Tsuki. Tsuki. Tsuki…..

Tsuki kembali dengan membawa chapter baru. Hahahahahha. Kayaknya Tsuki nambah enggak enak nih. Harusnya fokus. Fokus. Fokus. Tapi malah kesini lagi. Ya udah deh, yang penting. Enjoy aja. Hahahahaha

Tsuki : Naru… bantu Tsuki yuk! Balas review.

Naruto : Yosh! Baik… Naruto yang akan membalas review kalian.

AkemyYamato : xixixixi author ngucapin banyak terima kasih tuh. * author membungkukan badan* author harap itu akan cepat terjadi. Hehehehe.

Rose : permasalahannya akan dibahas dichapter ini ko. Aku emang agak trauma gara-gara kejadian masa lalu. Itu semua gara-gara kau, Teme…. *deathglare Sasuke*. arigatou…

monkey D eimi : author mengucapkan banyak terima kasih *author membungkukan badan* .hey jangan memuji author begitu. Lihat tuh author lagi kayak orang gila senyum-senyum sendiri. *bisik-bisik* author Tsuki memang suka banget sama detektif. Jadi pikirannya kepenyamaran mulu. Nggak kratif tuh author Tsuki. *ditimpuk sandal sama author* hey… aku bantuin ko malah nimpuk. *timpuk balik author Tsuki pake sepatu* tenang… akan kebongkar sebentar lagi ko. Hubunganku memang sangat jelek sama Sasuke. dichapter ini akan dijelaskan kenapa. hiks. Hiks. Hiks. Pipiku merah ditampar Sasuke. itu salah satu hal yang membuatku benci kepadanya. *curcol*

author : ehem. Bisa dilanjutkan, Naru?

Naruto : hehehehe. Baik.

Syipudth cuwidt : salam kenal juga. hehehehehe. Selamat datang Syipudth di fandomku. Hehehehehe. Aku dan author sangat berterima kasih kedapa Syipudth. *author membungkukan badan* xixixixixi sama kayak author donk! Yang suka banget sama detektif dan femnaru. Entah kapan aku dijadikan cowok lagi sama author Tsuki.

Naruto : selesai tuh!

Author : arigatou Naruto. Ga usah grogi kayak gitu donk! Sana ke Ichiraku ramen. Aku yang bayar.

Ok. Tanpa membuang waktu.

Happy reading….

DON'T LIKE, DON'T READ!

Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*

Pairing : SasuFemnaru

Warning : TYPO dan OOC tingkat akut, pokoknya kesalahan ada dipenulis.

Namikaze Naruto : 23 tahun

Uzumaki Tsukiko (Naruto) : 16 tahun

Nara Shikamaru (Uzumaki Shirui): 24 tahun

Uchiha Sasuke : 24 tahun

Yakushi kuroi (Sasuke) : 16 tahun

MISI

"Baik anak-anak, sensei pergi sekarang. Sensei harap, kalian bisa menerima teman dan guru baru kalian." Kakashi pergi meninggalkan kelas.

"Untuk mempercepat waktu. Buka buku kalian halaman 50." Shikamaru menyuruh seluruh muridnya.

Kemudian Shikamaru mulai menjelaskan didepan. Sedangkan Naruto mulai mengamati satu- persatu teman-teman kelasnya. Tapi… lagi dan lagi pandangannya kembali kepada seseorang yang ada didepannya, dimana Sasuke berada. 'Sial! Mengapa dia selalu membuyarkan konsentrasiku.' batin Naruto. Naruto kembali mengamati teman kelasnya. 'sepertinya belum ada yang bisa dicurigai sekarang' batinnya lagi.

"Tsukiko." Shikamaru memanggil Naruto tetapi Naruto tidak mendengarkan.

"Tsukiko." Shikamaru memanggilnya lagi. Sepertinya Naruto lupa dengan namanya sekarang.

"Tsukiko?" Shikamaru mengulang sekali lagi.

"ssstt. Sssttt. Sssttt." seseorang disamping Naruto memanggilnya.

Merasa dipanggil, Naruto segera menengok kesamping.

"Ada apa?" tanya Naruto.

"Kau dipanggil, Tsukiko." kata anak itu.

Naruto menepuk dahinya sekali. Dia merasa benar-benar bodoh. Dia lupa bahwa namanya sekarang adalah Uzumaki Tsukiko.

"Tsukiko?" Shikamaru memanggil lagi.

"Ya, Sensei?"

"Apa ada masalah?" Shikamaru tampak khawatir.

"Tidak, Sensei." jawab Naruto.

"Baik. Kerjakan soal di papan tulis." Shikamaru menunjuk soal yang ada dipapan tulis.

Naruto berjalan kedepan dengan semangat. Dia akan tunjukan bahwa kegagalannya dimasa lalu, tidak akan terulang lagi sekarang. *dulu itu Naruto dikenal sebagai anak yang… hmmm. Kalian taukan.*

"Dasar, Dobe!" kata Sasuke pelan.

Tetapi Naruto dapat mendengar itu dengan jelas. Tubuh Naruto mematung. Sasuke memanggilnya Dobe. Sama seperti dulu. Tapi bedanya, sekarang dia tidak marah tetapi dia sangat sakit mendengar kata itu. Naruto sangat merasa sedih. Karena Sasuke dengan mudahnya memanggil seseorang dengan panggilan 'Dobe'. Padahal menurutnya itu adalah panggilan sayang yang diberikan oleh Sasuke untuknya. Naruto maju kedepan dengan menunduk.

Sasuke menatap bukunya. Sasuke merasa dia mengatakan hal yang salah. Tidak seharusnya dia memanggil Tsukiko dengan panggilan itu. Itu adalah panggilan yang hanya di tunjukan untuk 'Dia' dan tidak boleh ada seorangpun yang menggunakan kata itu. Sasuke benar-benar mengutuk perbuatannya tadi.

Naruto menerima spidol yang diberikan oleh Shikamaru dan Naruto menjawab pertanyaan itu dengan mudah. Tapi semangatnya sudah menguap sejak Sasuke memanggilnya Dobe.

"Bagus, Naruto." Shikamaru tersenyum kepada Naruto dan semua anak bertepuk tangan. Tapi hal itu sudah tidak dibutuhkannya lagi. Naruto kembali kemejanya dengan sangat tidak bersemangat. Bahkan sepertinya nyawanya telah melayang pergi. Naruto menatap keluar jendela. Mengingat masa lalunya bersama Sasuke.

Flash Back

"Dobe!" seseorang memanggil Naruto dari belakang.

"Teme….. berhenti memanggilku, Dobe! Kau pikir Dobe itu adalah nama yang bagus?" Naruto sedikit menggembungkan pipinya.

"Itu adalah panggilan sayang yang ku berikan kepadamu, tau. Hanya kau yang akan ku panggil Dobe." Sasuke mencubit pipi Naruto.

Naruto tersenyum dan memeluk tangan Sasuke. Merekapun segera pergi menuju kantin.

Flash Back Off

"Tsukiko. Tsukiko. TSUKIKO….."

"Hah?" Naruto kembali dari alam hayalnya.

"Sepertinya kau sakit. Kusarankan kau ke UKS." kata seseorang yang ada disebelahnya.

"Siapa kamu?" Naruto menatap heran orang itu.

"Owh ya. Aku lupa. Perkenalkan namaku adalah Haruno Sakura." Sakura tersenyum kepada naruto. Dan Naruto membalas senyuman itu. walaupun dapat dilihat bahwa senyuman itu sangat dipaksakan.

"Salam kenal, Sakura. Sepertinya benar. Aku harus pergi ke UKS, kepalaku sedikit pusing."

"Mukamu memang sedikit pucat, Tsukiko." Sakura memberitahu Naruto.

"Sensei. Aku ingin ke UKS, aku sedikit pusing." Naruto mengangkat tangannya.

"Baiklah." Shikamaru mengizinkan Naruto pergi.

Naruto keluar dari sana. Seharusnya itu tidak terjadi. Seharusnya Naruto telah melupakan itu semua. meraka telah dipisahkan selama 2 tahun. Tapi Naruto masih saja belum bisa melupakan masa lalunya. Dia sudah berusaha keras untuk melakukan itu. tetapi semuanya nihil. Dan yang bisa membuat dirinya lupa dengan Sasuke adalah sebuah jadwal yang padat. Dengan begitu, dia tidak akan punya waktu untuk memikirkan masa lalunya dan Sasuke.

Naruto terus berjalan. Tanpa dia ketahui ternyata dia sudah berada di halaman belakang sekolah. Dia memilih untuk duduk dibawah pohon yang sangat rindang.

TES. TES. TES

Air mata turun dari mata indahnya. Walaupun matanya sekarang berwarna hijau. Menutupi mata indah birunya. Dia benar-benar sakit. Dia sangat sakit. Dia mengutuk dirinya sendiri yang tidak bisa lari dari masa lalu.

"SIAL SEKALI KAU, TEME…." Naruto berteriak. Tapi tidak ada yang mendengarnya karena semuanya berada dikelas. Naruto menutup wajahnya dengan tangan. Dan suara tangispun keluar dari bibirnya.

"Hey! Kau mengganggu waktu tidur siangku."

Naruto berhenti menangis dan langsung melihat kebelakang pohon. Disana dia melihat seorang laki-laki berambut merah marun dan bermata hijau sama seperti dirinya.

"Jangan melihatku seperti itu." lelaki itu bangkit dan membersihkan celananya.

"Ma-ma-maaf." kata Naruto terbata.

Lelaki itu memasukan tangannya ke celana dan melemparkan sesuatu yang ada disana kepada Naruto.

HAP!

Naruto menangkap sebuah sapu tangan yang dilempar oleh lelaki itu.

"Untukmu saja. Perkenalkan namaku Sabaku Gaara."

Naruto memandang Gaara dengan senyum. Gaara berjalan meninggalkannya. Tanpa Naruto ketahui , Gaarapun tersenyum. Naruto memandang sapu tangan itu, kemudian diusapnya jejak-jejak air mata yang ada dipipinya.

"Arigatou, Gaara." kata Naruto pelan.

"Tsukiko." Shikamaru membangunkan Naruto. Dia sedikit menggoyang-goyangkan tubuh Naruto.

"Ngh." Naruto sepertinya sedikit terganggu dengan perbuatan Shikamaru.

"Hey… bangunlah!" Shikamaru duduk disebelah Naruto.

Naruto membuka matanya perlahan dan memandang langit yang berwarna biru.

"Kau tau 'DI-A' ada disanakan?" Naruto menutup matanya sebentar lalu kembali memandang langit.

"Aku tidak mengerti." Shikamaru tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Naruto. Dia hanya mengikuti Naruto memandang langit. Sepertinya kali ini kepintarannya tidak berfungsi.

"Sasuke. Uchiha Sasuke, ada disana." kata Naruto.

Shikamaru terlonjak dengan apa yang dikatakan oleh Naruto. Matanya membulat mendengarkan penjelasan dari Naruto. Tapi dia tidak membuka suara sedikitpun. Karena dia tau, Naruto akan segera menceriitakannya sekarang.

"Yakushi kuroi, dia adalah Sasuke."

WUSH….

Angin datang menerbangakn daun-daun yang berjatuhan ditanah. Suasana menjadi sedikit hening sekarang.

"JADI SUAMIMU ADA DISINI-" Seperti baru tersadar. Shikamaru berteriak kearah Naruto. Tetapi Naruto bangkit dari tidurnya dan langsung membekap mulut Shikamaru.

"Tidak perlu sekencang itu." mata Naruto sedikit berkedut.

"Ya. Tidak kusangka dia ada disini juga. mengingat bahwa dia menjadi kepala polisi sekarang. Aku tidak heran." tambah Naruto. Kemudian dia menyenderkan tubuhnya ke pohon dan menatap Shikamaru.

"Mengapa tidak menyapanya? Kalian sudah 2 tahun berpisah bukan?" Shikamaru sedikit menggoda Naruto.

"Kami belum berpisah. Dia belum mengirim surat cerai." kata Naruto malas.

"Kalian belum berpisah?" nada suara Shikamaru seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Naruto.

"Ya. Aku meninggalkan rumah waktu itu. dan aku bersembunyi darinya. Dia itu sangat gila dengan posisi kepala polisi. dia menamparku hanya karena ku mengganti chanel tv yang sedang direkamnya. Dia tidak pernah mendukungku menjadi detektif. Dia hanya ingin aku ada di rumah. Sedangkan dia mengejar impiannya menjadi kepala polisi. dia pikir aku apa. Menyia-nyiakan keahlianku. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak kembali lagi ke rumah dan menjauh darinya. Dia juga tidak pernah mencariku. Bertanya kepada orang tuaku saja tidak. Ups! Aku lupa. Kedua orang tuaku sudah tidak ada. Tapi… dia juga tidak bertannya kepada teman-temanku." Naruto memutar bola matanya. Dia sangat kesal. Ternyata Sasuke tidak mencarinya begitu gigih. Padahal dengan jabatannya sekarang. Dia pasti mudah mencari Naruto. Apalagi Naruto adalah seorang detektif terkenal.

Shikamaru menatap Naruto. Tatapan matanya memberi isyarat kepada Naruto untuk tegar.

"Dia memang gila! Tidak akan ku biarkan perasaan ini muncul kembali. Shikamaru, apa ada info yang kau dapatkan." Naruto mengganti topik pembicaraan.

"Tidak ada. Orochimaru bermain sangat bersih sekarang." Shikamaru menatap kembali awan.

"Begitu ya." Naruto bangkit dari duduknya dan membersihkan roknya.

"Aku ingin tidur. Aku harap kau mengerti." Shikamaru menutup matanya. Naruto tersenyum kepada Shikamaru dan pergi dari sana. Tetapi ada satu hal yang dilupakannya. Dia melupakan sapu tangan yang diberikan oleh Gaara.

Naruto berjalan kembali menuju kelas. Tapi langkahnya terhenti setelah mendengar sebuah suara.

"Jadi? Tuan pikir. Naruto, menyamar menjadi salah satu siswa disini. Dan karena dia memiliki kemampuan menyamar yang sangat hebat. Tuan, sedikit merasa terganggu. Serahkan saja semuanya kepadaku, Tuan."

Naruto mengintip dan menguping dari luar pintu. Seringai benar-benar muncul dibibirnya. Dia mendapatkan sebuah titik terang sekarang. Dan sebuah rencana telah siap dijalankan. Naruto masuk kedalam toilet. Dimana sang pembicara itu berada.

"Hey. Ini kamar mandi khusus guru." seorang wanita berambut merah marun menegur Naruto.

"Eh? gomen, Sensei. Aku tidak tahu. Maafkan aku. Aku anak baru." Naruto memberi alasan.

"Baiklah. Siapa namau?" wanita itu bertanya kepada Naruto.

"Nama saya adalah Uzumaki Tsukiko." Naruto tersenyum kearah wanita itu.

"Aku adalah Karin. Guru biologi." Karin sedikit membenarkan kaca matanya. Otak Naruto berputar. Dia ingat data yang ada dimejanya. Karin adalah seorang guru biologi yang sangat suka dipuji. Penampilannya selalu menor dan dia adalah seorang guru yang sangat genit. Di kelas dia akan selalu mendekati anak cowok yang menurutnya tampan. Bahkan jika anak cowok itu begitu tampan. Dia tidak segan-segan untuk mengencani anak itu. walaupun semuanya ditolak. Dan itu sedikit memberikan sebuah rencana bagi Naruto.

"Sensei. Kaca mata anda sangat bagus. Apa aku boleh melihatnya." kata Naruto berbohong.

"Hahahahaha. Tentu saja, aku membeli ini diluar negeri." kata Karin dengan bangganya. Karin kemudian mencopot kaca mata itu dan menyerahkannya kepada Naruto. Tidak ada rasa curiga sedikitpun dipikirannya. Karena dia menyangka Naruto benar-benar kagum kepadanya. Ditambah lagi Naruto menggunakan kaca mata. Sehingga itu semakin menambah kepercayaan Karin. Tanpa sepengetahuan Karin. Naruto memasang salah satu chip di kaca mata Karin. Tidak disangka itu sangat mudah. Setelah memasangnya Naruto menyerahkannya kembali kepada Karin.

"Aku sangat iri kepada sensei." kata Naruto dengan nada sedikit bersedih. Setelah itu Naruto meninggalkan Karin yang tertawa puas. Naruto keluar dari sana dengan seringai yang terukir jelas dibibirnya.

"Kau sangat aneh Tsukiko." Sebuah suara mengejutkan Naruto.

"Sa-Yakushi. Apa yang kau lakukan disini?" Naruto hampir saja memanggil Sasuke dengan nama Sasuke. Mata Sasuke sedikit menyipit. Tapi dia membuang jauh-jauh satu suku kata yang tadi didengarnya dari bibir Naruto.

"Aku hanya sedang lewat saja." Sasuke memasukkan tangannya kesaku celananya dan pergi.

"Heh! Kau kira aku tidak tau. Kau juga sudah mendapatkan sedikit titik terang, Sasuke." Naruto berkata sangat pelan dan pergi berlawanan arah dengan Sasuke. Naruto masuk kedalam kelasnya. Dia lupa. Dia belum berkenalan dengan satu orangpun disini. Kecuali Sakura tentunya.

"Tsukiko. Ayo kesini, akan ku kenalkan semua anak cewek yang ada disini." kata Sakura menatap Naruto yang baru saja datang.

Narutopun segera menghampiri Sakura. Dia dikenalkan dengan beberapa anak cewek disana. Tapi tidak itu saja. Banyak anak cowok juga yang ingin berkenalan dengannya. Naruto kembali duduk di kursi setelah acara pengenalan itu selesai. Dia sedikit menyentuh frame kaca matanya. Dan bayangan dalam kaca matanya berubah. Berubah menjadi letak dimana Karin berada. Bahkan suaranya dapat terdengar jelas. tapi... tentu saja, hanya Naruto yang dapat melihat dan mendengar itu. Naruto mengamati letak Karin.

"Eh?" Naruto bergumam sendiri.

Naruto dapat melihat Karin sedang mendekati titik lainnya. Itu adalah titik Dari Sasuke. Naruto berpikir sejenak. Sejak kapan dia menempelkan chip itu kepada Sasuke. Naruto menutup matanya sebentar sebelum matanya kembali berkedut. 'tidak mungkin. Mana mungkin chip itu masih ada dikepalanya aku menempelkan chip itu 5 tahun yang lalu. Apakah chip itu benar-benar bertahan disana?' batin Naruto.

Di tempat Shikamaru

"Hn." Shikamaru sedikit mengigau.

Ya, yang menempel itu adalah Shikamaru. Dia mempunyai chip yang sama. Itu semua didapatkannya dari Naruto. Agar dia bisa langsung menempelkannya kepada orang yang dicurigainya. Dan Shikamaru agak mencurigai Yakushi. Tapi pada saat dia ingin mengatakannya. Naruto memberitahu bahwa Yakushi adalah Sasuke.

Back to Naruto

Muncul siku-siku diwajah Naruto ketika dia mendengar Karin merayu Sasuke. dan ditambah parah dengan sikap Sasuke yang tidak peduli. Sasuke memang tidak meladeninya. Tapi Naruto tau. Jika Karin memintanya berkencan. Sasuke akan setuju. Karena Sasuke juga memerlukan informasi tentang Orochimaru.

"Maukah kau berkencan denganku, pulang sekolah?" terdengar suara Karin yang sedikit dibuat-buat.

"Tentu saja." Sasuke menjawab dengan enteng.

DUAK!

Kepala Naruto langsung jatuh membentur meja. Semua teman-temannya menatap dirinya. Naruto mengangkat kepalanya dan menatap teman kelasnya.

"Hehehehe. Maaf. Aku hanya tertidur." kata Naruto sambil menggaruk kepala bagian belakangnya.

Naruto kembali mengamati Sasuke. itu memang sudah diperkirakan. Tetapi Naruto masih saja terkejut dengan itu semua. setelah mengamati semuanya. Naruto menonaktifkan kaca matanya. Karena dia sudah cukup jelas dengan semuanya. Naruto ingin menutup matanya sebelum dia melihat Gaara melewati kelasnya.

"AAAAaaa….." semua anak berteriak melihat Gaara. Dan itu membuat Gaara menoleh dan tanpa sengaja mata Naruto dan mata Gaara bertemu. Tapi Naruto segera menghentikan acara pandang-memandang mata itu. Gaara sedikit mengangkat sudut bibirnya dan kembali berlalu. Sebuah aura hitam keluar dari tubuh seorang cowok yang ada dipintu. Dia adalah Sasuke. Ternyata dia sudah kembali. Melihat Tsukiko dan Gaara berpandangan membuat hatinya panas. Apalagi dia dapat melihat wajah Tsukiko sedikit memerah. Sasuke juga tidak tau mengapa itu bisa terjadi. Tetapi yang dia rasakan adalah dia benar-benar marah sekarang.

BUK!

Sasuke meninju tembok. Dan seketika tembok itu langsung retak. Semua anak yang ada disana menatap Sasuke dengan pandangan. Hmmmm. Takut. Tapi hanya satu orang yang tidak terkejut. Itu adalah Naruto. Dia malah membuka komik dan membacanya. Membuat dahi Sasuke berkedut. Dia mendekati Naruto dan menggebrak mejanya.

BRAK!

"Ada hubungan apa kau dengan, Gaara?" kata Sasuke marah.

Naruto sedikit terkejut. Mengapa Sasuke begitu peduli dengan Tsukiko. Bahkan dia sangat marah. Seperti dulu pada saat dirinya dicurigai selingkuh dengan Shikamaru. Naruto hanya memandangnya sebentar lalu kembali kekomiknya. Sasuke terlalu menampilkan emosinya sekarang. Tidak seperi dulu yang selalu ditutup dengan wajah stoicnya.

Sasuke memandang geram Naruto. Tetapi dia langsung duduk ditempatnya. Dia kembali mengutuk diriya yang terlalu mengeluarkan banyak emosi dan terlalu perhatian dengan Tsukiko. 'Sebenarnya siapa cewek itu? mengapa aku seperti begitu terikat dengannya.' batin Sasuke. dan tidak beberapa lama senseipun datang dan pelajaran dimulai.

Naruto merapikan bukunya. Dia akan pulang sekarang.

"Tsukiko. Apa sudah selesai?" Shikamaru muncul dari balik pintu.

"Hai. Nii-chan." Naruto tersenyum kepada Shikamaru.

Naruto tidak menyadari. Ada rasa tidak suka yang keluar dari tubuh Sasuke. Naruto hanya segera merapikan semuanya. Karena yang dia tahu. Dia harus mengikuti Sasuke. karena dia tidak ingin tertinggal satu langkah dibelakang Sasuke.

Naruto keluar dari kelas tanpa memberi salam kepada Sasuke. Dia langsung menggandeng Shikamaru menuju mobil. Shikamaru membukakan pintu mobil untuk Naruto. Setelah itu dia masuk dan duduk ditempat pengemudi.

"Ku kira dia masih mencintaimu." Shikamaru menyalakan mesin mobilnya dan sedikit menggoda Naruto.

"Aku tidak peduli dengannya." Naruto memencet frame kaca matanya dan kembali mengaktifkan kaca matanya.

"Ada apa?" kata Shikamaru sedikit penasaran.

"Kita tidak pulang dulu. Kita ikuti Sasuke yang sedang berkencan dengan Karin." Naruto memberitahu Shikamaru.

"Bukannya, kau bilang. Kau tidak peduli?" Shikamaru memandang aneh Naruto.

"Aku bukan ingin mengganggu kencannya dengan Karin. Tapi karena Karin adalah anak buah dari Orochimaru. Dan aku harap kau sedikit berhati-hati. Karena sepertinya Orochimaru mengetahui bahwa kita sedang menyamar disini." Naruto menjelaskan tanpa memandang Shikamaru.

Shikamaru mengendarai mobilnya dan berhenti di gang yang berada disamping sekolah. Naruto mencopot wignya dan menggantinya dengan wig berwarna coklat. Lensanya diganti berwarna hitam. Dan wajahnya sedikit digelapkan. Dia mundur kebelakang menuju kursi belakang. Ditekannya sebuah tombol dibawah kursi tersebut dan munculah sebuah kotak besar yang menutupinya. Dia mengganti bajunya dan setelah itu dia keluar.

"Menjadi laki-laki lagi?" Shikamatu menatap Naruto.

"Ya." kata Naruto kembali duduk disampingnya. Naruto melemparkan sebuah wig kepada shikamaru.

"Ganti wigmu menjadi warna hitam." kata Naruto kepada Shikamaru.

Naruto memencet frame kaca matanya. Dan kaca mata itu berubah menjadi kaca mata hitam. Dan diaturnya jam tangan yang ada ditangan kirinya.

"Ehem. Ehem. Ehem." Naruto mengecek suaranya. Suaranya sekarang lebih berat dan dalam. Sekarang dapat dilihat betapa cool Naruto. Rambut coklat pendek. Wajah sedikit coklat, tangannyapun ikut dimake up. Tapi hanya pergelangan tangannya saja. Karena Naruto sekarang menggunakan jaket. sebuah topi dikepalanya. Jeans dan sepatu sport putih. Jika orang yang pertama kali melihatnya. Dia pasti akan segera terkejut. Dari wanita cantik. Naruto dapat berubah menjadi seorang pria yang cool.

Shikamaru memandang kedepan dan melihat sebuah mobil sport hitam keluar.

"Itu dia. Cepat Shikamaru." Naruto menyuruh Shikamaru cepat. Shikamaru mengangguk.

"Tunggu dulu." Naruto menghentikan Shikamaru yang ingin menjalankan mobilnya. Naruto keluar dengan membawa plat nomor. Dengan segera ditempelkannya plat nomor itu diatas plat nomornya tadi, dengan begitu tidak ada yang mengetahui bahwa mobil itu adalah mobil mereka. dan mereka segera berangkat.

Naruto dan Shikamaru mengikuti mobil itu dari belakang. Dengan jarak yang tidak terlalu jauh dan juga tidak dekat. Mobil Sasuke berhenti disebuah taman. Sasuke turun dan membukakan pintu untuk Karin dan mereka berjalan bersama menuju sebuah tempat duduk dengan Karin yang menggandeng tangan Sasuke. Naruto mengepalkan tangannya. Pemandangan itu sungguh menyakitkan matanya. Tetapi dengan segera dia kembali mengontrol emosinya. Setelah menetralkan semuanya Naruto segera turun dari mobilnya.

"Kau mengawasi dari sini, Ok!" kata Naruto sebelum menutup pintu.

Naruto berjalan dengan sebuah buku ditangannya. Naruto duduk dikursi yang tidak jauh dari Sasuke dan Karin. Dibukannya buku tersebut dan dia juga menekan frame kaca matanya. Dan tugaspun dimulai.

"Yakushi, aku tidak menyangka kau mau berkencan denganku." kata Karin manja.

"Hn." Sasuke berkata dingin. Tetapi itu membuat Karin semakin memujanya. Sasuke mencari ide untuk menanyakan tentang Orochimaru, tetapi dia tidak tau bagaimana mengatakannya.

Naruto mengetahui apa yang ada dipikran Sasuke. dengan segera dirobeknya selembar buku yang dipegangnya dan dilemparkanya kepada Sasuke. Sasuke melihat sebuah kertas jatuh di pangkuannya. Dia melihat kekanan kekiri. Tapi yang dilihatnya hanya seorang pemuda yang sedang membaca sebuah buku. 'mana mungkin pemuda itu yang melemparkannya.' batin Sasuke. Dia melihat isi kertas itu. keberuntungan ada dipihaknya.

"Sungguh kasihan sekali. Anak ini terpisah dari orang tuanya, karena diculik Orochimaru." Sasuke membuka pembicaraan.

"Apa?" Karin melihat kertas yang ada ditangan Sasuke.

"Polisi juga sulit sekali menemukan Orochimaru." kata Sasuke mendekat kearah Karin. Ditaruhnya tangan dipundak Karin.

"Ya-Yakushi." Karin merasakan wajahnya merah.

"Apa kau mempunyai sebuah informasi, Karin." Sasuke langsung to the point.

Naruto mengutuk kebodohan Sasuke yang sangat tidak mahir bernegosiasi. Mana mungkin Karin akan terbujuk sebegitu mudahnya. Naruto menengok kesamping dimana Sasuke dan Karin berada.

BLUSH!

Wajah Naruto merah. Entah apa yang membuatnya merah. Perasaan marahkah? Atau perasaan malu? Tapi sepertinya lebih kearah marah. Dia melihat Sasuke sedang mencium Karin. Ciuman yang menurutnya…. Sangat menjijikan. Tubuh Naruto bergetar. Dia benar-benar tidak sanggup melihat itu semua. air mata sudah menumpuk disudut matanya.

HAP!

Seorang cewek memeluknya dan membenamkan wajah Naruto kebahunya. Dia mencegah Naruto untuk melihat itu semua.

"Shika." Naruto menangis dipundak Shikamaru yang sedang menyamar menjadi cewek.

Flash back

Shikamaru menunggu di mobil. Tetapi dia memiliki firasat yang tidak enak. Dia segera kebelakang mobilnya dan menyamar sebagai wanita. Untungnya Naruto mengajarkan seluruh anak buahnya untuk bisa menyamar menjadi apapun. Dari cewek, cowok, banci hingga menjadi batu. Dan jika penyamaran itu gagal. Mereka akan terus mengikuti pelatihan yang ditangani oleh Naruto langsung.

Shikamaru keluar dari mobil. Rambutnya berwarna pirang panjang. Matanya berwarna hijau. Wajahnya di make up. Menggunakan dress berlengan panjang berwarna cream dipadukan dengan legging berwarna hitam. Sebuah syal melingkar dilehernya. Dan tas kecil berada ditangannya.

"Aku harap, tidak terjadi apa-apa dengan Naruto." Shikamaru masuk kedalam taman.

Tetapi begitu terkejut dirinya keika melihat Sasuke sedang mendekat kearah Karin dan…. Dan Sasuke mencium Karin. Shikamaru segera mencari dimana Naruto berada. Dapat dilihatnya wajah Naruto yang sangat sedih. Walaupun kaca mata hitam itu menutupi matanya. Shikamaru menyadari bahwa Naruto sekarang sedang ingin menangis. Shikamaru segera berjalan kearah Naruto dan dia segera memeluk Naruto.

Flash back off

Sasuke menghentikan ciuman itu dan memandang Karin, meminta jawaban atas apa yang tadi sempat ditanyakannya.

"Yang aku tau. Orochimaru menggunakan anak itu, untuk percobaannya. Dia akan menyuntikan sebuah penyakit ketubuh anak itu dan setelah itu dia membuat penangkalnya. Tidak sedikit dari mereka yang mati." Karin membuka suaranya.

Sasuke terkejut. Begitu pula dengan Naruto. Mata Naruto langsung membulat sempurna mendengar penjelasan Karin. Mereka tidak menyangka ini adalah kasus yang sangat lebih menyeramkan. Ini bukan kasus biasa. Naruto mengusap air matanya. Beruntung sekali dia tidak jadi menonaktifkan kaca matanya.

"Sekarang dia dimana?" Sasuke benar-benar tidak sabar.

"Aku tidak tau. Dia selalu berpindah-pinda tempat." Karin menghela napasnya lalu memandang Sasuke. Sasuke berfikir begitu pula dengan Naruto. Naruto bahkan melupakan kejadian tadi. Dia masih ada dipelukan Shikamaru. Tetapi dia tidak menangis lagi sekarang.

"Seharusnya kau lebih berhati-hati Sasuke. dan aku harap aku mendapatkan pengamanan khusus. Aku tidak ingin mati." Karin menatap sepatunya.

"Kau-kau-kau tau aku adalah Sasuke?" tanya Sasuke. dia terkejut ternyata Karin mengetahui itu semua.

"Kau pikir aku bodoh." Karin menatap sebal Sasuke.

Dret. Dret. Dret

Karin merasakan handphonenya bergetar. Dengan segera dijawabnya telfon tersebut. Karin bangkit dari kursi dan meninggalkan Sasuke. dia berjalan menuju air mancur yang ada didekat mereka.

"Kau penghianat. Kau akan menerima balasannya, Karin."

PET!

Sambungan terputus. Karin terlonjak kaget mendengar suara itu. itu adalah suara dari salah satu anak buah Orochimaru. Karin menatap Sasuke dengan pandangan takut. Karin ingin berteriak kepada Sasuke sebelum….

JLEB!

Sebuah panah tepat mengenai jantung Karin.

BRUK!

Dan Karin jatuh ketanah. Dia sudah tidak bernyawa lagi.

To be continued

Hahahahaha. Akhirnya chapter kedua selesai. Tsuki harap ceritanya memuaskan. Walaupun Tsuki yakin jauh dari sempurna. Hahahaha. Tsuki tunggu reviewnya. ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~