Chapter 7
Rizki, Kagami, Misaka, dan Miyuki pergi dari safe housenya Misaka. Mereka pergi menuju sebuah dealer mobil yang lokasinya tak jauh dari safe housenya Misaka. Namun, tak ada tanda-tanda Lexus IS300nya Misaka keluar dari safe housenya. Ternyata mereka menggunakan kekuatannya Rizki agar bisa mencapai dealer tanpa ketahuan Kuroko dan Tsukasa yang sepertinya masih tertidur.
"Maaf ya Ki, aku malas keluarkan IS-ku biar si pervert-Kuroko itu gak bangun." Kata Misaka.
"Gak masalah kok. Misaka." Jawab Rizki.
Tak beberapa lama, mereka sudah sampai di dealer mobil tempat mereka berada. Kagami pun berusaha untuk mencari mobil yang dia inginkan. Tentu saja ditemani dengan Rizki, Miyuki, dan Misaka.
"Eh, Ki. Gimana dengan mobil ini? Apakah pas denganku?" Tanya Kagami.
"Etoo… Geh. Kagami, tuh mobil harganya terlalu mahal. Gaji gw lom sanggup buat beli tuh Aventador." Jawab Rizki.
"Tapi, warnanya bisa ngingetin aku dengan Konata." Kata Kagami.
Rizki pun ber-facepalm mendengar ucapannya Kagami. Dan, Rizki pun merasakan bahwa seseorang memegang bahunya. Ketika ia membalikkan badannya…
"Yo, sayangku." Kata orang itu.
"Geh, ngapain lu disini Razor?" Tanya Rizki.
"Tentu saja mengajak kau untuk tusbol bareng." Jawab Razor.
"Ya ampun, sisi maho lu lom hilang ya. Sini, gw teleport lu deh." Kata Rizki.
"Teleport ke mana?" Tanya Razor.
"Ke taman lawang. Tempat para j*bl*y berkumpul." Jawab Rizki.
"Gak mau. Maunya ke tempat yang sepi biar hasrat ane bisa tersalurkan." Kata Razor.
"Dafuq." Jawab Rizki sambil kabur dengan teleporternya.
"Hey, Razor. Sepertinya kau mesti aku setrum dulu biar kau sadar dari virus maho." Kata Misaka.
"Itu gak bakal mungkin, biribiri. Aku memiliki kekuatan yang dinamakan Mental Out." Jawab Razor dengan tampang meyakinkan.
"Mental Out? Sama persis dengam Misaki. Tapi kekuatan itu tak berpengaruh ke aku." Jawab Misaka. "Dan jangan panggil aku biribiri. Aku itu punya nama. Yaitu, Misaka Mikoto. Razor bodoh!" sahut Misaka sambil mengeluarkan listrik kearahnya.
Akibat serangan Misaka tadi, Razor pun sudah menjadi gosong karena terkena serangan listrik. Kagami dan Miyuki yang speechless melihatnya pun kembali melanjutkan pemilihan mobil buat Kagami.
=w=
Kuroko yang masih tertidur pun terbangun karena hpnya berbunyi. Dia berusaha untuk mengambil dan mengangkat telepon itu. Lalu…
"Halo?"
"Shirai-san? Apakah kau sudah bangun?" Tanya Konori
"Konori-sempai? Tentu saja sudah bangun." Jawab Kuroko. "Ada apa? kok jam segini sudah nelpon?" Tanya Kuroko.
"Ah.. Aku hanya kasih tau bahwa mulai ini kau menjadi ketua Jugdement branch Rosewood 001." Jawab Konori.
"EH? Ketua Jugdement branch Rosewood 001? Berarti nanti ada anggota Anti-Skill juga dong?" Tanya Kuroko.
"Ya. Tentu saja. Shirai-san." Jawab Konori. "Oh iya. Lokasinya kalau dari posisimu itu berjarak sekitar 2 Km." Tambah Konori.
"2 Km? Apakah ada patokan lain yang bisa membuatku membayangkan lokasinya dimana?" Tanya Kuroko.
"Lokasinya berada di depan rumahnya Rizki Eriza. Si Teleporter dan Electromaster." Jawab Konori.
"Oh, Okay. Apakah dari Jugdement Academy City branch 177 yang dipindahkan ke Rosewood branch 001?" Tanya Kuroko.
"Tentu saja ada. Shirai-san. Uiharu-san dan Saten-san yang bakal membantumu disana. Dan pastikan Rizki sudah masuk ke Jugdement Rosewood branch 001." Jawab Konori.
"Memangnya kenapa, Konori-sempai?" Tanya Kuroko.
"Karena kekuatannya bisa kita andalkan." Jawab Konori.
"Okay. Sampai jumpa, Konori-sempai." Kata Kuroko.
"Sampai jumpa." Jawab Konori sambil menutup teleponnya.
Kuroko menghela nafasnya, dan..
"Sepertinya pekerjaan yang aku hadapi semakin berat." Kata Kuroko.
=w=
Misaka, Kagami, dan Miyuki yang saat ini masih memilih mobil untuk Kagami. Berkali-kali Kagami melihat mobil yang warnanya sama persis dengan warna rambutnya Konata. Namun, harga mobil-mobil itu belum bisa tercukupi oleh Kagami. Setelah berkeliling, mereka menemukan sebuah Nissan Silvia generasi S14 berwarna ungu. Memang kondisi mobilnya masih tergolong bagus. Entah mengapa harga yang ditawarkan cukup murah. Mereka memutuskan membeli S14 tersebut. Dengan catatan oleh penjualnya bahwa mereka harus menjaga mobilnya baik-baik. Karena, pemilik sebelumnya meninggalkan mobil ini disebabkan oleh pindahnya pemilik itu ke Academy City dan dia tak bisa bertemu dengan mobil ini. Selain itu, S14 ini memiliki sejarah yang kelam.
Kagami mengantarkan mereka pulang ke safe housenya Misaka. Pengecualian Rizki karena dia masih berusaha untuk melarikan diri dari Razor. Tapi, Kagami tidak memarkirkan mobilnya di safe house Misaka. Karena, Kagami ingin menjajal mobil S14 tersebut. Makanya, setelah menurunkan Misaka dan Miyuki. Kagami pergi jalan-jalan mengelilingi Rosewood. Dan, Kagami pun melajukan mobilnya diatas batas kecepatan yang ditentukan. Sebagai referensi, batas kecepatan yang berlaku di Rosewood adalah 50 mph (80 km/h). sementara, Kagami melajukan mobilnya paling pelan 60 mph (96 km/h) dan paling cepat 150 mph (240 km/h). Ketika moblinya Kagami melewati wilayah Camden Beach, sebuah mobil patroli Lancer Evolution X yang sedang nganggur akhirnya bergerak untuk mengejar Kagami.
"Central, 3314 request permission to chase a purple Nissan Silvia."
"Permission permitted. You can chase it now."
Pengejaran Kagami pun dimulai. Mulanya mobil polisi itu tidak menyalakan sirine. Karena, polisi tersebut ragu dengan S14 yang digunakan Kagami. Setelah semakin mendekat Evo X tersebut dengan S14nya Kagami, baru sirine mobil itu pun menyala. Tanda pursuit segera dimulai.
"Eh? Ada polisi? Sesi test drive nih mobil berubah menjadi pursuit dong." Gumam Kagami.
Kagami pun meningkatkan kecepatan S14nya. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang kalau dibandingkan dengan traffic sudah dikategorikan super. Akibatnya, Kagami harus mengendalikan S14nya dengan hati-hati supaya tidak menabrak traffic, halte bus, maupun apapun yang berada disekitarnya. Mobil polisi itu mengikuti setiap pergerakan mobilnya Kagami. Kemana Kagami menggerakkan mobilnya, mobil polisi itu mengikutinya. Bahkan, kalau Kagami lengah sedikit saja. Dia pun tertangkap oleh Lancer Evo ini.
"Nissan Silvia ini dikendarakan oleh seorang newbie. Entah mengapa skillnya sejajar dengan para pembalap jalanan yang berkeliaran disini?" Tanya Steve yang kebingungan.
"Central, 3314 request a backup. Repeat, 3314 request a backup."
"Unfortunately, there's no backup on this moment. Please continue the pursuit in your own."
"Damn, sepertinya hari ini bukan hari keberuntunganku." Geram Steve.
Steve yang geram dengan S14nya Kagami berusaha untuk bermanuver lebih ekstrem lagi. Bahkan tingkat ekstremnya lebih ekstrem daripada Cross yang sedang (maaf) didalam toilet untuk mengeluarkan isi perutnya.
Kagami terus saja mengendalikan S14nya sambil berpikir untuk meloloskan diri. Disaat Kagami merasa bahwa tarikan mobilnya sudah hampir habis. Dia baru menyadari bahwa dia hanya menggunakan 4 percepatan dari 6 percepatan yang tersedia di S14 tersebut.
"Ya ampun, dikira mobil ini menggunakan transmisi yang sama dengan Fortuner." Gumam Kagami.
Kagami menaikkan posisi tuas transmisi S14nya. Entah sudah berapa kilometer telah dilalui oleh Kagami dan Steve dalam pengejaran kali ini. Namun, ketika dia berada di Rockport, sebuah Toyota Corolla Altis bergabung dalam pursuit.
"Central, 3010 request to join a puruit."
"Request granted. 3314, 3010 is your backup for now."
"Ya ampun, ngapain Corolla Altis itu ikutan? Evo X ini aja kewalahan." Gumam Steve.
Pengejaran kali ini menjadi 1 lawan 2. Tak disangka-sangka, Corolla Altis itu memiliki kemampuan yang lebih hebat dari Evo X itu. Terbukti dari akselerasi mobil, kelincahannya. Bahkan, Kagami pun semakin direpotkan dengan kehadirannya.
"Sial. Sepertinya aku harus kabur ke highway deh." Gumam Kagami.
Kagami pun mengarahkan mobilnya menuju jalan highway yang berada di Rosewood. Rencana Kagami ini awalnya berjalan lancer. Kedua polisi ini tak bisa mengikuti kecepatannya S14 Kagami. Namun, Steve dengan Lancer Evo Xnya tidak menyerah. Dia terus berusaha untuk mendekatkan dirinya dengan S14 Kagami. Sementara itu, Corolla Altis itu mengikuti Steve.
"Central, 3314 request a roadblock. Repeat, request a roadblock."
"there's a roadblock 1.2 miles ahead."
Kagami pun melihat sekumpulan polisi sedang menblok posisi jalan yang akan dilalui Kagami. Tapi, Kagami membelokkan S14nya kearah stadium. Steve dan Corolla Altis itu mengikuti Kagami. Tiba-tiba Kagami menabrak sebuah tiang dan papan spanduk di stadium itu berjatuhan dan mengenai Steve dan Corolla Altis itu.
"Central, we lost the suspect. Repeat, we lost the suspect."
"Attention, there's a suspect of speeding. He's driving a purple Nissan Silvia. And he's going to campus area. Repeat, he's going to campus area."
"Sepertinya aku berhasil lolos dari mereka. Pulang ke safe house deh." Gumam Kagami.
Kagami pun melajukan S14nya dengan mematuhi aturan dan berdoa agar dia tidak dikejar oleh polisi lagi.
