Hai, Semua! Maaf yah saya agak lama melanjutkan fic ini...

Claire : Main Minibattle muluk sih...

Diemm!

Claire : Loe ngapain pake nama gue dan Jack jadi character game loe! Loe ngefans yah sama kami..

... (Terdiam)

Claire : Jangan-jangan loe beneren ngefans kami yah... (Curiga)

Jack : Hai, Semua! Gue ada ketinggalan berita penting nggak!? (Teleport)

Nggak! Udahlah.. Gue mulai aja ceritanya! CEKIDOT~ (Ngacir)

Claire : Jangan ubah topiknya dong! (Kesel dan ngejer Author yang ngacir)

#Brukk!

Popuri dan Claire : Aucchhh!

Popuri : Aduhh! Kak Skye jahat! Kalau mau teleport yang bener dongg! (Mengelus pantatnya yang kesakitan gara-gara terjatuh saat sedang teleport dengan Skye)

Skye : Siapa suruh kamu nggak bisa diemm! Udah ah~ Aku udah bebas! Jaa~ (Teleport)

Popuri : Yah.. Skyenya hilang... (Kecewa)

Claire : Popurrii... Berhenti menimpaku... (Menahan emosi)

Popuri : Ma..maaf.. (Berdiri)

Claire : Aucchhh! (Kakinya nggak disengaja diinjek Popuri)

Jack dan Author : (Ngakak) Hahahaaha

Claire : POPURIII! (Emosi tingkat tinggi)

Popuri : Kaburrr! (Ngacir)

Karena sekarang gue udah aman dari Claire.. Gue mulai aja ceritanya!

Jack : Loe nggak jadi ucapin terima kasih tuh!?

Oh iya.. Gue ucapkan terima kasih banget untuk reviewnya, Fuyukaze~

Jack : Ngomong-ngomong yang dikatakan Fuyu-Chan bener nih.. Kalau semua charac disini punya magic semua!?

Nggak.. Cuman beberapa aja kok!

Jack : OoO

Udahlah.. Gue mulai cerita ini yah! Happy reading (^_^)/

Jack : Maaf yah jika terdapat typo dan kesalahan lainnya!

DISCLAIMER : Harvest Moon Character Is Natsume Own, But I Own This Story And My OC.

-2, Spring 10.00 A.M.

Harbour, Mineral Town-

-Normal POV-

"Akhirnya kita sampai juga, Di Mineral Town!" Ujar Claire dengan sangat senang.

"Sekarang kita kemana, Tuan Putri!?"

"Tuh kan, Tuan Putri lagi!" Ujar Claire kesal.

"Kelihatannya aku nggak bisa berhenti memanggilmu Tuan Putri, Claire-Chan.." Ujar Nathania dengan pasrah.

"Jadi harus bagaimana!?"

"Entahlah..."

"Bagaimana kalau aku ubah Nathania jadi sesuatu!?" Usul Jack.

"Bagaimana nih, Tuan Putri!?"

"Haalllooo!" Ujar Jack dengan kesel karena merasa dirinya diabaikan.

"Tuh kan Tuan Putri lagi!" Ujar Claire kesal.

"Wwooooeee!" Teriak Jack penuh emosi.

"Maafkan aku, Claire-Chan.. Hehehe..."

"Grrr.. Baiklah! Aku langsung saja!" Ujar Jack dengan kesal sambil memgambil ancang-ancang untuk mengubah Nathania menjadi sesuatu.

"Jack!? Kamu lagi ngapain!?" Ujar Claire bingung melihat tingkah Jack yang aneh.

"Ohh, Tidak!" Ujar Nathania yang merasakan akan terjadi sesuatu hal yang buruk pada dirinya.

"Jadi Anjing!" Ujar Jack sambil menunjuk Nathania.

#Criinnnggg!

Tiba-tiba seluruh badan Nathania mengeluarkan sinar. Lalu makin lama menyusut. Sekarang Nathania berubah menjadi anjing.

"Kainggg (Terlambat...)"

"Heh!? Apa yang kau lakukan pada Nia-Chan, Jack." Ujar Claire panik.

"Nah! Dengan begini kan nggak ada yang tau dia ngomong apa! Jadi tidak ada yang bakal tau kalau kamu itu Tuan Putri juga!" Ujar Jack dengan santai.

"Bener juga sih... Tapi kasihankan Nia-Chan.." Ujar Claire sambil menggendong Nathania.

"Tenang saja, Nathania... Tunggu sampai kau tidak memanggil Claire dengan sebutan Tuan Putri lagi baru aku ubah kau menjadi manusia kembali!" Ujar Jack sambil tersenyum.

"Yahh... Mungkin memang ini yang terbaik untuk kita semua..." Ujar Claire pasrah.

"Maaf yah, Nia-Chan..." Ujar Claire sambil mengelus kepala Nathania.

"Kainggg... (Nggak apa-apa kok, Tuan Putri..)"

"Kurasa memang betul tindakanmu, Jack." Ujar Claire pasrah mendengar kata Tuan Putri.

"Siapa dulu!" Ujar Jack dengan bangga.

"Tapi tunggu dulu..." Ujar Jack lagi sambil mengeluarkan saputangan merah lalu ia mengalungkan ke Nathania.

"Kaainggg! Kaaainng!? (Wuaaahh! Ada apa ini!?)" Gonggong Nathania dengan panik.

"Nah! Dengan begini Nathania jadi lebih mirip anak anjing!" Ujar Jack dengan senang.

"Imutnya!" Ujar Claire sambil mempererat pelukannya ke Nathania.

"Kaiiinnggggg! (Seeesssaaakkk!)"

"Maaf, Nia-Chan..." Ujar Claire sambil memperlembut pelukannya.

"Kainggg kainngg kainggg ( Tidak apa-apa, Claire-Chan)" Gonggong Nathania pasrah.

"Baiklah... Sekarang kita mau kepertaniankan, Claire!?" Tanya Jack sambil melirik Claire.

"Ya iyalah!" Balas Claire dengan semangat.

"Tapi dimana pertanian itu!?" Tanya Jack lagi.

"Hmm... Aku nggak tau... Hehehe.." Ujar Claire sambil tertawa sendiri.

"Sudah kuduga..." Ujar Jack pasrah.

"Kainggg!? (Bagaimana ini!?)" Gonggong Nathania dengan panik

"Ah.. Aku tau! Berikan Nathania padaku, Claire!" Ujar Jack yang kelihatannya mendapatkan ide.

"Untuk apa!? Ujar Claire sambil menyerahkan Nathania dengan ragu-ragu.

"Sudahlah, tenang saja." Ujar Jack dengan tenang dan mengambil Nathania dari tangan Claire dengan santai.

"Aku butuh bantuanmu, Nathania.." Ujar Jack sambil menatap Nathania lekat-lekat.

"Kaaaingg! Kaiinggg! (Tidakkk! Tolong aku!)" Gonggong Nathania berusaha melepaskan diri dari Jack karena ia melihat di masa depannya ia akan dirubah Jack menjadi sesuatu yang lain.

"Jadi burung!"

#Cringggg!

Sekarang Nathania berubah menjadi seekor burung gereja.

"Cciippp (Terlambat lagi...)" Kicau Nathania.

"Nathania! Jack, Kenapa kau ubah Nathania jadi burung!?" Ujar Claire dengan sangat sibuk.

"Sudahlah. Nathania! Sekarang pergilah dan cari dimana pertanian itu berada!" Teriak Jack.

"Ciippppp (Baiklah...)" Kicau Nathania dengan pasrah lalu ia mulai mengepakkan sayapnya dan terbang menembus awan.

-30 Menit Kemudian-

"Cipppp!(Aku kembali!)" Kicau Nathania dengan sangat gembira.

"Jadi ketemu tidak!?" Ujar Jack gembira.

"Cippp! Cipp cippp (Ketemu! Aku tunjukkan arahnya yah)" Kicau Nathania sambil terbang.

Mereka pun mengikuti arah terbangnya Nathania. Setelah beberapa menit mereka berjalan mengikuti Nathania, akhirnya mereka sampai.

"Wahhh... Pertanian yang agak berantakan yah.." Ujar Claire kaget karena ia pikir pertaniannya akan sangat rapi.

"Heeiii... Itu mah bukan agak lagi tapi sangat tau!" Ujar Jack membenarkan kata Claire.

"Hai... Apakah kalian adalah turis!?" Ujar seseorang dari belakang mereka.

Mereka segera menoleh kebelakan dan mencari arah suara itu.

"Siapa disitu!?" Ujar Jack bingung.

"Nggak ada orang tuh! Kita dikerjain yah!?" Ujar Claire dengan kesal.

"Cippp! Cippp cippp! (Woeee! Kamu lihat bawah dulu!)" Kicau Nathania nggak karuan.

"Uwwwaaa!" Teriak Claire dan Jack kaget saat melihat kearah bawah.

"Apakah kalian yang membeli pertanian ini!?" Ujar seorang laki-laki pendek dan bulat yang memakai baju dan topi yang berwarna merah bata.

"I..iya..." Ujar Jack yang sudah mulai tenang.

"Jadi kalian... Baiklah.. Perkenalkan, namaku Thomas. Aku adalah Walikota di kota ini." Ujar Thomas memperkenalkan diri.

"Salam kenal, Mayor Thomas. Namaku Jack dan ini saudara kembarku, Claire." Ujar Jack memperkenalkan diri.

"Salam kenal, Mayor Thomas." Ujar Claire sambil tersenyum ramah.

"Baiklah.. Sebagai Walikota dikota ini, saya akan membantu kalian semampu saya... Jadi selamat berusaha dalam mengolah pertanian ini!" Ujar Thomas dengan semangat.

"Iya, Mohon bantuannya yah..." Ujar Claire dan Jack dengan serempak.

"Iya... Baiklah sebagai pemula.. Apa yang akan kalian lakukan sekarang!?"

"Hm.. Apa yah?" Ujar Jack sambil melirik Claire.

'Rumah ini berdebu banget... Ini pasti perlu waktu seharian nih..' Jack membaca pikiran Claire.

"Maaf.. Kami mau mengurus rumah itu dulu." Ujar Jack sambil menunjuk rumah yang debunya sangat tebal.

"Baiklah.. Kalau begitu sampai jumpa besok.. Dan semoga berhasil!" Ujar Thomas sambil berjalan pergi dari pertanian mereka.

"Terima kasih, Jack!" Ujar Claire senang.

"Cipp cippp!? (Terima kasih kenapa!?)"

"Jack... Lebih baik kau ubah Nia-Chan jadi anjing aja deh.. Aku benci dengan suara kicauannya."

"Ok!" Ujar Jack mengacungkan jempol.

"Jadi Anjing!"

#Cringgg!

Dan lagi-lagi Nathania berubah menjadi anjing.

"Kaaiingggg (Aku jadi anjing lagi...)" Gonggong Nathania makin pasrah.

"Maaf yah, Nathania.. Habis kamu panggil Claire Tuan Putri mulu! Aku kan jadi pusing." Ujar Jack alay.

"Alay loee! Udah ah, aku mau urus tuh rumah yang super berdebu itu!" Ujar Claire sambil berlari kearah rumah itu.

"Tunggu aku!" Ujar Jack sambil menarik koper.

"Hmmm... Menarik sekali.. Ada seorang gadis manis berserta kedua saudaranya yang mempunyai magic... Ini akan jadi kabar baik bagi dia... Heehehehe.." Bisik seseorang dari belakang semak sambil terus mengawasi mereka.

"Baiklah.. Aku harus memberitahu hal ini pada Tuan..." Ujarnya lagi sambil tersenyum keji lalu ia menghilang..

-To Be Continue-

Claire : Woee, Author!

Apa!? (Nggak tertarik)

Claire : Itu siapa yang ngomong!?

Mene ku tehek!

Claire : Masak loe yang buat nih cerita nggak tau! Dasar Author sedeng!

Bisa nggak berhenti manggil aku author..

Claire : Kayaknya nggak bisa deh...

Jack : Haaiii, Shiori-Chan! Oh ada loe yah, Claire...

Claire : Kayak gitu amat panggil gue... (Sirik)

Jack : Emang gue harus manggil loe kayak mana lagi!?

Claire : (Ngambek)

Jack : Shiori-Chan!? Kenapa Claire ngambek!?

Kelihatannya dia suka loe deh..

Claire : JANGAN SEMBARANGAN! KAMI INI KAN KEMBARAN! BAKA AUTHOR! (Teriak sambil blushing)

Lalu kenapa loe blushing!? LALU BISA NGGAK BERHENTI MANGGIL AKU AUTHOR!

Claire : NGGAK!

LOE INI BIKIN ORANG KESEL AJA!

Claire : LOE JUGA SAMA!

Jack : UDAH DARIPADA KALIAN ADU MULUT MULUK MENDING KALIAN BERDUA BERANTEM AJA! (Emosi tingkat tinggi dan sudah tidak bisa ditahan lagi)

Claire dan Author : Ayo! (Mulai berantem)

Popuri : Hai, Kak Jack!

Jack : Hai, Popuri... (Emosi mulai terkendali)

Popuri : Kenapa dengan kak Claire dan Shiori-Chan!?

Jack : Berantem... Udahlah.. Gue tutup nih ceritanya yah.. Terima kasih sudah mau baca nih cerita..

Popuri : Mohon reviewnya yah!

Jack dan Popuri : Jaaa~ (Popuri dan Jack menghilang karena magic teleport Jack)