Just With You

KrisTao/Taoris Fanfiction

Ada cast tambahan

Genderswitch

IF YOU DON'T LIKE IT, DON'T READ OR BASH

\(^0 ^)/

CHAPTER 2

Tao kembali ke rumahnya yang kecil, sebelum tidur dia menyuntikkan cairan ke dalam tubuhnya. Setelah dia selesai, dia langsung tertidur.

"Annyeong haseyo .. !" teriak Kangin sambil mengedor-ngedor pintu rumah Tao. "Aishhh .. sepertinya dia tidak ada dirumah" ujar Kangin setelah melihat pintu rumah Tao digembok dari luar. "Klien kita kali ini sepertinya tidak mudah ditagih" tanya Kangin pada Kris yang terus mengamati dinding sebelah rumah Tao.

Drrrtt Drrrtt …

"Ya .. yobeseo ?" ujar Kangin setelah mengangkat telepon dari seseorang

"…"

"Bicaralah … " kata Kangin yang tidak mendengar suara di seberang

"….."

"Tapi aku sedang bekerja" jawab melirik Kris yang berjalan ke dinding yang tadi jadi bahan pengamatannya

"Jam berapa ?" tanya Kangin "Dimana ?" lanjut Kangin keluar dari halaman rumah Tao.

Tao yang daritadi mengintip diluar bernapas lega karena sudah melihat Kangin keluar dari rumahnya. Tapi sayangnya dia tidak melihat Kris yang sudah mengetahui kalau dinding rumahnya tersebut adalah pintu rahasianya. Jadi Kris diam menunggu disitu, sampai Tao keluar.

….

"Permisi …" tanya Kangin pada seorang sekretaris yang sedang mengolesi bibirnya dengan lipstick merah

"Namaku Kim Young Woon, aku ada janji jam 3" ujar Kangin

"Mohon tunggu sebentar" jawab sekretaris sambil menelpon boss nya itu

Tao yang bersiap untuk pergi ke pasar lagi, membuka pintu rahasia nya (dinding rumah) lalu menarik kopernya yang berisi pernak-perniknya tanpa menoleh ke belakang yang sudah ada Kris menunggunya.

"Omooo .." kaget Tao setelah berbalik menemukan Kris yang berjongkok memeluk kopernya

"Nugu … Nuguseyo ?" tanya Tao gelalapan.

"Bayar utangmu" ujar Kris singkat tapi belum melepaskan pelukannya pada koper Tao.

"Kau suaminya Park Jungsoo, kan ?" tanya Yong guk

"Ya" jawab Kangin saat sekretaris Yong guk.

Jeda beberapa saat karena sekretaris Yong guk tadi membawakan minumannya, lalu sekretaris itu tersenyum saat melihat ponakan Yong guk yang berdiri di samping Yong guk, namanya Young Jae.

"Kau menggunakan cara mencederai diri sendiri sebagai gertakan ?" tanya Yong guk "Pukulanmu cukup terkenal" lanjut Yong guk

"Ckck .. berapa banyak istriku berutang padamu ?" tanya Kangin to the point

"Kau bisa membayarnya sekarang ?" kekeh Yong guk

"Katakan saja berapa banyak !" ujar Kangin tak sabaran

"Apa kau memiliki agama ?" kata Yong guk sambil mengambil sebuah kapur disebelahnya.

"Nde ?" heran Kangin

"Agamaku Budha" jawab Yong guk sambil memutihkan sepatunya dengan menggunakan kapur tadi. "Jadi, menurutku … uang memang berarti untukku, tapi hubungan manusia tak ternilai harganya." terang Yong guk

"Lalu apa" tantang Kangin

"Cih .. Kita bereskan masalah kita dengan uang, atau kekerasan. Mari kita pikirkan dulu, bagaimana ?" ujar Yong guk serius

Anjing menggonggong , seorang yang memperbaiki atap lalu duduk sambil melihat kearah rumahnya Tao. Tetangga di sekitar rumahnya Tao keluar dari rumahnya masing-masing.

Terlihat dirumahnya Tao, Kris yang sedang menghancurkan barang-barang Tao. Mulai dari memecahkan pot bunga, memporak-porandakan jemuran Tao, menendang tempat sampah Tao.

"Aku bilang bayar utangmu, jalang … !" marah Kris

"Pergilah, atau aku akan menghubungi polsi !" ujar Tao berani

Mendengar itu, Kris pun mencari sesuatu. Setelah mendapatkannya, dia mendekati Tao yang masih terduduk.

"Aku akan pergi bila kau membayar" tanya Kris sambil memegang sebuah batu bata.

Melihat Kris memegang batu, Tao perlahan-lahan mundur. Tapi Kris juga mendekat "4 juta won ditambah bunga 5 juta won, jumlahnya jadi 9 juta won." Tanya Kris sambil berjongkok di depan Tao

"Aku tak punya uaang .. !" teriak Tao lagi

Kris pun menatap tajam Tao, dia langsung memukul tangannya keras menggunakan batu bata tadi, sampai tangannya terkelupas dan berdarah. Tapi Kris melakukan itu tanpa ada raut kesakitan di wajahnya.

"Bayar, jalang ..!" seru Kris pelan tapi menakutkan.

Kris pun hendak memukul tangannya lagi, tapi Tao berteriak ketakutan dan spontan melindungi tangan Kris menggunakan tas selempangnya.

"Haaah haahh" Tao pun membuang napasnya, lega.

"Aishhh ….. " ujar Kris lalu mengambil tas Tao.

"Chaakkamann … ! Itu punyaku .. !" sadar Tao berteriak

Kris pun kesusahan membuka tasnya Tao karena Tao yang mencoba mengambil tasnya tersebut dari Kris. Akibatnya terjadi tarik-menarik antara Kris dan Tao.

"Leepaaskaaann … !" teriak Tao sambil memegang tasnya.

"Apa yang terjadi di rumahku .. !" teriak seorang nenek sambil membawa polisi

"Haelmoni .. ! Tolong .. ! Dia renternir .. !" teriak Tao sambil menunjuk Kris.

Kris yang mendengar itu langsung memanjat pagar rumah Tao, melarikan diri karena melhat polisi.

"Kau ! Pindahlah dari rumahku .. ! marah nenek itu pada Tao

"Ini musim dingin ! Aku pindah kemana ?" balas Tao

"Aku tak peduli .. !" jawab nenek itu.

"Aisshh … " pasrah Tao

….

Setelah mengganti barang-barang yang dirusaki oleh Kris, Tao pun menuju ke tempat kerjanya dengan menggunakan kereta. Tapi sialnya Tao kembali dihadang oleh Kris yang ternyata mengikutnya daritadi.

"Yaakk .. jika aku berdarah, maka kau akan menjadi seorang pembunuh." Ujar Tao ketakutan. Tapi Kris diam saja, tapi matanya selalu menatap Tao. Dan itu membuat Tao semakin ketakutan.

"Baik. Aku tak ingin ayahku di surga semakin cerewet, itulah sebabnya aku akan membayar" ujar Tao. "Haahh .. tapi aku ada tempat lain untuk dilunasi juga." Lanjut Tao lesu.

"9 juta won. Tak ada bunga, dibagi 42 bulan, saa dengan 215 ribu perbulan." Ujar Tao sambil menghitung utangnya tersebut. "Kita sepakat, oke ?" tanya Tao senang

"215 ribu ?" tanya Kris. "Kau sudah bosan hidup rupanya !" bentak Kris "Kau kira aku melakukan ini hanya untuk itu ?" tanya Kris sambil menunjukkan tangannya yang terkelupas tadi.

"Kau tak menakutkan sedikitpun" ujar Tao meremehkan

"Mwo ?" tanya Kris tak terima

"Kau mengancam dengan melukai diri sendiri, tapi tak bisa memukul orang " cibir Tao

Kris pun menutup matanya, menahan kesal " Omong kosong apa yang kau bicarakan ?" ujar Kris pelan

"Aku mengahadapi lebih dari 100 orang setiap hari. Kau pikir aku tak bisa tahu ?" kekeh Tao " Dan aku membayar barang-barang yang kau hancurkan tadi … !" kesal Tao.

"Aku kembali jam 1 pagi di hari kerja, dan pergi jam 7 pagi. Jika kau datang lagi, aku siap membayar 215 ribu won perbulan, oke ?" tanya Tao sambil masuk ke dalam kereta. Tapi dia berbalik lagi "Untuk apa hidup seperti ini dengan penampilan seperti itu ? Mandilah dan setidaknya kau bisa hidup sebagai gigolo" tanya Tao pada Kris. Setelah berkata seperti itu, Tao pun benar-benar menaiki keretanya.

Tao pun kembali kerumah kontrakkannya, tapi tiba-tiba dia berhenti karena semua barangnya ada didepan pintu rumahnya. Tao pun segera ke rumah nenek pemilik rumahnya yang tadi menolongnya dari Kris.

"Aku tidak peduli ! Pergilah !" bentak nenek sambil membersihkan darah di tembok rumahnya.

"Haelmoniiii …. !" teriak Tao ingin menangis

"Aku tak pernah melihat orang keras kepala seperti itu seumur hidupku !" ujar nenek tetap membersihkan darah di temboknya. "Ia datang subuh dan memaksaku untuk memberinya depositomu 5 juta won" kesal nenek itu.

"Apa itu masuk akal ?" jawab Tao masih berteriak, masih kesal mungkin.

"Kenapa tidak ?" balas nenek itu yang sekarang berbalik melihat Tao. "Dia memukul kepalanya hingga berdarah !" tanya nenek sambil menunjuk darah di dinding. "Aku bisa apa ? Aku tak punya pilihan !" teriak nenek.

"Kenapa kau tak menghubungi polisi ?" teriak Tao

"Polisi ? Kau pikir mereka akan melindungi daerah ini ?" tanya nenek masih berteriak "Aigoo .. dia sungguh mengerikan .." lanjut nenek sambil memegang dadanya.

Terlihat Kris yang kepalanya berdarah, berdiri dengan santai di trotoar. Dia sedang menunggu Kangin datang menjemputnya disitu.

"Kerja yang bagus" ujar Kangin saat Kris melempar kantung yang berisi uang 5 juta won milik Tao padanya. "Hei ! Apakah dia memukul kepalamu ?" tanya Kangin saat melihat wajah Kris "Apakah dia cukup agresif ? Dia punya germo atau bagaimana ?" tanya Kangin panjang lebar

"Aku mendapat 5 juta. Semua selesai" ujar Kris tanpa menjawab satupun pertanyaan dari Kangin

"Bodoh .. Apakah kau bos ? Kata siapa ini sudah selesai ?" tanya Kangin. "Jika membawa ini, apa yang kita dapatkan ?" lanjut Kangin

"Tapi sekarang dia tak punya apa-apa lagi" jawab Kris seadanya.

"hmm … kemarikan kepalamu …." Ujar Kangin. "Bos bilang untuk menagih Huang Zitao untuk sisa bunga 400 ribu won." Lanjut Kangin

"Mwo ?" heran Kris.

"Dengan jelas mereka ingin kita memeras nya setiap sen" ujar Kangin yang mulai megolesi obat ke kepala Kris menggunakan jarinya.

"Sial" jawab Kris.

Karena merasa lama, Kangin pun mulai melemuri hampir setengah obat itu ke kepala Kris langsung tanpa menggunakan jari. Lalu Kangin tersenyum saat melihat 'hasil' pengobatannya ke kepala Kris.

"Jika kau memukul dengan telapak tanganmu,itu akan mengeluarkan suara lebih besar dengan sedikit luka." Ujar Kangin sambil menampar pipi Kris dengan lumayan keras di hadapan kumpulan orang tua yang meminta pertolongannya untuk melindungi toko nya yang mau digusur.

"Ketika kau memukul dengan kepalanmu, lawanmu akan bergerak duluan,seperti ini" ujar Kangin sambil meninju pipi Kris, lalu Kris menoleh ke samping. "Lihat .." ujar Kangin

"Tapi tak peduli seberapa banyak kita berlatih, rasanya dipukul sungguhan." Ujar Kangin sambil memengang kayu di tangan kiri dan sebuah besi di tangan kanan. "Sekarang, perhatikan. Ketika kau memukul dengan kayu .." jeda Kangin sambil memukul lutut Kris dan punggung Kris dengan keras "Lihat ?" lanjut Kangin.

"Terus jika menggunakan sesuatu seperti ini, kau hanya akan terkena pukulan sungguhan" ujar Kangin memukul kepala Kris dengan besi itu. Tapi Kris menguap dengan lebar dengan tidak sopannya, mengantuk mungkin. Melihat Kris yang menguap, Kangin mencoba memukul kepalanya sendiri dengan masih menggunakan besi di tangannya. "Aigoo …" ujar Kangin pusing.

"Pria ini terlahir dengan tubuh sekeras baja, tapi lihat ? Kebanyakan orang akan mati karena rasa sakit dan mengeluarkan darah dari dalam mulut. Jadi..harga berbeda antara si pemukul, dengan yang kena pukulan. Berapa banyak kalian akan membayar kami ?" tanya Kangin pada sekumpulan orang tua tadi. Seorang ahjussi pun berisik pada orang yang seperti pimpinan mereka.

"Aigooo, sialan. Memberi penawaran seperti itu. Setelah semua pertunjukkan kita tadi. Aisshhh .. bagaimana menurutmu ?" tanya Kangin sambil menyalakan mobilnya

Kris terdiam berpikir "Aku akan melakukannya" kata Kris

"Mwo ?" heran Kangin

"Aku hanya perlu menerima pukulan, kan ?" tanya Kris sambil melihat ke Kangin.

"Baiklah, jika itu maumu. Persiapkan dirimu untuk besok kalau begitu" ujar Kangin mengalah, lalu meninggalkan gedung itu.

TBC

Gomawo udah baca ^^

Keep or Delete ?

Review please ….. ? ^^

Balasan review :

Ochaken : Mian, Aku memang sengaja bikin Tao jadi cewek disini, aku pernah baca artikel di google, kalau cewek bisa juga kena penyakit hemophilia kok. Makasih buat masukannya .. ^^

Xyln : iya .. ini udah dilanjut

Artea : Kangin mukul Kris beneran kok .. Kris gak ngerasain sakit, tapi dia gak punya kekuatan super disini. Yang maintain uang ke Tao ntu, temannya ayahnya Tao yang pernah dipinjam uangnya ama ayahnya Tao. ^^