Tsuki bawa chapter 5, hahahaha. Setelah mempublish 2 cerita Tsuki yang lain, sekarang saatnya MISI untuk dipublish. Maaf telah membuat kalian menunggu. Tsuki lagi mengistirahatkan otak sebentar. Soalnya mid semester mengharuskan Tsuki untuk tidak membuat cerita. Hehehe kebanyakan curcol nih. Balas review aja deh.
kurohitsutoru : arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan* aduh… terbang melayang nih. *nyangkut dipohon*
Sypudth cuwidt : arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan* ngomong apa aja boleh kok, yang penting bagus. Hahahahaha. *PLAK!*
monkey D eimi : arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan* yupz, Sasuke harus tau supaya romantisnya dapet. Xixixixixi. Sasuke pasti sangat bahagia. Iya nih, nanti mau dibikin duel. Tapi bukan Orochimaru yang duel secara langsung. Tapi… *Dibekep sama seseorang* Orochimaru tertawa dengan semua hal. Sesungguhnya Naruto juga sedikit dipermainkan disini. Tanpa Naruto tidak menyadari itu. Naruto akan berusaha keras, sangat keras dengan dibantu para mata-matanya yang lain. Boleh. Boleh. Boleh. Tsuki terima dengan baik. Tsuki lagi suka kata gila sama gelo, jadinya gini deh. hehehehehe
natsuki-riri : arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*duh.. Tsuki bahagia banyak yang suka. Berhubung Shikamaru ada disana, Sasuke tahu juga kok bahwa gurunya itu adalah Shikamaru. Ok. Tsuki cari suasana yang buat Sasuke OOC lagi deh.
Wulan-chan : xixixixixixixixi. arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*
Apdian Laruku : xixixixi, Tsuki buat Sasuke OOC banget. Sekali-kali harus diperlihatkan bagaimana ke-OOC an Sasuke. arigatou. Arigatou. Arigatou *membungkukan badan*
Ok, balas review selesai….
Happy reading!
DON'T LIKE, DON'T READ!
Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*
Pairing : SasuFemnaru
Warning : TYPO dan OOC tingkat akut, pokoknya kesalahan ada dipenulis.
Namikaze Naruto : 23 tahun
Uzumaki Tsukiko (Naruto) : 16 tahun
Nara Shikamaru (Uzumaki Shirui): 24 tahun
Uchiha Sasuke : 24 tahun
Yakushi kuroi (Sasuke) : 16 tahun
MISI
.DRET
Naruto mengambil handphone yang ada disakunya. 'Kiba?' batin Naruto. Dengan segera dijawabnya telfon itu.
"Apa kau menemukan info yang sangat penting?" Naruto berjalan menuju kamar mandi. Dia tidak ingin ada yang menguping tentang pembicaraannya.
"Baiklah. Sore ini kita akan mengikuti mereka pergi. dan aku harap info yang kau berikan benar." Naruto menutup hpnya. Dia segera keluar dari sana. Naruto membuat sebuah pesan untuk para mata-matanya. Untuk berkumpul disalah satu rumahnya. Naruto menyeringai dan segera masuk kedalam kelas.
"Dari mana saja kau, Tsuki? Bel akan berbunyi sebentar lagi." Sakura duduk dimeja Naruto.
"Ehmm… tidak ada apa-apa. Aku dari kamar mandi." kata Naruto menatap Sakura.
"Te-te-teman-teman kalian dengar? Orochimaru semakin membuat ulah sekarang. aku harap polisi segera menemukan dimana Orochimaru. Kasihan sekali anak-anak yang diculik olehnya." Hinata menunduk sedih karena salah satu saudaranya menjadi korban penculikan itu.
"Tenang Hinata. Sepupumu akan segera ditemukan. Bukankah kepala polisi dan detektif terkenal Naruto ikut menangani ini." Ino menepuk-nepuk punggung Hinata. Naruto yang merasa dirinya disebut sedikit merasakan hal yang tidak enak.
"Mereka berdua, kepala polisi dan Detektif terkenal itu sebenarnya adalah suami istri bukan?" Sakura menatap Naruto. Naruto segera mengalihkan pandangannya, dan dia memilih untuk menatap sepatunya.
"Ya. Menurut gossip mereka belum berpisah. Aku ingin sekali melihat mereka bersama. Kepala polisi kita adalah Uchiha Sasuke. kepala polisi yang cool, beribawa, tampan dan bagaikan seorang pangeran." Ino membayangkan Sasuke.
"Si detektif terkenal alias Uchiha Naruto. Seorang wanita yang sangat cantik, anggun, misterius dan tangguh. Tapi aku dengar dia seseorang yang sangat membenci keramaian. Tapi dia orang yang sangat cantik layaknya seorang putri." Sakura membayangkan Naruto.
"Ji-ji-jika mereka disatukan. Mereka akan membentuk sebuah keluarga yang bahagia selamanya. Aku harap cerita cinta mereka seperti dalam dongeng." Hinata menbayangkan Naruto dan Sasuke bersatu.
"Happy ever after." Kata mereka bertiga bersamaan. Tiba-tiba muncul background sebuah kastil dengan guguran bunga sakura dibelakang mereka. Naruto dapat melihat dirinya dan Sasuke sedang saling pandang dan berpegangan tangan. Dirinya dan Sasuke tersenyum satu sama lain. Naruto merasakan perutnya seperti dibolak-balik. Sekarang dia ingin sekali muntah karena dia merasa pusing dan mual.
Naruto menatap ketiga temannya dengan pandangan yang sangat aneh. Bahkan dia tidak bisa berkata apa-apa karena semua yang dikatakan oleh mereka sangatlah konyol. Mukanya pucat pasi karena menahan mual. Yang dibicarakan ketiga temannya menurutnya tidak masuk akal. 'Beginikah pandangan cerita cinta anak SMA?' batin Naruto. Tubuh Naruto merinding jika membayangkan hal itu benar-benar terjadi. Untuk saat ini dia tidak ingin bertemu atau mengingat Sasuke.
'AKU MEMANG GILA! GILA KARENA CINTAMU DAN GILA KARENA DIRIMU! KAU YANG MEMBUATKU GILA, NARUTO!' kata-kata itu tiba-tiba kembali datang dipikiran Naruto.
GUBRAK!
Naruto pingsan. Dia tidak bisa menahan rasa mual dan rasa pening yang bertambah berpuluh-puluh kali lipat setelah mendengar apa yang dikatakan oleh teman-temannya tadi.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
"Ngh." Naruto terbangun dan memegang kepalanya.
"Kau sudah bangun." seseorang berkata dari samping Naruto. Naruto menengok kesamping dan menemukan Juugo. Naruto langsung membelalakan matanya dan membenarkan posisinya dalam keadaan duduk.
"Juu-juu-juugo. Kenapa kau disini?" Naruto sedikit heran.
"Aku tidak sengaja melewati kelasmu pada saat kau pingsan. Dan berhubung aku yang menjaga UKS hari ini. aku memutuskan untuk membawamu kesini." Juugo tersenyum kearah Naruto.
"Kau menjaga UKS?" tanya Naruto.
"Aku memang sering menjaga UKS. Aku yang meminta itu kepada Sakon, karena aku ingin menjadi seorang dokter nanti." Wajah Juugo berubah merah. Naruto tersenyum kearah Juugo. Dia sangat bangga kepada Juugo. Tapi yang sedikit Naruto sesalkan. Mengapa Juugo bisa bergabung dengan Orochimaru.
"Juugo? Bolehkah aku bertanya?" Naruto memegang sebelah wajah Juugo dengan tangannya. Awalnya Juugo terkejut kemudan dia tersenyum dan duduk disamping ranjang Naruto.
"Aku akan menjawabnya." Juugo menggenggam tangan Naruto dengan hangat.
"Tanda 3 titik yang ada dibelakang lehermu itu. apakah itu dari seseorang atau bekas luka yang kau terima akibat kecelakaan?" Naruto berkata dengan sangat tidak enak. Juugo telah menolongnya tetapi dia malah bertanya sesuatu hal yang mungkin bisa membuatnya sakit atau marah.
"Ini diberikan oleh guruku. Kami sering bertemu 1 bulan sekali. Dia adalah seorang guru yang sangat hebat. Tapi sayang sekali aku tidak pernah melihat wajah aslinya karena dia selalu memakai topeng pada saat menemuiku." Juugo berkata sambil melepaskan genggamannya. Dia tersenyum lembut kearah Naruto. Naruto semakin tidak enak menjadikan Juugo sasarannya, tapi misi tetaplah misi. Sebaik apapun Juugo dia harus mengedepankan kehidupan para anak kecil yang diculik oleh Orochimaru. Naruto tertawa dalam hati. Dia sedikit mendapatkan sebuah petunjuk dan dengan dirinya bersama Juugo dia yakin dia bisa bertemu dengan Orochimaru. Dan pada saat itu terjadi, itu adalah akhir dari kehidupan Orochimaru yang menurutnya sangat kejam.
"Kapan kau berniat menemuinya?" tanya Naruto sebelum juugo pergi meninggalkannya.
"Ku kira lusa adalah jadwalku bertemu dengannya. Aku mempunyai sebuah informasi penting." Juugo tersenyum lagi kepada Naruto lalu dia pergi meninggalkan Naruto sendiri di UKS, dia ingin masuk ke kelas karena ada ulangan. Naruto menghela napas.
"Hahahahahahaha" Naruto tertawa puas. Dia sangat bahagia karena satu-persatu petunjuk bermunculan.
"Well, well, well. Seorang Uchiha Naruto sekarang sudah menggunakan segala cara untuk mendapatkan informasi ya?" seseorang berkata dari balik tirai.
"Kau fikir siapa yang lebih dulu melakukan itu. dan bagaimana kau bisa disini? Sasuke." Naruto bangkit dari ranjangnya dan menarik tirai dengan cepat. tapi yang dia lihat hanyalah sebuah microfon kecil. Naruto menyeringai, Sasuke telah menguping pembicaraannya, dia yakin Sasuke menaruh alat pengintai ditubuhnya. Naruto memejamkan matanya mencoba untuk konsentrasi. Tidak boleh ada satu chippun ditubuhnya. Dia seorang detektif dan ditektif itu selalu sempurna dalam penyamaran.
Naruto membuka matanya dan mencoba mengingat-ngingat dimana saja tempat yang telah disentuh oleh Sasuke. mulai dari pesta hingga di atap sekolah. Dan matanya menuju kalung yang dipakainya. 'Selalu saja menganggapku remeh.' batin Naruto. Kemudian Naruto mencopot kalungnya dan mengambil liontin itu. dicelupkan liontin itu kedalam gelas lalu digenggamnya liontin itu. dan seringai penuh kemenangan muncul dibibir Naruto. Tidak akan dia biarkan satu orangpun menganggu permainannya dan mengganggu misinya. Karena menurutnya misi adalah sebuah pemainan yang menghasilkan pemenang. Dan jika dia kalah, dia tidak mau kalah. Naruto mempunyai seorang tokoh anime yang sangat dikaguminya. Seorang ditektif yang menurutnya sangat mengagumkan. 'L' . hanya satu huruf itu yang ada dipikirannya. Dan prinsipnya terinspirasi dari tokoh anime 'L' itu.
"Pertama, aku tidak pernah kalah. Kedua, jika aku kalah, aku tidak pernah kalah. Ketiga, jika aku kalah kembali kenomer satu dan dua." Kata Naruto pelan lalu dia menyeringai. Dia akan kembali kekelasnya dan dia akan benar-benar mengurusi misinya dengan sangat intensif, berhubung Orochimaru telah menyalakan api pertarungan. Dan dia sangat tidak senang kalah, dikalahkan dan mengalah. Karena menurutnya seseorang yang kalah dalam permainan atau pertarungan itu adalah seorang loser dan seorang pecundang sejati. Dia tidak akan membiarkan dirinya menjadi seorang loser dan pecundang karena dia adalah seorang winner.
"Xixixixixi." Naruto terkikik lalu langsung kembali ke kelasnya. Naruto berjalan dengan perasaan yang gembira. Setidaknya rencananya untuk mengikuti Tayuya tidak diketahui oleh Sasuke. dia mungkin akan bekerja sama saat menangkap Orochimaru, dia juga akhirnya akan membantu para pihak polisi. Tapi dia hanya ingin polisi juga mengerahkan seluruh kemampuannya.
CKLEK!
Naruto masuk kedalam kelasnya.
"Maafkan saya terlambat, Sensei." Naruto sedikit membungkukan badannya.
"Silahkan duduk. Kau sudah baik, Tsuki?" Kurenai-sensei bertanya kepada Naruto. Naruto mengangguk lalu duduk dikursinya. Semua temannya menatapnya khawatir, tapi Naruto menatap mereka satu persatu lalu mengangguk. Menyatakan bahwa dirinya baik-baik saja.
"Hanya memikirkan kita bersatu saja membuatmu pingsan." Sasuke sedikit mencondongkan tubuhnya kebelakang.
"Duduklah seperti semula atau kau akan menyesal." Naruto membuka bukunya.
"Sebagai imbalannya aku antar kau pulang." Sasuke duduk seperti biasa. Naruto membaca bukunya dan memijat sebentar kepalanya.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Sasuke menarik Naruto ke mobilnya. Padahal Naruto tidak menyetujui sama seklai tentang rencana Sasuke yang ingin mengatarnya pulang. Tapi dengan seenak jidatnya, Sasuke menarik Naruto setelah Naruto keluar dari pintu. Naruto hanya bisa menggembungkan pipinya bertanda kesal. Naruto masuk kedalam mobil Sasuke dan Sasuke mengendarai mobil itu.
"Pulangkan aku ke rumahku yang tadi malam." Kata Naruto sambil menyilangkan tangannya.
"Aku ingin mengetahui rumahmu yang lain." Sasuke menengok Naruto sebentar sebelum kembali berkonsentrasi dengan jalan yang ada didepan.
"Terserah aku donk! Dan cukup satu rumah yang kau ketahui tidak perlu semuanya tahu." Naruto mengalihkan pandangannya kejendela. Dia berfikir sejenak. Mereka akan melakukan pengintaian kepada Tayuya. Dia yakin Sasuke akan sulit sekali disuruh untuk pulang, dia pasti ingin berlama-lama di rumahnya sedangkan sekarang sudah jam 3 dan mereka berencana berkumpul di rumah Naruto sebelah timur laut jam 4. Waktu yang dibutuhkan dari rumahnya sekarang adalah 30 menit. Jika dia bisa mengusir Sasuke setelah Sasuke 15 menit dirumahnya dia bisa datang tepat waktu. Tetapi dia tidak akan bisa memberikan pengarahan tentang pengintaian ini. walaupun pengintaian adalah hal yang sering mereka lakukan, tapi mereka juga perlu persiapan.
Naruto memandang Sasuke sebentar. Dia menerka akan seperti apakah nanti. Tapi dari raut wajahnya seperinya Sasuke akan pulang cepat. Dia pasti akan mengadakan rapat setelah mengatarnya pulang. Raut wajah Sasuke sedikit tegang, menandakan bahwa dia sedang berfikir. Mungkin Sasuke sedang memikirkan untuk acara lusa. Beruntung juga membuat Sasuke tahu tentang acara Juugo yang akan bertemu dengan Orochimaru lusa. Naruto tersenyum.
"Hey, Naruto! Kau sudah jatuh cinta pada ketampananku lagi ya?" Sasuke menyeringai.
"Tak akan jatuh dua kali dalam lubang yang sama." Naruto mencopot wig dan lensa matanya.
"Kau lebih cantik seperti ini. karena dengan berpenampilan seperti ini, kau adalah Uchiha Naruto." Sasuke menarik wignya juga.
"Kita suami istri sekarang." Sasuke bertambah menyeringai.
TAK!
Naruto memukul bagian belakang kepala Sasuke.
"Itu hanya mimpi. Kau tahu!" kata Naruto kepada Sasuke yang sedang mengelus bagian belakang kepalanya.
Naruto menatap kedepan dan dia dapat melihat rumahnya. Mobil sedan berwarna putih berhenti dengan mulus dan tepat didepan gerbang rumah Naruto. Sasuke segera turun dan membukakan pintu untuk Naruto.
"Sama-sama." kata Sasuke kepada Naruto.
"Aku belum berterima kasih." kata Naruto dengan wajah datar.
"Aku anggap sudah." Sasuke menutup pintu mobilnya.
"Sudah sana pulang." Naruto mengusir Sasuke.
"Iya aku tau. Jangan ceroboh ya… aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu."
CUP
Sasuke mencium kening Naruto lalu masuk kedalam mobilnya. Sasuke menurunkan kaca mobilnya sebentar.
"Baik-baik dirumah ya." Sasuke melambaikan tangannya lalu pergi.
Naruto mematung ditempat. Sasuke sudah 2 kali menciumnya walaupun ditempat yang berbeda. Naruto mengepalkan tangannya dan siku-siku muncul didahinya.
BRAK!
Naruto memukul tembok yang ada disampingnya sampai retak. lalu dia segera masuk kedalam rumah. Dia akan segera ganti baju dan segera pergi menuju rumahnya.
Naruto keluar dari kamar menggunakan jaket berwarna coklat dan menggunakan topi. Dia akan segera pergi sekarang.
"Anda akan pergi, Nona?" tanya kepala pelayan kepada Naruto.
"Ya, jaga rumah baik-baik." Kata Naruto yang langsung masuk kedalam salah satu mobil yang terparkir digarasinya. Sebuah mobil ferari berwarna hitam. Tapi dia akan segera mengganti mobil itu setelah sampai di rumahnya. Naruto membuka kaca mobilnya.
"Aku percaya padamu." Kata Naruto kepada kepala pelayannya.
"Terima kasih." pelayan itu membungkuk hormat kepada Naruto. Dan Naruto segera mengemudikan mobilnya menuju rumahnya yang lain.
Sesampainya disana ternyata semua telah berkumpul. Naruto memakirkan mobilnya dan segera keluar. dibukanya topinya dan ditatapnya semuanya.
"Apa kabar semuanya?" tanya Naruto sambil berjalan menuju mata-matanya, tapi sesungguhnya Naruto tidak membutuhkan jawaban dari mata-matanya itu. karena pandangan mata sudahlah cukup.
"Aku tidak akan berlama-lama menjelaskan. Gunakan mobil yang banyak digunakan disini, jangan menggunakan mobil kalian karena mobil kalian mungkin sudah memiliki ciri-ciri yang mereka ketahui. Gunakan mobil dirumah ini. aku kira 5 mobil ada dirumah ini. disini terdapat berbagai mobil, seperti sedan dan jazz. Aku yakin kalian mengerti mengapa harus menggunkan mobil itu. dan seperti biasa mobil dilengkapi dengan chip yang akan menuntun kita pada saat pergantian posisi. Didalam mobil juga terdapat 5 plat nomer, 5 wig dengan berbagai warna dan bentuk, baju, jam tangan, topi dan aksesoris mobil. Kalian harus mengganti apapun seperti yang disediakan dimobil. Setiap pergantian pengawasan sekiranya kalian bisa mempunyai banyak waktu untuk mengganti itu semua. kita berganti setiap lampu merah. Dengan adanya chip disetiap mobil akan memudahkan kita untuk mengetahui dimana letak kita berada. Dan chip itu berbentuk nomer yang disembunyikan dibawah mobil. Ingat, kita berjalan sesuai dengan urutan. Atau bahkan untuk menipu mata, kita kadang bisa sejalan atau berselisihan. Kita bisa berkomunikasi dengan menekan tobol hitam yang ada di dekat setir." Naruto menjelaskan panjang lebar. Naruto melihat jam yang ada ditangannya lalu dia segera bangkit dari kursinya.
"Kita mulai permainan ini." kata Naruto lalu berjalan menuju bagasi begitu pula dengan yang lain. Naruto, Kiba, Shikamaru, Temari dan Tenten sudah berada didalam mobil mereka. Pintu bagasi dan garasi dibuka dan satu persatu mobil kelur dan pergi menuju titik masing-masing. Naruto harap setidaknya ada titik cerah sedikit disini.
Naruto mengawasi disalah satu titik, sekarang dia sedang menggunakan wig berwarna hitam dengan kaca mata dengan hiasan love dimobilnya. Dia sedang menunggu gilirannya. Dia mengemudikan mobilnya ditempat yang sepertinya akan dilalui oleh Tayuya.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Kiba mengawasi mobil yang ada didepannya, didepan adalah tempat pertukaran. Dia akan berbelok kearah sebaliknya dari mobil itu. atau dia akan memilih jalur yang berbeda dengan mobil Tayuya. Kiba berhenti di lampu merah. Sekarang adalah giliran Temari. Temari sudah bersiap disamping mobil Kiba. Mereka tidak saling meyapa atau menengok. Lampu berwarna hijau.
Tayuya mengambil jalan lurus. Temari mengikutinya dari belakang, sedangkan Kiba mengambil jalur kanan. Temari mengikuti mobil itu dengan sangat teliti, tapi dia juga harus berakting layaknya orang yang memang sedang mengemudi biasa. Sedangkan Kiba sekarang sedang berganti pakaian dll. Setelah mengikuti begitu lama. Akhirnya mereka menemukan lampu merah. Sekarang adalah giliran Tenten.
Tenten berada disamping mobil Tayuya. Setelah lampu merah hijau. Tayuya membelokan mobilnya kekanan. Tenten mengikuti mobil itu kekanan dan Temari mengemidikan mobilnya lurus kedepan. Tenten mengikuti mobil itu dengan baik. Bahkan dia kadang menyalip mobil Tayuya, itu semua untuk mengurangi kecurigaan. Setelah itu muncul lampu merah kembali. Tenten akan bertukar tempat dengan Shikamaru. Shikamaru berada dibelakang mobil Tenten.
Setelah lampu berwarna hijau, Tayuya mengambil jalur lurus. Shikamaru lurus, sedangkan tenten membelokan mobilnya kekiri. Shikamaru mengendarai mobilnya dengan santai. Jalan yang mereka lalui menurut Shikamaru akan menuju hutan atau sejenisnya dan lampu merah itu ada didepan. Shikmaru tidak akan membiarkan Naruto sendirian melewati hutan itu. dia memencet tombol yang ada didekat setir.
"Mereka akan menuju hutan. Kiba, kau ikuti Naruto juga. kalian akan berdua. aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan Naruto." Kata Shikamaru.
"Aku bukan anak kecil yang perlu kau khawatirkan. Kau tau!" terdengar suara Naruto.
"Yang dikatan oleh Shikamaru benar." Terdengar suara Temari.
"Baik. Aku sudah siap ditempat." Kiba memberi tahu.
"Aku akan berjalan sendiri." kata Naruto kepada semuanya.
"KAU TAU. AKU MEMPUNYAI SEBUAH FIRASAT." Shikamaru berteriak.
"kau harus menurut Naruto." Terdengar suara Tenten yang sedikit khawatir.
Naruto menhela nafas. Biarkan sajalah jika ada kiba didekatnya. Dan mereka bertemu dilampu merah. Tayuya mengambil jalan lurus. Shikmaru kekanan. Sedangkan Naruto dan Kiba mengikuti. Naruto benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Shikamaru. Bukan hal sulit bagi Naruto untuk masuk dan keluar dari jalan yang melewati hutan.
"Semuanya ikuti Jalan yang dilalui olehku dan Naruto." Kata Kiba kepada semuanya. Karena perasaannya juga tidak enak.
Naruto kembali menghela nafas. Tapi disudut hatinya dia juga menyadari bahwa ada sedikit rasa khawatir dihatinya. Tayuya membelokan mobilnya kesebuah jalan. Naruto dan Kiba mengikuti. Hanya sedikit mobil yang melewati daerah itu. Tapi Naruto tidak perlu khawatir tentang itu semua Naruto membalap mobil Tayuya. Dan mobil Naruto melewati sebuah sinar. Dan…
PIPIP! DUAR! PRANG!
Kap mobil Naruto meledak. Gelas yang ada ditangan Sasuke pecah.
"NARUTO!" teriak mereka berempat bersamaan plus Sasuke yang sedang memimpin rapat. Sasuke duduk dikursinya dan wajahnya terlihat pucat pasi. 'Naruto! Kau baik-baik saja?' batin Sasuke.
CIIIIITTTT…..
Terdengar suara rem dari mobil Naruto.
GUBRAK!
Mobil Naruto menabrak pohon. Kiba yang ada didekatnya ingin menolong Naruto tetapi suara Naruto terdengar.
"Aku tidak apa-apa. Kiba, lanjutkan misi. .uhuk." Naruto batuk.
Kiba merasa kasihan dengan Naruto, tapi yang dikatakan Naruto adalah perintah. Dan dia tidak boleh melanggar perintah. Semua mata-mata yang Naruto punya sudah mengucapkan janji bahwa perintah Naruto adalah wajib dilakukan. Walaupun Naruto menyuruhnya untuk membunuh dirinya,sang mata-mata harus tega membunuh Naruto demi kelancaran misi. Tapi Naruto akan menjamin keselamatan mata-matanya. Dia tidak akan mengorbankan mereka, karena yang boleh dikorbankan hanyalah dirinya.
Tidak berapa lama Shikamaru, Temari dan Tenten datang. Dapat dilihat mobil Naruto yang sudah berasap. Shikamru segera berlari kesana. Dia melihat Naruto yangs sedang batuk. Shikamaru segera mengeluarkan Naruto, karena mobil sudah mulai terbakar, dia yakin beberapa saat lagi mobil akan meledak. Shikamaru, Temari dan Tenten membantu Naruto keluar. Mereka membantu Naruto berjalan, baru saja mereka berjalan sebentar. Shikamaru sudah berteriak.
"MENUNDUK." teriak Shikamaru.
BOOOMMMM!
Mobil Naruto meledak. Semua menengok kebelakang, untung saja mereka menyelamatkan Naruto dengan segera.
"Terima kasih." kata Naruto kepada semuanya sebelum akhirnya dia pingsan.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
.
Suara derap langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar.
CKLEK!
"NARUTO!" teriak orang itu.
Semua orang menoleh dan menemukan sang kepala polisi berdiri disana. Tangannya mengepal erat, mereka tau apa yang harus mereka lakukan. Semuanya berdiri minus Naruto yang menatap kepala polisi itu.
"Kami menunggu diluar. Tenang Naruto kami ada disini, Sasuke jangan macam-macam terhadapnya. Dia sudah kuanggap adikku." kata Shikamaru lalu semuanya pergi meninggalkan Naruto dan Sasuke disana. Setelah semua keluar, Sasuke mendekati naruto dengan tangan terkepal.
"BODOH!"
BRAK!
Sasuke meninju tempok diatas Naruto, dan munculah retakan kecil disana. Naruto menatap lembut Sasuke.
"Aku tidak apa-apa." Kata Naruto sambil mengganti posisi duduk.
"Kau bodoh Naruto." Sasuke menarik tangannya dari tembok itu.
"Aku tau." Naruto tersenyum kepada Sasuke. Sasuke langsung memeluk Naruto.
"Kau-kau-kau membuatku takut." Sasuke memeluk erat Naruto.
"Tapi aku baik-baik sajakan." Naruto mengelus punggung Sasuke dia ingin mengurangi rasa khawatir suaminya itu. Sasuke melepaskan pelukannya dan menempelkan dahinya ke dahi Naruto.
"Kau hampir saja membuatku mati Naruto. Jika kau mati apa yang harus kulakukan, jika kau mati bagaimana hidupku, jika kau mati…. Aku akan segera menyusulmu." Sasuke menatap sendu Naruto.
Naruto mengangkat tangannya dan membingkai wajah Sasuke.
"Aku tidak akan sebodoh itu, dan aku juga tidak ingin mati. Terima kasih. terima kasih, Sasuke." Naruto mengelus pipi Sasuke. Sasuke mendekatkan wajahnya kewajah Naruto dan Naruto diam saja. Naruto mengizinkan Sasuke, mengizinkan Sasuke untuk mencuimnya. Menciumnya untuk pertama kali dengan izin darinya setelah 2 tahun mereka berpisah. Sasuke mencium Naruto dengan lembut, dia terlalu takut untuk menyakiti Naruto. Sebelum dia meminta yang lebih banyak dan sebelum tubuhnya tidak bisa dikendalikan. Dilepaskannya ciuman itu. Sasuke membuka matanya begitu pula dengan Naruto. wajah mereka berdua memerah. Sasuke kembali menempelkan dahinya dengan dahi naruto.
"Aku senang dan bahagia mengetahui kau baik-baik saja." Sasuke mengelus pipi Naruto. dan menyuruh Naruto untuk tidur dan istirahat.
To be continued
xixixixixixi. lapor chapter lima selesai. Hahahahahaha. Lagi-lagi akhirnya memalukan. Tsuki juga ga tau kenapa malah bersambung dengan kejadian yang seperti itu. hehehehe. Maaf kalo ternyata feel nya ga dapet. Tsuki sudah berusaha untuk membuat itu sedikit… eeerrrrmmmm… ya gitu deh. Hehehehehe. Ok Tsuki tunggu reviewnya. ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
