Full Play
Cast: krissoo/(secret?)
Genre: Romance,Fluffy,
Comfort Rate: T / M
Enjoy reading^^
GS
Chapter 6
.
Kyungsoo dan Kris sudah kembali ke Seoul dengan membawa 1 koper berisi baju hanbok. Eomma Kyungsoo sudah memberi perintah Kris untuk mengingatkan Kyungsoo memakai hanbok saat kandungan Kyungsoo sudah berusia enam bulan.
Kyungsoo menghempaskan dirinya di sofa. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.
Kris ikut duduk di sofa menyenderkan kepalanya senyaman mungkin.
"Bagaimanapun kita harus menikah Kyungsoo. Dan kita harus meminta restu Eommaku." Kris berkata dengan pelan dan lambat. Memberikan waktu untuk Kyungsoo berpikir apa yang dikatakannya.
"ne, jadi kapan?" Kyungsoo tanpa berpikir lebih dalam bertanya kepada Kris.
"seharusnya saat perutmu sudah membesar agar Eommaku percaya. Tetapi aku tidak mau kau mengandung dengan status belum bersuami." Kris berkata dengan bijak.
"kalau begitu besok kita harus cepat kesana." Kyungsoo membenarkan kata Kris. Demi anaknya, menghadapi perempuan kejam seperti Ibu Kris pun Kyungsoo rela melepas(?) mukanya.
"kau siap?" Kris mengkhawatirkan Kyungsoo, jika Kyungsoo tidak siap Kyungsoo bisa saja membuat dirinya sendiri terluka. Kris tau betul sifat Ibunya seperti apa.
"apapun itu, asal kau tidak meninggalkan kami. Aku dan aegya." Kyungsoo memegang tangan Kris, meremasnya. Meyakinkannya bahwa ia sudah siap apapun terjadi.
.
.
Pagi itu mobil Kris memasuki kawasan Mansion Wu yang mewah dan megah. Disebelahnya duduk Kyungsoo yang memakai dress biru muda selutut.
Jam tujuh pagi Kyungsoo dan Kris sampai di Mansion Wu. Kris tau jam 7.15 Ibunya sarapan di ruang makan Mansion Wu.
Kris berjalan dengan menuntun Kyungsoo. Mengusap tangannya dan membisikkan kalimat-kalimat penenang seperti -tenanglah-aku selalu disampingmu sayang-kau jangan khawatir-.
Di Ruang Makan Mansion Wu sudah banyak maid yang mondar mandir menyiapkan makanan.
"ekheem.." suara deheman terdenger dari belakang Kyungsoo dan Kris yang tengah berdiri sontak menoleh dan mendapati Nyonya Wu berdiri dengan senyum angkuhnya.
"Eomma perkenalkan ini Kyung.."
"jadi ini yang namanya Kyungsoo?" Belum sempat Kris menyelesaikan ucapannya Ibunya sudah memotong.
"Selamat datang di Mansion Wu." Nyonya Wu berkata dengan ramah yang dibuat-buat. "Mama sudah mendengarkan semuanya Kyungsoo." Nyonya Wu merangkul pundak Kyungsoo, menuntun Kyungsoo untuk duduk disalah satu kursi. "Kau bisa memanggilku Mama seperti Kris Kyungsoo." Ibu Kris ikut duduk diikuti Kris yang duduk di hadapan Kyungsoo.
"Tapi.."
"Bukankah Kau calon istri Kris?"
Mendengar itu Kyungsoo dan Kris berpandangan saling bertanya. Nyonya Wu yg menyadari itu tidak peduli.
"Makanan sudah siap. Lebih baik kita makan sekarang, sebelum semuanya dingin." Nyonya Wu mengawali sarapan dengan menghirup aroma teh melati yang setiap pagi diminumnya.
Nyonya Wu dan Kyungsoo makan sembari berbincang. Sedangkan Kris hanya diam berpikir, ibunya yang berbeda dari kemarin sangat mencurigakan.
Setelah sarapan berakhir Kris dan Kyungsoo berdiri untuk pamit pergi. Tetapi Nyonya Wu menyuruh Kyungsoo untuk meninggalkan dirinya dengan Kris berdua. Kyungsoo yang paham segera membungkuk berlalu mengikuti satu maid yang menunjukkan jalan keluar.
Setelah memastikan tidak ada siapapun, Nyony Wu mengubah raut wajahnya kembali menjadi dingin. Tanpa membuang waktu Nyonya Wu berbicara dengan nada dinginnya tanpa memperdulikan Kris yang berniat menyela.
"Dengar Kris. Keluarga Huang sudah menarik lima persen sahamnya di perusahaan. Mereka menjodohkan anaknya dengan anak dari jaksa Oh. Kita sudah tidak mempunyai koneksi dengan keluarga Huang."
"lalu?"
"Kakekmu sudah memberikan wasiatnya. Antara kau dan Junmian, siapa yang lebih dulu memberikan Cucu berdarah Wu akan mendapatkan tujuh puluh lima persen dari seluruh kekayaan Wu. Sedangkan Junmian akan menikah tiga bulan lagi."
Kris mengerutkan keningnya.
"Kyungsoo sudah mengandung anakmu dan Ibu harap benar-benar anakmu. Jadi dengan begitu Junmian sudah kalah telak untuk memenangkan warisan."
Mengerti dengan maksud semua perkataan ibunya Kris hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya.
"Ibu membiarkanmu menikah dengan Kyungsoo. Ibu tidak bisa menunggumu menikah dengan putri keluarga Huang. Itu terlalu lama"
"..."
"Jadi Ibu akan datang ke apartemen rahasiamu untuk mengatur pernikahanmu dengan Kyungsoo. Berikah alamatnya lewat email"
Nyonya Wu meninggalkan Kris dengan langkah cepat.
.
.
.
Gaun biru Kyungsoo melambai kebelakang diterpa angin musim panas. Kakinya telanjang menginjak rumput basah yang belum berfotosintesis. Tangan kirinya menggenggam dua sepatunya, tangan kanannya melingkar di lengan Kris. Setelah pergi dari Mansion Wu, Kyungsoo berjalan-jalan di taman dekat apartemennya. Mereka saling terdiam setelah Kris menceritakan apa yang ibunya katakan lima menit yang lalu.
"Aku tidak apa-apa. Asalkan kita bersama. Walau ibumu tidak sepenuhnya menginginkanku. Paling tidak ibumu menunggu aegya lahir."
"Kyung.."
"Kris. Ini lebih baik daripada bayanganku sebelumnya."
Kyungsoo menghela nafasnya panjang. Matanya menuju sekumpulan anak TK berseragam kuning yang tengah menggambar di bawah pohon dengan bimbingan.
Kris menarik bahu Kyungsoo menghadapnya, menatap intens kedua bola mata Kyungsoo. Dengan sekali tarikan tangannya membawa Kyungsoo kepelukannya.
"terimakasih banyak Soo!"
Kyungsoo tersenyum dipelukan Kris.
.
.
.
Tbc/end
Minta maaf sebesar-besarnya readers.
Saya ga tau mau gimana lg sama ff ini.
Dan ini sangat terlambat banget. Malah sebelumnya saya mau berhentiin ff ini -,.-
Maaf bikin readers kecewa.
Please readers review ff gaje ini :'
Kali aja Saya semangat lg dan dapat inspirasi.
Atau readers punya masukan? Coret" kotak review yaaa
#Bow
