Sebelum baca chapter 5 disclaimernya hampir kelupaan :P
Disclaimer : gw gak mempunyai To Aru Majutsu no Index/To Aru Kagaku no Railgun , Need For Speed : Most Wanted, Lucky Star dan K-On!. To Aru Majutsu no Index/To Aru Kagaku no Railgun itu punyanya Kazuma Kamachi, Need For Speed : Most Wanted punyanya Electronic Arts, Lucky Star punyanya Kagami Yoshimizu, dan K-On! Itu punyanya Kakifly.
Nah itu aja disclaimernya. Tanpa banyak bacot, langsung saja ya…
Chapter 5 : 12 Agustus (part 1)
Pagi hari setelah balapan antara Misaka dengan Ming. Mereka menjalani pagi hari seperti biasa. Menyiapkan sarapan buat temannya yang belum bangun, membereskan ruangan. Dan akhirnya sarapan bersama di safe housenya Mikoto.
"So, kita hari ini jalan-jalan kemana?" Tanya Kagami.
"Entahlah. Mungkin ke toko buku langganan aku disini. Ada yang mau ikut?" Tanya Mikoto balik.
"Etoo.. apa tidak apa-apa pergi ke toko buku sementara Kagami, Rizki dan Miyuki masih dicari ama JV dan Ronnie." Kata Kuroko kebingungan.
"Tidak apa-apa. Toh kali ini kita pakai Fortunernya Kagami untuk pergi ke sana." Kata Mikoto.
"Bukan… Maksudku dengan jumlah orang sebanyak ini, muat tidak?" Tanya Kuroko.
"Sebentar. 1, 2, 3, 4, 5, 6. Muat kok Kuroko. Kan Fortunernya Kagami muat 7 orang." Jawab Mikoto.
"Eh. Memangnya Konata tak kau hitung?" Tanya Kuroko.
"Kan Konata masih dalam persembunyiannya." Jawab Mikoto.
"Oh." Kata Kuroko.
"Sebentar. Toko bukunya banyak judul LN dan Manganya gak?" Tanya Kagami.
"Kalau LN aku tidak tahu. Tapi banyak kok judul manga yang ada disana." Jawab Mikoto.
"Yosh. Pergi kesana yuk." Sahut Kagami.
"Mikoto, toko buku yang kau maksud itu…" Bisik Rizki.
"Iya. Toko itu. Memangnya kenapa?" Tanya Mikoto.
"Tidak. Entah kenapa pas kantong lagi kempis malah ke toko buku." Jawab Rizki.
"Ya… Gak apa-apa sih kalau kau tidak ikut." Kata Mikoto.
"Selain itu, aku juga pengen beli Hayate no Gotoku pula." Kata Rizki.
"Eh? Memangnya volume barunya dah keluar?" Tanya Mikoto.
"Dah lah Mikoto. Selain itu juga pengen borong Lucky Star juga." Jawab Rizki.
"Oh iya. Ayo semuanya naik ke mobil." Sahut Mikoto untik memanggil temannya.
"Ayo." Sahut Kagami, Tsukasa dan Miyuki.
Mereka pun bergegas memasuki Toyota Fortunernya Kagami. Setelah mereka masuk kedalam mobil, Fortuner itu pergi meninggalkan Safe Housenya Mikoto untuk pergi ke toko buku. Selama perjalanan tidak ada obrolan sampai mereka sadar menurut mereka Kuroko belum naik ke Fortuner mereka.
"Kayaknya Kuroko belum naik ke mobil deh." Kata Kagami.
"Eh bener juga. Soalnya aku belum melihat dia semenjak aku bawa Fortuner dari safe house." Kata Mikoto.
"Apa jangan-jangan dia ketinggalan di safe house." Kata Tsukasa yang ketakutan.
"Mungkin aja. Dan dia pasti ngejar kita dengan kemampuan teleporter dia." Kata Mikoto.
"Siapa yang ngejar kalian? Dari tadi aku dah didalam mobil kok." Kata Kuroko.
"HAH?" sahut Mikoto, Kagami, Tsukasa, Miyuki dan Rizki bersamaan.
"Iya. Dari tadi aku sudah didalam mobil kok. Bahkan pas Onee-sama memanggil kalian untuk masuk ke mobil, aku sudah didalam mobil kok.
Mikoto yang fokus berkonsentrasi ke jalanan. Kagami, Miyuki dan Tsukasa yang memasang tampang cengo dan Rizki yang menaruh tangannya dikepala atau diketahui sebagai facepalm karena tidak menyadari kehadiran Kuroko.
=w=
"Akhirnya sampai juga." Kata Tsukasa.
"Iya. Dan waktunya untuk mencari buku yang kalian inginkan." Kata Mikoto.
"Etoo… Kami mengalami kekurangan uang karena kami pergi kesini tanpa membawa uang yang cukup." Kata Kagami sambil mengecek dompetnya.
"Tenang saja. Biar aku yang bayar." Kata Rizki.
"Eh serius Riz? Bukannya lo lagi gak ada duit?" Tanya Mikoto sambil memiringkan kepalanya.
"Tenang aja. Aku baru sadar bahwa jatah beli manga untuk bulan kemaren gak aku pakai sama sekali." Jawab Rizki.
"Enak bener." Kata Mikoto.
"Mending kita cari bukunya sekarang." Kata Kagami.
Mereka memasuki toko buku itu. Dan mereka langsung menuju ke bagian yang mereka cari. Kagami, Tsukasa, dan Kuroko memasuki bagian Novel dan Light Novel, Mikoto dan Rizki memasuki bagian Manga dan Miyuki memasuki bagian buku teknik otomotif. Selagi Mikoto dan Rizki mencari komik yang diinginkan. Seorang pemuda dengan model rambut spike sedang memperhatikan mereka berdua. Pemuda itu pura-pura mencari komik agar tidak dicurigai oleh petugas keamanan. Namun dasar Mikoto. Dia tetap saja mengetahui keberadaan pemuda ini.
"Sepertinya kau sudah kembali dari perang dunia III dengan selamat ya. Sudah bikin aku khawatir, sekarang kau muncul sebagai pemda yang mencari kekasihnya ya?" Tanya Mikoto.
"Ah… Etoo, ane cuman nyari komik aja kok. Bukan bermaksud untuk mengikutimu." Kata pemuda itu.
"Jangan banyak alasan lagi Kamijyo Touma." Kata Mikoto.
"Beneran. Aku cuman mencari komik aja." Kata Touma.
Mikoto yang sudah memercikkan energi listrik dari dirinya dan bersiap untuk menyerang Touma dengan energi listriknya itu. Namun, sebelum Mikoto menyerang Touma. Rizki sudah berada di antara mereka untuk mencegah terjadinya pertumpahan darah.
"Mikoto, sebelum komik-komik ini gosong karena kekuatanmu. Mending lo keluar dulu." Kata Rizki.
"Rizki.. gimana caranya lo langsung ambil posisi disitu?" Tanya Mikoto.
"Jangan-jangan kau adalah orang dengan level 5 di Academy City?" Tanya Touma.
"Ya. Lebih tepatnya peringkat 6 dengan kemampuan Teleporter." Jawab Rizki.
"Eh? Beneran itu?" Tanya Mikoto.
"Tentu saja. Tapi karena aku sudah gak tinggal di Academy City. Makanya orang-orang tidak tahu tentang itu." Jawab Rizki.
"Apakah kau lulus sebelum perang dunia III?" Tanya Touma.
"Ane dah lulus dari Academy City pas ente-ente masih freshman kali ya." Kata Rizki.
"Tunggu. Kalau tidak salah ada kabar bahwa ada anggota level 5 yang memilih cepat lulus daripada mengambil sampai level 6. Itu berarti ente ya?" Tanya Mikoto.
"Iya. Soalnya pengen cepet-cepet balik ke Rosewood." Jawab Rizki.
"Oh iya. Jadi gak nih bertarungnya?" Tanya Touma.
"Jadi lah." Jawab Mikoto.
"Ok, sini pegang tangan gw." Kata Rizki.
"EH?" Sahut Mikoto dan Touma bareng.
Mereka berdua pun memegang tangannya Rizki. Dengan kecepatan secepat kilat, Mereka sudah berada diluar toko buku. Lalu, Rizki kembali masuk dengan kemampuan teleporternya. Dan, Rizki kembali mencari komik yang dia inginkan.
=w=
Setelah beberapa lama, Semua komik yang Rizki ingin bayar dan sebagian dari komik yang ingin Mikoto bayar sudah terkumpul. Miyuki yang selesai memutari bagian buku teknik Otomotif membawa 5 buku yang sangat tebal. Sepertinya dia membeli buku tentang struktur Nissan Skyline R33. Begitulah dengan Kuroko, Tsukasa, dan Kagami yang sepertinya membeli banyak sekali Light Novel. Saking banyaknya sampai-sampai muka mereka tidak kelihatan karena tertutup oleh Light Novel. Saat mereka hendak membayarnya di Kasir, terjadilah mati lampu di toko buku itu. Sepertinya pertarungan Mikoto dan Touma belum selesai juga.
"Eh, Beneran ini mati lampu?" Tanya Kuroko.
"Maaf, kami akan menyalakan sumber listrik tambahan." Jawab mbak Kasir.
"Sebaiknya jangan dulu deh." Kata Rizki.
"Eh? Kenapa?" Tanya Miyuki.
"Ada sesuatu yang harus aku bereskan di luar sana." Jawab Rizki.
Rizki langsung keluar dengan kemampuan teleporternya. Sesampainya di luar, dia melihat Touma dan Mikoto yang kelelahan karena perkelahian mereka. Rizki yang tak ingin Rosewood mati lampu selama seminggu penuh, langsung teleport ke belakang Touma dan mengunci posisi tangan Touma agar dia tidak bisa menggunakan Imagine Breaker.
"Mikoto, langsung keluarkan signature movemu!" Perintah Rizki.
"Ok deh." Jawab Mikoto.
"Mampus. Dalam keadaan kaya gini, gw gak bakal bisa menggunakan tangan kanan gw. Eh, tapi kalo kaya gini sih Rizki juga bakalan kena kan? Semoga aja beneran kena deh." Gumam Touma.
Mikoto yang sudak melempar koin keatas untuk mengeluarkan kemampuan Railgunnya. Begitu koinnya sudah mendekati tangannya, koin itu melesat dengan kecepatan luar biasa. Mungkin hanya salah sasaranlah yang menyebabkan tembakannya meleset. Sesaat sebelum serangan Railgunnya Mikoto mengenai Touma dan Rizki, Rizki pun langsung menggunakan teleporter untuk meloloskan diri. Dan Touma hanya bisa bilang 'Fukou da!'. Akhirnya serangan Mikoto tepat mengenai Touma dan Touma langsung tepar begitu saja.
"Ingat. Ini pertama kali aku berhasil mengalahkanmu, Touma." Sahut Mikoto yang masuk ke toko buku.
Setelah pertarungan barusan, Mikoto langsung mengecek komik apa saja yang ingin dia beli. Untungnya jumlah komiknya pas sesuai keinginan dia. Tentu saja suplai listriknya sudah mencukupi.
"Semua buku ini dibikin dalam satu tagihan?
Tanya mbak Kasir.
"Tentu saja." Jawab Rizki.
Setelah kasir mendata semua buku yang dibeli Kagami, Kuroko, Tsukasa, Miyuki, Mikoto dan Rizki. Setelah selesai mendata…
"Totalnya sekitar $6324, tuan." Kata mbak Kasir.
Rizki yang mengecek isi dompetnya. Kemudian dia terkejut karena uang yang dia miliki kurang. Dalam masalah ini, Rizki mencoba meminjam uang dari Mikoto.
"Eh, Mikoto. Lo ada $1324 gak? Uang gw kurang segitu." Bisik Rizki ke Mikoto.
Mikoto yang mengecek uang di dompetnya. Lalu memberikan satu lembar uang bernilai $1000 dan empat lembar uang bernilai masing-masing $100. Lalu uang itu diserahkan ke Rizki.
"Nih Riz. Pake aja dulu ini. Nanti kembaliannya balikin ke gw." Bisik Mikoto.
"Thanks Mikoto." Bisik Rizki.
"Sama-sama." Bisik Mikoto.
Rizki yang membayar total pembayaran buku itu dan mendapatkan kembalian $76. Pada saat kembaliannya diserahkan ke Mikoto. Tiba-tiba uangnya berserakan di lantai. Seorang Sister atau yang menggunakan seragan Sister langsung mengambil uang yang berserakan secara cepat. Kontan saja ini membuat Mikoto dan Rizki kaget bukan main.
"Anoo.. uang ini boleh aku ambil?"
"Etoo… Sister Sonia. Itu uangnya Mikoto loh. Jangan asal ambil saja." Jawab Rizki.
"Jadi, aku tah berhak untuk memiliki uang itu?" Tanya Sister Sonia.
"Iya lah. Dan apa kau sudah lupa? lima hari yang lalu bukannya sudah dapat sumbangan dari gereja?" Tanya Rizki.
"Tentu saja lah! Tapi uang itu menghilang secepat kilat." Jawab Sister Sonia.
"Sepertinya ada yang lebih tidak beruntung dari kau ya. Touma." Kata Mikoto yang melirik ke Touma.
"Se.. Sepertinya begitu Mikoto." Jawab Touma yang menghindari lirikan Mikoto.
"Masa sih cepet hilang? Kan lo bukan A*asaki." Kata Rizki.
"Don't compare me to that butler, okay?" sahut Sister Sonia sambil memasang tampang seram.
"Yes, ma'am." Jawab Rizki yang ketakutan dengan tampang Sister Sonia.
"Geez, Sepertinya aku harus mencari cara biar bisa dapat ¥6840 dengan segera nih." Kata Sister Sonia.
"Lebih baik cari kerja sambilan kalau kau beneran butuh duit." Guyon Rizki.
"Moooo…" kata Sister Sonia.
"Kayaknya tadi ada suara sapi ya, Tsukasa?" Tanya Kagami.
"Iya. Dan kayaknya tadi suara sapi betina lagi." Jawab Tsukasa.
"Kalau Konata ada disini, dia pasti berpikir kalau Miyuki yang bersuara hari ini." Kata Kagami.
"Mana mungkin aku bersuara seperti itu, Kagami?" Tanya Miyuki.
"Kan kalau ada Konata, Miyuki." Jawab Kagami.
Sister Sonia pun pergi meningggalkan mereka. Tentu saja dia tidak memegang uang sepeserpn dari Mikoto.
"Dasar Sister matre." Gumam Rizki.
Rizki, Mikoto, Kuroko, Tsukasa, Kagami dan Miyuki beserta buku yang mereka beli pun masuk kedalam mobilnya Kagami untuk pulang ke safe Housenya Mikoto.
"Eh, Kagami, Tsukasa dan Kuroko. Kalian beli LN banyak banget ya? Sampe gw harus minjem duit ke Mikoto." Kata Rizki.
"So.. Soalnya kita juga beliin LN buat Konata. Terus, Kuroko ngambil juga LN yang judulnya sama dengan kita. Jadi, jumlah buku yang kita bayar sekitar $4000. Betul itu, Riz?" Tanya Kagami.
"Dari LN aja totalnya $4124. Miyuki cuman $200. Gw ama Mikoto sisanya. $2000." Jawab Rizki.
"Eh, kok jadinya banyak banget total beli komiknya? Gw itu palingan sekitar $300." Sahut Mikoto yang tak percaya dengan pengeluaran untuk komik tersebut.
"Gw yang paling banyak lah Mikoto. $1700 hanya untuk melengkapi koleksi yang hilang akibat dicolong ama Razor bangsat itu." Jawab Rizki.
"Bearti Razor udah mainnya curang, terus jahat kaya setan gitu?" Tanya Tsukasa.
"Dia itu mah bukan setan lagi. Tapi iblis." Jawab Rizki.
Sesampainya di Safe Housenya Mikoto, mereka menurunkan barang yang mereka beli di toko buku itu. Selagi mereka membawanya ke dalam, Rizki melihat sebuah bantal yang terjemur diatas tempat sampah.
"Eh, Mikoto. Lo jemur bantal di atas tempat sampah ya?" Tanya Rizki.
"Siapa yang menjemur bantal sekarang, tuan Rizki?" Tanya Mikoto balik.
"Soalnya aku melihat sosok bantal di sana." Jawab Rizki sambil menunjuk ke luar.
Rizki dan Mikoto langsung keluar untul melihat sosok "bantal" yang dilihat oleh Rizki. Setelah melihat lebih jelas. Ternyata sosok itu adalah seorang wanita dengan berpakaian nun dan dia tepertinya pingsan disana. Pada saat mereka (Rizki dan Mikoto dalam hal ini) hendak membangunkan nun itu, dia bangun sendiri dengan mengatakan
"Aku lapar…"
Author note : Layout ficnya sedikit kurubah karena agak aneh kalau tidak ada pembatas di ceritanya. Selain itu panggilan Misaka Mikoto di fic ini menjadi Mikoto karena setelah membaca fic To Aru Majutsu no Index / To Aru Kagaku no Railgun kebanyakan pada manggil Misaka Mikoto dengan sebutan Mikoto.
Selain itu yang mengharapkan adanya Konata dan personil HTT, ane bener-bener minta maaf karena agak kesulitan menghubungkan antara Shige dan Rosewood dalam waktu bersamaan. Sebagai penggantinya, gw akan membuat Side Story dari fic ini yang menceritakan kehidupan Konata dan Azusa cs di Shige. Soal Rizki yang merupakan salah satu dari 7 orang yang memiliki kemampuan level 5 hanyalah fiksi aja kok. Pada aslinya lom ketahuan siapa si peringkat 6 level 5 di Academy City.
Dan satu hal lagi, itu kurs $1 = ¥90 itu berdasarkan perbandingan antara kurs USD terhadap Rp dan ¥ terhadap Rp. Kalau misalnya kursnya ngaco, kasih tau gw ya.
Ok, itu saja Author notenya, jangan lupa buat review. ^^
