Hyukkie P.O.V
Aku membuka mataku perlahan, menyadari aku masih ada di kamar. Aku menoleh ke samping kasurku saat itu juga mataku terbelalak,
"OMEO! JAM 06.30! Setengah jam lagi kelasku mulai." Teriakku. Aku pun segera ke kamar mandi.
"Eomma, kenapa tidak membangunkanku?" Tanyaku sambil mencari sepatu.
"Mian, eomma juga baru bangun chagi." Katanya. "Aissh... Aku pergi dulu eomma." Kataku langsung berlari keluar.
Hosh...hosh...hosh napasku terengah.
"Syukur belum telat." Kataku sambil berjalan perlahan ke kelas. *buset stengah jam udh bsa sampe d skola*
"Chagi~" sapa Donghae saat aku duduk disampingnya.
"Oh... Halo.. Donghae." Kataku masih ngos-ngosan.
"Kamu kenapa?" Tanya Donghae.
"Aku lari." Jawabku singkat.
"Kenapa gak minta aku jemput chagi?" Tanyanya sambil mengelap keringatku menggunakan tissue.
"Aku, haduuh Hae, berhentilah bertanya aku capek tau." Kataku sambil mengipas-ngipas.
"Mian..." Katanya sambil ikut mengipasiku.
Aku diam sebentar.
~Teet~ bell masuk berbunyi.
Pak Siwon masuk ke dalam kelasku.
"Ya, silahkan ganti baju." Kata Pak Siwon. Pelajaran olah raga pun dimuali saat kami semua sudah ganti baju dan berkumpul di lapangan.
Perutku terasa sakit saat kami mulai bermain basket. 'Sial aku belum makan' pikirku.
JunMin menatapku lalu meninggalkanku dan mendekati Jessica. Aku memilih untuk keluar dari permainan dan duduk di kursi pinggir lapangan.
Donghae sedang sibuk bermain futsal teman-temannya.
-dukk-
Kepalaku terbentur sesuatu. Bola basket tentu saja.
"Hyukkie, neo gwenchana?" Tanya Jessica yang menghampiriku.
Aku baru mau bilang gwenchana saat tiba-tiba pandanganku kabur dan semuanya gelap seketika itu juga.
"Chagi..." Kata seseorang yang sangat aku kenal suaranya.
Perlahan aku membuka mataku.
"Pusing." Gumamku pelan.
Aku menoleh ke arah suara tadi.
Ternyata Donghae sedang memegangi tanganku dan menempelkannya di pipinya.
"Kau sudah sadar?" Tanyanya lembut.
"Ng~" jawabku sambil mengangguk.
Ia menatapku khawatir.
"Kamu gak makan ya chagi?" Tanyanya lagi.
"Ne~" jawabku.
Ia menatapku lalu merengkuhku ke pelukannya yang hangat.
"Aku keluar sebentar ya?" Tanyanya setelah melepas pelukannya.
Aku mengangguk.
Ia berjalan keluar dari ruang UKS.
Beberapa menit kemudian ia sudah kembali sambil membawa kotak bekal dan satu buah pisang.
"aku suapin ya..." Katanya sambil duduk di kursi sebelahku dan mambuka kotak bekalnya.
Aku mengangguk lagi.
Ia menyuapiku sushi.
"Mashitda." Kataku sambil tersenyum.
"Kau suka sushi?" Tanyanya sambil tersenyum lembut.
"Ne~ sangat suka." Jawabku sambil mengangguk senang.
"Baiklah lanjutkan ya?" Katanya.
Aku mengangguk dan membuka mulutku minta disuap.
"Kau yang masak?" Tanyaku sambil mengunyah.
"Ah? Bukan, ini bekalku, eomma yang memasaknya." Katanya sambil tersenyum.
"Donghae, aku masih pusing, aku tidur aja." Kataku sambil tersenyum.
"Baiklah." Katanya sambil menutup bekalnya dan naik ke kasur.
"Eh? Kamu mau ngapain?" Tanyaku heran saat ia duduk disebelahku.
"Tidurlah." Katanya sambil menarikku ke posisi tidur. Ia pun tidur di seblahku lalu memelukku.
"Hae, kau ini kenapa." Tanyaku di dadanya.
"Tidak apa Chagi, aku mau menemanimu." Katanya sambil mendekapku lebih erat.
Tanpa aku sadari sudah ada 2 pasang mata yang mengintip kami dari balik pintu UKS.
Tapi untuk kali ini aku gak mau ngambil pusing dan tetep tidur di pelukan namjachinguku.
Donghae P.O.V
"Chagiya, bangun..." Kataku sambil menepuk pipinya pelan. Aku harus membangunkannya karena ini sudah jam 3 artinya semua kegiatan sekolah sudah selesai.
"Ngg~" katanya sambil menggeliat lalu membuka matanya perlahan.
"Ayooo kita harus pulang lho." Kataku sambil duduk di kasur.
Ia menatapku lalu tersenyum.
"Ara, ayo." Katanya lalu duduk di sebelahku.
Aku segera berdiri.
"Donghae, aku masih ngantuk nih." Katanya manja.
Aku segera mencubit pipinya sayang lalu menatapnya.
"Kau mau aku gendong?" Godaku.
"Hehehehe gak gitu juga sih..." Katanya sambil tersenyum malu.
Tanpa pikir panjang aku membalik lalu membungkuk sedikit.
"Naiklah." Kataku.
"Eh?"
"Iya naiklah." Kataku sambil menarik tangannya dan melilitkan di leherku. Aku menggendongnya. "Donghae, tasku gimana?" Tanyanya.
Aku tersenyum tipis lalu berkata, "udah ada di mobil chagi."
"Eh? Kamu tadi ninggalin aku?" Tanyanya.
"Ah, mana mungkin, aku nyuruh Kyuhyun tadi sebelum kesini." Kataku polos.
"Oh..." Katanya lalu memeluk leherku dan menyenderkan kepalanya di punggungku.
"Gomawo." Katanya.
"Ne~ cheonma." Jawabku.
Aku lanjut berjalan sambil menggendongnya ke mobilku.
Aku menurunkannya dan membukakan pintu mobil. Setelah ia masuk aku pun masuk aku mengantarnya pulang.
"Mau mampir?" Ajak Hyukkie.
"Ah gak usah, aku masih banyak urusan." Kataku halus.
"Baiklah... Bye~" katanya sambil tersenyum lalu keluar dari mobilku.
"Bye~" kataku.
-beberapa minggu kemudian-
Hyukkie P.O.V
-byur-
Seember besar air berhasil membasahi diriku. Entah sudah berapa kali setiap aku masuk ke toilet pasti ada saja yang seperti ini.
Tanpa aku tahu siapa pelakunya aku keluar lalu berjalan menuju lokerku.
Jas serta rokku sudah basah semua. Aku harus mengambil baju ganti yang selalu aku masukan ke loker semenjak yang pertama kali terjadi.
"Chagi~" sapa seorang namja sambil memelukku dari belakang saat aku sedang mengambil baju gantiku.
"Lho! Kok basah?" Tanyanya sambil membalikan tubuhku.
"Tadi kecemplung." Kataku bohong. Aku tidak pernah memberitahunya apapun yang sudah terjadi padaku biarlah seperti itu.
"Jangan bohong chagi." Katanya sambil mengangkat daguku.
"Aku gak apa-apa, gak usah khawatir." Jawabku lalu berjalan menuju ke kamar mandi.
"Gak, ini gak bisa dibiarin. Kamu pasti dibully ya? Minnie udah cerita ke aku." Katanya lalu menarik tanganku masuk kelas.
"Siapa yang ngebully yeojachinguku?" Teriaknya di depan kelas.
Jessica dan JunMin menatap Donghae ragu.
"NGAKU! KALO GAK BAKAL GW LAPORIN KE KEPALA SEKOLAH! GW TAU SIAPA PELAKUNYA!" Teriaknya lagi.
"Gak usah chagiya, aku gak apa-apa." Kataku berusaha menenangkannya.
"Gak bisa gitu Hyukkie." Katanya kesal.
Jessica dan JunMin akhirnya ngacung.
"Kami, emang kenapa?" Tanya Jessica.
"Loe keterlaluan ya! Maksud loe apa?" Tanya Donghae masih emosi.
"Mian Donghae, tapi kami gak suka kamu pacaran sama yeoja kayak dia! Level kalian tuh beda jauh!" Teriak Jessica.
"Gw gak mau tau pokoknya kalian berdua harus minta maaf! Kalo gak bakal gw laporin ke kepala sekolah!" Katanya masih menggenggam tanganku.
Mereka saling bertatapan bingung.
"Mian Hyukkie-ya, aku tidak bermaksud begitu, sebenarnya aku udah ngelarang Jessica untuk ganggu kamu tapi gimana ya, aku gak bisa nolak, karena aku juga cemburu ngeliat kamu sama Donghae." Kata JunMin sambil menunduk.
Aku hanya bisa diam sebentar lalu menghampirinya.
"Aku gak apa-apa kok, kamu gak usah ngerasa bersalah kayak gitu." Kataku sambil memegangi bahunya.
"Mian, jeongmal mianhae." Katanya sambil menghapus air matanya sendiri.
"Gak apa-apa." Jawabku lalu memeluknya.
*ooh Hyukkie kau baik sekali, author jadi terharu ƪ(ˇ▽ˇ)-cˇ_ˇ)~ *
"Mian." Kata Jessica singkat lalu pergi keluar kelas.
Aku melepaskan pelukanku lalu tersenyum ke arah JunMin lalu menghampiri Donghae.
"Aku ganti baju dulu ya." Kataku lalu pergi ke toilet.
Donghae P.O.V
"Aku gak tega ngeliat dia digituin Kyu, dia adalah orang yang paling aku sayang." Kataku
"Aku tahu Donghae, tapi mau diapain? Lo mau ngebunuh Jessica gitu?" Tanyanya.
"Grrr... Sialan kau, ya gak lah. Tapi ya dia minta ke gw supaya gak ngasih tau ke kepala sekolah tapi gimana ya, gw kan kasian ma dia juga." Kataku.
"Yaudah loe biarin aja, nanti juga enek sendiri." Kata Yesung ikut nyaut.
"Donghae, bisa kita bicara sebentar." Kata seorang yeoja yang berdiri di belakangku.
"Oh, Hyukkie, oke." Jawabku lalu ikut berdiri. Ia menarikku ke tempat yang cukup sepi.
"Kita putus aja ya." Katanya tanpa memandangku.
"Mwo?" Teriakku kaget.
"Ne kita putus, aku ingin memastikan perasaanku kepadamu, sekalian memberi izin Jessica untuk mengenalmu." Katanya sambil tersenyum.
"Jika aku berpaling?" Tanyaku memastikan.
"Aku gak akan ganggu kamu." Jawabnya.
Aku menjentrikan jariku ke dahinya.
"Babo ya! Aku tak mungkin berpaling chagiya... Kalau kau perlu waktu kita tak harus sampe putus juga, kau boleh membiarkan aku dekat dengan Jessica tapi tidak putus denganku." Kataku santai.
Ia menoleh menatapku sambil mengusap dahinya. Ia tersenyum lalu mengangguk.
"Baiklah kalau begitu, masalah selesai." Kataku.
"Tapi perihal putus, aku tetap mau putus denganmu." Katanya.
Aku menatapnya ragu. "Kau gak akan berpaling kan?" Tanyaku.
"Hmm, ya gak mungkin sih." Katanya sambil memegang dagunya tampang berpikir.
"Oke kita putus." Kataku sambil menghela napas.
"Jangan begitu Hae... Hanya beri aku waktu 2 minggu." Katanya.
"Baiklah, dua minggu lagi aku tunggu kau di taman tempat kau bilang I Love You dulu kepadaku tepat jam 5, oke?" Tanyaku.
"Oke." Jawabnya
"Baiklah, sampai jumpa di kelas." Kataku.
"Terimakasih sudah memberiku waktu." Katanya sambil tersenyum. Ia pun berbalik dan pergi.
"Donghae-ya, ajarin aku dooong~" kata Jessica dengan wajah memelas.
Persetan karena menuruti keinginan Eunhyuk dengan menukar posisi duduknya dengan Jessica, yeoja ini begitu menggangguku.
"Aduh, kalo gini terus pusing gw, udah lah usaha sendiri dulu." Kataku ogah-ogahan
Aku menoleh menatap Eunhyuk. 'Aku mohon, jangan siksa aku begini.' Batinku.
Ia menatapku balik lalu tersenyum dan kembali memusatkan perhatiannya ke buku yang sedang ia baca.
-12 hari kemudian-
'Besok aku akan tenang lagi' batinku sambil tersenyum senang.
"Hyuk, besok ya." Kataku mengingatkan.
Ia tersenyum pelan dan mengangguk. 'Iya awas saja kalo gak dateng, kamu udah bikin aku sengsara setengah mati tau gak sih duduk sama setan kecil itu?' Pikirku lagi.
"Donghae-ya aku menyukaimu." Kata Jessica yang berdiri di depanku.
Aku melihat Eunhyuk menghentikan langkahnya lalu menarik napas dalam-dalam.
"Maaf, aku gak bisa nerima perasaan kamu, aku cuma cinta sama yeoja yang besok bakal aku temui." Kataku tanpa mengalihkan tatapanku dari Eunhyuk yang berdiri membelakangi Jessica.
Ia menoleh sedikit dan menatapku. Ia tersenyum simpul, lalu pergi.
"Hiks... Kau jahat!" Teriak Jessica.
"Maaf... Cinta gak bisa dipaksain." Kataku.
"Itu hanya akan membuat masalah lagi." Lanjutku.
