Tsuki datang dengan chapter 6 bersama Tsuki. hari ini sangat panas, seharusnya udah musim hujan, tapi ditempat Tsuki baru satu kali hujan, jadinya panas banget nih! *curcol* dichapter 6 ini diperlihatkan bagaimana mula-mula Gaara dekat dengan Naruto dan dengan akhir mereka pacaran. Hahahaha. Selamat! untuk yang menunggu kejadian ini. Kita balas review yuk…. Yuk!
kurohitsutoru : arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Tsuki terbang, Tsuki terbang, Tsuki terbang….
Sypudth cuwidt : hehehehehe. Tsuki memang suka banget kalo sedikit di lebay kan, jadinya lebih seru. Hahahahaha. *mau enak sendiri* arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
natsuki-riri : arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Maafkan Tsuki jadi bikin bingung. Tsuki ga tau dapet ide darimana tuh bikin pengintaian jadi seperti itu. *PLAK!* xixixixixi. Nasib Kiba baik-baik aja kok. Tapi belum dibahas sekarang karena Naruto sakit. Dichapter selanjutnya pasti dibahas. Itachi ya? Hmmm… nanti Tsuki rencanakan deh. Tunggu aja ya.
monkey D eimi : xixixixixixi. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Iya nih, Tsuki juga merasakan hal yang sama. *PLAK!* masalah derap langkah kaki, Tsuki sebenarnya udah tulis, TAP TAP TAP. Tapi Tsuki heran. Kok tulisannya hilang ya? Padahal beneran udah di tulis. Kata arigatou di setiap membalas review juga, padahal yang Tsuki tulis itu 3 kali, tapi keluarnya malah satu. Kadang-kadang jadi bingung atau nggak boleh nulis 'Tap titik spasi Tap titik spasi terus Tap lagi terus titik lagi' Kalo Sasuke… hehehehehe. Tsuki lupa menulisnya, hehehehe. *ditimpuk sendal*.
Apdian Laruku : arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Tsuki dibuat terbang lagi nih. Hohohohoho. Tsuki bikin mereka mesra dulu, karena Tsuki akan membuat Sasuke sengsara sebentar lagi. Hahahahahaha *devil laugh*
Waraqa green : berhubung UTS sudah lewat. Tsuki pastikan update kilat. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Happy reading!
DON'T LIKE, DON'T READ!
Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*
Pairing : SasuFemnaru
Warning : TYPO dan OOC tingkat akut, pokoknya kesalahan ada dipenulis.
Namikaze Naruto : 23 tahun
Uzumaki Tsukiko (Naruto) : 16 tahun
Nara Shikamaru (Uzumaki Shirui): 24 tahun
Uchiha Sasuke : 24 tahun
Yakushi kuroi (Sasuke) : 16 tahun
Nara Temari (Uzumaki Yui) : 26 tahun
Nara Touru (Uzumaki Touru) : 3 tahun
MISI
Naruto masih saja berkeras untuk pergi meninggalkan rumah sakit, jelas-jelas dirinya masih sakit. Semua dibuat pusing oleh dirinya, Shikamarupun sampai kehilangan akal untuk membujuk Naruto untuk tidak pergi.
TAP TAP TAP
Terdengar suara derap langkah kaki. Shikamaru segera memakaikan wig yang ada disebelah kasur Naruto, Shikamaru dengan sengaja menggunakan nama Uzumaki Tsukiko. Masalah mata tidak perlu dikhawatirkan, karena Naruto sudah memakainya. Itu semua ditunjukan agar tidak ada yang tahu bahwa Naruto sakit, akan sangat berbahaya untuknya jika Naruto diketahui sedang sakit sekarang. Naruto menatap sebal Shikamaru yang memasang wig dengan kasar.
CKLEK!
Pintu terbuka dan menampilkan seorang pria berambut merah marun. Naruto merasa terkejut melihat siapa pria itu.
"Gaara?" Naruto memanggil pria itu.
"Jadi itu benar dirimu, Tsuki?" Gaara mendekati Naruto. Naruto tersenyum kepada Gaara.
"Nenekku bilang kau ingin selalu pulang sedangkan kau belum sembuh benar." Gaara menatap Naruto.
"Aku ingin segera pulang. Di rumah sakit itu tidak enak." Naruto melirik sebal Shikamaru.
"Kau boleh pulang hanya dengan satu syarat. Aku akan menjadi perawatmu selama kau dirumah." Gaara memberitahu Naruto. dan pemberitahuan itu ternyata membuat Naruto dan Shikamaru terkejut.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto sekarang sedang menuju rumahnya. Tapi dia tidak menuju seluruh rumahnya, dia akan pulang ke rumah Shikamaru. Dia tidak ingin orang lain masuk kedalam rumahnya, walaupun dia yakin Gaara tidak akan berbuat macam-macam, tetapi mencegah lebih baik dari pada sebuah informasi bocor karena hal yang tak terduga.
"Yui pasti senang mendengar kau akan segera pulang Tsukiko." Shikamaru tersenyum kepada Naruto. Narutopun membalas senyum itu, walaupun tidak ada satu katapun yang keluar dari bibirnya. Dibelakang Gaarapun hanya diam memandangi Naruto dan Shikamaru.
Setelah melewati kira-kira 30 Km mereka sampai di rumah Shikamaru, atau bisa dibilang rumah kedua Shikamaru karena akan terlihat sangat bodoh jika mereka masih tetap dirumah mereka, tapi tidak perlu khawatir semua foto disana atau barang apapun disana sudah didesain sedemikian rupa agar rumah itu tidak menimbulkan kecurigaan kepada siapapun yang masuk dan rumah itu tidak akan membongkar rahasia mereka. Rumah itu sudah Shikamaru rencanakan sejak Naruto mengusulkan untuk menyamar sebagai anak SMA.
Shikamaru membukakan pintu untuk Naruto dan menuntunnya. Naruto sebenarnya ingin sekali bertanya tentang kelanjutan misi yang dijalankan oleh Kiba, tetapi Shikamaru melarangnya, dia ingin Naruto istirahat, paling tidak untuk hari ini. Karena Gaara akan menjadi perawat hingga lusa. Itu semua hanya untuk mengontrol tubuh Naruto. Jika tubuh Naruto sudah membaik dalam waktu sehari. Gaara akan pergi lusa. Tapi untuk hari ini Naruto mendapatkan perawatan intensif dari Gaara. Rumah mereka adalah rumah yang lumayan besar, rumah itu bergaya rumah jepang, bahkan pagarpun masih menggunakan tembok.
TOK TOK TOK
Shikamaru mengetuk pintu kayu yang ada diantara tembok.
"Tunggu sebentar." terdengar suara dari dalam. Dan pintupun terbuka memperlihatkan seorang wanita cantik. Wanita berambut hitam panjang dan bermata coklat, wanita itu sedang menggendong seorang batita, batita laki-laki berambut hitam. Mereka semua menyambut kedatangan Naruto.
"Akhirnya kalian datang juga." Temari tersenyum hangat kepada semuanya.
"Tadaima…" Shikamaru dan Naruto berkata kepada Temari.
"Okaeri…" Temari menjawab dengan senang hati. Shikamaru mengambil batita itu dari gendongan Temari dan ternyata batita itu senang berada digendongan ayahnya. Batita itu tertawa bahagia, melihat hal itu membuat hati Naruto sedikit sakit, tapi dia segera mencium pipi batita itu.
"Touru… Tsuki pulang." Naruto kembali mencium pipi Touru. Touru memandang Naruto dengan mata bulatnya dan dia kembali tertawa. Tangannya menggapai-gapai Naruto, dia ingin digendong oleh Naruto. Tetapi berhubung Naruto sedang sakit, Naruto tidak bisa menuruti itu semua.
"Touru… Tsuki ga bisa gendong Touru, besok saja ya." Naruto mencubit pipi Touru. Gaara yang melihat kejadian yang sangat jarang terjadi itu hanya tersenyum. Dia yakin Keluarga ini memang sangat bahagia. Setelah itu Gaara dan semuanya segera masuk kedalam rumah. Rumahnya memang sangat asri dan sangat terkesan Jepang. Apalagi dengan tumbuhnya pohon sakura yang ada ditaman mereka. Ada juga kolam ikan yang didalamnya terdapat banyak sekali ikan koi. Dan juga terdapat sebuah ayunan.
"Gaara. Berhubung kau harus menjaga Tsukiko. Kamarmu berada disebelah Tsukiko." Shikamaru memberitahu Gaara. Setelah itu Gaara dan Naruto berjalan menuju kamar mereka.
"Disana kamarmu." Naruto menunjuk kamar disebelah kiri kamarnya. Kamar mereka menghadap langsung pohon sakura. Gaara mengangguk lalu masuk kedalam kamarnya. Narutopun masuk kedalam kamarnya. Dia melihat apa saja yang ditaruh dikamarnya, disana terdapat sebuah kasur yang berukuran kecil disamping kasur itu terdapat meja kecil dimana letak lampu tidur dan sebuah figura diletakan. Di sampingnya lagi terdapat meja belajar, dan sebuah jendela berada disana. Jendela itu mengarah kebelakang atau mengarah ke kebun belakang. Setelah itu ada kamar mandi dan sebuah tv, tentunya dengan beberapa foto editan Naruto bersama keluarga Shikamaru. Tapi jangan salah, foto itu tidak akan terlihat seperti foto editan, karena editannya terlalu sempurna. Disana juga terdapat sebuah poster besar. Naruto duduk disamping ranjangnya, dan memejamkan matanya sebentar.
TOK TOK TOK
Terdengar suara orang mengetuk pintu.
"Masuk." Naruto membuka matanya. Pintu kamar Naruto bergeser dan terlihat Gaara. Gaara membawa pelaratan P3Knya. Naruto tersenyum, sekarang sudah saatnya mengganti perban yang ada dikepalanya. Naruto menepuk-nepukan tempat yang ada disebelahnya, mengizinkan Gaara untuk duduk disana.
"Aku harus mengganti perban yang ada dikepalamu." Gaara mengangkat kotak P3Knya.
"Aku tau." Naruto tersenyum kepada Gaara. Gaara duduk disamping Naruto dan membuka perban kepala Naruto dengan hati-hati. Setelah itu dia membuka kotak P3Knya.
"Jika hanya untuk mengganti perban 4 kali sehari sih. Aku juga bisa." kata Naruto menyilangkan tangannya.
"Tapi kau juga harus dikontrol, Tsuki." Gaara menumpahkan obat merah diatas kapas dan menempelkannya kedahi Naruto. Setelah itu Gaara mulai memperban kepala Naruto lagi, setelah kepala sekarang tinggal tangan kiri dan kaki kanan Naruto, setelah semua selesai. Gaara baru tersenyum kepada Naruto.
"Aku yakin, besok Tsuki bisa sembuh." Gaara membereskan kotak P3Knya.
"Itu semua harus terjadi." Naruto menatap Gaara. Gaara tersenyum lagi dan mengedarkan matanya keseluruh penjuru kamar Naruto dan matanya bertumpu pada figura yang ada disamping tempat tidur Naruto. Merasa Gaara memperhatikan sesuatu, Naruto mengikuti pandangan Gaara.
"Owh itu. Dia adalah adikku." Naruto mengambil figura yang dipandang Gaara.
"Dia sangat tampan bukan? Waktu itu aku menyamar sebagai ditektif terkenal Uchiha Naruto. Oleh karena itu rambutku berwarna kuning. Sekarang dia bersama kakek dan nenekku." Naruto menjelaskan.
"Bayi yang sangat tampan. Hey! Kau penggemar Uchiha Naruto juga?" tanya Gaara antusias.
"Tentu, lihat saja kamar ini. aku mempunyai poster besar Naruto dan Sasuke. Kau penggemar Naruto juga?" Naruto menunjuk poster yang berada diatas ranjangnya, poster dimana Naruto dan Sasuke saling membelakangi dan mereka sama-sama membawa pistol ditangan mereka. Naruto sangat ingat kapan dia disuruh untuk foto seperti itu. itu semua karena Sasuke mendapatkan job untuk menjadi model sesaat, dan karena kebodohan Sasuke yang malah mau menerima job itu begitu saja. Naruto mau tidak mau harus mengikuti pemotretan itu. Itu adalah pertama kali dan terakhir kalinya mereka melakukan pekerjaan itu. karena itu hanyalah pekerjaan sampingan.
"Tsuki, kau mendengarku?" Gaara mengibas-ngibaskan tangannya kedepan wajah Naruto.
"Eh? Maafkan aku Gaara. Apa yang kau katakan?" tanya Naruto merasa bersalah.
"Apa kau mau makan? Yui tadi berteriak untuk segera ke ruang makan." Gaara memberitahu Naruto. Naruto bangkit dari ranjangnya dan menatap Gaara.
"Tentu, perutku sudah lapar sekali." Naruto mengelus perutnya, bertanda bahwa dia benar-benar lapar. Gaara mengikuti Naruto untuk bangkit dari ranjang Naruto, kemudian dia menggandeng tangan Naruto menuju kamarnya.
"Kau bilang ke ruang makan, tapi inikan kamarmu?" Naruto sedikit protes.
"Aku harus menaruh ini dulu bukan?" Gaara mengangkat kotak P3Knya. Naruto terkikik geli, dia lupa bahwa Gaara baru saja mengganti perbannya. Naruto menggenggam balik tangan Gaara dan itu dilakukannya tanpa sadar. Itu semua terjadi karena Naruto sudah merasa nyaman bersama dengan Gaara.
Naruto masuk kedalam kamar Gaara. Dia melihat seluruh isi kamar Gaara, hanya sedikit yang dirubah oleh Gaara, dia hanya menambahkan figura-figura dirinya bersama dengan dua orang wanita, yang Naruto yakin adalah ibu dan nenek Gaara.
"Dari mana kau mendapatkan rambut merahmu?" tanya Naruto.
"Tou-san, tapi dia sudah tidak ada, dia mati saatku berumur 5 tahun." kata Gaara sambil menaruh kotak P3Knya. Naruto menunduk, dia merasa tidak enak telah bertanya tentang ayah Gaara, Naruto yakin hati Gaara sangat sakit. Sama seperti dirinya saat ada orang yang bertanya tentang keluarganya. Naruto tiba-tiba saja ingin memeluk Gaara. Dia merasa Gaara sama dengan dirinya, dan disaat-saat sekarang Gaara pasti memerlukan sebuah pelukan hangat. Naruto melepaskan genggaman tangannya dan memeluk Gaara.
"Maafkan aku." Naruto memeluk erat Gaara.
"…" Gaara hanya diam. Ada rasa sakit dihatinya yang kembali terbuka karena Naruto mengungkit Tou-sannya. Tapi Gaara menikmati pelukan Naruto, dia memang sedang ingin dipeluk oleh seseorang yang bisa menghiburnya. Setelah menumpahkan semua perasaan sedihnya, Gaara melepaskan pelukan itu.
"Terima kasih." Gaara tersenyum lembut kepada Naruto.
"Jika kau merasa kesepian dan membutuhkan seorang teman curhat. Kau bisa datang kepadaku, aku akan selalu terbuka untukmu." Naruto membalas senyum Gaara. Naruto tahu benar apa yang dirasakan Gaara, dia sangat ingat bagaimana keadaannya dulu, ditambah tidak ada seorangpun yang ada disampingnya, pada saat Naruto baru saja ditinggal oleh kedua orang tuanya karena mereka mati, neneknya masih menjadi dokter dan tidak ada waktu untuk mengurusinya, itu tidak jauh berbeda dengan kakeknya karena kakeknya adalah seorang direktur rumah sakit. Semuanya sibuk, Naruto hanya sendiri, dia hanya bisa berkeluh kesah kepada makam ayah dan ibunya. Setiap pulang sekolah dia pasti berada dipemakaman. Disana Naruto ceritakan apa yang terjadi disekolah dan apa saja keluh kesahnya. Karena disekolah tidak mempunyai teman yang dapat dipercayainya, tapi… hanya ada satu yang dapat dipercayainya. Yaitu Shikamaru, mereka memang sudah berkenalan sejak dulu. Itu semua karena rumah Naruto berada tepat disebelah rumah Shikamaru. Shikamaru memang selalu ada untuk Naruto. bahkan mereka terkadang di gosipkan berpacaran. Tapi hal itu tidak akan terjadi, mereka sudah seperti kakak dan adik.
Naruto kembali mengedarkan matanya keseluruh ruangan dan matanya tanpa sengaja melihat foto Gaara yang sedang sendiri. Naruto mendekati foto itu.
"Hey, kau bisa memanah?" tanya Naruto sambil memperlihatkan foto yang sedang dipegangnya.
"Itu dulu. Sekarang aku sudah jarang memegang panah." Gaara mengajak Naruto untuk keluar.
"Hmmmm…. Kapan-kapan kita bertarung. Aku juga bisa sedikit memanah." Naruto menggapai tangan Gaara dan Naruto diajak keluar oleh Gaara. Naruto memeluk tangan Gaara dan bercanda sampai di ruang makan. Shikamaru dan Temari melihat hal itu. Mereka merasakan Naruto sedikit berubah. Aura Naruto lebih ceria. Inilah, wajah asli Naruto bukan wajah ceria Naruto yang dipakai sebagai topeng. Mereka tersenyum lembut kepada Gaara dan Naruto.
"Kalian akrab ya." Temari melirik tangan Naruto dan Gaara.
"Eh?" Naruto langsung melepaskan gandengan tangan itu dan Naruto merasa salah tingkah. Gaara menarik kursi dan menyuruh Naruto untuk duduk. Dan hal itu membuat wajah Naruto memerah.
"Terima kasih." Naruto berkata kepada Gaara. Gaara tersenyum dan segera duduk disebelah Naruto. Naruto mengambil banyak makanan dipiringnya. Dia melihat piringnya yang sudah penuh, tapi kemudian Gaara mengambilkannya sepiring sayur.
"Aku tidak mau makan sayur sebanyak itu." Naruto menggembungkan pipinya.
"Sayur bisa membuatmu cepat sembuh." Gaara mengambil beberapa makanan dari piring Naruto.
"Dan kau tidak boleh makan ini dulu." Gaara meletakan makanan Naruto kedalam piringnya. Naruto menatap sebal Gaara. 'Jika mau, ambil saja. Mengapa harus punyaku.' batin Naruto. tapi akhirnya Naruto memakan juga apa yang diberikan oleh Gaara.
"Jika bukan karena sakit. Aku tidak akan pernah mengizinkanmu untuk mengambil makananku." Naruto mengambil sayur yang diambilkan oleh Gaara lalu memakannya.
"Makan yang benar." Gaara mengelap sudut bibir Naruto dengan jarinya. Shikamaru dan Temari yang melihat itu hanya terkikik geli, sedangkan Naruto langsung menjadi kepiting rebus. Setelah kejadian itu Naruto makan dengan hati-hati, dia tidak ingin kejadian itu berulang.
"Kau harus tidur setelah ini." Gaara menyelesaikan makanannya.
"Hey! Ini masih jam 3. Kenapa aku harus tidur." Naruto menatap Gaara.
"Kau ingat kau harus banyak istirahat." Gaara mengingatkan Naruto. Naruto yang diingatkan hanya bisa kembali menggembungkan pipinya dia baru menyadari menjadi orang sakit itu ternyata sangat tidak enak.
Setelah makan Naruto kembali ke kamarnya tetapi karena Naruto tidak suka berada di kamar sendirian yang menurutnya sangat membosankan Naruto berencana untuk keluar. Apalagi, Shikamaru menyita hp nya karena takut Naruto akan memikirkan kembali misi dan itu menurutnya akan menganggu istirahat Naruto.
Naruto keluar secara mengendap, dia tahu Shikamaru, Temari dan Touru pasti sedang menonton tv sekarang. Dia mengendap menuju kolam ikan, setelah mengambil sebungkus makanan ikan. Naruto duduk disamping kolam itu, dicelupkan kakinya kedalam kolam itu.
"Segarnya…." Naruto menikmati dinginnya air yang menyentuh kakinya. Tidak dipedulikannya perban yang ada dikakinya.
"Tentunya kau juga ingin ditemani bukan?" Gaara duduk disamping Naruto.
"GAARA!" Naruto terkejut melihat Gaara yang duduk disampingnya dan ikut mencelupkan kakinya kedalam kolam itu.
"Kalau kau berteriak. Kakakmu pasti akan tau, Tsuki." Gaara menatap ikan yang menjauhi kaki mereka. Naruto menghela napas lalu membuka makanan ikan. Disebarkannya makanan ikan itu disekitar kakinya dan kaki Gaara. Itu dimaksudkan untuk membuat ikan itu mendekat kearah mereka.
"Hahahahaha." Naruto merasa geli setelah banyak ikan yang mendekati kakinya. Gaara tersenyum melihat Naruto yang tertawa.
"Kau sangat cantik, Tsuki." Gaara menatap Naruto. Naruto secara refleks langsung menatap Gaara.
DEG DEG DEG
Jantung Naruto berdetak hebat. Dia merasakan panas menjalar keseluruh tubuhnya.
"Laki-laki manapun akan sangat beruntung memilikimu." tambah Gaara sambil menatap kearah langit.
"Tidak semua berpikiran sepertimu, Gaara. Pacar terakhirku meninggalkanku, bahkan dia menamparku." Naruto kembali memberi makan ikan, tetapi sekarang pandangannya sedikit muram.
"Itu karena dia adalah pria bodoh, Tsuki. Jika kau denganku, aku yakin aku tidak akan begitu." Gaara menggenggam tangan Naruto. 'Apa yang Gaara katakan. Apakah secara tidak langsung dia menembakku? Tapi kita baru saja akrab, dan ini ke empat kalinya kita bertemu dan tidak ada acara PDKT atau apapun. Kita baru kenal. Apakah Gaara benar-benar menyukaiku.' batin Naruto.
"Walaupun kita baru kenal dan bertemu empat kali, menurutku itu semua sudah cukup untuk membuatku menyukaimu. Atau mungkin bisa ku bilang aku memang sudah menyukaimu sejak aku melihatmu menangis. Kau tau? Pertemuan kedua kita itu aku yang rencanakan, aku ingin mengetahui dimana kelasmu. Hehehehehe." Gaara menggaruk bagian belakang kepalanya. Naruto baru kali ini melihat Gaara seperti itu. Naruto memiringkan wajahnya dan dengan sukses mendapatkan sebuah cubitan dari Gaara.
"Kau terlihat sangat manis dan lucu." Gaara mencubit pipi Naruto gemas. Naruto tersenyum lalu memandang langit yang sangat berwarna biru menurutnya.
"Jadi apa jawabanmu?" tanya Gaara.
"Memang kau bertanya apa?" Naruto masih memandang langit.
"Jangan berpura-pura tidak mengerti. Atau aku perlu jelaskan?" Gaara menatap Naruto yang masih saja memandang langit. Gaara menghela napas setelah melihat reaksi Naruto yang biasa-biasa saja, bahkan sepertinya Naruto mengabaikannya.
"Kau ingin menjadi pacarku?" Gaara menatap Naruto dengan harap.
1 detik
2 detik
3 detik
"APA!" Naruto berkata dengan sangat keras. Bahkan Shikamaru dan temari dapat mendengarnya, tapi mereka tersenyum dan kembali memperhatikan layar televisi kembali. Tetapi untuk Gaara suara Naruto itu biasa saja. Dia memang sudah terkena panah seorang cupid sepertinya. Sehingga suara Naruto terdengar biasa- biasa saja. Naruto memandang Gaara dengan pandangan tidak percaya.
"Ta-ta-tapi." Naruto masih tidak percaya dengan semuanya.
"Menurutku, kau tidak perlu meragukanku. Bukankah wajar jika ku menembak orang yang ku suka. Jangan katakana kau menolak karena kita baru saja akrab. Menurutku. jika kita sudah merasa cocok mengapa harus menunggu waktu lama untuk saling mengenal. Kita bisa PDKT dalam masa pacaran. Ini pertama kalinya aku menyukai cewek yang baru aku temui. Kau tahu? Banyak cewek yang langsung mengungkapkan perasaannya kepadaku, padahal mereka baru saja melihatku dan aku bahkan tidak tahu nama mereka." Gaara menyakinkan Naruto. Naruto menimbang-nimbang segalanya. Dia memang merasa nyaman dengan Gaara dan dia akui apa yang dikatakan oleh Gaara memang benar.
Temannya saja banyak yang berpacaran padahal mereka baru saja berkenalan. Tapi itu semua sudah direncanakan oleh biro jodoh. Tetapi menurut Naruto kejadian yang dialaminya berbeda. sangat berbeda.
"Hmmm." Naruto tidak berani menatap Gaara.
"Hanya ada pilihan Ya dan Tidak. Dan aku tidak ingin menunggu. Aku tidak suka menunggu." Gaara masih menatap Naruto.
"Apakah kita bisa menjalankan hubungan ini? Sedangkan kita belum mengetahui bagaimana masing-masing diantara kita? Bahkan aku adalah anak baru dan baru saja dekat denganmu." Naruto memberanikan diri untuk menatap Gaara.
"Sudah ku bilang kita bisa PDKT saat kita pacaran dan kita bisa memulai saling mengenal jika kita sudah berpacaran. Asalkan kita memang sudah sehati dan sudah nyaman. Aku yakin hubungan ini akan berjalan lancar." Gaara tersenyum lembut. Naruto tidak tahu harus menjawab apa. Baru kemarin dia membuka sedikit hatinya untuk Sasuke, tapi kenapa sekarang hatinya malah ingin menerima Gaara. Dia tidak mengerti. Hatinya bimbang. Satu sisi dia ingin mempertimbangkan Sasuke, satu sisi dia juga ingin menjalin hubungan dengan Gaara.
"Ya." Tia-tiba Naruto berkata. Naruto langsung menutup mulutnya. 'Hey! Apa yang aku katakan? Aku baru memikirkannya. Mulut yang tidak tahu majikan. Akukan belum menyuruhnya untuk berbicara.' batin Naruto.
HAP!
Gaara langsung memeluk Naruto. Dia merasakan bahagia yang tidak bisa dibayangkan. Dia sangat bahagia. Naruto hanya diam saja dipelukan Gaara. Karena dia masih belum mengerti dengan apa yang dibicarakannya.
"Aku tidak akan membuatmu menyesal, Tsuki." Gaara berkata dengan sangat yakin. Naruto akhirnya tersenyum dipelukan Gaara. Dia berharap apa yang dikatakan oleh Gaara adalah benar, karena dia tidak ingin sakit hati untuk yang kedua kalinya. Dan Naruto berjanji, jika semuanya sudah terkendali dia akan memberitahukan yang sebenarnya kepada Gaara. Tentang dirinya, keluarganya dan keadaan dirinya. Pada saat itu, dia akan menyerahkan segala kaputusan kepada Gaara, apakah dia memang masih ingin bersama atau memilih untuk putus, berhubung mereka berbeda 7 tahun.
Gaara melepaskan Naruto dan menatap dalam Naruto. Matanya benar-benar menyinarkan kebahagiaan. Naruto juga merasakan wajahnya memerah melihat apa yang dilakukan oleh Gaara. Gaara menggenggam tangan Naruto dan mulai mendekatkan wajahnya kepada wajah Naruto. 'Hey! Kita baru saja berpacaran. Mengapa-' perkataan Naruto dalam hati terpotong setelah dia merasakan sesuatu yang hangat menempel dibibirnya. Dia melihat wajah Gaara yang sangat dekat dengannya. Tapi Naruto merasakan ciuman lembut Gaara. Entah mengapa hatinya tidak menolak dengan apa yang dikakukan oleh Gaara, Naruto menutup matanya, sama seperti Gaara yang menutup matanya dan akhirnya mereka menikmati ciuman pertama mereka. ciuman tanda kasih mereka berdua. Setelah beberapa lama kemudian Gaara melepaskan ciumannya dan menatap wajah Naruto yang sangat merah.
"Maafkan aku. Aku benar-benar tidak bisa mengontrol diriku tadi." Gaara merasa sangat bersalah.
"Tidak apa, aku juga menyukainya." Naruto mengelus pipi Gaara. Kemudian Gaara menggenggam tangan Naruto.
"I love you." Gaara menggenggam tangan Naruto erat.
"I love you too." Naruto menatap lembut Gaara atau sekarang dia bisa menyebutnya kekasihnya.
*Dilain tempat tapi dalam waktu yang bersamaan.*
"HAAACCHUU." Sasuke bersin. Dia tidak mengerti mengapa dia bersin, padahal sore ini terlihat sangat indah dan tidak terlalu dingin. Tapi dia merasakan sesuatu dalam hatinya sakit. Dia tidak tahu kenapa, tapi hatinya benar-benar sakit sekarang. Sasuke menyentuh dada bagian kirinya dan dia berharap. Tidak ada informasi yang sangat mengejutkan besok. Dan Sasuke kembali mengerjakan tugasnya. Dia akan merencanakan penangkapan Orochimaru besok. Setelah menangkap Orochimaru dia berencana untuk kembali bersama Naruto. 'Aku tidak sabar mengajakmu kembali kerumah, Naruto. Dan aku berjanji tidak akan mengulangi kebodohanku. Seperti yang dulu pernah kulakukan.' batin Sasuke. Sasuke melihat figura didepannya dan mengambilnya, diciumnya dengan sayang figura tersebut dan setelah itu diletakannya kembali figura tersebut ketempatnya. Itu adalah figura yang berisikan foto dirinya dan Naruto pada saat mereka menikah.
To be continued
Hahahahaha. Poor Sasuke. maaf ya Sasuke, aku membuat dirimu menderita terlebih dahulu. *Di chidori Sasuke*. Tsuki yakin semua akan terkendali. Hahahahaha. Ada yang tahu, ada yang tahu? Tsuki udah buat endingnya loh. Hahahahaha. Tsuki memang gelo, cerita belum selesai, tapi endignya udah selesai. Maafkan Tsuki. tsuki harap semua sesuai rencana karena kalo ceritanya sesuai dengan apa yang ada dipikiran Tsuki. Tsuki yakin endingnya tidak akan berubah, tetapi jika ditengah jalan ternyata ceritanya berubah, kayaknya endingnya perlu di ubah juga deh. Hehehehehe. Tsuki tunggu reviewnya. ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
