Oz : Thanks atas reviewnya!
Gil : Oi Oz, tapi pembaca belum tahu apa lomba ini sebenarnya
Syntia : ck, ck, ck, justru karena ada misteri inilah jadi salah satu keasikan ini FF
Sharon : Jadi minna, hope you enjoy it!
Xerxes : WARNING! OOC
"Selamat datang semuanya! Terima kasih sudah berpartisipasi mengikuti perlombaan ini. Mari kita mendengar sepatah dua patah kata dari kepala sekolah kita. Oscar Versaillus!"seru Jack semangat dari atas panggung. Semua langsung bertepuk tangan meriah.
"Oi, Oz!"panggil Gilbert lirih pada lelaki di sebelahnya.
"Hmm? Apa?"
"Bukannya kemarin tidak ada panggung ini?"bingungnya
"Hal itu tidak usah dipikirkan, tidak usah dipikirkan!"
"Terima kasih atas waktu yang kalian berikan. Langsung saja, perlombaan ini dihadirkan agar dapat memberi kalian motivasi dalam mencapai suatu tujuan. Untuk hadiahnya, silakan baca di poster ya!"ujar paman Oscar sembari bergaya centil.
DUBRAKZ!
"Paman Oscar…" Oz langsung menepuk pelan dahinya. Pamannya benar-benar nggak pernah berubah.
"Os-car-sa-ma…" Gil melotot, melongo, mematung dan memutih.
"Fufufu, pamanmu benar-benar menarik Oz-kun,"puji lelaki berambut putih yang kali ini memakai kemeja putih dan celana hitam. Semua guru yang kini mengikuti perlombaan memang disuruh memakai baju seperti itu, kalau murid lelaki tetap memakai seragamnya.
"Oh ya Break, dimana Sharon-chan dan Alice?"Tanya Oz sembari celingukkan ke kanan dan kiri Break, karena biasanya Sharon selalu nempel di sekeliling Break.
"Fufufu, nona bersemangat sekali waktu tahu Oz-kun mengikuti lomba ini. Jadi sejak tadi pagi dia sudah bersiap-siap."
"Eh? Bersiap-siap?"
"Kau punya rencana apa lagi Break?"curiga Gil yang baru sadar dari shock 100.000 volt-nya.
"Ara ara, sejak kapan aku merencanakan sesuatu tanpa spengetahuan kalian?"tanyanya sembari memainkan Emily dan tersenyum ria. Oz dan Gil langsung meringis bersama.
"Ah itu, Oz!"panggil seseorang, spontan ketiga orang itu menoleh ke sumber suara tanpa mempedulikan pidato dari paman Oscar tercinta.
"Reo! Elliot!"
"WOI JANGAN SEENAKNYA MEMANGGIL NAMAKU SOK AKRAB!"
"Iya, iya." Senyum Oz terkembang lebih lebar, bahkan lebih daripada Break. Matanya berbinar-binar menatap mereka berdua.
"Ah, itu anak yang takut kalah dari Oz ya?"
"APA?"teriak Elliot, tapi kok nggak menghentikan kalimat sambutan panjang paman Oscar ya?
"Aduh, aduh, Emily. Tidak boleh bicara langsung begitu,"keluh Break pada boneka yang ada di bahunya itu.
"Grr…" Elliot menatap Break penuh amarah. Orangnya sih malah bersiul-siul ria sembari membuat origami burung dan melemparkannya ke jidat Gilbert.
"Nii-san!"seru seseorang dengan suara lebay. Kali ini mereka semua langsung memalingkan muka, tidak menatap siapa yang datang. "Nii-san, sesuai janji aku datang mendukung!"cerianya lalu langsung memeluk lengan Gilbert
"Ah, iya, teima kasih Vincent."
"Eh? Kenapa Elliot juga ada disini? Ah, aku tahu. Elliot juga ingin menang di perlombaan ini ya? Tapi sayang sekali karena Nii-san yang akan menang."
"Oi Vin, itu masih belum pasti kan."
"Tapi kalau Nii-san aku yakin pasti menang!"tegasnya. Gil menatap mata adiknya yang berbinar-binar itu.
"Iya, aku akan berjuang…"pasrahnya. Dia benar-benar tidak bisa melawan puppy eyes attack itu.
"…dan bagi murid dan guru yang sedang mengobrol disana diharap untuk pergi ke ruangan kepala sekolah."
DEG!
" Saya kembalikan ke Ketua Osis kita."
"Eh Gil, menurutmu tadi paman Oscar membicarakan kita?"
"Se…sepertinya…"
"Kalau begitu aku pergi mengurus sesuatu Nii-san. Sampai jumpa!" Vincent langsung melarikan diri.
"Ah, aku harus kembali ke ruanganku sebentar. Sampai nanti." Break ikut-ikutan pergi.
"Itu berarti kita berempat harus pergi ke ruangan kepala sekolah,"putus Reo.
"Heh? Kenapa aku harus pergi?" Reo menatap majikannya yang kelihatan ogah-ogahan banget.
"Anda mau disadarkan dengan cara apa? Dipukul? Dijitak? Ditendang? Yang paling ribut itu anda."
"Ano… Reo, kalau Elliot tidak mau ikut…"
"Tinggal diseret saja kan?"usul Oz ria. Gil melongo, menatap majikannya itu yang kini tertawa lepas.
"Wah, itu benar juga."
"Oii! Kalian benar-benar akan melakukannya?" Elliot mulai mundur selangkah. TERLAMBAT! Reo dan Oz sudah mengincar mangsanya.
=========================================================/===================================================================
Jack menatap gadis di sebelahnya bingung. Dia sedang asik menatap ke arah lelaki berambut hitam di depan mereka. "Lotti tidak ikut?"tanyanya setelah sekian lama cuma memandang wanita itu heran.
"Kalau tuan Glen tidak ikut. Aku juga tidak ikut."
"Tapi banyak lho yang ingin Lotti ikut, termasuk aku." Wanita itu langsung menatap pria di sebelahnya sinis. "Walau sudah tua, Lotti tetap terlihat cantik kok."
DUAK!
"JANGAN MENYEBUTKU TUA!"serunya kencang. Jack langsung menyentuh kepalanya yang tadi dijitak Lotti sekuat tenaga. Glen menatap mereka berdua.
"Ah, sepertinya Glen memanggilku. Sampai nanti Lotti!"salam lelaki bermata jade itu sebelum pergi ke arah sahabatnya berdiri. Lotti memandang orang itu kesal. Dia benar-benar tidak habis pikir kenapa majikannya mau berteman dengan orang seperti itu?
=========================================================/===================================================================
BRUAK!
"Aduh,"keluh seorang wanita berambut pirang sembari menyentuh pantatnya yang kesakitan.
"Maaf, karena a…?" Lelaki yang menabraknya itu tersentak.
"Elliot-kun?"bingungnya.
"Cih, jangan memanggil namaku seenaknya,"omelnya kemudian pergi menjauh.
"ELLIOT!"
DEG!
"Eh? Bukannya itu kakak dan Reo-kun? Kenapa…" Adik Oz itu menatap Elliot kebingungan. "Eh? Elliot-kun!" TERLAMBAT, yang dipanggil sudah berlari kencang menghindari mereka berdua.
"Eida?"
"Kakak,"panggil gadis itu sembari tersenyum.
"Kau terjatuh ya? Ah? Jangan-jangan Elliot yang…"
"Aku tidak apa-apa. Tapi kenapa kakak mengejar Elliot-kun?"
"Hal itu biar Gil yang menjelaskan. Reo, kita harus menangkap Elliot secepat mungkin!"ajak Oz yang kini lebih bersemangat dibandingkan sebelumnya. Sorot matanya jadi terlihat lebih membara.
"Tentu."
"Ah! Kakak!"panggil Eida. Tapi yang dipanggil udah keburu berlari dengan kecepatan cahaya bersama lelaki berkacamata yang suka membaca buku itu.
"Mereka mau mengajak Elliot pergi ke ruangan kepala sekolah,"jelas Gil sembari membantu adik majikannya membereskan buku-buku yang berserakkan di lantai.
"Eh? Ada urusan apa dengan paman Oscar?"
"Emm… bukan masalah penting. Ah, tapi Eida-san, anda tidak ikut dalam…"
"Tidak, karena aku pengurus jadi tidak bisa ikut,"gelengnya lemah, bibirnya membentuk seulas senyum.
"Oh, begitu ya…" Gil keliatan lesu.
"Ah, tapi bukannya kalian harus bersiap-siap? Mulai jam 2 nanti bukannya lomba sudah dimulai?"Tanya Eida sembari melihat jam tangannya.
"Ah, benar. Sampai nanti, aku harus mengejar Oz."
"Selamat berjuang kalian semua!"
"Terima kasih."
=========================================================/===================================================================
"Nah kepada semua peserta, apa kalian sudah mendapatkan kertasnya?"Tanya Jack sebagai host acara. "Kertas itu digunakan untuk mengumpulkan cap dari para Princess akademi kita. Selain itu kalian juga harus mengumpulkan cap dari pengurus!"
"Oi Oz! Apa maksudnya dengan tulisan ini?"bingung Gil sembari membolak-balikkan kertas yang diterima sebagai tanda peserta itu.
"Mungkin itu inisial nama sesorang?"bingung Oz yang masih mencoba menganalisa tulisan di otaknya. Orang-orang di sekitar mereka juga terdengar ribut kasak-kusuk mempertanyakan maksud dari tulisan di kartu itu.
"Fufufu, kau tidak mengerti ya Gil?"celutuk sebuah suara yang langsung mengakibatkan kedua lelaki itu menoleh ke arahnya.
"Ekh? Break…"
"Ara ara kenapa wajahmu terlihat memucat seperti itu? Sakit ya? Tapi aku sedang tidak bertugas. Bagaimana ya?"tanyanya pura-pura bingung tapi tentu saja dengan cengiran khasnya yang membuat Gilbert kesal.
"Break, kau tahu?"kaget Oz dengan mata bersinar-sinar.
"Fufufu, tentu saja. Tapi walau aku tidak memberitahu, sepertinya Oz-kun sudah mengerti."
"Akh! Jangan-jangan…"
"Kalian harus menemukan orang-orang yang mempunyai cap ini dan memperolehnya. Cap dari para Princess bisa didapatkan dengan melakukan permintaan mereka, dan untuk mendapatkan cap dari para pengurus, kalian harus menghadapi tantangan yang diberikan oleh pengurus. Dengan ini lomba dimulai!"
DOR!
"GYAA! JABBERWOCK KELUAR!"
"GLEN!"seru Jack menghentikan temannya itu.
"Kalau begitu aku akan pergi dulu Oz-kun,"pamit Break yang sama sekali tidak peduli dengan hiruk piruk Chain yang keluar.
"Eh? Kita tidak pergi sama-sama?"
"Masih ada urusan yang harus aku tangani. Sampai nanti di garis finish!"ujarnya lalu langsung berlari menjauhi arena.
"Ya, sampai nanti. Ayo Gil, kita harus mencari mereka!"ajak Oz.
"Oi, Oz kita biarkan saja mereka?"Tanya Gil sambil menunjuk kea rah Jack yang sedang berusaha menengkan Glen yang kesal karena dikerubungi wanita.
"Itu, kita bisa serahkan kepada Jack,"ucap Oz ringan kemudian langsung berlari ke arah gedung sekolah, satu-satunya area aman terdekat mereka. Gil menoleh kea rah Jack yang berusaha memisahkan gadis-gadis itu dari Glen dibantu oleh anggota keluarga Baskerville yang lain.
"Oi! Oz!"
Syntia : Kufufu, minna! Request buat yang jadi pemenang masih dibuka loh. Dan karena sepertinya kalau chapter ini langsung lomba nggak seru. Jadi lombanya baru chapter depan. Jangan lupa, cerita nggak akan dilanjutkan kalau kalian nggak request pemenang.
Oz : Jangan lupa isi polling di profil author!
All : PLEASE REVIEW!
