Full Play

Cast: krissoo/(secret?)

Genre: Romance,Fluffy,Comfort

Rate: T / M

Enjoy reading^^

GS

Chapter 5

"bagaimana kabarmu disana sayang?"

"baik."

"aegy kita?"

"dia merindukan belaian appanya."

Begitulah percakapan Kyungsoo dengan Kris saat ini. Kyungsoo sedang duduk di sofa ditemani toples-toples kue kering. Dan tv yang menyala menyiarkan drama favoritnya. Eomma Kyungsoo sedang berada di butiknya. Sedangkan Appanya masih mengajar. Dan Kyungsoo berada di rumah sendiri.

"benarkah?" Kris terkekeh dari ujung sambungan telepon.

"heum ne." Kyungsoo mengiyakan dengan manja.

"oh iya, besok kau jangan lupa menjemputku Kris! Atau aegya akan marah." ancam Kyungsoo dengan aegyonya. Tanpa Kris melihatpun dia sudah tau, Kyungsoo tengah mengerucutkan bibirnya.

"ne, Araseo!" Kris mengiyakan tidak mau membuat Kyungsoo emosi.

"Soo, kututup ya. Aku harus kembali bekerja."

"aish... Ne.. Annyeong!"

"Annyeong."

Pip.

Sambungan telepon antara Kris dan Kyungsoo terputus.

Kyungsoo kembali melayangkan pandangannya ke layar tv.

Duduk dengan kepala yang menyandar di sofa, dan tangan yang mengelus pelan perut datarnya.

Panda

"Tuan Kris hari ini nyonya Wu meminta anda datang mengikuti jamuan makan malam." seorang pria dengan pakaian kantoran berdiri di depan meja kerja Kris.

"siapa yang mengadakan jamuan makan malamnya?" Kris bertanya sembari membaca sebuah dokumen di tangannya.

"sepertinya pemilik Huang Corp yang mengadakannya, Tuan Kris."

"baiklah kau boleh pergi sekarang."

Pria tadi membungkukkan badannya lalu keluar dari ruang besar milik Kris.

'sepertinya menarik.'

.

"jadi besok kau akan pulang?" Wanita dengan wajah yang mulai menua bertanya dengan seorang perempuan yang tengah membaca di atas kasur.

"ne eomma, besok Kris akan menjemputku." Kyungsoo, perempuan tadi masih membuka-buka sebuah halaman majalah dengan gambar wanita hamil disampulnya.

"ahh.. Lihat ini! Dulu eomma memakai ini saat hamil."

Eomma Kyungsoo memperlihatkan Hanbok yang ia pegang kepada Kyungsoo.

Saat ini Kyungsoo dan Eommanya sedang berada di kamar utama.

"Eomma, apa aku harus memakai itu?" Kyungsoo sedikit enggan menatap Hanbok merah muda yang dipegang Eommanya.

"ne tentu saja. Dulu Eomma memakai ini saat kehamilanmu." Eomma Kyungsoo bercerita sembari melipat Hanbok yang akan diberikan oleh eomma Kyungsoo.

"lagipula, kalau kau memakai ini kau akan lebih gampang untuk bergerak kan?"

"Haaah" Kyungsoo hanya menanggapi dengan helaan nafas. Malam ini Kyungsoo menghabiskan malamnya dengan bercakap-capap dengan Eommanya.

.

Restoran mewah di daerah Gangnam sengaja di sewa kosong oleh keluarga Huang. Malam ini antara keluarga Huang dan Keluarga Wu mengadakan makan malam di Restoran mewah ini. Di meja kayu yang panjang telah berhadapan antara Nyonya Wu dan Kris. Dan juga Tuan Nyonya Huang dan juga zitao sendiri.

Dihadapan mereka telah terhidang makanan barat yang dibuat oleh koki andalan restoran tersebut.

"Jadi kapan pernikahan antara Zitao dan Yifan diselenggarakan?" Nyonya huang bertanya menatap Nyonya Wu.

"aku harap secepatnya." Nyonya Wu tersenyum sembari mengiris daging panggang didepannya.

"lebih baik tanyakan saja kepada yang bersangkutan." Tuan Huang berkata bijak sembari menatap Kris dan Zitao bergantian.

"Bagaimana Tao? Apa kau setuju?" Nyonya Wu bertanya dengan lembut kepada Tao.

"tentu aku setuju." Tao tersenyum.

"Kris?" Tuan Huang balik bertanya kepada Kris yang duduk dihadapannya.

"aku setuju."

Semua yang disana memandang Kris, Zitao hampir saja memekik kesenangan. Nyonya Huang dan Nyonya Wu saling tersenyum. Tetapi Tuan Huang memandang Kris dengan tajam.

"hanya saja, aku bukan lelaki brengsek." semua disitu kaget dengan ucapan Kris.

"saya akan membuat pengakuan, saya telah menghamili seorang perempuan. Dia karyawanku sendiri. Dan aku tidak bisa meninggalkannya."

"KRIS!" Nyonya Wu menggeram seakan memperingatkan Kris. Dirinya menunduk dengan muka merah menahan malu.

"maaf membuat anda kaget. Tetapi saya sudah menceritakan semua ini kepada Ibu saya. Maaf membuat anda sia-sia berada disini." Kris berkata dengan tajam dan memandang satu persatu keluarga Huang.

"apa-apaan ini! Nyonya Wu jelaskan semua ini. Apa benar yang dikatakan Kris?" Nyonya Huang bertanya kepada Nyonya Kris.

"Nyonya Huang, maafkan saya. Tetapi semua ini benar." Kris menjawab pertanyaan Nyonya Huang dengan tenang. Kris kembali duduk dikursinya.

"Semuanya sudah jelas sekarang. Tidak ada gunanya kita disini. Ayo kita pulang" Tuan Huang berkata sembari berdiri dan diikuti Nyonya Huang. Sedangkan Tao masih duduk, memandang Kris kecewa. Matanya berkaca-kaca. Semua bagian tubuhnya bergetar.

"Tao ayo kita pulang." Nyonya Huang memegang bahu Tao, mengisyaratkan anaknya untuk segera pulang.

Dengan sedikit kasar Tao berdiri, dan langsung meninggalkan meja makan.

Tuan Huang menghela nafasnya. Lalu membungkuk pamit diikuti Nyonya Huang. Lalu berjalan keluar menyisakan Nyonya Wu dan Kris yang masih duduk dengan tenangnya.

"buktikan jika memang yang kau pilih itu benar." setelah berkata seperti itu Nyonya Huang meninggalkan Kris sendiri.

'pasti benar.' Kris bergumam sendiri.

.

Pagi itu, sebuah mobil hitam mewah berjalan masuk menuju pekarangan rumah Kyungsoo.

Mobil itu berhenti lalu terbuka menampilkan sosok Kris didalamnya. Kris keluar berjalan menuju rumah Kyungsoo.

"OPPA!" belum sampai Kris di depan pintu, Kyungsoo sudah berlari menerjang Kris dengan pelukan. Kris membalas pelukan Kris.

"bogoshipo!" Kyungsoo masih memeluk Kris manja. Krih terkekeh dengan sikap Kyungsoo.

"nado, sooya"

Kyungsoo melepaskan pelukannya, lalu menarik Kris ke dalam rumahnya.

"Annyeong haseyo!" Kris memberi salam kepada Eomma Kyungsoo yang berdiri ditengah ruang tamu rumah Kyungsoo.

"Annyeong haseyo." Eomma Kyungsoo membalas sapaan Kris dengan ramah. Eomma Kyungsoo mempersilahkan Kris duduk.

Kyungsoo lalu menghidangkan teh kepada Kris.

Ruangan tamu itu kini terkesan dingin, di sisi kanan Kris duduk dengan Kyungsoo yang melingkarkan tangannya di lengan Kris. Sedangkan di sisi kiri duduk orang tua Kyungsoo.

Selama satu jam orang tua Kyungsoo berbincang-bincang dengan Kris. Sesekali terdengar tawa di ruangan itu. Hingga akhirnya semua yang ada disitu terlibat dalam perbincangan yang serius.

"nak Kris, kami rasa Kyungsoo harus segera jelas keadaannya. Kyungsoo mengandung anak Nak Kris. Kami butuh tidak sekedar pertangung jawaban saja. Harus ada status jelas." dengan suara rendah, Ayah Kyungsoo menjelaskan.

"saya akan segera menikahi Kyungsoo. Saya akan bertangung jawab sepenuhnya kepada janin yang ada di dalam perut Kyungsoo." Kris mulai melamar Kyungsoo, dirinya merogoh saku jaketnya. Mengeluarkan kotak kecil berwarna merah. Setelah membukanya, terlihat sebuah cincin.

"Saya ingin melamar anak anda Tuan Do." Kris yang semulanya duduk sekarang menjadi berlutut. Kotak cincin itu sudah diletakkan di meja menghadap Appa Kyungsoo.

"semua terserah kehendak anak kami, apapun itu saya meminta kau agar bisa menjaga anakku dengan sungguh-sungguh." Appa Kyungsoo berkata sembari melirik Kyungsoo dan Istrinya.

"kau boleh kembali duduk, dan jangan panggil aku tuan. Panggil saja aku Abeoji." Appa Kyungsoo berdiri dari duduknya, menepuk pundak Kris. Lalu menjabat tangannya mengajak untuk berdiri. Setelah itu Appa Kyungsoo berlalu dengan istrinya. Menyisakan Kris dan Kyungsoo di ruang tamu.

"coba kau pakai." Kris kembali duduk, mengambil cincin di meja dan memasangkannya di jari Kyungsoo.

"ini sangat cantik Kris." Kyungsoo membolak-balikkan telapak tangannya menilik cincin yang terpasang di jari manisnya.

"secantik dirimu." Kris lalu memeluk Kyungsoo dari samping dan mengecup pelipis Kyungsoo.

Mereka berpelukkan, diruang tamu rumah Kyungsoo.

.

.

.

Tbc~

APA INI! Tunjuk atas ^

Astajiim.. Napa jadi kayak gini sih? -_- (kan gue yg mbuat? o.O)

Makin absurd ni epep. Sumpah ya, aku bingung mau gimana lagi endingnya.

Udah telat, bahasanya ancur ga karuan. Penulisannya juga masih acak-acakkan. Dan ch 5 ini pendek bgt kan.

Gaje banget ya? :(

Buat readers, mending sampe disini, apa lanjut tp jadinya fluffy?

Aku ga punya ide buat konfliknya gimana. Sebelumnya aku mau bikin Tao kayak mbak karin gitu (korban sinetron :v). Tp aku ga tau gimana njahatin Kyungsoo O.o

Maaf buat post yang ngaret ini.

Oh iya, author udh kelas 9 nih, jd harus belajar" terus. Kalo ada waktu luang author mau bikin ff yg lain. Drpd bikin ff belum end udh dipost, mending bikin ff sampe end biar enak ngepostnya. Ga telat-telat dan ga ada yg nungguin, karena kalo ffnya udh end, yg ngepost juga teratur ga telat".

Yaudh deh.. Review aja ya reafers. Lgi butuh ide sama semangat dr readers nih ^^

#Bow