kyaaa... gomeennn all !
update nya ini kelewat kadaluarsa. liburan bener-bener sibuk maen kesana kemari *lempar panci.. gabisa melek malem lagi buat ngetik, udah ga ada temennya soalnya. part 3 lebih cepet lah update nya.
GREATEST MEMORY IN MY LIFE part 2
fandom: NARUTO
desclaimer: masashi kishimoto
rate: T
genre: angst
pairing: naruto uzumaki & sasuke uchiha 3
warning: typoo paraahh, part2 ga begitu bagus..
I am fujoshi and my story is about yaoi. dont like dont read :)
August 31st
Ah sudah berapa hari aku tidak menulis disini? Gomen my diary. Aku menghilangkan pensilku yang baru. Kaasan memarahiku habis-habisan. Bagaimana tidak, aku bisa menghilangkan 3 pensil yang baru diberi Kaasan. Mungkin kau bertanya mengapa aku tidak menulis dengan bolpen? Aku juga menghilangkannya. Di tempat pensil ku cuma ada penghapus, rautan dan penggaris kecil. Kan tidak mungkin kalau aku menulis dengan rautan. Jadi gomen gomen gomen !
Selain itu, aku juga repot sekali karena janjiku pada seseorang. Ingat kan? Battle dance dengan Sasuke. Setiap malam aku menarik matras ku yang kusimpan dibawah kasur. Ketika semua sudah terlelap, aku mulai melakukan hand stand dan sedikit mempelajari head-stand.
Aku bangga sekali, bagaimana tidak, aku sudah bisa hand-stand sambil berjalan. Tinggal belajar untuk menggerakkan kakiku saja. Ahahaha kau kira aku tidak bisa menyaingimu ya, pantat ayam !
Untuk head-stand, aku kemarin mencobanya tapi yah begitulah kepala blonde ku terlalu lemah. Jadinya aku terjatuh dan boo ! kepala ku jadi sixpack gara-gara menabrak kursi belajar ku. Dan sepertinya Tuhan mendengar doaku. Kemaren aku menemukan helm sepeda BMX ku. Jadi aku berlatih dengan menggunakan pelindung dan thanks God aku bisa ! meski tidak bisa berputar dengan tumpuan kepala.
Bonus, aku bisa salto ! tidak sengaja sebetulnya, namun sewaktu mau mencoba hand-stand terlintas gerakan salto indah ala selebrasi pemain bola. Aku mencobanya dan ternyata ini sangat mudah.
Tidak tahu kenapa, aku sering memikirkan Sasuke akhir-akhir ini. Bukan hanya tantangan yang akhir-akhir membuatku kelabakan. Tapi aku masih mengingat wajahnya sewaktu dia nge-dance waktu itu.
Ahhhh ! aku ini kenapa yaaaa ? Tuhan, jawab pertanyaanku.
"Entah mengapa di umurku yang tinggal sebentar lagi ini, aku masih merasa bahagia. Aku bahagia punya Tousan dan Kaasan. Aku bangga punya teman-teman yang setia. Dan aku bersyukur pada Tuhan karena masih mau memberiku kesempatan untuk membaca buku harian SD ku. Semoga aku bisa mengakhiri hidup ini dengan indah."
"Naruto, apa yang kau pikirkan? Jangan melamun !"
"I..I..Iyaaa kaasaaaannn ! "
Kaasan mengagetiku hingga aku tersadar dari lamunanku ini. Aku baru bangun tidur dan melamun tentu saja. Aku melihat sekitar. Semua sama seperti biasa, infus tertancap ditangan kananku. Jarum ini sudah bergantian menusuk tanganku. TV didepan ku. Disampingku ada meja kecil yang ada laptopku. Tidak mungkin aku bisa meninggalkan permainan seseru Plant vs Zombie ku. Ada juga HP ku yang tergeletak disana. Dan ada Tousan yang sedang duduk di ujung ruangan. Kasian, aku merasa bersalah padanya. Ia sibuk sekali tapi pagi-pagi ia sudah menjengukku. Begitu juga Kaasan. Aku merasa berhutang budi padanya. Tiap malam dia menungguiku. Hampir sebulan ia tidur di sofa rumah sakit. Aku tidak bisa membalas jasanya. Waktuku, tinggal sedikit dan tidak akan cukup untuk apa yang Kaasan berikan padaku. Tuhan, jika aku mati itu bisa melegakan beban mereka, ambilah nyawaku. Biarkan aku pergi dengan senyuman dan mereka bisa melepasku dengan senyuman juga. Amin...
"Naru, obatnya ! "
"Tidak mau ! Buat apa ? toh tidak berfungsi pada kanker ini.."
Kaasan langsung menjitakku dan disusul dengan omelan-omelan khas kaasan-kaasan lainnya.
September 2nd
Hari ini benar-benar hari yang menyenangkan. Pagi tadi matahari bersinar cerah. Tidak ada yang namanya mendung. Aku bersemangat sekali pergi ke sekolah. Kaasan menjitak ku gara-gara aku terlalu berisik.
Sekarang jam sekolah sudah habis. Teman-teman mengajak ku lapangan bola. Tentu saja mereka tidak mengajakku berenang. Sekarang mereka sedang berganti baju. Lucky me, aku sudah berganti pakaian ketika di sekolah. sekarang aku punya sedikit waktu untuk menulis diary ku.
Hari ini kelas dance berlangsung. Semua anak menanyai ku tentang tantanganku pada Sasuke. Aku hanya bingung. "Mereka berbicara tentang apa ya", pikirku seperti itu.
"Dobe, sudakah berlatih?"
"Hah? Kau bicara apa sih Teme?"
"Sekali tetap dobe tetap dobe kau itu. Tentang tantanganmu yang berhasil membuatku penasaran dan tercengang itu. Sekarang aku tercengang sekali karena ingatanmu tidak sebaik ikan dory. Hahahahaha ! "
"Teme bodoh, aku ingat ! tentu saja aku sudah memenuhi tantanganmu itu. Kau mau menantangku lagi ya? Silakan !"
"Oh baguslah kau ingat, baiklah. Sai, musik !"
Because i can't sleep til you're next to me
No i can't live without you no more
Oh i stay up til you're next to me
Til this house feels like it did before
Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah
Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah
Teme sialan ini yang pertama melihat gerakan dance yang terdiri dari kombinasi gerakan dasar break dance kemudian ditambah dengan kemampuan hand-standku yang meningkat dan sesekali aku melakukan head-stand dan salto. Teme hanya melongo. Yang kedua, satu hal yang membuatku cukup tercengang. Ia ikut menari bersamaku. Ia menirukan gerakan hand-stand berjalanku. Ia melakukan salto yang berlawanan arah denganku. Karena ia tidak bisa head-stand, ia hanya melompati indah diriku yang sedang head-stand.
Ia mengaku kalau gerakanku cukup indah. Tapi tetap saja mukanya sok cool. Tapi dia cool banget sih sebenernya. Lagi-lagi tadi, waktu dia ngikut aku nge-dance, baju nya melorot lagi. Ah aku naksir perutnya yang sixpack itu. Malu sekali tadi sewaktu bajuku melorot. Perutku tidak ada sixpack-sixpacknya. Onepack lah...
Sudahlah lupakan...
"Naruto, kau sedang apa? "
"Baca buku Kaasan. Ada apa?"
"Kau tidak bosan? Maukan jalan-jalan sebentar?"
Aku langsung menutup buku diary ini. Aku mulai merasakan kembali perasaan ketika aku bermain bersama Sasuke. Ah biarlah ! Ini hanya akan menjadi perasaan terindah yang akan kuketahui sendiri. Sudahlah, aku ingin membuat Kaasan senang sekarang.
"Baiklah, aku ingin jalan!"
"Tidak bisa Naru. Kalau kamu terjatuh bagaimana?"
"Kalau jatuh ya kebawah terus paling-paling berdarah. Kaasan kan yang mengajakku jalan-jalan, kenapa sekarang aku tidak boleh berjalan-jalan?"
"Ah itu akan sangat merepotkan. Masa kaasan harus membawa infusmu ? Yah maksut Kaasan, kamu naik kursi roda Naru-chan"
"Dasar kaasan. Kan bisa pinjam alatnya jadi tidak perlu membawanya. Lagian naik kursi roda akan membuatku terlihat begitu lemah."
"Iya iya kali ini kaasan mengalah."
Ada apa ya dengan kaasan. Tumbenan ngalah. Sebagai Uzumaki Kushina, ia tidak akan pernah membiarkan anaknya menang. Bagaimana tidak kalau misalnya permintaanku seperti meminum Coca-cola, bermain basket, dan yang paling parah aku ingin sekali berenang ? Tapi tumbenan akhir-akhir ini kaasan mengabulkan permohonanku. Ah sudahlah hanya pikiranku saja yang sedang kacau.
September 3rd
Sial ! Sial ! Siaaaaal ! hari ini begitu menyebalkan. Hal-hal yang tidak kuinginkan mulai menghampiriku. Coba kuhitung... ah banyak sekali hal yang menghancurkan mood ku hari ini. Tidak di kelas, tidak di kantin, tidak dimana-mana. Arrgghhhh ...
Sebelumnya aku minta maaf jika aku menuliskan kata-kata yang jelek di awal diaryku hari ini. Bagaimana tidak? Aku mengalami banyak hal buruk. Biarkan aku bercerita...
Pagi tadi, sebelum aku berangkat sekolah, seperti biasa aku harus sarapan terlebih dahulu. Sewaktu sarapan aku tiba-tiba teringat tugas matematika yang diberikan sensei padaku. Aku langsung berlari mengambil buku matematika di kamarku. Ketika aku melihat bukuku, oh damn! Ternyata belum kukerjakan. Langsung kuambil buku math ku, kukerjakan tugasnya sambil sarapan. Kaasan memarahiku.
"Naruuuu ! Apa yang kau lakukan? Cepat sarapan !"
"Aduhh kaasan, aku sedang sarapan ini."
"Sarapan apa? Buku math? Lihatlah ! oh Tuhan, sejak kapan aku mengajarimu untuk mengerjakan PR di meja makan. Makan ya makan, PR ya PR. Jangan makan PR !"
"Berisik ah Kaasan !"
"Apa kamu bilang !"
Dan terjadilah perang dunia ketiga di pagi ini. tousan hanya membiarkanku bertengkar dengan kaasan. Katanya kalau aku berhenti baru tousan akan berangkat mengantarku.
Alhasil aku terlambat lagii. Pak satpam mengunciku di depan gerbang sekolah. Tousan sudah meninggalkanku. Aku duduk didepan gerbang sekolahku. Oh malangnya nasibku.
"Dobe.."
"Teme..."
" Kau sedang apa disini?"
"Kau pikir aku berubah profesi dari murid menjadi pemulung sekolah ya?"
"Dasar dobe !"
Tanpa pikir panjang Sasuke yang tiba-tiba datang langsung menyuruh pak satpam membukakan pintu untuknya. Berbeda denganku, jika ia menyuruh semua menghendaki. Bagaimana tidak, orang tuanya merupakan donatur yang berpengaruh disini..
"Hey dobe ayo !"
"Tidak..tidak ..tidak.. aku tidak mau punya hutang budi denganmu ya Suke."
"hh.. dobe"
Sasuke langsung menggendongku dengan gaya bridalnya. Aku yang tidak terima langsung meronta-ronta. Tapi energiku yang berusaha mengalahkan energinya bisa diibaratkan energi kutu melawan energi cheetah. Aku pun hanya bisa pasrah
Ketika sampai di koridor sekolah, murid-murid kelas lainnya yang lagi belajar langsung menoleh ke arahku dan teme. Oh Tuhan mau ditempatin dimana mukaku ini. Sukeeee bakaaaa !
Setelah sampai kelas aku hanya terdiam, hingga bel berbunyi. Istirahaat ! Aku bisa berbuat semauku pada saat ini. setidaknya aku bisa melupakan kejadian memalukan. Lagi-lagi teme memalukan diriku lagi sewaktu pelajaran math. Lupakan. Dia memang benar-benar menyebalkan.
TBC
thanks for read. review ditunggu. review banyak, part 3 cepat keluar. part3 lebih cepet lebih keren kalo review nya banyak *ngancem abis
