Chapter 2 : 11 Agustus ( Part 2 )

Saat Kuroko membuka pintunya... Muncullah 3 orang dengan membawa Toyota Fortuner. Yak inilah Kagami, Tsukasa dan Konata yang sudah sampai di Safe Housenya Misaka.

"Permisi, apa benar ini rumahnya Misaka?" Tanya Kagami.

"Oh, betul. Mau ketemu dengan Onee-sama ya." Jawab Kuroko.

"Ya." Kata Kagami.

"Tunggu sebentar ya, saya panggilkan dulu." Kata Kuroko.

Setelah beberapa saat, Misaka pun muncul di hadapan mereka bertiga, Misaka menyuruh mereka bertiga pun memasuki safe housenya Misaka. Mereka pun duduk ditempat duduk yang disediakan.

"Ada apa Konata datang kesini? Kok bawa pasukan begini?" Tanya Misaka.

"Pasukan? Ini temanku Misaka. Oh iya perkenalkan ini Kagami Hiiragi dan yang disebelah kananku adalah Tsukasa Hiiragi." Jawab Konata.

"Senang bisa bertemu dengan kau, Misaka." Kata Kagami dan Tsukasa bersamaan.

"Senang bertemu dengan anda." Jawab Misaka.

"Oh ya, maaf saya belum memperkenalkan diri. Namaku Kuroko Shirai. Dan Misaka Mikoto ini Onee-sama saya lho." Kata Kuroko.

"Kuroko..." Kata Misaka.

"Ano… Misaka, tau tidak kau tentang taruhan balapanmu dengan Ming?" Tanya Kagami.

"Eh? Aku belum dengar tentang hal itu. Memangnya kenapa Kagami?" Tanya Misaka.

"Eto... Aku cemas saja dengan keadaan Konata. Lagipula aku takut kalo kehilangan Konata sebelum lulus dari sekolah." Jawab Kagami.

"Kagamin sangat mengkhawatirkanku~." Kata Konata.

"Urusai!" Jawab Kagami.

"Hahaha... Saya rasa Kagami ada sisi Tsundere-nya. Sama seperti Onee-sama ketika bertemu dengan Touma." Kata Kuroko.

"Kuroko..." Kata Misaka.

Terjadi hening beberapa saat, hingga...

"Tadi membicarakan tentang taruhan di balapan antara aku dan Ming ya?" Tanya Misaka.

"Iya" Jawab Kagami.

"Soal itu, memang benar. Aku mendengar dari teman-temanku yang tergolong sudah senior disini. Dan mereka bilang bahwa barang siapa yang berhasil membuatku kalah atas Ming, maka kepalanya Konata menjadi bayaran buat yang berhasil melakukannya. Dulu juga terjadi pada saat pertaruhan antara aku dan Jewels. Namun, yang terjadi Jewels malah bunuh diri di rumahnya empat jam setelah kekalahannya." Kata Misaka.

"Etoo... Konata salah apa coba? Padahal Vivionya mengalami kerusakan karena ulahnya crew Razor. Terus Konata mencoba bangkit untuk membalas dendam atas kerusakan Vivionya. Malah mengalami kecelakaan parah yang disebabkan oleh Razor sendiri. Dan sekarang kehidupan Konata hanya bergantung pada uang dari hasil kerja sambilannya yang terkadang suka habis pada saat tengah bulan. Dia juga tidak se-Otaku sebelum dia mengikuti event ini sekarang. Dan, sekarang... Aku tidak... Mau kehilangan... Konata... Karena... Ini..." Kata Kagami terisak.

"Onee-chan. Ini tisunya." Kata Tsukasa.

"Arigatou, Tsukasa." Kata Kagami.

"Onee-sama. Kenapa sekarang keadaannya menjadi begini ya?" Tanya Kuroko.

"Sebenarnya aku kasihan sama Konata yang mempertaruhkan sisi keotakuannya demi menjalani tantangan dari Razor ini. Pada dasarnya tantangan Razor ini berhadiah cukup besar. Saking besarnya sangat cukup untuk biaya hidup tanpa bekerja selama 1000 tahun. Yang dimana bakal cukup untuk membiayai hidup sampai 7 turunan tanpa berhenti." Jawab Misaka.

"Terus keturunan ke-8 bagaimana?" Tanya Kuroko.

"Tergantung pada 7 generasi sebelum dia. Apakah mereka bekerja dengan sungguh-sungguh atau berfoya-foya dengan hartanya itu." Jawab Misaka.

"Oh begitu." Kata Kuroko.

Perut Misaka, Kuroko, Tsukasa, Kagami, dan Konata mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa sudah waktunya makan siang. Terjadi hening sesaat hingga mereka tertawa bersama. Setelah momen itu...

"Sepertinya ini menunjukkan bahwa kita sudah lapar." Kata Kuroko.

"Betul itu. Yok kita makan siang bareng." Kata Misaka.

"Tapi, Onee-sama. Isi kulkas sudah habis setelah kita sarapan." Sanggah Kuroko.

"Tidak masalah. Aku punya tiket makan siang gratis di tempat biasa aku makan siang ketika isi kulkas habis." Jawab Misaka.

"Tapi apakah tiket itu cukup untuk kita berlima?" Tanya Kuroko.

"Tidak masalah. Kebetulan jumlahnya pas 5 buah." Jawab Misaka.

"Etoo.. Disana ada kare tidak?" Tanya Konata.

"Mungkin tidak ada. Karena tempat biasa aku makan adalah rumah makan masakan Minang." Jawab Misaka.

"Eh serius? Siapa yang mengelola?" Tanya Kuroko.

"Salah satu pembalap yang namanya sempat harum sebelum dihancurkan oleh Razor. Dia menggunakan Nissan Primera. Dan sekarang Nissan Primeranya menjadi icon rumah makan itu." Jawab Misaka.

"Walaupun tidak ada kare. Mari pergi kesana. Perutku sudah tidak tahan lagi." Kata Konata.

"Kaya anak kecil kau Konata." Kata Kagami.

Konata langsung ngambek setelah mendengaran perkataan Kagami barusan. Sementara yang lain tertawa melihatnya. Mereka bergegas menuju rumah makan itu dengan IS300 berwarna putih dengan nomor plat と33-117. Sesampainya disana, mereka langsung memasuki rumah makan itu.

"Eh Misaka, isi kulkasmu habis ya?" Tanya penjaga rumah makan.

"Iya nih Riz. Oh ya kalau aku sih seperti biasa ya." jawab Misaka.

"Eh kalian mau order apa? Mumpung aku ada tiket gratis nih." kata Misaka.

"Karena baru pertama kali kesini. Kita sama dengan apa yang Misaka order." Jawab Kagami.

"Oh oke." Kata Misaka.

"Oh ya Riz. Ntar setelah kau bawa pesanan kita, kau gabung dengan kita. Ada sesuatu yang harus dibicarakan." Bisik Misaka.

"Oke deh, Ojou-sama. Masalah taruhan balapanmu dengan Ming?" Tanya Rizki.

"Iya. Eh, jangan panggil aku Ojou-sama." Jawab Misaka.

"Gak apa-apa kali. Kan kau tergolong Ojou-sama." Kata Rizki.

"Po... Pokoknya cepet urusin pesenannya. Dan ini tiketnya." Kata Misaka sambil menyerahkan 5 buah tiket.

"Ok." Kata Rizki.

Rizki membawa pesenan Misaka dan kawan-kawan. Kemudian dia menaruhnya di meja tempat mereka duduk. Misaka yang bingung dengan jumlah piringnya lebih dari 5 dan berpikir pasti ada yang pesan dengan suruhannya.

"Riz satu piring ini buat siapa?" Tanya Misaka. "Kan aku pesannya 5 piring." katanya.

"Satu piring ini khusus buatku, Misaka. Aku baru bisa makan sekarang." Jawab Rizki.

"Oh. Pasti tadi ramai ya? Sampai sampai kau baru bisa makan sekarang." Kata Misaka.

"Iya. Eh, masalah taruhan balapanmu dengan Ming memang berhadiah kepalanya Konata. Dan kali ini aku akan menolong kalian untuk mencegah hal itu." Kata Rizki.

"Benarkah?" Tanya Kagami, Konata, dan Tsukasa bersamaan.

"Tentu saja. Dan ane gak mau ngelihat kepala pembalap yang tidak bersalah dipotong hanya untuk taruhan." Jawab Rizki.

"Memangnya kenapa? Apakah kau ingat dengan masa lalu?" Tanya Misaka.

"Tentu saja. Masa kehancuranku datang karena pertaruhan yang tidak adil oleh Razor. Pertaruhannya adalah kalau aku kalah, kepalanya Risma yang menjadi taruhannya. Kalau dia kalah, M3, semua mobil pembalap lain yang dia ambil termasuk uang yang dia punya dan dia rela jadi butler ane sampai dia meninggal. Balapan berlangsung dengan kemenanganku sampai balapan terakhir. Yaitu Drag Race dari stadium Rosewood sampai gas station di utara sana. Dalam persiapan balapan itu, radiator coolant ane dikuras sama Razor. Sehingga pada saat menjelang finish mesin Primeraku mengalami overheat. Walaupun dari segi skor kemenangan masih di ane. Razor tetap menganggap ane itu kalah. Dan kepalanya Risma dipotong persis didepan ane. Dan caranya itu… mungkin terlalu kejam kalau disebutkan." Jawab Rizki.

"Oh iya, makan yuk. Makananya dah mulai dingin." Kata Kuroko.

"Oh ya. Bener juga." Kata Misaka.

Mereka memakan pesanan mereka dengan lahapnya. Konata yang kelaparan memakannya terlalu cepat sampai akhirnya tersedak. Untungnya dia langsung meminum air yang didekatnya sehingga gejala tersedaknya pun hilang. Setelah makan, mereka melanjutkan diskusi tentang strategi untuk mencegah Konata mengalami kehilangan kepalanya.

"So, balapannya kapan Misaka?" Tanya Rizki.

"Mereka bilang sih balapannya dimulai jam 7 malam nanti." Jawab Misaka.

"Untung maskot rumah makan ini siap dipakai buat melaju." Kata Rizki.

"Eh, jangan-jangan kerusakan Primeramu sudah diperbaiki?" Tanya Misaka.

"Tentu saja. Dan mesinnya sudah diupgrade supaya bisa mengimbangi Ming, Webster, JV, Ronnie, Bull dan Razor." Jawab Rizki.

"Oh gitu." Jawab Misaka.

"Nanti malam jam 6:30 kita ketemu di garis start ya." Kata Rizki.

"Ok deh. Dan bagaimana dengan Konata?" Tanya Misaka.

"Untuk sementara Konata tinggal disini dulu. Biar situasinya tidak begitu jelek kalo Misaka kalah." Jawab Rizki.

Setelah pembicaraan tadi, Misaka, Konata, Kagami, Kuroko, dan Tsukasa pulang ke safe housenya Misaka. Mereka beristirahat sebelum balapan dimulai.