Full Play

Cast: krissoo/(secret?)

Genre: Romance,Fluffy,Comfort

Rate: T / M

Enjoy reading^^

GS

Chapter 4

Kyungsoo saat ini sedang duduk di lantai bersandar di ranjangnya beralas karpet bulu putih. Kris sedang keluar membeli kue beras untuk Kyungsoo yang tiba tiba menginginkannya.

Tiba-tiba Kyungsoo terbayang siang tadi,saat seorang anak kecil sedang merengek kepada wanita tua. Tanpa bertanyapun Kyungsoo tau bahwa mereka adalah nenek dan cucu. Kyungsoo dapat merasakan bahagianya seorang nenek menpunyai cucu. Membuat Kyungsoo teringat sang Eomma yang berada di Goyang. Sebenarnya 6 bulan lalu,eomma Kyungsoo meminta Kyungsoo untuk segera menikah. Alasannya karena eommanya ingin segera menimang cucu. Dan sekarang Kyungsoo sedang mengandung seorang cucu eommanya.

Kyungsoo memandang ponselnya ragu ragu. Ia takut memberi tau eommanya yang sebenarnya. Tetapi tidak adil jika eommanya tidak tau yang sebenarnya.

Tuut tuut tuut

"yoboseyo kyungsoo~yahh.." terdengar suara nyaring eomma Kyungsoo di seberang ponselnya.

"yoboseyo umma~"Kyungsoo menjawab panggilan eommanya dengan suara yang lemah.

"kau kenapa sayang? Kau sakit heum?" terdengar jelas nada bertanya dan khawatir Eomma Kyungsoo yang kentara dengan Khawatir.

"eomma,aku merindukanmu! Hiks.." Kyungsoo mulai terisak pelan.

"sayang, eomma juga merindukanmu. Jangan menangis lagi!" Eomma Kyungsoo berkata dengan nada keibuan.

"eomma,soo.. Hiks.. Hiks.. Ha.. Hiks"Kyungsoo menangis tersedu sedu berusaha mengatakan yang sebenarnya..

"sayang sudah eomma bilang berhenti menangis. Cerita pada eomma apa yang terjadi"

Kyungsoo menghela nafas berusaha meredakan tangisannya. Setelah tangisan Kyungsoo sedikit reda. Kyungsoo mulai berbicara.

"Eomma selalu menyayangi ku kan?" Kyungsoo mencoba memastikan dirinya akan mengatakan semuanya.

"wae geure? Tentu eomma menyayangimu. Kenapa bertanya tiba tiba seperti ini eoh?"eomma Kyungsoo terdengar bingung dalam ucapannya.

"bagaimana jika Kyungsoo hamil eomma?" Kyungsoo bertanya dengan hati hati dan jeda di setiap katanya.

"Mwoya? Apa maksudmu Do kyungsoo?"

"eomma Kyungsoo kaget.

"eomma a-aku.. Hiks.. Hiks.."Kyungsoo kembali menangis mendengar reaksi eommanya.

"Soo,jangan bercanda dengan eomma! Siapa yg melakukannya Do Kyungsoo!" Eomma Kyungsoo hampir berteriak. Kyungsoo tau ada amarah dan kekecawaan disetiap kata yang keluar dari eommanya.

"Dia... Hiks... K-kris.." Kyungsoo tanpa berpikir panjang menyebutkan nama Kris.

"Kris? Bosmu? Bagaimana bisa?" tampak Eomma Kyungsoo yang tampak tidak percaya.

"K-kami saling mencintai eomma!" Kyungsoo berusaha membuat eommanya tidak berpikir yang tidak tidak tentang Kris.

"Kyungsoo,eomma sangat khawatir. Ini kehamilan pertamamu. Bahkan kau tidak punya suami. Berapa usia kandunganmu?" nada Eomma Kyungsoo kembali menjadi keibuan.

"1 bulan eomma"Kyungsoo kembali tenang saat eommanya sudah kembali seperti semula walau dapat Kyungsoo rasakan Eommanya lelah.

"eomma mohon. Kembalilah ke sini besok. Eomma tidak bisa tenang jika eomma tidak dapat melihat keadaan anak eomma. Apalagi kau mungkin tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya"Nasehat eomma Kyungsoo.

"tapi eomma. Nanti Kris.."

"hanya tiga hari saja. Biarkan eomma menikmati rasanya seorang ibu yang menjaga anaknya."bujuk eomma Kyungsoo.

"Baik eomma." Kyungsoo menghela nafas.

Ckleek

Terdengar pintu yang terbuka dari luar. Kyungsoo yakin itu Kris.

"eomma,sudah ya. Kyungsoo sudah mengantuk." dusta Kyungsoo kepada eommanya.

"ne,tidur yang nyenyak jangan memikirkan hal yang berat berat. Tidak baik bagi kandunganmu."

"ne eomma"

Tuuut~ Eomma Kyungsoo sudah memutuskan ponselnya.

Kyungsoo menghela nafas. Dirinya cepat cepat menuju kamar mandi lalu membasih mukanya yang terlihat berantakan.

Dirinya lalu keluar menuju dapur. Kris sedang membuka bungkusan plastik yang berisi kue beras. Tapi Kyungsoo sudah kehilangan selera makannya.

"hey, kau terlihat lelah Soo."Kris mendekati Kyungsoo memegang lembut kedua lengannya. Kyungsoo langsung memeluk Kris.

"aku mengantuk Kris." suara Kyungsoo yang merajuk teredam oleh dada Kris,tetapi masih jelas ditelinganya.

"tapi baby,kue berasnya?" Kris memandang Kyungsoo dengan raut wajah kebingungan.

"mianhae,kau yang makan saja ne. Aku mau tidur. Good night~"

Chu

Kyungsoo mengecup bibir Kris sekilas,melepaskan dirinya dari Kris. Lalu segera berjalan menuju kamarnya meninggalkan Kris dengan wajah melasnya.

"padahal aku sudah susah susah mencari ini." batin Kris kecewa.

panda

"kau yakin tidak mau kuantar?"

Sudah berulang ulang Kris menanyakan hal yang sama saat dari pagi tadi setelah Kyungsoo bercerita akan pergi ke Goyang..

"tidak Kris,kau harus mengurus kantor. Lagipula aku bisa naik taxi" Kyungsoo menenangkan Kris sambil melipat baju bajuku. "kenapa harus naik taxi? Kau kan punya mobil sendiri" Kris bertanya keheranan. "karena kau harus menjemputku besok saat pulang." Kyungsoo memasukkan bajunya ke dalam koper kecil. Walau tiga hari, seorang wanita seperti Kyungsoo membawa banyak baju. "kenapa mendadak begini eoh?" Kris yang duduk di sofa kecil dekat meja rias.

"tiba tiba aku kangen eomma." Kyungsoo sedikit berdusta."hey kenapa kau tidak bekerja? Taxinya akan datang dua jam lagi. Kau tenang saja."Kyungsoo merapikan dasi Kris,merapikan kemejanya dan memakaikan jasnya.

"kau yakin kau akan baik baik saja?" kesekian kalinya Kris bertanya dengan pertanyaan sebelumnya. Membuat Kyungsoo jengah.

"heum.. Cepat pergi" Kyungsoo mendorong Kris keluar kamar menuju pintu apartemen mereka.

"arraseo! Jaga diri baik baik ne! Kabari aku kalau sampai."Kris memegang pundak Kyungsoo.

"heum"Kyungsoo hanya berdehem mengangguk mengerti.

"Baby, daddy kerja dulu ne! Baby ke rumah halmeoni nee. Besok daddy akan menjemput baby!" Kyungsoo berjongkok dan mengelus perut datar Kyungsoo seolang sedang berbicara dengan janin mereka. Lalu dirinya mengcium perut datar Kyungsoo.

Chu

"aku pergi kerja! Annyeong" Kris mengecup kening Kyungsoo. Mengusap pipinya. Lalu berlalu setelah Kyungsoo menjawab salamnya.

.

.

Kyungsoo pov

Cukup satu jam,aku sudah menyelesaikan koperku dan tasku. Masih ada satu jam lagi untuk bersantai.

Jika kupikir pikir, sudah lama aku tidak pulang ke Goyang. Tidak banyak kenangan disana, dulu aku hanya pelajar yang selalu belajar untuk mengejar beasiswa. Aku tidak banyak punya teman disana, hanya beberapa. Itupun karena dulu mereka pernah satu kelompok belajar denganku. Aku menghabiskan waktuku hanya untuk belajar. Ya aku tipe anak yang pendiam dulu. Walau begitu tetap saja aku merindukan kota kelahiranku.

Ting tong

Huuh.. Pagi pagi sudah ada yg datang. Jarang sekali ada yang bertamu. Dan kurasa tidak ada. Yang paling sering datang hanya cleaning servish, ya hanya bibi yang memakai baju biru dengan trolley berisi alat bersih bersih. Kulihat dari intercom tengah berdiri seorang yeoja. Dia cantik dan tinggi, dan dapat kupastikan pakaiannya dibuat oleh desainer mahal. Kubuka pintunya. Gadis itu tersenyum kepadaku,senyumnya manis sekali.

"annyeong haseyo."gadis itu menunduk kepadaku.

"annyeong haseyo. Nuguseyo?"aku bertanya dengan sopan, aku tidak pernah melihatnya sebelumnya. Aku yakin dia juga bukan rekan kerja Kris. Kris tidak akan membiarkan siapapun datang ke apartemennya. Tidak ada yang tau alamat apartemen ini. Hanya aku, Kris, Luhan dan Baekhyun saja yang tau.

"aku Huang ZiTao,salam kenal. Kau siapa?"

Hah? Pengenalan macam apa ini? Mukanya polos sekali. Tetapi aneh juga.

"Aku Do Kyungsoo. Aku pemilik apartemen ini."aku menatapnya lekat. Tidak ada yang aneh dari gadis didepanku.

"ah.. Begitu. Aku mencari seseorang bernama Kris."

Kris? Siapa dia. Bagaimana dia bisa mencari Kris di apartemen ini? Apa dia seseorang yang penting?

"ada hubungan apa kau dengan Kris?" aku curiga dengan gadis ini.

"eeemmm... Aku temannya."

Teman?

"teman dekatnya! Kami sangat dekat."

Begitukah?

"maaf, tapi Kris sedang bekerja. Jika kau temannya pasti kau taukan." aku sedikit menyindir gadis ini. Kenapa aku tidak terlalu suka dengan dia.

"oh. Aku baru saja datang dari cina. Dan Kris sebelumnya menawarkan aku untuk tinggal dengannya."

Aneh sekali. Tidak mungkin, Kris memberitau alamat apartemen kepada seseorang, apalagi sampai mengijinkannya tinggal. Apa gadis ini memang benar-benar teman dekat Kris?

"eum lalu?"

"koperku masih ada di hotel, aku tidak mungkin kan membawa koper itu kemana-mana. Jadi lebih baik aku mencari alamat apartemen ini." gadis itu menjelaskan dengan panjang lebar.

"jadi setelah ini kau akan kembali ke hotel?" aku memastikan.

"iya." dia menjawab dengan singkat. Kuakui dia sangat lucu.

"sebenarnya aku mau pergi sebentar lagi. Dan aku tidak mungkin memberimu kunci apartemen ini." aku sedikit menyindirnya. Entah kenapa aku membenci orang ini.

"bagaimana kalau kita bertukar nomor ponsel saja?" dia menawarkan.

Huufft.. Lama-lama aku bisa gila jika berhadapan dengannya. Lebih baik aku menurutinya lalu segera mengusirnya. Itu terdengar lebih baik kan? -,.-

"baiklah."

Panda

Normal pov

Sebuah taxi berhenti di sebuah sederhana. Seorang gadis yang cantik membuka pintu taksi dan keluar dari taksi tersebut. Dengan dibantu sang supir Kyungsoo menurunkan kopernya.

Lalu mobil taksi meninggalkan rumah itu setelah Kyungsoo membayar jasa taksi itu tentu saja.

"Kyungsoo!" seorang yeoja paruh baya tengah berlari menuju Kyungsoo.

"EOMMA" Kyungsoo memeluk Eommanya sangat erat. Melupakan mereka masih didepan rumah.

"Omo.. Omo.." Eomma Kyungsoo melepaskan pelukan eratnya.

"kenapa?" Kyungsoo kebingungan dengan apa yang baru eommanya lakukan.

Perlahan Eomma Kyungsoo mengelus perut Kyungsoo. "Jadi disini ada cucu Eomma heum?" Eomma bertanya dengan nada jahilnya. Membuat Kyungsoo menundukkan kepalanya.

"Eomma tidak marah?" Kyungsoo bertanya dengan hati-hati.

Eomma Kyungsoo menghela nafasnya. "Semua sudah terlanjur Kyungsoo~yah. Tidak ada gunanya marah-marah." Eomma Kyungsoo bernasihat bijak.

"lalu, bagaimana dengan Appa?" Kyungsoo bertanya dengan ketakutan.

"sama dengan Eomma. Appa sudah merelakan. Lagipula, keluarga Do butuh keturunan saat ini."

"maksud Eomma?" bingung jelas raut muka Kyungsoo.

"Tidak apa-apa. Hanya mengambil sisi positif. Appa selalu bertanya setiap malam kapan kau akan menikah. Appamu rindu tangisan anak kecil dimalam hari sepertinya." Eomma Kyungsoo tersenyum mengingat saat-saat Kyungsoo masih menjadi bayi mungil yang menangis setiap malam. Hingga membangunkan seluruh keluarga Do yang sedang tertidur.

"ayo masuk. Sebentar lagi Appamu pulang."

Pasangan ibu-anak itupun masuk kedalam rumah. Dengan pegangan koper di tangan keduanya.

.

.

"apa ini bagus?"

"ini sangat bagus Ge. Sangat simple dan elegan."

Gadis panda tersenyum dengan cincin yang ada di jari manisnya. Kris mengamati cincin itu berkali-kali.

"benarkan? Apa aku harus membeli ini?" Kris sedikit kebingungan dengan keputusannya.

"lepaskan Tao. Aku akan membelinya sekarang"

Tao pun melepaskan sebuah cincin emas putih dengan bunga kecil di atasnya yang terbuat dari berlian.

Kris pun membawanya pergi menuju tempat pembayaran, dan meninggalkan Tao di sofa yang mereka duduki tadi.

"bisakah kau mengukir bagian dalam cincin ini?"

"tentu saja tuan. Silahkan tulis kata yang anda inginkan disini."

"baiklah terimakasih. Oh iya, apa cincin ini bagus untuk melamar seseorang?"

"cincin ini memang didesain untuk sebuah pernikahan."

Samar-samar Tao mendengar percakapan antara Kris dengan pelayan itu.

Tao kegirangan saat ini. Tadi Tao datang ke Kantor Kris dan mengajak pemuda naga itu untuk berjalan-jalan. Tetapi tidak disangka Kris membawanya menuju toko emas dan memintanya memilih cincin yang sangat bagus.

'apa aku sudah menang? Apa Kris akan menikahiku? Ternyata belum aku mengotori tanganku. Kris sudah memintaku memilih cincin pernikahan. Terimakasih tuhan.' Tao membatin sinis dengan pemikirannya.

"ayo Tao, kita pergi" Kris sudah kembali dan berdiri didepan Tao yang masih duduk.

"bagaimana dengan gaunnya Kris?" Tao bertanya dengan manis.

"kurasa tidak sekarang."

Tao berdiri dengan menggandeng tangan Kris. Lalu berjalan keluar dari toko tadi.

.

.

.

TBC

Fyuuh... Akhirnya chap 4 udah selesai?

Pasti pada gregetan kan sama scene terakhir? :v

Tao? Kris? Beli cincin? apa maksud semua ini?! Tolong baim ya Allah!

Hehehe :v :v

Oh iya.. Yang ch 3 kemaren emang pendek . Ga tau ini juga pendek apa panjang. Mueheheh :v

Oh iya. Readers disini ada yang mbaca ffku yang judulnya "Don't Try To Go" ga? Cuma mau bilang ff itu ga jadi kubikin sequel, tapi kubikin three shoot.

Menurut survey yang kukira-kira, review menurun kurang lebih 50% di ff itu :(

Untuk para Readers, kalo review jangan sekali doang yaa.. Apalagi jadi siders. Yang nulis ff jd ga semangat -_-

Tapi aku bakal nyelesain ff ini kok. Karena aku tau rasanya nunggu ff yang ga dilanjut sama authornya. Sakitnya tuh disini /alay banget gue -_-/

Juga readers ada saran, ide buat Tao nyiksa Kyungsoo .-. #dibotakiKyungfans

Yasudahlah.. Cukup segitu saja kultum dari saya /berubah jadi mamah dedeh/

Reviewnya ditingkatin ya jamaah...

See you ch 5 'o')/