Chapter 02
Aku ingin pergi dari sini!
"Apa-apaan ini!" Kesal Shinji ketika dia dihadapkan oleh beberapa murid yang duduk disana.
"Nah semuanya, hari ini kita kedatangan murid baru. Namanya-" Chifuyu memperkenalkan Shinji kepada murid-murid disana tapi terpotong oleh omongan kesal Shinji.
"Jadi kau yang menculik ku kemarin ya?" Shinji memandangi Chifuyu dengan dengan marah seraya mengingat kejadian sebelum diculik.
Flashback
Shinji sedang memancing di sungai dengan santainya, meskipun ia kelaparan sore itu ia tetap bersabar untuk menunggu ikan memangsa umpan nya untuk dijadikan makan malamnya. Sambil berdengung ria Shinji memandangi pancingan nya. Sampai akhirnya dia diculik.
Shinji mendengar suara, seperti suara mesin pesawat, tapi tidak sedekat itu dalam pikiran nya. Ia melihat ke langit, tapi kosong. Akhirnya Shinji tidak mempedulikan suara itu lagi, ia lebih fokus kepada pancingan nya.
Tanpa disadarinya ada yang datang diam-diam dibelakangnya. Sesuatu yang tertutup oleh bayangan, besar dan sepertinya bersayap, seperti sayap pesawat kecil mendekatinya. Tepat sebelum orang misterius itu menyentuhnya, ia langsung terbang menerjang Shinji dan menangkapnya.
"GAH! Apa-apaan ini?" Kaget Shinji setelah ditangkap, ia berusaha untuk melawan, tapi orang misterius itu memasukan karung ke kepalanya dan mengikatnya kuat-kuat.
"LEMHPHSKN AKH!" Shinji meronta-ronta ingin melepaskan diri sambil berteriak, tapi sayang tidak ada orang yang melihatnya ataupun menolongnya ditengah hutan saat itu. Akhirnya orang misterius itu membawa Shinji terbang entah kemana.
Return
"Jangan ngomong yang tidak sopan pada gurumu!" Chifuyu tidak peduli ocehan Shinji dan malah memarahi balik.
"Siapa peduli? Kau bukan guru ku! Dan juga aku bukan murid disini!" Balas kesal Shinji pada Chifuyu.
"Ooh, tapi tidak dengan sekarang!" Sambil tersenyum licik Chifuyu menunjukan suatu dokumen yang sepertinya berhubungan dengan surat masuk.
"Berdasarkan surat masuk edaran pemerintah daerah Jepang, dengan ini menyatakan Shinji Sanada, dinyatakan sebagai MURID IS ACADEMY!" Shinji membaca surat itu dan kaget melihat bagian akhirnya.
"Yang bertanda tangan dibawah ini, Wali: Orimura Chifuyu!" Lanjut kagetnya lagi.
Langsung saja para siswi dikelas itu mulai membisiki siapa dia itu sebenarnya. "Dia ini kenalan nya Chifuyu-sensei ya?" Bisik siswi yang duduk ditengah pada teman sebelahnya. "Tapi dia bilang wali?" Bingung salah satu siswi lain nya. "Apa dia ini satu keluarga dengan Orimura?" Siswi yang paling ujung kanan bertanya pada teman didepan nya. "Hei Ichika, apa dia ini sepupumu?" Tanya teman sebangku Ichika. "Y-yah, sebenarnya dia-" Dengan agak ragu Ichika menjawab, tapi terpotong oleh suara kekesalan Shinji pada siswi yang menanyai Ichika.
"Tentu saja buk-" Tepat sebelum Shinji selesai bicara dia langsung ditampar Chifuyu dijidatnya sampai terjatuh.
"Yah, sebenarnya, dia adalah anak dari teman dekatku yang juga kebetulan adalah pilot IS juga. Dia menitipkan anak nya disini karena keunikan nya yang bisa menaiki IS, karena itu aku mau menjadi wali nya" Bohong Chifuyu kepada murid-murid disana.
"Ehh? Aku baru tahu ternyata kamu..." Penasaran Ichika yang percaya saja pada perkataan kakak nya.
"Tentu saja ti-" Kesal Shinji lagi, tapi tepat sebelum selesai bicara Chifuyu langsung menginjak Shinji yang terjatuh dilantai.
"Yah, dia sifatnya memang seperti ini, jadi harap dimaklumi" Lanjut bohong Chifuyu lagi. "Oh iya, aku lupa memberitahu nama dia, namanya adalah Shinji Sanada, ayo beri salam kau!" Sambil menunjukan Shinji yang masih kaku di injaknya, Chifuyu menyorotkan mata jahat padanya.
"N-Namaku Shin-ji Sanada, salam kenal..." Sambil dalam keadaan sakit terinjak dan terpaksa Shinji memperkenalkan dirinya.
"Bagus!" Chifuyu langsung tersenyum dan membangunkan kembali Shinji.
"Kau duduk disebelah sana nanti" Chifuyu lalu menunjukan kursi kosong yang ada dibelakang Fang Lin Yin.
"Ehh? Aku tidak mau!" Lin Yin tidak setuju Shinji duduk didekatnya.
"Apa masalahmu lagi, gadis twintail? Soal celana kolor itu lagi?" Tanya Shinji dengan agak jengkel juga melihat Lin Yin lagi.
"Bukan hanya itu! Tapi KARENA AKU MEMANG TIDAK SUKA ORANG SEPERTI KAU!" Lin Yin dengan marah besar meneriaki Shinji.
"Yah, kalau orang lain tidak suka, aku mau pindah tempat duduk yang juga jauh darinya" Jawab Shinji dengan nada malas adu mulut.
"Baiklah kalau begitu, meskipun aku tidak tahu apa permasalahmu dengan nya" Balas Chifuyu sambil memegang kepalanya karena pusing. "Yurika! Kau bisa pindah tempat duduk dikursi kosong itu?" Chifuyu menunjuk murid yang duduk dipaling pojok belakang untuk pindah. "Baik, sensei" Murid itu menuruti permintaan Chifuyu dan pindah tempat duduk. "Nah, kau bisa duduk dengan tenang disana sekarang, ada yang bisa kubantu lagi?" Tanya Chifuyu pada Shinji.
"Ya, kapan aku bisa bebas dari penjara ini?" Dengan nada agak kasar Shinji menjawab.
"Tepat setelah kau lulus dari tempat ini, sekarang pergilah ketempat dudukmu!" Chifuyu menutup pertanyaan Shinji seraya memaksanya untuk duduk.
"2 tahun lagi, ini gila" Kesal Shinji dalam hati sambil pergi ketempat duduknya dengan sangat terpaksa di ikuti dengan seluruh murid yang memandanginya terus.
"Kalau begitu aku serahkan sisanya padamu, Yamada-sensei. Dan maaf semuanya bila sambutan nya tidak cukup hangat tadi" Setelah menunduk pamit Chifuyu langsung pergi meninggalkan kelas itu.
"Kalau mau sambutan yang hangat, bawakan flamethrower saat kesini!" Bisik kesal Shinji sendirian.
Kelas pun kembali tenang, meskipun sebagian ada murid-murid yang memperhatikan Shinji terus, Shinji tidak peduli dengan perhatian mereka, meskipun dia membaca buku pelajaran tentang IS yang diberikan oleh Chifuyu dengan muka cemberut dan malas. Yamada-sensei pun tidak bisa berbuat banyak terhadap murid barunya ini, dia hanya bisa terdiam melihatnya apa yang sedang Shinji lakukan. Sampai beberapa saat Shinji mengangkat tangan kanan nya dan berdiri.
"Aku mau ke kamar kecil" Shinji dengan datar meminta izin kepada Yamada-sensei didepan nya.
"Ehh, iya. Silahkan" Dengan malu-malu dan agak takut Yamada-sensei mengizinkan Shinji keluar. Shinji pun keluar ruangan sambil dipandangi oleh murid lain nya, tapi ia tetap tidak mempedulikan nya. Sampai didepan pintu Chifuyu sudah berdiri disana bersiap menjaga ketat Shinji.
"Mau kemana kau?" Tanya Chifuyu pada Shinji.
"Aku mau ke kamar kecil, memang tidak boleh ya?" Jawab jengkel Shinji pada Chifuyu.
"Jaga omongan mu itu!" Dengan sedikit marah Chifuyu membentak Shinji.
"Memangnya aku ini tahanan penjara ya?" Keluh protes Shinji.
"Kalau kau tidak mau ke WC sebaiknya kau kencing saja dicelana" Seraya Chifuyu memperingatkan Shinji dengan sedikit nada mengejek.
Shinji pun dengan pasrah pergi ke WC dengan pengawalan Chifuyu. Shinji merasa bahwa dia berada di akademi ini seperti tahanan penjara kelas kakap yang dijaga super ketat pengawasan nya. Sesampainya di kamar kecil Chifuyu menunggu diluar, Shinji ternyata memang ingin buang air kecil, meskipun ia agak merasa aneh ketika masuk ke kamar kecil yang hanya ada untuk perempuan. Sambil buang air kecil, Shinji bertanya sama Chifuyu mengapa ia dipaksa masuk IS academy.
"Oi, sensei!" Teriak Shinji dari dalam WC memanggil Chifuyu.
"Panggil aku Chifuyu-sensei, ada apa?" Chifuyu menyahut panggilan Shinji sambil mengoreksi nama panggilan nya.
"Chifuyu-sensei, kenapa kau segitu ingin nya aku berada disini?" Tanya Shinji kali ini dengan sangat serius dan dalam.
"Karena kau bisa menaiki IS" Jawab Chifuyu.
"Selain itu? Pasti ada alasan yang lain selain itu" Lanjut Shinji bertanya.
"Karena... Aku tidak ingin kau dimanfaatkan oleh pemerintah dunia" Jawab Chifuyu dengan serius juga.
"Hah?" Bingung Shinji mendengar jawaban Chifuyu.
"Aku hanya tidak ingin bila dunia mengetahui kalau ada pengguna IS laki-laki kedua di dunia ini atau, kau akan bernasib hampir sama seperti adik ku" Chifuyu memberikan alasan nya mengapa ia menahan Shinji sambil mengingat sewaktu Ichika hampir diculik.
"Heh, hanya itu saja?" Shinji membalas jawaban Chifuyu dengan enteng nya sambil menutup kembalik celana nya karena sudah selesai buang air kecil, tapi ia tetap berdiam diri didalam WC untuk berbicara lagi dengan Chifuyu-sensei.
"Kenapa kau tetap tenang saja mendengarnya?" Chifuyu dengan rasa agak cemas menanyai Shinji.
"Sebenarnya, kalau kau dari awal sudah membiarkan aku pergi dari sini, aku sudah baik-baik saja" Jawab Shinji.
"Kenapa? Kau ingin mencoba pergi lagi dari sini?" Chifuyu mulai berhati-hati bila Shinji ingin melarikan diri.
"Sebenarnya iya, tapi ada satu hal yang kau perlu sadari" Shinji berkata jujur ingin melarikan diri sekaligus memberitahu sesuatu pada Chifuyu. "Satu kesalahan yang kau buat adalah menulis nama ku didalam surat masuk siswa tadi, itu berarti sama saja artinya memberitahu pemerintah bahwa aku ada disini" Shinji menjelaskan.
"Tidak perlu khawatir soal surat itu, itu hanya surat daftar palsu yang kubuat" Jawab Chifuyu agak mulai tenang.
"Apa? Cih, ternyata kau licik juga ya!" Kaget dan kesal Shinji mendengar penjelasan Chifuyu.
"Aku akan lakukan apapun agar kejadian itu tidak terulang lagi! Walaupun harus berbohong sekalipun" Seraya Chifuyu bersumpah karena kejadian yang telah menimpa Ichika dulu.
"Meeh, sampai segitunya kah kau ingin menjaga aku? Sampai-sampai harus berbohong demi kebaikan orang lain" Heran Shinji dengan santai pada Chifuyu. "Dengar ya, meskipun kau berusaha untuk menjagaku, aku akan baik-baik saja meski tanpa pengawalan!" Sambung nya lagi.
"Apa itu? Semacam alasan untuk melepaskan diri lagi? Kau tidak tahu apa-apa tentang pemerintah!" Chifuyu memperingatkan Shinji.
"Lantas, kenapa sampai sekarang aku tidak tertangkap oleh pemerintah saat ini?" Shinji mempertanyakan alasan Chifuyu lagi.
"Karena... Itu..." Chifuyu sudah kehabisan kata-kata untuk menahan Shinji di IS Academy.
Setelah itu Shinji keluar dari kamar kecil sambil memperingatkan Chifuyu dengan nada agak menakut-nakuti. "Selain itu, kalau ada seseorang yang berani atau sengaja menghalangi jalanku, aku tidak akan segan-segan untuk menghajarnya" Seraya Shinji menutup topik permasalahan itu, tanpa berkata apa-apa Chifuyu langsung membawa Shinji kembali ke kelasnya. Kembali ke kelas, guru dan murid-murid disana kembali belajar seperti biasanya, sampai akhirnya Shinji kembali setelah buang air kecil kelas kembali diam dan langsung memandanginya. Shinji pun kembali duduk dikursi pojokan nya dan heran kembali melihat mereka yang kembali terdiam dan terus memandanginya.
"Bisakah kita belajar dengan normal? Aku ini bukan papan tulis tahu!" Kesal Shinji karena dipelototi terus.
Bel jam istirahat pun berbunyi, kelas yang tadinya sibuk belajar karena kemarahan Shinji tadi akhirnya mulai jadi sedikit santai, meskipun sebagian masih ada yang terus memandangi Shinji karena masih penasaran dengan nya. Ada yang mencoba ingin berkenalan dengan nya, tapi entah mengapa karena raut muka kesal Shinji mereka jadi tidak berani karena takut. Shinji masih tidak mempedulikan mereka yang terus memandanginya, meskipun ia agak tidak suka karena terus dibuntuti. Akhirnya setelah cukup lama duduk Shinji memutuskan untuk makan siang di kantin sekolah.
Sesampainya Shinji di kantin sekolah, ia merogoh kantong celana nya yang agak tebal, didalamnya ternyata ada dompetnya yang dikiranya masih tergeletak ditempat ia memancing hari itu. Shinji tidak peduli bagaimana bisa dompet nya itu berada dikantong celananya? Tapi ia menduga pasti Chifuyu-sensei lah yang telah mengambil barang-barang nya disana. Sambil melihat isi dompetnya karena takut ada yang hilang didalamnya Shinji melihat-lihat menu makan siang yang tertera di electric-board diatas kepalanya, beruntung di dompetnya ia tidak menemukan sesuatu yang hilang didalamnya. Akhirnya ia memesan nasi kare buat makan siangnya.
"Paman, aku minta nasi kare satu ya!" Shinji memesan nasi kare kepada penjaga kantin disana, kali ini raut wajahnya mulai terlihat agak tenang.
"Ahh, ini silahkan" Dengan ramah penjaga kantin itu memberikan satu piring nasi kare hangat kepada Shinji.
"Berapa semuanya?" Dengan lugu Shinji menanyakan harga nasi kare yang ia dapat.
"Ha ha ha ha! Kau tidak perlu membayar nasi kare itu nak! Semua murid disini sudah dapat uang makan sehari-hari untuk setiap jam makan nya!" Sambil tertawa penjaga kantin itu memberitahu Shinji mengenai bayaran makanan nya.
"Ehh? Apa tidak apa-apa anda tidak dibayar untuk ini?" Kaget Shinji mendengar penjelasan penjaga kantin itu.
"Tidak masalah, aku sudar dibayar perbulan untuk ini, itu sudah cukup untuk membayar keperluan istri dan anak ku diluar sana" Jawab santai sambil tersenyum penjaga kantin itu.
"Wah, kalau begitu syukurlah. Kukira disini terlihat lebih buruk daripada penampilan luarnya" Shinji lega mendengar penjelasan penjaga kantin itu lagi sambil memandang sekeliling berjaga-jaga kalau Chifuyu-sensei mencuri dengar omongan nya, tapi untungnya tidak ada.
Shinji pun keluar dari tempat antrian makanan sambil membawa senampan nasi kare hangat, lalu ia mencari meja kosong buat makan. Dilihatnya ujung meja bar panjang didekat jalan keluar dan mesin penjual otomatis, disana kosong dan akhirnya Shinji memilih untuk duduk disana. Tidak ada orang yang mengikuti Shinji, jadi ia sendirian makan dipojokan sampai Ichika datang menghampirinya untuk menemaninya.
"Boleh aku duduk disini?" Tanya Ichika seraya meminta izin Shinji sambil membawa nampan semangkuk nasi, sup miso, dan ikan bakar.
"Ya, silahkan" Jawab Shinji dengan wajah muram.
Tepat sebelum Ichika duduk disamping Shinji Lin Yin datang mencegatnya untuk menjauhi Shinji. "Ngapain kamu bersama dia? Awas nanti kamu ketularan mesumnya!" Sambil menarik Ichika menjauhi Shinji dengan agak kasar.
"Y-Yah, tapi..." Ragu Ichika apa dia ikut dengan Lin Yin atau menetap dengan Shinji.
"Pergilah" Jawab Shinji dengan dingin kali ini. "Lagipula kau juga bukan teman ku" Lanjut omongnya kali ini dengan nada agak sakit hati.
Ichika heran dengan sikap perubahan Shinji yang langsung berubah 360 derajat, yang pada awal nya pertama kali bertemu terlihat bersahabat dan santai, kini menjadi dingin dan penyendiri. Apa Shinji segitu tidak suka nya berada disini? Atau karena paksaan Chifuyu-sensei dia jadi begitu? Entahlah kenapa. Ichika pun terpaksa menjauhi Shinji karena ditarik oleh Lin Yin, meninggalkan Shinji yang memakan nasi kare nya sendirian, tanpa teman. Shinji didalam kesendirian nya memandang sekeliling bila ada yang mendekatinya lagi, tapi tidak ada. Sampai akhirnya dia melihat kamera CCTV disalah satu pojok langit-langit Shinji langsung mendapatkan ide untuk melarikan diri. Lalu ia pun mempercepat makan nya dan langsung pergi meninggalkan kantin.
Berlari di koridor dengan cepat tapi pasti Shinji memandangi setiap sudut langit-langit yang ia lewati, menghindari pengamatan kamera CCTV disekitarnya. Shinji akhirnya berlari sampai diruang keamanan, ternyata dia bermaksud melarikan diri dari IS Academy dengan mematikan penjagaan terlebih dahulu. Sesampainya didepan pintu ruang penjaga, ia melihat ada scanning card di dekat pintunya, ternyata pintu itu tidak bisa dibuka tanpa pass card nya.
Shinji pun kesal karena rencananya mau gagal, tapi ternyata ia tidak habis akal, dilihatnya Chifuyu-sensei dari kejauhan sedang mengantongi suatu kartu, mungkin itu adalah pass card nya, di kantong celana belakang nya ia berjalan menjauhi ruang keamanan. Shinji berencana untuk mengambil pass card itu. Shinji pun berkhayal untuk menirukan aksi mencopet dalam game stealth-action yang pernah ia mainkan dulu. Sambil menunduk dan berjalan perlahan memperhatikan dengan seksama langkah kakinya dan menghindari pengawasan kamera CCTV yang bergerak perlahan ke kiri dan ke kanan Shinji mendekati Chifuyu-sensei yang untungnya tidak sadar merasakan keberadaan nya dan untungnya lagi tidak ada orang lain disana yang melihat aksinya. Perlahan tapi pasti, Shinji mulai mendekati Chifuyu-sensei sambil merasa malu-malu dan tegang bila dia salah mengambil pass card nya dan malah terpegang pantatnya.
Kesempatan datang! Shinji langsung mendekati kantong celana belakang Chifuyu-sensei dan mengambil pass card nya, tanpa disadari oleh Chifuyu-sensei. Shinji langsung melakukan roll back ke belakang bak sampah besar yang ada di dekatnya dan menyembunyikan diri sementara dari pandangan Chifuyu-sensei bila ia menyadari sesuatu dibelakang nya.
Sambil bersembunyi dan melihat pass card ditangan nya Shinji tersenyum melihat tanda kemenangan pada dirinya. Kembali ke pintu ruang keamanan, Shinji menggesek kan pass card di scanning card disamping pintu masuk nya dan terbuka. Di dalam sana ada 2 penjaga wanita yang sedang mengawasi kamera CCTV dengan serius, untung nya tadi Shinji mewaspadai kamera CCTV nya tadi sewaktu menuju kemari supaya tidak ketahuan. Shinji kembali mengendap-endap ke belakang mereka dengan perlahan sambil menyiapkan ancang-ancang untuk menyerang. Tepat saat ke dua pengawas itu tidak menyadari keberadaan Shinji ia langsung memukuli mereka langsung sampai pingsan.
"Maafkan aku nona-nona" Bisik Shinji seraya meminta maaf pada ke dua pengawas yang pingsan itu.
Shinji menyeret mereka ke dalam lemari besi yang kelihatan nya cukup besar untuk menampung 2 atau 5 orang dewasa. Bermaksud ingin menyekap pengawas itu Shinji melihat tas besar lama nya yang sempat hilang didalam lemari itu, membuat pelarian nya menjadi sempurna. Shinji pun lalu mengurung dua pengawas itu kedalam lemari dan mengganti baju seragam putih kehitaman garis merah nya dengan baju kaos hitam dengan jaket vest merah lama nya.
Shinji lalu ketempat bagian TV pengawas, dilihatnya bagian meja komputer yang kelihatan nya cukup rumit digunakan, tapi dengan gampang nya Shinji bisa mengotak-atik komputer itu.
"Kamera pengawas, off. Sistem alarm, off" Shinji menekan semua tombol mematikan sistem penjagaan tempat itu sampai akhirnya dibagian penyimpanan IS.
"IS armory, terbuka!" Shinji menekan tombol pembuka tempat penyimpanan IS berada.
Setelah rencana nya berjalan sempurna Shinji langsung keluar dari ruangan itu dengan tas besar nya. Ia membuka jendela didepan pintu ruang keamanan itu dan melompat langsung dari jendela itu, melompat dari ketinggian 3 lantai. Tepat sebelum Shinji terjatuh kena tanah, ia meraih dahan pohon yang cukup kuat menahan berat badan nya di dekatnya dan melakukan gerakan akrobatik memutari dahan itu seraya melakukan pendaratan mulus. Shinji duduk jongkok di dahan pohon itu seraya mengawasi apa ada orang yang lewat atau yang melihatnya. Setelah terlihat aman Shinji pun melonpat turun dari pohon itu yang tidak begitu tinggi dari permukaan tanah dibawahnya. Shinji sepertinya sudah terbiasa melakukan gerakan ini, dan ia pun berlari menyusuri jalan menuju tempat penyimpanan IS.
Sesampainya di salah satu gedung yang luas di dekat stadion, Shinji masuk ke ruang penyimpanan Infinite Stratos. Ada banyak benda seperti kotak lemari besi raksasa berjejer rapi di dalam ruangan itu, mungkin jumlah nya sekitar ribuan unit, termasuk dengan IS khusus didalamnya.
Shinji pun berjalan menuju kotak besi yang ada didekatnya, tapi tepat sebelum Shinji membuka kotak nya, ia melihat Ichika dan ke-lima teman lain nya sedang memperhatikan IS mereka masing-masing. Dengan cepat Shinji langsung bersembunyi di balik kotak besi itu sambil mendengar pembicaraan mereka yang sepertinya sesuatu yang berhubungan dengan dirinya.
"Kenapa kamu kelihatan nya memperhatikan orang itu?" Kedengaran Shinji dari agak jauh suara Houki bertanya pada Ichika.
"Benar, ada apa denganmu sebenarnya? Apa kau mau jadi orang mesum seperti dia?" Lanjut Lin Yin sambil kesal memikirkan Shinji.
"Tapi, dia itukan pilot IS laki-laki ke-dua di dunia, apa dia tidak merasa senang karena itu?" Cecilia lanjut bertanya dengan penasaran.
"Mungkin saja, melihat ekspresi wajahnya yang tidak senang seharian ini" Charlotte merespon pertanyaan Cecilia.
"Apapun itu, menurutku dia hanya salah satu pembangkang di sekolah ini" Laura mengutarakan pendapatnya mengenai Shinji.
"Hinalah aku sebisa mungkin karena mulai siang ini kalian tidak akan melihat muka ini!" Bisik kesal Shinji sendirian mendengar pembicaraan mereka.
"Jadi kenapa? Ichika?" Tanya mereka ber-lima langsung pada Ichika.
"Dulu, sewaktu aku pertama kali menyadari bisa menaiki IS, aku sempat berpikir apa cuma aku sendirian yang bisa menaikinya?" Jawab Ichika sambil mengingat sewaktu ia pertama kali menaiki IS. "Awalnya, sewaktu aku pertama kali bertemu dengan nya kupikir dia hanyalah orang yang kesasar saja" Lanjut Ichika. "Tapi setelah melihatnya hari itu menaiki IS, aku jadi merasa yakin, bahwa aku tidak sendirian di dunia ini" Ichika mengingat hari itu ketika Shinji menaiki IS nya. "Karena itulah, aku ingin mencoba untuk dekat dengan nya, sesama laki-laki yang bisa menggunakan IS" Jawab lanjut Ichika dengan penuh harapan.
"Mencari teman ya, memang nya kami ini masih kurang ya?" Houki yang masih bingung dengan maksud Ichika menanyainya lagi.
"Yah, sejujurnya, aku memang agak kesepian karena tidak punya teman yang sebaya" Jawab Ichika dengan agak sedih. "Karena itu, aku senang ketika dia ternyata masuk ke sekolah ini, meskipun sebenarnya dia tidak suka" Lanjutnya lagi.
"Sayangnya aku tidak punya waktu untuk menemanimu" Bisik Shinji sendirian lagi.
Bel masuk kelas berbunyi, mendengar suara itu Ichika dan teman-teman nya pun langsung beranjak kembali ke kelas. Melihat kesempatan itu Shinji langsung keluar dari persembunyian nya dan membuka kotak besi didekatnya tadi. Didalamnya hanya IS buat latihan tanpa senjata, tapi Shinji tidak peduli asalkan IS itu bisa membawanya pergi dari sini.
Shinji memasangkan IS itu kebadan nya, tapi tepat setelah selesai memasangnya alarm gedung itu berbunyi. Dari seluruh isi akademi itu terdengar suara sirine dan siaran virtual screen muncul di setiap tempat, di layar itu tampak Chifuyu-sensei yang terlihat sangat marah.
"Kurang ajar, pintar juga dia!" Kesal Chifuyu-sensei sendirian disemua layar itu didalam ruang keamanan. "Perhatian untuk semua murid dan guru-guru yang ada disini! Bila kalian melihat Shinji Sanada dihadapan kalian segera ditangkap!" Chifuyu-sensei mengumumkan semua orang untuk menyergap Shinji. "Sekali lagi, bila kalian melihat Shinji Sanada segera ditangkap!" Chifuyu mengulang lagi pengumuman nya.
Mendengar peringatan itu Shinji langsung terbang dengan IS 'curian' nya meninggalkan gedung itu. Dari kamera CCTV didekat gedung penyimpanan IS itu Chifuyu-sensei melihat Shinji yang sedang terbang kabur dari sana dan langsung memberikan pengumuman lanjutan.
"Dia ada disekitar gedung tempat penyimpanan IS! Bagi siapa yang berada dekat disana harap segera menaiki IS kalian dan tangkap dia, aku akan memberikan izin untuk pergi keluar akademi!" Chifuyu-sensei memperingatkan lagi.
Ichika dan teman-teman nya yang tak jauh dari gedung itu mendengar pengumuman itu dan melihat Shinji yang terbang keluar dari sana. Ichika bimbang untuk memikirkan apa dia harus menghentikan Shinji atau membiarkan nya saja.
"Bagaimana, Ichika?" Tanya Houki pada Ichika yang masih berpikir.
"Kalau kau membiarkan nya, kau bakal tidak punya teman sebaya lagi" Lanjut Cecilia.
"Selain itu, bila dia tertangkap oleh pemerintah, nanti bakal jadi masalah baginya sendiri" Laura langsung memberikan kesimpulan nya. Sejenak memikirkan apa yang harus dilakukan, Ichika akhirnya membuat keputusan nya.
"Baiklah, kita kejar dia!" Jawab Ichika.
Mereka langsung pergi ke ruangan penyimpanan IS, menujuk kotak besi mereka masing-masing lalu langsung memakai IS mereka.
Ichika dengan byakushiki putih nya, Houki dengan IS berwarna merah dengan senjata twin katana nya, Lin Yin dengan IS berwarna merah tua-hitam dengan senjata giant blade nya, Cecilia dengan IS berwarna biru dengan senjata laser sniper rifle nya, Charlotte dengan IS berwarna jingga-hitam dan dengan persenjataan assault-type lengkap, Laura denga IS berwarna hitam dengan senjata berat nya. Mereka pun langsung terbang meninggalkan gedung mengejar Shinji.
Sementara itu Shinji yang sedang terbang berada di selat penghubung pulau akademi dengan daratan diseberangnya dengan tas besar dipunggung nya seraya merasakan kemenangan dalam diri nya karena telah bebas. Tepat saat itu ada sesuatu yang dengan cepat menyusul didepan nya, ternyata itu adalah Ichika dan teman-teman nya yang ingin menghentikan Shinji dan mencegatnya.
"Kenapa kalian ini, ingin menghentikan ku? Cih, dibayar berapa kalian oleh guru sialan itu?" Shinji melihat mereka berenam dengan rasa kesal sambil mengatai Chifuyu-sensei.
"Kami tidak dibayar seperser pun olehnya, ini karena kemauan kami sendiri!" Jawab Ichika.
"Sejujurnya, kalau aku hanya karena terpaksa oleh keinginan Ichika dan perintah Chifuyu-sensei saja" Lin Yin memberikan alasan nya sendiri.
"Hah? Kenapa? Kau kesepian bila tidak ada laki-laki lain yang menemani kamu? Padahal kau sudah punya 5 pacar sekaligus disana!" Jawab kesal Shinji sambil memberitahu pembicaraan Ichika yang didengarnya tadi.
"M-Mereka bukan pacar ku! Kami cuma teman biasa!" Dengan agak malu tapi sedikit jengkel Ichika membalas, diikuti dengan perasaan agak kecewa kelima 'pacar' lain nya yang mendengar perkataan Ichika.
"Jadi, kau mendengar pembicaraan ku tadi disana?" Lanjut Ichika sambil bertanya.
"Yah, sedikit" Balas Shinji singkat. "Selain itu, mumpung aku lagi berbaik hati pada kalian, sebaiknya kalian menyingkir dari jalanku, sebelum aku berubah pikiran" Lanjut Shinji sambil memperingatkan mereka ber-enam.
"Kami tidak akan minggir sebelum membawamu kembali!" Balas Houki pada Shinji.
"Berarti, kalian ingin mencari mati ya?" Shinji bertanya seraya menantang.
"Hmph, berani kau melawan kami? Satu melawan enam? Dengan IS tanpa senjata itu?" Houki dengan berani menerima tantangan Shinji seraya meremehkan nya.
"Aku tidak perlu senjata seperti katana itu atau pun senjata penembak lain nya" Balas Shinji. "Asalkan aku masih punya tangan dan kaki ini, aku akan menghadapinya!" Shinji langsung terbang dengan cepat ke arah Houki seraya ingin menyerang.
"Kau tidak punya senjata, memang nya kau bisa apa?" Sambil meremehkan nya Houki mengangkat pedang nya dan bersiap menyerang Shinji.
"Sudah kubilang, aku masih punya tangan dan kaki ini!" Balas Shinji dengan kemarahan nya.
Tepat sebelum Houki menebaskan pedang nya, Shinji mengeluarkan pukulan ke arah perut Houki, beruntung karena energy shield nya pukulan Shinji tidak mempan.
"Cih, sial" Kesal Shinji sendirian.
"Sudah kubilang percuma!" Houki langsung melancarkan serangan menebas dari pedang di tangan kanan nya.
Shinji dengan cepat meraih tangan kanan IS Houki seraya menahan serangan nya, lalu dengan cepat memaksa merebut pedang Houki ditangan nya.
"Kurang ajar!" Kesal Houki karena senjatanya telah direbut.
Dari belakang Shinji dating Lin Yin dengan pedang besar nya, bersiap untuk menyerang Shinji, tapi ia menyadarinya dengan cepat dan menangkis serangan Lin Yin dengan pedang Houki tanpa memutar balik badan.
"Apa?" Lin Yin terkejut karena serangan nya berhasil ditahan. Dengan cepat setelah menangkisnya Shinji melakukan serangan tebasan memutar pada Lin Yin.
"Ugh!" Rintih Lin Yin setelah terkena tebasan Shinji.
"Belum selesai!" Lanjut Shinji.
Shinji langsung melakukan serangan tebasan combo cepat ke arah Lin Yin, meskipun Lin Yin bisa menahan serangan Shinji tapi ia tidak kuat untuk menahan nya. Pedang besar Lin Yin terlepas dari tangan nya setelah berkali-kali diserang oleh Shinji, Energy Shield yang melindungi Lin Yin juga menjadi nol setelah diserang beberapa kali oleh Shinji.
"Serangan terakhir!" Shinji langsung menebas sayap kanan IS Lin Yin, membuatnya jadi tidak seimbang dan terjatuh.
"UAAH!" Lin Yin berteriak panik dan hampir terjatuh ke laut sampai akhirnya diselamatkan oleh Ichika.
"Apa-apaan kau itu?" Kesal Ichika pada Shinji sambil menggendong Lin Yin yang kelihatan nya agak malu-malu tapi senang di gendong olehnya.
"Heh, sudah kubilangkan, sebelum aku berubah pikiran sebaiknya kalian menyingkir, beruntung gadis twintail itu tidak kubunuh!" Dengan nada yang kejam Shinji memperingatkan mereka lagi.
Tepat setelah Shinji selesai bicara dari arah kanan nya ada yang menembakinya, beruntung karena Energy Shield IS nya Shinji tidak mengalami luka apa-apa, hanya sedikit tergetar oleh tembakan itu saja. Dilihat sebelah kanan nya siapa yang menembakinya, ternyata Cecilia pelakunya, masih memegang laser sniper rifle yang mengarah pada Shinji.
"So, you're the next, lady?" Dengan bahasa inggris seraya meneror Cecilia, Shinji langsung terbang menerjang nya.
"Don't try it!" Cecilia membalas perkataan Shinji dan langsung mengeluarkan 6 drone dari sayap nya.
Robot drone itu mulai menembaki Shinji, tapi dengan cepat Shinji menyadarinya dan menghindari tembakan itu. Sambil maju dan menghindari tembakan Shinji menghancurkan drone Cecilia dengan pedangnya. Cecilia mulai terdesak karena Shinji semakin mendekatinya dan tepat setelah berada dihadapan nya Shinji meraih laser sniper rifle digenggaman Cecilia, ia berencana merebut senjata itu. Dengan menggengam laras senjatanya dengan tangan kiri dan ketiak nya, Shinji menarik paksa dengan menendang Cecilia mundur dan berhasil merebutnya.
"Uhh, apa?" Kaget Cecilia melihat senjata nya direbut, tepat setelah itu Shinji menembaki Cecilia dengan sniper rifle rampasan nya pada Cecilia.
"Gah, sial" Kesal Cecilia sambil melihat Energy Shield nya.
Shinji lalu pergi terbang mundur menjauhi mereka menuju daratan di seberangnya, disusul dengan 4 orang lain nya, Houki, Cecilia, Charlotte dan Laura. Sementara itu Ichika tak bisa berbuat apa-apa karena sedang membawa Lin Yin.
"Ichika! Kau bawa Lin Yin kembali ke akademi cepat!" Houki memberitahu Ichika.
"Baiklah, aku akan segera menyusul nanti!" Jawab Ichika dengan cepat tangap dan terbang kembali ke akademi sambil menggendong Lin Yin.
"Apa kita tidak apa-apa membawa IS diluar akademi?" Charlotte dengan agak ragu-ragu bertanya pada teman nya membawa IS keluar lingkungan akademi.
"Bukankah Chifuyu-sensei sudah bilang, dia telah memberikan kita izin untuk membawa IS ini keluar akademi?" Jawab Laura menjelaskan sambil terbang.
Sementara itu Shinji sambil terbang mundur menjauhi mereka dengan cepat dan bersembunyi di balik bukit. Tepat setelah Houki dan yang lain nya tiba disana Shinji sudah menghilang.
"Dimana dia?" Sambil memandangi sekeliling nya Houki bertanya dengan geram.
"Dia tidak mungkin jauh dari sini" Jawab Laura. "Kemungkinan besar dia bisa bersembunyi di antara hutan perbukitan ini" Lanjut kesimpulan Laura.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita membagi jadi 2 tim? Satu tim mengawasi udara dan yang satu lagi mencari di daratan" Cecilia menyarankan strategi pencarian Shinji.
"Itu ide bagus!" Jawab Charlotte setuju dengan pendapat Cecilia.
"Baiklah, kalau begitu aku dan Charlotte akan mengawasi bagian udara, Cecilia dan Laura mencarinya di darat. Bagi yang menemukan nya laporkan melalu visual contact IS kita" Houki mengakhiri rapat strategi singkat mereka dan terbang berpencar.
Shinji pada saat itu sedang bersembunyi diantara pepohonan di hutan itu, dengan memegang sniper rifle dan membawa tas besar dengan pedang katana di punggung nya ia berjalan perlahan dan tetap waspada menghindari kejaran mereka. Setelah melihat keadaan terlihat aman akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat sejenak dibawah bayangan pohon yang rindang, sambil duduk dibawahnya ia memikirkan bagaimana nasib selanjutnya setelah berhasil lolos dari kejaran mereka.
"Mungkin aku bisa ke Shikoku atau..." Shinji memikirkan kemana dia selanjutnya, tepat selagi Shinji berpikir Laura muncul mendarat dihadapan nya dengan menodongkan giant cannon nya.
"Kau tidak bisa lari sekarang" Seraya Laura mengancam Shinji yang sedang terduduk diam sambil mengarahkan senjata padanya.
"Bagaimana kalau seandainya aku bisa lari dari kau?" Dengan tak gentar Shinji bertanya pada Laura.
"Kurasa itu tidak mungkin" Jawab Laura singkat.
"Kalau begitu, aku buktikan sekarang!" Dengan cepat Shinji langsung berdiri dan mengambil katana dipunggung nya lalu melemparnya kearah giant cannon itu hingga tertancap dan rusak.
"Apa?" Kaget Laura melihat serangan Shinji disusul dengan serangan tembakan sniper Shinji mengenai sayap nya dan rusak, Shinji pun langsung kabur dari tempat itu.
"Cecilia, aku melihat Shinji Sanada disini! Pergi ketempat dimana titik kordinat ku berada! Maaf aku sedang ada masalah disini!" Laura memanggil Cecilia melalui virtual call nya seraya memberitahu kondisi IS nya.
"Aku akan segera ke sana!" Seraya Cecilia merespon Laura dan mengubah haluan terbang nya. Houki dan Charlotte yang mengawasi dari langit juga melihat Shinji yang terbang di daratan keluar dari area hutan dan langsung mengejarnya.
"Cih, mereka benar-benar keras kepala!" Kesal Shinji melihat Houki, Charlotte, dan Cecilia dibelakang nya.
Charlotte langsung mengambil senjata sub-machine gun kriss dari sayap nya dan mulai menembaki Shinji. Dengan mudah Shinji memutar menghindari tembakan itu dan menembak balik dengan sniper nya tepat ditangan kanan Charlotte tempat ia memegang senjata nya, mengakibatkan bagian tangan kanan IS dan senjatanya jadi rusak.
"Mustahil! Bagaimana bisa tembakan nya bisa menembus Energy Shield?" Charlotte terkejut ketika melihat tembakan Shinji yang seharusnya bisa tertahan oleh Energy Shield malah berhasil dihancurkan.
"Dia memang bukan pilot biasa!" Houki juga terkejut melihat nya sambil mengingat serangan yang sudah dilakukan oleh Shinji. Setelah itu akhirnya Laura datang menyusul dengan terbang cukup lambat karena sayap IS nya rusak dan Ichika yang kembali dari akademi.
"Semua nya minggir!" Laura menyuruh mereka semua menghindar sambil mengarahkan giant rocket launcher yang diberikan Ichika dari akademi kearah Shinji. Dengan agak susah Laura mengunci target nya pada Shinji, tepat setelah terkunci Laura langsung menembakan giant rocket launcher nya pada Shinji.
Mendengar suara benda yang mendekat dibelakang nya dengan refleks Shinji langsung terbang menghindar kesamping. "Ternyata hanya segitu saja!" Sambil menghindar Shinji meremehkan tembakan itu.
Tapi tepat setelah Shinji menghindar dari serangan itu, dari kejauhan diujung daerah bertebing ia melihat ada sekelompok pejalan kaki yang melewati tempat itu, tepat kemana rocket itu mengarah selanjut nya!
"Awas!" Kontan Shinji meneriaki mereka dan dengan cepat terbang pergi mengarah mereka menyusuli peluru rocket itu. Shinji tidak dapat berpikir apa-apa untuk menyelamatkan semua rombongan itu dari serangan peluru nyasar itu, tanpa pikir panjang ia langsung menabrakan dirinya pada rocket itu hingga meledak diudara.
Kelompok pejalan kaki itu selamat, tapi tidak dengan Shinji yang tidak sadarkan diri akibat ledakan itu dan terjatuh ketanah. Tepat setelah itu Ichika dan yang lain nya datang ke tempat Shinji jatuh, yang bingung kenapa ia melakukan bunuh diri menghancurkan rocket itu.
"Kenapa… Tiba-tiba dia…" Bingung Ichika dengan bimbang.
"Kurasa itu" Charlotte menjelaskan sambil menunjuk kelompok pejalan kaki itu dari kejauhan yang terlihat bingung melihat ledakan diudara tadi.
"Dia sengaja mengorbankan diri nya untuk melindungi pejalan kaki itu" Laura memperjelas maksud Charlotte.
"Meskipun terlihat menyebalkan, tapi dia memiliki jiwa kepedulian yang tinggi" Cecilia bersimpati pada Shinji yang masih terbujur kaku pingsan ditanah.
"Meskipun begitu, ini malah menbantu kita untuk menangkap nya" Houki melihat kesempatan selagi Shinji pingsan. "Kita bawa dia sekarang kembali ke akademi" Lanjut Houki seraya menutup topik pembicaraan.
Shinji langsung terbangun disuatu ruangan, terlihat ada banyak tempat tidur dengan nuansa berwarna putih semua. Shinji sedang berada diruangan UKS IS Academy.
"Cih, mereka berhasil menangkapku ya?" Kesal Shinji seraya mengingat kejadian sewaktu ia berusaha melindungi para pejalan kaki itu. Tepat saat itu Chifuyu-sensei datang dengan membawa keranjang buah segar, dengan agak terkejut ia melihat Shinji yang sudah sadar.
"Cepat juga kau sembuhnya" Dengan agak terkejut Chifuyu-sensei melihat Shinji bangun seraya menaruh keranjang buahnya dimeja dekat tempat tidur Shinji dan duduk didekatnya.
"Kau menang sekarang, apa kau sudah puas?" Kesal Shinji yang sepertinya tidak senang dikunjungi oleh Chifuyu-sensei.
"Tindakanmu itu sangat baik, tapi terlalu semberono, mengorbankan diri demi melindungi orang-orang dengan mengorbankan nyawa? Beruntung Energy Shield IS 'curian'mu itu menyelamatkanmu" Chifuyu-sensei tidak peduli dengan omongan Shinji dan malah membicarakan tindakan Shinji hari itu.
Terdiam sebentar Shinji langsung menjawab dengan serius tapi sedikit sedih. "Aku memang tidak mempedulikan diriku sendiri" Jawab Shinji. "Menurutku terlalu egois bila kau bertindak hanya untuk dirimu sendiri tapi tidak dengan orang lain" Lanjut Shinji.
Chifuyu-sensei langsung terkesan mendengar perkataan Shinji yang cukup mendalam. "Aku mengerti perasaanmu" Jawab Chifuyu-sensei halus tapi tenang.
"Sebenarnya, aku melakukan backpacking untuk mencari tujuan hidupku" Dengan nada sedih kali ini Shinji memberitahu alasan mengapa dia mengembara. "3 tahun sudah aku kabur dari rumah, tidak melanjutkan pendidikan SMP, bertahan hidup di alam, malah mungkin terkadang aku melakukan kejahatan, semua hanya untuk kepentingan diriku sendiri!" Lanjut Shinji dengan rasa penyesalan pada dirinya sendiri. "Tapi setidaknya, aku ada belajar banyak hal selama itu, arti dari persahabatan, arti dari bertahan hidup, arti dari rasa suka cita, arti dari kesedihan, dan masih banyak hal lain nya yang telah kupelajari" Lanjutnya lagi seraya mengingat pengalaman nya.
"Jadi, kau mengembara hanya untuk itu?" Tanya Chifuyu-sensei.
"Ya, tapi aku kembali menyadari ketika hari itu, apa yang lebih penting, diriku sendiri atau orang lain? Maka aku akan menjawab demi orang lain!" Balas Shinji. "Kalau saja bukan karena keegoisanku hari itu, pejalan kaki itu dan semua orang yang ada disini tidak akan celaka!" Lanjut Shinji lagi dengan rasa penyesalan yang makin mendalam.
"Tidak, sejujurnya ini memang semua salahku" Chifuyu-sensei mengungkapkan dengan rasa bersalah pada Shinji. "Kalau saja aku tidak memaksamu masuk ke akademi ini semua akan baik-baik saja" Lanjut Chifuyu-sensei seraya meminta maaf.
"Tidak, aku mengerti maksud anda sekarang" Dengan nada sopan Shinji mulai mengerti maksud Chifuyu-sensei. "Kalau menurut anda bila aku berada di akademi ini bisa memberi keselamatan bagi orang lain, aku akan melakukan nya" Lanjut Shinji dengan rasa optimis ingin masuk kembali ke IS Academy.
"Kau... Yakin?" Dengan rasa terkejut Chifuyu-sensei mendengar perkataan Shinji.
"Ya, aku akan belajar IS disini!" Dengan sungguh-sungguh Shinji menjawab sambil mengancungkan jempol kanan nya.
"Begitukah, baguslah kalau begitu" Hela nafas lega dengan tenang Chifuyu-sensei mendengar jawaban Shinji. "Tapi kali ini, aku akan memasukan namamu kedalam data resmi sebagai kadet pilot IS" Lanjut Chifuyu-sensei dengan santai.
"Yah, apapun itu terserah, asal aku bisa diterima disini!" Semangat Shinji mendengarnya.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, sekaligus mengisi data penerimaan muridmu" Chifuyu-sensei langsung berdiri seraya mengakhiri pembicaraan nya dan langsung pergi keluar dari ruangan UKS. Shinji yang senang mendengarnya dengan bersemangat mengambil apel merah dari keranjang buah yang diberikan Chifuyu-sensei dan memakan nya dengan lahap, seraya berharap cepat sembuh.
