INNOCENT SUNGIE
.
.
Cast : Yesung, Kyuhyun, Siwon, Kangin, Heechul, Kibum And Other
.
.
Genre : Romance, Friendship, Family (Maybe)
.
.
Pairing : WonKyuBumSung/ KiSung/ KyuSung/ WonSung
.
.
Rate : Sekarang M (Gimana Nih? *Daddydeul : PUASAAA~*)
.
.
Chapter 4 : Wihslist /^.^\
.
.
Disc : Semua Cast Milik Tuhan, Kyu Milik Ye Begitu Juga Sebaliknya
.
.
Warn : Cerita Aneh Dan Absurt, Alur Tidak Dihitung Hingga Cepat Lebih Dari Kereta, Romance Bikin Muntah, Drama Gaje, Cast OOC, Humor Garing, Friendship Apaan
.
.
AN : Disarankan Baca Chapter Ini Malam Saja (T.T) Rate Sudah Berubah Seiring Berjalannya Cerita
.
Fic Request
Dari Anak KyuSung
Paling Innocent (Katanya XD)
A.K.A
Ucchan
.
.
Hari ini sesudah berbelanja bersama Yoona, Yuri, dan Sooyoung. Entah bagaimana caranya dirinya sudah duduk didepan cermin besar dikamar Yoona yang tak kalah besar dari kamar Kyuhyun.
Semua pakaian ditubuhnya lepas kecuali boxer berwarna pink-ungu bergambar wajah anjing.
"Yoongie-ya, aku keluar saja." Ucap Yesung merasa resah, terlebih tatapan penuh nafsu dari ketiga yeoja itu. Seolah senang sekali ingin membuatnya seperti yeoja.
"Tenang Oppa. Oppa'kan sudah janji mau aku apakan saja." Yoona menahan kedua bahu Yesung. Sementara Yuri mengoleskan segala macam alat make-up kewajah manis Yesung membuatnya terlihat semakin cantik.
Sementara Sooyoung sibuk memilih baju maid yang mana yang akan Yesung kenakan. Akhirnya ia memilih baju maid berwarna hitam-putih, dengan panjang kurang dari selutut, sebuah bando kelinci, dan sepatu high heel berwarna hitam.
Selesai dengan urusan wajah Yesung, kini Yuri mengoleskan lipgloss kebibir seksi Yesung.
"Sudah!" Seru Yuri seraya menjauh dari wajah Yesung, ditatapnya pantulan wajah Yesung dicermin. Mereka merasa puas, wajah Yesung terlihat beribu-ribu lebih manis, imut, dan cantik. Terlebih bulsh on tipis Yesung semakin memerah karena rona merah alami dipipi chubbynya.
"Yuri-ya, kau yakin ini tren dikalangan namja?" Yesung bertanya ragu sembari melirik Yoona, Yuri, dan Sooyoung. Ketiga fujoshi itu mengangguk menyakinkan Yesung.
"Sekarang pakai ini Oppa!" Sooyung menyerahkan baju maid berwarna hitam-putih yang sangat pendek jika dipakai Yesung tadi. Yesung menatapnya ragu, tapi ia menyukai baju ini karena menurutnya cantik dan lucu.
Yesung berfikir sejenak. Dan akhirnya ia pergi kekamar mandi, selesai memakai itu ia keluar lagi dan berjalan kearah tiga perempuan itu.
"Aku tidak yakin." Yesung berusaha menarik ujung baju itu agar lebih panjang sedikit, hasilnya sia-sia, baju itu terlihat lebih pendek daripada saat dipajang di manekin.
Bagian bahu Yesung terbuka, terpampanglah bahu putih, mulus tanpa lecet itu. Sementara bagian paha Yesung hanya tertutupi sekitar satu kilan, bahkan Yoona yakin jika Yesung mengambil benda jatuh dilantai maka pantat Yesung akan terlihat, dan bagian punggung Yesung terlihat sedikit karena baju itu ada bolongan disana.
"Yuri-ya, Youngie-ya, Yoongie-ah.. Kalian liat apa?" Mereka bertiga segera menggeleng, Yoona menatap paha Yesung, celana boxer Yesung masih terlihat dan itu jelas merusak pemandangan.
"Oppa. Lepas celana boxermu."
"Ungh!? Wae?" Yesung melirik pahanya sendiri. "Mengganggu kah?" Lanjut Yesung. Yuri mengangguk penuh semangat.
"Oppa pakai celana dalam'kan?" Wajah Yesung memerah sempurna sampai keleher dan kedua telinganya. Ketiga yeoja itu semakin bingung.
"Saat aku kesini aku yakin membawanya, tapi setelah aku mandi dan ingin berganti pakaian semua celana dalamku hilang. Dan aku tidak memakainya sekarang." Yoona menggaruk pipinya kesal, ia sudah tahu siapa dibelakang ini semua. Pasti Kyuhyun, sejak kemarin Yesung datang kerumah mereka, Yesung tidur dikamar Kyuhyun, dan siapa lagi pelakunya.
"Ha~ Baiklah, Oppa pakai celanaku saja." Kedua mata Sooyung dan Yuri membelalak menatap Yoona penuh tanda tanya. "Kau memikirkan apa? Aku banyak punya celana dan banyak yang belum aku pakai." Keduanya menghela napas lega. Dan beralih menatap Yesung.
"Apa tidak apa-apa?" Yesung bertanya ragu. Yoona mengangguk yakin, ia berjalan menuju lemari pakaiannya lalu mengambil celana dalam berwarna pink, syukurlah celana itu seperti celana laki-laki, dan Yesung bersedia memakainya. Lihatlah wajah Yesung, bukan lagi merah. Melainkan bodohnya tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Yesung kembali masuk kekamar mandi untuk memakainya. Lama mereka menunggu Yesung keluar, akhirnya namja manis itu keluar juga. Yesung terlihat lebih mengairahkan sekarang, wajah malu-malu memerah, dan memainkan ujung bajunya.
"Sekarang pakai ini Oppa!" Sooyoung menyerahkan sepatu high heel itu dedepan kaki Yesung, walau ragu tapi Yesung memakainya juga. Aigoo~ Kaki ramping dan panjang Yesung terlihat menggoda iman siapa saja. Bahkan ketiga yeoja ini merasa Yesung perempuan sedangkan mereka laki-laki, mereka kalah cantik.
"Ini juga." Yuri menyerahkan bando kelinci tadi. Setelah Yesung memakainya mereka bersorak mengatakan Yesung sangat imut. Rambut Yesung memang sedikit panjang, jadi siapa saja yang melihatnya pasti akan tertipu.
"Sekarang Oppa pergi kekamar Kyuhyun Oppa dan katakan kalimat ini 'Kiss Me'." Mata Yesung terbuka lebar. Ia memang tidak terlalu pandai dalam bahasa Inggris, tapi ia tidak bodoh jika tidak tahu apa arti kata itu.
"Yoongie.. Shiro.." Yesung sudah mau didandani seperti ini, dibuat blusing berkali-kali, tapi jika permintaan terakhir ia menggeleng tegas. "Atau Oppa akan aku ajak jalan-jalan dengan penampilan seperti keliling kota." Yuri menggebrak meja, anehnya Yesung malah takut menghadapi tiga yeoja didepannya. Ia mengangguk pasrah.
Jarak kamar Yoona kekamar Kyuhyun terbilang jauh, artinya Yesung harus berjalan dengan kondisi seperti ini, tapi syukurlah orang rumah sibuk bekerja dan sangat kurang pekerjaan kalau sempat memperhatikannya.
Didalam kamar Sooyoung, Yoona, dan Yuri tertawa keras. "Yoona-ah, kau meletakkan kamera'kan dikamar Oppamu?"
"Tentu saja. Mereka tidak akan menyadari ada kamera disana," Mereke bertiga menyanyikan yel-yel kemenangan.
Back to Yesung.. Lelaki itu berjalan cepat-cepat menuju kamar Kyuhyun. Tapi langkahnya terhenti melihat ada orang asing dirumah Kyuhyun, Yesung jelas tidak mengenal siapa itu. Yang pasti lelaki itu menatap lekat kearahnya, setelah Yesung sadar dari lamunannya ia baru ingat jika penampilannya tidak ada yang boleh melihat kecuali Kyuhyun jika tidak ingin diarak keliling kota oleh tiga yeoja fujo tadi.
"Siapa dia? Apa namja jadi-jadian? Kenapa crossdress'an? Tapi kenapa cantik?" Orang itu bertanya pada dirinya sendiri. Ah! daripada memikirkan namja crossdress tadi lebih baik ia mencari Yoona.
Tok.. Tok.. Tok.. Yesung berharap Kyuhyun segera menyuruhnya masuk. Dan ia selamat, Kyuhyun berteriak nyaring. Yesung bergegas masuk dan menutup pintu. Awalnya Kyuhyun memarahinya kenapa lama sekali pergi belanja bersama dongsaengnya.
Tapi napasnya tertahan melihat Yesung berdiri disamping ranjangnya dengan pose ingin dimakan, paha Yesung terlihat berkilau dimata Kyuhyun, wajah memerah minta dicium, bibir sedikit terbuka dan lembab minta diserang.
Yesung menurutuk.. Kenapa dirinya mau dibawa Kyuhyun kesini. Seharunya ia menyarankan Kyuhyun tinggal dirumahnya saja selama dua hari. Namun apa yang bisa dilakukannya? Kangin dalam bahaya jika ia menolak.
"Kyuhyun.. Jangan menatapku seperti itu." Yesung menarik bajunya merasa mulai malu. Kepolosan dirinya sudah direnggut chingudeul Yoona, jika mereka tidak melakukan ini pada Yesung mungkin Yesung masih bisa berdiri normal saat ditatap Kyuhyun seperti ini.
Angin tidak lewat, tapi benda dibelakang Yesung tiba-tiba jatuh tepat dibawah kakinya. Itu adalah parfume Kyuhyun, syukurlah botol parfum itu bukan terbuat dari kaca.
"Letakkan kembali." Titah Kyuhyun. Yesung yang ketakukan sontak membalikkan tubuhnya dan mengambil parfum Kyuhyun.
Sesuai apa yang difikirkan Yoona, butt Yesung terlihat jelas dimata Kyuhyun, apalagi underwear Yesung terbilang kecil dan tidak bisa membungkus (?) semua butt Yesung.
Tuhan! Hentikan waktu sekarang juga, bathin Kyuhyun penuh harap.
Sesudah meletakkan parfum Kyuhyun kembali ketempatnya, Yesung membalikkan tubuhnya untuk menghadap Kyuhyun.
"Apa tren namja sekarang begini?" Yesung menutar-mutar tubuhnya dihadapan Kyuhyun. Kepala Kyuhyun mengangguk.
Sial bagi Yesung. Sepatu itu mempersulit gerakannya, karena tidak terbiasa memakai benda itu akhirnya Yesung terjatuh telentang keranjang Kyuhyun dengan setengah kaki masih menjuntai.
"Kyuhyun-ah.. Yoona menyuruhku mengatakan ini padamu.." Yesung menggantungkan kalimatnya membuat Kyuhyun mengernyit bingung.
"Apa?" Yesung menghela napas. "Kiss me." Smirk itu secara perlahan-lahan berubah menjadi seringaian.
"Ini permintaanmu Yesung-ah. Baiklah," Kyuhyun mendekatkan wajahnya.. Semakin dekat.. Semakin dekat.. Yesung menutup matanya merasakan napas Kyuhyun mengenai wajahnya.
"Hapus dulu lipglossmu." Ibu jari Kyuhyun mengusap bibir Yesung berusaha menghilangkan lipgloss dibibir Yesung. Ia lebih suka mencium bibir Yesung yang natural, itu lebih berasa manisnya.
"Aku bisa menghapusnya sendiri." Yesung menarik baju Kyuhyun dan menghapus lipglossnya menggunakan itu. Kyuhyun marah, hampir. Tapi melihat penampilan Yesung sekarang amarahnya hilang begitu saja.
Yesung memejamkan matanya bersiap menerima ciuman Kyuhyun. Tapi tunggu, Yesung membuka matanya lagi. Kenapa ia jadi berharap dicium Kyuhyun seperti ini. Yesung akan melawan, tapi bibirnya sudah dikunci Kyuhyun menggunakan bibirnya, mata Yesung refleks terpejam.
Kyuhyun mulai menggerakkan bibirnya menyesap bibir Yesung, melumatnya, menggigitinya, dan menjilatinya. Yesung tidak tahu, ia ingin melawan, tapi kenapa rasanya tubuhnya tidak sejalan dengan femikirannya.
Ah! Ia juga tidak tahu. Yang ia tahu, sekarang ia merasakan apa itu ciuman. Setelah pulang nanti ia akan meminta Siwon menciumnya juga.
Tangan Kyuhyun mengusap bahu Yesung, mulai menurunkan baju itu sebatas dada Yesung, tangannya yang lain bermain dipaha Yesung. Yesung menggeliat geli, tubuhnya bergerak-gerak resah.
"Ugh! Kyuu~" Kedua tangan Yesung menarik pinggang Kyuhyun hingga sekarang posisi Kyuhyun malah menindihinya. Baju Yesung hampir terlepas, Kyuhyun semakin menurunkannya. Ciuman mereka belum berhenti sampai disana, Yesung yang kehabisan napas mendorong dada Kyuhyun sekeras yang ia bisa. Pipinya lagi-lagi memerah, bibir Yesung basah karena saliva mereka berdua.
Mata Yesung masih terpejam. "Kyu~ Cium aku lagi." Pintanya manja. Tangan Kyuhyun mengusap pipi Yesung membuat Yesung mendengkur lucu.
Kyuhyun kembali mencium Yesung, menggilas bibir manis itu tanpa ampun, bosan dengan lumatan, Kyuhyun berusaha membuka bibir Yesung yang tertutup rapat dengan lidahnya, Yesung diam. Tidak mengerti maksud Kyuhyun.
Digigitnya lembut bibir Yesung agar terbuka, itu terasa cukup sakit bagi Yesung hingga mulutnya terbuka. Kyuhyun memasukkan lidahnya kedalam mulut Yesung, mencoba mencari benda kenyal yang ada disana, setelah berhasil menemukannya Kyuhyun membelit lidah Yesung dengan handal.
"Urrgghh!" Yesung meremas surai cokelat milik Kyuhyun. Membuat Kyuhyun semakin gencar memainkan lidah hangat Yesung. Setelah puas dengan lidah, Kyuhyun menggoda langit-langit mulut Yesung.
"Eummmhh!" Kyuhyun menghentikan ciumannya, benang saliva terlihat panjang disaat Kyuhyun menarik wajahnya menjauh.
"Kenapa berhenti?" Tanya Yesung polos setelah membuka kedua matanya. "Kita keiintinya nde."
Kyuhyun membelai dada Yesung, memang baju Yesung sudah hampir terlepas. Sementara Yesung bingung apa maksud Kyuhyun ke-intinya. Yesung masih berfikir, tidak menyadari Kyuhyun mulai memberikan tanda ditubuhnya.
"Kyuhh~ Geli.." Yesung menjauhkan kepala Kyuhyun yang berada didadanya, Kyuhyun menarik-narik nipplenya terasa menggelikan. Tapi Kyuhyun tidak berhenti, ia memasukkan seluruh nipple pink Yesung kemulutnya, memainkannya dengan lidahnya membuat Yesung mendongakkan kepalanya merasakan perlakuan Kyuhyun. Ia tidak tahu harus melakukan apa untuk menyuruh Kyuhyun memanjakan nipple satunya, ia menginginkan rasa itu memenuhi tubuhnya. Ia sendiri tidak tahu harus mengatakan ini dengan kata apa, nyaman, tidak, ia suka, tidak juga. Jadi Yesung hanya menekan-nekan kepala Kyuhyun didadanya.
"Sebut namaku Yesung-ah." Jari Kyuhyun memilin nipple satunya. Dengan polos Yesung mendesahkan nama itu. Nama namja yang sedang memuaskan dirinya.
"Kyuhh! Oh.. Kyuhhyunn.. Kyuhh.." Yesung menggigit bibir bawahnya. Dalam perjalanan hidupnya baru sekali ia disentuh laki-laki sampai seintim ini. Kalau mandi bersama ia malah sering bersama Kangin.
"Chhoo.. Kyuuhhyuun.. Tolong yang satunya," Kyuhyun mengangkat kepalanya seraya menyeringai. Yesung sangat mudah horny, fikirnya ketika merasakan sesuatu dibawah sana bersentuhan dengan punyanya yang tegang.
"Kyuh!? Kenapa berhenti?" Tatapan sayunya menatap Kyuhyun penuh rasa harap. "Ouh! Eumm!" Kaki Yesung yang tidak sepenuhnya berada diatas ranjang menendang-nendang tidak jelas. Sesuatu yang besar dan keras menusuk-nusuk pahanya, sesekali juga bersentuhan dengan miliknya membuatnya bingung harus bersuara bagaimana. Akhirnya Yesung hanya bersuara tidak jelas, yang didalam buku Fisika disebut desahan.
Kyuhyun melumat daun telinga Yesung membuatnya merinding. Itu adalah bagian sensitiv tubuhnya.
"Kyuhh! Sakit.." Yesung mengibaskan tangannya didepan lehernya, ia kepanasan. AC menyala tapi ia merasa sesuatu didalam dirinya terbakar. Jari Yesung menunjuk bagian bawahnya sendiri.
"Ada apa?" Kyuhyun berpura-pura polos dan tidak tahu apa maksud Yesung. "Eunghh!" Yesung semakin gila, Kyuhyun menggesek-gesekan bagian bawah mereka membuatnya semakin kesakitan karena adik kecilnya terasa membesar.
"Panas.." Akhirnya Yesung melepaskan sendiri bajunya hingga yang tersisa ditubuhnya hanya underwear, dada Yesung naik turun membuat libido Kyuhyun meningkat, keringat bercucuran ditubuh mungil Yesung.
"Kau yang meminta aku melakukannya Yesung-ah!"
"Gya~"
.
.
.
"Oppa!" Yoona dan teman-temannya lantas mematikan monitor yang menghubungkan dengan CCTV yang ia pasangkan dikamar Kyuhyun.
"Kalian sedang melihat apa?" Yoona menggeleng diikuti teman-temannya. "Kibum Oppa! Lama tak bertemu." Sapa Yuri, kegugupan melanda diri mereka bertiga.
"Kapan Oppa pulang?" Lanjut Yoona bertanya. "Baru saja. Dan setelah dari bandara aku kesini. Eh! Yoona-ya, tadi saat aku masuk aku melihat namja lain dirumah ini. Dia sangat cantik, siapa dia?"
Entah kenapa mereka merasa bangga Yesung dikatakan cantik, tapi sayangnya Kibum tahu Yesung namja. Tidak seru.
"Engh! Dia Yesung Oppa, teman tapi sebentar lagi akan jadi pacar Kyuhyun Oppa!" Ucap Yoona Yakin. Kibum menganggukkan kepalanya.
"Kyuhyun, aku mau bertemu namja evil itu. Sudah lama sekali rasanya, kapan terakhir kami bertemu yah? Oh, iya. Saat dia berumur 10 tahun." Kibum berbicara sendiri. Kebiasaan aneh yang tidak pernah hilang sedari kecil
Kim Kibum adalah sepupu mereka, marga mereka memang tidak sama karena Eomma Kibum bersaudara dengan Appanya dan Kyuhyun. Kibum pindah keluar negeri mengikuti orang tuanya, dan sekarang sepertinya ia akan tinggal disini dalam waktu lama.
"Kyuhyun mana? Aku mau bermain dengannya." Kibum kembali menanyakan Kyuhyun membuat Yoona jengah. "Kyuhyun Oppa sedang tidak bisa diganggu."
"Baiklah kalau begitu. Bagaimana dengan Yesung saja? Aku mau mengenalnya lebih dekat," Ketiga pasang mata itu mebelalak. Kenapa banyak sekali namja yang menyukai Yesung, tidak bisa. Yesung hanya untuk Kyuhyun.
"Tidak bisa!" Seru mereka bertiga serempak membuat Kibum bingung. "Ya~ Kalian kenapa? Aku akan mencari Yesung sendiri saja, kulihat tadi dia pergi kekanan tangga yang artinya kekamar Kyuhyun-"
"MWO? KEKAMAR KYUHYUN?" Tanpa mempedulikan cegahan dari tiga yeoja itu Kibum terus melangkah menuju kamar Kyuhyun, ia pernah tinggal disini dan kamarnya bersebelahan dengan kamar Kyuhyun. Ia sangat yakin Yesung berada disana. Apalagi tadi Kibum lihat pakaian Yesung sangat menggoda. Pasti ada apa-apa dibalik apa-apa.
"Apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku." Kibum berusaha menepis Yoona yang memenagi tangan kirinya, Sooyoung yang mencengkram kuat tangan kanannya, sedangkan Yuri yang menahan kakinya.
"Sudah aku bilang jangan ganggu mereka Oppa!" Kibum tetap berusaha menepis ketiga yeoja itu, setelah berhasil ia berlari menuju kamar Kyuhyun. Tapi Kibum kalah cepat dengan Sooyoung, yeoja itu menghalangi Kibum didepan pintu kamar Kyuhyun.
Diiringi Yoona dan Yuri. "Menyingkir!" Seru Kibum kesal. Mereka menggeleng serempak.
"KYUHYUN-AH! JANGAN MACAM-MACAM! KAU BELUM DEWASA."
Rupanya teriakan Kibum sampai kedalam kamar Kyuhyun. Sontak Yesung mendorong tubuh Kyuhyun yang sibuk memberikan tanda ditubuhnya.
"Kyu!? Itu siapa?" Tanya Yesung panik. Kenikmatan yang diberikan Kyuhyun hancur gara-gara suara Kibum diluar sana. Kyuhyun memutar bola matanya, ia kenal pasti siapa pemilik suara itu meski mereka sudah 6 tidak bertemu.
"Pakailah bajumu." Yesung hendak memakai baju maid itu lagi, tapi Kyuhyun menepis tangannya. "Omo! Bajumu Yesung-ah, jangan yang itu." Seru Kyuhyun kesal. Yesung segera mengangguk dan berjalan menuju lemari, setelah mendapatkan pakaian ia memakainya dengan tergesa.
"Cuci wajahmu." Dengan patuh Yesung pergi kewastafel kamar mandi. Wajahnya masih tertutupi make- up walau sudah sedikit luntur.
Sesudah itu Yesung kembali keatas ranjang Kyuhyun. "Memang itu siapa?"
"Sepupuku.. Sebaiknya kita pura-pura tidur." Kyuhyun menarik Yesung kepelukannya, setelah yakin semua baju, sepatu, dan bando Yesung tadi ia sembunyikan dibawah ranjang dan tidak kelihatan Kyuhyun ikut tiduran.
Sementara diluar Kibum tetap berusaha masuk. Perjuangannya kalah dengan tiga orang yeoja.
"Jadi begini sikapmu menyambut Oppa kesayanganmu ini eoh?" Mata Kibum membulat menahan amarahnya. Jika Yoona bukan keluarganya mungkin ia sudah akan melempar yeoja ini dari tangga.
"Bukan Oppa! Kyuhyun Oppa sedang tidak bisa diganggu," Kibum menarik ketiga yeoja itu menjauh dari pintu. Setelah berhasil ia membuka pintu, tatapan marahnya berubah datar melihat Kyuhyun tidur dengan memeluk Yesung diatas sana.
"Mereka tidur.. Jadi tidak bisa diganggu," Ketiganya menghela napas sambil mengelus dada lega. Kibum melirik Yoona dan teman-temannya tajam. "Seharusnya kalian katakan yang sebenarnya.. Malah membuatku salah faham." Mereka bertiga hanya menyengir tidak berdosa.
.
"Ini adalah kali pertamanya aku membuat daftar harapan selama sepanjang sejarah hidupku. Aku ingin memiliki rumah seperti Kyuhyun, dan membuat Kanginnie Oppa dan Heechul Eomma bahagia. Aku juga ingin memiliki suami seperti Kyuhyun-ie, dan Siwon-ie. Ini hanyalah awal, aku yakin daftar harapanku akan bertambah seiring bertambahnya usiaku. TTD, Kim Yesung."
.
Sekitar sejam yang lalu Yesung menulis itu didalam bukunya. Tapi sekarang ia makan bersama Kyuhyun, Kibum, Yoona, Sooyoung, dan Yuri. Ia merasa memiliki keluarga baru. Terlebih Kibum dan Kyuhyun sangat menyayanginya, dan tiga yeoja yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu memanggilnya 'Noona' dan juga sangat perhatian padanya.
"Yesung-ie, bagaimana besok kita pesta piyama? Kita akan membangun tenda dibelakang rumah ini. Ajak saja siapa yang kau mau." Kibum menoleh pada Yesung sembari tersenyum membuat wajah dinginnya terlihat semakin tampan.
"Jinjja? Aku mau.. Aku akan mengajak Kangin hyung, gangnya, eomma, dan Siwon-ie. Boleh?" Kibum mengangguk, ia yang kebetulan berada disebelah kanan Yesung refleks mengelus surai Yesung.
"Yoona-ya, ajaklah dua temanmu ini agar semakin seru." Yoona mengancungkan jempolnya, ia melirik Sooyoung dan Yuri, sepertinya mereka merencanakan sesuatu untuk hari esok.
"Kibum hyung! Kau tidak mengajakku?" Ketus Kyuhyun kesal. "Tentu saja kau ikut Kyuhyun-ah, tidak seru kalau pesta piyama ditenda tapi kau tidak ada."
Kyuhyun mengangguk senang, tangan kirinya menggenggam tangan kanan Yesung, sementara tangan kiri Yesung digenggam tangan kanan Kibum membuat Yesung bingung bagaimana caranya ia makan.
"Kibum-ie, Kyuhyun-ie. Aku mau makan, lepaskan tangan kalian." Ucap Yesung hati-hati. "Aku menyuapimu!" Kyuhyun berseru bersamaan dengan Kibum.
Mereka bersaing bertiga bersama Siwon. Mereka saling menyeringai ditempat masing-masing. Dan mereka yakin akan memenangkan hati Yesung, namun Kyuhyunlah yang paling yakin.
.
T.B.C
.
Maaf banget Ucchan dan semua reader TmT... Aku tahu Chap Ini aneh banget kan? Alurnya kecepetan lagi TwT dan sepertinya banyak typo,, aku ngetik kilat sih XD
-GOMAWO-
