CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA

(ilustrasi Naruto, karena di cerita ini dia mirip ibunya. dia rambut coklat dan mata hijau)


Wajah Naruto merengut.

Dia merasa risih melihat berbagai flash kamera memotret wajahnya. dia tidak senang berada di kerumunan orang-orang yang melayangkan berbagai pertanyaan klasik pada wanita di sampingnya. lebih tepatnya ibunya.

Siapa sih yang tidak mengenal ibunya?

Lisa Minci, seorang artis, model dan influencer tersohor yang sangat terkenal, jangan lupakan dia juga seorang sosialita di kalangan ibu-ibu, tidak heran kalau penggemarnya banyak, apalagi sosial medianya yang sudah mencapai angka puluhan juta.

Lisa adalah seorang wanita yang kini menjadi single parent setelah bercerai dengan ayahnya tiga yang tahun lalu. keduanya sepakat untuk bercerai setelah merasa tidak ada kecocokan lagi pada mereka berdua.

Naruto menyayangkan peristiwa itu, tapi dia sudah berusia 15 tahun, pikirannya sudah cukup dewasa untuk cepat mengerti. beruntungnya, ayah dan ibunya masih rukun setelah mereka berpisah.

Meski bercerai, keduanya tetap sepakat bersama-sama membesarkan Naruto, membiayai dan mencukup kebutuhan putra mereka. awalnya mereka sempat berselisih, ingin mengklaim Naruto kepada siapa ingin merekat tinggal.

Lisa menang. Ibunya itu memaksanya untuk tetap tinggal bersamanya, alasannya dia tidak ingin jauh dan kehilangan momen bersama putranya.

Naruto juga lebih setuju dengan tinggal bersama ibunya, di karenakan ayahnya selalu berpergian luar negeri membuatnya jarang menetap di rumah. ayahnya mengalah, tetapi mungkin dia bisa mengajak Naruto travel bersama suatu saat nanti dan Naruto tidak boleh menolak.

Naruto mengiyakan saja, mungkin dia akan membutuhkannya.

"mama, bagaimana kalau aku pulang duluan?" Naruto merasa lelah menemani ibunya di acara festival musiman yang diselenggarakan salah satu stasiun tv.

Belum lagi dia merasa tercekik dengan dasi kupu-kupu yang melingkar di setelan formalnya.

Lisa mengusap wajah anaknya, "sabar yah sayang, dikit lagi, kita pulang bareng-bareng, okey?"

Lisa tidak ingin putranya sendirian di rumah, terlebih lagi dia merasa aman ke mana-mana jika bersama putranya.

"tolong jangan terlalu lama" keluh Naruto, dia merasa terbalik dengan kehidupan ibunya, koneksi ibunya luas, seorang ekstrovert yang cukup sering mengekspose hidupnya.

Berbeda dengannya yang tertutup dan lebih senang berada di rumah, meski begitu, dia masih anak yang berbakti dan mengikuti kemauan ibunya.

Naruto menghempaskan dirinya di sofa, akhirnya dia bisa menghirup bau pengharum ruangan rumahnya, benar-benar melegakan setelah terhimpit dalam lautan manusia.

"sayang, kamu ganti baju dulu yah, nanti gak nyaman tidurnya" teriak Lisa dari arah pintu kamarnyaa.

"iya mah" Naruto sebenarnya malas menggerakkan tubuhnya dari sofa, dia merasa energinya telah terkuras habis setelah berada di kerumunan orang-orang.

Naruto hanya melepaskan jasnya, menyisakan boxer dan kaus putih polosnya, tanpa ba-bi-bu Naruto melompat keatas tempat tidur dan mulai terlelap

"sayang, kamu mau makan malam...dulu..?"

Lisa memelankan suaranya ketika melihat putranya sudah terlelap, dia tersenyum. dia perlahan mendekat dan duduk di samping ranjangnya, Lisa perlahan mengusap kepala putranya, dia tersenyum lembut.

"makasih yah, udah nemenin mama" Lisa menundukkan kepalanya mencium kepala Naruto. beruntung Naruto masih memilih untuk tetap tinggal bersamanya.

"selamat malam sayang." Lisa mematikan lampu tidur Naruto sebelum keluar menutup pintu.

.

.

"good morning, mom"

Naruto menyapa ibunya yang sudah duduk manis di meja makan, sesekali dia menguap karena masih merasa sisa kantuk yang masih belum hilang.

"selamat pagi sayang, duduk dulu kita sarapan"

Naruto mengangguk.

"miss Carol belum datang mah?"

"belum, sepertinya dia telat"

Naruto hanya mengangguk, "tidak biasanya"

Naruto hanya sedikit heran dengan gurunya, dia jarang terlambat dan dia sangat disiplin soal masalah waktu.

By the way, Miss Carol itu guru privatnya. Selama tiga tahun Naruto menjalani sekolahnya dengan home schooling. alasannya? sejak perceraian orang tuanya yang menghebohkan jagat maya, Naruto ikut menjadi sasaran media untuk dimintai keterangan.

Waktu itu tentu Naruto ketakutan karena terus menerus merasa dibuntuti, ini yang membuat Lisa marah sekaligus khawatir dengan kehidupan putranya. dia menarik Naruto dari sekolahnya dan memilih untuk home schooling.

Awalnya Lisa hanya ingin home schooling Naruto berjalan satu tahun saja, lalu dia kembali menyekolahkannya dengan normal. tapi karena home schooling ini, waktu kebersamaan dengan Naruto menjadi lebih banyak.

Karena Naruto bisa belajar di mana saja, bahkan saat syuting Lisa juga bisa menemani putranya di sela-sela break syutingnya.

Dan akhirnya Lisa mencari alasan ketika ditanyai masalah sekolah Naruto.

"home schooling aja, biar gak terlalu pusing masalah tugas-tugas yang banyak" itu kata Lisa yang tentu saja itu hanya sekedar alasan belaka. dia tidak ingin jauh dari putranya yang perlahan sudah tumbuh besar.

Setelah makan, mereka pindah ke ruang keluarga selagi menunggu Miss Carol, guru Naruto.

Naruto menunggu sambil membaca buku, sesekali dia berbincang ibunya yang sedang senggang.

Lisa menatap putranya yang terlihat sibuk membaca, dia tersenyum sebelum mengambil dan memotretnya. dia berniat mengunggah fotonya di sosial medianya.

Lisa memang sering memfoto Naruto, dari kecil hingga sekarang, bahkan mungkin di rumahnya, ada 5 album yang berisi putranya seorang. tapi Lisa hampir tidak sama sekali mengunggah foto Naruto ke sosial medianya.

Hanya sedikit, itupun tidak menampakkan keseluruhan wajah putranya.

Hanya sedikit, itupun tidak menampakkan keseluruhan wajah putranya

(POST PIC)

❤️Disukai oleh dan 21.569.880 lainnya

lalisa_m my love, my prince, my priority, my precious and my everything ❤️

Lihat semua 589.725 komentar

Lisa terkejut melihat unggahan foto putranya mendapatkan melebihi 15 juta like, ini sesuatu hal baru, biasanya lisa hanya bisa sampai 10 juta dan tidak lebih dari 15 juta. begitu pula komentarnya.

"ada apa ma?" Naruto bertanya ketika memperhatikan reaksi Lisa yang terkejut. Miss Carol juga ikut menatap orang tua muridnya.

"ada apa Lisa?" Caroline bertanya, dia juga sahabat Lisa.

"tidak apa-apa, lanjutkan saja belajarnya, aku mau ke kamar" Lisa tersenyum sebelum meninggalkan mereka.

Lisa masuk ke kamarnya, dia sedikit takjub dengan postingannya kali ini. perlahan Lisa membaca komentar yang masuk.

{Lisa, itu anakmu? gantengnya}

{wah, Naru sudah tumbuh besar, lalisa_m bisakah aku mendapatkan putramu?}

{omagad, Lisa apa anakmu tidak ingin menjadi idol? aku akan menjadi penggemar pertamanya}

{mas, nikah yuk}

{Lisa, tolong sering posting wajah putramu}

{aduh ada yang anget nih}

Dan masih banyak lagi yang berisi komentar mengenai putranya utamanya berasal dari kalangan perempuan dari mancanegara.

Lisa gemetar, kenapa putranya bisa sepopuler ini.

Gawat, setelah ini akan banyak gadis yang akan mengincar putranya.

Tidak, tidak, tidak, tidak boleh ada yang merebut putranya darinya. TIDAK BOLEH!

"aku harus menjaga putraku" mata Lisa memancarkan semangat yang membara, di otaknya timbul 1001 satu cara untuk menjaga putranya.

Saat itu, sifat protektif Lisa naik sepuluh tingkat dari biasanya.

Saat itu, sifat protektif Lisa naik sepuluh tingkat dari biasanya

.

.

.