~~…PERHAPS YOU…~~
.
.
KYUMIN
Slight. JungMin
EunHae
And Other…
Rate : T to M
Genre : Crime, Hurt/Comfort, Romance
Disclimer : Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun milik Tuhan YME, keluarga mereka dan milik diri mereka sendiri, namun mereka saling memiliki. dan FF abal ini murni 100% Milik saya…
- WARNING! YAOI, OOC, Abal, GAJE, EYD amburadul dan Typo dimana-mana
-review di tunggu!-
Don't Like? Don't Read…!
Don't COPAS… !
.
.
Happy Reading…. ^^
.
.
Chapter 2
.
.
"Aah.. dia Tunanganku. Namanya Kim Jungmo." Sungmin mengenalkan Jungmo yang kini tengah menggandeng tangannya pada Namja tampan tersebut.
"Ne.. namaku.. Kyuhyun Jo." ucap Namja tampan yang ternyata bernama Kyuhyun itu menjabat tangan Sungmin dan Jungmo bergantian.
.
.
.
"Kyuhyun Jo.." Jungmo mengerutkan keningnya sedikit berpikir. "Ommo! apakah mungkin anda putra Tuan Yeunghwan Jo?"
namja tampan yang bernama Kyuhyun itu hanya menjawab pertanyaan Jungmo dengan senyum simpulnya.
"Aigoo… kenapa tak memberitahu kami sejak awal. Kapan anda datang ke Korea? Mohon maaf kami tak bisa menjemput anda di Airport" Sungmin menatap Jungmo bingung. "Beliau ini utusan dari hotel Mirracle AS, yang akan bekerjasama dengan hotel kita Chagi.." menyadari kepenasaran namja manis disampingnya, Jungmo memberikan jawaban yang bisa cepat dimengerti oleh kekasih manisnya itu.
"Tak apa. lagipula saya tidak enak jika harus merepotkan." Ucap Kyuhyun ramah. Sungmin kembali mengalihkan fokusnya pada namja tampan yang masih berdiri dihadapannya kikuk. Ada sedikit penyesalan dalam hatinya, dia menyesali tindakan bodohnya yang menangis dihadapan orang penting untuk hotel keluarganya itu.
"Mari kita bekerjasama Kyuhyun Jo-ssi, semoga anda betah bekerja sama dengan hotel kami." Jungmo kembali berucap sambil menyodorkan tangan kanannya yang disambut hangat oleh orang yang dimaksud. "Bantu saya juga. Kim Jungmo-ssi.."
.
"Chagi, semua orang menunggumu di bawah" Jungmo menatap Sungmin sejenak, sebelum berucap kembali pada Kyuhyun. "Oh.. mohon maaf, anda datang kemari di saat hotel sedang benar-benar sibuk"
"Justru saya senang, ternyata hari ini bertepatan dengan ulang tahun hotel kalian. Chukkaehamnida.."
"Kamsahamnida." Balas Jungmo, kemudian kembali berucap. "Dan bertepatan dengan ulang tahun tunangan saya juga " lanjut Jungmo sambil merangkul bahu Sungmin sayang.
"Oh benar. tadi saya sempat melihatnya di pesta. Saengil chukaehamnida Lee Sungmin-ssi "
"Kamsahamnida…"
"Kalau begitu, mari kita kebawah. Silahkan nikmati pestanya Kyuhyun Jo-ssi." ajak Jungmo yang di angguki oleh Sungmin dan juga Kyuhyun.
.
.
.
.
"Abbeonim, beliau putra tuan Yeunghwan Jo.. Kyuhyun Jo " Jungmo mengenalkan Kyuhyun pada Lee Kangin. Ayah Sungmin yang baru saja menyelesaikan sesi wawancaranya bersama para wartawan.
"Aigooo… ternyata benar apa kata Ayahmu. Kau sangat tampan" Puji Kangin sedikit berlebihan.
"Kamsahamnida.." Kyuhyun sedikit menundukan kepalanya Sopan berterimakasih pada Namja berwibawa dihadapannya.
"Bagaimana kabar Ayahmu? Kudengar hotel kalian makin berkembang pesat" Lanjut Kangin.
"Anda terlalu memuji. Daddy, beliau baik. Beliau juga menitipkan salam untuk Anda"
"Begitukah? Aah.. sampaikan salamku juga untuknya. Mari bekerja sama Kyuhyun Jo-ssi, semoga betah bekerja di hotel kami."
"Ne… mohon bantuannya juga Tuan Lee."
.
Merekapun tenggelam dalam pembicaraan tentang ini dan itu mengenai masalah perhotelan, sampai Jungmo meminta maaf karena harus terpaksa menyela pembicaraan mereka.
"Mohon maaf sebelumnya. Abbeonim, tamu dari Jepang telah tiba."
"Oh.. Kyuhyun-ssi, maaf sekali kami harus pergi." Kangin menatap namja yang jauh lebih muda darinya itu sedikit menyesal. "Silahkan nikmati hidangannya, meskipun tak seberapa" Lanjutnya sedikit merendah.
"Baiklah.. sampai jumpa nanti Tuan Lee."
Setelah anggukan dari Kangin, akhirnya Kyuhyun hanya bisa menatap punggung sang Presdir sekaligus pemilik hotel tersebut yang semakin menghilang dari jarak pandangnya.
Kyuhyun kembali mengalihkan pandangannya kesekeliling, pesta sudah mulai sepi, para tamu yang sebelumnya memeriahkan pesta itu satu persatu mulai meninggalkan ruangan pesta dan melanjutkan aktifitas pribadi mereka masing-masing.
.
.
.
Sungmin memasukan gadget hitam miliknya pada saku celana, beberapa detik yang lalu Jungmo menelpon dan berpamitan karena harus pergi bersama Kangin.
Kedua Foxy bening itu menangkap siluet Kyuhyun di depannya, diapun menghampiri namja tampan tersebut. "Kyuhyun Jo-ssi, anda menyukai hidangannya?" sapa Sungmin sambil menyodorkan segelas wine kehadapan Kyuhyun.
"Gomapta.." Kyuhyun menerima gelas yang berisi wine dari Sungmin. "Tentu. saya menikmatinya, pestanya sangat meriah" Lanjut Kyuhyun antusias.
1 detik..
2 detik..
sampai 5 detik kemudian Kyuhyun sedikit mengernyit melihat perubahan ekspresi air muka Sungmin.
"Apakah saya mengatakan hal yang salah?" Tanya Kyuhyun bingung.
"Oh tidak, bukan begitu. Anda benar, pestanya sangat meriah. Hanya saja…" Kyuhyun diam menunggu Sungmin menyelesaikan perkataanya. "Aku tak menyukai pesta meriah ini." Sungmin menundukan kepala perih.
"Ne?"
"Aah.. animida, sepertinya saya terlalu banyak minum hingga berbicara tak jelas. Mianhamnida…"
Demi apa, Sungmin merutuki dirinya saat ini. Apa yang dia pikirkan sehingga dia berbicara seperti itu pada seseorang yang baru dikenalnya? Dia seperti melupakan fakta bahwa Kyuhyun adalah orang penting untuk hotelnya.
Sebelumnya dia tak pernah sekalipun membicarakan ketidak sukaannya mengenai pesta ulang tahun pada siapapun, bahkan pada Jungmo tunangannya sekalipun. Namun, pada namja tampan yang kini berdiri menatap bingung di depannya, namja yang baru beberapa puluh menit yang lalu dikenalnya, Sungmin seolah merasa nyaman mengatakan itu. Entahlah, saat pertama kali mereka bertemu diatap gedung, Sungmin sudah merasa nyaman berbicara padanya. Bahkan menangis dihadapannya yang tak pernah Sungmin lakukan dihadapan siapapun. kecuali seseorang yang tinggal bersamanya.
.
"Detective Lee…" Seorang namja tinggi menghampiri mereka dan dapat sedikit mencairkan suasana yang sedikit kaku.
"Aah.. Hyung… "
"Dia siapa Min?" Namja yang baru bergabung tersebut melihat Kyuhyun dan Sungmin bergantian.
"Oh, beliau utusan dari hotel Mirracle yang akan bekerja sama dengan hotel Appa. Hyung. "
"Begitukah? Mianhamnida, saya kurang sopan. Saya Jung Yunho" Yunho mengenalkan diri dan mengulurkan tangannya pada Kyuhyun.
"Saya Kyuhyun Jo. senang berkenalan dengan anda" Kyuhyun membalas uluran tangan Yunho dengan memamerkan Senyum hangatnya.
"Baiklah Sungmin-ah, aku harus pergi sekarang. kasusku yang kemarin belum selesai."
"Kasus tentang pembunuhan berantai itu Hyung? Apa kau perlu bantuan?"
"Tidak usah. Kau nikmati saja pestanya. Ah.. besok hari libur bukan? sampai bertemu hari senin nanti Detective Lee." yunho yang sudah seperti kakak bagi Sungmin mengacak halus surai pirang Sungmin sebelum akhirnya kembali meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin berdua.
.
"Detective Lee? Oh aku tak menyangka kau seorang Detective. Sungmin-ssi" Kyuhyun menatap Sungmin tak percaya. Kyuhyun sudah sedikit santai berbicara dengan Sungmin. Bahkan Kyuhyun tak seformal Sungmin saat mereka berkomunikasi.
"Aku kira kau CEO di hotel ini" lanjut Kyuhyun masih menatap Sungmin antara kagum dan penasaran.
"Semua orang pasti akan berpikiran hal yang sama mengingat Appa yang seorang Presdir di hotel ini. Namun saya tidak tertarik dengan dunia bisnis. Saya ingin sesuatu yang menantang" ucap Sungmin. 'dan aku ingin mencari kebenaran atas semua yang terjadi dimasa lalu' lanjut Sungmin dalam hati.
"Aku salut."
"Kamsahamnida.."
"Oh ya, Sungmin-ssi. jangan terlalu formal begitu.." Kyuhyun memberi jeda pada ucapannya dan melihat Sungmin yang kontan menatapnya tak mengerti.
"Kuperhatikan, di tengah-tengah kue tart tadi ada lilin angka 27. Sepertinya itu usiamu?" Sungmin mengangguk untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun. "Usia kita tidak jauh berbeda. Jadi tak usah terlalu formal. " lanjut Kyuhyun kemudian.
"Eh? Jeongmalyo?" Sungmin mengerutkan kening memperhatikan Kyuhyun dari atas sampai bawah.
"Waeo? Apakah aku terlihat begitu tua?"
"Animida…" Sungmin mengibaskan kedua tangnnya kikuk. Jujur dia memang mengira Kyuhyun lebih tua darinya. Yaa bukan tua seperti ahjussi-ahjussi, hanya saja Sungmin mengira Kyuhyun lebih tua 3 atau 4 tahun darinya. Tak pernah terpikir bahwa usia mereka tak jauh berbeda.
.
.
"Hyuuung…." teriakan girang namja yang memiliki daya tarik karena gummy smilenya itu menginterupsi obrolan mereka. dengan riang, dia berjalan menghampiri tempat dimana Kyuhyun dan juga Sungmin berdiri saat ini.
Sejenak, pandangannya tertuju pada sosok tampan yang tengah memandangnya. Dan untuk beberapa saat pandangan mereka bertemu.
"Waeo Hyukkie-ya?" Perkataan Sungmin memutus kontak kedua Orbs tersebut.
"Aah.. Hyung, Mianhae. Aku harus pergi sekarang. Si ikan itu mengajakku kencan" bisiknya malu dengan pipi putih mulusnya sedikit bersemu.
"Chagia, kau lama sekali.." satu lagi namja yang, ekhem.. sedikit pendek namun memiliki paras tampan luar biasa bergabung dengan mereka.
"Yyaa! Kalian ini.." Sungmin memukul sayang pundak namja yang baru tiba dengan tawa tertahan. Dia sedikit tak enak pada Kyuhyun yang masih berdiri mengamati mereka.
.
"Baiklah, kami berangkat hyung.." pamit mereka akhirnya. Mereka berdua membungkukan badan kearah Kyuhyun sopan. Meskipun mereka tak sempat berkenalan dengan namja asing itu, mereka tau bagaimana bersikap. Apalagi mereka yakin, bahwa namja yang kini tengah bersama Sungmin itu lebih tua dari mereka.
.
Kyuhyun memandang kepergian mereka dengan senyum simpul terulas dibibirnya kala melihat namja bergummy smile tadi kini bergelayut manja pada lengan namja disampingnya. Meskipun hanya memandang punggung mereka yang semakin menjauh, namun Kyuhyun yakin kedua namja yang lebih muda darinya itu tengah tersenyum bahagia.
"Mianhamnida, Kyuhyun-ssi. mereka memang sedikit nakal." Kyuhyun mengalihkan pandangannya dan kembali menatap lawan bicaranya. "Oh tidak apa Sungmin-ssi, mereka menggemaskan. Siapa mereka?"
"Itu Nae Dongsaeng, Hyukjae. Dan kekasihnya Donghae."
"Aah.. kau mempunyai Dongsaeng rupanya?"
"Ne.. dia manis bukan?"
"Tentu. Sangat manis"
Kyuhyun tersenyum lega. Merekapun akhirnya melanjutkan pembicaraan tentang segala hal. Sungmin sudah tak seformal seperti sebelumnya.
Mungkin karena usia mereka yang tak jauh berbeda, Sungmin maupun Kyuhyun bisa dengan cepat mengakrabkan diri satu sama lain.
.
Hari semakin larut..
Dan perbincangan mereka harus berakhir kala Sungmin mohon undur diri dan memutuskan untuk pulang, meninggalkan pesta yang telah usai tersebut.
.
.
.
Kyuhyun berjalan menyeret 2 Koper besar di pelataran parkir gedung Apartment megah yang terletak di tengah kota Seoul. Setelah memasukan kunci mobil -yang baru diterimanya pagi tadi- kedalam saku celana jeansnya, Kyuhyun melanjutkan langkahnya menuju lift yang berada disebelah selatan pelataran parkir gedung tersebut.
Drrrtt,,,,Drrrttt,,,,
Langkahnya terhenti sebentar kala getaran ponsel di saku kemejanya bergetar tak sabaran. Setelah melihat ID pemanggil yang terpampang dilayar ponselnya, Kyuhyun menempelkan gadget hitam itu pada telinga sebelah kirinya.
"Hallo Daddy…" ucapnya kala line telepon itu telah tersambung.
"Oh.. Anakku.. maaf daddy baru menghubungimu. Bagaimana kabarmu disana?"
"Baik. Aku baru akan menuju Apartmentku Dadd.. "
"Baguslah. kau baik-baik di sana.. ingat anakku.. ini bisnis besar kita, baik-baiklah bekerja disana"
"Oke. tenang saja Dadd.. percayakan semuanya padaku."
PIP… Sambungan terputus, Kyuhyun melanjutkan langkahnya menuju lift yang pintunya telah terbuka.
.
"Kyuhyun-ssi?" langkah Kyuhyun sontak kembali terhenti kala indra pendengarannya menangkap jelas suara yang sangat dikenalinya tersebut.
Kyuhyun menoleh, dan benar saja. Namja manis itu kini berdiri dibelakangnya.
"Sungmin-ssi? Apa yang…."
"Kau tinggal disini?" pertanyaan Sungmin memotong perkataan Kyuhyun sebelumnya. Manic foxy bening itu meneliti 2 koper besar yang tadi diseret Kyuhyun.
"Ne.. dan Kau?"
"Kebetulan sekali. Aku juga tinggal disini."
Kyuhyun memandang Sungmin heran. "Kau tinggal disini?"
"Emm.. Kenapa? Apa kau ingin menanyakan kenapa aku tidak tinggal dirumah sendiri?" Kyuhyun tersenyum. Memang itu yang akan dia tanyakan selanjutnya.
"Ini lebih dekat dengan tempat kerjaku. Jadi aku memutuskan untuk pindah kemari."
"Oh begitu?" Kyuhyun memutuskan untuk tak bertanya lagi. Meskipun dia yakin ada alasan lain kenapa Sungmin memilih tinggal di Apartment bukan dirumahnya. dan seketika senyum terukir dibibir tebalnya. entah kenapa mengetahui mereka akan tinggal dalam gedung Apartment yang sama, membuat Kyuhyun sedikit senang. Mungkinkah…?
.
"Mmm.. Kyuhyun-ssi, kenapa tak tinggal di hotel kami saja?"
"Aaah.. Aku tak enak kalau harus tinggal disana. Kau tinggal di lantai berapa Sungmin-ssi?" mereka masuk lift bersama dan jemari Kyuhyun siap menekan tombol angka didalamnya.
"Lantai 15."
"Jinjja? Sepertinya sama." Kyuhyun menekan tombol angka 15. Sedikit mengernyit. Apakah ini hanya kebetulan?
.
.
.
TING….
Pintu lift terbuka. Sungmin membantu Kyuhyun yang sedikit kewalahan karena membawa dua koper besar.
"Yyaaa! Kenapa lama Se- ommona! " Kyuhyun menyenggol lengan seorang namja yang baru saja berteriak tak jelas dan menghampiri mereka.
"Aa..aahh.. Nu.. gu?" namja -yang Sungmin yakini kenalan atau teman Kyuhyun- itu menatap Kyuhyun, sementara jari telunjuknya sedikit menunjuk kearah Sungmin.
"Oh. Sungmin-ssi, kenalkan dia Changmin. Dia sekretaris, asisten sekaligus pembantuku" Canda Kyuhyun. bibir tipis Sungmin mengulas senyum simpul, ternyata seorang Kyuhyun Jo memiliki sifat humor juga. Pikirnya.
"Lee Sungmin imnida.."
"Changmin. Shim Changmin."
"Sungmin-ssi, kau tinggal di mana?" Kyuhyun mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru Apartment yang sangat asing baginya. Tentu saja. dia tak mengetahui apa-apa, Changmin yang mencarikannya Apartment untuk mereka.
Mereka? yah, Kyuhyun akan tinggal bersama Changmin selama di Korea.
"Di sebelah sana. No 137" Sungmin menunjuk Apartmentnya.
"Oh.. kami di sebelah sana. " Changmin menunjuk pintu Apartment yang tepat berhadapan dengan pintu Apartment Sungmin.
Berhadapan? Kebetulan lagi kah?
Meskipun berhadapan, namun jaraknya sedikit jauh. karena di tengah-tengah terdapat lingkaran besar terali besi yang bisa melihat kebawah gedung secara langsung. Jadi meskipun Apartment mereka berhadapan, mereka tetap harus berjalan melingkar sedikit jauh bila ingin berkunjung satu sama lain.
"Ini sangat kebetulan sekali. Baiklah, lain kali kalian berkunjunglah ke Apartmentku. " ucap Sungmin. lalu pamit untuk berjalan terlebih dahulu.
"Baik. Sungmin-ssi " angguk Kyuhyun dan Changmin hampir bersamaan.
.
Sepeninggalnya Sungmin, Kyuhyun menatap tajam namja disampinya. sedangkan Changmin, namja tersebut hanya tersenyum jahil, kemudian melangkah santai meninggalkan Kyuhyun dengan menyeret kedua koper Kyuhyun menuju kamar Apartment mereka.
.
.
.
.
"Yaa! Kenapa kau tak menjemputku. Eoh? " Kyuhyun menutup pintu dengan sebelah kakinya dan langsung menghampiri Changmin yang telah duduk santai di sofa yang terdapat di ruangan tengah Apartment tersebut. Kyuhyun berniat untuk mengadili Changmin, namun tatapannya langsung terpukau dengan isi Apartment mereka.
"Wooaahh.. kau tau juga seleraku" kedua Obsidiannya menjelajahi setiap sudut, dua kamar yang lumayan besar dengan dilengkapi kamar mandi dimasing-masing kamar, dapur yang lumayan luas beserta ruangan tengah yang tak kalah luas juga.
"Duduklah, kau seperti tak tahu aku saja. kau kira kita baru kenal kemarin sore? Kita sudah bersahabat lama. aku sudah pasti tahu apa yang kau inginkan." Changmin masih duduk santai sembari memperhatikan Kyuhyun yang kini mulai membuka satu persatu kamar di Apartment tersebut.
"Assa…! ini kamarku.." teriak Kyuhyun kala membuka kamar utama dengan ranjang king size yang dilengkapi dengan sebuah lemari pakaian yang cukup besar didalamnya.
"Kau suka Kyu? bagus bukan pilihanku?" Changmin mengikuti Kyuhyun masuk kedalam kamar utama.
"Sejak kapan kau menyiapkannya Changmin-ah, bukankah saat kita akan berangkat ke Korea kita belum menyiapkan apapun?" Kyuhyun mendudukan dirinya di atas kasur empuk dikamar tersebut, lalu beralih menatap Changmin.
"Apa kau lupa Kyu, seminggu yang lalu aku sudah terbang ke Korea."
"Aahh.. iya aku ingat, tapi bukankah kau bilang ada urusan penting? Bahkan kemarin kau tak bisa menjemputku."
"Aigoo… Kyuhyun Jo,apakah baru semalam kau tinggal di Korea sudah mengurangi kejeniusanmu? Eoh? " Kyuhyun melemparkan satu buah bantal kearah Changmin. Dan dengan tanggap Changmin dapat menangkap bantal empuk tersebut sebelum mengenai wajah tampannya. Diapun melangkahkan kakinya mendekati Kyuhyun dan ikut mendudukan diri di samping Kyuhyun.
"Kau pikir, apa gunanya benda canggih ini?" Changmin mengacungkan Ponsel di tangannya. "Aku tinggal menekan beberapa angka di dalam benda canggih ini, dan semuanya beres. Kalau mengenai Apartment, aku mengetahui ini adalah salah satu Apartment terbaik di Seoul. Dan kau tahu sendiri lah alasan utamanya.." Changmin mengedipkan mata jahil kearah sahabat tampan dihadapannya.
"Iya aku tau. Supaya kau bisa berdekatan dengan kekasihmu itu kan? Sudah kuduga! tempat tinggalnya di dekat sini? Atau bahkan di gedung Apartment ini?" Kyuhyun lagi-lagi menghadiahi Changmin dengan timpukan bantal empuk yang kali ini dengan telak dapat mengenai sasaran.
"Yyaa! Kau itu sepertinya senang sekali menyiksaku Tuan Jo.!" Umpat Changmin tanpa mengindahkan pertanyaan Kyuhyun barusan.
"Kau memang pantas mendapatkannya Tuan Shim!. Tapi… " Kyuhyun menatap Changmin dan menggantung ucapannya sesaat, kemudian melanjutkan. "Gomawo Changmin-ah.."
"Sudahlah Kyu, kau ini seperti pada siapa saja. aahh… kemarin malam kau menginap di hotel bukan? Apa kau sudah melihat-lihat hotel tempat kita bekerja? Bagaimana? "
"Baik. Semuanya baik. Tadi Daddy menelepon, katanya kita harus bekerja dengan baik disini."
Changmin hanya mengangguk-anggukan kepala menanggapi perkataan Kyuhyun. yah, mereka memang akan bekerja di hotel milik Ayah Sungmin mulai besok. Karena kedua hotel akan bekerja sama membangung sebuah proyek, maka Kyuhyun di tunjuk untuk bekerja di hotel yang akan bekerja sama dengan hotel ayahnya tersebut. Dan demi menjaga nama baik beserta kualitas kerja hotel ayah Kyuhyun di AS,mereka harus bekerja dengan baik di tempat itu.
.
.
.
Sungmin melepas kacamata bacanya dan meletakannya di sebelah laptop yang masih menyala dihadapannya. dia menggerakan kepala dan tangannya yang terasa kaku. Selama berjam-jam dia mempelajari semua berkas yang Donghae emailkan. Pekerjaannya selalu membuatnya lelah. Namun dia menyukainya. meskipun lelah dan banyak tantangan, justru itu sangat membantunya untuk mengalihkan semua perhatian dari kenangan masa lalu yang selalu menghantuinya.
Sejak awal, saat dia memutuskan untuk menjadi seorang Detective, dia sudah tahu baik buruknya pekerjaan tersebut. apalagi di saat dirinya harus memburu banyak penjahat. Memang, terkadang dia mengeluh atas pekerjaannya, namun saat dia mengingat kembali apa yang menjadi alasan utamanya untuk menjadi seorang Detective, dia kembali bersemangat menyingkirkan semua penat yang di pikulnya.
"Hyung, ini sudah malam. Kau harus istirahat." Namja manis sang pemilik gummy smile itu berdiri dibelakang Sungmin sambil memijat pelan bahu Sungmin berharap dapat sedikit membuat otot-otot namja manis bergigi kelinci tersebut rileks. - Aahh.. orang yang tinggal bersama Sungmin tak lain adalah Hyukjae.-
"Kau belum tidur Hyukkie?" Sungmin memejamkan mata menikmati pijatan lembut Hyukjae -yang lebih akrab di panggil Eunhyuk itu- pada bahunya.
"Mana bisa aku tidur sedangkan Hyung selalu bergadang setiap malam."
"Kau ini. Jangan selalu menungguku untuk tidur."
Sungmin menahan pijatan tangan Eunhyuk dan mengisyaratkan namja manis itu untuk duduk. Eunhyuk yang mengerti maksud Sungmin menghentikan pijatannya dan berjalan menuju ranjang Sungmin kemudian duduk di pinggirnya. Sungmin memutar kursi kerjanya dan langsung berhadapan dengan Eunhyuk.
"Kau tahu Hyukkie, banyak penjahat diluar sana yang harus aku tangkap."
"Tapi Hyung, kau selalu larut dalam pekerjaan. Aku takut kau sakit."
"Kau mengkhawatirkanku? Eoh?"
"Tentu saja. ku hyungku"
"Donghae juga seorang Detective, apa kau tak mengkhawatirkannya juga?" Sungmin sedikit menggoda sang adik yang mulat mengerucutkan bibirnya kesal.
"Dia bodoh! Selalu menyerahkan pekerjaan padamu. Lihatlah, bukankah itu email dari dia? Tck,,, selalu saja menyulitkan hyungku tercinta."
"Yaa! Kau ini! Itu memang tugas dia."
"Iya aku tahu hyung, dia bawahanmu. Bawahan yang selalu merepotkan atasannya."
"Ish,, tapi kau mencintainya bukan?" perkataan Sungmin tepat sasaran. Kedua pipi Eunhyuk kini merona merah. "Bukankah kau bilang, kau sangat menyukainya. apalagi saat dia sedang memakai seragam?" Sungmin makin menggoda adik manis dihadapannya.
"Yyaa! Kenapa kau malah menyudutkanku hyung? Sudahlah aku ingin tidur." Eunhyuk beranjak dari tempatnya duduk kemudian mulai melangkah meninggalkan Sungmin yang masih terkikik geli merasa puas telah menggoda adiknya.
"Hyung…" Eunhyuk yang telah berdiri di pintu kamar Sungmin menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Sungmin.
"Wae?"
"Aahh… ani. pokoknya jangan bergadang. Jaga kesehatanmu. Jaljja.. hyung." ucapnya kemudian benar-benar berlalu dari kamar tersebut meninggalkan Sungmin yang menatap pintu kamar yang telah tertutup dengan nanar. Sungmin mendongakan kepala dan mengerjapkan matanya beberapa kali guna mencegah kristal bening itu kembali menetes membasahi pipi Chubbynya.
.
.
.
.
Sungmin bergerak gelisah dalam tidurnya, wajah polosnya saat tertidur telah basah oleh keringat dingin. keningnya berkerut seolah menahan sakit. Bibirnya bergerak mengucapkan sesuatu tanpa suara. Air mata kembali mengalir walau kini matanya masih terpejam rapat. Dadanya sesak. Nafasnya sudah memburu.
.
.
"Ming…"
"Hmm?"
"Saranghae… Jeongmal Saranghae…"
"Nado.. Saranghaeyo…"
.
.
"Matikan TV. Jangan biarkan Sungmin menonton televisi sekarang!" Perintah Kangin kepada salah satu Maid yang berada di rumah mereka
"Kenapa aku tak boleh menonton tv?"
"Minnie.?!." Kangin hampir saja melompat saking kagetnya dengan kedatangan sang putra yang tiba-tiba.
"Appa.. kenapa pagi-pagi sudah berisik? Aku ingin menonton tv."
"Andwe.! jangan sekarang Chagi.."
"Wae, Appa? Ish…" Dengan kesal, Sungmin merebut remmote yang sedari tadi berada di tangan Shin Ahjumma –Maid tersayangnya-
"Tuan muda.. itu.."
Splassshhh…
Televisi dihadapan Sungmin menyala. Dan seketika menampilkan Hot News di pagi hari.
"Malam tadi, tepatnya pukul 22.30 Keluarga Cho ditemukan tewas di kediaman mereka. Polisi memperkirakan ini adalah kasus perampokan yang di sertai pembunuhan. Tuan dan Nyonya Cho, beserta Putra sulung mereka dikabarkan menjadi korban karena insiden tersebut-… "
Pembawa berita masih berbicara panjang lebar.
"Tuan.." sang Maid menatap Kangin dan Sungmin bergantian. Dia sangat takut apa yang selanjutnya akan terjadi pada sang anak majikan yang teramat disayanginya itu.
"Chagi… " Kangin pun ternyata mempunyai ketakutan yang sama dengan Maid mereka. perlahan Kangin mendekati Sungmin dengan tatapan pilu. Sangat menyakitkan.
Sungmin diam. Dia mematung di tempatnya. Tak ada tetesan bening yang Kangin perkirakan akan menghiasi pipi Chubby putra tersayangnya. Sungmin hanya berdiri di tempatnya dengan menatap kosong pada layar televisi yang masih menampilkan kilasan kejadian yang diberitakan oleh Pembawa berita tadi dihadapannya. dia tak bergerak, tak meneteskan air mata sedikitpun, tak ada isakan dari mulutnya. Mulutnya terkunci rapat.
Sampai akhirnya, hanya ada satu bisikan kata yang keluar dari bibir mungilnya yang bergetar.
"Gotjimmal(Bohong)!"
.
.
.
"Xiannieeeeeeeee… hosh… hosh… hosh… " dengan sekali hentak, kedua manic Foxy itu terbuka, dan tubuh mungil Sungmin bangun terduduk di atas kasurnya.
Itu bukan mimpi.. itu bukan mimpi.. itu kenyataan. Sebuah kenyataan pahit yang selalu menghantui tidurnya setiap malam. Kenyataan pahit yang selalu menjadi mimpi buruknya selama 17 Tahun ini.
.
.
"Hyung… !" Eunhyuk membuka pintu kamar Sungmin khawatir. saking kerasnya teriakan Sungmin, Eunhyuk yang tertidur di kamar sebelah sampai terbangun karena dapat mendengarnya.
Sungmin bergetar hebat di tempatnya, tubuhnya telah basah dengan keringat dingin. Air mata tak dapat dicegah untuk meluncur deras dari kedua Foxy indahnya. Eunhyuk dengan segera memeluk tubuh bergetar Sungmin, mengelus punggung sempit sang hyung dengan halus berharap dapat menenangkannya.
Sungmin masih bergetar dalam pelukan Eunhyuk, tangannya mencengkram kuat pada piama yang dipakai Eunhyuk. Eunhyuk memeluk Sungmin erat. Tanpa disadari matanya ikut memanas dan meluncurkan kristal bening dikedua pipi mulusnya. 'Kau bermimpi lagi hyung? Mimpi yang selama ini selalu menghantuimu.' monolognya dalam hati.
Eunhyuk menggigit kuat bibir bawahnya agar tak mengeluarkan isakan. Dia tak ingin membuat Sungmin semakin rapuh. dia ingin menguatkan Sungmin, walau dirinyapun sama rapuhnya dengan Sungmin.
.
.
.
Sementara itu di tempat lain..
"Tuan, kami berhasil menemukannya."
"Apa kau yakin?"
"Yah kami sangat yakin."
"Bagus! Kalian harus segera melenyapkannya sebelum dia mengacaukan semuanya."
.
.
.
_T.B.C_
.
.
.
*Chaaaa… Chapter 2 hadir. Bagaimana? Sudah sedikit membantu kebingungan kalian? Atau malah semakin membuat kalian bingung? Kkkk….
*Chapter awal kemarin memang sangat membingungkan. Sayyah saja bingung kenapa ng'post ff seperti itu. *Plaakkk…
*yang bertanya-tanya tentang KyuMin, mungkin di Chapter ini belum terjawab sepenuhnya.
*Yang bertanya siapa Presdir hotel? Disini sudah di jawab,Presdirnya Lee Kangin ayah Sungmin.
*Okke, di ff ini akan banyak Flashback. Mungkin di setiap Chapter ada Flashback.
Sengaja ff ini saya buat tiap Chapter terselip(?) Flashback. Supaya kasus dimasa lalu dapat terkuat sedikit demi sedikit. Dan kalian bisa menemukan jawabannya di setiap Chapter. #Tsaaaahhhh…
*Setelah ini, Thank You akan segera hadir.. paling lambat 2 atau 3 hari lagi deh.. #Jdeeerrrr#itu lama namanya...
*okke,, Kritik dan Saran yang membangun sangat di terima dengan lapang dada..
*Sekarang saatnya kalian suntik semangat nulis sayyah dengan nongkrong di kotak Review..
Review… ! Review… ! Review… !
Special Thankz To..
Love Kyumin 137, Zen Liu, MinXian137, S ELF137
Zahra amelia, Phia89, HeePumpkin137
GaemGyu137, Asih chokyuhyunmin, Lusiwonest
ISungyi, Chella-KMS, minnievil9ny tha
winecouple, sissy, Mincha, achy, fariny
5351, AoAoAoAoKM, cintakyumin137
minnie kyumin, bebek, ShinJiWoo920202
TifyTiffanyLee, Cho Min Hwa, coffeewie137
Kang Dong Jae, Akilla Mecca, kyumin pu
1307, nurrisyah khairani, abilhikmah, sandrimayy88,
Gomawo udah Review di Chapter sebelumnya.. ayo review lagi sebanyak-banyaknya…. ^^
Mian klo ada yang gx kesebut.. silahkan ingatkan sayyah.. dan Mian kalo ada kesalahan menulis Nama.. silahkan ingatkan sayyah juga. Kkkk,,,
Dan Gomawo buat yang sudah mem-Favoritkan dan mem-Follow ffnya.
*Mian For Typo. Karena sayyah Miss Typo. Kkk,,,
Akhir kata
Kamsahamnidaaaaaa….. ^^
*Lambai-Lambai Bareng Kyumin
_ Princess Kyumin137 _
