Syntia : Berdasarkan hasil voting!
Oz : Terima kasih minna karena telah memilihku
Alice : Hohohoho sudah kuduga aku akan jadi pemenang lomba ini!
Gil : Entah kenapa aku masih punya firasat buruk
Syntia : Karena author sudah capek kebanyakan fanfic bersambung, dengan segala kecepatan ide di otak gue, akhirnya gue mempersmbahkan chapter terakhir Rabu-rabu Hunt! Bagi yang udah pernah baca di FB-ku bakal ada sedikit yang berubah! *sigh* padahal aku ingin melihat Xerxes-niichan yang menang. Oh ya soal tahun aku ganti karena... gak kerasa udah setahun sejak gua publish nih fanfic.
Xerxes : Warning! May OOC and typo. Hope you enjoy it!
o,o
"Hah, akhirnya lomba konyol ini berakhir juga." Lotti menyandarkan diri di sofa khusus calon Princess Academy. Di sebelahnya duduk Alice yang masih asik makan daging, Sharon yang tetap minum teh dengan santai, Eida yang sepertinya sibuk membaca beberapa dokumen dan Echo yang seperti biasanya menatap kerumunan tanpa ekspresi.
"Nona Lotti juga kerepotan ya?"tanya Sharon sembari mengundang gadis itu minum the bersamanya yang langsung disambut dengan baik.
"Echo, apa kau baik-baik saja?"tanyanya, soalnya sejak tadi cewek itu sama sekali tidak bergerak dari posisinya.
"Iya, Lotti-san tidak perlu cemas."
"Kira-kira siapa yang memenangkan lomba tadi ya?" Sharon tersenyum penuh arti. Lotti tiba-tiba kesal sendiri.
"Dengar ya, aku tidak memenangkan predikat Princess Academy itu karena aku memang tidak mau ada orang lain mendekatiku selain Glen-sama."
"Hah? Cowok muram itu?"seru Alice yang masih terus makan.
"Apa?" Lotti menatap kelinci itu sinis.
"Sesama wanita tidak boleh bertengkar!" lerai seseorang dari arah panggung.
"Kakak!"
"Tuan Oz?"
"OZ!"
Alice langsung berlari mengamankan Oz dari serbuan Eida, dan memeluknya erat.
"TIDAKKKK!"
"OZ-KUN!"
"ALICE-CHAN!"
"Fufufu ternyata kelinci bisa mati karena kesepian itu benar ya?" ujar Xerxes yang berjalan dengan penuh kepercayaan diri.
"GYAA! Mau apa kau kemari!" Kali ini Alice yang bersembunyi di balik Oz. Supaya dia bisa dengan mudah melarikan diri. Bisa terlihat Echo dan Lotti hampir melakukan hal yang sama dengan kelinci itu.
"Break, kau sudah membuat banyak kerusakan,"ingat Sharon.
"Aku kemari hanya ingin memanggil Oz-kun. Jack menunggumu di panggung."
"Ekh! Hal itu benar-benar terjadi ya?"
"Eh? Apa? Apa?" Alice tiba-tiba jadi penasaran sendiri. Tapi belum berani keluar dari tempat persembunyiannya.
"Ah, kakak benar-benar akan melakukannya?" Eida berjalan menghampiri kakaknya tersayang. Alice tiba-tiba jadi sebal sendiri.
"Mungkin, ayo Break! Sampai jumpa semuanya!"pamit Oz kemudian mendorong Break pergi bersamanya. Alice tiba-tiba ingin melemparkan tempat duduk mereka ke arah lelaki berambut pirang yang selalu diaku bawahannya itu.
"Kita tiba di puncak acara, inilah pengumuman pemenang lomba dan penobatan Princess Academy Versaillus tahun 2011!" Tepuk tangan membahana terdengar dari arah depan. Jack menganggukkan kepalanya ke arah Oz yang telah memegang amplop.
"Untuk peraih title Princess Academy Versaillus tahun ini adalah…" Oz membuka amplop perlahan. Jack mendekatinya.
"ALICE!" Sorot cahaya lampu panggung langsung diarahkan ke sofa khusus calon Princess. Namun wujud gadis berambut hitam itu sama sekali tidak kelihatan.
"Alice kemana Lotti?" tanya Jack penasaran.
"Entahlah, mungkin ke toilet kebanyakan makan daging." Namun tentu saja kedua ornag itu tidak percaya dengan apa yang dikatakan Lotti. Kenapa? Karena mereka bisa melihat senyuman Xerxes yang bertambah lebar seiring menit berlalu.
"Xerxes, kau tidak melakukan sesuatu pada Alice kan?" tanya Gilbert curiga, amat sangat curiga.
"Hanya sedikit obat pencahar hasil ramuan rahasia keluarga."
"APUA?"
"Wah, wah ternyata nona Alice yang jadi pemenang. Sayang karena Xerxes iseng aku jadi tidak bisa lagi mengisengi nona Alice," sedih Sharon sambil melipat kipasnya.
"Ternyata memang Alice-san yang lebih populer, sayang dia pasti sekarang sedang mengutuk Xerxes-sensei di dalam toilet," yakin Eida karena dari tadi terjadi keributan di toilet perempuan dekat lapangan.
"Huh, aku tidak peduli siapa yang menang. Cepat selesaikan semua ini. Aku ingin berada di dekat Glen-sama lebih cepat!" kesal Lotti.
"Karena Alice yang menjadi Princess sedang tidak ada di tempat karena sedikit ancident, mari kita lanjutkan saja dengan pemenang lomba Rabu-Rabu Hunt ini," ujar Jack yang disambut antusiasme luar biasa dari para lelaki Versaillus Academy.
"Jadi untuk sementara tiara Princess yang akan dipasangkan oleh Kepala Sekolah Tuan Oscar Versaillus harus disimpan dulu." Paman Oscar langsung menangis karena perannya sudah habis sementara Liam yang seharusnya membawa tiara langsung turun dari panggung tanpa mengatakan apapun.
"Dan untuk pemenang lomba Rabu-rabu Hunt…." Jack melirik ke arah Oz.
"Orang yang mendapatkan seluruh cap dari 3 pengurus dan 3 calon Princess Academy..."
"Salah satu orang terkenal di sekolah ini. Gilbert-sensei, apa kau bisa membantuku untuk membuka amplop yang bertuliskan pemenang lomba ini?" tawar Jack dengan senyum khasnya yang langsung membuat Gil sedikit memerah.
"Pemenang lomba ini adalah..." Gil perlahan membuka amplop itu dan langsung menoleh ke arah orang yang disayanginya dan menangis. Jack pun langsung merebut kertas tersebut dan terenyum.
"OZ!"
"?"
"Oz-sama!" teriak Gilbert yang langsung menghambur sedih ke arah Oz yang langsung menepuk-nepuk punggungnya.
"Aku tidak meyangka bisa kalah dari keluarga Versaillus. Seharusnya anggota keluarga Nightrey yang menang," kesal Elliot.
"Itu karena Elliot sama sekali tidak populer."
"REO!"
"Selamat ya Oz-kun. Aku sama sekali tidak menyangka kau jadi pemenangnya." Jack langsung menjabat tangan Oz sementara security memisahkan Gilbert dari Oz yang langsung meronta-ronta.
"Ahahaha, sebenarnya aku juga terkejut."
"Jadi bagaimana dengan hak-mu sebagai pemenang lomba ini? Tentu saja maksudnya hadiahnya." Jack langsung mengedipkan mata ke arah Oz yang kaku. Sharon menunggu dengan senyum lebar bersama dengan Eida, sementara Echo langsung memerah dan Lotti seperti biasanya tidak peduli sama sekali dan malah mencari kehadian Glen diantara lelaki yang berkumpul di bawah panggung.
"Se... sebenarnya..."
"Siapa?" tanya Jack penasaran. Suasana seketika langsung tegang.
"Hmm, orang itu…"
"Orang itu…" Seluruh penonton menanti kelanjutan kalimat Oz.
"Ah, mungkin ada yang lupa. Kalau pemenang lomba ini akan mendapatkan hadiah. Dan hadiah itu adalah…"
"Sebuah liburan bersama ke Sabrie!"seru yang lain.
"Dan itu tidak mungkin,"jawab Jack membuat para penonton kecewa.
"Wah,wah padahal sepertinya Oz-kun sama sekali tidak keberatan lho."
"Break, tempat itu dalam pengawasan,"jelas Jack meski dia tahu kalau Break sudah tahu hal itu.
"Mendapatkan liburan selama seminggu di Versaillus Mansion bersama pasangan serta mendapatkan ciuman dari orang yang kita suka."
"Dan orang itu adalah…" Jack menunggu Oz mengatakan pada mereka siapa orang tersebut.
"OZ TIDAK BOLEH MENCIUM SIAPAPUN SELAIN AKU!" teriak seorang gadis dari arah kejauhan.
"ALICE?"
"Apa obatnya sudah berhenti bekerja?" tanya Xerxes masih dengan senyum khasnya sebelum Alice kemudian langsung melarikan diri kembali ke dalam toilet.
"Wah, wah, pasti susah sekali jadi orang populer. Bukan begitu Oz-kun?" Oz hanya tertawa garing sambil memandang ke arah tempat calon Princess duduk.
"EHHHHH?" Semua orang langsung memandang ke satu titik saat tiba-tiba Eida datang dan langsung mencium Oz.
"Karena kakak sudah lama tidak berduaan dengan Eida jadi kakak harus bersama dengan Eida!" suruh gadis itu sambil tersenyum lebar.
"Persaudaraan itu memang indah," tangis paman Oscar.
"Kepala sekolah, tolong usap ingus anda!" suruh Liam yang langsung memberikan tisu kotak.
"Dan begitulah, lomba ini pun selesai. Sampai jumpa di lomba berikutnya!"
o,o
"Terima kasih Eida, tadi kau benar-benar sudah menyelamatkanku," ucap Oz sembari membantu para pengurus event membereskan panggung.
"Aku tidak mungkin membiarkan kakak berada di dalam posisi sulit kan. Tapi aku tahu kalau sebenarnya kakak pasti susah mengucapkan nama gadis yang kakak suka. Apa gadis itu ada di antara calon Princess?" tanya Eida yang sedari tadi bekerja di samping kakak yang disayanginya itu.
"Sebenarnya Oz, kau pasti lega karena Eida yang menciummu," bisik Jack. Oz melirik ke arah ketiga wanita itu berkumpul dan saling mengobrol. Alice sudah kembali dari toilet cukup lama setelah Xerxes menghilang entah kemana. Sementara itu Lotti langsung menghilang begitu acara ditutup.
"Mungkin,"jawabnya sembari tersenyum tulus. Sorot matanya melembut saat melihat Alice, Sharon, dan Echo bersama.
"Mungkin aku juga sedikit lega,"gumam Jack.
"Eh? Kau bilang apa?"
"Bukan apa-apa,"elak Jack sembari meneruskan pekerjaannya. "Tapi apa yang ketiga gadis itu bicarakan ya? Sepertinya seru sekali?" tanya Jack penasaran.
"Ck ck ck, tidak boleh mencampuri urusan wanita Jack."
"Hai!"
o,o
Syntia : Entah kenapa tapi aku bener-bener lebih suka ending Xerxes-niichan.
Xerxes : Kenapa tidak dibuat saja?
Syntia : Seharusnya ini fanfic selesai sampai disini. Jadi minna, sampai jumpa!
o,o
OMAKE!
Alice : Huh, berani-beraninya Eida mencuri ciuman dari Oz!
Sharon : Aih-aih nona Alice cemburu ya?
Alice : Si... siapa bilang?
Echo : Tapi sepertinya dia sama sekali tidak keberatan.
Alce : Huh, tapi seharusnya kan aku!
Sharon : Ah, kalau aku jadi nona Alice aku tidak akan seyakin itu. Hati laki-laki bisa dengan mudah berubah loh. Benar begitu kan Echo-san?
Echo: Eh? Eh?
Alice : Oz itu milikku!
Sharon : Aku tidak bilang apa-apa nona Alice.
Echo : (tetap blush dan menolak untuk bicara)
