~~…PERHAPS YOU…~~

.

.

KYUMIN

Slight. JungMin

EunHae

And Other…

.

.

Rate : T to M

Genre : Hurt/Comfort, Crime, Romance

Disclimer : Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun milik Tuhan YME, keluarga mereka dan milik diri mereka sendiri, namun mereka saling memiliki. dan FF abal ini murni 100% Milik saya…!

- WARNING! YAOI, OOC, Abal, GAJE, EYD amburadul dan Typo dimana-mana

-review di tunggu!-

Don't Like? Don't Read…!

Don't COPAS… !

.

.

Happy Reading…. ^^

.

.

Chapter 3

.

.


Eunhyuk masih memeluk tubuh ringkih Sungmin erat. Dengan sekuat tenaga dia menahan isakan dari mulutnya. Dia tak ingin Sungmin mengetaui kalau dirinyapun menangis. Yah, dia menangis dalam diam.

Perlahan Sungmin mulai menggeliat memberi isyarat agar Eunhyuk melonggarkan pelukannya. Dan setelah dirasa tubuh Sungmin sudah tenang, pelukan Eunhyuk sedikit melonggar.

"Hyung, ada aku disini" ucapnya tanpa melepaskan sepenuhnya pelukan ditubuh Sungmin.

"Emm… Aku baik-baik saja Hyukkie-ya" kali ini Eunhyuk benar-benar melepas pelukannya. Kedua tangannya beralih menangkup pipi chubby Sungmin. Jemari putihnya menyeka air mata yang masih membasahi pipi mulus tersebut. Hatinya sakit melihat Sungmin seperti ini. Setiap tahun, setiap hari ulang tahunnya dan bahkan beberapa minggu setelah hari ulang tahunnya, namja cantik dihadapannya selalu seperti itu. Hanya dia yang tau. Meskipun Sungmin tak pernah terang-terangan menceritakan ke sakitannya, namun dia tau. Setiap tahun Sungmin selalu ambruk. Setiap tahun dia selalu mendapati tubuh hyungnya itu bergetar hebat menyebutkan satu nama yang selalu menyayat hati setiap mendengar cara Sungmin menyebutkan sebuah nama tersebut. Dan setiap tahun pula, dia selalu merasakan hal yang sama dengan Sungmin. Dan lagi-lagi di setiap tahun dia harus berpura-pura tegar dihadapan Sungmin. Hyung tercintanya.

"Hyung, aku menyayangimu. Kau tau?" Eunhyuk menatap manic foxy yang kini sudah tak menyemburkan kristal bening dari dalamnya. Kedua foxy dihadapannya kini sudah kembali bersinar terang meskipun masih terlihat jelas bengkak akibat tangis beberapa saat lalu. Namun itu sudah membuat Eunhyuk sedikit tenang. Itu berarti hyungnya telah tenang kembali.

"Arra Hyukkie. Dan akupun lebih menyayangimu." kedua sudut bibir Sungmin tertarik untuk memberikan sebuah senyuman hangat pada namja manis yang menatap khawatir dihadapannya.

"Gwaenchanna. Kau kembalilah ke kamarmu. Mianhae aku mengganggu tidurmu" Sungmin beralih mengelus surai halus sang adik dengan sayang. Terbersit penyesalan yang amat sangat dalam dihatinya. Tahun ini, kembali dia harus membuat sang adik khawatir. Dan Sungmin sadar, bahwa Eunhyuk pun sama rapuhnya dengan dirinya. Bahkan mungkin lebih rapuh.

"Kau yakin hyung? Kau baik-baik saja?"

"Emm.. tidurlah Hyukkie. Bukankah besok pagi kau harus berangkat ke rumah sakit?"

"Tapi hyung.." Sungmin menggenggam kedua tangan Eunhyuk yang masih mengelus pipi chubbynya

"Gwaenchanna…" melihat senyuman hangat Sungmin, Eunhyuk tak bisa membantah. kakak cantiknya itu memang sangat keras kepala. Sekali dia bilang baik, itu berarti baik. Tak bisa dibantah sama sekali.

Dengan masih khawatir, Eunhyuk terpaksa harus kembali kekamarnya. Dan Kembali meninggalkan Sungmin sendirian.


.

.

.


"Hae-ya.. Hikz…" sesampainya didalam kamar, Eunhyuk sudah tak bisa menahan isakannya. Kali ini semua perih yang sejak tadi dia tahan tumpah sudah. Dengan masih menempelkan gadget hitam di telinga kirinya, Eunhyuk terisak. Tangannya menekan dada kuat.

Sesak. itulah yang saat ini dia rasakan.

"Chagi.. Gwaenchanna? Apakah kau bermimpi lagi? Apakah aku perlu kesana sekarang?" Suara disebrang terdengar khawatir.

"Ani. Bukan aku. Tapi Sungmin hyung. Hikz.." Eunhyuk kembali menggingit bibir bawahnya menahan supaya isakannya tak terlalu keras terdengar, dia tak ingin Sungmin mendengarnya.

"Apakah tahun inipun seperti itu?"

"Ne. Aku.. hikz.. tak tahan. hikz.."

"Kau harus kuat chagi, ada aku disini. Aku selalu ada untukmu, kau mempunyai aku. Emm?"

"Tapi aku.. Hikz.."

"Ssstttt… Aku percaya kau kuat. Jangan membuat Sungmin hyung lebih sakit melihatmu seperti ini."

"….."

"Besok pagi aku akan menjemputmu. Sekarang kau tidur. Emm?"

"Hae-ya.."

"Kenapa chagi?"

"Aku merindukan mereka..hikz.."

"Aku juga sama. Tapi kita harus kuat. Kau harus yakin, mereka selalu mengawasi kita dari atas sana. Dan kau juga harus yakin, yang mereka inginkan itu kita selalu kuat dan bahagia."

"Tapi.. Hikz.."

"Ssttt.. Uljima chagi."

"Emm.."

"Tidurlah. Besok aku kesana menjemputmu."

PIP..

Sambungan terputus. Eunhyuk menyeka air mata yang lagi-lagi menerobos keluar dari orbs kelamnya.

"Aku tak tahan lagi. Xiannie hyung… Hikz…"

.

.

.

.

Kedua foxy bening itu kembali berair. Dia merutuki air mata yang tak pernah henti mengalir. Kapan saatnya itu akan berhenti? Dia bukan namja cengeng. Bahkan dikalangan para Detective dia yang paling di segani karena keberanian dan ketangguhannya. Namun siapa sangka, didalam kesendiriannya dia memikul beban yang sangat berat. Dia tak bisa terus berpura-pura semuanya baik. Dia rapuh, dia butuh sandaran. Dia butuh seseorang. Namun sekalipun dia memiliki Jungmo sebagai tunangannya, itu tak bisa membuatnya kembali berdiri dari keterpurukan. Bukan Jungmo yang dia butuhkan, bukan tunangannya. Egoiskah dia? Jahatkah dia? Dia hanya ingin seseorang yang dicintainya, seseorang yang masih menempati posisi terdalam dihatinya, yang tak akan pernah terganti oleh siapapun, sekalipun itu Jungmo. Dia menginginkannya, dia membutuhkannya, namun itu semua hanya mimpi. Mimpi yang mungkin tak akan pernah terwujud. Mimpi yang hanya akan terus menghantuinya sepanjang hidupnya. Mimpi yang tak pernah sekalipun dia angga sebagai mimpi ataupun kenangan indah. Mimpi yang terus menerus membuat dia melafalkan satu nama yang amat sangat dirindukannya, satu nama yang selalu membuat hatinya bergetar dan sakit setiap dia mengucapkannya, satu nama yang selalu ingin dia ucapkan meskipun sakit. Satu nama, hanya satu nama..

"Xiannie…" Sungmin memeluk erat pigura yang selalu di sembunyikannya dibawah bantal. Dua siluet namja belia yang tersenyum riang ke arah kamera. Dia merindukannya. ' Bisakah waktu kembali pada masa 17 tahun yang lalu?' kembali pertanyaan yang tak pernah terjawab itu dia lafalkan setiap tahunnya.

.

.

.

Seoul, 13 Juli 1997

"Saengil Chukkae untuk anak kalian" ucap namja yang mengenakan seragam polisi menepuk kedua bahu sahabatnya.

"Aah gomawo sudah menyempatkan datang kemari. Kau pasti sibuk Yesung-ah" ucap keduanya hampir bersamaan.

"Tenang saja, semua penjahat libur hari ini" sambung seseorang yang baru bergabung dengan mereka.

"Kau Junsu-ya."

"Kalian tau, sahabat kita yang satu ini akan naik jabatan" lanjut namja yang bernama Junsu itu sambil merangkul salah satu sahabatnya yang dipanggil Yesung tadi.

"Jinjja? Yaahh kenapa kau tak memberitau kami?" Cho Hangeng, namja yang saat ini tengah berbahagia karena ulang tahun putranya, ikut merangkul sahabat baiknya itu.

"Belum pasti. Dia hanya mengada-ada."

"Yyaa! kau akan menjadi kepala Polisi. Kenapa masih menyembunyikannya. Eoh?" Junsu masih asik menggoda sahabat Polisinya itu.

"Wuaah chukkae sungie-ya.." giliran Lee Kangin yang sama-sama tengah berbahagia dengan bertambahnya usia putra tersayangnya, merangkul sang sahabat erat.

"Oh iya, chukkae buat anak-anak kalian." ucap Junsu menepuk bahu Hangeng dan Kangin berbarengan.

"Sampai saat ini aku masih belum percaya. Dulu istri kalian bisa melahirkan di hari dan jam yang sama. Benar-benar anugrah luar biasa." Lanjutnya mengingat moment 10 tahun yang lalu dimana kedua namja belia yang saat ini tengah berulang tahun terlahir kedunia.

"Kamipun tak menyangka akan seperti itu. Padahal istriku mengandung Guixian lebih dahulu, 3 minggu sebelum Leeteuk mengandung Sungmin" Hangeng tersenyum bahagia mengingatnya. Kangin hanya ikut manggut-manggut kala mengingat itu. Raut wajahnya sedikit berubah setiap mengingat saat kelahiran putra tersayangnya, karena 2 minggu setelahnya, sang istri Leeteuk meninggal dunia akibat pendarahan.

"Aah.. Mianhae Kangin-ah, kami mengingatkanmu pada mendiang Leeteuk" Junsu yang melihat perubahan Kangin langsung merangkul bahu sahabatnya yang dibalas senyum tulus oleh Kangin.

.

"Yeobo, apa kau melihat anak-anak?" kedatangan Heechul berhasil sedikit mencairkan suasana yang mendadak hening tadi.

"Kemana lagi? Mereka pasti ada di atap gedung ini yeobo." jawab Hangeng pasti.

.

.

.

Di atap gedung hotel megah tersebut terlihat 3 namja belia dan 2 namja yang masih kanak-kanak duduk melingkar pada bangku kayu yang tersedia disana untuk melakukan ritual wajib mereka setiap tahunnya.

"Cha.. Saengil chukkae untuk kalin berdua." Ucap namja belia yang bernama Jungmo pada kedua sahabatnya yang berulang tahun.

"Gomawo Jungmo-ya. "

"Yya! Mana kado untuk kami?"

"Ck.. Kau ini. Apa yang ada dipikiranmu hanya kado Guixian-ah?" Jungmo menjitak halus kepala sahabatnya, Guixian. Yang duduk tepat di samping kanannya.

"Tentu saja setiap ulang tahun harus ada kado. Benarkan Ming?" Guixian mencari pembelaan pada namja manis yang duduk di sebelahnya.

"Aku tak berpikir begitu" jawab Sungmin cuek yang di hadiahi pelototan dari namja tampan yang saat ini tengah berulang tahun sama dengannya.

"Oke Stop! Jangan berdebat hal yang tak penting dihari ulang tahun kalian. Ini kado dariku" Jungmo meletakan kado di tengah-tengah lingkaran mereka.

"Gomawo Jungmo-ya, aku akan membukanya" Sungmin sekali lagi mengucapkan terimakasih dan langsung menarik pita yang terlipat rapi di atas kado tersebut. Sementara Guixian yang duduk di sampinya hanya menunggu Sungmin membukanya dan melihat apa isi kado tersebut.

"Wuaaahhh neomu yeppo " Sungmin mengambil syal pink yang ada di dalam kado tersebut lalu memberikan syal berwarna biru pada Guixian.

"Aah gomawo Jungmo-ya" ucap Guixian kemudian. Jungmo hanya tersenyum melihat mereka.

"Kalian suka?" tanyanya kemudian

"Emm.. Aku menyukainya. Ini benar-benar cantik" Sungmin melingkarkan syal pink itu di leher putihnya.

"Kau seperti yeoja yang mendapat hadiah dari kekasihnya Ming" Guixian melirik gemas Sungmin. Sementara Sungmin sukses mempoutkan bibirnya kesal saat mendengar ucapan Guixian barusan.

"Sudah.. Sudah.. Sekalang gililan kalian saling tukal kado" suara cadel namja balita, Eunhyuk. Mengalihkan perhatian mereka.

"Kau benar Hyukkie chagi." Jungmo mengusap kepala Eunhyuk sayang.

"Hyukkie, kapan kau bisa menyebut huruf rrrrrrr" Donghae yang duduk disebelah Eunhyuk mengolok anak manis itu sambil menyebutkan huruf 'R' dengan panjang.

"Aku masih belumul 5 tahun Hae-ya" rajuk Eunhyuk dengan memanyunkan bibirnya lucu.

"Sekarang aku 7 tahun. Saat usiaku 5 tahun, aku sudah bisa menyebut huruf 'R'" Donghae tak mau kalah mempermaikan Eunhyuk.

"Yya.. Yyaa.. kenapa kalian jadi bertengkar. Eoh?" Guixian yang gemas dengan kedua anak lucu itu langsung mengacak rambut keduanya yang dengan serempak melayangkan tatapan protes pada Guixian.

"Aah kenapa tidak kalian saja yang menyerahkan kado terlebih dahulu?" Sungmin merapihkan rambut kedua namja kecil yang di acak Guixian barusan.

"Mmmm… Kado kami spesial. Sekarang kalian saja dulu hyung." Donghae berpikir sebentar dan berniat membuat ketiga namja yang lebih tua dari mereka penasaran.

"Baiklah. Kalau begitu aku dulu." Sungmin merogoh saku celananya dan menyerahkan kado kecil kehadapan Guixian. "Ini untukmu Xiannie." Guixian mengambil alih kado kecil berwarna pink dari tangan Sungmin.

"Aku buka ne!" dengan sedikit penasaran akan isi kado kecil tersebut, Guixian membukanya perlahan. Dan saat kado telah terbuka, Guixian mengerutkan alisnya heran.

"Gantungan kunci?" Guixian mengambil gantungan kunci berbentuk kelinci imut dan mengangkatnya tinggi hingga sejajar dengan matanya.

"Kau suka?" Sungmin menangkupkan kedua tangan di pipi chubbynya menunggu reaksi Guixian selanjutnya.

"Apa kau membelinya di toko dekat sekolah kita Ming? Ini tak ada yang spesial" Guixian menyodorkan gantungan kunci tersebut tepat kehadapan Sungmin.

"Itu buatan tangan. Kau lihat baik-baik" Sungmin kembali mengerucutkan bibirnya kesal. Guixian benar-benar menyebalkan.

Dengan cepat Jungmo merebut gantungan kunci berbentuk kelinci tersebut dari tangan Guixian dan mengamatinya dengan teliti. "Aah ada inisial nama kalian diperut kelincinya. Persis seperti nama hotel ini." Ucap Jungmo menyodorkan kembali kelinci kecil imut itu pada Guixian. Guixian buru-buru mengambilnya dan melihat apa yang Jungmo katakan. Dan benar saja, di perut putih kelinci terdapat ukiran inisial mereka yang di rajut dengan apik oleh benang wol berwarna pink. "KM" ucap Guixian menatap Sungmin haru.

"Kau membuatnya sendiri Ming? Kau bilang tadi ini buatan tangan." Sungmin tersenyum manis menanggapi pertanyaan Guixian yang membuat hati Guixian berdebar tak karuan.

"Benarkah kau yang membuatnya Sungmin-ah?" Jungmo ikut bertanya yang di angguki kedua namja kecil yang mengerjap polos menunggu jawaban Sungmin. Sungmin makin tersenyum menatap mereka satu persatu hingga kini gigi kelincinya terlihat imut.

"Em.. Shin ahjumma yang membuatnya." ucap Sungmin kemudian yang sukses membuat ke empat namja dihadapannya menghela nafas kecewa.

"Sudah kuduga. Kau memang pabbo!" ucap Guixian yang lagi-lagi membuat bibir Shap-M Sungmin terpout lucu.

"Kau menyebalkan Xiannie! Oke, sekarang mana kadomu?" dengan masih mempoutkan bibirnya Sungmin menengadahkan kedua telapak tangannya di hadapan Guixian.

"Baiklah, tutup matamu Ming" perintah Guixian yang dengan senang hati di turuti oleh Sungmin. Kini bibir pouty itu telah digantikan dengan senyum merekah. Yah, meskipun namja tampan itu menyebalkan, namun dia adalah orang yang paling Sungmin sayangi selain ayahnya Lee Kangin.

Guixian tersenyum melihat mata rubah yang tertutup rapat dihadapannya. Tangannya mulai bergelirya mencari sesuatu di dalam saku kemejanya. Setelah menemukan apa yang dia cari, dia mengepalkan telapak tangan dan meletakannya di atas kedua tangan Sungmin yang masih menengadah di hadapannya. Sementara itu, Jungmo dan kedua namja kecil yang menyaksikan aksi Guixian seolah merasakan hal yang sama dengan Sungmin. Mereka menerka-nerka apa yang akan Guixian berikan.

"Sekarang buka matamu Ming" ucap Guixian dengan tangan yang masih mengepal di atas kedua tangan Sungmin. Dan saat Sungmin membuka matanya dengan hati-hati, namja tampan itupun membuka telapak tangannya perlahan. Tepat ketika mata rubah itu terbuka lebar, sesuatu terjuntai dari kepalan tangan Guixian yang tadi tertutup rapat.

Sebuah kalung. Yah, sebuah kalung berliontin kelinci yang Guixian berikan pada Sungmin.

"Xiannie, aku namja! kenapa kau memberiku kalung?" Sungmin yang telah sepenuhnya melihat kado Guixian heran dengan apa yang dia berikan.

"Wae? Tak ada yang melarang namja memakai kalung bukan?"

"Iya juga. Aah tapi sepertinya ini terlalu besar" Sungmin memperhatikan kalung yang kini tengah berada di tangannya.

"Aku sengaja. Karena aku ingin kau memakainya sampai kita dewasa nanti." Ucap Guixian memandang Sungmin lembut kemudian memakaikan kalung itu di leher Sungmin yang terbungkus syal pemberian Jungmo. Karena kalungnya besar, jadi Guixian tak perlu membuka pengait kalung tersebut, hanya memasukannya langsung lewat kepala.

"Lihat baik-baik kelinci kecilnya" Sungmin menyentuh liontin kelinci pada kalungya, foxy indahnya meneliti kelinci kecil itu dengan serius. Dan setelah dia menemukan apa maksud namja tampan dihadapannya, senyum di bibirnya merekah. Dia menatap namja tampan itu dengan haru.

"Xiannie, apa ini buatan tangan juga?" ucapnya polos yang di jawab dengan kikikan dari Guixian.

"Meskipun bukan aku yang membuatnya, semoga kau suka. Itu aku pesan satu bulan yang lalu"

Jungmo yang merasa penasaran, mencondongkan tubuhnya mendekati Sungmin dan melihat apa yang menjadi objek pembicaraan mereka. "Waahh.. Sama-sama inisial nama kalian. 'KM '"

"Kau benar Jungmo-ya. Bukankah kami ini sehati?" Guixian merangkul bahu Sungmin erat. Sementara Sungmin dengan malu-malu mencubit pinggang namja tampan -yang jujur selalu menggetarkan hatinya itu- kesal.

"Yya! di sini ada balita. Berhenti bersikap manis seperti itu" Jungmo mengehentikan aksi KyuMin yang sontak membuat keduanya menatap Jungmo beserta kedua namja kecil yang masih mengerjap polos dihadapan mereka.

"Aahh Hyukkie-ya, Hae-ya, sekarang giliran kalian memberikan kami kado" Sungmin mengusap halus kepala kedua namja kecil itu.

"Hyung, ini kado dariku" Donghae menyerahkan sebuah kado kehadapan Kyumin.

"Waah apa ya isinya?" Sungmin menggosok kedua telapak tangan siap membuka kado dari Donghae.

.

"Eh? Pistol?" Sungmin menatap Donghae heran. Guixian yang melihat keheranan Sungmin langsung melongokan kepalanya melihat isi dari kado Donghae untuk mereka.

"Ne.. Itu kado untuk kalian. Ini untuk Sungmin hyung" Donghae mengambil salah satu pistol mainan berwarna pink dan diserahkan pada Sungmin. "Dan ini untuk Guixian hyung" lanjutnya dengan menyerahkan pistol mainan yang satunya ketangan Guixian. Pistol mainan yang berwarna biru cerah.

"Kenapa kau memberi mereka pistol Hae-ya?" Tanya Jungmo yang sama herannya dengan Kyumin.

"Kelak,saat besar nanti aku ingin menjadi Detective." ucap Donghae pasti.

"Holeeeeee… Kita bisa main tembak-tembakan Hae-ya. Ciuww.. ciuwww.. " seru Eunhyuk sambil memainkan kedua tangannya seolah itu pistol yang sedang menembak kearah Donghae.

"Detective?" Tanya ketiga Nnamja yang lebih tua dari mereka serempak.

"Kenapa bukan menjadi polisi seperti ayahmu Hae-ya?" Tanya Sungmin kemudian.

"Eemmm… " Donghae menggelengkan kepala dengan telunjuk bergoyang-goyang. Lucu. "Detective lebih menantang. Dalam film-film aku melihat Detective mengintai penjahat dan menangkapnya" terang Donghae mengebu-gebu.

"Baiklah, kau harus menjadi Detective yang hebat Hae-ya. Tangkap para penjahat yang jahil. Arraseo?" Guixian mengacak rambut Donghae sayang.

"Pasti hyung" Donghae mengacungkan kedua jempolnya tinggi-tinggi.

"Good.. Sekarang, apa kado dari Uri Eunhyukie?" Guixian mengalihkan pandangannya pada namja imut di sebelah Donghae.

"Ini. Saengil chukkae, hyung." Eunhyuk menyerahkan kado dengan mata beningnya memandang Guixian dan Sungmin bergantian.

"Cha.. Apa ya isinya?" Sungmin yang memang setiap tahun bertugas membuka kado segera membuka kado dari Eunhyuk.

"Eh? Coklat?" kembali Sungmin diherankan dengan isi kado dari para namja yang lebih muda darinya itu.

"Dua potong coklat. Bisa kau jelaskan Hyukkie-ya?" Guixian mengambil satu batang coklat di dalam kado Eunhyuk. Eunhyuk memandang semua hyungnya kemudian berkata. "Coklat lasanya apa hyung?" tanyanya yang membuat semua yang ada disana mengerutkan kening tak mengerti .

"Tentu manis Hyukkie" jawab Guixian mencubit pipi mulus Eunhyuk.

"Kau benal hyung. Aku belhalap kalian beldua selalu manis sepelti coklat" ucap polos Eunhyuk yang sukses membuat mata ketiga namja yang lebih besar membulat sempurna. 'kenapa pemikiran anak usia 5 tahun bisa sedewasa itu?' pikir mereka bertiga.

"Siapa yang mengajarimu kata-kata seperti itu? Emm?" Sungmin yang gemas mencubit hidung mancung Eunhyuk.

"Tak ada yang mengajaliku" Eunhyuk kembali berucap polos.

"Kau memang pintar Hyukkie, tak seperti hyungmu yang satu ini" Guixian menunjuk Sungmin dengan ekor matanya mulai menabuh genderang perang. Dan benar saja bibir Shap-M itu telah terpout kembali. Namun sebelum Sugmin membalas perkataan Guixian, mereka dikejutkan dengan kejadian aneh bin ajaib.

Chuuup..

Donghae mengecup pipi Eunhyuk singkat yang membuat semua mata menatap Shock kearah dua namja kecil itu.

"Yaa! Hyuuung… Hae poppo Hyukkie" Eunhyuk merengek tak terima atas perlakkuan tiba-tiba Donghae. Sementara si pelaku hanya nyengir polos tanpa dosa.

"Adikku ternoda…"

Mereka bertiga tertawa yang membuat Eunhyuk makin menatap sinis Donghae. Tawa mereka makin nyaring kala kedua namja kecil itu kini saling mencubit pipi dan hidung satu sama lain.

.

"Anak-Anak…" aksi tawa mereka terhenti kala mendengar seruan dari 4 namja dewasa yang saat ini telah berdiri tak jauh dari mereka.

"Appaaaaa…" seru kelima anak itu berhamburan menghampiri ayah masing-masing.


.

.

.


"Tunggu sebentar!" Kyuhyun sedikit berlari menuju pintu lift yang akan tertutup.

Hup…

Dengan sedikit memiringkan tubuhnya akhirnya Kyuhyun berhasil masuk sebelum pintu itu benar-benar tertutup.

"Eh? Kyuhyun-ssi?" ucap namja manis yang merasa sedikit kaget dengan kehadiran Kyuhyun yang tiba-tiba menerobos masuk. -Dia tak menyadari kehadiran Kyuhyun karena asik dengan lamunannya-.

"Sungmin-ssi? Selamat pagi." dengan masih bergulat dengan dasinya Kyuhyun menoleh ke samping. Dimana namja manis tengah mengerjapkan foxy indahnya polos.

"Aah selamat pagi Kyuhyun-ssi, mulai bekerja hari ini?"

"Emm.. Ini hari pertamaku. Aku tak ingin membuat kesan yang jelek dihadapan ayahmu"

"Begitu ya. Mm.. itu…" dengan ragu Sungmin menunjuk dasi yang tak terpasang rapi beserta kerah kemeja Kyuhyun .

"Ouuh.. Aku terlalu terburu-buru." dengan senyum kikuk Kyuhyun menggaruk belakang kepalanya lalu kembali merapikan tampilannya.

"Perlu kubantu?" Sungmin yang melihat Kyuhyun sedikit kesusahan berinisiatif menawarkan bantuan.

"Tak usah merepotkan Sungmin-ssi"

"Aku tak kerepotan. Justru kau sepertinya yang kesusahan Kyuhyun-ssi, bolehkah?" Sungmin menunjuk arah dasi yang dipakai Kyuhyun meminta izin, Kyuhyun akhirnya mengangguk setuju kemudian menurunkan kedua tangannya yang sejak tadi sibuk di sekitaran lehernya. Dan kini digantikan dengan kedua tangan Sungmin yang terampil memasangkan dasi pada leher Kyuhyun dan merapikan kerah kemejanya.

Kyuhyun bukan namja bodoh yang tak bisa memakai dasi sendiri. Namun entah kenapa, jantungnya berdetak tak karuan saat bersama Sungmin hingga membuat dirinya sedikit salah tingkah dan malah bertindak bodoh. Salah memakai Dasi? Itu hal terbodoh yang pernah dialaminya.

Kyuhyun yang memang lebih tinggi dari Sungmin menundukan kepala menatap wajah serius dihadapannya. 'sangat manis' pikirnya. Untuk sesaat Kyuhyun mengagumi kecantikan paras Sungmin, obsidian kelamnya menelusuri setiap inci wajah Sungmin, mata bulat yang mengerjap indah, hidung bangir yang menawan. Pipi cubby seputih susu yang dia yakini sangat halus. Dan berakhir pada bibir Shap-M Sungmin yang sedikit terbuka. Dengan susah payah Kyuhyun meneguk salivanya. Bibir Pinkish itu sangat menggoda. Dia harus menahan diri untuk tak menempelkan bibir tebalnya pada permukaan bibir pinkish tersebut.

Setelah dirasa selesai, Sungmin mendongakan kepala bermaksud memberitau Kyuhyun. Namun apa yang didapatinya? Kedua Obsidian itu tengah menatapnya lekat. Dan tak ayal, manic foxy indahnya langsung tertuju pada obsidian kelam dihadapannya. Untuk beberapa detik mereka terdiam dalam posisi seperti itu. Tatapan dari obsidian Kyuhyun membuat hatinya tenang.

DEG…

Jantungnya tiba-tiba berdetak kencang. Sudah lama sekali Sungmin tak pernah merasakan hal seperti ini. Detak Jantungnya yang selalu berlebihan kala bersama Guixian-nya dulu, kini dia rasakan kembali. Namun pada Orang lain. Bahkan saat bersama Jungmo pun dia tak pernah merasakan desiran-desiran halus dijantungnya seperti ini.

Ini salah. Kyuhyun masih orang asing baginya. Ini sangat salah. Dengan susah payah Sungmin mengembalikan kesadarannya dan memutus kontak diantara mereka.

"A.. A.. Aku sudah selesai" Sungmin dengan salah tingkah menjauhkan diri dari Kyuhyun.

"Ekhem.. Gomawo Sungmin-ssi." dengan berusaha menormalkan suaranya Kyuhyunpun sama-sama menjadi salah tingkah.

.

Akhirnya mereka terdiam, suasana menjadi sedikit canggung. Baik Kyuhyun maupun Sungmin keduanya tengah berusaha sekuat tenaga menenangkan debaran jantungnya yang semakin lama semakin liar.

Sampai mereka berjalan menuju pelataran parkir Apartment, mereka masih saling diam. Hingga sebuah suara menginterupsi mereka.

"Hyuung.." keduanya menatap keasal suara. Eunhyuk, namja yang Kyuhyun yakini sebagai adik Sungmin bersama kekasihnya berjalan kearah mereka.

"Hyung, malam ini sepertinya aku menginap di rumah sakit, ada pelajaran tambahan dari Choi Uisanim."

"Baiklah, jangan lupa makan. Ne?"

Keduanya – Donghae,Eunhyuk – kembali menganggukan kepala kearah Kyuhyun seperti saat mereka pertama bertemu. Dan setelah itu pamit meninggalkan Kyuhyun beserta Sungmin yang harus kembali berdua.

"Adikmu tinggal disini juga?" Kyuhyun memecah kecanggungan mereka setelah melihat kedua sosok tadi berlaru dari hadapan mereka.

"Ne. Dia tinggal bersamaku"

Kyuhyun mengangguk kemudian tersenyum kearah Sungmin yang juga tengah memamerkan senyum kelincinya.

Keduanya terpisah menuju mobil masing-masing meninggalkan debaran yang masih terasa diantara keduanya.


.

.

.


Siang hari..

Jungmo mengajak Sungmin makan bersama. Jungmo banyak berbicara. Namun sepertinya Sungmin hanya terdiam mendengarkan dan menemani Jungmo makan siang.

"Sungmin-ah…" Sungmin terkesiap. Dengan segera dia memberikan senyum terbaiknya pada namja yang kini duduk dihadapannya.

"Kau bilang apa tadi. Jungmo-ya?" Jungmo kembali menghela nafas dalam.

"Aah tidak ada. Kau lanjutkan makan siangmu Sungmin-ah" ucapnya lembut.

Ada sedikit sakit dihatinya. Sakit yang selama ini dia tanggung sendiri. Dia sadar. Namja cantik yang selama ini dicintainya, yang saat ini bersetatus sebagai tunangannya, belum bisa membuka hati untuknya. Dia masih belum bisa menggantikan posisi seseorang dihati namja cantik-nya. Entah sampai kapan dia harus terus menunggu, menunggu cintanya terbalas. dan dia tak yakin, apakah cintanya akan benar-benar terbalas.

.

.

.

.

.

"Jeosohamnida Tuan, kami kehilangan jejaknya."

Braakkk…. !

Gebrakan keras pada meja terdengar nyaring di sudut ruangan kerja megah tersebut.

"BODOH! Apa yang kalian lakukan sebenarnya. Eoh? Menangkap satu tikus saja kalian tak becus!"

Ucapnya menatap kedua anak buah yang bergetar ketakutan dihadapannya dengan tatapan penuh amarah…


.

.

.

_T.B.C_

.

.

.


Halloooo #NongolDariKamarKyuMin

Chapter kemarin ada yang makin bingung, dan ada juga yang sudah mulai ngerti. okke.. ff ini memang tiap Chapternya bakalan ada Flashback. dan sayyah, ingin kalian menemukan jawabannya sendiri lewat flashback di tiap chapternya. ^^

Jadi, jangan anggap remeh Flashback yang menghiasi tiap chapternya. kkk,,,,

di chapter ini mungkin flashbacknya kepanjanga. tapi chapter2 depan gx bakalan sepanjang(?) di chapter ini ko.. ^^

* mengenai inisial Guixian dan Sungmin. kenapa sayyah pake "KM"? karena penulisan dan pelafalan K sama G di korea terkadang sama.

* sayyah sudah update. dan sekarang giliran para Readers yang menyuntik semangat sayyah dengan nongol di kotak review.. Okke… ^^

*dan di sini juga sayyah mau bilang..

*Pemirsaaaaaahhh… Jeongmal mianhae, sayyah gx bisa tulis siapa z yang udah review. di karenakan ffn sekarang sering error. yang udah review kadang sering gx masuk. jadi sayyah takut ada yg gx kesebut siapa z yang udah review. sering loh kasus seperti itu. dan sayyah benar2 minta maaf.

So, untuk menghindari hal itu kembali terjadi. begini lebih baik.

Pokoknya, buat semua yang udah review di Chapter kemarin jeongmal gomawooooooo…

saranghaeeeeeeeeeeeeeeeeeee… #KissHugSatu2

dan jangan lupa untuk Review lagi di chapter ini ya. biar sayyah semangat lanjutnya.. ^^

*Mian For Typo. Karena sayyah Miss Typo. Kkkkk,,,

Akhir kata

Kamsahamnidaaaaaa….. ^^

*Lambai-Lambai Bareng Kyumin

_ Princess Kyumin137 _