wow, jadi ini ya Infinite Stratos itu?" Kagum Shinji sambil menyentuh IS tersebut. Shinji terus memandangi IS itu sampai mengelus-elusnya dengan detail, sampai akhirnya dia mulai iseng memakai IS itu yang-entah-punya-siapa.

"Orang-orang bilang IS tidak bisa dikendalikan oleh laki-laki kecuali si Ichika itu, jadi kurasa tak apa-apa kalau hanya mencoba pakai saja!" Dengan santainya Shinji memasangkan IS kebadan nya, tapi apa yang dipikirkan Shinji tidak sesuai karena tiba-tiba saja baju tempur itu terpasang dengan sendirinya di seluruh badan Shinji.

"Ehh, apa?" Panik Shinji ketika mesin IS itu mulai terpasang dibadan nya.

"Hebat, ini apa aku yang benar-benar bisa memakai IS atau orang-orang itu berbohong laki-laki tidak bisa memakai IS?" Shinji dengan senang sekaligus terkejut menanyai dirinya sendiri karena bisa memakai IS.

"Tapi aku tidak punya hak untuk memakai IS ini terlalu lama" Shinji yang agak tidak peduli dapat mengendalikan IS berupaya melepaskan diri dari IS tersebut tapi sayangnya Shinji tidak mengerti cara melepasnya.

"Kenapa ini?" Shinji dengan agak panik menarik bagian tangan kirinya tapi tidak mau lepas, dilanjutkan dengan bagian kakinya juga tapi tidak mau lepas juga.

Shinji dengan bingung dan panik karena tidak bisa lepas dari IS itu akhirnya menemukan solusinya. "Aha, bagaimana kalau aku minta tolong dengan salah satu murid atau guru yang ada disini?"

Shinji pun dengan cepat berlari keluar dari stadion untuk mencari bantuan, tapi akhirnya dia tersadar kalau IS bisa terbang sambil menepuk kepala. "Kenapa aku capek-capek berlari kalau benda ini bisa terbang?" Shinji menepuk kepalanya, tapi karena memakai tangan IS tepukan di kepalanya sangat sakit.

"Aduduh, tangan IS sakit juga ternyata" Rintih Shinji sambil memegang kepalanya kembali dengan pelan.

"Sekarang, bagaimana caranya membuat benda ini terbang ya?" Bingung Shinji sambil menoleh sayap IS nya, sampai akhirnya jet sayapnya menyala sendiri.

"Waow!" Shinji agak kaget setelah melihat jet sayapnya menyala.

Tapi karena Shinji masih tidak mahir mengendalikan IS itu akhirnya ia terbang tanpa terkendali. "WAH! TOLONG AKU! LEPASKAN AKU DARI BENDA INI!" Sambil terbang tak terkendali Shinji berteriak minta tolong.


Di sisi lain, tepatnya kelas 2-1, tempat Ichika dan teman-teman nya belajar terlihat sedang membaca suatu buku yang sepertinya berhubungan dengan persenjataan IS dengan damainya.

Sampai akhirnya dari luar kaca kelas mereka terlihat Shinji yang terbang tak terkendali memakai IS. Houki yang pertama kali melihatnya berdiri kaget melihat IS terbang tak terkendali itu.

"Apa-apaan dia? Itu bukan nya Byakushiki Ichika?" Kaget Houki seraya mengingat bentuk IS itu dan siapa pilotnya.

Murid-murid lain nya pun ikut melihat keluar jendela karena penasaran ada apa disana.

"Ehh! Dia bukan nya laki-laki yang tadi pagi itu?" Kaget salah satu murid dikelas itu yang melihat Shinji tadi pagi.

"Dan dia bisa mengendalikan IS!" Kagum murid lain nya.

"Apa dia sedang menjalani tes masuk?" Salah satu murid lain nya penasaran.

"Apa-apaan dia itu?" Fang Lin Yin yang juga melihatnya kelihatan jengkel. "Selain itu, Itu IS Ichika!" Tambah marah lagi Lin Yin padanya seakan ada pencuri yang lewat.

"Laki-laki lain yang bisa mengendalikan IS?" Guru dikelas itu, ber rambut hijau dan berkacamata, Yamada Maya terkejut melihat Shinji yang bisa membawa IS, Sampai akhirnya datang guru yang lain, Orimura Chifuyu menghampiri Yamada-sensei.

"Apa anda lihat tadi?" Tanya Yamada-sensei.

"Ya, aku juga melihatnya" Jawab tegas Chifuyu-sensei.

"Ichika!" Chifuyu memanggil adiknya.

"I-Iya?" Dengan agak takut Ichika mendekati kakak nya.

"Bisa kau jelaskan kenapa IS mu bisa sampai ada disana?" Tanya kejam Chifuyu dengan adik nya.

"A-Aku tidak tahu!" Panik Ichika harus menjawab bagaimana mengenai IS nya atau nasib pemuda yang terombang-ambing oleh IS itu.

"Kalau begitu jelas ini pencurian!" Seraya Chifuyu menemukan hasilnya.

"Aku akan menghentikan nya!" Chifuyu langsung keluar dari kelas itu berupaya menghentikan 'pencurian' itu.


"AHH! BAGAIMANA CARANYA MENGHENTIKAN INI!" Dengan putus asa ditambah pusing karena berputar-putar diudara Shinji mulai lemas sampai akhirnya dia melihat IS lain yang terbang mendekatinya yang ternyata adalah Chifuyu-sensei.

"Ahh, pertolongan!" Shinji mulai berharap dapat bebas dari penjara IS nya, tapi nampaknya itu sesuatu yang tidak diharapkan oleh Shinji.

Chifuyu-sensei mengambil senjata machine gun dari IS nya dan mulai menembaki Shinji.

"EHH? APA!" Kaget Shinji karena ditembaki, tapi beruntung dengan gerakan refleks Shinji menghindari serangan itu.

"Oii, apa-apan itu!" Kaget Shinji sambil memarahi Chifuyu.

"Bisakah kau-" Teriakan nya terpotong oleh serangan pedang tiba-tiba dari Chifuyu didepan nya. Dengan refleks Shinji mengambil pedang IS nya dan menangkis serangan pedang Chifuyu.

"Oi, bisakah kau-" Lagi-lagi omongan nya terpotong oleh serangan Chifuyu, kali ini Chifuyu melakukan serangan tebasan, tapi bisa ditangkis oleh Shinji.

Karena saking kesalnya tidak didengarkan Shinji mulai hilang kesabaran nya. "Baiklah, kalau itu jawabanmu, kuterima tantanganmu!" Dengan marah Shinji mendekati Chifuyu dan melakukan tebasan membabi buta cepat kearahnya.

Saking cepat dan banyaknya serangan yang dilakukan nya Chifuyu pun tidak bisa menahan pedangnya lagi, pedangnya pun terlempar jatuh ketanah.

"Gawat!" Gugup Chifuyu-sensei didalam hatinya. Tepat sebelum tebasan terakhir mengenai Chifuyu, serangan Shinji berhenti.

Shinji pun mulai meminta tolong lagi. "Kalau kau bisa mendengarku sekarang, tolong bantu aku" Sambil kecapaian Shinji memohon.

"Minta tolong apa?" Tanya Chifuyu pelan.

Shinji pun menyimpan pedang nya kembali dan menjawab. "Bisakah kau memberitahuku bagaimana caranya melepas IS ini?" Dengan lugunya Shinji bertanya.

"Hah?" Chifuyu kebingungan mendengar pertanyaan dari sang 'pencuri' itu. Sambil menghela nafas lega karena mengetahui dia tidak bermaksud mencuri Chifuyu akhirnya mulai mengajari Shinji cara melepas IS nya.

"Pertama kita harus mendarat dulu, pelan-pelan saja turun nya, atau kau akan hilang kendali lagi seperti tadi" Shinji mengikuti cara dari Chifuyu-sensei sampai akhirnya mereka berhasil mendarat.

"Kedua, setelah mendarat relaksasikan tubuhmu, jangan terlalu kaku atau tegang, dan tarik tangan dan kakimu perlahan" Chifuyu-sensei melanjutkan instruksinya sambil memberi contoh melepas IS nya.

Shinji pun mengikuti cara Chifuyu-sensei lagi, setelah merelaksasikan tubuhnya perlahan ia menarik tangan kirinya dan berhasil terlepas, dilanjutkan dengan tangan kanan nya dan bagian kakinya.

"YEAH! AKU BEBAS!" Shinji melompat kegirangan setelah berhasil bebas dari IS nya. "Aku berhutang budi padamu!" Shinji menunduk hormat sekaligus hampir terharu karena keberhasilan nya.

"Tidak perlu berterima kasih sampai segitunya" Jawab Chifuyu.

"Tapi, siapa kau ini?" Chifuyu mulai menanyai Shinji.

"Namaku Shinji Sanada, aku seorang backpacker" Dengan posisi hormat dia memperkenalkan diri.

"Apa kau murid baru disini?" Tanya Chifuyu lagi.

"Bukan! Aku cuma backpacker yang kebetulan lewat sini saja"Jawab Shinji cepat sambil menggelengkan kepalanya.

"Lalu kenapa kau bisa sampai ada disini?" Chifuyu yang mulai penasaran menanyainya lagi.

"Yah, kalau dijelaskan keseluruhan ceritanya panjang, singkatnya aku terdampar disini karena hanyut dari sungai" Jawab jelas Shinji tapi singkat.

"Begitu ya, tidak heran bila tidak terdeteksi radar" Chifuyu menambahkan alasan nya. "Jadi, apa yang kau lakukan selanjutnya?" Tanya Chifuyu lagi.

"Yah, aku akan pergi dari sini dan melanjutkan perjalananku" Jawab Shinji dengan agak terburu-buru. "Kurasa monorail nya sudah selesai diperbaiki" Tambah Shinji sambil melihat stasiun monorail.

"Apa kau, tidak punya keinginan untuk masuk ke akademi ini?" Dengan perlahan Chifuyu mulai mengajak Shinji untuk ikut masuk ke IS Academy.

"Enggak" Jawab Shinji tegas.

"Tapi kenapa?" Kaget Chifuyu mendengar respon nya. "Kau bisa mengendalikan Infinite Stratos, bukankah itu sesuatu yang hebat?" Tambah Chifuyu lagi seakan ingin memaksa Shinji untuk masuk akademi.

"Meeh, bukan nya aku tidak suka sih" Jawab Shinji santai. "Tapi itu bukan jalan yang akan kutempuh nanti selanjutnya" Tambahnya lagi. "Lagipula itu hanya kebetulan saja aku bisa mengendalikan nya berkat bantuan anda, Selain itu aku juga tidak punya uang cukup untuk membayar masuk sekolah ini" Jelasnya lagi.

"Itukah menurutmu?" Dengan nada agak menyerah Chifuyu menjawab. "Lantas, kenapa kau ingin jadi pengembara?" Tanya nya lagi.

"Itu. Rahasia" Jawab Santai Shinji tapi tegas.

"Yap, kalau begitu aku pergi dulu" Shinji mengambil tas besarnya bersiap untuk pergi. "Titip salam yang punya IS ini ya, bilang 'Maaf sudah memakai IS mu tanpa izin'!" Sambil tersenyum Shinji menepuk IS nya dan berlari pergi meninggalkan Chifuyu.


Sesampainya di stasiun, tanda perbaikan nya sudah tidak ada, tapi nampak monorail nya belum datang dari stasiun diseberangnya. Selagi Shinji menunggu monorail nya datang, Ichika dan ke lima teman nya datang menemuinya sambil berlari, semua datang dengan tujuan berbeda.

"Pertama kau mencuri buah kesemek, sekarang kau mencuri IS!" Houki datang membawa katana seraya ingin membunuh Shinji.

"Kau betulan ingin kabur ya? Heh, dasar pecundang" Lin Yin datang mengejek sambil mengingatkan Shinji pertempuran nya dengan dia.

"Apa kau benar-benar ingin pergi sekarang?" Ichika datang ingin mengucapkan selamat tinggal pada Shinji.

"Tunggu dulu," Shinji menghentikan pergerakan mereka tepat sebelum Houki menarik pedang nya.

"Yang satu ingin membunuhku, yang satu ingin masih ngajak perang, kau ingin mengucapkan selamat tinggal," Sambil menunjuk satu persatu Houki, Lin Yin dan Ichika.

"Lalu yang tiga orang ini siapa?" Tanya Shinji sambil menunjuk Cecilia, Charlotte dan Laura yang juga ikut dengan tiga jari nya langsung.

"Ada masalah dengan itu?" Jawab Laura dingin.

"Yah, gak ada sih, Cuma tanya saja" Jawab Shinji santai.

"Apa kau tidak punya keinginan untuk masuk ke akademi ini?" Tanya Ichika seraya mengajak Shinji.

"Heh, kau orang kedua yang ingin mengajak ku" Jawab Shinji dengan santai. "Tapi sayangnya aku tidak bisa" Sambil melihat rel monorail Shinji menambahkan.

"Tapi kenapa? Padahal kau bisa mengendalikan IS!" Kaget Ichika sekaligus ingin memaksa Shinji juga.

"Maaf, tapi itu bukan jalan yang kutempuh nanti, lagipula aku bisa menaiki IS itu saja masih kacau, jadi aku tidak bisa mengendarai benda itu" Jawab jelas Shinji. Meskipun Ichika mencoba meyakinkan Shinji bahwa ia juga bisa menaiki IS tapi Shinji menolak ajakan nya.

Akhirnya monorail yang ditunggu Shinji datang, ia pun langsung bergegas masuk kedalamnya, tapi tepat sebelum masuk Shinji diserang oleh Houki dan Lin Yin yang masih marah dengan nya.

"Tunggu kau!" Jawab mereka bersama. Tapi dengan santai Shinji menahan kepala mereka dengan kedua tangan nya dan menyentil mereka mundur.

"Aduh!" Jawab Houki dan Lin Yin bersama karena disentil Shinji.

"Heh, bay-bayou" Shinji langsung masuk kedalam monorail dan pergi dari akademi itu sambil melambaikan tangan dari jendela.

"Ingat, suatu hari nanti kita pasti akan bertemu lagi!" Teriak Shinji dari jendela monorail.

Ichika juga melambaikan tangan selamat tinggal pada Shinji, tapi tidak di ikuti dengan ke lima teman lain nya, terutama Houki dan Lin Yin yang masih marah dengan nya.

"Ahh sial! Dia kabur!" Kesal Lin Yin sambil menginjak-injak lantai.

"Oi! Masa kau biarkan saja maling itu!" Houki memarahi Ichika.

"Tidak usah khawatir mengenai IS Ichika" Chifuyu datang bergabung dengan mereka.

"Dia tidak ada maksud untuk mencuri, tapi hanya terjebak saja" Chifuyu menjawab dengan santai.

"Oh iya, dia ada titip salam denganmu" Chifuyu mulai memberitahu Ichika.

"Apa itu?" Tanya Ichika penasaran.

"Maaf sudah memakai IS mu tanpa izin, itu bilangnya" Jawab Chifuyu.


Beberapa hari sudah berlalu semenjak Shinji pergi dari IS Academy, semuanya kembali berjalan normal. Ternyata hari itu Ichika lupa menyimpan IS nya, karena itu Shinji dengan bebas bisa memakainya.

Sampai pada suatu pagi, Chifuyu datang dengan membawa sesuatu seperti karung hitam besar kedalam kelas Ichika, yang ternyata didalamnya bergerak-gerak.

"MNGH GAGNMH!" Terlihat jelas seperti orang yang berteriak minta tolong ingin melepaskan diri dari penculikan.

Setelah Chifuyu mendirikan nya, dia membuka karung hitam itu dan ternyata didalamnya adalah Shinji Sanada! Lengkap dengan pakaian seragam khas IS Academy, putih bergaris merah dan hitam. Semua murid didalam kelas itupun terkejut melihatnya datang kembali.

"Dimana aku?" Tanya Shinji dengan kebingungan sambil memandang sekelilingnya dengan pusing.

"Apa ini semacam lelucon?" Kesal Shinji sambil merasa pusing setelah beberapa lama didalam karung tadi.

To Be Continued...