Junsu meneguk minuman dinginnya, ia dan Jaejoong duduk berseberangan, kantin hari itu terlihat lebih ramai.

"Jadi kau sudah melihat kelas Bangsawan? Terus bagaimana?" Junsu tertarik

"Indah," Jawab Jaejoong singkat

"Hah sepertinya hubunganmu dengan Yunho berjalan lancar ya," Goda Junsu, Jaejoong mencibir sebal

"Tidak begitu, dan tidak akan begitu, karena kebetulan saja kemarin dia tidak menyebalkan," Jelas Jaejoong buru-buru, Junsu terkekeh

"Kau ini, jangan terlalu sering berkilah, nanti kena batunya," Goda Junsu lagi, Jaejoong menghela nafas malas

"Kim Jaejoong-shii, Tiffany imnida," baik Jaejoong maupun Junsu tersentak kaget, minuman yang diteguknya hampir menyemprot keluar, sementara Junsu hampir terbalik dari kursinya, wajah mereka semerah tomat saking emosinya, yeoja ini seperti hantu, datang tiba-tiba bahkan tanpa terdeksi oleh mereka berdua

"Tiffany-shii? Ada apa?" Tanya Jaejoong hampir terdengar mendesis, yeoja ini menarik kursi di sisi lain Jaejoong, dan duduk di situ dengan gerakan cepat

"Kau...Apa kau pacaran dengan Jung Yunho?" Tanyanya tergesa-gesa, Jaejoong terbatuk-batuk, tersedak ludahnya sendiri

"Aku tidak pacaran dengannya, kenapa memangnya?" Jawab Jaejoong terengah-engah

"Aku tidak akan mengerjaimu tentunya, mengingat kau juga tidak mencari masalah, tapi aku tekankan jangan sampai aku melihat atau mendengar kedekatanmu dengan Yunho oppa lagi, Yunho oppa milik Go ara Eonnie, aku tidak ingin dia shock mendengar Yunho oppa sudah memiliki pacar, begitu ia pulang dari Hongkong nanti," Jelas Tiffany, ia meneguk tuntas minuman yang ia pegang sedari tadi, Jaejoong menatap Tiffany datar

"Kenapa kau bersusah-susah mendatanginya begini," Junsu terkekeh geli

"Aku stress, Ara eonnie terus menanyaiku tentang Yunho oppa, aku takut dia akan memarahiku kalau sampai dia tahu Yunho oppa sudah mengklaim orang lain,"

"Hmm, kalau dia tiba di tempat ini, dia juga akan tahu kalau Yunho sudah mengklaim Jaejoong," Junsu menambahkan, Tiffany langsung mendelik tak suka

"Tidak boleh terjadi, ini tidak boleh terjadi, Ara eonnie tidak boleh mengetahui hal ini, aku harus melakukan sesuatu," Tiffany jadi panik sekali, dan buru-buru pergi, Jaejoong dan Junsu mengerutkan dahi bingung

"Dia kenapa sih?" tanya Jaejoong, Junsu mengangkat bahu menandakan ia juga tak mengerti

OoooO

"Jadi ini ruang OSIS itu?" Tanya Jaejoong melihat sekeliling, saat ini dirinya bersama Siwon, ke ruangan kaku, yang tampak membosankan, ruang OSIS, ruangan itu luas dan tertata dengan baik, namun isi di dalamnya tak lebih dari setumpuk kertas dan kerajinan tangan yang hampir kelar, serta warna cat dinding yang pucat dan tak meyakinkan, ruangan itu bersih dan rapi, kelihatan sekali jika yang aktif di dalamnya adalah orang-orang serius yang tidak punya banyak waktu. Jaejoong tak terlalu mempermasalahkan itu, mengingat ia juga bukan seseorang yang menyukai banyak warna, namun ia terganggu juga tatkala melihat anggota OSIS lainnya yang terlampau sibuk dan bahkan hampir tak punya waktu untuk mengangkat kepala sebentar. Dibanding ruangan ini, mereka lebih membosankan...

"Para anggota OSIS berasal dari kelas bangsawan dan reguler, jadi tempat ini netral," Ungkap Siwon bangga, kini mengajak Jaejoong untuk duduk di salah satu kursi, Jaeoong mangut-mangut mengerti, jadi begini penggabungan dua kelas itu, tentu saja lebih baik selamanya terpisah, pikir Jaejoong.

"kau sendiri berasal dari kelas bangsawan kan," Jaejoong menatap Siwon, Siwon tersenyum

"Sama seperti pacarmu," Katanya menggoda, Jaejoong menunduk, tak bermaksud malu, entah kenapa tiba-tiba ia jadi mual, Siwon mengeluarkan amplop putih, dengan tulisan kanji di depannya, Jaejoong menyambutnya, dan membuka amlop putih itu, Siwon berkata...

"Jadi ini yang kumaksud..."

"Emmm, aku butuh pen dan kertas," Potong Jaejoong, Siwon mengerti dan mengambil keperluan Jaejoong itu,

Meraka memulai pekerjaan itu, ditulis dalam bahasa kanji yang susah namun Jaejoong dengan mudah menyelesaikannya, Siwon, menunggu dengan sabar, sambil sesekali menikmati wajah cantik di depannya, dan ia mulai membaca dengan serius setelah surat itu di terjemahkan ke dalam bahasa Korea.

"Jadi mereka ingin mengadakan pentas seni persahabatan," Ucap Jaejoong sambil lalu, Siwon tampak masih serius

"Yah, sepertinya kita akan mengalami hari yang sibuk lagi," Ungkapnya kemudian, dan Jaejoong hanya mangut-mangut sok mengerti.

"Aku pergi dulu ya, lagipula sebentar lagi akan masuk," Jaejoong berpamitan

"Emm, baiklah, aku antar sampai ke kelas ya," Tawar Siwon tulus, Jaejoong tersenyum kecut

"Aku namja...," Protesnya, Siwon terkekeh

"Ha ha ha, aku terlupa, astaga kau memang membuat rancu," Ledek Siwon, Jaejoong mendengus kesal

"Katakan saja terima kasih, dan aku akan pergi sekarang..."

"Hei hanya terima kasih? Aku benar-benar akan mengantarmu ke kelas,"
"Tidak perlu, itu menjijikkan," Jaejoong membuat ekspresi jijik, Jaejoong melirik ruangan OSIS itu sekilas dan sepertinya anggota yang lain masih "Sibuk"

"Baiklah kalau begitu, terima kasih Kim Jaejoong-shii, ini benar-benar tulus tulus dari hatiku," Siwon membungkuk hormat, Jaejoong tersenyum

"Yah walaupun tidak ada uang Won, yang seperti ini lumayan juga," Canda Jaejoong, Siwon lagi-lagi tergelak di buatnya

"Lain kali aku akan menyediakan Won yang banyak," Siwon balas bercanda

"Call me, okay," Jawab Jaejoong sok serius, ia memperagakan dengan jarinya gaya menelpon, Siwon tertawa

"Dan...Aku pergi dulu ya,"pamitnya kemudian, dan melenggang pergi, Siwon tersenyum dan menunduk pelan.

OoooO

Jaejoong sedang bergegas menuju kelasnya, bel akan berbunyi sebantar lagi, sementara ia sendiri masih setengah jalan menuju kelas, takut terlambat, Jaejoong kini sudah tak setengah berlari lagi, ia benar-benar berlari,sekolah ini amat sangat luas, jarak ruangan OSIS ke kelasnya benar-benar bisa membuatnya telat. Jaejoong hendak menikung tajam, namun dengan segera langkahnya terhenti, dan bersembunyi di balik tembok. Di depan sana, sosok itu lagi, Jung Yunho berjalan gontai, beberapa yeoja dibelakangnya masih menatapnya terpana dengan wajah memerah jambu, mungkin ia baru berhasil menyelamatkan diri dari para fansnya, ia berjalan sendirian sedang menuju ke arahnya, untungnya Yunho tidak melihat Jaejoong tadi, Jaejoong memutar arah 180 derajat, dan kembali melaju ke arah yang berlawanan, namun lagi-lagi langkahnya terhenti, di depan sana Heechul dan kawanannya sedang menuju ke arahnya. Tak masalah jika Jaejoong melewatinya, tapi entah kenapa ia sepertinya belum siap berpapasan dengan Heechul, terutama dalam kondisi tak memungkinkan ini. bingung harus menuju kemana, tanpa sadar kakinya malah membawanya kembali ke ruang OSIS, namun lagi-lagi belum sempat masuk, ia malah bertubrukan keras dengan Siwon.

"Kau kenapa?" tanya Siwon cemas, kini lengannya tanpa sadar memegang kedua pundak Jaejoong, nafas Jaejoong terengah saking tegangnya

"Itu... Tidak, aku..." Jaejoong gelagapan, tapi Siwon justru tersenyum, ia mendekatkan wajahnya

"Emmm, jangan bilang kau berubah pikiran," Godanya, Jaejoong hendak mendorong tubuhnya dan menyangkal, namun suara itu mengangetkannya, lagi..

"Kim Jaejoong," Yunho berdiri di depan mereka, berjarak tak lebih dari satu meter, menatap tak ramah,namun kedua tangannya masih bersarang di kedua saku celananya. Siwon merasa tak enak dipandangi begitu dingin, namun kemudian tersadar dan segera melepas tangannya dari Jaejoong. Jaejoong terpaku, menelan ludah dengan berat, sudah sangat terlambat untuk menghindar, sementara tak jauh di depan mereka, Heechul juga mendekat, Jaejoong tak berani menoleh ke sana.

"Eh, hai... itu... aku..." Jaejoong melambaikan tangan tak jelas, Yunho mengerutkan dahi bingung, namun sedetik kemudian tatapannya beralih pada Siwon, yang sama terpakunya.

"Aku tidak sedang mengganggunya," Kata Siwon, " Aku hanya meminta bantuannya,"

Yunho masih belum tersenyum, sementara Heechul semakin mendekat. Tanpa berkata apa-apa, Yunho melangkah maju, mencengkeram lengan Jaejoong, dan menariknya mengikutinya, Siwon tak melakukan apapun ia hanya memandangi dua orang itu berlalu di depannya.

Jaejoong tak fokus pada Yunho, kini tubuhnya serasa panas dingin, Heechul berjalan berpapasan dengan mereka, kali ini Jaejoong melihatnya, dengan mata kepalanya sendiri, bahwa ia melihat Heechul benar-benar meliriknya dari sudut matanya yang tajam, Jaejoong menunduk saking takutnya, kenapa noona cantik itu bisa begitu menakutkan, pikirnya.

"Lalu..." Gumam Yunho kemudian, kin mereka sudah berada di koridor lain, hendak menuju ke kelas Jaejoong

"Apa?" tanya Jaejoong bingung

"Apa yang kau lakukan, dengan namja berwajah serius itu?" tanya Yunho sinis, Jaejoong tak senang mendengarnya

"Namanya Choi Siwon, dan dia ketua OSIS kita," bela Jaejoong, Yunho mencibir

"Aku hampir lupa kita punya yang seperti itu," gumamnya sebal

"Dia meminta bantuanku menerjemahkan surat dari OSIS SMA swasta di Jepang," Cetus Jaejoong akhirnya

"Heh, kedengarannya seperti modus. Hanya itu?" Kejar Yunho

"Apalagi yang kau harapkan," Ketus Jaejoong

"Aku tidak suka kau dekat-dekat dengan namja itu," Ujar Yunho tegas, Jaejoong menoleh tak percaya

"Ayolah, tak semua orang berpikiran tak normal sepertimu," Sindir Jaejoong,

"Kau tidak tahu, tapi aku tahu, cara ia melihatmu aku tidak suka itu," Geram Yunho

"Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan, tapi aku tidak berusaha mendekati siapapun, tidak juga Siwon, dan tidak juga kamu," Ungkapnya yakin, Yunho terdiam, langkah mereka sama-sama terhenti, dan saling menatap selama beberapa menit...

"Halo Hyung," Kali ini mereka menoleh bersamaan

"Ya, Shim Changmin, kenapa kau masih berkeliaran, cepat kembali ke kelasmu," Yunho memarahi namja itu, tinggi menjulang bahkan sedikit lebih tinggi dari Yunho, wajahnya sangat tampan, namun ekspresinya begitu datar, dan sulit terbaca, ia berhenti sebentar kemudian menoleh

"Tidak mau, tempat itu suram," Jawabnya datar, kemudian kembali meneruskan perjalanannya

"Kalau Heechul Noona melihatmu membolos lagi, dia benar-benar akan merebusmu hidup-hidup," Ancam Yunho, dan ajaib sekali, Changmin langsung berbalik

"Kalau begitu aku kekelas dulu," katanya datar dan Changmin benar-benar pergi ke kelasnya

"Di...dia...Shim Changmin?" tanya Jaejoong tak percaya, Yunho mengangguk

"Orang terjenius di sekolah ini," Jaejoong melongo

"Dia tak pernah suka belajar, tapi selalu menjadi yang terpintar di sekolahnya," Jelas Yunho
"Tapi dia aneh sekali," Jaejoong masih memandangi punggung Changmin

"Emm, tidak juga, dia memang begitu tapi dia tidak aneh, IQ nya cukup tinggi, bahkan untuk ukuran para guru di sini, dan kuberi tahu satu hal, satu-satunya orang yang berani menjahili Heechul cuma dia,"

"Hah?"

"Tapi meski begitu dia juga takut pada Heechul,"

"Apa kau sedang mengatakan bahwa kau juga takut menjahili Heechul," Jaejoong menyipit penuh curiga

"Tidak, aku hanya tak punya keinginan untuk menjahilinya," Jawab Yunho tenang, Jaejoong hampir percaya (dan mungkin sepenuhnya percaya)

"Kau terlihat dekat dengannya, kalian saudara ya?" tanyanya kemudian

"Dia sepupuku," Jawab Yunho santai,

OoooO

Jaejoong duduk di deretan bangku paling depan, menyaksikan gemerlap acara pemilihan Miss Dong Bang Shin Ki 2013. Acara ini benar-benar seakan dibuat khusus untuk memanjakan mata para namja normal, dimana di pentas ini berdiri gadis-gadis tercantik di DBSK high school. Jaejoong akui orientasi seksualnya tidaklah terlalu normal, atau mungkin saja belum terjawab, mengingat sepanjang keeksistensiannya ia belum pernah jatuh cinta sama sekali, bahkan pada sosok Aktor atau Aktris kawakan sekalipun. Ia menyebut dirinya belum siap untuk jatuh cinta, dan orang-orang akan berpikir, dia terlambat dewasa, tapi toh sudahlah dia juga tidak pernah mempermasalahkannya.

"Kau menyukai wanita-wanita itu?" Dahi Jaejoong berdenyut saking kagetnya, Yunho adalah hantu kedua setelah Tiffany dimana selalu datang dan pergi tanda terdeteksi

"Kenapa?" Yunho bertanya heran, saat Jaejoong tak mengedipkan mata menatapnya, tak menjawab apapun Jaejoong hanya segera mengalihkan pandangannya

Malam ini sekali lagi Heechul di umumkan sebagai Miss Bartheleen Terriotories High School, dia memang yang tercantik, Jaejoong suka dengan tatapan dinginnya itu, itu membuatnya sangat berkelas. Ia melirikYunho disampingnya yang sedang sibuk dengan ponselnya. Mereka sekilas mirip, baik Yunho maupun Heechul, Jaejoong tak pernah melihat mereka berinteraksi, setidaknya disekolah, dan sedikitnya saling menatap, yang mana membuat Jaejoong sempat berpikir bahwa mereka ada masalah keluarga yang besar (Yang mana mungkin saja benar),

"Aku tampan ya," Ucapan Yunho tiba-tiba membuyarkan lamunannya

"Tidak, kau terlihat berbeda jika menutup mulut begitu," Jawab Jaejoong asal, Yunho menoleh tersenyum lebih menggoda

"Kau mau aku cium di tempat ini?" Yunho setengah berbisik, Jaejoong bergidik dan menjauh sedikit, Jaejoong tak mau menjadi korban kemesuman Yunho untuk yang kesekian kali.

"Heechul sangat cantik ya, kau beruntung sekali,"Ujar Jaejoong setelah nuansa canggung tadi berakhir begitu saja

"Tentu saja," Jawab Yunho singkat jemarinya kini dengan lembutnya bermain di screen ponsel

"Kau sangat mirip dengannya jika tiba-tiba dingin begini," Ucap Jaejoong lagi, Yunho menoleh dan tersenyum tipis

Jaejoong kembali melirik Heechul, sekarang Heechul dengan anggunnya berjalan di catwalk dia sudah menerima penghargaan sekali lagi dan ekspresinya biasa saja. Kelihatan sekali ia sudah terbiasa menang. Jaejoong sedikit kaget saat Yunho tiba-tiba memotret Heechul dengan ponselnya, Jaejoong baru sadar sekarang Heechul sedang melambai ke arah mereka sambil tersenyum manis.

"Dia melihat kita ya?" Tanya Jaejoong panik

"Dia memintaku memotretnya," Jawab Yunho tanpa menoleh, Jaejoong menyipitkan mata curiga

"Kalau begitu hubungan kalian baik-baik saja ya,"

"Memangnya siapa yang bilang hubungan kami buruk,"

"Tapi kalian tak pernah saling menatap disekolah, apatah lagi saling bicara,"

"Lalu kenapa? Ada yang salah?"

"Kalian terlihat tidak peduli satu sama lain,"

"Aku peduli dengannya, kau sendiri yang menyimpulkan seperti itu,"

Jaejoong terdiam, bila dipikir-pikir, ucapan Yunho ada benarnya juga, dan otaknya mendadak beku begitu sadar ia sudah terlalu jauh memikirkan Yunho dan keluarganya.

"Jaejoong, Jaejoong," Junsu yang imut hampir tenggelam oleh lautan massa saat hendak menerjang menyebrang ke tempat Jajeoong, Jaejoong mungkin takkan mendengarnya, jika saja Yunho tak menyentuh pundaknya dan memberitahukannya.

"Junsu," Jaejoong melambaikan tangannya, Junsu terseyum lebar, dan ia masih berjuang menerobos kerumunan yang menghalangi

"Kau kenal dia?" tanya Jaejoong

"Siapa? Pacar Park Youchun itu?"Yunho balik tanya

"Oh Kau mengenal Youchun, kupikir kau tidak mengenal siapapun," sindir Jaejoong masih mencela masalah ketidaktahuan Yunho tentang Siwon

"Jaejoong," Junsu tiba dengan nafas terengah-engah, tubuhnya membungkuk dengan kedua tangan yang tertopang pada lututnya.

"Aku terlambat ya," Katanya mengumpulkan seluruh nafas yang tersisa

"Begitulah," Jawab Jaejoong, "Tapi apa itu penting?"

"Tentu saja, acara ini adalah yang paling terkenal di DBSK high school," Kata Junsu antusias, "Ratingmu bisa naik, bahkan jika kau hanya punya foto Miss DBSK 2013,"

"Rating apaan?" Jaejoong tak mengerti, Yunho tertawa geli

"Hah, sudahlah lupakan, ngomong-ngomong kalian kencan ya," Ia memandangi Jaejoong dan Yunho bergantian, yang mana membuat Jaejoong gusar

"Tentu saja tidak,"

"Ia kami kencan," Yunho menggenggam tangan Jaejoong, dan mengangkatnya tinggi-tingggi, karena keheningan sempat terjadi tepat saat Yunho berkata dengan lantang, membuat semua mata tertuju pada mereka, Jaejoong panik, ia menarik tangannya secepat kilat, namun terlambat, bisik-bisik tak sedap mengoar sendiri di ruang itu, di ujung sana lagi-lagi mata mengkilat Heechul menatapnya lurus, dan kali ini ia tak lagi melirik di sudut matanya

"Wah keren sekali," Junsu berteriak girang

"Aku tidak kencan, dan kau Jung Yunho berhenti bertingkah konyol," Jaejoong benar-benar kesal, lebih lagi malu, ini adalah ultimatum paling sopan yang bisa ia katakan pada Yunho, namun jika saja Yunho bertindak lebih lagi mungkin tidak akan ada lagi istilah ultimatum ,ataupun sopan lagi, mungkin saja ia akan langsung menendang atau menampar Yunho di depan semua orang, dan Jaejoong yakin ia bisa melakukannya.

OoooO

Kejadian di aula pemilihan Miss DBSK High School, sudah menyebar sangat cepat layaknya virus, dan anehnya selalu terupdate teratur, dimana mereka akan menambah-nambahi kejadian sebenarnya dengan adegan dramatis lainnya, seperti pernyataan Sully yang katanya duduk disamping mereka dan melihat Yunho mencium Jaejoong, atau juga pernyataan Jia yang katanya melihat Jaejoong menampar Yunho, dan bahkan yang paling tidak masuk akal adalah pernyataan Hyoyeon yang menyatakan Yunho dan Junsu selingkuh yang mana membuat Jaejoong cemburu, untuk yang terakhir itu mereka mendadak menemukan topik baru, apakah Youchun akan mendamprat Yunho?

"Jadi itu Cuma gosip kan," Kata Youchun menyakinkan, "Dia Jung Yunho, tak heran dia bisa mendapatkan siapapun yang dia mau, terkaya dan tampan, tapi aku tidak akan membiarkan siapapun mendekati kekasihku, enak saja dia, mau menggoda kekasihku yang imut ini," Gerutu Youchun sore itu, Junsu dan Jaejoong mangut-mangut dengan malas. Youchun selalu tak bisa terlihat keren di mata Jaejoong, namun bagi Junsu meski mereka selalu bertengkar tapi Youchun adalah kekasih terbaik yang pernah ia punya, dan sebagai salah satu orang terkaya di sekolah ini Youchun cukup low profile.

"Aku akan kembali latihan," Youchun yang masih mengenakan seragam basketnya pergi

Junsu memandangi Jaejoong dengan seksama sebelum berkata

"Jadi, benarkah tidak ada hubungan apapun antara kalian?"

"Tidak ada,"

"Tapi kulihat kalian begitu akur,"

"Akur? Yang benar saja," Jaejoong tertawa miris

OoooO

Yunho hampir tak bisa berkonsentrasi dengan benar, semenjak Boa pulang dari Paris, Boa hampir tak melewatkan semenit pun tanpa menelpon Yunho. Boa adalah salah satu mantan Yunho, sekaligus sahabat masa kecilnya, hidupnya berkecimpung di dunia model sejak kecil, tumbuh dan besar dari keluarga Bangsawan yang membesarkan nama mereka lewat seni, dan Boa adalah mantan Yunho yang terlihat lebih berharga, atau paling tidak dilirik paling berpengaruh dari seluruh mantan Yunho yang lain, namun keobsesifannya pada Yunho justru membuat Yunho jemu, dan Yunho mengakhiri hubungan mereka sepihak, sehari sebelum ia mengklaim Jaejoong, dan sehari sebelum Boa berangkat ke Paris, dan sehari sebelum Jaejoong datang ke sekolah ini, itu lah kenapa semenjak sebulan ini belum ada Boa, dalam kamus Jaejoong.

Yunho berjalan sendirian, mengusir kejenuhan di koridor sepi siang itu. Ia hampir berbalik dan memutuskan untuk kembali ke kelas, sebelum melihat Jaejoong berjalan ke arahnya. Ia menyembunyikan tubuhnya di balik tembok, salah satu ruangan kosong, menunggu Jaejoong lewat. Sementara itu Jaejoong yang tidak tahu apa-apa mendekat, didepan sebuah ruang kosong, tubuhnya tertarik kebelakang, dan seseorang mencengkeramnya, hingga membentur tembok, karena kaget Jaejoong menutup matanya erat-erat,wajahnya sepucat hantu saking takutnya, ia bisa merasakan pinggangnya di rangkul, dan nafas memburu seseorang sedang mengusik ketenangan di balik telinganya, dan hidungnya menangkap haruman yang familiar, parfum ini rasanya ia sangat mengenalnya. Tapi ia lupa...

"Kau harum sekali Kim Jaejoong," Suara berat itu, keluar bersamaan dengan hembusan nafas hangat di telinganya, sontak Jaejoong membuka mata

"Jung Yunh..." Suaranya tercekat

"Pinggang yang ramping, harum yang manis, suara mendesah yang mengoda, dan apa ini? tenaga wanita? Kau yakin kau seorang namja Kim Jaejoong," Bisik Yunho masih di telinga Jaejoong, Jaejoong merinding, Yunho meraih tangan Jaejoong yang masih bersikeras mendorong-dorongnya, kemudian mengecupnya seduktif

"Tangan yang lembut, kau tahu Kim, mungkin yang dibawah sini, bisa membuktikannya," jemari Yunho bergerak lembut menuju ke bawah, Jaejoong gelagapan dan berusaha lebih kuat lagi

"Yunh... apa yang... akh Yun, kau mau apa," Ia panik sendiri takut jika tangan Yunho benar-benar ke bawah, namun tak lama setalah kepanikan itu tangan Yunho berhenti

"Heh, kau takut?" Tanyanya kemudian, matanya menatap tajam Jaejoong, Jaejoong dibut mati kutu hanya dengan tatapan itu

"Apa yang kalian lakukan disini..." Jaejoong dan Yunho menoleh bersamaan, dan mungkin jika bisa lebih buruk lagi dari bayangan Jaejoong, ini akan menjadi kiamat pertama untuknya, Heechul dengan beberapa kawanannya berdiri di depan mereka, tatapan tak ramah, wajahnya menegang, Jaejoong hampir lupa bagaimana caranya menutup mata, ia membelalak saking terkejutnya, dengan kondisi tubuh ditindih, wajahnya dan Yunho yang berjarak begitu dekat, orang bodoh manapun akan berpendapat buruk tentang mereka, Jaejoong hampir ingin menjelaskan sebelum tersadar bahwa itu akan menjadi kesalahan besar. Namun lamunanya buyar, kala melihat tatapan nanar dari gadis di samping Heechul yang ia ketahui sepertinya tidak pernah ia lihat sebelumnya.

"Yunho," Lirihnya sedih, Yunho tampak biasa saja

"O.. Boa,"

OoooO

Well kira-kira ada yang tidak jelas dari cerita ini tidak? Dan karena updatenya tidak selalu sebentar, jadi mianhe

Selamat membaca dan terima kasih