Wah… karena lagi banyak waktu. Bukan banyak waktu sih, tapi curi- curi waktu. Akhirnya Tsuki dapat membawa chapter ke 7 dari fanfic misi. Hehehehe. Berhubung semua inspirasi ada di fanfic ini, jadi fanfic Misi dulu yang Tsuki publish. Hmmm…. Ternyata hubungan Naruto dan Gaara memiliki pro dan kontra,tapi… kayaknya banyak yang ga suka kalo Naruto jadian sama Gaara. Tapi…. tenang saja, fanfic ini masih fanfic SasuFemNaru kok. Jadi bagi pendukung SasFemNaru tidak perlu khawatir. Chapter sekarang akan dibahas tentang pertemuan Juugo dan Orochimaru, dan berhubung kayaknya Tsuki ga bakat nulis pertempuran. Kayaknya pertempurannya kurang dapet feelnya deh, Tsuki minta maaf sebelumnya. Ada pemberitahuan satu lagi. Mungkin fanfic misi akan selesai 2 chapter lagi, Cuma sampai chapter 9. Dan Tsuki janji, jarak antara publish chapter ke 8 dan 9 itu berdekatan, paling lama 3 hari paling cepet satu hari. Ok, ok, ok. kita balas review.
chielasu88 : hua… Tsuki minta maaf… bukan maksud Tsuki begitu, tapi… Tsuki hanya, Tsuki hanya… Tsuki minta maaf…. /()\ emang bikin rumit sih… hehehehehe *hujan batu* arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
natsuki-riri : hua… Tsuki minta maaf… bukan maksud Tsuki begitu, tapi… Tsuki hanya, Tsuki hanya… Tsuki minta maaf…. /()\ arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Itachi… mungkin hanya muncul satu kali dan itu akan terjadi dichapter selanjutnya. Soalnya Itachi lagi sibuk banget. Ga bakal ada cerai kok! Ini masih SasuFemNaru… Tsuki gak akan berpaling kok.
fly girlz : xixixixixixixi, Naruto sama aku aja deh kalo gitu. *ditimpuk sepatu* arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
tarayuki : hua… Tsuki minta maaf… bukan maksud Tsuki begitu, tapi… Tsuki hanya, Tsuki hanya… Tsuki minta maaf…. /()\ arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Naru Freak : hua… Tsuki minta maaf… bukan maksud Tsuki begitu, tapi… Tsuki hanya, Tsuki hanya… Tsuki minta maaf…. /()\ hiks, hiks, hiks. Tsuki minta maaf, Tsuki ga menyimpang kok, ini masih SasuFemNaru, tapi diselangi GaaNaru dulu, sebentar kok. Chapter akhir, mereka bakal putus. Hahahahahaha Tsuki ga bakal marah kok. Tsuki malah berterima kasih banyak atas sarannya, Tsuki emang sering seenak jidatnya sendiri. *Authornya gelo sih… jadinya begini.* Putusnya diakhir aja ya… hehehehehehe. Tsuki bakal bikin mereka balikan kok. Sekali lagi Tsuki minta maaf. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
anak ayam : arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Masalah itu…. tunggu dichapter berikutnya ya. Hahahahaha. Tsuki juga sebenarnya ngasih sebuah petunjuk kecil pas chapter kemarin. Itu ada hubungannya dengan apa yang akan dikatakan oleh Shikamaru nanti dibawah tentang alasan pentingnya.
kurohitsutoru : hua… Tsuki minta maaf… bukan maksud Tsuki begitu, tapi… Tsuki hanya, Tsuki hanya… Tsuki minta maaf…. /()\ arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
nanao yumi : maafkan Tsuki… Tsuki kadang- kadang pusing sendiri mau publish yang mana dulu soalnya. *PLAK!* hahahahahaha, . tapikan Sasuke duluan. Nanti Tsuki harap semuanya akan adil. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Tsuki : hua… ternyata banyak banget yang ga suka sama hubungan Gaara dan Naruto.
Sasuke : salah Author sendiri. Udah benar aku sama Naruto. eh… Author malah bikin Naruto jadian sama Gaara.
Tsuki : tapikan maksud Tsuki…. *Memainkan jari*
Sasuke : mau bikin aku menderita? Seneng amat bikin aku menderita. udah… baru ada yang nolak sedikit aja langsung nyerah dan sedih kayak gitu. Kalo kayak gitu. Ga usah jadi Author lagi. Semua itu pasti ada yang pro dan pasti ada yang kontra. Author harus nerima donk! Kalo ada yang ngasih saran atau kritik. Dan yang harus Author tahu, Readers itu adalah raja dan ratu.
Tsuki : *Sweatdrop.* Sasuke kamu sakit ya? Kok ngomongnya bagus banget.
Sasuke : BLETAK! *jitak Author.* dasar Author gelo! Dikasih tahu malah kayak gitu.
Tsuki : hehehehehe. Maaf deh. *Kasih permen rasa tomat.*
Ok…. readers…
Happy reading!
DON'T LIKE, DON'T READ!
Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*
Pairing : SasuFemnaru
Warning : TYPO dan OOC tingkat akut, pokoknya kesalahan ada dipenulis.
Namikaze Naruto : 23 tahun
Uzumaki Tsukiko (Naruto) : 16 tahun
Nara Shikamaru (Uzumaki Shirui): 24 tahun
Uchiha Sasuke : 24 tahun
Yakushi kuroi (Sasuke) : 16 tahun
MISI
Naruto masuk kedalam kelas dengan tangan digandeng oleh Gaara. Naruto ternyata sudah sembuh dan Gaara juga sudah pulang kembali ke rumahnya dan Naruto akhirnya bisa kembali menjalankan tugasnya. Naruto ingin dengan segera mengetahui bagaimana kejadian yang terjadi kepada Kiba, tapi pikirannya sekarang sedang menuju ke pengintaian yang akan terjadi sore nanti. Pengintaian akan dilakukan secara kerja sama dengan pihak kepolisian.
"Aku pegi dulu." Gaara mencium kening Naruto. Naruto tersenyum kearah Gaara dan sedikit melambaikan tangannya. Semua anak yang berada disana dan melihat kejadian itu langsung menatap Naruto dengan pandangan yang sangat penasaran.
"Apa yang terjadi?" tiba- tiba Sakura, Ino dan Hinata sudah ada dibelakang Naruto.
"Kalian sudah berpacaran?" tanya Ino.
"A-a-apa itu benar?" tanya Hinata.
"Seperti yang kalian lihat. Aku dan Gaara sekarang sudah menajdi sepasang kekasih." Naruto mengangkat tangannya dan memperlihatkan sebuah gelang yang mereka semua tahu bahwa gelang itu adalah gelang yang dipakai oleh sepasang kekasih.
Sasuke mendengar semua yang dikatakan Naruto dengan jelas dan Sasuke dapat melihat perlakuan Gaara kepada Naruto dengan baik. Sasuke menatap kesal bercampur marah bercampur benci kearah Naruto. Dia menyangka Naruto telah membuka sedikit hatinya tapi ternyata ini semua yang terjadi, Naruto malah berpacaran dengan Gaara. Sasuke mengepal erat tangannya mencoba mengendalikan seluruh amarahnya yang sedang mencapai titik puncak.
Naruto duduk dibelakang Sasuke. Dia tidak menyadari aura hitam yang dikeluarkan Sasuke saat dia melewatinya. Naruto memang sedang kasmaran sekarang. tidak berapa lama sensei masuk dan mulai menjelaskan pelajaran. Naruto memperhatikan guru itu dengan baik sedangkan Sasuke masih mengepalkan tangannya. Dia sangat ingin membunuh Gaara.
Tanpa terasa bel istirahat berbunyi. Sasuke bangun dari kursinya dan menarik paksa Naruto menuju atap sekolah. Dia sangat tidak mengerti dengan perasaan Naruto. Naruto sangat terlihat seperti bimbang dan sangat tidak bisa dipercaya. Baru saja dia sedikit memaafkan Sasuke, tapi esoknya Naruto malah menerima Gaara menjadi kekasihnya.
BUK!
Punggung Naruto terkena pembatas loteng, karena Sasuke melempar Naruto dengan kasar.
"Sasuke! apa yang kau lakukan? Kau kira punggungku terbuat dari besi sehingga aku tidak dapat merasakan sakit!" Naruto menatap kesal Sasuke.
"SEHARUSNYA AKU YANG MENGATAKAN ITU. APA YANG KAU LAKUKAN? APA YANG KAU LAKUKAN NARUTO? BARU SAJA KAU SEDIKIT MEMBUKA HATIMU UNTUKKU, TAPI MENGAPA KAU SEKARANG MENJADI KEKASIH GAARA? MENGAPA? MENGAPA NARUTO?"
BRAK!
Sasuke memukul pembatas loteng tepat disebelah wajah Naruto. Naruto menyilangkan tangannya dan menatap tajam Sasuke, hal yang Sasuke lakukan tidak sedikitpun membuatnya takut.
"Urusi saja pekerjaanmu. Aku sedang ingin bertemu dengan Gaara." Naruto mengalihkan pandangannya dari Sasuke.
"KAU-KAU- KAU MEMANG MEMBUATKU GILA, NARUTO!" Sasuke menjambak rambutnya frustasi. Sasuke benar-benar kecewa dengan apa yang dilakukan Naruto terhadapnya. Dan Narutopun merasa sedikit kasihan dengan Sasuke tetapi disudut hatinya dia sedikit senang, dia mengetahui bahwa Sasuke cemburu kepada Gaara dan Naruto senang, karena Sasuke juga merasakan sakit yang pernah dia rasakan saat Sasuke menamparnya.
Naruto melangkah menjauhi Sasuke. Dia berjanji akan bertemu dengan Gaara pada saat istirahat.
"Naruto!" Sasuke memanggil Naruto yang sudah ingin membuka pintu.
"Aku mencintaimu." Sasuke menambahkan. Naruto mematung ditempat, Naruto sudah mendengar kata-kata itu beberapa kali dari mulut Sasuke. tapi kata-kata itu tetap dan selalu saja membuatnya terdiam. Dia mencoba untuk meneguhkan hatinya untuk tidak terbujuk dengan kata-kata itu lagi. Naruto memantapkan hatinya lalu membuka pintu itu lalu pergi meninggalkan Sasuke sendiri disana.
Sasuke menutup mukannya. Dia tidak menyangka akan berakhir seperti ini. Setelah akhirnya dia menemukan Naruto dan mendapat sedikit harapan. Naruto telah menjadi milik orang lain sekarang. Lagi-lagi Sasuke menjambak rambutnya frustasi.
"Kasihan sekali dirimu." seseorang menepuk bahu Sasuke. Sasuke mendongakan wajahnya dan melihat seseorang itu.
"Shikamaru." Sasuke menatap sendu Shikamaru.
"Berhenti menatapku dengan pandangan yang menjijikan itu. Kau adalah lelaki." Lagi-lagi Shikamaru menepuk bahu Sasuke.
"Jika kau bersabar menunggu. Aku yakin Naruto akan kembali kepadamu." Tambah Shikamaru.
"Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?" Sasuke sedikit menemukan titik terang.
"Entahlah mengapa aku menganggap bahwa Naruto masih mencintaimu dan aku masih tetap berharap kalian bisa bersatu kembali." Shikamaru menatap langit.
"Kau kakak ipar yang baik." Sasuke ikut menatap langit.
"Hey! Mengapa kau membantuku dan memotivasiku?" tanya Sasuke.
"Seperti yang kukatakan tadi entah mengapa aku ingin kalian bersatu kembali. Dan sebenarnya… aku juga tidak mengetahui alasan pasti mengapa aku menginginkan hal seperti itu. tapi ada satu alasan penting yang membuatku berharap kau akan kembali dengan Naruto." Shikamaru menatap Sasuke sebentar lalu memasukan tangannya kedalam saku celananya, setelah itu dia meninggalkan Sasuke.
"Masih ada harapan ya." Sasuke mengelus dagunya lalu kembali ke kelas.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Sasuke melangkah menuju kelasnya tetapi di tengah perjalanan dia menemukan Gaara dan Naruto yang sedang berduaan. Sasuke kembali mengepalkan tangannya, tetapi setelah itu dia menyeringai dan menghampiri mereka berdua.
"Sepertinya aku harus mengambil Naruto sekarang." Sasuke menarik tangan Naruto.
"Apa maksudmu?" tanya Gaara yang tidak suka dengan perbuatan Sasuke.
"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan." Sasuke mengedipkan matanya kepada Naruto. yang sukses mendapatkan sebuah jitakan dari Naruto. Sasuke mengelus kepalanya sebentar lalu berbisik kearah Naruto.
"Bagaimana dengan Juugo?" Sasuke berbicara pelan. Naruto berfikir sejenak lalu memutar matanya sebentar. Setelah itu dia tersenyum kearah Gaara.
"Maafkan aku, Gaara. Aku sangat minta maaf." Naruto memohon kepada Gaara. Gaara tersenyum lalu menghampiri Naruto.
"Aku percaya kepadamu, Naruto." Gaara mengacak rambut Naruto dengan sayang. Tapi… karena ketidaksukaan Sasuke melihat hal itu, Sasuke segera menarik tangan Naruto untuk segera pergi dari sana. Mereka berdua berjalan menuju belakang sekolah.
"Jadi apa yang kalian rencanakan?" Naruto menyilangkan tangannya.
"Aku harap kau tidak perlu ikut campur dalam pengintaian kali ini. Biar pihak polisi saja yang mengurusi ini semua." Sasuke menatap remeh Naruto.
"Apa kau bilang?"
BRAK!
Naruto memukul pohon yang ada disamping Sasuke. dia sangat tidak terima, dirinyalah yang mendapatkan info, tetapi dirinya malah tidak boleh ikut.
"Jika aku menuruti kata-katamu. Aku adalah orang yang sangat bodoh didunia ini." Naruto membalikan tubuhnya lalu pergi, tetapi tangannya ditarik oleh Sasuke. menyebabkan Naruto jatuh kedalam pelukan Sasuke.
"Tidak bisakah kita kembali seperti dulu?" Sasuke menundukan kepalanya dalam bahu Naruto. dia sangat merindukan kebersamaan mereka, dia sangat menginginkan Naruto sekarang.
"Aku ingin kembali, Shikamaru juga menyutujuinya. Katanya dia sangat ingin kita kembali, apalagi dengan suatu alasan khusus. Aku yakin alasan itu adalah alasan yang sangat penting." Sasuke memeluk erat Naruto. tetapi Naruto malah menyikut Sasuke dengan keras, membuat Sasuke harus melepaskan pelukannya.
"APA SAJA YANG SHIKAMARU KATAKAN?" tanya Naruto yang terlihat sangat marah.
"Hanya itu saja. Aku bahkan sangat penasaran dengan alasan yang disebut Shikamaru sangat penting-"
"APAPUN YANG DIKATAKAN OLEH SHIKAMARU ITU TIDAK BENAR. DAN APAPUN ANG DIKATAKANNYA TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGANMU." Naruto berteriak memotong perkataan Sasuke.
Naruto menatap kesal Sasuke sebentar lalu pergi dari sana dan segera melangkah menuju kelas dengan perasaan yang sangat kesal dan sangat kecewa. Dia tidak percaya Shikamaru mengatakan hal yang tidak-tidak kepada Sasuke. Tapi dia akan sangat marah kepada Shikamaru jika dia mengatakan hal yang tidak perlu kepada Sasuke. Naruto berfikir sejenak, 'Shikamaru pasti belum mengatakan apapun kepada Sasuke, karena jika Shikamaru sudah mengatakannya. Dia yakin Sasuke akan sangat marah dan shock mendengarnya.' batin Naruto.
Naruto menjatuhkan dirinya kekursi dan segera membuka tasnya. Diambilnya mp4 dari tasnya dan segera dia dengarkan lagu-lagu kesukaannya, dia juga mengambil sebuah buku. Dipandanginya cover buku itu dengan pandangan sendu tapi setelah itu, Naruto membukannya. Dia akan mengatur rencana untuk misinya pada saat pengintaian hari ini. Naruto berfikir sejenak apakah dia akan menemui Juugo terlebih dahulu apa tidak. Tapi dia memilih untuk kembali mencorat-coret bukunya. Setelah semua rencana sudah dianggap sangat sempurna. Naruto menutup bukunya dan segera menaruhnya didalam tas.
Naruto mengambil handphonenya dan mengetik sebuah pesan untuk meminta mata-matanya berkumpul dirumahnya yang berada di timur. Naruto sangat tidak sabar dengan pengintaian ini. Naruto sangat berharap bisa menangkap Orochimaru sekarang. dan seperti yang dikatakan oleh Shikamaru pada saat dia menanyakan bagaimana misi yang dijalankan oleh Kiba. Bahwa mereka akan segera menyelesaikan misi ini. Dia yakin, sebentar lagi dia akan menemukan markas Orochimaru. Naruto memang sangat tidak sabar sekarang.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto membereskan alat tulisnya dan menengok kearah pintu. Dia dapat melihat Gaara yang sedang tersenyum kepadanya. Naruto tersenyum kepada Gaara dan melambai kepada Gaara. Sasuke yang melihat hal itu, lagi-lagi hanya bisa mengepalkan tangannya. Naruto bangkit dan menghampiri Gaara.
"Apa sudah menunggu lama?" tanya Naruto sedikit manja.
"Tidak juga." Gaara menggenggam tangan Naruto menuju parkiran. Karena Gaara akan mengantar Naruto pulang.
"Hey tunggu dulu!" Sasuke berteriak dari belakang. 'Apa lagi yang akan dilakukan olehnya.' batin Naruto.
"Mobilku diambil oleh kakakku. Bolehkah aku ikut dengan kalian?" Sasuke melepaskan tangan Gaara dari tangan Naruto. Naruto memandang Sasuke dengan kesal karena Naruto tahu, Sasuke sedang berbohong. Tapi setelah itu Naruto menarik Gaara kembali dan menggandenganya sangat erat. Dan lagi-lagi Sasuke melepaskan gandengan tangan Naruto dan dia berdiri diantara Naruto dan Gaara. 'tidak akan aku biarkan kalian bersatu.' batin Sasuke. Naruto melirik Sasuke kesal dan Gaara melempar deathglare terbaiknya kepada Sasuke dan Sasuke hanya menyeringai. Dia sangat menikmati permainannya.
Setelah sampai di parkiran, Gaara membukakan pintu untuk Naruto, tetapi Sasuke dengan cepatnya masuk.
"Cewek itu duduknya dibelakang saja." Sasuke menutup pintu mobil Gaara dengan keras. Naruto mengepalkan tangannya dengan keras. Dia sangat ingin memukul Sasuke. Tapi setelah itu Naruto menatap Gaara, dia meminta maaf atas semua yang dilakukan oleh Sasuke. Gaara tersenyum kepada Naruto, karena dia tahu yang patut disalahkan adalah Yakushi atau Sasuke. Gaara membukakan pintu untuk Naruto, Naruto akan duduk dibelakang.
"Hey cepatlah!" kata Sasuke dengan nada tidak sabar.
TAK!
Sebuah jitakan mendarat dikepala sasuke.
"Hey.. keluar kau dari mobil. Kau bilang mobilmu dibawa oleh kakakmu? Kakakmu kau bilang? Aku tau kakakmu berada di Inggris sekarang. jangan berpura-pura!" Naruto keluar dari mobil dan membuka pintu depan, dimana Sasuke duduk. Ditarik keluarnya Sasuke dengan paksa dari sana dan Naruto langsung duduk ditempat Sasuke dan menyuruh Gaara untuk segera pergi.
Sasuke memandang kepergian mobil Gaara. 'Sial!' batin Sasuke.
Sepanjang perjalanan, Naruto hanya menutup mulutnya tidak berbicara sedikitpun. Dia sangat kesal dengan perbuatan Sasuke yang menurutnya sangat kekanak-kanakan. Dia merasa sangat badmood. Gaara menggenggam tangan Naruto, mencoba untuk sedikit menghibur.
"Maafkan aku, Gaara. Aku benar- benar sedang kesal sekarang." Naruto melepaskan genggaman tangan Gaara.
"Aku mengerti. Aku akan mengantarmu dengan cepat menuju rumah." Gaara tersenyum kepada Naruto lalu segera melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah Naruto.
Setelah sampai di rumah Naruto. Naruto hanya turun, berterimakasih, membungkukan badan sebentar lalu langsung masuk kedalam rumah. Sasuke benar- benar membuat hubungan Gaara dan Naruto sedikit tidak mulus.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto sekarang sudah berada dirumahnya sebelah timur. Setelah mengganti baju, Naruto dan Temari segera menuju rumahnya. Touru mereka titipkan kepada pelayan yang ada di rumahnya itu. sehingga Temari dan Shikamaru tidak perlu mengkhawatirkan Touru.
"Aku yakin polisi akan mengikuti kita juga dan karena aku takut adanya mereka malah memperlambat kita. Aku sudah memanggil mereka kesini. Aku yakin mereka akan segera datang." Naruto membuka buku yang berisi seluruh rencananya.
Tidak berapa lama kemudian Sasuke berasama dengan beberapa anak buahnya datang.
"Jadi ini rumahmu yang lain ya?" tanya Sasuke sambil memperhatikan isi dari rumah Naruto.
"Hn." Naruto melirik kursi yang ada disebelahnya. Menandakan bahwa Sasuke harus segera duduk disebelahnya, karena dia akan segera menjalaskan. Sasuke duduk disebelah Naruto dan Naruto berdiri dari kursinya.
"Aku sudah mengetahui dimana mereka akan bertemu. Aku mendengar dengan jelas, bahwa Juugo akan bertemu di bukit belakang sekolah. Dan jika kita sampai disana sesudah mereka sampai. Itu akan sangat menimbulkan kecurigaan. Jadi kita akan kesana sebelum mereka datang. Kalian akan menyebar. Dan aku juga tidak mau kejadian Karin terjadi lagi. Aku ingin ada yang menjaga dalam radius 100 meter dan radius 300 meter. Sedangkan aku akan berada didekat mereka, antara 10 samapi 30 meter. Disini yang berkuasa adalah aku. Dan aku tidak suka jika ada yang tidak setuju atau memberontak. Kita bekerja secara tim. Tapi pemimpinnya adalah aku." Naruto menatap tajam Sasuke, karena dia tahu, Sasuke akan segera mengajukan protesnya. Tapi karena sudah diperingatkan oleh Naruto terlebih dahulu, Sasuke tidak jadi berkomentar.
"Dan.. aku tidak yakin dengan penampilan kalian. Neji, Temari, Shikamaru, Kiba, Tenten, Kankuro. Aku ingin kalian mengeluarkan keterampilan kalian. Bawa semua polisi yang berjumlah 10 ini ke kamar penyamaran. Kalian mengerti?" Naruto menatap semua mata-matanya.
"SIAP!" jawab seluruh mata-mata Naruto dengan serempak dan tegas.
Naruto memandang semua polisi yang mengikuti mata-matanya dan matanya sekarang tertuju kepada sasuke yang hanya diam ditempat duduknya.
"Kau fikir, penyamaranmu sudah sempurna? HAH?" Naruto menatap remeh Sasuke.
"Aku ingin, istriku sendiri yang membantuku." Sasuke menyeringai.
"Tapi… aku sibuk!" Naruto pergi meninggalkan Sasuke. Sasuke menatap Naruto yang sedang menaiki tangga. Setelah itu dia segera masuk kedalam kamar penyamaran. Karena dia juga butuh penyamaran dan dia tidak ingin dibilang sebagai pengganggu. 'Sepertinya Shikamaru akan membantuku.' batin Sasuke.
Naruto masuk kedalam kamarnya dan menggunakan penyamarannya juga. dia akanmenyamar sebagai anak sekolah. Naruto mengambil wig dengan potongan pendek berwarna putih. Matanya menggunakan lensa berwarna hijau. Setelah itu dia mengambil seragam sekolahnya. Naruto juga menggunakan sebuah bando, kaus kaki panjang selutut dan sepatu berwarna hitam. Naruto juga segera menghilangkan 3 garis halus diwajahnya, diambilnya juga sebuah headset, dipakainya headset itu, tetapi Naruto tidak menyetel lagu. Dia hanya memakainya sebagai tambahan. Dan penampilannya sempurna sekarang.
Naruto keluar dari kamarnya dan segera turun. Disana dia sudah menemukan semuanya. Dan dia dapat melihat Sasuke diantara mereka.
"Shikamaru, kenapa Sasuke tidak menjadi pengumpul kayu saja?" tanya Naruto kepada Sasuke. sepertinya Naruto ingin balas dendam kepada Sasuke. Naruto mengambil tasnya dan mengambil kaca mata dengan frame berwarna coklat. Ditekannya frame itu.
"Kita harus segera pergi!" Naruto memberi komando.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto menatap kesal Sasuke yang sedang mengemudi. Ini semua adalah salah Shikmaru yang membuat penyamaran Naruto untuk menjadi sepasang kekasih yang sedang berpacaran. Sasuke sekarang menggunakan seragam sekolah dari sekolah lain. Celana putih, kemeja putih dan jas berwarna putih juga.
"Shikamaru memang sangat mendukungmu." Naruto mengalihkan pandandangannya kearah jendela.
"Dia memang kakak ipar yang baik." Sasuke melirik sekilas Naruto. setelah itu mereka segera menuju tempat yang direncanakan.
Naruto duduk dibawah pohon dan Sasuke juga ikut duduk disampingnya. Sasuke menggengam tangan Naruto.
"Jangan kau fikir kau bisa mengambil kesempatan dalam kesempitan."
TAK!
Naruto menjitak kepala Sasuke.
"Itu untuk mempertegas bahwa kita adalah sepasang kekasih." Sasuke menyenderkan badannya kepohon yang berada dibelakangnya. Naruto mencopot salah satu headsetnya dan memasangkannya kepada Sasuke.
"Hanya ini." Naruto ikut menyenderkan badannya ke pohon. Diletakannya kepalanya dibahu Sasuke. Sasuke memang sedikit terkejut awalnya. Tetapi akhirnya dia menerima, dia malah sangat senang dengan itu semua, apa yang dilakukan Naruto membuatnya teringat dengan masa lalu. Naruto menekan frame kacamatanya. Dia dapat melihat Juugo yang sedang berjalan.
"30 meter diarah jam 3. Mereka akan bertemu disana." Naruto bergumam sendiri.
Sasuke yang mengerti hal itu hanya mengangguk.
Naruto terus mengamati Juugo yang sedang bertemu dan berbicara kepada Orochimaru. Kemudian tiba- tiba Naruto mencopot headsetnya dan bangun, Sasuke yenga mengetahui bahwa penggrebekan akan segera dimulai ikut bangun.
"Semua siap dalam posisi masing-masing." Naruto memberi komando kepada semua mata-matanya. Naruto berjalan mendekat, sampai dia bisa melihat seluruh mata-matanya.
"SEKARANG!" Naruto memberi komando.
Semua mata-mata segera menyerbu. Naruto segera berlari dan mencoba menangkap Orochimaru.
DUAR!
Orochimaru melemparkan sesuatu ketanah dan sebuah asap keluar.
"Tekan frame kaca mata kalian!" Naruto berteriak kepada mata-matanya. Naruto terus mencari dimana Orochimaru, dia tidak boleh kehilangan kesempatan emasnya. Tanpa sengaja Naruto melihat kearah selatan dan melihat seseorang yang sedang mengarahkan panah kesebalah kanannya, Naruto menengok kesebelah kanannya dan melihat Juugo.
"Juugo awas…."
JRAT!
Panah mengenai tubuh Juugo. Dan Juugo langsung jatuh ketanah.
"KANKURO! ARAH JAM DUA SERATUS METER DARI TEMPATMU." Naruto berteriak.
Kankuro yang berada 300 meter dari tempat kejadian segera berlari kearah yang dimaksudkan oleh Naruto. diaktifkannya lensa matanya yang bisa berubah menjadi teropong. Dia dapat melihat orang yang sedang berlari itu. kankuro berlari. Dan memperkecil jarak diantara mereka.
SYAT!
Kankuro melemparkan pisau kearah kepala orang itu tetapi tidak berhasil. Dia hanya berhasil membuat wig yang dikenakan oleh orang itu jatuh. Kankuro segera mengambil lagi pisau yang ada dipingganggnya.
SYAT!
Kankuro kembali melemparkan pisaunya. Tetapi lagi-lagi gagal, orang itu lebih tangkas dari pada apa yang diperkirakan. Tiba-tiba orang itu berbalik dan menyeringai kearah Kankuro.
"KAU MATI!"
JLEB!
Sebuah pisau tepat mengenai perut Kankuro dan Kankuro jatuh ketanah.
"Lemah." Orang itu berkata lalu pergi dari sana.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto melihat keadaan Juugo, semua mata-matanya tidak bisa membantu. Temari sedang berada ditempat Kankuro. Dia sedang membantu Kankuro yang sangat membutuhkan pertolongan.
"Bawa dia ke rumah sakit!" Sasuke memberitahu anak buahnya.
"Tidak! Bawa dia kemobilku." Naruto memerintahkan Kiba. Kiba mengangguk lalu mengangkat Juugo kemobil Naruto. Naruto segera masuk kedalam mobilnya.
"Mau kau bawa kemana dia? Aku ikut!" Sasuke membuka pintu belakang mobil Naruto, tetapi ternyata pintu mobil itu sudah dikunci.
"Kau cukup disini." Naruto sedikit membuka jendela mobilnya dan dia segera pergi dari sana. Dia akan membawa Juugo ke tempat yang sangat tepat. Karena Juugo akan segera mati jika dia tidak segera ditolong. Naruto baru menyadari bahwa ada racun dipanah tersebut. Akan sangat berbahaya jika Juugo dibawa kerumah sakit karena keselamat Juugo pasti akan terganggu. Karena Orochimaru tidak akan tinggal diam jika Juugo masih hidup. dan tempat yang pantas untuk merawat Juugo hanya ada satu tempat. Yaitu rumah Jii-san dan Baa-sannya.
To be continued
Selesai…. Hahahahaha. Akhirnya chapter 7 selesai. Sesuai dengan rencana bahwa fanfic misi akan tamat dibawah 10 chapter. Tsuki minta maaf kalo ternyata hubungan Gaara dan Naruto tidak direstui. Hiks, hiks, hiks. Dan Tsuki minta maaf lagi karena Tsuki gak akan merubah hubungan Gaara dan Naruto. hubungan Gaara dan Naruto akan berakhir di chapter terakhir. Tsuki minta maaf, karena kalo hubungan mereka Tsuki bikin putus sekarang. Tsuki harus merubah endingnya. Jadi… Tsuki tidak mengubah hubungan Naruto dan Gaara sampai chapter terakhir. *egois nih authornya* Maafkan Tsuki…. Tsuki minta maaf. Maaf, maaf, maaf. *membungkukan badan.* dan Tsuki hanya bisa berkata, Tsuki tunggu reviewnya. ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
