Reply for anonim :
Akari Natsuya : Nesia, kamu, dan saya emang males XDD huahahahaha XD keep reading ya XD thanks lo udah baca~
Uchiha Kurapica : yep! kayaknya tiap orang indonesia punya ciri2 kayak dia, meski beda golongan darah XD bawaan negara kali ya~ #ngaco
eka kuchiki : akui saja kalau kamu memang MALAS! huahahahahaha~ #plakkk kita sama sama kok XD #proudtobelazy
Summary : Sama kayak kemaren
Author's Note : Woow~ saya nggak nyangka yang review sampe 22 O.o serius, padahal abal... makasih yang udah review ya... makasih banget *bows* semoga enggak bosen sama chapter2 selanjutnya :3 Dan ini selesai dalam satu malam, semoga enggak banyak typo kayak kemaren XD kasitau ya kalo ada, hehe. dan satu lagi... TERNYATA HASIL PENELITIANNYA PASSS! KEBANYAKAN YANG REVIEW PUN GOLONGANNYA B! WAKAKAKAKAKAK XDD
Disclaimer : Sama kayak kemaren
Degree of Patience
Tipe A
Bagi Negara manapun, mungkin melihat Japan marah adalah salah satu tontonan menarik. Pasalnya, ia jarang sekali marah ataupun terlihat seperti ingin marah. Pernah suatu kali, sahabat terbaiknya, Greece, menanyakan hal ini langsung padanya. (referensi : liat anime-nya, aduh gue lupa episot berapa #syndrommalesgolonganB) Kenyataannya jelas, Japan memang memiliki masalah untuk mengeluarkan amarahnya.
Siang itu…
"Vee~ panas sekali disini ya…"
"Hmm…" Personifikasi Negara German itu malas menanggapi Italy.
"I..iitaria-san… doitsu-san… kenapa kalian buka baju?" Tanya Japan kaget.
"Karena panas, vee~ Japan mau buka baju juga? Sini kubantu…"
Kalian enggak malu apa? Buka baju ditempat terbuka seperti ini? dasar orang-orang barat!
"A..aahh… ti..tidak, terimakasih."
Malam itu, saat China bertandang ke rumahnya.
"Japan! Lihat apa yang kubuat, aru!" Si kakak tertua dengan tampang masih 20-an itu menunjukkan produk-produk baru yang dibanggakannya.
"Chuugoku-san! Lagi-lagi meniru TV buatanku!"
"Aah~ kata siapa, aru. Kan mereknya beda."
Tapi AKARI kan cuma plesetan dari AKIRA! Masa dia masih nggak tau yang namanya COPYRIGHT?
"Tapi….chuugoku-san…."
-Daripada dibilang tidak bisa marah, mungkin lebih tepat dibilang menahan kemarahan. Bila diibaratkan, A itu seperti air yang mendidih. Menurut desas-desus, jika A sudah mencapai batas kesabarannya, ia bisa meledak tiba-tiba-
.
.
Tipe B
Saat di jalanan
Ciiittt—zret—
"ANJ***! MOBIL GUE BARET, TOLOL! GANTIIII! "
Saat hot spot-an gratis di café
Please wait a second while loading….
Now Loading…
1%...
2%...
"WEIT E SEKEN KATANYA? UDAH SEJAM GA SELESE2! EMANG DASAR KONEKSI KAMPRET! SIPUUUTTTT!"
Saat antri tiket konser
"WOOII! ANTRI DONG PAK! DARI BELAKANG NOH! DI UJUUUUNG! ENAK AJA MAEN NYELAK MENTANG-MENTANG ADA ANAKNYA DI DEPAN!"
"Ma…maaf kak, papa emang suruh saya jagain tempatnya tadi….hiks…"
Nesia, kejam sekali kamu membuat seorang anak tak berdosa menangis….
Saat Nethere main ke rumahnya
"Oi, nethere, liat mi goreng gue yang di meja nggak?"
"Ini?" Tanya Nethere sambil menunjukkan piring kosong dengan suapan terakhir mi goreng di mulutnya.
"Itu makanan terakhir gue bulan ini, bego!"
"Akh! Maaf nesia! Aku enggak tauuu… aku pikir kamu emang nyediain buat aku…."
"The hell? Gue doain semoga lo nggak jadi MALING kayak MALON."
-Selalu mengeluarkan kemarahannya secara spontan. Atau mungkin ia sama sekali tidak mengerti mengapa kemarahan itu harus ditahan-tahan-
.
.
Tipe O
"Iggy! Iggy..iggyyy…..!" America berlari-lari lebay menuju pria bermata hijau dan beralis tebal yang sedang sibuk mengurus anggaran negaranya.
"SHUT UP! You git!"
"Iggyyy…. Denger deh…. Masaaa nation-nation yang lain bilang ide HERO ku abal banget pas rapat PBB tadi! Tega banget mereka, padahal kan ide itu brillian, jenius, keren dan…"
"Sayangnya gue setuju sama pendapat nation lain." Ucap England setengah berbisik.
"Kamu ngomong apa barusan?"
"Ah enggak…. Ada cicak terbang…." Kata England kemudian sambil berkutat kembali dengan pekerjaannya.
"Iyaaa! Padahal nanti kalo mereka kesusahan, siapa yang nolongin? Udah pasti HERO kan? Dan HERO itu aku! Harusnya mereka bisa menerima keputusan HERO ganteng dan keren kayak aku ini. Dan apa balesannya? Aku malah ditodong senapannya Swiss gila, diancem sama pipa nya KolHoz sialan, sampe-sampe dilempar tomat sama si pedofil Spaiinn. Huhuhuhuhuuuu… kenapa nasib HERO ini malang sekaliii….."
Setelah mendengar—dipaksa mendengar—curhat panjang lebar dari America, England berjanji akan selalu sedia payung sebelum mendengar curhatannya. Ludah-nya muncrat kemana-mana.
-daripada langsung marah ke orang yang bersangkutan, O lebih memilih menceritakan masalahnya pada orang lain. Meski terkadang hal itu justru menyusahkan orang lain-
.
.
Tipe AB
'Jreesshh- '
Hongkong membuka keran wastafel di toilet setelah rapat PBB berakhir. Rapat berisik yang berujung lempar-lemparan bangku memang dapat membuat siapapun di ruangan itu stress, termasuk dirinya.
'kriitt kriitt—'
Ia menutup keran itu setelah wastafel penuh dengan air—yang sebelumnya sudah disumbat—
Hongkong menatap penuh arti pada genangan air itu dalam waktu yang cukup lama.
"Apa yang hongkong-san lakukan disana?" Tanya Japan penasaran dan bergabung dengan America dan Indonesia yang terlebih dulu mengintip Hongkong dari balik pintu toilet dengan pandangan heran.
"Tidak tau, sudah lebih dari 30 menit dia memandangi genangan air itu tanpa bergeming. " Jawab Indonesia sembari mengangkat bahunya.
"Mungkin dia menunggu dewa air keluar dan menyelamatkannya, seperti HERO! Cool banget!"
"Kalau begitu, kenapa dia tidak minta tolong England atau Norway saja? Atau…. Aku? Mungkin…."
-saat sedang depresi, AB mengekspresikan perasaannya dengan cara yang berbeda dari orang kebanyakan. Ia bisa merasa tenang dengan memperhatikan sesuatu yang aneh. Seolah-olah hal itu akan berfungsi sebagai obat untuk menyembuhkan stress-
When they want to going out
Jam 2.15
Siang itu, Japan sedang asyik menekuni bukunya. Buku tentang sastra dan kebudayaan memang selalu menarik minatnya. Ia pun tenggelam jauh oleh kalimat-kalimat dalam buku itu. Tak jauh dari situ, Hongkong sedang tertidur di rumahnya dan mengeluarkan dengkuran halus.
Sementara di rumah America, kita bisa melihat Cowok ber-antena ini sedang asyik berkutat dengan komputernya.
HEROisAWESOME : asl? Apaan tuh?
Abang_ganteng : iihh, norak banget kamu mon cherie… itu age/sex/location tauk.
HEROisAWESOME : oooh~ bilang dong hahahaha! Kalo nggak bilang, mana HERO tau~
Abang_ganteng : -_-; wah~ minta dicium banget ni orang… sini abang cium :*
HEROisAWESOME is offline
Dan jauh dari tempat itu, Indonesia asyik mengelus-elus tedjo-chan, komodo kesayangannya sambil menonton TV.
Jam 2.30
Japan mengangkat tangan kirinya dan melihat jam tangan hitam yang telah menunjukkan pukul 2.30. Hmmm, aku harus siap-siap ucapnya dalam hati. Bertepatan dengan itu juga, Hongkong masih tidur dengan pulasnya.
Setelah offline sebentar, America memutuskan untuk online lagi, dengan status invisible, untuk menghindari hal-hal—atau orang—yang tidak diinginkan. Ia mulai men-scroll pointernya kebawah untuk mencari-cari username yang menarik perhatiannya. Dan tertambat pada satu username yang menurutnya cukup keren, meski tidak lebih keren dari usernamenya. PirateKing.
Indonesia tidak terlalu memperhatikan tayangan TV di depannya. Tidak penting, lagipula itu cuma siaran ulang sinetron kemarin malam. Ia lebih menikmati kegiatannya mengelus sayang Tedjo-chan.
Jam 2.45
"Saatnya berangkat." Japan langsung pergi ke tempat janjian setelah yakin semuanya beres dan pintu rumahya tidak lupa dikunci.
KRIIINGGG! TRU LU LU LU KRIINGGG! LALALALALA KRIIINGGG!
BRUAKKK! Gu ri ri….. ri ri….. nnnn…. nnggg ….
... Siiingg…
Hongkong menatap hening pada bekernya yang tewas beberapa detik yang lalu. Tangannya refleks membanting benda berisik dan bersuara keras yang berusaha membangunkannya tanpa ampun itu. Satu beker lagi yang harus kita antar ke pemakaman seraya berdoa, semoga arwahnya diterima di sisiNya.
"Heegghhh~ udah waktunya ya… masih ngantuk… geh… " Ia pun bersiap-siap dan langsung pergi ke tempat janjian.
HEROisAWESOME : hello~ fellas~
PirateKing : ngapain nyapa gue? You git!
HEROisAWESOME : Iggy?
PirateKing : apa, hamburger freak?
HEROisAWESOME : kok tau ini aku?
PirateKing : satu-satu nya orang narsis yang nyebut dirinya hero, cuma kamu, git!
America menyadari –atau mungkin tidak—kebodohannya. Ia melirik sekilas pada jam dinding dibelakangnya 'ah, sebentar lagi' katanya dalam hati. Kemudian ia melanjutkan obrolannya lewat chatting dengan England.
Sementara itu, keadaan masih tetap sama di rumah Indonesia.
Jam 3.00
"Ah, Hongkong-san!" Seru Japan sambil melambaikan tangan kanannya begitu melihat Hongkong dari kejauhan. Hongkong mendekatinya sembari berlari-lari kecil "Yo!".
"Mana yang lain?" Tanya Japan sejurus kemudian yang hanya dijawab Hongkong dengan menaikkan bahunya.
PirateKing : ngomong-ngomong… lagi dirumah?
HEROisAWESOME : ya iya dong iggy… kok kamu tiba2 jadi bodoh?
PirateKing : sialan! Bukan itu maksudnya! Kemaren katanya enggak bisa keluar karna udah ada janji jam 3 kan?
HEROisAWESOME : emang iya kok.
PirateKing : SEKARANG UDAH JAM 3, TOLOL!
HEROisAWESOME : AAAPPUAAAAA?
Dan author sampai malas membahas personifikasi negaranya sendiri, karena dia masih belum berubah dari posisinya semula.
Jam 3.15
"Sudah lewat 15 menit… kemana mereka?" Japan mulai tidak bisa menahan kesabarannya. Hongkong sama sekali tidak membantu karena ia hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Aduhh~ jaket HERO-ku mana?" terdengar bunyi grasak-grusuk serta beberapa barang yang tidak sengaja tertendang oleh America. Entah ini hukum alam atau memang sudah ditakdirkan, benda-benda yang diperlukan pada waktunya seperti menyembunyikan diri dari yang membutuhkan, terutama jika orang yang membutuhkan mencarinya dalam kepanikan besar.
Pemandangan di rumah Indonesia indah sekali ya. (Author yang mencoba menulis keadaan Indonesia selain yang telah disebutkan diatas) #failed
Jam 3.30
"Hoongkoongg…. Japaaaann….." America berteriak-teriak sambil berlari menghampiri mereka.
"A-ME-RI-KA-SAN! Kenapa telat? Kita kan janjian jam 3.00! sekarang sudah jam 3.30! Tau? " Hongkong menahan Japan yang sesegera mungkin ingin menusukkan katana nya pada America.
"Soooriii Japaaannn…. tadi di jalan macet banget…. mana bisnya jalannya kayak siput! Huhh!" Mendengar keluhan America, Hongkong pun angkat bicara, "Alasan saja kamu…"
Jam 3.45
America merasa sedikit bersalah dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Kan aku udah minta maaf…" katanya sambil bersungut-sungut.
Hongkong menatapnya tajam dan sinis, "Huh!"
Sementara itu Japan mencoba menelepon Indonesia, satu-satunya yang belum hadir diantara mereka.
"Moshi-moshi, Neshia-san?"
"Ya?"
"Kamu dimana? Yang lain udah kumpul."
"Di rumah." Jawaban singkat dari Indonesia yang membawa malapetaka. Tubuh Japan bergetar, dan semakin lama semakin kencang. Kedua orang lainnya menatapnya heran, tanda tanya besar pun muncul di atas kepala mereka.
DONG DONG! JREEEEEEENGGG! SYALALALALA HENNNSHIIIIINNNNNN! TUITUITUITUIIIIITTT! (red : efek ultraman waktu mau berubah…. ceritanya)
Tak dapat dielakkan lagi, Japan telah berubah menjadi dark Japan.
Ia berteriak dan dari sekujur tubuhna mengeluarkan api kemarahan "MASIH DI RUMAH? KENAPA BELUM KELUARR? HAHHH?"
"Aduuh… tiba-tiba males keluar, pengen di rumah aja."
"KAMPRREETTT! BRENGSEEEKKKK! CEPAT KESINI SEKARANG!"
A : selalu tepat waktu
AB : begitulah… susah dijelaskan dengan kata2 (?)
O : enggak bisa tepat waktu
B : tidak jarang membatalkan janji saat-saat terakhir….. dan tanpa merasa bersalah sedikitpun.
serius, chapter yang ini seperti membuka aib author sendiri. Buat teman2 saya yang sering saya kecewakan karna saya hobi membatalkan janji pas detik-detik terakhir, maaf banget XD entah kenapa waktu itu saya malas...
apa karakter di chapter ini masih pas seperti sebelumnya? ato malah kalian jauh dari seharusnya? review? #pikapika
