Tsuki akhirnya bisa juga publish chapter ke 8 ini. tidak lupakan? bahwa ini adalah chapter yang mendekati akhir, 3 hari lagi. Tsuki akan publish chapter terakhirnya. Tsuki janji, hahahahahahaha. Dan Tsuki akan publish cerita baru, tapi masih dalam proses ceritanya. Review aja ah.
Fanny love Everyone : xixixixixi, Tsuki kan emang orang jahat. HAHAHAHAHAHAHA. *hujan batu.*xixixixii, Tsuki kan cari suasana baru, tapi gak tepat nih, hehehehehe. Masalah yang satu itu, lewat PM aja ya. . arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
monkey D eimi : hehehehehhe. Soalnya Tsuki udah ga sabar nulis akhir cerita dari MISI. Hihihihihi, gpp kok, yang penting udah review. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*. SIAP! Hehehehe (^0^)\
chielasu88 : maaf, maaf, maaf. Bukan maksud Naru kayak gitu kok. *Naruto : salahkan Author Tsuki, jangan aku!* hahahahaha, akan dijawab dichapter ini. siiiipppp! Pasti dibuat happy ending. Jangan dibuang Gaaranya buat aku juga gpp kok. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
anak ayam : aku gak akan tega suruh Touru pake wig. Kasihan dia, bukan itu maksudku. Aku akan jelaskan dibawah aja ya. Masalah, kedua masalah itu… hmmm… sepertinya… lihat dibawah aja deh. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
nukoi reitsuya : holla sypudth. Gpp kok, udah baca dan review aja udah seneng banget. Hahahahaha. Xixixixi. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*. Sasuke sedikit Tsuki buat menderita, karena sebenarnya yang sangat menderita disini adalah Naruto. Tsuki harap dichapter ini Naruto gak terlalu sadis. Karena Sasuke cuma sedikit keluar. hehehehe. Tsuki gak bakal marah kok. arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
kurohitsutoru : arigatou, arigatou, arigatou *membungkukan badan*.
Happy reading!
DON'T LIKE, DON'T READ!
Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*
Pairing : SasuFemnaru
Warning : TYPO dan OOC tingkat akut, pokoknya kesalahan ada dipenulis.
Namikaze Naruto : 23 tahun
Uzumaki Tsukiko (Naruto) : 16 tahun
Nara Shikamaru (Uzumaki Shirui): 24 tahun
Uchiha Sasuke : 24 tahun
Yakushi kuroi (Sasuke) : 16 tahun
MISI
Naruto memasukan mobilnya kedalam sebuah rumah yang tidak terlalu besar tetapi memiliki sebuah taman yang sangat besar dan luas.
"JII-SAN BANTU AKU!" teriak Naruto. dan tidak beberapa lama kemudian datanglah seorang pria dengan rambut berwarna putih panjang yang umurya kira-kira 70 tahun, tetapi pria itu masih terlihat sangat memiliki banyak tenaga.
Naruto membuka pintu mobilnya dan memperlihatkan keadaan Juugo. Pria itu mengangguk lalu dengan segera dibawanya Juugo masuk ke rumahnya.
"Tsunade harus cepat menolongnya jika kau ingin pria ini tetap hidup! Jii-san tidak perlu memberitahukanmukan dimana Baa-san mu berada?" Jiraya menatap Naruto yang masih berdiri saja. Setelah Juugo berhasil dikeluarkan dari mobilnya oleh Jiraya, Naruto segera berlari kearah kamarnya.
BRAK!
Naruto membuka pintu kamarnya dengan kasar dan hal itu membuat seorang wanita yang berumur sekitar 67an menatap horor dirinya.
"Kau tahu? Dia baru saja tidur!" Tsunade menjewer kuping Naruto.
"Aw, aw, aw. Ini sakit, Baa-san. Maafkan aku. Ini masalah hidup dan mati seseorang." Naruto menatap serius Baa-sannya itu. Tsunade menghela napas lalu meninggalkan Naruto.
"Kau disini. Temani Haru. Aku akan menengoknya kebawah." Tsunade menepuk pundak Naruto sekali sebelum pergi meninggalkan Naruto.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Tsunade mengerutkan keningnya. Hanya satu orang yang menurutnya bisa membuat racun sejenis itu. Tsunade memandang Jiraya sebentar lalu mengangguk. Jirayapun mengerti bahwa yang dihadapi oleh cucunya sekarang adalah sahabat lama mereka. Sahabat yang telah mengkhianati mereka dan lebih memilih untuk menghasilkan uang sebanyak-banyaknya.
"Ku fikir, kita masih mempunyai penawar racun ini di gudang, Jiraya." Tsunade menatap Jiraya.
"Aku juga berfikir seperti itu." Jiraya segera pergi meninggalkan Tsunade dan segera berlari kebawah.
SRAK!
Tsunade menyobek baju Juugo dengan kasar dan melihat luka yang tepat berada diatas jantung Juugo. 'Aku yakin, jika kau tidak dibawa kemari, kau tidak akan selamat nak.' batin Tsunade prihatin. Tsunade segera menyiapkan air panas di baskom, air panas itu disiapkan berbaskom-bakom.
"Ada yang bisa aku bantu?" tanya Naruto dari pintu.
"Apa Haru sudah tidur?" tanya Tsunade kepada Naruto.
"Tentu. Jika belum, aku tidak akan kemari, Baa-san." Naruto menyilangkan tangannya. Setelah itu dia mendekati Tsunade.
"Aku lihat, dia cukup parah." Naruto mengelus dagunya.
"Anak pintar. Tidak sia-sia aku mengajarkanmu pengobatan. Dan pilihanmu tepat sekali membawanya kesini, Naru-chan." Tsunade tersenyum kearah Naruto.
"Aku membawa penawarnya." Jiraya datang dengan nafas yang terengah-engah. Tsunade segera membagi penawar racun itu menjadi 3. Satu dicampurkan untuk membersihkan luka itu. satu untuk diminumkan kepada Juugo dan satu akan disuntikan kedalam tubuh Juugo.
"Apa Orochimaru melakukan hal yang aneh lagi?" Jiraya bertanya kepada Naruto yang sedang menyiapkan suntikan.
"Begitulah. Dia menculik anak untuk dijadikannya percobaan." Naruto memasukan penawar racun itu kedalam suntikan yang sedang dipegangnya. Jiraya dan Tsunade sedikit terkejut dan menatap Naruto lalu kembali mengerjakan perkerjaan yang mereka lakukan.
"Apa kita masih mempunyai infus?" tanya Naruto kepada Jiraya.
"Kau lupa? Rumah ini sama seperti rumah sakit mini." Jiraya tersenyum kepda Naruto dan tanpa disuruh, Jiraya langsung pergi untuk mengambil infus yang akan digunakan oleh Juugo.
"Apa kita harus memasukan obat ini menggunakan selang?" tanya Naruto menatap Tsunade. Tsunade baru saja menyiapkan selang yang akan dimasukkannya kedalam tubuh Juugo.
"Dia tidak sadarkan diri. Akan lebih bagus jika penawar ini segera masuk kedalam lambungnya. Kau tahu, Orochimaru selalu membuat racun yang sangat kompleks." Tsunade menatap Naruto. Naruto mengangguk, hal penting yang harus dilakukannya sekarang adalah menolong dan menyelamatkan nyawa Juugo.
"Dia berguru kepada Orochimaru agar menjadi seorang dokter yang handal." kata Naruto sambil memasukan selang kedalam mulut Juugo.
"Anak yang baik." Tsunade mempersiapkan penawar racun yang akan masuk kedalam selang itu. mareka berdua ditambah dengan Jiraya bekerja sama untuk menolong Juugo. Mereka tidak ingin orang sebaik Juugo harus pergi karena hal yang tidak baik.
Setelah 3 jam mereka memberikan pertolongan pertama akhirnya mereka menyelesaikan semuanya dengan baik. Juugo sudah terlihat baik sekarang. Naruto bersyukur Juugo masih bisa bertahan hidup. Naruto tersenyum kepda Baa-san dan Jii-sannya.
"Tadaima…" Naruto tersenyum kepada Jiraya dan Tsunade.
"Okaeri, Naru-chan." Tsunade dan Jiraya tersenyum balik kepada Naruto.
"Sepertinya kita harus membiarkan pemuda ini untuk istiahat." Tsunade menatap semuanya meminta persetujuan dan semua menjawab itu dengan sebuah anggukan. Mereka bertiga meningglkan ruangan itu dan berjalan menuju ruang keluarga dimana mereka dulu sering berkumpul.
"Apa kau bertemu dengan suamimu, Naru-chan?" tanya Jiraya.
"Tentu saja, kami bekerja sama dengannya untuk menangkap Orochimaru." Jawab Naruto malas.
"Apakah Haru baik-baik saja?" tanya Naruto mengalihkan topik pembicaraan.
"Seperti yang kau lihat tadi. Dia selalu baik dan kuat." Tsunade menatap Naruto.
"Sepertinya hari ini aku akan menginap. Aku akan tidur bersama Haru." Naruto sedikit menguap lalu langsung berjalan menuju kamarnya.
"Apa dia baik-baik saja?" tanya Tsunade kepada Jiraya.
"Dia pasti baik-baik saja." Jiraya mencoba menenangkan istrinya karena Tsunade terlihat sangat khawatir kepada Naruto.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Juugo membuka matanya dengan perlahan. Sinar matahari membuatnya terbangun. Dia mencoba melihat sekitar dan mengenali dimana dirinya sekarang. Tetapi dia tidak menemukan sedikitpun petunjuk, karena dia tidak tahu dimana dia berada.
"Kau sudah bangun rupanya." Naruto meletakan segelas air disamping meja Juugo.
"Si-si-siapa kau?" tanya Juugo kepada Naruto. Naruto menatap tidak percaya Juugo. Mana mungkin Juugo melupakannya padahal mereka baru beberapa hari yang lalu berkenalan.
"Aku Tsukiko. Apa kau lupa?" Naruto menaruh kedua tangannya dipinggang. Tapi sedetik kemudian di tertawa.
" Hahahahaha. Owh ya, aku lupa. Aku baru menyadari bahwa aku tidak memakai penyamaranku. Perkenalkan namaku Naruto, Namikaze Naruto atau bisa kau sebut juga Uchiha Naruto." Naruto menggaruk leher bagian belakangnya karena merasa sangat malu.
"Jadi Tsukiko itu adalah… Kau sebenarnya adalah Uchiha Naruto? detektif terkenal itu?" tanya Juugo lagi.
"Begitulah. Maafkan aku telah membohongimu." Naruto tersenyum kepada Juugo.
CKLEK!
seseorang muncul dari pintu.
"Kau sudah siuman rupanya." kata seorang pria dengan rambut putih panjang.
"Seperti yang Jii-san lihat." Naruto menatap Juugo dan Jiraya secara bergantian.
"Ji-ji-jika kau Uchiaha Naruto, berarti lelaki ini adalah… LELAKI INI ADALAH KAKEKMU, YANG BERARTI DIA ADALAH PEMILIK KONOHAGAKURE HOSPITAL? DAN KAU MEMPUNYAI ISTRI SEORANG DOKTER YANG SANGAT HEBAT DAN TERKENAL YANG BERNAMA TSUNADE?" Juugo berteriak keras, karena Juugo merasa tidak percaya dengan semuanya. Dan munculah banyak pertanyaan yang membanjiri otak Juugo.
"Semua yang dikatakan olehmu adalah benar." Jiraya tersenyum kearah Juugo.
"Perkenalkan namaku adalah Juugo aku adalah… hmmm… teman dari Uchiha Naruto." Juugo melirik Naruto sekilas.
"Ribut sekali disini." seorang wanita dengan rambut kuning pucat masuk dengan seorang anak laki-laki ditangannya.
"Kau-kau-kau. AKU BENAR KAU PASTI ADALAH TSUNADE DOKTER TERKENAL ITUKAN? KAU TAHU? KAU ADALAH INSPIRASIKU DANKAU ADALAH PANUTANKU." Juugo terlihat sangat senang.
"Temanmu yang satu ini sangat baik, Naru-chan." Tsunade berkata kepada Naruto.
"Tapi siapa anak laki-laki itu?" tanya Juugo sambil menunjuk bayi yang ada ditangan Tsunade.
"Dia adalah anak laki-laki-"
"Dia adalah adikku." Kata Naruto sedikit memotong perkartaan Jiraya. Jiraya dan Tsunade menatap tidak percayaa Naruto tetapi mereka akhirnya memaklumi itu semua dan menerima dengan baik.
"Wah… adikmu sangat tampan ya?" Juugo tersenyum kepada naruto.
"Tentu!" Naruto tersenyum kepada Juugo juga.
"Aku akan pergi sekarang banyak hal yang harus kulakukan dengan gurumu itu, kau tahu? Sebenarnya gurumu itu adalah Orochimaru. Aku sedikit heran kau tidak mengetahui itu semua." Naruto mencium pipi anak laki-laki kecil lalu melirik Juugo.
"Dia selalu memakai topeng, jadi aku tidak mengetahui siapa dirinya." Juugo menundukan kepalanya.
"Sudahlah, Kau tidak perlu menyesali itu semua. Jii-san , Baa-san, aku serahkan Juugo pada kalian. Aku harus menuntaskan semuanya sekarang." Naruto mengambil jaket yang ada dikursi lalu pergi meninggalkan rumah itu.
"Selalu saja begitu." Jiraya menggaruk kepala bagian belakangnya.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto mengendarai mobilnya menuju rumahnya atau rumahnya bersama dengan Shikmaru. Dia harus cepat sebelum Gaara menjemputnya untuk berangkat sekolah.
Naruto memakirkan mobilnya di depan rumah. Naruto turun dan menempelkan plat nomer plat mobil diatas plat mobilnya. Dia tidak ingin ada yang mengetahui itu semua. setelah semuanya selesai, Naruto segera masuk kedalam rumah dan mengganti baju dan menggunakan penyamarannya.
"Bagaimana dengan Kankuro?" tanya Naruto kepada Shikamaru.
"Dia masih berada di rumah sakit, Temari menemaninya sekarang." Shikamaru menyuapi Touru.
"Kita adakan rapat setelah aku pulang sekolah. Tunggu dulu! Aku tidak akan masuk sekolah hari ini. Aku ingin mendengar bagaimana penjelasan dari Kiba." Naruto menatap Shikamaru dan Shikamaru mengangguk.
Naruto bangkit dan menggambil handphonenya. Setelah itu ditekannya sebuah nomer.
"Hallo. Gaara? Maaf, aku sakit, aku tidak bisa masuk sekarang. aku hanya sedikit flu. Baik. Ya aku tahu. aku tunggu kau di rumah jika kau ingin menengokku. Ok, bye…" Naruto menutup telfonnya dan setelah itu dia menelfon Kiba.
"Kiba! Aku tunggu kau dirumahku dan Shikamaru sekarang. aku tunggu 1 jam lagi, kau mengerti!" Naruto menegaskan suaranya. Setelah menelfon Kiba, Naruto bergabung kembali dengan Touru dan Shikamaru.
"Kasihan sekali Touru." Naruto mencubit pipi Touru.
"Kau akan membuatnya menangis, Naruto." Shikamaru menatap tajam Naruto. Naruto hanya terkikik kepada Shikamaru dan mengambil makanan untuk sarapan.
Tidak berapa lama, Kiba datang. Tentunya dengan penyamaran, dia menyamar sebagai pekerja perbaikan saluran air.
"Jadi bagaimana waktu itu?" tanya Naruto.
Flash Back
Kiba meneruskan pengintaiannya dan membiarkan Naruto. karena Naruto menyuruhnya untuk tidak memperdulikannya. Dia akan terus mengintai Tayuya. Kiba kembali memfokuskan pandangannya dan didepan terdapat perempatan, Kiba harus mengikuti kemanapun Tayuya pergi. Tayuya mengambil jalan lurus dan kiba mengikutinya, tetapi tiba-tiba datang 4 mobil yang sama persis dengan mobil tayuya, semuanya benar-benar sama tidak ada yang bisa dibedakan, bahkan yang ada didalamnyapun sama. Tetapi Kiba masih bisa membedakannya, hingga mobil itu berputar-putar, mereka mengganti posisi mereka.
Dan ternyata itu semua membuat Kiba sidikit bingung. Salah satu diantara mobil itu membuka kacanya dan melemparkan pisau kearah mobil Kiba. Dan untungnya Kiba bisa menghindari itu semua. Kiba masih mencirikan mobil Tayuya. Dan mobil itu semua berpisah dan mengambil jalur yang berbeda, dan untungnya Kiba masih bisa mengikuti mobil Tayuya yang asli.
Kiba terus mengikuti Tayuya. Dan tanpa dia sadari dibelakang terdapat sebuah mobil berwarna putih yang mengikutinya. Kiba terus mengendarai mobilnya. Sampai…
DUAR!
Mobil ban Kiba pecah, mobil Kiba berputar. Kiba segera membuka kaca jendela mobilnya dan tanpa ada satu orangpun yang tahu. Kiba melemparkan sebuah chip kebawah mobil putih itu. karena Kiba tahu. mobil putih itu pastia akan mengawal Tayuya sampai Tayuya sampai dimarkas Orochimaru. Setelah itu mobil putih itu pergi mendahului mobil Kiba.
BRAK!
Mobil Kiba menabrak pohon. Kiba membuka pintu mobilnya dan tersenyum.
"Misi selesai!" Kiba menyeringai lalu menekan frame kaca matanya menandai bahwa chip itu memang sudah menempel dengan benar.
Flash Back off
"Apakah chip itu masih disana sampai sekarang?" Tanya Naruto penasaran.
"Tentu saja. Dan aku sudah menemukan dimana markas Orochimaru." Kiba berkata dengan bangganya.
"Chip itu tidak terdeteksi?" tanya Naruto.
"Chip yang tak akan terdeteksi dengan apapun. Salah satu chip yang kubuat." Kiba menyeringai.
"Kerja bagus." Naruto bertepuk tangan. Dia sangat mengagumi Kiba yang bertindak sangat cepat dan tangkas.
DRET, DRET, DRET.
Handphone Naruto bergetar. Naruto segera meminta izin untuk pergi sebentar.
"Hallo." terdengar suara dari sebrang.
"Hallo. Dengan siapa ini?" tanya Naruto.
"Kau sudah melupakanku rupanya, Naru-chan?"
"Siapa ini?" Naruto penasaran.
"Ku tunggu ditaman bermain. Ok? sekarang juga!" kata orang disebrang yang berkesan sangat memaksa.
PET!
Sambungan terpotong. Karena Naruto adalah tipikal orang yang tidak bisa dibuat penasaran. Naruto segera mengambil jaketnya dan pergi.
"Mau kemana? Kaukan menyuruhku datang." Kiba tidak terima kepada naruto yang membuangnya begitu saja.
"Ada hal penting. Dan instingku bilang, aka nada berita yang sangat penting." Naruto menatap Kiba dan Shikamaru, setelah itu dia pergi.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto menunggu di taman bermain. Dia masih belum mengetahui siapa yang memintanya kemari, suara orang itu sungguh tidak mengingatkan Naruto kepada siapapun.
HUG!
Seseorang memeluk Naruto dari belakang. Naruto yang sudah siap siaga langsung menyikut orang tersebut,
"Aw… seperti biasa selalu siap siaga." Orang tersebut langsung menutup mata Naruto. Naruto mencoba melepaskan tangan pria itu dari matanya.
"Jangan main-main ya. Kau kira aku bodoh."
DUAK!
Kaki Naruto menedang lutut orang yang menutup matanya itu.
"Aw, Aw, Aw. Kau selalu saja menendang lutuku." Orang itu memegangi lututnya. Naruto berbalik dan melihat orang itu.
"I-I-itachi-nichan…." Naruto langsung berlari dan memeluk Itachi dengan erat.
"Kau selalu menyikut dan menendangku. Kau sadar itu?" tanya Itachi.
"Nii-chan yang selalu membuatku seperti itu. mengapa tidak memberitahu jika datang. Akukan bisa menjemput Nii-chan di bandara." Naruto menggembungkan pipinya.
"Sasuke sudah cukup." Itachi mengacak-ngacak rambut Naruto dengan sayang.
"Owh ya, aku dengar Sasuke sudah menemukanmu. Padahal aku sudah menyembunyikan dimana dirimu. Tapi kau malah membuka persembunyianmu sendiri." Itachi terlihat sedikit kecewa.
"Ini semua karena Orochimaru. Gara- gara dia aku harus begini. Terima kasih Nii-chan telah menyembunyikanku selama ini." Naruto memeluk lebih erat Itachi.
"Aku tidak ingin mati sekarang, Naru-chan." Itachi melepaskan pelukan Naruto dan Naruto langsung terkikik mendengar itu.
"Maafkan aku, Nii-chan. Mengapa Nii-chan pulang?" Naruto menatap itachi.
"Ada hal penting tentang Orochimaru yang ku ketahui. Satelit yang ku miliki akhirnya bisa menemukan dimana markas Orochimaru berada." Itachi berbisik kearah Naruto.
"Benarkah?" tanya Naruto dengan mata berbinar. Itachi mengangguk lalu berbisik lagi kepada Naruto.
"Tapi… sebenarnya alasan mengapa aku pulang adalah karena aku merindukan keponakanku. Dimana dia sekarang?" tanya Itachi.
"Seperti biasa ada di rumah Baa-san." Naruto menggandeng tangan Itachi untuk masuk kedalam taman bermain.
"Aku harus kesana rupanya. Tapi, aku juga harus menanyakan sesuatu tentang obat- obatan kepada Baa-san. Tapi sepertinya Sasuke belum mengatahui tentang Haru ya?" Itachi mengelus dagunya.
"Biarkan saja. Walaupun Nii-chan adalah kakaknya, Nii-chan tidak boleh memberitahunya." Naruto menatap tajam Itachi.
"Tentu saja. Hey… ayo naik permainan itu." Itachi menunjuk sebuah permainan roller coster. Naruto mengangguk dan mereka berdua segera berlari untuk segera mengantri.
Setelah mendapat telfon bahwa Gaara akan ke rumahnya, Naruto segera mengakhiri permainannya.
"Apakah itu pacar barumu?" tanya Itachi.
"Begitulah! Jadi bagaimana sekarang?" Naruto bertanya balik.
"Tidak bagaimana- bagaimana. Aku akan langsung pergi ke rumah Baa-chan dan setelah itu akan langsung pulang." Itachi mengacak rambut Naruto lagi.
"Sebegitu cepatkah? Haru pasti sangat merindukan Ji-sannya." Naruto menatap sedih Itachi. Lain kali pasti bisa. Itachi tersenyum tulus kepada Naruto lalu mengantar Naruto pulang. Tapi sebelum itu Itachi memberikan sebuah chip kepada naruto, chip itu akan menuntun Naruto menuju markas Orochimaru.
Itachi dan Naruto memang sangat dekat. Bahkan mereka sangat dekat layaknya seorang kakak dan adik kandung. Walaupun Naruto memutuskan untuk bersembunyi waktu itu, tetapi Itachi dapat menemukannya dengan cepat. Saat itu Itachi mengerti dengan Naruto, tetapi ternyata hasil yang didapatkan oleh Itachi tidak memuaskan. Dia sangat kesal dengan Sasuke yang ternyata tidak mencari Naruto dan hanya sedikit berusaha. Itu menurut pikiran Itachi, bahkan Sasuke tidak meminta bantuan kepadanya. Padahal jika dia bertanya, Itachi akan segera memberitahunya. Tapi ternyata Sasuke terlalu gengsi. Itachi akhirnya memutuskan untuk mengikuti apa yang Naruto mau. Dia hanya bisa membiarkan Naruto sendiri yang memutuskan. Dan dia ikut membantu Naruto untuk bersembunyi.
"Terima kasih." Naruto membungkukan badannya sedikit.
"Aku pergi dulu." dan Itachi pergi meninggalkan Naruto.
Itachi bagaikan angin yang datang dan pergi begitu saja dia adalah salah satu orang yang sangat dipercaya oleh Naruto. Sayang sekali mereka tidak bisa berlama- lama bersama, karena Naruto dan Itachi adalah orang yang sama- sama sibuk. Itachi adalah seorang mata- mata sama seperti dirinya dan Itachi juga adalah seorang dokter. Dia selalu berbagi cerita dengan Naruto maupun Baa-san dan Jii-sannya. Tapi jika dilihat, Itachi memang selangkah jauh didepan Naruto. Naruto saja hanya memiliki 1 satelit, sedangkan Itachi sudah memiliki beberapa satelit dan salah satu satelitnya tidak bisa dilacak oleh apapun. Dan Naruto berencana untuk membeli satelit itu, jika dia berhasil menemukan ank- anak itu.
Naruto langsung masuk kedalam kamarnya dan menyamar sebagai orang yang sedang sakit, hidungnya dibuat agak merah dan mukanya dibuat pucat. Dan sesuai dengan perkiraan. Gaara datang setelah 30 menit kemudian.
Naruto keluar dari rumahnya dengan jaket tebal yang menyelimutinya. Dia melihat kedepan dan menemukan Gaara yang sedang menunggunya didepan mobil putihnya.
"Gaara." panggil Naruto. Gaara menengok dan betapa terkejut dirinya saat melihat bagaimana keadaan Naruto.
"Apa yang terjadi? Kau tidak apa- apa? Ayo aku antar ke rumah sakit? Kau harus segera ke dokter!" Gaara menampakan bagaimana keseriusan dirinya bahwa dia peduli dengan Naruto.
"Baiklah." Naruto tersenyum kepada Naruto dan Gaara membalas itu dengan senyum juga. Gaara membukakan pintu mobil untuk Naruto. Naruto masuk kedalam mobil Gaara dan Gaara langsung menutup mobil tersebut karena dia ingin cepat- cepat mengantar Naruto ke rumah sakit.
Naruto menekan frame kaca matanya dan Naruto baru menyadari bahwa ada hal yang dilupakannya dan tertinggal dikamarnya.
"Aku masuk dulu." Naruto mencopot kaca matanya dan menaruhnya ditas. Gaara mengangguk lalu membiarkan Naruto pergi.
DRET DRET DRET
Hp Gaara bergetar. Gaara melihat siapa yang menelfonnya setelah mengetahui siapa yang menelfonnya. Gaara segera memeriksa seluruh apa yang dibawa oleh Naruto.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto keluar dari rumahnya dan segera masuk kedalam mobil Gaara.
"Aku sudah siap." Naruto menatap Gaara.
"Ok, kita berangkat sekarang." Gaara segera menjalankan mobilnya menuju rumah sakit keluarganya.
Naruto membuka tasnya dan memakai kaca matanya lagi. Naruto menekan kembali frame yang ada disamping kaca mata itu. Hanya dia yang tahu bagaimana mematikan dan mengaktifkan kaca mata itu. Naruto sedikit kaget mengetahui bahwa kaca matanya dalam keadaan aktif merekam. Naruto menekan kembali pinggir kaca matanya untuk menstop rekaman tersebut. Jika dilihat dari depan atau dari samping Naruto terlihat hanya sedang membenarkan letak kaca matanya, padahal dia sedang mengaktifkan fungsi khusus kaca matanya itu. tapi karena Gaara membelokan mobilnya terlalu cepat Naruto malah menekan tombol play.
"Maafkan aku." kata Gaara kepada Naruto.
"sudahlah." Naruto tersenyum kepada Gaara.
Naruto sekarang membenarkan kaca matanya lagi. Dia akan menghapus rekaman tersebut.
"Hallo tuan." tiba- tiba terdengar suara Gaara. Naruto yang penasaran akhirnya tidak jadi mematikan atau menghapus rekaman tersebut. 'Tidak ada salahnya mendengarkan bukan.' batin Naruto.
"Ya, Naruto sudah ada ditanganku." Terdengar lagi sebuah suara dan itu membuat Naruto terlonjak kaget. Dia segera memfokuskan pendengarannya.
"Sesuai dengan rencana, dia jatuh ditanganku, aku tidak akan terpengaruh oleh kecantikannya. Aku tidak akan terpengaruh oleh ucapan dan perlakuannya, menurutku Naruto adalah mainan yang sangat menyenangkan. Ya, aku mengerti. Tuan aku harus mematikannya sekarang, Naruto datang. Aku sudah siap. Ok, kita berangkat sekarang." dan suara rekaman terhenti. Naruto menatap tidak percaya Gaara.
"Ada apa?" tanya Gaara dengan muka yang sedikit bingung.
"Tidak ada apa- apa. Gaara, bisakah kau membawaku kembali ke rumah? Aku ingin pulang." Naruto menatap sendu Gaara.
"Tapi mukamu bertambah pucat. Kau yakin?" Gaara mengelus rambut Naruto. dan Naruto menghentikan gerakan itu.
"Aku hanya ingin pulang." Naruto memohon kepada Gaara.
"Baiklah." Gaara segera memutar balikkan mobilnya.
Naruto segera mengambil hpnya dan dengan cepat tangannya mengetik sebuah sms dan sms itu dia kirim kepada Kiba. Dia meminta Kiba untuk mengiri kode chip yang ada dimobil putih yang ada diceritanya. Karena dia sedikit mencurigai bahwa mobil yang dimaksud adalah mobil yang sekarang Gaara bawa.
DRET
Hp Naruto bergetar bertanda bahwa ada sms masuk. Setelah membaca isinya Naruto segera menekan pinggir fremnya.
"299" kata Naruto sambil melirik Gaara.
"Apa itu?" tanya Gaara.
"Hanya menghapalkan sebuah nomer." Naruto tersenyum palsu kepada Gaara.
Naruto melihat kedepan, tapi yang sebenarnya terjadi adalah dia sedang melihat titik yang muncul di kaca matanya. Titik itu tepat berada ditengah- tengah. Menandakan bahwa dirinya tepat berada ditengah- tengah. Menandakan pula bahwa mobil Gaara benar- benar mobil yang dimaksud. Tubuh Naruto lemas.
"Gaa-gaa-gaara? Bisakah kau cepat?" Naruto mengepal erat tangannya berusaha untuk tidak menangis dan menghentikan rasa gemetar yang mulai menjelajahi tubuhnya.
Gaara melihat Naruto pucat pasi. Dan Gaara dengan segera mengemudikan mobilnya dengan cepat. Setelah sampai didepan rumahnya, Naruto membungkukan badannya sebentar. Dia tidak mengizinkan Gaara untuk masuk kedalam rumahnya, Naruto beralasan bahwa dia hanya ingin istirahat cepat. Naruto berlari menuju kamarnya.
SRAK!
Naruto menggeser pintu kamarnya dengan kasar dan dia tidak menutup lagi pintu kamar itu. Naruto menagis. Dia merasa sangat dibodohi.
"Kenapa? kenapa? kenapa selalu aku? Kenapa aku selalu mendapatkan seorang lelaki yang tidak tepat. Mengapa selalu begitu? Mengapa? Aku hanya ingin bahagia. Aku hanya ingin bahagia." Naruto meremas selimut yang ada diatas kasurnya. Shikamaru yang tidak sengaja melewati kamar Naruto berhenti dan segera masuk.
"APA YANG TERJADI?" teriak Shikamaru. Ada nada marah dan kekhawatiran dalam suaranya.
"Aku tidak apa! Shikamaru! panggil semua mata- mataku dan panggil juga Sasuke! kita akan mengadakan rapat. Besok kita akan menggrebek markas Orochimaru." Naruto segera menghapus jejak air mata yang ada dipipinya. Shikamaru mengetahui bahwa Naruto belum bisa berbicara tentang masalahnya sekarang dan akhirnya Shikamaru memutuskan untuk meninggalkan Naruto tapi sebelum itu dia meninggalkan sebuah sapu tangan disamping Naruto.
"Aku temukan itu disekolah. Aku yakin kau mengenali itu. Itu sapu tangan yang kutemukan pada saat kita pertama kali masuk sekolah untuk menyamar. Aku yakin kau yang menjatuhkannya." Sikamaru menggeser pintu kamar Naruto. Naruto mendongakkan kepalanya dan melihat sapu tangan itu. sapu tangan Gaara. Awal dirinya bertemu dengan Gaara. Disentuhnya sapu tangan itu dan tangannya menemukan sebuah rajutan bersimbol ular. 'Seharusnya sejak awal aku menemukan simbol ini.' batin Naruto sambil meremas sapu tangan itu dengan marah.
Naruto mengambil hp nya dan segera mengirim sms kepada Gaara. Dia akan bertemu dengan Gaara malam ini. dia akan memutuskan malam ini, dia akan memutuskan hubungannya dengan Gaara. Naruto segera memasukan chip yang diberikan oleh Itachi kedalam laptopnya dan segera melacak dimana titik itu. benar saja, letak chp itu tidak jauh berbeda dengan chip yang ada dimobil Gaara berada.
BRAK!
Naruto memukul meja belajarnya. Kemarahan sedang mengumpul didalam tubuhnya.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
"Aku akan menjelaskan." Naruto menghadap layar laptopnya dan mengklik sebuah tanda dalam laptop itu dan layar yang ada didepan mereka berubah menjadi sebuah denah. Naruto berdiri dan menunjuk titik itu.
"Ini adalah titik dimana mobil putih yang dimaksud Kiba berada. Atau bisa kita sebut, mobil milik Gaara."
"APA?" semua menatap Naruto dengan pandangan terkejut. Naruto menghela napas sebentar lalu mengklik tanda yang lain dan titik kedua muncul.
"Ini adalah markas Orochimaru yang dilihat dari satelit yang dimiliki oleh Itachi- Nii."
"Baka Aniki menemuimu?" Sasuke bertanya kepada Naruto.
"Hn." Naruto kembali melihat layar didepannya. Lalu dia mendrag denah mobil Gaara dan denah yang dimunculkan oleh satelit dari Itachi. Dan setelah disatukan ternyata titik itu menyatu, itu menyatakan bahwa tempat yang mereka maksud memang disana.
"Kita harus bergerak cepat! Kita akan menggrebek besok. Kalian mengerti!" Naruto menegaskan kata-katanya.
"Naruto, apa kita tdak terlalu terburu- buru." Shikamaru mencoba menenangkan Naruto.
"Dan membiarkan lebih banyak lagi anak kecil yang menjadi korban. Kau harus mengerti Shikamaru, kau juga mempunyai seorang anak. Bagaimna perasaanmu jika Touru menjadi salah satu diantara mereka." Naruto menatap tegas Shikamaru. Kemudian Naruto menatap kembali semua yang ada disana.
"Tugas kali ini berhubungan dengan nyawa banyak orang. Tidak tanggung- tanggung 100 anak yang menjadi korbannya." Naruto meminta kesadaran semuanya dan akhirnya semuanya mengangguk.
"Aku yakin Gaara akan ada disana juga dan aku tahu mereka pasti selalu waspada setiap hari, bahkan mereka telah siap dengan kedatangan kita. Shikamaru! Pimpin rapat dengan para polisi! karena aku akan menuntaskan segala urusanku dengan Gaara." Naruto menatap Shikamaru lalu berdiri. Dia akan segera bersiap. Bersiap untuk menemui Gaara.
To be continued.
xixixixixixi. dan akhirnya selesai. Hey, hey, hey. Sesuai dengan janji, tunggu 3 hari lagi. Tsuki akan publish chapter terakhirnya. Dan Tsuki sangat berterima kasih kepada semua yang sudah membaca cerita Tsuki dari awal samapi akhir. *Hoy! Cerita loe belum selesai!* hehehehe. Ok tanpa banyak bicara. Tsuki tunggu reviewnya. ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Tsuki mau tanya. Apakah ada yang sadar bahwa sebenarnya Naruto yang sudah mempunyai anak itu seharusnya sudah ketahuan sejak dichapter 6. Kuncinya itu ada di….
Dichapter 4. Kata kuncinya adalah
Pada saat dirinya masih kecil, tiba-tiba banyak orang datang kerumahnya. Neneknya memakaikan baju serba hitam kepada dirinya, dia bertanya kepada neneknya sebenarnya mau ada apa. Tapi neneknya hanya terus menangis, Naruto kecil hanya bisa menatap neneknya heran. Setelah beberapa saat datang ambulan dan didalam ambulan itu terdapat kedua orang tuanya. Setelah kejadian itu, Naruto sangat tidak suka keramaian, karena dia akan selalu mengingat kejadian itu. kejadian dimana kedua orang tuanya dimakamkan.
Sedangkan dichapter 6 menyebutkan…
"Owh itu. Dia adalah adikku." Naruto mengambil figura yang dipandang Gaara.
"Dia sangat tampan bukan? Waktu itu aku menyamar sebagai ditektif terkenal Uchiha Naruto. Oleh karena itu rambutku berwarna kuning. Sekarang dia bersama kakek dan nenekku." Naruto menjelaskan.
"Bayi yang sangat tampan. Hey! Kau penggemar Uchiha Naruto juga?" tanya Gaara antusias.
Bukankah Naruto itu eksis menjadi detektif setelah keluar dari universitas. Karena pada saat pesta dansa, pada saat Naruto pertama kalinya bertemu dengan Sasuke, Naruto masih menjadi mahasiswi dan dia belum dikenal sebagai detektif. Karena dia itu memang belum menjadi detektif waktu itu. kedua orang tuanya meninggal pada saat dia masih kecil. Jadi…. Anak yang dimaksud dalam foto itu memang bukan adiknya melainkan anaknya. Hahahahahaha. Ok, sekian penjelasannya. Bagi yang sudah menyadari itu, xixixixixi. Tsuki ucapkan selamat. Tsuki hanya buat sedikit teka- teki dalam cerita ini, walaupun masih belum sempurna.
