Mission…? Possible koq….!

Disclaimer: MASHAMI KURUMADA

Author: Istar Fantasy (Add my FB: IStar SrFantasy ...or Follow my Twitter : IS_magicgirl... Aku tunggu ya….)

Chapter: 1

Pukul 01:00 dini hari waktu Asgard bagian barat.

Hilda diam-diam keluar dari kamarnya dan menyelinap masuk ke kamar Alberich.

"Alberich…bangun…..!" (perlahan)

"Alberich…banguuuuuun…..!" (agak keras)

"Alllllbeeeeeeriiiiiiiich…banguuuuuuuuuuuun…..!" (teriak pake toak)

Karena kagetnya Albarich langsung jatuh dari tempat tidurnya dengan tinggi 17 M itu.

"Hi….Hilda-sama….ada apa…..?" Alberich kaget + sakit

"Gi…gii….ginn…gini…..!" bisik Hilda

"Ti….Tidaaaaaaaaaaak…Hilda-sama….itu gak baik ….ini cinta terlarang….martabat-qu bisa rusak….!" Teriak Alberich lebay.

"Bukan bodoh…!" teriak Hilda yang ikut histeris sambil memukul kepala Alberich.

"Aku gak bodoh…..aku pintar…..IQ-ku jauh di atas rata-rata…apa lagi kalo di banding IQ anda yang gak ada apa-apanya…..!" Alberich mulai menyombongkan otaknya lagi.

"Grrrrrrrrrrrrrr…!" darah Hilda dah mendidih & gunung api di kepala Hilda pun meletus

"…Aaaaaaal….beeeeee…riiiiiiiich…!"Hilda yang sudah mencapai puncak amarahnya lalu segera menyerang Alberich dengan pedang Odin.

"A….ammmpuuuuuuun…!"

Bruaaaakkkkkkk

Tiba-tiba pintu kamar Alberich terbuka.

Sepontan Alberich dan Hilda segera mengalihkan pandangan mereka.

Di depan pintu terlihat Thor yang lagi manyun dengan matanya yang berbentuk bulan sabit terbalik.

Suasana hening sejenak.

Hilda: "Kenapa tu…si Thor…?"

Alberich: "Thor…mau apa lo ke kamar gua…?"

Hening lagi sejenak.

Thor (clangak—clinguk): "Brokolinya dah siap panen belom…?"

Hilda + Alberich (Swetdrop): "Belom….!"

Thor(pergi): "Oh…!" (datang tak di jemput pulang gak di anterin)

Hilda + Alberich ( saling liat): "Dia ngigo ya….?"

1 jam kemudian setelah mereka berdebat soal Thor.

"Eh…tadi kita sampai mana ya….?" Tanya Hilda baru sadar ada yang kelupaan.

"Sampai Hilda-sama aku kejar-kejar sambil bawa pedang…..!" jawab Alberich dengan senyuman liciknya.

"Oh iya…. Ayo kita lanjutin….!"

Mereka pun kembali kejar-kejaran, hingga tiba-tiba Hilda berhenti.

Di dalam bayangannya kepalanya berubah jadi keledai lengkap dengan tulisan "Stupid".

"…Aaaalllllll...beeeee...riiiiiichhh..!"

Beberapa saat setelah kepala Alberich mendapat benjol dengan diameter 68,77 cm.

Alberich (pegang benjol): "Sebenarnya….Hilda-sama bangunin aku buat apa sih…?"

Hilda (tampang berubah serius): "Hampir lupa…ada 2 hal penting….!"

Alberich: "Haaaahhhhhhh…!" (ikutan bertampang serius benjolnya pun terbenam kedalam kepalanya)

Hilda: "Pertama….Kamu ya….yang kemarin ngambil bungkus kopi yang ada hologram berhadiah milikku…!" (Mukul kepa Alberich hingga benjolnya kembali lagi kaya roti yang meloncar dari alat pemanggangnya lengkap dengan bunyi matangnya)

Alberich: "Nggg…gak….sapa bilang….?"

Hilda: "Si Hagen yang bilang…..!"

Suara hati Alberich: "Awas tu orang mentang-mentang lagi PD-kate sama si Freya…. Sok nampang di depan kakaknya…Dasar penjilat….!"

Di kamar sebelah

"…Hat - chiuwww..!"

"Hagen…..Loe gak apa-apa….?" Teriak Mime sambil dobrak pintu kamar Hagen (kebangun akibat kerasnya bersin)

"Bersinnya kenceng banget….!" Teriak Freya ikut kebangun juga.

"Gak …..!" kata Hagen sambil kembali jilatin Es krimnya (bener-bener penjilat).

"Pantes aja ….. malam-malam gini loe malah makan es krim….!" Kata Mime kesel.

Kembali ke kamar Alberich

Hilda: "yang kedua…..!"

Alberich: "Wah… jangan-jangan di pukul lagi nih….!"

Hilda: "Iiiih emangnya aku tukang pukul apa…!" (mukul lagi kepala Alberich)

Alberich: " Tu…..barusan mukul….!" (diameter benjol bertambah 12,34 cm)

Hilda: "Hal kedua….ada misi rahasia buat kamu…!" (tampang super serius)

Alberich: "Mis…misi…Ra…ra…rahasia…?"

Hilda: "Ya…..kamu tau….?

Alberich: "gak…!"

Hilda: "Aku belom ngomong…(mukul lagi kepala Alberich)... kamu tau penjaga Mini market yang berkumis tebal kaya pak Raden…!"

Alberich: "Ya…tau-tau !….kenapa naksir…ya…? (ngejek)

Hilda: "Bukan…(mukul lagi)...sebenarnya dia adalah tangan kananku….! Aku sudah menitipkan benda penting padanya… benda itu sangat berharga dan rahasia…benda itu di simpan dalam kotak perak…. Tugas kamu adalah membawa benda itu kemari dan ingat jangan di buka karena itu adalah benda terlarang….!" (ngancem dengan tatapan mata sadis)

Alberich: "Siap…Mom…!" (beri hormat)

Bruakkkk…..

Pintu kamar terbuka lagi, tapi kali ini yang datang bukan si Thor yang lagi ngelindur melainkan Sieg Fried yang datang dengan petir yang menandakan dia sedang shock berat.

SiegFried: "Hilda-sama… kenapa anda ada di kamar si Borokokok ini…. Berduaan lagi….?"(cemburu buta)

Hilda: "Bukan…. Ini tidak seperti yang kamu lihat….aku bisa jelaskan…!" (adegan ala sinetron….scene berubah jadi di tengah guyuran hujan deras)

Alberich(ngambek): "Siapa yang loe panggil Borokokok….?"

Siegfried(nyuekin Alberich): "Gak ada yang perlu di jelasin…. Aku dah liat semuanya….!" (lebay)

Hilda: "Tunggu… kamu salah paham….!" (tambah lebay)

Alberich: "Woiii….kamar gua banjir ni….!" (membuang air dengan ember kaya di perahu yang nyaris tenggelam))

Siegfried: "Loe…Gua…end….!" (lari kearah jendela kamar Alberich)

Hilda (berlari mengejar Siegfried): "Tunggu…. Tunggu…. Tunggu…. Tunggu…. Tunggu…. Tungguuuuuuuuu….!" (adegan di perlambat)

Siegfried: "Selamat tinggal…..!" (loncat dari jendela)

Jebuuuuuuuuuurrrrrrrr….

Hilda: "Tungguuu…..! aku cuman mau ngingetin kalo jendela kamar Alberich berbatasan langsung dengan danau piranha….!"

"..Tooollloooonnnnggggggg…!"

Behind the scane

Istar: "kalo ingin tau gimana cara Alberich menjalankan misinya …nantikan Chapter berikutnya….jangan lupa Reviewnya….!"

Fenrir: "Star…koq tempat tidur Alberich tinggi amat…?"

Istar: "Katanya… Orang yang pinter tu tempat tidurnya emang harus tinggi banget….!"

Fenrir: "Gitu ya….!"

Alberich: "Bo'ong…dia cuman mau ngerjain biar waktu jatuh tulang ku yang tinggi kalsium ini remuk ….!"

Fenrir: "Yah… koq cuman segitu sih…minimal 1000 m gitu…!" (niat membunuh)

Alberich: "Fen….riiiiiirrrrrrrrrr….!" (ngamuk)