INNOCENT SUNGIE
.
.
Cast : Yesung, Kyuhyun, Siwon, Kangin, Heechul, Kibum And Other
.
.
Genre : Romance, Friendship, Family (Maybe)
.
.
Pairing : WonKyuBumSung/ KiSung/ KyuSung/ WonSung
.
.
Rate : T
.
.
Chapter 7 : True Love ((*w*)~~(*w*))
.
.
Disc : Semua Cast Milik Tuhan, Kyu Milik Ye Begitu Juga Sebaliknya
.
.
Warn : Cerita Aneh Dan Absurt, Alur Tidak Dihitung Hingga Cepat Lebih Dari Kereta, Romance Bikin Muntah, Drama Gaje, Cast OOC, Humor Garing, Friendship Apaan
.
.
Fic Request
Dari Anak KyuSung
Paling Innocent (Katanya XD)
A.K.A
Ucchan
.
Sekitar dua minggu kemudian liburan mereka yang abstrak dirumah Kyuhyun resmi berakhir, mereka juga sudah pulang kerumah masing-masing dan melanjutkan aktivitas sekolah setelah sekian lama berlibur.
Selama dua minggu juga Yoona, Yuri, dan Sooyoung mengumpulkan banyak vidio KyuSung moment, YeWon moment, KiSung moment, bahkan WonKyuBumSung yang merebutkan uke manis itu.
Heechul merasa puas anak gadis *?* nya diperebutkan 3 seme tampan. Apalagi melihat tatapan WonKyuBum pada Yesung begitu penuh cinta yang tiada akhirnya, dia akan rela menyerahkan anaknya pada 3 lelaki itu dan percaya jika mereka bisa menjaga Yesung kelak ketika dia sudah tidak ada nanti.
Kini Yesung duduk dijok sebelah Siwon sambil memperhatikan jalanan dari dalam mobil, sedangkan Siwon fokus menyetir. Kangin? Lelaki itu sudah berangkat duluan jauh sebelum Yesung bangun, bahkan Yesung terheran karena tidak biasanya Kangin berangkat pagi. Biasanya dia harus repot membangunkan lelaki itu dahulu.
Mata Yesung terpejam, masih mengantuk rupanya. Soal kejadian dimana dia hampir diperkosa Kyuhyun, Siwon menjelaskan jika tidak boleh siapapun memasukan kemaluannya kedalam holenya. Yesung mengangguk saja walau tidak mengerti kenapa, padahal dia penasaran bagaimana rasanya. Dan kenapa orang-orang sangat suka melakukan itu -dari apa yang Kyuhyun ceritakan kepadanya.
"Siwonnie." Panggil Yesung manja tanpa menatap lawan bicara. "Ne? Waeyo?" Siwon menoleh pada Yesung sejenak sebelum kembali memfokuskan tatapannya kejalanan.
"Ini, aku mau mendesah. Bagaimana ne?" Siwon menggaruk kepalanya emosi, akhir-akhir ini pertanyaan Yesung ngelantur semua, dia yang tidak mau menodai otak polos Yesung memutuskan hanya diam.
"Siwonnie mengabaikan Sungie! Yasudah," Yesung membalik badannya membelakangi Siwon. "Mendesah itu refleks Yesungie! Misalnya ketika kau menghela napas, itu sudah termasuk mendesah." Jelas Siwon entah itu mengarang atau sungguhan.
"Oh! Begitu ternyata," Balas Yesung acuh tak acuh. Siwon menghela napas. Keduanya kembali terdiam hingga yang terdengar hanya deru kendaraan yang mendahului mereka.
Siwon memarkirkan mobilnya ketika sudah sampai diparkiran sekolah, sedangkan Yesung masih diam yang dia akui Yesung ketiduran. Siwon tersenyum melihat wajah babyface Yesung nampak damai ketika tidur seperti ini, bibirnya sedikit terbuka menghasilkan dengkuran dari sana.
"Bangun Yesung-ah! Apa kau tidak mau sekolah?" Siwon menepuk pelan pipi chubby Yesung, rasanya dia ingin menggilas pipi itu dengan bibirnya. Tidak tahan melawan nafsunya, akhirnya Siwon benar-benar menggilas pipi Yesung, ciumannya beralih kebibir.
Siwon menjilati bibir Yesung ganas, melumat-lumatnya lembut diawal tapi berujung gigitan kasar. "Ugh!" Yesung yang merasa kesulitan bernapas membuka kedua matanya, saat dia membuka mata justru wajah Siwon berada tepat didepannya.
Yesung refleks membuka bibirnya mempersilahkan lidah hangat Siwon bergerilya disana sepuasnya, Siwon memiringkan kepalanya berusaha melahap lidah Yesung, sesudah dapat ia membelit lidah Yesung, memainkannya hingga decakan-decakan dari saliva keduanya menjadi suara dimobil itu.
"Unghh..." Yesung meremas bahu Siwon, lalu salah satu tangannya menarik tengkuk Siwon dan Yesung ikut bermain walau yang ada Siwon lebih mendominasi dirinya. Tangan Siwon yang lain membuka tergesa kancing seragam Yesung, melemparkannya hingga menutupi kaca mobilnya.
Ciumannya terus berlanjut kebawah dimana nipple Yesung berada, sesuatu dibawah sana mendesak ingin dikeluarkan. Siwon mengubah posisi duduknya jadi berada dipangkuan Yesung.
"Wonniehh.. Ahh.." Yesung menekan kepala Siwon didadanya. "Kita dimana?" Mata Yesung mengerjab-erjab. "Wonnie! Kita terlambat!" Yesung mendorong kepala Siwon hingga suara dug terdengar dari punggung Siwon yang menyentuh kaca mobil dibelakangnya.
"Seragamku!" Seru Yesung tidak mempedulikan pekikan sakit dari Siwon. Dia langsung memakainya dan membuka pintu mobil. "Kajja Siwonnie! Jangan tidur terus," Yesung menarik tangan Siwon keluar dari mobil. "Sial!" Gumam Siwon ditengah acara tarikan Yesung yang tidak berprike-elitannya *?*.
.
.
.
"Aku yakin tadi membawanya." Yesung memeriksa seluruh saku dibaju maupun celananya, namun apa yang ia cari tidak juga dapat. "Sudahlah Yesung, kita makan ini saja berdua." Siwon menyodorkan semangkuk ramen yang ia beli dikantin sekolah.
Yesung menatapnya bingung, seingatnya ia tadi membawa uang, tapi setelah ia pergi kekantin malah uang itu hilang begitu saja. "Jinjja? Apa boleh? Tapi ramennya hanya sedikit, apa Wonnie punya uang? Aku meminjamnya dulu, aku janji nanti aku kembalikan."
Yesung memegangi perutnya yang mulai terasa perih seiring cacing-cacing didalam sana dance apapun yang membuatnya bersuara nyaring. "Yesungie~ jika aku membawa banyak uangpun aku akan membeli banyak makanan untukmu. Tapi aku juga lupa menaruh dompet, uang yang terbawa juga hanya cukup untuk membeli ini," Siwon menunjuk semangkuk ramen dan segelas sirup jeruk dingin didepan mereka.
"Sini.. Makan bersama," Siwon menyumpit mie ramen lalu menyodorkannya kedepan mulut Yesung. Dengan senang hati Yesung memakannya. "Siwonnie tidak makan?" Yesung merampas sumpit dipegangan Siwon, dengan tidak tahu-menahu pada Siwon, dia terus makan. Alhasil Siwon hanya bisa melongo ditempat. Dipeganginya perutnya yang mulai mengempes seiring bibirnya juga semakin kering.
"Sungie makan saja sendiri, aku tidak lapar." Bohong Siwon sambil memaksakan senyuman. Rupanya Yesung mengerti arti tangan yang menepel diperut Siwon, dia menyodorkan mie kedepan mulut Siwon. "Aa...~~" Ucapnya panjang. Siwon mengulum tawa, tapi akhirnya dia tetap memakannya sambil menangis haru.
Keduanya sibuk makan, suap-suapan sampai tidak menyadari si ramen sudah habis. Yesung menghela napas. "Waktunya masuk kekelas!" Seru Yesung. Siwon tersenyum menatap kepolosan anak itu. Dia ikut berdiri, menggandeng tangan Yesung dan berjalan meninggalkan kantin, mengabaikan setiap pandangan tidak suka kearah mereka berdua.
"Dia, kan, pabbo! Kenapa Siwon mau bersamanya."
"Iya, terlebih Yesung itu sudah tidak suci lagi."
"Oya! Kudengar Yesung sering diyadongi. Kenapa Siwon mau ne?"
"Oh! Mungkin Siwon hanya memanfaatkan Yesung untuk pemuasnya."
"Budak seks maksudmu?"
Yesung mendundukkan kepalanya, meski mereka sudah jauh dari tempat dimana dua orang yeoja tadi menggosip, entah kenapa koneksi pendengarannya sangat bagus hari ini. Apa mungkin pembicaraan mereka benar?. Yesung melepaskan tangan Siwon. Yak! Tapi aku tidak pernah dimasuki! Apa kata mereka? Aku sering diyadongi? Pabbo~~
Yesung membatin antara kesal, marah, malu, sekaligus dongkol. Rasanya dia ingin menjahit mulut kedua yeoja yang menggosipkan dirinya tadi. Enak sekali mengatakan dia tidak suci, dia suci, hanya pernah dimasuki jari saja, apa itu juga bisa dikatakan yadongan?
"Kenapa?" Siwon menatap wajah murung Yesung dari samping. "Tidak! Siwon, kenapa kau mau berteman denganku?" Siwon menghentikan langkahnya.
"Karena kau baik, manis, lucu, walau sedikit er~ pabbo." Yesung menghela napas. "Bukan karena kau mau menjadikanku pemuasmu, kan?" Blank.
"Mwo!?~ siapa yang mengatakan itu? Tentu saja tidak! Aku sungguh menyukaimu Yesung-ah,Ya Tuhan! Kenapa bisa kau berfikiran seperti itu padaku?" Heboh Siwon membuat tatapan orang yang berlalu-lalang terpusat padanya.
"Aku hanya bertanya. Jangan marah ne~" Yesung memasang puppy eyesnya lalu berjinjit untuk mengecup pipi kiri Siwon sebelum berlalu meninggalkan lelaki yang mematung itu sendirian ditengah koridor yang mulai sepi.
.
.
.
Sepulang sekolah Yesung menolak mentah-mentah ajakan Siwon untuk diantarkan. Alasannya karena dia ingin jalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama sang kakak tercinta, namun kakaknya itu sama sekali tidak menghiraukannya, sejak keluar dari minimarket didepan sekolahan mereka tadi Kangin selalu murung. Entah apa alasannya, Yesung juga tidak tahu.
"Hyung mau ice cream?" Yesung mengangkat ice cream ditangannya. Kangin menoleh sekilas lalu menggeleng. "Ayolah hyung!? Ada apa? Tadi hyung sangat bersemangat ingin mengajakku membeli ice cream dimini market itu. Tapi setelah keluar, hyung malah sedih. Memang kenapa? Apa uang hyung habis karenaku?"
Kangin kembali menggeleng. Pipi Yesung menggembung kesal. "Ceritalah hyung." Pinta Yesung penuh harap. Kangin menghentikan langkahnya disebuah kursi panjang ditaman, Yesung ikut duduk disebelah sang kakak setelah Kangin duduk, kepalanya menatap kebawah.
"Kau tahu, namja yang menjadi petugas kebersihan dimini market itu?" Yesung mencoba mengingat-ingat sementara Kangin tetap bercerita. "Tadi, hyung melihat dia bersama seorang perempuan, mereka kelihatan mesra, dan sangat akrab."
"Hyung menyukainya?" Kangin mengangkat kepalanya memandang Yesung. "Iya." Tukasnya lemah. "Hyung tidak tahu harus berbuat apa Yesung-ah! kau pasti tahu kenapa hyung sangat suka membelikanmu ice cream dimini market itu. Ya, karena hyung ingin melihatnya,"
"Apa maksud hyung, orang yang biasa membersihkan lantai dan jendela?" Kangin mengangguk antusias. "Ne...! hyung berusaha bangun lebih pagi, lalu kesana untuk melihat 'dia', berpura-pura untuk membeli sesuatu, dan.. yah... begitulah.."
"Apa jangan-jangan, 'dia' yang hyung maksud adalah Leeteuk hyung!?" Yesung menempelkan telunjuknya didagu, memasang pose berfikir. "Ye~!? Siapa?" Kaget Kangin.
"Kalau tidak salah, namanya Park Jung Soo, tapi biasa dipangil Leeteuk. Sungie sering diberi ice cream sama Leeteuk hyung, dia bilang Sungie manis, makanya bisa dapat ice cream gratis!" Jeda sejenak. "Setahu Sungie, Leeteuk hyung tidak mempunyai pacar."
"Jinjja?" Yesung mengangguk semangat. Dia bahagia melihat semangat dikedua mata kakaknya, selama dia hidup bersama Kangin, baru kali ini melihat kakaknya seperti ini.
.
.
.
Matahari bersinar terang, dengan semangatnya menggantung diangkasa, menyebarkan rasa panas kepada siapa saja yang berada dibawahnya *?* padahal jam masih menunjuk ke angka 10, tapi panasnya sudah seperti siang hari.
Setiap kelas hening, beberapa diantaranya terlihat sibuk mengerjakan soal yang ditinggalkan guru tidak bertanggung jawab. Guru yang hanya bisa memberikan soal tanpa penjelasan lalu keluar begitu saja.
Termasuk kelas Yesung. Namja itu mengerjakan soal dengan tenang sementara teman-temannya yang lain terlihat menggerutu karena tidak paham, bagaimanapun semua orang benci hitung-menghitung, orang pintarpun terkadang membenci pelajaran Fisika dan Matematika jika tidak paham.
"Yesung," Panggil Siwon mengalihkan fokus si manis. "Ne? Apa kau tidak paham?" Siwon menggeleng. "Bukan itu. Aku mau ketoilet sebentar." Yesung mengernyit. Aneh sekali, bathinnya. Tidak biasanya Siwon pergi ketoilet jam pelajaran, apalagi sampai meminta ijin padanya.
"Ne, kka.." Siwon tersenyum penuh arti. Dia melirik Yesung sekilas sebelum benar-benar keluar dari kelas.
.
.
.
Kangin duduk seorang diri disebuah bangku panjang didepan mini market, dibelakang punggungnya terdapat bunga mawar merah, bunga yang akan dia berikan kepada seseorang yang sekarang sudah keluar dari mini market tersebut.
Kangin menegakkan tubuhnya menyambut kedatangan orang yang sudah berada didekatnya itu.
"Dimana Yesung!? Aku kira dia disini." Gumam seseorang yang ternyata adalah Leeteuk, lelaki itu memeriksa ponsel ditangannya, tidak ada pesan apapun. Yesung mengatakan padanya ingin bertemu ditempat ini, apa Yesung berbohong? Bathin Leeteuk.
Leeteuk memutuskan untuk bertanya kepada Kangin yang kebetulan berada didekatnya. "Apa kau lihat anak SMA, dia manis, em, namanya Yesung." Kangin menunduk, degub jantungnya menggila saat bertatapan dengan kedua mata itu.
"Ung! Dia, adikku, Kim Yesung." Ucap Kangin mencoba tidak gugup. Leeteuk tertegun, diam sejenak meneliti wajah Kangin. Sama sekali tidak mirip Yesung, fikirnya lanjut.
"Sebenarnya, aku yang menyuruh Yesung untuk mengajakmu bertemu disini," Leeteuk tetap diam. "Ini," Lelaki berlesung pipi itu menerahkan ice cream pada Kangin membuat Kangin menghentikan ucapannya.
Mereka berdua duduk dikursi panjang, dalam keheningan. Leeteuk tidak tahu apa yang terjadi, sementara Kangin diam berusaha menetralkan detak jantungnya. "Aku, menyukaimu. Memang ini terlalu cepat bagimu, tapi aku sudah sangat lama menunggu. Atau mungkin saat aku masuk SMA, saat pertama kali aku melihatmu bekerja disana, dimini maket itu, aku menjadi lebih sering kesana dengan alasan membelikan Yesung ice cream, tapi sebenarnya, aku kesana karena ingin melihatmu," Kangin menghela napas dalam.
"Tempo hari lalu, aku lihat kau bersama seorang perempuan, siapa dia?" Kangin meremas sedikit bunga mawar yang masih dia simpan dibelakang punggungnya. "Dia, temanku, biasa, meminjam uang,"
Leeteuk tersenyum hingga lesung pipit di pipi kirinya kelihatan. "Ah! Syukurlah," Gumam Kangin lega. "Ada apa mengajakku kesini?" Leeteuk mulai memakan ice cream yang ada ditagannya.
"Untuk memberikanmu ini," Kangin menyerahkan setangkai bunga mawar, untuk kesekian kalinya Leeteuk tertegun karena Kangin, belum juga hilang keterkejutannya atas pengakuan Kangin barusan, sekarang dia mendapat bunga dari lelaki itu. Dia sama sekali tidak pernah mengira akan ada orang yang akan menyukainya, dia tentu senang, namun tidak tahu harus ber-reaksi bagaimana.
"Sa-Ra-Ng-Hae.." Eja Kangin, Leeteuk mengambil bunga pemberian Kangin perlahan. "Ajari aku untuk mencintaimu," Balas Leeteuk dengan wajah merona semerah mawar yang dia pegang.
"With pleasure.." Kemudian Kangin menarik kepala Leeteuk, mengecup lama kening lelaki cantik itu.
.
.
.
"Seluruh Siswa-Siswi diharapkan berkumpul dilapangan," Yesung yang tengah berkutat dengan soal sontak mengangkat kepalanya mendengar suara Sunny seonsaengnim yang mengumumkan semua orang harus berhadir dilapangan sekolah.
"Hari sepanas ini?" Tanya Yesung entah pada siapa. Tapi melihat teman-temannya yang lain keluar dia menurut saja. Setibanya dilapangan ternyata semua sudah berkumpul, membuat lingkaran mengelilingi seseorang yang tidak diketahui siapa.
Yesung berusaha mengetahui siapa orang itu, dia menerobos dibanyaknya kerumunan manusia, tidak sedikit juga yang menyia-nyiakan kesempatan ini, beberapa seme memanfaatkannya untuk memegang butt Yesung, dan ketika Yesung menoleh malah orang itu berkata. "Siapa suruh berada didekatku," Yang dibalas Yesung dengan dengusan sebal. Tidak mau menambah banyak masalah, Yesung memutuskan berlari menuju tengah lapangan.
"SIWON!? (O.O)" Kagetnya lebay. Siwon –orang yang berdiri ditengah lapangan mempusatkan tatapannya pada Yesung yang sekarang sudah berdiri tepat didepannya.
"Yesung," Balas Siwon girang. Dia segera berlari kearah Yesung, semua mata yang ada disana menatap kearah mereka berdua, ada yang kaget, marah, tidak suka, bahagia, bahkan yeoja fujoshi menyiapkan kamera untuk mengabadikan momen 'langka' ini.
"Siwon, apa yang kau lakukan disini? Sudah panas, banyak orang pula. Kita kekelas saja ne." Yesung menarik tangan Siwon. Tapi tiba-tiba Siwon malah berjongkok didepannya.
"Maukah kau menjadi pacarku!?" Semua orang disana memekik tidak percaya. Bagaimana bisa, seorang pangeran sekolah menyatakan cintanya dan dilihat oleh orang sekolah pada Yesung?
"Wonnie~ apa yang kau katakan, kajja kita masuk kelas." Siwon membuka sebuah kotak kecil berwarna hitam didepan Yesung, "Yeoppuda," Komentar Yesung melihat cincin itu. Cincin yang terlihat mahal, dengan lambang Y ditengahnya yang terbuat dari berlian.
"Ini, hanya ada satu didunia." Mata Yesung membulat. "Aku yang membuatnya khusus untukmu, dibantu perancang perhiasan juga sih." Siwon menggaruk tengkuknya kikuk.
"Jinjja!? Untukkukah cincin itu?" Siwon mengangguk. "Maukah kau menjadi pacarku, Kim Yesung!?" Terengar sorak-sorai ditempat itu yang menyuruh agar Yesung cepat mengatakan YA... Yesung diam sejenak,, mengambil napas panjang dan..
"Ya, aku mau Siwonnie~" Pekiknya bahagia.. Semua seme patah hati, uke bunuh diri, dan para fujoshipun berjaya dibuatnya.
Catat hari ini : KIM YESUNG RESMI BERPACARAN DENGAN CHOI SIWON, 1 SEPTEMBER 2014!
.
To Be Continue
.
Ah! Gak yakin Ucchan XD ... Apa masih bingung? Ga ngerti? Aku ngetiknya kilat lo,,, jadi harap maklumi jika banyak typo,,, juga,, aku gak yakin sama chap ini, sama chap sebelum2nya... tapi chap ini gak aku baca,, pas selesai langsung aku publish XD
Next Or End?
