Hahahaha. Kayaknya semua pikiran tsuki lagi ke fanfic ini terus. Setiap dapat inspirasi kesini terus. Ke fanfic MISI. Ok, saatnya membalas review.

Author : Sasuke… bantu Tsuki donk!

Sasuke : hn.

Author : nanti aku belikan satu keranjang tomat. Ok!

Sasuke : baiklah!

: hmp. *menutup mulut*

Author : apa kau ingin tertawa Sasuke?

Sasuke : tidak. Sudah. Sana pergi, kau mengganggu. *tendang author*

: author minta maaf katanya. Kenapa dia memakai titik mulu? Itu karena author nggak suka sama yang koma- koma. Author itu sukanya langsung titik. Katanya kalo orang di rumah sakit ada yang koma, dia bilang 'kenapa ga langsung titik aja sih, kan kasian keluarganya.' Mungkin karena itu author ga suka koma. Tapi author mau memperbaikinya mulai sekarang, dia akan berusaha menggunakan koma. Gaara masih 16 tahun kok, dicerita ini. tinggi Shikamaru itu… hmm… hey author, kau yang jelaskan! Aku tidak mengerti. Emang dibagian mana Shikamaru jadi cewek?

Author : baiklah, tinggi Shikamaru lebih tinggi dari pada Naruto. Soalnya dalam kenyataannya juga begitu. Tamannya lagi sepi pengunjung soalnya mungkin para pengunjung lagi pada ke Mall. Pokoknya taman lagi dalam keadaan sepi. Hehehehe. *jawaban yang sangat tidak kreatif*. Hmm… masalah itu Author juga nggak tau. Berhubung Karin sudah mati dan kita tidak bisa bertanya kepadanya. Tapi Tsuki kira, Karin tidak tau, karena penampilan Naruto terlalu perfect. Tidak apa, Tsuki senang jika ada yang banyak nanya. Arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*. Kau sedang berciuman waktu itu, Sasuke.

CCloveRuki : dalam penyamaran, persembunyian dan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan detektif, Sasuke memang tidak ada apa-apanya. Arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*.

Sasuke : jadi yang bales review siapa nih?

Author : eh iyaya, Sasuke aja deh!

Sasuke : hn.

Rose : ya baguslah kalo dia mati. Tapi aku merasa sedikit bersalah dengan itu. aku memang harus lebih belajar tentang penyamaran. aku bukannya tidak ingin menemukan Naruto, ah… sulit mengatakannya. Dichapter ini akan dibahas kok. Aku akan mengetahuinya dichapter depan, karena sepertinya author telah merencanakannya. Heh! Temari tidak akan cemburu. Karena yang aku tau Temari telah mempercayakan Shikamaru pada Naruto. Gaara belum diceritakan secara mendetail disini, mungkin dichapter-chapter selanjutnya. Arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*.

monkey D eimi : author nari-nari gaje tuh *lempar author pake sendal* Karin adalah tumbal yang author korbankan. *dideathglare author* katanya dichapter depan aku akan segera mengetahui penyamaran Naruto. Kau temanku monkey D eimi, tenang… aku akan kembali padanya. Apa! Kau ingin memiliki Naruto. *deathglare monkey D eimi* Author mengucapkan, Arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*.

Author : Arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*. Arigatou juga Sasuke. *kasih 1 karung tomat ke Sasuke*

DON'T LIKE, DON'T READ!

Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*

Pairing : SasuFemnaru

Warning : TYPO dan OOC tingkat akut, pokoknya kesalahan ada dipenulis.

Namikaze Naruto : 23 tahun

Uzumaki Tsukiko (Naruto) : 16 tahun

Nara Shikamaru (Uzumaki Shirui): 24 tahun

Uchiha Sasuke : 24 tahun

Yakushi kuroi (Sasuke) : 16 tahun

MISI

Naruto menatap Karin dengan tidak percaya. Dengan cepat Naruto melepaskan pelukan Shikamaru dan segera berlari kearah panah itu berasal. 'Dilihat dari kecepatannya tadi setidaknya sekitar 100 meter panah itu berasal.' batin Naruto. Naruto berhenti saat melihat busur panah. Perhitungannya benar. Naruto berjongkok. Dan memegang busur itu dengan sapu tangan. Ditekannya juga kaca matanya. Tetapi disana tidak ada sedikitpun sidik jari. Penggunanya terlalu bersih dalam bertindak. Naruto melihat kesekelilinya. Dan bibirnya tersenyum setelah melihat sebuah goresan di pohon. Naruto berdiri. Dan menyentuh pohon tersebut.

"Pelakunya sekitar 175cm. dan memiliki kemampuan memanah yang sangat mengagumkan." Naruto bergumam sendiri.

"Apa ada kemungkinan dia masih disini?"

Naruto menengok kebelakang dan menemukan Shikamaru.

"Dia pasti sudah pergi. sepertinya dia tidak akan meragukan kemampuannya tentang memanah." Naruto menjelaskan.

"Bagaimana dengan Karin dan Sasuke?" Naruto menatap Shikamaru.

"Seperti yang kau bayangkan. Sebaiknya kita pergi sekarang." Shikamaru memberi pendapat. Dan pendapatnya mendapat persetujuan darinya. Naruto segera berjalan menuju mobilnya sedangkan Shikamaru mengekor dibelakangnya. Shikamaru membukakan pintu mobil untuk Naruto. Dan mereka kembali ke rumah Naruto.

Back to Sasuke

Setelah Sasuke menelfon anak buahnya. Tidak menunggu lama mereka semua datang.

"Selidiki semua." perintah Sasuke kepada anak buahnya. Dia menengok kekanan dan kekiri. Mencari pemuda yang ada disebelahnya tadi. Dia sempat melupakan pemuda itu. Tapi walaupun dia sudah menengok kekiri dan kekanan dia tidak menemukan pemuda itu. Sasuke hanya bisa menghela napas dan menatap kedepan. Ada sedikit rasa bersalah dihatinya, karena Karin mati. Karin mati karena dirinya, karena memberitahu sebuah informasi penting padanya.

"Lapor, Pak. Semua telah diselidiki, kita menemukan busur panah sekitar 100 meter dari arah timur." Seorang polisi memberikan informasi kepada Sasuke.

"Begitu ya. Baik, urusi saja semuanya dan kirim laporannya kemejaku besok." Sasuke menepuk pundak polisi itu dan pergi. dia sangat merasa lelah hari ini.

Back to Naruto

"Terima kasih, Shikmaru. Titip salam untuk Temari dan ini untuk Touru." Naruto memberikan sebuah permen lollipop kepada Shikamaru.

"Hn." Shikamaru menerima permen itu.

Naruto keluar dari mobil Shikamaru dan dia tersenyum mengantar kepergian Shikamaru. Naruto masuk kedalam rumahnya. Hari ini dia ada di rumah yang terletak di sebelah barat. Dia tidak pernah tinggal lebih dari 2 hari di rumahnya. Dia selalu berpindah-pindah. Dari rumah satu ke rumah lainnya. Beruntung sekali Kimimaru menemukan tempat yang tepat waktu itu. Naruto merebahkan dirinya kekasur. Hari ini dia hanya mendapatkan informasi yang sangat sedikit. Tapi dia tau, informasi itu sangat penting. Dari informasi tersebut dapat disimpulkan bahwa Naruto harus cepat menemukan anak-anak itu. sebulum banyak korban yang berjatuhan.

Pagi ini sama dengan pagi kemarin, Naruto masuk bersama Shikamaru. Naruto masuk kedalam kelasnya dengan semangat. Hari ini dia harus mendapatkan informasi yang lebih penting dari yang kemarin. Naruto duduk di kursinya. Tetapi baru saja dia duduk Sakura, Hinata dan Ino sudah menghampirinya.

"Kau tau Karin-sensei, Tsukiko?" tanya Sakura.

"Kemarin katanya dia mati." Ino menambahkan.

"Me-me-menurut informasi, Karin-sensei mati karena kecelakaan." sambung Hinata.

Naruto menatap ketiga temannya itu. 'Mereka benar-benar saling melengkapi.' batinnya.

"Benarkah? Aku baru mengetahuinya." kata Naruto dengan nada yang wajar. Padahal dia mengetahui penyebab kamatian Karin dengan pasti, karena dia berada dilokasi pada saat Karin mati. Dan kecelakaan mungkin hanya alasan yang dibuat-buat untuk menutupi itu semua.

"Tsukiko, kau harus bergabung dengan kelompok kami, kami jamin kau tidak akan menyesal." kata Sakura.

Sakura, Ino dan Hinata menatap wajah Naruto dengan mata yang berbinar. Naruto berpikir sejenak, sebelum akhirnya mengangguk.

"Tentu! Dengan senang hati." Naruto tersenyum kepada ketiga temannya. Tanpa dia sadari dia mengeluarkan senyum tulus andalannya.

DEG!

Senyum itu terlihat oleh seseorang yang berada didekat pintu dan membuat orang itu mematung ditempat. 'Senyum itu.' batin orang itu. orang itu tau dan sangat mengenal senyum itu. senyum yang sangat disukainya, bahkan dia dulu pernah jatuh cinta kepada pemilik senyum itu. sampai sekarangpun dia mengakui, dia masih mencintai pemilik senyum itu. dia mulai menerka-nerka semuanya, tetapi dia tidak berani untuk mengatakannya sekarang. Karena menurutnya, belum ada bukti yang kuat untuk mengatakan itu. Apalagi dia tahu pemilik senyum itu adalah seseorang yang sangat pintar .

"Yakushi, duduklah ditempatmu." Iruka-sensei menyuruh Sasuke untuk segera duduk.

"Hn." Sasuke menjawab dengan sangat malas. Dia segera duduk dikursinya. Tetapi pikirannya tidak bisa fokus dalam pelajaran. Toh! Dia disini bukan untuk belajar. Sampai bel istirahat berbunyi. Dia masih saja memikirkan hal itu.

"Tsukiko, ayo ke kantin!" Sakura menggandeng tangan Naruto.

"Maafkan aku, Sakura. Aku tidak bisa." kata naruto dengan nada menyesal.

Sakura, Ino dan Hinata saling pandang sebentar, sebelum akhirnya mereka mengangguk.

"Ya sudah. Bye, Tsukiko." Ino melambai kearah Naruto. Narutopun hanya bisa tersenyum. Sekarang hanya ada dirinya dan Yakushi di kelas. Naruto bangkit dari kursinya. Dia akan mulai menyelidikinya sekarang, dia tau itu sangat sulit. Tetapi jika dia hanya diam, itu akan lebih merugikan. Naruto mulai berjalan keluar kelas, tetapi sebuah tangan menghentikannya. Itu adalah tangan Sasuke, Sasuke menarik tangan Naruto. 'Hey, apa yang ingin dilakukan oleh Sasuke?' batin Naruto. Sasuke membingkai wajah Naruto dengan tangannya. 'Dia benar Naruto! Tapi, apakah benar dia Naruto?' batin Sasuke ragu.

TAK!

Naruto melepas tangan Sasuke dengan kasar.

"Jangan sembarangan menyentuh wajahku, kau mengerti?" ucap Naruto dengan tegas. Naruto meninggalkan Sasuke yang diam ditempat.

"Heh! Menarik sekali." Sasuke mengelus dagunya dan dia ikut keluar dari kelas, walaupun jalan yang mereka ambil berbeda. Naruto berjalan mengelilingi sekolah. Tetapi tidak ada satupun yang bisa membuatnya mendapatkan informasi tentang Orochimaru. Dan itu sedikit membuatnya kesal. Karena menurutnya penyelidikan misi ini sangatlah lambat. Naruto melihat kedepan dan melihat sesuatu yang ramai di lapangan indoor. Tanpa menunggu waktu dia langsung berjalan kesana. Ternyata sedang diadakan sebuah pertandingan. Dia ikut duduk disana. Sebenarnya bukan untuk melihat tetapi untuk istirahat.

'waktu istirahat dihabiskan dengan bertanding, merepotkan sekali.' Batin Naruto. Naruto kembali konsentrasi dengan pikirannya. Sebenarnya dia tidak ada urusan dengan Orochimaru. Yang dia butuhkan hanya menyelesaikan misi. Menyelamatkan anak dari semua cliennya.

PROK. PROK. PROK.

Naruto agak terkejut dengan suara tepuk tangan itu. padahal dia baru saja duduk, tapi permainan sudah berakhir. Naruto segera bangkit dari kursinya, tetapi ada hal yang membuatnya harus menekan frame kaca matanya. Dizoomnya kaca mata itu kearah pemain dipinggir lapangan yang sedang mengelap bagian belakang lehernya. '3 titik itu' batin Naruto. Dia segera melihat nomor punggung anak itu. '05' batin Naruto lagi. Dia segera pergi dari sana. Dia harap teman-temannya sudah kembali dari kantin.

CKLEK!

Naruto membuka pintu kelasnya dan menemukan ketiga temannya ada disana. Senyum bahagiapun mengembang diwajahnya. Dia segera menghampiri teman-temannya.

"Dari mana saja kau, Tsukiko?" tanya Ino kepada Naruto.

"Aku menonton pertandingan basket." jawab Naruto dengan santai.

"A- a- apa Gaara ikut bermain?" tanya hinata sedikit malu-malu.

"Tidak, tapi… apa kalian kenal dengan seseorang bernomor punggung 05?" tanya Naruto tiba-tiba.

"Jika yang kau maksud Juugo, orang yang selalu menggunakan handban itu, aku kenal dengannya. Hmmm…. Tunggu dulu! Apa kau tertarik dengannya sekarang? Aku menyangka kau tertarik dengan Gaara." jawab Ino histeris.

"Aku tidak tau pasti namanya. Yang kutahu dia bernomor punggung 05. Tapi… sepertinya benar, dia adalah Juugo. Aku sempat melihat namanya sebentar." kata Naruto.'Dan untuk pertanyaan tentang siapa yang lebih menarik hatiku. Tidak ada dari dua orang itu yang membuatku tertarik. Tapi Gaara memang sedikit menarik perhatianku.' Batin Naruto lagi.

"Bisa kau kenalkan aku dengannya?" tanyaku lagi. Sepertinya hari ini Naruto berubah profesi menjadi wartawan. Karena dia selalu bertannya.

"Ayo!" jawab Ino, Sakura dan Hinata.

Mereka berempat segera berjalan menuju kelas Jugoo. Beruntung sekali dia ada didepan kelas. Tetapi sungguh sial bagi Naruto, karena disana ada Sasuke dan Gaara juga. Sakura mendorong Naruto dengan sengaja, dan itu membuat Naruto kehilangan keseimbangan dan jatuh tepat didepan Juugo.

"Aduh…" Naruto menyentuh lututnya yang terasa sakit.

"SAKU-"

"Kau tidak apa-apa?" Juugo memotong perkataan Naruto. Juugo membantu Naruto berdiri. Naruto memegang pergelangan Juugo untuk berdiri.

"Te-te-terima kasih." wajah Naruto sedikit memerah. Ingat itu hanyalah sebuah akting dari Naruto. Tapi ternyata hal itu membuat Sasuke dan Gaara yang berada disana mengeluarkan aura yang tidak baik.

"Aku baru melihatmu." kata Juugo kepada Naruto.

"Umm…. Aku memang anak baru." kata Naruto.

"Aku Juugo." Juugo menjulurkan tangannya.

"Uzumaki Tsukiko." kata Naruto sambil tersenyum kepada Juugo. Sontak membuat wajah Juugo plus dua orang yang ada disampingnya memerah.

"Aku pergi dulu. Senang berkenalan denganmu, Juugo." lagi-lagi Naruto tersenyum. Tapi senyuman yang sekarang memiliki arti. 'Kau terperangkap Juugo.' Batin Naruto.

Flash Back

Naruto kehilangan keseimbangan dan jatuh didepan Juugo.

"Aduh…" Naruto menyentuh lututnya yang terasa sakit.

"SAKU-"

"Kau tidak apa-apa?" Juugo memotong perkataan Naruto. Naruto memasukan tangannya kekantong dan mengambil sebuah chip dari kantongnya. Juugo membantu Naruto berdiri. Naruto memegang pergelangan Juugo. Dan menempelkan chip itu didalam handban Juugo. 'Jika yang kau maksud Juugo, orang yang selalu menggunakan handban itu, aku kenal dengannya.' kata-kata itu terus berputar dikepalanya Naruto. 'Ku harap kali ini informasi yang kudapat lebih baik.' batin Naruto lagi, sebelum akhirnya mereka berkenalan.

Flash Back off

Naruto kembali kekelasnya, tetapi Shikamaru telah menunggunya didepan kelas.

"Sepertinya Shikamaru-sensei, mencarimu." kata Sakura menatap Naruto.

"Kalian duluan saja. Aku ada perlu dengan, Nii-chan." Naruto tersenyum dan semua teman-temannya mengangguk. Mereka meninggalkan mereka berdua. walaupun sekarang mereka masih ditempat yang ramai. Karena bel pelajaran belum berbunyi, mereka tidak peduli dan berani bicara blak-blakan.

"Hari ini ada pesta topeng disalah satu clien yang dulu pernah kau tangani kasusnya. Dia ingin kau datang, dan ku harap begitu." Shikamaru menggaruk bagian belakangnya.

"Baiklah."kata Naruto santai.

Mata Shikamaru sedikit terbelalak dengan jawaban Naruto. Baru kali ini Naruto bersedia ikut kepesta, biasanya dia selalu menolak jika diajak ke tempat yang ramai.

"Aku pergi sendiri. Masalah tempatnya, aku minta kau kirim ke nomerku." kata Naruto kepada Shikamaru yang masih shock.

'Sepertinya aku harus sedikit bersenang-senang malam ini.' batin Naruto.

Naruto sekarang berada dirumah sebelah utara. Dia sedang menatap pantulan dirinya dicermin. Dia mulai menilai dirinya yang terlihat sangat anggun dan mempesona. Gaun berwarna kuning pucat, rambutnya digelung dan hanya menyisakan sedikit rambut disampingnya yang dimaksudkan untuk membingkai wajahnya, anting-anting panjang, gelang secukupnya, kalung berliontin N, sebuah cincin, sepatu hak berwarna perak dan tidak dilupakan, topeng berwarna biru muda. Dia benar-benar merasa sangat cantik sekarang. Dan dengan segera dia keluar dan menuju depan rumahnya, dimana sang supir telah menunggunya.

"Anda sangat cantik, Nona!" sang supir memuji kecantikan Naruto. Naruto hanya bisa tertawa kecil dan masuk kedalam mobil setelah sang supir tersebut membukakan pintu mobilnya untuk Naruto.

Naruto menikmati perjalanannya hingga dia sampai dipesta. Dia sangat senang, jika dia bisa berada disana. Karena dia dapat melihat banyak cliennya disana.

"Kau datang juga, Naruto." Temari menepuk pundak Naruto.

"Ya, hanya untuk refreshing. Jangan lupa, untuk tugas kita juga!" kata Naruto. Dia juga dapat melihat Shikamaru berada dibelakang Temari. Setelah sedikit berbincang, Temari dan Shikamaru meninggalkan Naruto.

Naruto berdiri disalah satu pojok ruangan. Sebenarnya dia disini bukan untuk berpesta. Tetapi dia ingin mencari informasi. Pesta adalah tempat yang tepat untuk mencari informasi, dia berharap dia bisa mendapatkan sebuah informan baru. Dan disini tidak hanya Naruto yang menyelidiki tetapi semua mata-matanya juga sama, dia saling terhubung dengan topeng yang mereka gunakan. Topeng itu bisa membantu mereka berkomunikasi.

"Apa semua siap? Aku harap kalian bisa mencarinya dengan jeli. Awasi juga setiap dokter dan pemilik rumah sakit. Kalian mengerti?" kata Naruto sedikit tegas.

"Baik!"jawab mereka serempak.

Naruto mengambil sebuah minuman dari pelayan yang kebetulan lewat didepannya dan dia bersandar ditembok, mengawasi setiap orang dan mengawasi setiap mata-matanya.

"Kau ternyata datang juga, Naruto." sebuah suara membuatnya sedikit terkejut. Naruto menengok kesamping dan menemukan Sasuke. 'Sepertinya hari ini akan sial.'batin Naruto.

"Well, like you see." Naruto menatap Sasuke tajam dan Sasuke membalasnya dengan menyeringai. Naruto dapat melihat penampilan suaminya sekarang. Sama seperti dulu, dia selalu saja cool. Sasuke menggunakan tuxedo berwarna hitam dengan kemeja putih didalamnya, dan sebuah topeng berwarna hitam. Tapi pandangan Naruto tersita oleh cincin yang ada ditangan Sasuke.

"Huh! Masih menggunakannya ya?"kata Naruto sedikit meremehkan.

"Bukankah kau juga sama."kata Sasuke ikut bersandar ditembok.

"Ini hanya untuk formalitas, sudah lama sekali. 2 tahun bukan?" Naruto meminum sedikit minumannya.

"Ya, dan aku yakin pekerjaanmu sekarang sudah sangat berkembang." Sasuke menatap Naruto.

"Tentu, pekerjaanku memang sangat berkembang. Owh ya, aku hampir lupa. Aku ucapkan selamat, kau telah diangkat menjadi ketua polisi. hahahaha"kata Naruto dengan tawa yang sangat garing. Sasuke menatap Naruto dengan tatapan sedikit tidak percaya.

"Sebenarnya, selama ini aku menunggu surat ceraimu."kata Naruto lagi.

"Memang siapa yang ingin bercerai?"kata Sasuke kepada Naruto.

"Bukankah kau tidak mencariku sama sekali? sampai sekarang aku masih merasakan tamparanmu, loh! Tamparan yang tak akan ku lupakan dan ku kira kau telah melupakanku." Naruto berbicara dengan santai, tetapi sangat tajam.

"Aku selalu dan selalu mencarimu, Naruto. Aku benar-benar sangat menyesal menamparmu, aku mencarimu berkali-kali tapi kau tidak juga ditemukan. Aku mencoba mengerahkan semua anak buahku, walaupun jumlahnya tidak cukup besar waktu itu. Sebenarnya kau mempunyai berapa rumah? Aku mencari disetiap tempat, tetapi kau selalu tidak ada dan aku salut kepada seluruh pelayan yang ada di rumahmu, mereka sangat setia. Dan sebenarnya sampai sekarang aku masih tetap mencarimu, walaupun aku sedang mengejar seorang buronan sekarang. Tapi ternyata, dengan banyaknya anak buahpun aku tidak bisa mencarimu. Aku sangat beruntung menemukanmu disini." kata Sasuke menatap Naruto.

"aku tidak peduli."kata Naruto pergi dari Sasuke. Tetapi tangannya dicengkram Sasuke. Naruto menatap tajam Sasuke.

"Jika kau tidak melepaskan, aku akan berteriak!"kata Naruto mengancam.

"Lakukan saja, kau tau Naruto? Kita itu masih menikah dan kita masih terikat." Sasuke berbisik kearah Naruto. Naruto meremas gelasnya hingga terjadi retakan kecil digelasnya. Sasuke yang melihat ekspresi Naruto, makin ingin menjahili Naruto. Karena menurutnya wajah marah Naruto itu sangat mempesona. Sasuke mendekatkan wajahnya ke Naruto dan mengecup lembut pipi Naruto. Naruto melepas cengkraman Sasuke.

BUGH!

Naruto memukul wajah Sasuke dan tanpa disadari semua orang, gelas itu telah berada dinampan seorang pelayan yang sempat lewat dibelakang Naruto.

"Ugh! Ternyata kau semakin kuat saja, Naruto." Sasuke menghapus darah yang ada disudut bibirnya. Dan seringai muncul diwajahnya.

"Heh! Berhenti menggangguku!" Naruto melangkah pergi, tetapi lagi-lagi langkahnya terheti karena Sasuke menarik tangannya. Dan tarikan itu menyebabkan Naruto masuk kedalam pelukan Sasuke.

"Maafkan aku! Aku mohon, maafkan aku! Aku benar-benar menyesal. Aku minta maaf. Aku sangat mencintaimu, Naruto. Ku mohon kembalilah!" Sasuke memeluk Naruto erat.

Naruto ingin membalas pelukan itu, tapi itu tidak bisa dilakukannya, bayangan masa lalu masih menyelimuti pikirannya. Dia tidak bisa membalas pelukan itu, walaupun dalam kenyataanya Naruto masih sangat merindukan Sasuke.

"Mungkin tidak sekarang." Naruto melepaskan pelukan itu.

"Tapi, Naruto." Sasuke menatap Naruto. Naruto membalas ucapan Sasuke dengan pandangan matanya. Pandangan matanya menyiratkan 'kau harus mengerti, Sasuke. ini tidak mudah.' Sasuke terdiam sesaat.

"Baik, tapi jika berdansa, tidak apakan?" Sasuke tersenyum kepada Naruto. Naruto sangat senang dengan senyum itu. senyum yang hanya ditunjukan Sasuke untuk dirinya. Hanya untuk dirinya seorang.

"Aku akan membuatmu jatuh cinta kembali padaku, Naruto. Dan kembali lagi kepelukanku, sama seperti 2 tahun yang lalu." kata Sasuke menarik tangan Naruto menuju tengah ruangan, temat dimana semua orang berdansa. Naruto tersenyum melihat tingkah laku Sasuke, yang terlihat sangat kekanak-kanakan. 'Kau tahu, Sasuke? aku akan selalu jatuh cinta kepadamu. Sampai kapanpun akan selalu sama. Akan selalu jatuh cinta kepadamu.' batin Naruto. Dan Naruto memulai acara berdansanya dengan Sasuke.

To be continued

Hahahaha. Chapter 3 selesai. Hehehehehe. Tsuki nggak nyangka bakal selama ini. ini semua karena Tsuki sekarang sering disibukan dengan pekerjaan sekolah. Tsuki minta maaf atas keterlambatannya. Hehehehe. Ok. Tsuki hanya bisa berharap. Tsuki tunggu reviewnya. ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~