"Kau gila Jung Heecul, apa tidak ada wanita lain," Protes Yunho, Jaejoong membenarkan dalam hati
"Banyak," jawab Heechul cepat "Tapi aku ingin dia,"
"Dan dia namja,"
"Ayolah, kau sendiri pasti lebih tahu, dia lebih cantik dari yeoja," ujar Heechul, dan kali ini Yunho membenarkan dalam hati
"Aku tidak mau tahu, kalian setuju, atau ..." Heechul merendahkan suaranya "Umma akan mengetahui masalah toilet kemarin,"
"Mwo!" mereka lagi-lagi kompak
"Yunho..." Jaejoong menarik-narik lengan Yunho meminta pembelaan, Yunho menatapnya
"Maaf Jaejoong, kurasa kau harus ikut,"Ucap Yunho dengan suara memohon, Jaejoong membelalakkan mata tak percaya
"Mwo! Aku tidak mau!"
"Kau harus mau," Heechul menekankan, kini ia beralih menatap Jaejoong, Jaejoong buru-buru mengalihkan pandangannya
"Jaejoong ya, kalau umma tahu masalah kemarin, baik kau ataupun aku, kita akan mendapat masalah besar,"
"Kau tidak tahu seberapa mengerikannya umma kami," Timpal Heechul
"Lebih mengerikan dari Heechul," Yunho menambahkan. Jaejoong meneguk ludah dengan pahit.
"Ya sudah, kau memang harus setuju, aku akan menunggumu dirumah nanti," Heechul melambaikan tangannya "Dan Yunho pastikan kan mengantarnya ke kamar yang benar,"
Wajah Jaejoong memerah saking malunya, semantara Yunho cuek saja, Heechul meninggalkan tempat itu.
"Sekarang apa lagi?" Ketus Jaejoong "Kau selalu saja menambahkan masalah padaku,"
"Aku tidak tahu hal seperti ini akan terjadi,"' Jelas Yunho "Dan percayalah turuti saja apa kata Heechul,"
"Kau yang sedang bermasalah dengannya,"
"Tapi dia menginginkanmu,"
"Lalu aku harus bagaimana? Menjadi yeoja?"
"Yah, paling tidak..." Yunho menggantungkan kalimatnya
"Hah?" Jaejoong menghela nafas berat
OoooO
Menjelang acara festival cosmetic, desas-desus mengenai model baru pilihan Heechul seru sekali, banyak yang ingin tahu dan sok tahu tentang gadis misterius pengganti Heechul. Heechul pintar memang, dalam sekejap ia menyebarkan gosip terpanas sepanjang tahun, membuat kesan kemunculan Jaejoong nantinya lebih dramatis. Sejak dulu model untuk festival cosmetic selalu menggunakan orang-orang cantik yang sudah terkenal di sekolah, dan Heechul pasti akan menjadi model utama semenjak ia bersekolah disitu, namun kali ini di tahun terakhirnya ia mengumumkan sesuatu yang tak terduga , dan bahkan Heechul juga menambahkan bahwa orang tersebut lebih cantik dari dirinya. Gosip ini tak hanya membuat gempar, tapi juga membuat penasaran, Go Ara memerintahkan semua kawanannya untuk menyelidiki hal ini, bahkan sempat bersitegang dengan Boa dan para kawanannya. Boa juga sama penasarannya, lebih lagi merasa dibuang, kenapa Heechul merahasiakan hal ini dari dirinya, dan kenapa harus orang lain yang menjadi penggantinya, Jessica salah satu junior yang berlabel artis di sekolah mereka juga tak kalah panik, model-model lain selain mereka juga menggunakan banyak cara untuk mengetahui kebenaran gosip ini. Meski terlihat acuh, Heechul tampak menikmati suasana penuh ketegangan ini, Jaejoong justru sebaliknya, berdiri sendiri menghadapi kengerian yang akan segera tiba, Junsu tak banyak membantu mengingat ia sendiri juga tidak tahu apa-apa, sementara Yunho menghilang sejak seminggu, bisa apa juga dia, dia sendiri sudah sibuk dengan urusan turnamen Judo nasional.
Mengingat betapa panasnya situasi ini, Boa berharap sekali bisa bicara pada Heechul, dan bertanya tantang model misterius ini. terlebih ada rasa dengki yang besar yang membebaninya.
"Itu urusanku," Ketus Heechul saat Boa datang menemuinya untuk bertanya
"Eonnie, memangnya ada gadis di sekolah ini yang lebih cantik dari eonnie," Tanyanya membujuk
"Ada..." jawab Heechul yakin "Dan kau pasti membencinya," tambahnya dingin, ia melengos pergi, Boa memandangnya geram sekali.
"Jadi dia juga tidak memberitahumu toh," dibelakang Boa muncul Ara yang melipat tangannya di dada dan berjalan angkuh, Boa menatap Ara sama sinisnya
"Mau apa kau?" Ketus Boa
"Tenang saja, aku akan pergi kok, aku juga tak begitu menyukaimu," Ara membentuk mulut seakan mencibir, dan sama seperti Heechul ia juga melengos pergi menyibak rambut hitamnya yang bergelombang. Tentu saja hubungan mereka tak pernah baik sebelumnya, mengingat keduanya sama-sama mengejar Yunho, dan menganggap diri mereka penting untuk Yunho.
Sementara itu Jaejoong di ujung koridor yang memisahkan kelas Bangsawan dan reguler, sedang berdiri terdiam menyandarkan tubuhnya di pagar pembatas. Berpikir apa yang akan dilakukan Heechul padanya nanti, membuatnya jadi cantikkah? bagaimana bisa namja seperti dirinya menjadi cantik bahkan lebih cantik dari Heechul, jika dia bisa memilih orang ternekat di dunia, maka Heechul akan menjadi orang dibarisan pertama dalam daftarnya.
Ia menghembuskan nafas beberapa kali, dan mendengus tak penting ketika beberapa gadis melewatinya dan sedang membahas festival cosmetic
"Tidak begini seharusnya,"Batinnya putus asa
"Oppa," Jaejoong menoleh ke belakang, gadis itu lagi, Yoona tersenyum paling cerah datang menghampirinya, dan tiba-tiba teringat ia akan pemerkosaan yang Yunho lakukan, ia mudur beberapa langkah, Yoona berhenti, dan menatapnya tersinggung, Jaejoong melihat sekelilingnya dan akhirnya balas tersenyum.
"Yoo... Yoona," Ujarnya gugup, Yoona tersenyum kembali
"Oppa sedang apa?" tanya Yoona baik hati, Jaejoong tersenyum, ia menggelengkan kepalanya
"Bukan apa-apa," Jawabnya
"Oppa sedang memikirkan seorang gadis? Atau..." Ia tersenyum usil "memikirkan Jung Yunho sunbaenim,"
Jaejoong berjengit "Tidak dua-duanya,"
Yoona tertawa renyah mendengarnya, ia gadis yang sopan sebetulnya, kalem, namun tak semua orang terlihat baik-baik saja hanya dari yang terlihat, toh dia pernah diserang Heechul karena sebuah masalah. Dan dari yang Jajoong pelajari Yoona memang manis, namun tak membuat ia sebagai gadis baik-baik.
"Oppa kau sudah punya pacar?" tanyanya lagi, wajahnya merona saat mengatakan itu, ia mengait-ngaitkan jemarinya. Jaejoong tersentak, membicarakan pacar adalah hal pertama yang ingin ia hindari.
"Tentu saja,"seseorang menginterupsi mereka, Jaejoong dan Yoona sama-sama menoleh, Heechul berdiri dibelakang mereka, melipat kedua tangannya di dada, diapit oleh beberapa kawananya
"Hah sicantik ini tak pernah belajar dari kesalahan," Sindirnya sambil menatap Jaejoong gemas, ia kemudian beralih menatap Yoona dengan jijik
"Kau pergi sana!" Ia mengayunkan tangannya tanda mengusir, Yoona terdiam menunduk, dan takut, wajahnya sedih sekali ketika ia meninggalkan tempat itu, meninggalkan Jaejoong dan Heechul yang berhadapan, Heechul tak bicara apa-apa, ia tersenyum hampir menyindir, meski maksudnya tak begitu.
"Aku sudah meminta Yunho, untuk libur sementara dari latihannya," Ucap Heechul kemudian "Kita akan memulainya," Heechul mengedipkan mata dengan genit, dan pergi lagi, tubuh Jaejoong mendadak lemas, dan kapan ia bisa tak merasa aneh berhadapan dengan Heechul.
OoooO
Yunho menunggu hampir setengah jam di depan asrama reguler, Yunho tinggal di asrama VIP tentu saja, dimana orang terkaya saja yang berada di asrama itu. Jaejoong turun dengan wajah ditekuk.
"Lama sekali sich," Kesal Yunho
"Aku baru bangun tidur,"ketus Jaejoong
Mereka manaiki Audi milik Yunho yang terparkir di depan pagar asrama, dan mereka berangkat bersama menuju rumah Yunho.
"Aku gugup,"Ujar Jaejoong setelah lama terdiam, Yunho tersenyum tipis
"Tenang saja, melihat caranya memperlakukanmu, kau adalah orang paling beruntung, dia tak pernah seperti itu sama siapapun, bahkan pada Boa,"
Mobil mereka berhenti di sebuah rumah indah bertema Korea kuno, dengan wilayah tanah yang super luas, saking luasnya mungkin bisa dijadikan lahan untuk kompleks perumahan jika mereka mau. Jaejoong akui tempat Yunho memang mengagumkan.
"Ini rumahmu?" tanyanya takjub
"Iya, kenapa? Bagus kan," Ujar Yunho bangga
"Tidak, mengerikan," Jawab Jaejoong cepat, Yunho terkekeh
Mereka masuk kerumah besar itu, dan segera saja, Jaejoong disambut oleh beberapa maid. Mereka menuju ruang utama, dimana lantai marmer terlihat mengkilat, lampu-lampu kuno tergantung apik di langit-langit rumah, beberapa lemari kayu dan kaca serta perabotan rumah di dominasi oleh barang antik, dan rumah ini seperti museum jika Jaejoong tak ingat ia sedang berada di rumah Yunho untuk suatu alasan. Namun mendadak saja hidungnya menangkap bau tau sedap di rumah ini.
"Ini bau apa?" tanya Jaejoong pada Yunho, Yunho berhenti sebentar dan wajahnya langsung tegang
"Oh tidak, jangan bilang Heechul...," Ia berlari cepat, menuju ruang lain dari rumah ini, Jaejoong mengikutinya.
"Tuan muda, Nona..." salah satu maid datang terbirit-birit menghampiri hendak melaporkan sesuatu, tubuh mereka setengah hitam. Jaejoong menyadari sesuatu bahwa saat ini mereka berada di dapur keluarga, dan ada apa dengan asap hitam yang mengepul diruangan ini. Yunho sudah mendahalui, menerobos asap hitam itu. Sementara Jaejoong menunggu di luar.
"Ada apa sebenarnya?" tanya Jaejoong pada maid itu
"Nona muda dia..." sang maid sudah ingin menjelaskan, tapi ia berhenti begitu melihat kedatangan Yunho yang menarik-narik Heechul secara paksa keluar dari tumpukan asap hitam itu.
"Aku bilang aku tidak mau, Yunho," teriaknya kencang, wajah Yunho sama kucelnya dengan wajahnya, dada Yunho naik turun
"Sudah kubilang, jangan belajar memasak lagi, kau akan membakar satu gedung ini kalau saja tadi aku telat datang,"Marah Yunho
"Aku kan tidak sengaja," Heechul tertunduk merasa bersalah
"Kau membuat rumah kita hampir direnovasi setengahnya hanya karena kau ingin membuat sup kimchi, sudahlah, kau dan dapur tidak akan cocok," Marah Yunho lagi
"Tapi aku kan juga ingin belajar memasak," katanya sendu, Jaejoong tak tahu entah dia harus merasa iba atau lucu, tapi melihat wajah Heechul yang sedih ia jadi tak tega juga.
OoooO
Setelah kekacauan di dapur keluarga teratasi, mereka langsung menuju ruang atas, Jaejoong manafsirkan mungkin diatas adalah kamar Heechul, maksudnya hanya salah satu ruangan saja, tapi ia salah besar, dimana semua ruangan atas adalah milik Heechul, Yunho memberitahu bahwa gedung rumah ini terbagi dua, meski lantai dasar menyatu, namun lantai dua terpisah, dimana lantai dua yang pertama milik Heechul sepenuhnya, luas, besar dan mewah, sementara lantai dua satunya milik Yunho meski tak seluruhnya hanya salah satu kamar paling besar saja, lantai tiga di atas kamar Yunho adalah kamar orang tua mereka, mereka jarang pulang, orang tua Yunho dan Heechul selalu berada di luar negri hingga kamar itu selalu kosong. Jaejoong semakin yakin rumah ini memang lebih besar dari yang ia duga, bahkan kedua lantai itu memiliki lift pribadi sendiri. Lantai 2 yang merupakan kamar Heechul berdinding dan bersekat kaca, lampu yang menerangi begitu temaram, sedikit romantis bila dipikir-pikir, sangat rapi dan bersih, dan sekali lagi Yunho menjelaskan jangan biarkan Heechul melihat sampah dikamarnya atau dia akan mengamuk sepanjang minggu itu. Dinding kamarnya serba putih, banyak figura foto terpajang di sana, mulai dari foto Heechul sendiri dari bayi hingga remaja, ada juga fotonya bersama Yunho, bersama teman sekolahnya, bersama pangeran Hangeng (dengan figura berbentuk love besar) dan foto keluarga yang paling besar, Nyonya Jung adalah wanita cantik, mirip sekali dengan Heechul dan tatapannya sinis sekali, sementara Tuan Jung adalah pria bertubuh tinggi dan tegap, matanya lebih ramah, dan wajahnya tampan sekali sangat mirip Yunho. Ada tempat tidur king size berwarna putih pink lembut, coverbad terlipat rapi diatasnya, ada meja belajar, meja rias, lemari pakaian super besar, ruangan tidur itu tersekat oleh dinding kaca yang dilindungi gorden putih, kemudian diluar dinding kaca itu dimana mereka sedang duduk di salah satu sofa berwarna putih bersih, Jaejoong melihat berbagai macam alat musik mulai dari piano, biola, gitar, sampai drum tersusun di salah satu sudut, disudut lainnya terdapat rak-rak berisi banyak buku, dan sudut lainnya terdapat theater mini bertema serba putih, Heechul benar-benar menyukai kebersihan, diantara semua barang putihnya, Jaejoong tak melihat setitikpun noda, dan debu, entah berapa banyak lagi yang bisa dijelaskan dari kamar Heechul.
"Dan kita mulai..." Heechul keluar dari ruang tidurnya, ia sudah berganti pakaian, well Heechul dan casual, perpaduan yang menarik, Jaejoong akui kakak Jung Yunho ini memang cantik sekali. Ia kemudian menatap Jaejoong secara intens, matanya menyipit, menyelidiki dan menilai-nilai.
"Pertama-tama," Heechul memulai "Kau harus tahu apa yang tidak boleh dimiliki yeoja,"
Jaejoong mengernyit mendengarnya
"Pertama, tidak boleh ada bulu," Heechul kembali melirik Jaejoong "Kau harus mencukur bulu di tubuhmu..."
"Khee..."Yunho terkekeh
"Kenapa? kau tidak mau mencukur bulu?" Heechul bertanya pada Jaejoong
"Eh itu sebenarnya..."Jaejoong berusaha menjelaskan
"Dia tidak punya bulu,"Jawab Yunho geli, Jaejoong mencubit pinggang Yunho dengan kuat, Heechul menatap Jaejoong heran
"Tak ada sama sekali," Yunho menambahkan masih tertawa geli, wajah Jaejoong merah padam, berusaha untuk tidak ikut tertawa Heechul melanjutkan
"Bagus, kau mengenal tubuhnya dengan baik adikku,"Sindir Heechul, Yunho langsung diam, berikutnya Heechul melanjutkan persyaratan lainnya, Jaejoong tak ingin tahu, tapi Heechul menatapnya dengan cara seakan mengatakan kau harus mendengarkan. Hingga akhirnya ia merutuk Yunho yang bisa dengan santainya tertidur pulas disampingnya.
"Baiklah Jaejoongie, kita akan mulai pada acara inti," Heechul tersenyum bahagia, Jaejoong mendadak pusing,
"Apalagi sekarang," batinnya, Heechul masuk keruang tidurnya, dari sekat kaca, Jaejoong bisa melihat Heechul membuka lemari pakaiannya yang besar dan terlihat olehnya berbagai macam kostum, dan perlengkapan lainnya. Ia terlihat mengambil salah satu sejenis gaun mungkin, yang masih terbungkus plastik.
"Taraaaa..." Ia exiciting sekali menunjukkan pakaian wanita itu, Jaejoong meneguk ludah dalam-dalam. Wajah Jaejoong pucat pasi, Yunho tak kunjung bangun membelanya.
"Pakaian tradisional, sesuai tema festival kali ini, Hanbook, kau akan menjadi penganting wanita paling cantik sejagad raya," dan Heechul tertawa, Jaejoong menyenggol Yunho, Yunho terbangun
"ada apa..." tanya Yunho gelagapan, ia memandang kaget pada dua gaun di tangan Heechul
"Kau harus melihat bagaimana Yang mulya Jung Heechul mengubah namja berwajah cantik ini, menjadi yeoja tercantik sejagad raya,"
"Tidak!" Jaejoong berdiri dengan panik, "Aku tidak ingin menjadi yeoja, dan aku tidak akan mengenakan itu,"
"Tidak apa-apa baby, kau bisa mencobanya dulu," bujuk Yunho licik, tentu saja ia ingin melihat kecantikan Jaejoong dengan balutan busana wanita
"Aku tidak mau," Desis Jaejoong
"Umma sedang dialing..."Heechul menujukkan ponselnya, Jaejoong dan Yunho sama-sama panik
"Baiklah," Jaejoong akhirnya menyetujuinya.
Mereka baru selesai hingga sore, Jaejoong kelelahan sekali, meski ia tak juga terlihat marah, ia mungkin masih takut dengan Heechul, tapi ada sisi lain dari Heechul yang bisa ia lihat ketika mereka dekat begini. Heechul mungkin sangat galak dan mengerikan tapi dia sangat lemah, ketidak sukaanya pada debu dan kotoran karena dia banyak alergi, dan kesukaannya pada warna putih karena itu menenangkan, ternyata Heechul tidak bisa memikirkan banyak masalah ia akan stress dan jatuh sakit. Tanpa sadar Heechul menceritakan semua itu pada Jaejoong.
"Hah aku ingin sekali membuat makanan, paling tidak sup kimchi juga tidak apa-apa,'' keluh heechul begitu mereka istirahat
"Tidak boleh," Sahut Yunho cepat, Heechul menjeling tajam
"Aku bisa mengajari Heechul sunbaenim memasak kalau sunbae mau,"Ujar Jaejoong menawarkan bantuan, Yunho menatap Jaejoong tak percaya
"Memangnya kau bisa masak?" tanya Yunho
"Aku melakukannya sejak kecil, karena umma sering sakit, dan koki kami masakannya tidak pernah sesuai seleraku, jadi umma mengajariku memasak," Jawab Jaejoong, mendengar itu wajah Heechul langsung berseri-seri
"Benarkah?" Ia menghampiri Jaejoong "Kau mau mengajari ku masak, hah, banyak sekali orang disini yang bisa masak, tapi tidak mau mengajariku,'' Cerocosnya, Jaejoong mengangguk pelan
"Wah, kau memang baik sekali Jaejoongie, kau sering-seringlah kemari kita akan belajar memasak," katanya menekankan, Yunho di samping mereka terdiam
"Em iya," Jaejooong tersenyum canggung
"Kenapa mereka tiba-tiba akrab," Batin Yunho
OoooO
Hari-hari berikutnya, ternyata jauh lebih melelahkan, kali ini Heechul ditemani para kawanannya yang setia menuruti perintahnya. Sejauh ini Jaejoong belum mencoba satu gaun pun, tapi sudah mencoba high heels, Heechul menerangkan apa yang harus ia lakukan di catwalk, dan pose apa yang harus ia perlihatkan, dan bagaimana ia harus berekspresi, tak hanya itu, ia juga harus belajar cara berjalan, berjalan anggun seperti model sungguhan, Jaejoong tak menikmati semua itu.
"Yang mulya, yakin dia bisa diandalkan?" tanya Sungmin, penasaran, mereka memperhatikan Jaejoong yang duduk bersandar pada Yunho
"Tentu saja," Jawab Heechul acuh
"Dia memang cantik, tapi dia namja, tubuhnya laki-laki," Ryewook menimpali
"Tidak, jika pakaian yang digunakan tebal dan tak menunjukkan lekuk tubuh, percaya deh, dia bisa terlihat lebih sempurna dari yang kalian bayangkan," Heechul meyakinkan, meski Ryewook, Sungmin, dan yang lain masih mengernyit geli. Namja dan gaun jelas membuat geli siapapun yang melihatnya.
"Lelah sekali," Keluh Jaejoong bersandar hampir mesra pada bahu Yunho
"Ada toko es krim enak di ujung jalan, aku akan membelikanmu es krim pulang dari sini," Ucap Yunho tampak tak begitu serius, namun dengan cepat Jaejoong berbalik dan menatapnya antusias
"Benarkah" katanya mengangetkan "Kalau begitu aku ingin pesan yang vanila dan strawberry banyak-banyak,"
Yunho mengerutkan dahi tak percaya "Kau serius?" tanyanya meyakinkan
"Tentu saja,"Jaejoong kembali bersandar, dan memejamkan matanya sebentar, Yunho tersenyum mencium puncak kepala Jaejoong yang harum
"Mesum," Gumam Jaejoong, meski matanya tertutup, sangat lelah dan sudah tak sanggup untuk mengetuk kepala Yunho
"Sekilas mereka cocok sekali ya," Komen Taemin, yang lain mengangguk setuju, kecuali Heechul yang sibuk berkutat dengan catatannya.
OoooO
Jaejoong menempuh segala macam kegelian menuju proses sampai hari H, Heechul serius sekali kali ini menggarapnya dan menjadikannya project yang menyenangkan. Bahkan Heechul memesan ruang ganti sendiri untuk kejutannya bersama Jaejoong.
Sehari sebelum acara, maka segera diadakan rapat mendadak oleh Heechul , ia mengumpulkan semua panitia dari yang yeoja sampai namja, bahkan memberi tekanan untuk tidak terlambat di pesannya. Dan disinilah mereka akhirnya di sebuah ruangan lain, berkumpul mengelilingi meja panjang, wajah mereka tegang dan bingung, tentu saja Heechul mengumumkan sesuatu yang hampir tak mungkin untuk dipercaya...
"...Dan dialah model itu," Heechul mengakhiri kalimatnya, ia menatap para panitia satu persatu mata mereka membelalak hampir keluar
"Kim Jaejoong..."Gumam mereka bersamaan
"Maaf Yang Mulya, tidak salah?" Salah satu mendengus geli
"Jung Heechul tak pernah salah," Tekannya, "Dan asal kalian tahu saja, dia bisa jadi lebih cantik, bahkan dari model-mdel sebelumnya, termasuk aku tentunya,"
"Tapi dia namja.." kata yang lain tak sabar
"Itulah keistimewaan ac ara tahun ini, bukankah terobosan besar jika kita bisa membuat namja secantik yeoja," Ujar Heechul
"Tetap saja ini sulit, apalagi sebagai model utama,"
Heechul mengibaskan tangannya tak sabar "Terserah deh, pokoknya dia tetap ikut,"
"Apa karena dia pacar adikmu Jung Yunho," Sindir yang lain, mata Heechul berkilat bahaya
"Jangan membantah!" Bentaknya, seluruh ruangan mendadak hening
"Tak ada kaitan dengan Yunho, atau siapapun, silahkan jika tak suka tinggalkan ruangan ini dan jangan pernah kembali lagi," Ancamnya, dan yang lain masih terdiam
"Baiklah sudah diputuskan Jaejoong tetap ikut, dan satu lagi rahasiakan ini dari model yang lain, mereka bisa membunuh Jaejoong kalau tahu, " Heechul memandang sekeliling, kemudian keluar ruangan secapat mungkin,
"Aku tak yakin ini akan berhasil," gumam salah satu dari mereka saat Heechul sudah pergi dari ruangan itu
"Namja dengan gaun, meski wajahnya cantik, tetap saja akan seperti badut," mereka terkikik geli sekali, tertawa mengejek sampai keluar air mata.
OoooO
"Aku akan menjemputmu tenang saja," Ujar Yunho kala ini mereka duduk berdua di kantin sekolah
"Tidak perlu aku bisa pergi sendiri, kau membuat semuanya terlihat seperti aku menginginkannya,"
"Baiklah maafkan aku,"Ucap Yunho sabar "Apa yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahanku,"
Jaejoong tersenyum licik "Setelah ini, setelah semua festival ini, jangan pernah menemuiku lagi, bagaimana,"
Yunho menghela nafas berat "Apa kau benar-benar tak menyukaiku dalam hal apapun,"
"Tidak, dan tidak akan pernah"
Lama berpikir Yunho akhirnya berkata "Baiklah, kalau itu yang kau mau,"
OoooO
Acara akan dimulai dari jam 8 malam sampai jam 11 malam, sejak semalam sebelum acara Jaejoong sudah lelah sekali dan tak dapat tidur tenang, ia istirahat siang sebentar dan terbangun jam 3 sore, ia tak bisa tidur lagi setelah itu. Jam 5 sore ia siap-siap berangkat ke sekolah. Tujuannya adalah markas besar ia bersama Heechul, ruang ganti pribadi. Sementara Heechul, menyeberang ke bangunan satu lagi dari rumahnya, membuka kamar Yunho dengan paksa dan mengajaknya berangkat segera. Sambil mengumpat dan menggosok-gosok matanya yang berat, Yunho yang juga sedang istirahat mau tak mau tebangun, dan bergegas membersihkan diri. Heechul setengah jam yang lalu membangunkan Yunho, meski begitu ia terlambat satu jam dari Yunho ketika Yunho menunggunya di dalam mobil. Ngamuk-ngamuk Heechul turun dari kamarnya, memasang high heelsanya sambil berlari menuju audi Yunho dan klaksonnya yang tak berhenti berbunyi.
"Kau berisik, dasar tukang ribut," Bentaknya pada Yunho, Yunho menghela nafas berusaha bersabar.
Jaejoong menunggu panik di ruang ganti sendirian, jemarinya saling bertaut, dan kedua kakinya bergoyang-goyang menghilangkan kepanikan, satu persatu kawanan Heechul datang, menyapa Jaejoong sambil menguap lebar-lebar. Tak lama kemudian Heechul datang, menenteng tas hitam besar yang berisi perlengkapan kecantikannya, ia tak menyapa kawanannya. Ia langsung mencari Jaejoong dan terperangah saat melihat lingkaran hitam di bawah mata Jaejoong
"Astaga kau berjaga semalaman?" Pekiknya ngeri, Jaejoong mengangkat bahu acuh
"Wanita tak boleh punya mata panda," Panik Heechul sambil meraba-raba wajah dan mata Jaejoong, Jaejoong memutar bola matanya malas.
"Tenang saja bisa kuatasi yang seperti ini," dan mulailah Heechul mengeluarkan perlengkapan kecantikannya, dengan dibantu kawanannya yang lain. Jaejoong sudah mulai pasrah, toh setelah ini semuanya akan berakhir, Yunho dan Heechul tak akan lagi mengganggunya.
Sementara itu di ruang ganti yang lain, Boa, Ara, Jessica dan model lainnya, juga sibuk di make up, meski begitu pikiran mereka semua sama, sedang membayangkan seperti apa model misterius itu, dan sejauh yang Boa tahu tak mungkin gadis itu bisa sangat cantik apalagi melebihi Heechul. Mereka sudah siap 5 menit sebelum acara inti, Boa cantik sekali mengenakan Hanbook berwarna biru cerah dan merah muda, tentu saja dia tak mau terlihat biasa saja di acara paling kompetitif ini, make up yang menghiasi wajahnya sangat sepadan dengan gaun dan tema yang dia ambil, cantik dan anggun, ia berhasil memukau banyak namja di sekelilingnya dan bangga sekali ketika salah satu majalah kenamaan yang meliput acara itu mendatanginya untuk diwawancara sebentar dan mengambil fotonya.
"Sekolah kami sangat terkenal, bahkan penonton di luar sana sangat ramai dan sebagian besarnya malah berasal dari luar, diacara sebergengsi ini di sekolah ini bukankah kita harus tampil maksimal, aku tak tahu apakah aku akan terlihat sangat cantik, atau biasa saja, tapi aku sudah melakukan semampuku," ujar Boa berusaha lebih merendah diri, meski maksudnya tak begitu sama sekali, ketika itu ia sedang di wawancara
"Tapi nona Kwon sangat cantik, kulihat mungkin yang tercantik disini," Ujar reporter itu, Boa tersenyum sumringah, Jessica mendengarnya dengan gusar, ia keluar melenggak lenggok menunjukkan bahwa ia lebih cantik, dan lebih muda tentunya.
"Oh itu nona Jessica Jung, " reporter dari majalah lain, mengejar dan mewawancarai Jessica, Jessica tersenyum menang, melihat Boa menjelingnya sebal
"Anda adalah peserta termuda di acara ini benarkah?" tanya reporter pada Jessica
"Iya, termuda," Jessica tertawa semanis mungkin "Yah aku mungkin tak pantas disandingkan dengan seniorku yang lebih tua dan berpengalaman dariku,mereka juga sangat cantik " katanya terlihat juga ingin merendah diri
"Dengan penampilan sempurna seperti ini, anda tidak pantas merendah diri Nona Jung Jessica," sang reporter memuji, Jessica tersipu dan bahagia sekali
Ara tak mau kalah ia juga sedang diwawancarai oleh salah satu majalah dan menyelesaikan wawancaranya dengan kata-kata penuh pujian padanya, dan begitu wawancara terakhir dari ketiga majalah, mengajukan pertanyaan yang hampir sama..
"Dimana si cantik Jung Heechul, benarkah desas desus itu, Heechul akan digantikan oleh model pilihannya yang lebih cantik dari dirinya..." wajah Boa langsung masam
"Heechul yang jelita itu, apa dia akan tampil juga malam ini? Apa model penggantinya akan menggantikannya?" Ara tersenyum kecut
"Sudahkah kalian melihat model yang katanya lebih cantik dari Heechul itu? Oh astaga bagaimana dia yang bisa mengalahkan kecantikan Heechul..." Jessica cemberut
Festival cosmetic tak jauh beda dari acara modeling seperti biasa, hanya saja karena ini bertema cosmetik, cara bermake up yang baik adalah nilai plus terbesar yang dibebankan kepada mereka.
Selesai diwawancara mereka akhirnya berkumpul di ruang tunggu, Jaejoong tak berada disana, Heechul tak ingin merusak kejutannya tentunnya. Kemudian satu persatu dari mereka meninggalkan ruang tunggu, berlengak lenggok di catwalk, memamerkan costum dan riasan masing-masing, para penonton sudah bersorak riuh sekali. Junsu dan Youchun duduk di barisan depan, wajah mereka sumringah sekali.
"Aku tak melihat Jaejoong kemana dia?" Tanya Youchun setengah berteriak, mengatasi kebisingan
"sudah kuajak, katanya ada urusan, dia akan menyusul," Jawab Junsu, dan hampir terpukau sekali dengan hanbook yang dikenakan Ara, biru tua dan ungu dan wajahnya yang tampak innocent.
Setelah cukup lamanya, dan semua model sudah keluar dan berdiri tersusun rapi di kiri kanan pintu masuk. Lampu yang memancar mendadak berganti warna, sedikit kebiruan, musik yang memutar juga berubah lebih melankolis. Heechul keluar, ia disambut keriuhan 3 kali lebih ramai dari model lainnya, wajah cantiknya terlihat memukau, bahkan ketika ia tak tersenyum sama sekali, tapi kali ini ia tak berlenggak lenggok seperti yang lain, ia melambai sebentar, Hangeng duduk di deretan tamu VIP dan tersenyum tipis padanya. MC langsung menyahut mengatasi keriuhan para penonton.
"dan inilah model utama kita, si misterius garapan Heechul..." hening sejenak,Heechul berhenti menyingkir sedikit memberi jalan, ia tersenyum kali ini, lampu podium tampak menyentar satu arah di pintu masuk, Jaejoong sudah siap di belakang panggung, meski jantungnya tak bisa mengatasi riuhnya suasana diluar, tapi ia harus berhasil kali ini. Yunho berada di luar diantara penonton yang lain. Ia melangkah pelan, disambut lampu sorot yang menyentar kearahnya.
"Kim Jaejoong..." teriak MC bersemangat , para penonton hening, sangat hening, Jaejoong keluar memakai hanbook wanita berwarna merah untuk atasannya, dan biru tua untuk bawahnya, motif berlambang burung phoenix, rambutnya disanggul seperti wanita kerajaan, wajahnya dipoles sedemikian rupa, dari sedikit saja kulit tubuhnya yang terlihat, dibawah sinar lampu sorot, kulit itu tampak luar biasa putih bersinar, dan mulus, wajahnya tak hanya cantik, tapi juga anggun dan angkuh, ia tak mematut ekspresi apapun diwajahnya, bahkan terkesan natural sekali, matanya membulat, dengan warna hitam yang kental, dan bibir cherrynya yang merah, merekah di bawah pipi mulusnya. Sangat cantik. Jaejoong terus berjalan, pelan tanpa ekspresi, wajah dan tubuhnya kini terlihat lebih jelas oleh yang lain. Para model matanya tak berkedip, MC hampir menjatuhnya mic nya, para panitia menganga memandangnya bahkan melupakan pekerjaan mereka, para kawanan Heechul tersenyum bangga dan masih terlihat terpukau dengan hasil karya mereka, Junsu dan Youchun saling melupakan satu sama lain saat melihatnya, dan para penonton terlihat sama konyolnya, bahkan para reporter terlupa untuk mengambil foto.
"Tidak,'Gumam Boa setelah berhasil menutup matanya, suaranya bergetar
"Tidak mungkin," Ara lemas, tubuhnya merosot seketika, tanpa disadari model dan penonton lain, ia pingsan dengan sendirinya, para tim medis yang bertanggung jawab segera membopongnya ke ruang kesehatan.
Jessica menggigit bibir bawahnya dengan keras, matanya berair, ia menggenggam tangannya dengan kuat, dan buku-buku jarinya memutih. Boa masih memandang dengan iri, tubuhnya bergetar dan sama seperti Jessica matanya juga berair.
"Well..." sang MC kehabisan kata-katanya suaranya terdengar canggung "Ini mengejutkan sekali," tambahnya, dan seketika penonton kembali ramai, mereka meneriakkan nama Kim Jaejoong begitu keras
"Dia namja guys, dan dia cantik luar biasa," teriak MC kini sudah mulai bisa mengontrol diri, para penonton bersorak lebih ramai, para reporter buru-buru mengambil gambar dari sudut manapun, dan semangat sekali.
"Astaga, aku tak menyangka, Jaejoong-ah huhuhuh," Junsu menangis tersedu saking terharunya. Youchun lupa menenangkannya ia sibuk memandangi Jaejoong.
"Heh apa kubilang," Gumam Heechul bangga, ia sekarang berdiri di rentetan model lain, dan tersenyum puas pada para panitia di belakang panggung, dan para kawanannya yang tadinya meremehkan pilihannya.
"Yah, Heechul memang hebat dalam menilai orang, dia benar-benar lebih cantik dari Heechul" akhirnya salah satu panitia itu setuju
"Dan Jaejoong, astaga..." namja lain terlihat gemas, sementara para yeoja mendelik tak suka
"Tetap saja dia namja," komentar mereka penuh nada dengki
"Dia model tercantik yang pernah kulihat," terika Mc lagi dan penonton kembali berseru
"Kim Jaejoong,"
"Kim Jaejoong,"
"Kim Jaejoong,"
Semua orang menyerukan namanya, Jaejoong bingung entah harus senang atau marah, di sudut sana ia melihat Yunho bersandar di dinding sambil melipat kedua tangannya di dada, ia menatap Jaejoong lurus dan tajam, dalam hati Jaejoong bertanya-tanya bagaimana pendapat Yunho tentang dirinya. Tapi Yunho tak tersenyum, detik berikutnya ia sudah menghilang dari pandangan, Jaejoong hampir tak percaya Yunho tak memberikan respon apapun. Bodohnya, ia lupa bukankah seharusnya ia tak peduli respon Yunho sama sekali, atau saja dia memang membutuhkan pendapat Yunho.
"Kim Jaejoong"
"Kim jaejoong,"
"Kim Jaejoong"
Dan namanya sekarang akan lebih terkenal dari sebelumnya...
OoooO
"Kim Jaejoong-shii apakah anda benar pacar adik Yang Mulya Jung Heechul, Yang Mulya Jung Yunho?" tanya salah satu wartawan selesai acara
"Tidak!" Jawab jaejoong tegas
"Jadi anda orang yang diduga wanita itu, anda kan yang diklaim Yang Mulya Jung Yunho?"
"Tidak!" jawab Jaejoong tegas lagi
"Kim Jaejoong-shii, apakah anda mempertimbangkan untuk melakukan transgender?" '
"TIDAK!"
OoooO
Hanbook adalah cara aman untuk melindungi tubuh pria yang dimiliki Jaejoong, dan tahukah kalian, Jaejoong dan hanbook wanita di king's man parody adalah favorite saya, dia cantik sekali amat sangat cantik sampai rasanya tak mungkin ada pria bisa secantik itu dalam pakaian wanita.
Terima Kasih. Selamat membaca.
