-Complicated Irony-
*Ch 2*
Story by: Kiriko Alicia
Vocaloid belongs to Crypton Media and Yamaha Corp
Rating: T
Pairing (Main): Kagamine Rin X Kagamine Len
Genre: Romance, Drama, Hurt/Comfort, Tragedy
Warning: Typo(s), slight LenNeru (awal), slight MikuoRin, alur lambat/ngebut, mungkin ada LenRinMikuo(tapi ini bukan reverse, hanya Rin yang kebinggungan), Pergantian PoV
Summary: Pembalasan dendam merupakan tujuan awal Rin masuk ke Vocaloid Academy. Namun seiring berjalannya waktu, ia justru kebinggungan dengan perasaan serta memori lama yang menghantui dirinya.
Kagane Len. Siapa sih yang tidak mengenal pemuda tersebut? Laki-laki berambut honeyblonde yang terkenal di Vocaloid Academy karena ketampanannya dan sikap misteriusnya. Memiliki segudang fangirls yang siap memburunya dengan berbagai macam pertanyaan setiap harinya.
Sifatnya kurang lebih cuek dan tidak terlalu peduli dengan sekitarnya. Mungkin dapat disimpulkan ia cukup egois. Walaupun begitu, ada saatnya juga ketika ia menjadi perhatian dengan yang lain.
Dan gadis bangsawan yang baru saja ia tolak adalah salah seorang gadis populer di sekolah yang terkenal ramah. Gadis berambut golden blonde dikuncir satu kesamping bernama Kagamine Neru.
Tapi, ini bukanlah kisah mengenai kembalinya hubungan Neru dan Len. Ini berbeda, dan jauh lebih rumit. Ya, ini adalah sebuah kisah mengenai Kagane Len dan Kagamine Rin, seorang gadis dari Prancis-
-yang menderita amnesia akibat peristiwa dua tahun yang lalu.
.
.
.
"Tadaima~" gadis berambut honeyblonde itu mengatakannya dengan ceria sembari menutup pintu megah mansion Kagamine yang baru saja dibukanya.
"Ah! Okaeri, Rin-sama," jawab salah seorang maid yang kebetulan berada di ruang depan. Maid itu terlihat sedang menyapu ruang depan. Gadis berambut honeyblonde sebahu dengan pita putih itu bernama Kagamine Rin itu kini baru saja kembali dari kegiatan melihat-lihat-nya.
Kagamine Rin, gadis berambut honeyblonde sebahu dengan pita putih dan juga beberapa jepit putih. Tipe gadis yang memiliki watak kekanakan dan polos.
"Hm? Dimana Neru-nee?" tanya Rin sambil menoleh kesana-kemari, mencari sang kakak. Namun ia tak kunjung menemukan kehadirannya, dan itu membuatnya merasa ada sesuatu yang salah.
"Ah. Neru-sama sedang dalam masa pemulihan. Rin-sama tenang saja," ucap maid itu sambil sweatdrop dan menunjuk ruangan yang berada di sebelah tangga dengan jari telunjuknya –kamar Neru.
"Oh. Memangnya apa yang terjadi?" tanya Rin lagi sambil melihat kearah maid berambut biru langit tersebut dengan tatapan penasaran.
"Gomenasai, Rin-sama. Saya juga kurang mengerti persoalannya, sejak pulang tadi, Neru-sama sudah seperti itu," jawab maid itu lalu kembali ke aktifitas menyapunya.
"Oh... souka, arigatou Ring-chan!" balas Rin lalu berjalan cepat kearah kamar sang kakak –Kagamine Neru.
Rin's PoV
Aku binggung apa yang terjadi dengan Neru-nee. Biasanya Neru-nee adalah gadis yang ceria, meskipun pemalu dan cukup tenang. Ia juga sangat jarang mengurung diri dalam kamar seperti saat ini.
Ah, namaku Kagamine Rin. Aku adalah adik kandung Neru-nee. Tapi karena ada beberapa 'persoalan', aku terpisah dari Neru-nee selama dua tahun.
Ya, dan dua tahun itu aku tinggal di Prancis bersama bibiku. Aku baru saja kembali ke Jepang dua minggu yang lalu, dan akupun masih asing dengan lingkungan ini karena aku tidak memiliki memori sama sekali di tempat ini, walaupun beberapa orang disini terasa familiar...
Eh? Kalian binggung? Tapi itulah kenyataannya! Dua tahun yang lalu, aku memiliki kecelakaan yang menyebabkan ingatanku hilang sepenuhnya. Persentase memoriku kembali hanya tiga puluh persen, jadi aku tidak yakin memoriku akan kembali.
Tok tok tok
Aku pun mengetuk pintu kayu yang menuju kamar Neru-nee. Tidak ada jawaban, yang kudengar hanyalah sayup-sayup suara tangisan. T-Tangisan? Aku pun meneguk ludahku, lalu berucap pelan.
"Neru-nee, aku masuk ya..."
Karena tetap tidak ada jawaban, aku pun memutar kenop pintu secara perlahan. Syukurlah pintunya tidak dikunci, dengan begitu aku dapat masuk ke dalam tanpa menanyakan kunci cadangan pada Ring-chan.
Normal PoV
"Ada apa, Neru-nee?" Tanya Rin ramah lalu menutup pintunya perlahan. Neru terlihat tegang ketika seseorang membuka pintunya, namun menjadi tenang setelah mengetahui bahwa Rin yang membuka pintunya.
Namun seketika itu juga, ia sadar bahwa di wajahnya masih terdapat jejak-jejak air mata bercampur dengan make up-nya yang hancur. Dengan segera, ia mengambil sapu tangan dan membersihkan wajahnya membelakangi Rin.
Rin tetap diam, menunggu Neru selesai dengan kegiatannya dan menyapanya –walaupun ia mengetahui fakta bahwa Neru baru saja menangis, gadis kecil itu tetap tidak ingin menunjukannya.
"O-Oh, Rin! Ada apa?" Tanya Neru setelah membersihkan wajahnya dengan –berusaha- ceria. Rin terdiam dengan wajah khawatir di depan pintu, punggungnya bersandar pada pintu dibaliknya tersebut.
"Kukira aku mendengar suara tangisan Neru-nee," tutur Rin pelan, "karena itulah aku datang kemari, untuk memastikan apakah Neru-nee baik-baik saja."
Rin tahu mengenai realita bahwa Neru memang menangis, namun ia bersikap seperti ragu akan hal tersebut –sehingga Neru dapat menentukan pilihannya bahwa ia ingin menceritakannya pada Rin atau tidak.
Neru sendiri sebenarnya tersentuh bahwa Rin mengkhawatirkannya, namun ia merasa tidak dapat menceritakan tentang penolakannya tersebut.
"A-Apa yang kau bicarakan, Rin? Ayo, sudah sore. Bagaimana kalau kita melukis bersama di kanvas sebelum mandi?" Neru mengatakannya dengan wajah ceria sehingga Rin nyaris tertipu bahwa sebelum ini ia sedang menangis. Rin pun mengangguk dengan senyum yang dipaksakan.
Neru adalah salah satu dari sedikit orang yang menerimanya kembali setelah ia kehilangan memorinya, tidak seperti beberapa temannya yang ternyata tetap mengiriminya surat hanya semata-mata untuk terlihat baik di hadapannya.
Sejujurnya, fakta bahwa beberapa teman lama mengkhianatinya hanya karena dirinya tidak memiliki memori mengenai masa menyenangkan bersama mereka menyakitkan hatinya. Namun Neru-lah yang menenangkannya dan membuatnya merasa bersabar.
Bagi Rin, Neru adalah sosok kakak terbaik yang pernah ada. Ialah yang mengajarinya dan bahkan mengajaknya keliling kota untuk membantu mengembalikan memorinya secara bertahap. Kalau di Prancis, ia hanya diajari dasar dari semua yang ia pernah lakukan (sehingga ia fasih berbahasa Prancis dan Jepang).
Tapi Neru, ialah yang memberinya harapan baru ditengah-tengah kesedihan hatinya. Baginya, Neru adalah seseorang yang sangat berharga. Ialah malaikat pelindungnya, ia setia menemani dalam keadaaan apapun yang ia derita, dan ialah sosok yang paling ia sayangi.
Namun kini Rin melihat bahwa Neru menangis –bersedih hati. Tidak bisakah ia yang menjadi penenangnya kali ini?
Karena itulah, ia berjanji dari sudut hatinya yang terdalam bahwa ia akan mencari tahu penyebab kesedihan sang kakak dan-
-memberikannya pelajaran karena telah menyakiti hatinya.
.
.
.
Rin tersenyum kecil saat melihat kertas-kertas berisi tulisan-tulisan rapi di hadapannya. Ia telah menyewa seorang detektif untuk mencari tahu penyebab kesedihan sang kakak. Mungkin terdengar hiperbolis atau tidak masuk akal, namun itulah faktanya.
Iris biru safirnya dengan cepat membaca semua kalimat yang tersusun rapi dalam lembaran-lembaran kertas tersebut lalu menyeringai senang di sofa ruang tamu.
"Persiapkan dirimu, Kagane Len-san! Waktunya pembalasan..."
.
Ini memang harus bertahap, jadi maaf lama. Dan Rin mungkin baru bertemu dengan Len di chapter depan. Saya habis retreat jadi baru bisa update sekarang... Maaf jika cerita ini jelek, aneh, dsb. Apalagi ada yang bilang tidak jelas, ya?
Karena memang chap 1 & prolog itu rada begitu. Apalagi prolognya, itu memang gaje banget karena belum sampai ke konflik. Terima kasih banyak untuk semua yang sudah fave, follow, dan me-review! Ini balasan reviewnya~
-CelestyaRegalyana
Oke, ini sudah lanjut! Arigatou sudah me-review :3
-Kagamine Kenichi
Oke, ini sudah diusahakan cepat (padahal masih lambat *disikat*). Arigatou gozaimasu! Terima kasih sudah me-review! X3
-Furika Himayuki
Eh? Himayuki-san lagi bad mood? Ada apa? *nak*
Enggak, Len ga suka Neru. Len ga suka siapa-siapa di awal itu. Tapi ada seseorang yang suka Neru dan itu kebetulan temen deket Len. Arigatou gozaimasu sudah me-review! Gbu! X3
-Hachipine IA
Eh? Masa? Ini pertama kalinya saya publish cerita beginian ._. Oke, ini sudah lanjut kok! XD
Arigatou IA-san sudah me-review!
-Yuna
Memang bukan Len, dan... ITU BENAR SEKALI! #dihajarmassa
Ini sudah update, terima kasih banyak sudah me-review! X3
-Vanny Zhang
GYAAAAAA! Caroline! Ga pernah nyangka Caroline ada collab sama Vio! #Viogabilangapa-apasamasaya *nangis gaje (?)*
Benerkah? Sudah saya review kok –w-)b
Okeh, ini sudah lanjut kok Caroline~! Arigatou sudah me-review! X3
-Go Minami Hikari Bi
Hueee! Ga ngerti? Semoga aja sekarang sudah ngerti, soalnya memang prolognya rada gaje ._. Arigatou ne sudah me-review! X3
Terima kasih banyak sekali lagi yang sudah me-review, baca, follow, and fave! Saya gatau kapan update selanjutnya, dan semoga anda menyukai cerita ini!
Sekian, jaa ne~!
~Kiriko Alicia
