Disclaimer :
Pastinya Punya Masashi Kishimoto Sensei Donk. Saya mah cuma minjem bentar.
Kishimoto-sensei : Woy kapan loe balikin Chara gw
Author : E-Eeeh maap, Naru-chan nya masih saya pinjem
Naruto (tiba-tiba nongol) :Heh author ababil stress, jangan manggil gw pke embel-embel 'chan' donk, emangnya gw cewek apa ?
Author : Maaf, habisnya Naru-chan manis sich (nahan ketawa)
Naruto : Apa 'manis', loe pikir gw cewe?
Author : Salahin kishimoto-sensei 'kan dia yang gambar loe, bkn gw
Kishimoto-sensei : 'Ni bocah-bocah tengil ngacangin gw, liat jja nanti' (batin Kishimoto)
Author :'Wah lebih baik gw kabur dari pada gw kena marah dari 2 orang yang gw bikin kesel'
Langkah seribu...KABUUUUUR...!
Genre:
Romance, and Family..Bener gak yach ?
Pair :
Sasunaru mungkin. Dan mungkin saja ada yang lain
Warning :
Shounen-Ai!
Banyak OOC-nya nich, banyak Typo(s), Dan masih Jelek. Harap di maklumilah, karna Author yang stress ini baru
pertama kali di fanfic. Maaf !
Summary :
"T-Ternyata masih ada yang m-mau berbicara d-denganku selain L-Lee" ucapnya yang tengah menutup matanya
rapat-rapat agar sang air mata tidak mengalir lagi. "Te-Terima kasih Uchiha-san" balas Naruto.
"Sasuke, panggil aku Sasuke" Jelasnya penuh wibawa.
Oh ya, yang gak suka sama hubungan SasuNaru gak apa-apa dech gak baca, Tapi yang suka silahkan baca.
Dan saya harap kalian …!.
Chapter 1 : Pertemuan Snow and Prince
Karena seluruh murid tidak setuju dengan keputusan Neji, kini mereka masih berusaha untuk mengubah keputusan itu. Dan kini Naruto sedang berjalan menuju atap Sekolah, alasannya karena dia tidak mau terus-terusan di tatap dengan tatapan benci seperti itu.
Setelah beberapa menit berlalu kini dia telah sampai di atap sendiri. Sekarang Naruto tengah berdiri di depan kawat pembatas dan menatap kosong ke arah dan merasakan hembusan angin yang sedikit membuatnya tenang, tapi tak berapa kemudian dia merasa kesedihan menghampirinya kembali.
"Sejak dulu aku memang tidak bisa berguna, sampai-sampai mereka tidak mau menerimaku, dan selalu menatapku dengan pandangan aneh" lirih sang Namikaze,yang kini sedang menahan embun pagi miliknya agar tidak terjatuh dari kedua iris saffire-nya.
"Dari dulu aku selalu aku yang perlakukan seperti ini" Lanjutnya lagi, namun kini embun-embun itu telah jatuh membasahi pipi tan miliknya. Aih, kenapa Naru nangis sich, ayo donk siapa saja hibur Naru biar gak sedih lagi.
"Hn, Bodoh" sapa? Seseorang yang memang sedari tadi masih di atap, dengan ciri-ciri memiliki kulit seputih susu, iris mata berwarna kelam bagai batu onyx, rambut berwarna hitam kebiru-biruan dengan model rambut seperti pantat ayam dan wajah tampan yang sering di puja-puja para gadis.
Meskipun ia tau siapa yang di panggil, naruto tetap tidak menatap orang itu, entah karena apa dia tetap tidak bergeming dari posisi sebelumnya.
"hei, Dobe"
"….."
"Dobe"
"….."
"ck, keras kepala", karena tidak tahan dengan semua ini, akhirnya Sasuke pun bergerak dari posisi sebelumnya dan berjalan menuruni tangga untuk mendekati pemuda yang ada di hadapannya itu. Setelah jaraknya dan jarak pemuda itu cukup dekat, barulah Sasuke mengeluarkan suaranya kembali.
"Sekarang aku ini sedang tidak ada niat untuk memukul seseorang"Jelasnya dengan suara yang terdengar datar, namun itu sama sekali tidak merubah segalanya.
"Kau ini masih punya telinga dan mulut'kan,Dobe?" Tanya Sasuke yang sedang mencoba untuk memancing kemarahan pemuda yang berada di depannya ini, namun tetap saja tidak reaksi
'Ck, sebenarnya siapa dia, berani-beraninya membuatku jadi banyak bicara seperti ini?'batin Sasuke yang tidak terima atas perlakuan pemuda pirang dihadapannya ini.
"Sekali lagi kutanya, APA KAU PUNYA TELINGA DAN MULUT, DOBE?" Meledaklah emosi Uchiha kali ini, namun tetap saja tidak ada reaksi yang di tunjukan pemuda dihadapannya ini. Karena geram akhirnya Sasuke melakukan cara kasar.
Dengan cepat Sasuke menarik secara kasar bahu sebelah kanan pemuda itu agar dapat melihat jelas wajah orang yang sejak tadi membuatnya kesal. Kedua matanya pun terbelalak seketika melihat lawan bicaranya yang sejak tadi tidak bergeming.
"T-Ternyata masih ada yang m-mau berbicara d-denganku selain L-Lee" ucapnya yang tengah menutup matanya rapat-rapat agar sang air mata tidak mengalir lagi. Namun tetap saja Sasuke masih dapat melihat bekas air mata yang mengering.
Saat melihatnya entah kenapa kini ia merasa bersalah, dan entah kenapa pula Sasuke yang biasanya bersifat dingin, kejam, dan tidak pernah peduli dengan orang lain, kini peduli dengan orang ada di depannya. Secara tiba-tiba tangan putihnya melepas kacamata yang kini di pakai Naruto dan dengan lembut ia menghapus air mata yang masih tersisa di iris saffire Naruto.
Naruto pun terkejut ketika mendapati sebuah tangan putih besar sedang menghapus air matanya. Karena penasaran dengan dengan orang yang ada di depannya, akhirnya Naruto pun mengangkat kepalanya yang tertunduk dan menatap wajah orang tersebut. Betapa terkejutnya dia saat mengetahui orang yang ada di hadapannya itu adalah orang yang paling di terhormat sekaligus di takuti di Sekolah. Bagaimana tidak keluarga Uchiha itu donatur terbesar di SMU Swasta KHS dan Uchiha Sasuke adalah pemuda hebat yang telah mengalahkan kakak kelasnya. Dan jumlah kakak kelas yang di pukul Sasuke tidak bisa dibilang sedikit.
Tak kalah terkejutnya juga Sasuke saat mengetahui bahwa orang yang dia ajak bicara itu anak yang paling di jauhi hampir seluruh murid di Sekolah.
'Di-Dia ini, Namikaze'kan?' tanyanya dalam hati yang dipenuhi dengan kebingungan kali ini. Bagaimana tidak, sekarang yang ia lihat bukan Namikaze yang aneh, melainkan Namikaze yang begitu menawan, manis, dan cantik?. Entah kenapa saat dia melihat iris saffire itu berembun ,ingin sekali rasanya ia mengembalikan matahari pada iris saffire tersebut agar kembali cerah.
"Kenapa kau menangis ?" tanya Sasuke tiba-tiba. Dan untuk kali ini Sasuke bersyukur karena kali ini pertanyaannya di jawab meskipun hanya sebuah gelengan berat dari lawan bicaranya.
"Aku tidak akan memaksamu, tapi kalau ada apa-apa katakan saja padaku" Ucap Sasuke yang tidak sadar kalau dirinya kini OOC. Oh my, apa yang terjadi pada Uchiha Sasuke. Terhipnotis akan keindahan Mata saffire langit itu?. Wow is so amazing.
"Te-Terima kasih Uchiha-san" balas Naruto yang kembali menundukkan kepalanya
"Sasuke, panggil aku Sasuke" Jelasnya penuh wibawa.
'A-Apa aku tidak salah dengar, apa semua ini hanya mimpi ?' Batin Naruto yang kini bertambahlah kebingungannya, karena kini ia melihat sisi lain dari Uchiha Sasuke. Baiklah ternyata mereka bisa melihat sisi lain dari lawan bicaranya.
"Ba-Baik Uc...err...maksudku Sasuke" Ulangnya lagi yang di akhiri dengan senyuman.
'Manis' Batin Sasuke yang seakan terpana oleh senyuman yang begitu lembut, hangat dan bahagia itu.
'Eh apa yang aku bilang tadi, manis? Aaargh aku mulai gila' lanjutnya dalam hati yang sekarang mulai merasakan sesuatu yang aneh dalam hatinya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~(-_-)z..zz..zz..z~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Back to Class
Di Kelas X-II
Ternyata di kelas ini masih terjadi keributan tentang peran 'SNOW WHITE' tadi. Padahal sudah 2 jam mereka bertengkar, tapi masih bisa teriak sebegitu kerasnya..adu duh mereka ini egois.
Setelah berlama-lama dalam adu mulut, akhirnya merekapun terdiam. Karena sekarang sang Pangeran muncul dengan penampilan innocent-nya, tapi bukan itu masalah yang membuat mereka terdiam. Mereka terdiam karena kini sang Pangeran Es Uchiha Sasuke bersama Dengan Pemuda yang menurut mereka ANEH.
"Ck, kenapa masuknya bersamaan sich?" Gumam Karin pelan.
"KYAAAAA..,SASUKEEEEEE" teriak hampir seluruh murid perempuan.
"Wah wah, ternyata Pangerannya sudah datang" Kata seseorang yang memiliki ciri-ciri hampir sama dengan Sasuke, tapi yang membedakan Sasuke dengannya adalah dia selalu tersenyum tanpa sebab. Dan nama orang tersebut adalah Sai.
"Ada apa?" Tanyanya singkat.
Sementara itu Naruto yang berada di belakang Sasuke terus di tatap dengan tatapan benci.
"Hn, belum selesai ?" Tanya Sasuke pada sang Ketua Kelas. Karena tau maksud dari pertanyaan Sasuke, Neji langsung menjawabnya
"Seperti yang kau lihat" Jelasnya sambil melirik para Fans Girls yang ada dibelakangnya. Sasuke hanya bisa menghela napas mendengar jawaban dari Neji. Merasa ada yang aneh, Sasuke pun melihat ke arah belakang dan di sana masih ada Naruto yang sedang menundukkan kepalanya.
"Hei, kembali ketempatmu" Perintahnya datar, namun Naruto tetap tidak bergerak.
'Kenapa dia tidak mendengar perintahku' batin Sasuke masih dengan pandangan datarnya.
Di lain sisi kelas itu sedang terjadi diskusi yang tentram dan tanpa ada konflik ?
"Hei-hei kalian sudah jangan begini terus, memangnya kalian tidak lelah dengan pertengkaran ini ?" Pinta dan Tanya seorang pemuda berambut coklat dan mempunyai sebuah tato berbentuk taring merah di masing-masing pipinya, dan biasa di panggil Kiba.
"TIDAK AKAN !" Jawab ? mereka secara serempak, kiba yang diteriaki seperti itu hanya bisa parsah karena mereka.
"Bagaimana kalau kita tanya pada Sang Pangeran sendiri" Kata Gaara yang kini mulai membuka suara, Gaara adalah pemuda berambut merah, dengan mata hijau bagai batu emerarld.
"Benar juga yach, kita tanya pada Sasuke saja apa pantas Naruto jadi tuan Putri" Kata Sakura yang kini mulai berfikir jernih.
"Kalau Sasuke tidak setuju jika Naruto jadi tuan Putri, kita tanya padanya siapa yang lebih pantas diantara kita yang jadi tuan Putri" Lanjut Ino yang mulai ikut-ikutan setuju
"Baiklah ayo kita tanyakan" Ajak Karin semangat dan mulai melangkahkan kakinya kearah Sasuke, tentunya di ikuti. Sesampainya di hadapan Sasuke wajah mereka mulai merah, karena baru kali ini bisa melihat wajah Sasuke yang tenang dari dekat.
"Apa" Belum apa-apa sudah di tanya dengan nada ketus.
"A-Ee-Eh begini Sasuke-kun…ka-kami mau bertanya, a-apa kau setuju de-dengan keputusan ke-ketua kelas?" Tanyanya terbata-bata. Aih sampai segitunya di depan Sasuke.
"Keputusan apa ?" Tanya Sasuke Datar
"Hh, Namikaze Naruto sebagai Putri Salju" Jawabnya singkat.
"Terus ?" Tanyanya lagi,
"Ka-kami ingin tau bagaimana pendapatmu" Jawab Sakura dengan wajah yang memerah.
"Begitu? baiklah" Sasuke sempat melihat ke arah Naruto yang masih tertunduk. Tanpa ada persetujuan, Sasuke langsung menarik Naruto agar terjebak dalam pelukan hangatnya. Karena terkejut Naruto membelalakkan matanya dan mendongakkan kepalanya, mencari tau siapa pelaku penarikan tangannya tersebut. Kini Semua menjadi hening gara-gara tindakan Uchiha yang satu ini. Emang yach Uchiha itu berpengaruh banget.
NARUTO PROV
Aku masih menundukkan kepala ku, karena tidak berani melihat seisi kelas yang sudah seperti rumah hantu, bahkan sepertinya lebih menyeramkan.
"Begitu? baiklah" ku dengar Sasuke sedikit bertanya dan bersiap menjawab pertanyaan mereka.
Ingin rasanya aku mendengar keputusannya, namun secara tiba-tiba tubuhku bergerak sendiri. Pasti terdengar konyol tapi itu kenyataannya, karena ada seseorang yang menarik tanganku dan mendekapku hangat. Saat ku angkat kepalaku, aku melihat pelaku penarikan tersebut, akupun terkejut dengan keadaani ini. Bagaimana tidak, orang yang menarik dan memeluk ku adalah seorang Uchiha Sasuke yang terkenal dengan sifat dinginnya. Dan rasanya aku mendengar suara detak jantungnya begitu kencang dan entah kenapa wajahku mulai memanas karena perlakuan dan suara jantungnya.
Dan saat itupun seisi kelas menjadi sepi karena tindakan yang tidak biasa dari Uchiha Sasuke.
"Aku setuju bahwa Naruto yang akan menjadi tuan Putri ku" Jelasnya datar.
Mataku pun terbelalak mendengar jawabannya, apa iya dia setuju?.
Dan setelah mengatakan 'Setuju' dia pun menggandeng tanganku sampai ke tempat duduk, sempat ku melihat mereka semua shock dengan ucapan dari Uchiha satu ini. Setelah sampai di tempat dudukku, Sasuke ikut duduk di sebelahku
'Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa Uc-err-Sasuke bilang setuju?' pikirku sambil sesekali melihat ke arah Sasuke yang sedang menduduki bangku di sampingku. Dan kali ini aku pun bingung harus berekspresi seperti apa, Senang atau Sedih. Senang karena ada orang yang masih peduli denganku, atau Sedih karena sebentar lagi Sasuke akan di jauhi. Entahlah aku bingung dan itu membuatku sakit kepala. Lebih baik buang saja pikiran seperti itu, lagipula seorang Uchiha mana mungkin dia di jauhi'kan.
'ya ampun kenapa tiba-tiba aku merasa aneh begini sich?' Batin ku lagi yang kini entah kenapa jadi salah tingkah? menyebalkan.
NARUTO END PROV
"Baiklah setelah mendengar keputusan Sasuke tadi, aku akan umumkan siswa yang ikut drama ini beserta peran mereka masing-masing" Jelas Neji yang mulai membuka pembicaraan. Mendengar penjelasan dari sang Ketua murid, mereka mulai duduk dengan rapih dan mendengarkan dengan seksama. Yah meskipun mereka belum ikhlas.
"Baik, akan ku umumkan sekarang.
Snow White : Namikaze Naruto
Pangeran : Uchiha Sasuke
Ibu tiri : Haruno Sakura
Cermin ajaib: Sai
Pemburu : Hyuuga Hinata
Kurcaci : 1 : Yamanaka Ino
2 : Inuzuka Kiba
3 : Rock Lee
4 :Karin
5 : Akimichi Chouji
6 : Aburame Shino
7 : Nara Shikamaru
ada catatan kecil, berhubung kita kekurangan pemain kita akan meminta sedikit bantuan dari beberapa anggota OSIS, dan yang bertugas sebagai pengurus : Ten ten, aku Hyuuga Neji dan Sabaku no Gaara. Apa ada yang ingin di tanyakan lagi?" Jelas Neji panjang lebar dan di akhiri dengan pertanyaan pada teman2a.
Seisi kelas hanya diam dan itu artinya mereka semua mengerti atau lebih tepat tidak mau bertanya karena malas.
"Baiklah kalau kalian sudah mengerti Lee akan membagikan naskahnya", Setelah Neji menjelaskan Lee langsung beranjak dari duduknya dan membagikan sebuah naskah yang cukup tebal. Dan setelah semua pemain mendapatkan naskahnya Neji melanjutkan pembicaraannya.
"Kalian hafalkan dan mulai besok kita akan mulai latihan di Aula Sekolah" Jelas Neji untuk terakhir kalinya
"BAIIIIK" Teriak mereka serentak dan mulai merapihkan barang-barang milik mereka. Setelah semuanya rapih mereka pun keluar dari kelas, karena bel tanda berakhirnya pelajaran sudah selesai beberapa menit yang lalu.
Sekarang kelas hampir sepi, karena masih ada beberapa murid di kelas X-II yang mau mengikuti kegiatan club
'Sekarang waktunya pulang' Kata Naruto dalam hati begitu semangat, namun sebelum ia pergi
"E-Eh Sa-sasuke"
"Hn"
"U-Untuk yang tadi te-terima kasih" Ucapnya sambil membungkukkan badannya
"Hn" Balas si Uchiha. Huh dasar Pangeran irit kata
"Hn itu artinya apa?"Tanya Naruto polos, karena memang gak tau apa arti 'Hn' nya Sasuke
"Iya, Sama-sama" Jawabnya sembari membereskan beberapa buku yang masih tergeletak
'Oh jadi itu artinya' Batinnya yang baru mengerti. Tapi dia belum tau arti dari 'Hn' yang lainnya, karena Uchiha punya satu kata andalan yang bermakna banyak.
"Kalau begitu aku duluan yach Sasuke" Ucap Naruto yang langsung meninggalkan Sasuke yang masih di belakang.
'Hn, Dasar' Batin Sasuke yang entah sejak kapan sudah tersenyum senang.
(-_-") To Be Continued (-_-")
~Huweeeeeeeeeeeeeee~ Hancuuuuuur, aku gak bisa berimajinasi di tengah-tengah ketegangan UN gini.
Harap maklum, otaknya lagi konslet…hehehe
Yach udah kita tunggu cerita selanjutnya, klo yang masih mau baca fic abal ini
(n_n)v
