Chapter 1 : 11 Agustus (Part 1)

Konata, Kagami, dan Tsukasa yang sudah meninggalkan Saitama sejak sore hari. Kagami yang menjadi driver untuk Tsukasa dan Konata. Dari Saitama mereka menggunakan Toyota Fortuner. Mereka pun sudah berada di Camden Beach. Namun, karena mereka tidak mengetahui situasi yang terjadi disana, mereka terjebak dalam suatu kemacetan lalu lintas. Konata yang sudah mulai tak sabar untuk pergi menuju Rosewood pun mulai menunjukkan ketidaksabarannya dan memohon ke Kagami untuk mengembangkan kecepatan Toyota Fortunernya.

"Kagami, bisakah kau meningkatkan kecepatan?" Tanya Konata.

"Tidak bisa Konata. Keadaan trafficnya tidak memungkinkan. Sedangkan kita masih berada di Camden Beach. Bakalan lama sampai di Rosewood." Jawab Kagami.

"Onee-chan, mungkin lebih baik kalau kita muter balik. Soalnya tadi ketemu jalan yang menuju ke Rosewood." Kata Tsukasa.

"Eh? Tadi ada jalan ke Rosewood?" Tanya Kagami

"Iya." Jawab Tsukasa

"Kalau begitu ayo putar balik." Kata Kagami.

Kagami memutarbalikkan kemudi mobilnya, dan mobilnya pergi menuju arah yang ditunjuk oleh Tsukasa. Perjalanan kali ini sepertinya tidak ada masalah. Sampai ada mobil polisi yang mengikuti mereka.

"You there, stop your car now."

"Bagaimana ini? Mobil yang dibelakang kita nyuruh kita berhenti. Apa kita turuti aja ya?" Tanya Kagami kebingungan.

"Bagaimana ini? Apakah kita dibawa ke kantor polisi karena kita membawa sesuatu yang ilegal?" Tanya Tsukasa.

"Ya sudah kita berhenti saja. Tenang saja Tsukasa. Palingan masalah lalu lintas." Jawab Kagami meyakinkan Tsukasa.

Setelah Kagami memberhentikan mobilnya, dari mobil patroli keluarlah seseorang dengan seragam polisi. Dan dia mendekati mobilnya Kagami. Karena si polisi ini menganggap mobilnya Kagami berstir kiri, maka dia pergi ke sebelah kiri. Setelah dia berdiri di sebelah kiri, Konata membuka kaca mobilnya, lalu…

"Ah, I'm really sorry. I should go to right side." Kata polisi tersebut.

Setelah dia pindah ke sebelah kanan, Kagami yang sudah membuka kaca mobilnya. Dan polisi tersebut mulai menanyakan beberapa hal.

"License and registration, please miss." Kata polisi tersebut.

Kagami yang mencari SIM dan STNKnya didalam tasnya. Setelah ketemu, dia memberikannya kepada polisi tersebut.

"Here." Kata Kagami.

Setelah polisi itu mengambil SIM dan STNKnya Kagami. Kemudian polisi itu mencatat kesalahan Kagami dan menyerahkannya ke Kagami.

"Apa yang ditulis disana?" Tanya Konata

"Tertulis disini, "Check your back. There is something strange in your back"." Jawab Kagami.

"Apa maksudnya ya?" Tanya Tsukasa.

"Entahlah, tapi cek aja deh." Jawab Kagami.

Kagami, Tsukasa, dan Konata Turun dari mobil dan mengecek bagian belakang Toyota Fortuner mereka. Disana ada sepucuk kertas dan sebuah alat. Di kertas itu tertulis "Hati-hati dengan #sumpahPoconggg. Jika #sumpahPoconggg tidak dilaksanakan maka kalian akan bertemu dengan Poconggg selama satu bulan penuh.". Alat yang terpasang di sebelah sepucuk kertas tadi berbentuk seperti Lensa Kamera berukuran kecil. Saking kecilnya, Kagami dan Tsukasa tidak bisa melihatnya. Entah kenapa hanya Konata yang bisa melihat alat tersebut.

"Eh, kalo ini dilepas gimana ya?" Tanya Konata.

"Tapi Konata, kalo alat itu dilepas, kita bakal bertemu Poconggg selama satu bulan loh." Jawab Kagami.

"Aku sih gak percaya ama hal itu loh Kagamin~." Kata Konata.

"Kalo kau tak percaya ya lepas aja." Kata Kagami.

Konata pun melepas lensa itu dari mobil mereka. Setelah alat itu terlepas, polisi tadi mengembalikan SIM dan STNKnya Kagami. Dan polisi itu langsung kabur untuk melaksanakan tugas patrolinya.

"Nah, sekarang kita lanjutkan perjalanan." Kata Konata

"Tunggu dulu Konata. Kok perasaanku tidak enak ya?" Tanya Kagami.

"Hm? Apa itu?" Tanya Konata balik.

"Seseorang memanggil namaku. Terus pada saat aku lihat kebelakang, tidak ada orang." Jawab Kagami.

"Hahaha… Seperti biasa, itu hanya perasaanmu aja Kagamin~." Kata Konata.

"Tidak Konata. Kali ini dia beneran manggil aku." Kata Kagami.

"Oh, Kagami jadi penakut ya kali ini?" Tanya Konata.

"Urusai! (Diem lu!)" Sahut Kagami.

"Kagami…"

"Di… Di… Dia datang…" kata Kagami ketakutan.

Kagami memutarkan badannya ke arah berlawanan dari posisi tadi. Dan dia melihat sebuah guling berdiri yang diikat ama tali dan tidak ada unsur gantengnya sama sekali. Yak inilah dia si Poconggg yang membuat Kagami sempet ketakutan. Kagami yang tadinya ketakutan malah mentertawakan itu.

"hahahaha… Siapa yang membawa guling sampai kesini?" Tanya Kagami yang ketawa melihat Poconggg.

"Nusuk banget ini." Jawab Poconggg.

"Kagamin~. Siapa yang mungut nih guling? Dah gitu tampangnya kaya Sadako yang galau akibat gak dapet jodoh." Kata Konata.

"Entahlah Konata." Jawab Kagami.

"Ini dalem banget." Kata Poconggg.

Kemudian si Poconggg pun melompat meninggalkan Kagami, Konata, dan Tsukasa. Tunggu, Tsukasa kemana ya? Sejak Poconggg muncul, Tsukasa memilih masuk ke dalam mobil daripada melihat sosok guling tadi.

"Konata, Ayo lanjutkan perjalanan." Kata Kagami.

"Tunggu, bagaimana dengan Tsukasa?" Tanya Konata.

"Sepertinya dia sudah didalam mobil." Jawab Kagami.

Kemudian mereka berdua naik kedalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju safe housenya Misaka.

"Ohayou Onee-sama. Tumben jam segini dah bangun. Ada apa?" Tanya Kuroko.

"Ohayou Kuroko. Ah tidak. Selama aku di Rosewood memang bangun lebih pagi dari saat di Academy City." Jawab Misaka.

"Oh begitu. Oh iya Onee-sama, nanti bisa temani aku jalan-jalan tidak? Aku belum begitu tahu dengan keadaan di Rosewood." Kata Kuroko.

Misaka yang saat itu sedang menjawab E-mail dari seseorang, kemudian dia membalas e-mail itu dan…

"Kuroko, nanti ada orang datang kesini. Beresin safe house yuk." Kata Misaka.

"Siapa yang bakal datang?" Tanya Kuroko.

"Temanku. Dia juga sama-sama membalap disini." Jawab Misaka.

"Oh. Eh? Bukannya tidak boleh balapan disini?" Tanya Kuroko.

"Ini semua gara-gara Razor keparat itu. Dia menantangku pada saat aku ketemu dia di toko buku langganan." Jawab Misaka.

"Eh? Kapan? Kok kau tak cerita?" Tanya Kuroko.

Misaka pun mulai menceritakan penyebab dia menjadi pembalap liar di Rosewood. Setelah beberapa lama, Misaka selesai bercerita dan Kuroko pun menunjukkan tampang kesal setelah mendengarkan cerita Misaka.

"Kurang ajar si Razor. Akan kulempari panahku ke mukanya." Kata Kuroko yang kesal dengan Razor.

"Kuroko. Beresin safe house yuk." Ajak Misaka.

"Ayo." Jawab Kuroko.

Mereka mulai membereskan safe house. Memindahkan barang-barang, membereskan buku-buku, mengatur posisi meja dan kursi. Setelah mereka selesai membereskan safe house, bel safe house mereka berbunyi. Tanda bahwa ada orang yang mengunjungi mereka.

"Biar aku saja yang buka, Onee-sama." Kata Kuroko.

Dengan kemampuan teleporternya, Kuroko langsung menuju ke pintu utama safe house mereka. Saat Kuroko membuka pintunya...