Title : Rabu-rabu Hunt
Warning : May OOC and Typo.
XXX
Syntia : Terima kasih juga untuk review-nya! Tapi aku heran, kenapa masih ada yang tanya tentang lomba apa ini ya? Bukannya sudah jelas?
Xerxes : Fufufu, nama lombanya Rabu-rabu Hunt
Emily : Dalam bahasa inggris artinya Love-Love Hunt. Jadi tentu saja ada hubungannya dengan cinta.
Syntia : Dan untuk request pemenang lomba ini terima kasih banyak! Tapi… apa kalian benar-benar yakin kalo dia yang pantas untuk jadi pemenangnya?
Xerxes : Fufufu, calon pemenang yang bisa direquest hanya yang ikutan lomba, dan semua lelaki
Sharon : Ah, tapi kalian juga bisa request siapa yang akan jadi Princess Academy!
Oz : Para calon pemenang yang bisa direquest akan muncul meminta dukungan kalian di akhir chapter ini
All : HOPE YOU LIKE IT!
"Oi Oz, apa kau yakin kalau disana tempatnya?"Tanya Gilbert sambil memandangi tempat yang akan mereka tuju. Bangunan itu terpisah dengan gedung sekolah dan merupakan salah satu bangunan khusus di Versaillus Academy, serta merupakan salah satu area pribadi.
"Kalau perhitunganku benar maka disana kita juga akan menemukan orang itu."
"Orang itu?" Oz tiba-tiba berhenti berlari kemudian nyengir ke arah Gilbert.
"Eh?"
"Aku rasa ini akan lebih menarik jika dibandingkan dengan paman Oscar, Gilbert-kun."
DEG! Gilbert langsung merasakan firasat buruk. Senyuman Oz yang semakin bersinar dan semakin terkembang malah membuat bulu kuduknya semakin merinding.
"Nah, ayo kita masuk!"
"TUNGGU! AKU BELUM MENYIAPKAN HATIKU!"
XOX
"Akhirnya kita dapat cap kepala sekolah juga,"ujar Elliot sambil bersandar di dinding. Mereka baru saja melewati ujian yang diberikan paman Oz tercinta. Dan masih banyak lagi halangan yang menghadang di depan sana.
"Tapi sebenarnya membuat paman Oz itu gampang sekali, aku rasa aku memang berbakat menjadi pelawak,"senang Reo. Elliot memandangnya kesal.
"Dengar! Kau pelayanku! Dan pelayan tidak boleh lebih hebat daripada majikannya!"
"Oh ya? Aku tidak ingat pernah menjadi pelayanmu."
"REO!"
XOX
"Mengerti nona Alice?"Tanya Sharon lewat Eques pada Alice yang sedang asik makan daging di klub. Alice menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah nona Alice, aku rasa ada seseorang yang datang. Sampai jumpa nanti malam."pamit Sharon kemudian memutuskan hubungan. Alice tetap setia menyantap daging.
"Alice-san!"panggil se… beberapa orang secara bersama-sama.
"Apa? Kalian mau bertarung denganku ya?"kesal Alice. Tentu saja kalau sedang makan diganggu tentu akan marah.
"Kami sudah membawakanmu ini!" Sekotak besar ayam goreng disodorkan padanya.
"Heh, kalau cuma seperti itu kau tidak akan mendapatkan cap dari tanganku."
"Sudah kuduga, nona Alice memilikinya!"
"Cih, kenapa juga aku mengatakannya. BAIKLAH! HEI PARA BAWAHANKU! AKU HANYA AKAN MEMBERIKAN CAP INI KALAU KALIAN BISA MEMBAWAKANKU MAKANAN YANG PALING ENAK! SAMPAI AKU MERASAKAN KALAU MAKANAN ITU ENAK!"
XOX
"Ah~ kira-kira kakak sekarang sedang melakukan apa ya?"Tanya Eida pada Dina sambil memainkan bola untuk kucing kesayangannya itu.
"Eida-san! Kami minta cap!"seru beberapa lelaki sekaligus padanya.
"Boleh." Para lelaki itu langsung bersorak kegirangan. "Tapi kalian harus masuk ke dalam iron maiden dulu."senyumnya. Lelaki itu langsung membeku dan mundur satu per satu. "Are? Tidak ada yang mau?" Eida memandang bingung ke arah Dina yang masih asik bermain dengan bolanya. "Padahal aku kan cuma bercanda."
XOX
"Jack-san! Kami minta capnya!"seru beberapa lelaki yang langsung masuk ke dalam ruangan OSIS.
"Boleh saja tapi…"
"Tapi?"bingung mereka.
"Silakan tunggu sampai Jack menyelesaikan tugas, baru kalian bisa meminta cap darinya,"ujar Reim sambil membawa setumpuk kertas lagi ke meja Jack.
"HEEEE! LOMBANYA SUDAH SELESAI KALAU HARUS MENUNGGU JACK MENYELESAIKAN TUGASNYA!"
"Hiks, hiks, kalian sama sekali tidak mempercayaiku ya?"tangis Jack sambil memberikan stempel ke kertas di mejanya.
"TIDAK!" Jack memandang mereka kesal kemudian langsung mengambil pedangnya.
"Jack-san,"panggil Reim. Jack sudah bersiap melemparkan pedang ke arah kerumunan orang itu. "Silakan kalian pergi dulu, dan tunggu sampai Jack sudah kembali tenang,"usir Reim sambil menggusur mereka menggunakan traktor yang baru ditemukannya di gudang.
"Akhirnya mereka pergi juga,"keluh Jack lalu kembali duduk di kursinya. Karena ada kejadian Jabberwock keluarlah yang membuatnya sekarang harus terjebak di ruangan ini.
"Bagaimana dengan pemilihan Princess Academy?"Tanya Reim sambil mengunci pintu ruangan.
"Sudah ada di tangan, tinggal diumumkan malam mini."
"Menurutmu siapa yang menang?" Jack terlihat seolah berpikir sejenak kemudian menatap Reim dan nyengir.
"Tunggu, kau tidak berharap kalau gadis itu kan yang menang?"
"Hm? Gadis yang mana?"Tanyanya iseng. Reim menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir.
"Kurasa lomba ini akan semakin aneh."
XOX
"Apa tidak ada cerita lucu lain?"Tanya Oscar-sama yang kini telah merasa booring karena orang-orang yang kini tersisa di ruangannya tidak bisa membuatnya tertawa. "Oh! Tentu saja. Kalau begitu kita ganti saja! Orang yang bisa mengalahkanku dalam lomba adu panco akan mendapatkan cap!"
"EEHHHHH!"
"Tidak ada yang mau ya?"Tanya paman Oscar sambil memasang tampang puppy eyes. Tapi sayang sekali malah terlihat seperti kodok eyes. Jadi bener-bener terlihat eneg. "Kalau begitu mudah saja. Kalian akan kuberikan ujian yang sama dengan yang sebelumnya datang kemari."
"Benarkah?"senang mereka.
"Tentu saja, ujiannya…" Paman Oscar menuliskan sesuatu ke meja dan memanggil seseorang dari mereka ke mejanya untuk membacanya.
"TIDAK MUNGKIN!"
Syntia : Baiklah kita perkenalkan dulu calon 5 besar Princess Academy! Silakan memperkenalkan diri kalian!
Echo : Emm… aku…Echo, just Echo! Emm… aku harus bilang apa lagi?
Oz : Echo-chan, kau harus lebih bersemang..UMP!
Syntia : (nyeret Oz) ini belom waktunya loe muncul jadi diem! Selanjutnya!
Lotti : Huh, aku tidak peduli aku menang atau tidak karena aku hanya milik Glen-sama seorang.
Eida : Terima kasih sudah memperbolehkanku ada disini. Hai, aku Eida tapi kalian juga bisa memanggilku Ada. Tolong pilih aku!
Alice : Hei! Kalian harus memilihku mengerti! Alice!
Sharon : Aduh nona Alice, yang menang itu sudah pasti aku kan? Minna-san pilih aku ya, HARUS PILIH AKU!
Syntia : Ehem, Sharon-san hawa kegelapanmu keluar. Baiklah agar lebih cepat, woi! Peserta lomba Rabu-rabu Hunt cepat perkenalkan diri kalian!
Oz : Halo aku Oz, pilih aku jadi pemenang ya!
Gilbert : Err… Aku Gilbert tapi ada juga orang yang memanggilku Raven. Aku sebenarnya tidak…
Syntia : KELAMAAN! NEXT!
Elliot : Aku Elliot, cih kenapa juga aku harus ikut dalam polling aneh ini.
Reo : Karena Elliot sama sekali tidak ingin menang, suara yang kalian berikan untuk Elliot bisa diberikan padaku. Kalian bisa memanggilku Reo atau Leo.
Elliot : REO!
Xerxes : Fufufu, sepertinya aku jadi yang terakhir. Minna-san, pilih aku jadi pemenang ya, jadi kalian bisa menyaksikan tayangan yang menarik. (Gil dan Alice langsung ngacir begitu dipandangi Xerxes)
Syntia : Intinya kandidat untuk Princess Academy adalah Sharon, Alice, Lotti, Eida dan Echo
Xerxes : Dan kandidat pemang untuk Rabu-rabu Hunt adalah aku sendiri Xerxes Break, Gilbert Nightray, Elliot dan Reo.
Oz : serta Oz!
Syntia : Akhir kata kami ucapkan….
All : BUON NATALE! KAMI TUNGGU REQUEST DAN REVIEW DARI KALIAN!
