Chapter 3 : 11 Agustus (Part 3)
Sorenya sekitar jam 6, Kagami, Tsukasa, Konata dan Misaka yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke tempatnya Rizki. Untuk yang lebih tepatnya, untuk menyelamatkan Konata dari Razor dan kawan-kawannya.
"Oh ya. Si Kuroko kemana dia? Apakah dia sudah pergi ke tempat start?" Tanya Kagami.
"Entahlah. Mungkin dia mencari informasi seperti biasa." Jawab Misaka.
"Memangnya dia suka begitu?" Tanya Kagami yang memiringkan kepalanya ke samping.
"Iya. Apalagi kalau berkaitan sama aku." Jawab Misaka.
"Etoo… Sebenarnya Kuroko itu beneran adikmu? Kok dia memanggilmu Onee-sama?" Tanya Kagami.
"Dia itu cuma adik kelas kok." Jawab Misaka. "Yah, dia itu adik kelas yang tergolong dekat sama aku." Tambahnya.
"Oh begitu. Nanti ke tempatnya Rizki pakai mobil siapa?" Tanya Kagami.
"Kagami, bisakah bawa IS300 yang berwarna hitam itu?" Tanya Misaka balik.
"Eh? Jujur aku belum bisa bawa mobil dengan sistem setir yang berbeda dengan Fortunerku." Jawab Kagami.
"Setirnya di kanan ya?" Tanya Misaka.
"Tentu saja." Jawab Kagami.
Terjadi hening sesaat…
"Tenang saja. IS300ku posisi setirnya di kanan. Yah, kalau dibandingkan mobil blacklist yang lain sih punyaku rada-rada aneh." Kata Misaka.
"Yeah. Kalau begitu kita langsung berangkat…" Kata Kagami sambil menyadari bahwa Tsukasa masih tertidur padahal mereka sudah mau berangkat.
"Oiii… Tsukasa, bangun. Dah mau berangkat." Kata Kagami.
"Lima menit lagi." Jawab Tsukasa.
"Kalau masih ingin tidur, tidur aja di mobil." Kata Kagami.
"Eh, Tunggu!" Sahut Tsukasa yang terbangun dari tidurnya.
Mereka berjalan menuju mobil yang akan dibawa. Misaka membawa IS300 berwarna putih. Sementara Kagami membawa IS300 berwarna hitam. Ngomong-ngomong, Konata ada dimana ya? Apakah dia berada di IS berwarna hitam atau IS yang berwarna putih?
Setelah kedua mobil meninggalkan safe housenya Misaka, mereka pergi menuju safe housenya Rizki yang sekaligus menjadi rumah makan. Konata yang saat itu disekap di dalam IS berwarna putih digiring memasuki sebuah ruangan di safe housenya Rizki. Tentu saja Tsukasa juga menemaninya buat jaga-jaga kalau Konata sudah terbangun dari tidurnya. Setelah rencana menyembunyikan Konata berhasil, tiba-tiba Kuroko muncul di safe housenya Rizki.
"Untung aja lom telat." Gumam Kuroko.
"Kuroko? Ada apa kau kemari?" Tanya Misaka.
"Onee-sama. Konatanya dah disembunyiin belum?" Tanya Kuroko.
"Memangnya kenapa?" Tanya Misaka.
"Rencananya dirubah, Walaupun hasil taruhannya berbeda, mereka tetep memburu Konata. Walaupun dia harus melarikan diri sampai Rockport sekalipun." Jawab Kuroko.
"WHAT THE? POKOKNYA CEGAH MEREKA MENEMUKAN KONATA!" Teriak Kagami.
"Bisa tidak dipindahkan ke Academy City atau mungkin tempat yang mereka tidak tau?" Tanya Rizki.
"Kalau dipindahkan ke Academy City, Konata belum terdaftar di sistem penduduknya. Siap-siap aja ditolak." Jawab Kuroko.
"Apa kita pindahkan ke Saitama aja kali." Kata Misaka.
"Ngawur kamu. Konata kan awalnya tinggal di Saitama. Bisa ketahuan ama Razor dan ceesnya." Kata Rizki.
"Tunggu. Ane ada temen di Shige. Semoga aja mereka bisa diajak bekerja sama." Sahut Rizki.
"Siapa tuh?" Tanya Misaka, Kuroko, dan Kagami penasaran.
Rizki menekan beberapa tombol di HPnya. Kemudian dia menelpon temennya yang berada di Shige. Tak beberapa lama, telponnya diangkat.
"Halo?" kata Mrs.X
"Halo, bisa bicara dengan Azusa?" Tanya Rizki.
"Kebetulan saya sendiri. Ada apa Riz? Mau nyembunyiin orang lagi?" Tanya Azusa.
"Betul Azu-nyan, kali ini orang yang kau sembunyiin itu salah satu targetnya Razor." Jawab Rizki.
"Eh? Targetnya Razor?" Tanya Azusa.
"Iya. Dan orang yang kau sembunyiin yaitu Konata Izumi." Jawab Rizki.
"Konata… Izumi… betul itu target yang harus disembunyiin?" Tanya Azusa.
"Tentu saja." Jawab Rizki.
"Ok, permintaan dikabulkan. Ngomong-ngomong bayarannya apa nih? Misinya beresiko loh." Kata Azusa.
"Haha… Bayarannya… Gimana kalo band lo konser di concert hall di Rockport?" Tanya Rizki.
"Eh? Konser di Rockport?" Tanya Azusa.
"Betul. Band lo lagi sepi permintaan konser kan? Pihak promotor di Rockport pengen ngundang band lo. Dan anggep aja konser ini merupakan bayaran gw buat jasa lo." Jawab Rizki.
"Hm… Ok. Yang nganter biasa kan?" Tanya Azusa.
"Tentu saja lah. Si R lah yang mengantar." Jawab Rizki.
"Ok deh." Kata Azusa.
Dan telepon antara Rizki dan Azusa selesai.
"Yosh! Langsung gw telpon kurirnya." Kata Rizki.
"Eh, Riz. Apa gak apa-apa konata dikirimin ke Shige?" Tanya Kagami.
"Selama gw menitipkan 150 orang dalam 2 tahun terakhir, belom pernah denger kalau mereka ketahuan ama Razor cs." Jawab Rizki
"Terus si Risma kenapa lo gak dititipin di Shige aja." Kata Misaka.
"Kalo kejadian itu terjadinya 4 tahun yang lalu. Sebelum gw kenal ama Azusa cs." Jawab Rizki.
"Oh gitu." Kata Misaka.
Rizki pun menelpon kurir yang biasa ia pakai untuk mengirim orang ke Shige. Setelah ditelepon, dalam waktu 5 menit. Dia sudah sampai di lokasi.
"Tumben cepet nih. Kerja part-timemu dah selesai?" Tanya Rizki.
"Untuk hari ini aku tidak ada shift." Jawab Mrs.Y
"Oh ya, perkenalkan temen ane. Namanya Rina. Dia biasa mengantarkan dari sini ke Shige. Dan dia pula yang membawa Konata nantinya." Kata Rizki.
"Senang bisa bertemu dengan anda, Rina." Kata Kuroko, Misaka, dan Kagami bersamaan.
"Senang bisa bertemu dengan kalian." Jawab Rina.
"Soal orang yang mau disembunyikan, mana orangnya?" Tanya Rina.
"Kagami, panggilin Konata ama Tsukasa didalam." Bisik Misaka ke Kagami.
"Laksanakan!" Bisik Kagami ke Misaka.
Kagami pun masuk ke dalam safe housenya Rizki. Dan memasuki ruangan tempat Konata dan Tsukasa berada. Setelah dibangunkan, Konata, Kagami dan Tsukasa pun dibawa ke depan safe housenya Rizki.
"Kagamin~ apa gak apa-apa kalau aku keluar sekarang?" Tanya Konata.
"Tenang saja. Kau pasti selamat." Jawab Kagami.
"Memangnya Kona-chan mau dibawa kemana?" Tanya Tsukasa.
"Ke suatu tempat di Shige, Tsukasa." Jawab Kagami.
"Apa tidak apa-apa, Onee-chan?" Tanya Tsukasa.
"Tenang saja. Dia bakal selamat Tsukasa." Jawab Kagami.
Sesampainya di depan safe housenya Rizki…
"Sebenernya yang mana Konata Izumi yang akan dibawa ke Shige?" Tanya Rina.
"Aku. Akulah si Konata Izumi yang anda maksud." Jawab Konata dengan senang.
"Ok, Konata. Sebagai usaha menyelamatkan hidup anda, marilah ikut dengan saya." Kata Rina.
"Sebelumnya, anda siapa?" Tanya Konata.
"Mungkin anda belum tahu. Tapi tak apa-apa. Perkenalkan nama saya Rina. Saya ditugaskan oleh Rizki untuk menyelamatkan ratusan nyawa yang tidak bersalah dari kejamnya Razor cs." Jawab Rina.
"Oh. Senang bisa bertemu dengan anda, Rina." Kata Konata.
"Senang bisa bertemu dengan anda Konata." Kata Rina.
"Nah, biar cepat sampai di Shige, bagaimana kalau berangkat sekarang. Besok pagi bakal sampai di Shige kalau berangkat sekarang." Kata Rizki.
"Siap, Jendral." Sahut Rina sambil menghormati Rizki.
"Bagus. Lakukan misi dengan benar, Komandan Rina." Sahut Rizki.
"Siap, laksanakan. Jendral." Sahut Rina.
Setelah itu, Rina dan Konata masuk kedalam mobilnya Rina untuk dibawa ke Shige. Sementara itu, Kuroko sudah menggunakan kekuatan telepatinya untuk menuju ke garis start. Sementara Rizki pergi ke suatu tempat dimana berada di dekat rute balapan Ming dan Misaka. Kagami, Tsukasa, dan Misaka pergi ke garis start.
Author Note : Kali ini storynya berubah semenjak kemunculan Azusa. Yak, fic ini resmi menjadi crossover To Aru Majutsu no Index / To Aru Kagaku no Railgun, Need For Speed : Most Wanted, Lucky Star, dan K-On.
