Author : Itami Shinjiru

Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto. Sedikit bumbu "Parody," dari Eragon, How to Train Your Dragon, dan Percy Jackson & The Olympians

Note : Semua nama naga, peralatan, atau kemampuan dan seluruhnya yang tidak terkait dengan Naruto merupakan hasil pemikiran Author dan TIDAK terkait dengan fanfiction manapun, semirip apapun judul atau plotnya.

Warning : Alternate Universe, Out Of Characters, Original Characters, Typo, Death Chara

Main Pair : NaruPara, KuraDeme

Slight Pair : MinaKushi, ShikaTema, KakaPaku, & NagaKonan

Genre : Fantasy, Adventure, Friendship, Romance, Action


PARADOX

パラドックス

Special Chapter :

Behind the Scene!


"Dragon Brand ! Ambil sendiri dan rasakan kemurniannya!"

.

.

PLAK !

"Sejak kapan naga menghasilkan susu?! Kau pikir kita ini sapi, hah?"

"Ini sponsor! Mau tak mau kita harus menghargainya!"

"Hmm ... yah. Beraktinglah dengan baik atau kucekoki kau dengan segalon minuman aneh itu."

"Errr ... omong-omong ini chapter apaan sih?! Author kurang kerjaan!" (*ditimpuk laptop*)

"Demi Orion! Ini chapter khusus yang membahas hasil jernih payah kita berakting dan menghafal naskah selama ini, tahu! Dan juga ... meladeni pertanyaan-pertanyaan dan jawaban yang ada, juga akan dikumpulkan di chapter ini!"

"Hermes! Pyrus! Kita sudah on air!"

"Mari!" Seru Hermes penuh semangat. "Mari kita tengok kejadian-kejadian memalukan saat syuting chapter pertama!"

"Kau bicara begitu hanya karena kau belum nongol, kan!" Protes Naruto.

"Tapi kalaupun iya, sudah terlambat untuk menahannya. Pasalnya, aku sudah memutar roll filmnya ..." timpal Sasuke kalem.

"HEI!"

.


BEHIND THE SCENE –CHAPTER 1:

.

Naruto – Hinata. Setting: Konoha Lake

"...Aku bermimpi mendapat seekor salmon, lalu pulang dan bertemu Kiba yang berteriak mencari naganya, kemudian kami ke Chrysler terdekat dan menjumpai seekor Hidalgo. Kami lari dari Hidalgo itu tapi kemudian dia menangkap kami dan malah menanyakan namaku! Dan untuk selanjutnya –HEI! Kenapa kalian memberikanku naskah sepanjang ini?! Ampun deh, aku nggak sanggup menghafalkannya!"

"Ini masih pendek, dasar pemalas!" Gerutu sang sutradara sambil membanting topi. "CUT!"

.

Jiraya – Naruto. Setting: Naruto's Home

Jiraya: "Kau tadi diserang seekor Hidalgo, bukan begitu?"

Naruto: "Badak, ah. Ya jelas-jelas itu seekor naga!"

Sutradara: "OI! Seharusnya kau tergagap, bukan malah melecutkan humor tidak lucu macam beginian! ULANG!"

.

Jiraya – Naruto. Setting: Naruto's Home

"Sudah berabad-abad, walaupun banyak sekali naga yang patuh terhadap manusia dan berteman dengan umat kita, naga yang tidak menyukai manusia, atau yang mereka sebut 'perkedel bersayap' masih tetap ada sampai kapanpun".

Sutradara: "CUT! Pembantai bersayap, bukan perkedel bersayap, dasar orang tua! Hei, omong-omong apa sekarang sudah waktu makan siang?"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 2:

.

Naruto Monolog. Setting: Parent's Chamber

Aku tersenyum sendiri melihat foto-foto ayah dan ibuku yang tampak begitu mesra. Hanya satu album. Kalau aku hidup bersama mereka sekarang, mungkin sudah ada tiga atau empat album. Mungkin sepuluh malah!

"Ckckck, narsis banget sih keluarga yang satu ini," celetuk Hinata tiba-tiba.

"HEI!" Bentak Sutradara. "Suara itu cukup jelas untuk ikut terekam, tahu!"

"Hehe, maaf. Keceplosan."

.

Naruto Monolog: Setting: Private Library

Kutelusuri punggung-punggung buku dengan jari telunjukku sampai aku menemukannya. Segera saja kutarik buku itu dari kawanannya.

'Macam-macam Ramen'.

"HA? Seingatku judulnya 'Macam-macam Segel'!"

"Oh, sepertinya aku salah menaruh buku itu disitu," ucap Paman Teuchi sambil garuk-garuk kepala.

Author: "Oi, kamu nggak dapat peran samasekali disini tahu!"

Teuchi: "Sakit hatiku. Hei, aku berjasa membuka warung ramen untuk tempat makan-makan para aktor dan aktris disini, tahu!"

Author: "Sssstt. Utang gue kemarin masukkin ke tagihannya Naruto, ya?"

.

Naruto Monolog. Setting: Private Library

Tujuh.

Tujuh ... bagaimana ... bagaimana kalau buku ketujuh dari rak buku itu? Ayahku semasa hidupnya selalu menandai buku-bukunya dengan nomor, pikirku. Segera saja aku kembali ke ruang tengah dan mencari buku ketujuh.

Aku menemukannya. Sebuah novel.

Kutarik keluar dan kucermati sampulnya.

'Icha-Icha Paradise Seri 1'

'Oleh...'

'Jiraya'.

.

.

.

"UWAAAAAAAA! BUKU APAAN NIH?!"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 3:

.

Jiraya – Naruto. Setting: Secret Underground Room

"Hahahaha...! Hey Naruto!" Godanya.

"Apa?" Jawabku malas.

"Menurutmu aku terlihat seperti apa? Seorang kakek tua pensiunan yang tidak bisa melakukan apa-apa dan butuh orang lain untuk memecahkan kulit kacang yang ingin disantapnya ... atau ..."

.

SLAP

.

GUBRAK!

"Maaf, Jiraya-san. Lantainya baru dipel tadi. Kukira syutingnya akan dimulai setengah jam lagi, eh ..."

"K-kurang ajar ... Beribu-ribu kutukan untuk siapapun yang menghancurkan momen pose istimewaku!"

.

Naruto – Rock Lee – Jiraya. Setting: Hi no Kuni Small Lake

"Aku adalah penunggang Draco P, aku tidak akan kalah darimu, Alis Tebal! Lihat saja, ikan-ikan di telaga ini pasti akan mengerubungiku!" Seruku agak keras. Sebenarnya itu lebih mirip seruan pesimis daripada semangat, huh.

Jiraya hanya geleng-geleng kepala.

Mendadak, air telaga di dekatku beriak. "Awas, ikan besar," Jiraya memperingatkan. "Beritahu aku kalau kau merasakan sesuatu yang berat di..."

.

BYUURRR!

.

"Aduh!" Seruku. "Kok malah sepatu boot sih?! Neve, kau dimana?!"

.

Naruto – Jiraya. Setting: Hi no Kuni Cave

"Masalahnya, Naruto ... pengendara Draco P selalu berselang berabad-abad setelah yang lain," Jiraya bersiap menjelaskan. "Sejauh ini, yang diketahui pernah menjadi penunggangnya adalah Rikudo Sennin, Dracovetth pertama. Kemudian disusul Senju Hashirama, Shodaime Hokage kita, lalu Namikaze Minato, ayahmu".

Aku menyemburkan teh yang baru memasuki mulutku.

"Ayahku seorang Draco P?!" Seruku.

Jiraya mengangguk. "Untuk waktu yang singkat. Lebih pentingnya lagi ... KENAPA KAU HARUS MENYEMBURKAN TEH-MU KE WAJAHKU?!"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 4:

.

Naruto – Neve. Setting: Front Cave

"Oke, aku menyerah," kataku sambil naik ke atas punggungnya –yang untungnya tidak berduri itu.

"Tapi jangan terlalu ce ..."

WUUSSSHH!

BRUK!

"N-Naruto-sama? Anda baik-baik saja?" Jerit Neve.

"Sudah kubilang aku belum siap, tahu! Lihat nih, jatuh kan! Oi, Pak Sutradara! Tolong cut bagian ini ya!"

.

Naruto – Kakashi – Sasuke – Itachi. Setting: Near Uchiha Village

"Shikamaru melihatmu bertarung bersama seseorang. Ia memanggil kami dan memberitahukan apa yang terjadi. Karena itu kami kemari," jawab Ino.

"Lain kali kau harus ditemani kapan dan kemanapun kau akan pergi, sedekat apapun itu," simpul Kakashi.

"Kecuali buang air, mungkin," imbuhnya.

"Itu tidak ada di skenario Anda, Kakashi-sensei," koreksiku.

"Oh, meleset ya? Maaf. Anu ... bisa diulangi?"

.

Madara – Five Kages. Setting: Kumogakure Conferention Building

"Namaku Uchiha Madara".

"Aku akan menjelaskan sesuatu pada kalian, setelah itu aku akan bertanya tentang konfirmasi kalian atas hal itu," lanjutnya dingin.

"Kepo ah," tanggap Raikage cuek.

"Hei, seingatku di naskahmu nggak ada dialog begituan," cetus Onoki.

"Improvisasi, kau tahu."

"Bisa serius dikit nggak sih, Raikage?!" Gerutu Madara. "Kita sudah mengulang adegan ini lima kali!"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 5:

.

Madara – Five Kages. Setting: Kumogakure Conferention Building

Madara tertawa kecil meremehkan. Ia memejamkan mata sesaat. Begitu membukanya, Kelima Kage bisa melihat corak di matanya yang telah menjadi Mangekyo Sharingan Abadi.

"Semua telah dibicarakan, namun apa yang kalian capai?" Sindirnya. Mata merahnya menyala.

"Biar kuberitahu ..."

.

.

.

"...aku ... harus pipis dulu ..."

.

GUBRAK!

Kelima Kage –plus Sutradara dan Author yang ada disitu kolaps bersamaan.

.

Raikage – Four other Kages. Setting: Kumogakure Conferention Building

"Aku tidak setuju" tabrak Raikage.

"Paradox dan Ortodox sama-sama misterius. Bahkan aku ragu Ortodox, yang juga berhati gelap, mau mengikuti rencana Madara dengan menjadikannya semacam Rikudo Sennin kedua. Aku ragu! Sesama orang jahat sama halnya dengan sesama kutub magnet. Saling menolak. Walau awalnya mereka tampak kompak, pasti ada celah yang bisa meruntuhkan kerjasama mereka," Raikage menjelaskan idenya. "Madara juga mengambil resiko tiga naga dewa dan pengikutnya yang belum tentu sependapat dengannya. Jika tidak, mengapa dia datang untuk bernegoisasi? Terlalu sulit bagi Madara, di negara lemah, untuk mendapatkan Naruto. Karena itu ia berharap bisa menangkapnya saat perang," tambahnya.

"Omong-omong ... ada yang bisa ambilkan aku minum? Haus sekali setelah membentak-bentak di adegan sebelumnya," katanya sambil menggosok lehernya yang kekar.

.

Naruto Narrated – Team Paradox. Setting: Boreal Forest Hi no Kuni.

Geraman pelan terdengar. Serasa begitu dekat. Karena memang dekat.

Hanya sepuluh meter di belakang kami. Seekor ...

"Eh, nama naganya tadi apa ya?"

"Gigantostoma," jawab Shikamaru malas. "Ulang lagi, deh."

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 6:

.

Sakura – Naruto. Setting: Decidous Forest near Kaze no Kuni

"Pelajari dan kuasai satu jutsu yang menurutmu paling keren. Lima hari setelah ini, lawan aku dengan jutsu itu," tantangnya.

"Jangankan lima hari, dua hari pun aku sanggup," kataku bersemangat. Aku membaca satu persatu jutsu gulungan itu sampai aku menemukan jutsu kelas B yang kelihatannya menarik sekali.

"Hmmm ... Harem no Jutsu?"

BUUKK!

"KAGEBUNSHIN, BODOH!" Bentak Sakura.

"Dasar IQ jongkok," timpal Sasuke sambil menyuap mi ke mulutnya –break time.

.

Styx – Team Paradox. Setting: Kaze no Kuni Desert

Namun yang paling menarik perhatian kami adalah, tentu saja, tengkoraknya yang mengerikan. Kepalanya dihiasi lima pasang tanduk, yang terpendek di alisnya, dua di bagian belakang tengkorak atas, dua lagi di ujung leher atas, dua di pangkal rahang bawah, dan satu yang paling panjang berada di telinga. Tanduk telinganya cukup panjang hingga tumbuh melengkung ke bawah. Dan yang paling mencolok adalah satu tanduk lurus yang terlihat sangat halus, yang tumbuh tepat di tengah hidungnya. Dagunya mengeras membentuk semacam pelindung serupa jenggot versi tulang.

.

.

Hening.

.

"WOI! SEKARANG JATAH DIALOG-MU, STYX!"

"He?" Jawab Styx dengan wajah inosen. "Yang mana?"

"Draco P, kita bertemu. Akhirnya," geram Author. "Kok malah diam saja, sih!"

"Habis aku keren sih."

.

Kankuro – Baki. Setting: 42 kilometers Northeast Kaze no Kuni Great Desert.

.

"KONTAK, KANKURO-SAN!" Sebuah teriakan mengejutkan pria berambut coklat dengan riasan 'aneh' berwarna ungu di wajahnya.

"Dari siapa?" Sergahnya sambil masih fokus ke depan.

"Temari. Dia bilang dia mau kencan sebentar dengan Shikamaru, dan kau diperintahkan menggantikan sementara tugas-tugasnya."

"Oi, suruh kakakku yang egois itu pulang!" Gerutu Kankuro. "Aku sedang dalam syuting!"

"CUT!"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 7:

.

Sasori The Red Sand in action. Setting: Sunagakure Air Area

Satu Zechuan yang tersisa –yang paling besar, mengamuk dan menembakkan sinar radioaktifnya dengan membabi-buta. Orang itu menyambutnya dengan santai dan dengan mudah menghindari serangan, lantas mengaitkan benang-benang chakra dari jari-jarinya tepat ke pangkal rahang bawah sebelah kiri naga itu, bergelayut di bawahnya, memperpendek jarak dengan mengurangi panjang benang chakra, mendarat di lehernya, dan...

"STOP!" Seru Sasori tiba-tiba.

"Ha? Apa lagi!" Protes Sutradara.

"Entahlah. Aku ... merasa kurang meyakinkan. Bisa tidak aktingku diulangi sekali lagi?"

.

Naruto –in action caught by Zechuan. Setting: Outside Air Area of Sunagakure

Sementara, aku melihat mereka, melihat Sunagakure, makin lama makin jauh ...

...Inikah akhir hidup seorang remaja 16 tahun yang KATANYA memegang kunci perdamaian dunia? Ah, aku bahkan belum sempat samasekali bertemu Dia.

Kurasa benar.

Aku terlalu lemah.

Jadi ini akhirnya. Mati di mulut naga gila yang menggigil terus-terusan. Mana bisa aku pergi dari sini.

"Aduh, gigiku ngilu."

.

BUKK!

"Aduh!" Erang Naruto penuh derita. "Bukannya Pak Sutradara sudah bilang agar tidak membuka mulutmu saat membawaku?!"

"Gigiku benar-benar ngilu, tahu," bela Zechuan itu dengan tampang tak bersalah. "Ada yang sedia gigi palsu ukuran 23?"

.

Styx – Sphinx – Zmey Gorynych. Setting: Mount Phicium

"Ngomong-ngomong kenapa? Kau dapat mangsa atau semacamnya atau apa?" Sebuah suara wanita turut terdengar.

"Tim itu akan lewat sini nanti sore," papar suara tamu itu. "Persentase keuntungan 90 persen," lanjutnya sambil meneguk cairan berwarna merah.

"Eh? Kemungkinan, Styx. Bukan keuntungan. Kau pikir ini rapat perusahaan, hah?" Gerutu Zmey.

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 8:

.

Recon Team. Setting: Southeast Tower of Rouran

"Kau mendengar sesuatu?"

"Huh? Hei! Setakut apapun kalian, jangan ada yang mengompol di celana, itu memalukan tahu!"

"Apa maksudmu?"

"Lihat cairan kuning ini!"

"Itu bukan urine, bodoh! Itu lebih kental ... seperti ... air liur ..."

"Hiii, selongsong aneh apa ini?"

"Itu bukan selongsong, kapten! Itu potongan usus manusia korbannya yang belum sempat dimakan!"

"DI ATAS!"

"BODOH! JANGAN LIHAT KE ATAS!"

.

BRUK

"Sial ! Dia melihat matanya !"

KWAAAAAAKKKK !

"Hei, hei, hei! Itu ayamku! Woi, tolong tangkap dia! Dia sudah kabur selama berminggu-minggu!"

"Dan kenapa," geram Sutradara. "Ayam-mu mesti merusak adegan keduabelas?!"

.

Naruto Monolog. Setting: One of Rouran's Tower

"Kau akan membantuku, dan kita akan bertemu," desisku tegas.

Aku menatap Kota Besar Rouran yang masih tampak menawan walau sedang diteror. Beberapa kepulan asap hitam membumbung ke udara disapu angin gurun. Safirku terus memindai sekitar, berusaha mengenali setiap bayangan dan gerakan, hingga...

WOOOOMMM!

"Hei! Kenapa gambarnya mati!" Bentak Sutradara.

"Sori," jawab Hiruko. "Venator yang ini salah sasaran! Dia justru mengenai salah satu kamera."

"ARGH!"

.

Naruto – Pakura – Anrokuzan – Hiruko. Setting: Dinner Room

"Bagaimana? Enak tidak?" Tanya Pakura antusias.

"Enak," jawabku pendek. "Dagingnya benar-benar berbeda dari daging apapun. Aku pernah makan daging ayam, kambing, babi, sampai sapi, tapi belum pernah merasakan daging semacam ini," kataku jujur.

Anrokuzan terkekeh. "Tentu saja! Itu kan daging naga yang kau bunuh tadi siang," katanya enteng.

"Oh."

.

"Cut!" Teriakan Sutradara membahana. "Kau seharusnya membuat gerakan mencekik leher! Bukan malah menimpali dengan santai!"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 9:

.

Rock Lee in action. Setting: Foot of Mount Phicium

"Jadi benar! Kalian adalah tim Draco P itu," sahut Zmey dari langit. "Heeh? Tapi aku tidak melihat bocah blonde berambut kuning cerewet itu dari tadi. Apa dia bersembunyi?" Selidiknya.

"Bukan urusanmu," sergah Lee ketus. Ia melompat setinggi-tingginya, berusaha menendang salah satu kepala naga itu tapi nihil. Ia kembali mendarat sia-sia di ...

BYUUURR!

"Duh!" Teriaknya. "Siapa yang menggeser ember bekas cuci piring kesini sih?!"

.

Naruto – Sara. Setting: Front door of Naruto's chamber

Wajahku bersinar (dalam arti harfiah). Kurasa aku sudah menemukan caranya! Segera saja kuputar kenop pintu dan berlari ke luar dengan tidak sabar. Aku memutar-mutar anak kunci di pintu dengan cepat, dan langsung kubuka satu-satunya pembatas ruanganku dengan koridor menuju singgasana ratu.

Ups, seseorang berada tepat di depanku.

Sara! Dia sepertinya baru saja akan membuka pintu. Mata amethyst-nya menatapku terkejut. Wajahnya langsung memerah seperti rambutnya.

Aku sendiri terlongo bingung seperti orang dungu.

.

.

"KYAAAAA! PAKAI BAJUMU DULU, DASAR!" Sara memekik sambil membanting pintu. BRAK!

"AUCH!" Teriakku. "Setidaknya biarkan aku mundur selangkah! Kau bisa membuat hidungku hancur!"

"Oh, hehe. Terlalu cepat ya?" Balas Sara salah tingkah.

.

Naruto – Sara. Setting: Front yard of Western Tower.

Aku menoleh, bersiap memasang wajah 'aku sibuk'. Tapi ekspresi itu hancur sebelum sempat tersusun begitu melihat siapa yang menarikku.

Perempuan berambut merah ini –yang sekarang tanpa mahkota- menatapku lekat-lekat dengan permata ungu di matanya. Mau tak mau aku balas menatapnya.

Entah kenapa rasanya slow motion lagi. Ugh, sudah berapa kali, ya?

"Jika terjadi sesuatu, pergilah," bisiknya pelan sambil meletakkan sebuah benda yang kukenal di telapak tangan kananku. Hiraishin Kunai.

Aku mengangguk mantap, dan nyaris melanjutkan langkahku ketika ia berbisik pelan nyaris tidak terdengar.

.

.

.

"Eh. Kok tiba-tiba aku lupa dialog-ku ya?"

GU-BRAK!

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 10:

.

Naruto Narrated. Setting: Tsuchikage's Room.

Tua.

Keras kepala.

Agak botak.

Hidung bengkak.

Dan pendek.

.

Itulah kesanku sampai sekarang begitu bertemu Author Itami Shinjiru-

DU-WARRR!

"SEKALI LAGI KAMU BILANG GITUAN, GUA-KICK OFF LO SAMPE KE KIRIGAKURE!"

.

Orochimaru-Kabuto – Team Paradox. Setting: Iwagakure

"Namaku Yakushi Kabuto, asisten Orochimaru-sama," orang di sebelahnya akhirnya berbicara.

"Siapa yang tanya?" Seru Kiba ketus.

"Mereka tampaknya tidak berminat, Orochimaru-sama," Kabuto merespon langsung.

Orochimaru tertawa kecil. "Teruskan saja."

Kabuto menghela napas, kemudian memejamkan mata dan mengeluarkan suara pekikan pedih yang memilukan:

"SAKITNYA TUH DISINI!"

.

"CUT!"

.

Team Paradox –plus Orochimaru-Kabuto. Setting: Great Library of Alexandriana Pyramid

Orochimaru yang sudah tak sabar akhirnya menusuk Kurama dengan Pedang Kusanagi itu, dan dalam sekejap naga oranye itu menghilang, tersedot ke pedang. Aku ternganga, tapi tidak lama karena Orochimaru mengeluarkannya lagi dengan mengibaskan pedangnya begitu kami sampai di lantai teratas perpustakaan. Wow, hebat juga kemampuan pedang itu.

"Hadirin sekalian," kata Orochimaru takjub begitu kami sampai di bagian dalam ruangan piramida. "Kupersembahkan dengan bangga..."

.

.

TAS!

.

"Huh? Suara apa itu?"

"OROCHIMARU-SAMA!" Teriak Kabuto. "Talinya ... talinya putus!"

"UWWAAAAAAAAAA!"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 11:

.

Ladon – Sakura. Setting: Shinjuu's Room on Alexandriana Library

"Sebaiknya kalian segera pergi," tabrak kepala yang lain.

"Kenapa?" Tanya Sakura curiga.

"Karena aku ..." jawab kepala pertama –tapi langsung dipotong oleh suara yang lain.

"Kami," koreksi kepala di sebelahnya.

"Oke. Karena kami khawatir 'waktu' itu tiba lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya," lanjut kepala pertama.

"Husshh, apa-apaan, gadis ini bertanya padaku!" Gerutu kepala diatasnya.

"Salah sendiri ketinggalan menjawab," balas kepala pertama acuh.

"Yang kalian bicarakan salah. Si cantik ini dari tadi bermaksud bicara denganku, kok," kilah kepala yang lain.

"Egois amat kau ini, kita ini satu, bodoh!" Seru kepala di bawahnya.

"Sudah kubilang dia bicara padaku!"

"Hei, hei, hei. Aku Ladon, kau Ladon, dan kita semua adalah Ladon, tahu!"

"Lantas apa hubungannya sih?!"

"Eh, kau menyundul daguku!"

"Kau menggores keningku!"

"Tidak –jangan saling membelit! Aku tidak bisa bernapas –aaarrgh!"

"CUKUP!" Teriak Sutradara. "Ulang dari awal! Kalau masih salah, kalian takkan kebagian jatah makan!"

.

Naruto – Oedipus. Setting: Shinjuu's Room on Alexandriana Library

Jiraya-sensei mendekat dan menyalami tiga jari berikut cakar Ivory Dragon itu. Mereka sepakat. Untuk hal yang menurutku menjijikan. Oedipus mendekati Shinjuu dan memetik sebuah apel emas. Yang paling kecil.

"Ini," dia menyerahkannya padaku. "Siapa tahu berguna di perjalanan."

"Hanya satu?" Kataku setengah memrotes. "Yang paling kecil pula!"

Oedipus terkekeh. "Justru itu. Aku tidak tahu sebesar apa pengaruh apel yang sudah matang. Yang kecil saja sudah cukup, kok."

Aku mengangguk pasrah dan menyimpan buah mewah itu ke tas gendong belakangku, bersama dengan kunai dan shuriken.

"Permisi," potong Tenten tiba-tiba nyelonong. "Aku meninggalkan granat petasan emasku disini. Ada yang lihat tidak?"

"Granat petasan emas?" Aku membeo. Dia mengangguk.

.

Petsss...

.

"Sebentar."

.

DOOORRR!

.

"MEDIS!"

.

Hermes – Beleriphon. Setting: Palomar Observatory, Yukigakure

"Untunglah kalian tiba sebelum Sabtu," suara lain –yang juga kukenal- menyeletuk.

"Beleriphon!" Seru Shikamaru. Naga berjenggot itu mengangguk.

"Aku menantang Hermes untuk berlomba siapa yang tercepat," ceritanya.

"Dan kau kalah," timpal Hermes dengan ekspresinya yang biasa. "Aku selalu kasihan pada naga-naga yang menantangku, kecuali satu sayapku sedang patah," candanya.

"Tak ada gunanya mempunyai kelebihan kalau kau terus menyombong begitu," Beleriphon membalas.

"Hei, kelebihan ini ada padaku sejak menetas! Bukan hasil curian!"

"Tak masalah darimana kau mendapatkannya, yang terpenting bagaimana kau menggunakannya, tahu!"

"Kau yang tidak punya kelebihan sepertiku mana bisa mengetahui betapa sulitnya mengemban amanah semacam ini!"

"Enyahlah!"

"Tidak! Kau yang enyah!"

"Jadi," suara Author terdengar dengan penuh penekanan. "Haruskah kuikat mulut kalian dengan Rantai Laeding dan kulempar kalian ke Batuwara?"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 12:

.

Naruto – Team Paradox. Setting: Mid Air Journey to Kusagakure

"Dan mengorbankan entah berapa nyawa hanya untuk sesuatu yang padahal aku sendiri bisa melakukannya?!" Aku memotong ucapan Hinata begitu saja. "Itulah yang kupelajari," kataku tegas. "Di Rouran juga. Tempat dimana hampir tidak ada yang bisa kuandalkan untuk melindungiku. Ketika tidak ada yang bisa kau andalkan untuk melindungi dirimu sendiri, maka dirimu sendirilah yang harus kau andalkan. Tidak selamanya kau hidup dengan dikelilingi orang-orang. Suatu saat nanti ... arrgghh! Sutradara! Kenapa aku selalu kebagian dialog yang bertele-tele begini sih?!"

"Itu sudah tugasmu! Jangan cerewet! Kau harusnya bersyukur kebagian jatah jadi tokoh utama!"

.

Team Paradox and Batalion of Five Nations. Setting: Rhea Great Cave, Kusagakure

Kami turun dari naga kami serempak. Ryuuzetsu berjalan ke depan gua, berjongkok satu lutut dan memanggil.

"Yang Mulia Paradox, kami semua sudah di depan."

Suaranya bergema sampai ke dalam gua. Tidak menunggu lama, suara rumput yang diinjak terdengar. Bagaimana bisa? Karena suasana di tempat itu begitu hening walau nyatanya ratusan naga dan manusia sudah menunggu di luar. Tidak ada suara apapun selain desiran angin dan helaan napas. Semua ingin melihat sosok Paradox dalam diam.

.

.

.

"Tidak perlu memanggilku Yang Mulia, Ryuuzetsu," sebuah suara pria yang terdengar halus tapi tegas menyapa dari dalam gua.

Dia makin dekat.

.

Ini dia.

Aku meneguk ludah. Kurama tampak gelisah. Sakura tampak seperti baru selesai maraton. Sasuke mengelap keringat dahinya dengan punggung tangan. Kakashi-sensei dan Jiraya-sensei masih tetap bersikap biasa.

.

Setengah menit kemudian.

.

"WOI!" Teriakan Sutradara membahana. "Keluar, cepat!"

"A-aku grogi!" Seru Deavvara sambil gigit jari. "Mana bisa aku menyamar-nyamar begini? Ini namanya akting dibalik akting, kan?!"

.

Naruto – Kurama. Setting: Rhea Grasslands

"Tolong sampaikan salamku pada Paradox ..."

.

Hening.

.

.

"Naruto-sama ..."

.

.

"Terimakasih".

.

.

"KURAAMMAAAAAAAAAAAA!"

.

"JANGAN KERAS-KERAS!" Bentak Kurama tiba-tiba, siuman. "Telingaku hancur, tahu!"

Sutradara membanting kursi. "AKTING NARUTO SUDAH HEBAT TADI! KENAPA KAU-MALAH-MERUSAKNYA-HAH?"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 13:

.

Naruto – Ardhalea. Setting: Kusagakure Lake

"KEMANA SAJA KAU SELAMA INI?!" Bentakku keras-keras. "Aku dan timku sudah mencarimu lebih dari setengah bulan ke lebih dari setengah wilayah planet dan samasekali tidak menemukan apa-apa, sedangkan ayahku ditemui sendiri olehmu hanya dalam dua hari! Aku sudah mati-matian hampir terkena serangan jantung saat berhadapan dengan Hidalgo, melawan kelompok Zechuan, diserang Styx sampai terdampar di Rouran, terpaksa melawan seekor Venator dan bahkan menghadapi seekor Basilisk, sementara teman-temanku juga berjuang menghadapi Zmey dan Sphinx! Aku dibingungkan oleh beragam teka-teki sialan mulai dari penemuan ruang rahasia bawah tanah sampai pencarian Perpustakaan Alexandriana! Diramal oleh Si Tua Shinjuu dan Artemis Terantai di tempat yang membuat tulang-tulang kami membeku! Aku sempat mengira nagaku adalah kau tapi itu malah salah! Ujung-ujungnya kau bahkan membiarkan kami mencari info sendiri ke Observatorium Palomar, melawan Wyvern, dan kau membiarkan saudaramu menghabisi kami dan ribuan orang di luar sana?! Kau membiarkan saudaramu membunuh Kurama! Kau membiarkan Sakura terjerumus dalam dilema dan KAU MEMBIARKANKU MENDERITA TANPA BERBUAT APA-APA DAN BARU MUNCUL SEKARANG DAN KAU MENYEBUT DIRIMU PAHLAWAN?!"

GUBRAK

"Hah ... haahh ... ada ... yang ... punya ... minum?"

.

Nagato – Konan. Setting: Secret Underground Room, Amegakure

"Aku ingin kau melihat ini," Nagato menuding benda berukuran besar dalam ruangan berbentuk kubus itu. Konan terbelalak.

"Sejak kapan ...?" Katanya tersendat. Nagato tersenyum tipis.

"Aku tidak begitu ingat," jawabnya sekenanya, "tapi benda ini akan sangat membantu kita mencapai tujuan kita. Ini rahasia, ya. Hanya kau yang tahu soal ini. Impian Yahiko ... dan juga impian kita ... bisa terwujud dengan ini."

Konan tertunduk. Pegangan tangan mereka melonggar. "Kalau ini benda yang sangat rahasia ..."

"...kenapa kau memberitahukannya padaku?"

Mata ungu Nagato menyala dalam keremangan ruang bawah tanah, membentur almond Konan dengan tegas.

.

.

.

"Ehm. Pak Sutradara ... b-bisa diulang tidak? Anu ... aku belum siap."

"Kau ini," desah Konan. "Tinggal mengatakan 'aku percaya padamu' saja susah setengah mati."

.

Naruto – Kurama. Setting: Near Camp of Team

"Dia tidak hanya cantik, dia juga sangat kuat, peduli, berpikir cepat, kemampuan hebat untuk memimpin, dan seksi," cerocos Kurama tiba-tiba. Aku membeliak. Transparan sekali naga yang satu ini. Untuk banyak hal, aku setuju. Tapi ... peduli?! Aku agak sangsi kalau yang itu.

"Darimana kau tahu dia seksi? Memangnya apa saja standar seksi untuk seekor naga, sih?" Selidikku. "Mereka kan tidak punya ..."

"Huh. Murid memang biasanya tidak jauh dari gurunya," gerutu Kurama. "Sama-sama ..."

Terdengar bunyi keletukan jemari tangan di belakang kami. Aku dan Kurama menoleh ke belakang dan mendapati Ardhalea sudah berdiri dengan pandangan horor melebihi hantu-hantu di film The Cojuring 2.

"Kalian sedang membicarakan siapa, hah?"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 14:

.

Naruto – Ardhalea. Setting: Near Camp of Team

"Apa maksudmu?" Selidkku penasaran.

"Sekali setiap 275 tahun, matahari berada satu garis lurus dengan bulan, Bumi, Jupiter, dan Saturnus. Lima benda langit, dua yang paling kita kenal dan dua planet terbesar dalam Tata Surya. Itu terakhir kali terjadi ... saat sebelum Artemis bertemu dengan Deinosyus. Saat itu para Kaum Kolosal juga bangkit, akan tetapi aku hampir bisa menjamin kebangkitan mereka kali ini akan lebih dahsyat. Mereka adalah ... sisa-sisa dari keturunan pertama Horus dan Haumea. Dan gerhana tiga hari setelah ini, bersamaan dengan Rencana Mata Bulan Madara, kurasa juga merupakan sebuah alat untuk memancing kebangkitan mereka lagi ..." jelasnya panjang lebar.

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. "Emm ... bisa dijelaskan dengan lebih sederhana, tidak?"

Ardhalea menepuk dahi. "Mulai sekarang, setelah aku menjelaskan sesuatu, kau pura-pura paham saja."

.

Madara – Akatsuki. Setting: Mountain of Grave

Tepuk tangan menggemuruh di ruangan kecil yang tampaknya 'tidak layak disebut ruang rapat' itu. Tepuk tangan terkeras bersumber dari ... Zetsu, Nagato, dan Konan.

"Dan," Madara melanjutkan presentasinya. "Kita memerlukan kekuatan yang sangat besar untuk itu, terutama untuk tahap pertama, yaitu membangkitkan sesuatu yang digunakan sebagai 'alat' guna memproyeksikan genjutsu itu ke bulan," jelasnya singkat sambil menuding layar yang menampilkan proyeksi Microsoft Power Point 2007 dari laptopnya.

.

.

"HEI!" Bentak Sutradara dengan suara cetar membahana. "Sekarang zaman apa, hah?!"

.

Ardhalea – Naruto. Setting: Naruto's Tent

'Suatu hari nanti, kau akan menemukan...pengendara sejatimu...ketika kalian saling membutuhkan dan terus bersatu seperti jantung dan hati ...'

.

Kata-kata Ashura sebelum dia wafat mendadak terngiang di kepalaku. Kutatap wajah Naruto sekali lagi.

Aku menggigit bibir, tapi kemudian tersenyum. Yah, walau tidak ada yang tahu.

"Naruto ..." bisikku.

"Kurasa sekarang aku tahu kenapa Sara begitu memperhatikanmu ..."

Aku berjongkok, meraba pipi kirinya dengan tangan kananku. Aku merendah. Rambut perakku sebagian kembali jatuh, tapi tidak kupedulikan. Hidung dan bibirku menyentuh pipi kirinya. Menciumnya. Hanya untuk satu detik, tapi cukup membuatku merasa damai.

"Mimpi indah, Naruto," bisikku halus.

"H-hah?" Mendadak Naruto bangun, mengerjap-ngerjapkan mata. "P-Paradox?! Kenapa kau-"

"KYAAAA!"

PLAK!

"JANGAN BANGUN, BODOH!"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 15:

.

Madara – Obito. Setting: Mountain of Grave

"Jadi?" Sebuah suara yang sebenarnya tidak begitu keras menggema dalam ruangan yang lebih mirip gua itu.

"Mereka menemukannya," jawab suara yang lain. "Kurasa aku harus mengambilnya sebelum mereka mempraktekkannya".

"Tidak perlu," balas suara pertama. "Untuk mencapai tujuanmu, kau tetap harus bersabar".

"Kurasa kau sendiri bukan tipe orang sabar, Madara," balas suara kedua itu kasar.

Madara tertawa kecil. "Baiklah," ucapnya. "Sebagai ... yah, hitung-hitung balas budimu, cobalah pergi lagi kesana dan ambil buku itu tanpa sepengetahuan mereka," titahnya.

"Jika aku ketahua ?" Balas suara kedua.

"Hmm ... hindari pertarungan sebisa mungkin. Paling tidak yang ringan-ringan sajalah".

"…."

"T-tunggu sebentar," ucap Obito tiba-tiba. "Aku lupa dialog-ku selanjutnya!"

.

Nagato – Konan. Setting: Air Area Road to Konohagakure

"Sebentar," desis Nagato. "Kalau Hanzo-sama bertanya padaku, apa yang harus kukatakan?" Tanyanya bimbang.

"Apa lagi?" Konan malah balik bertanya. "Suara hatimu," bisiknya. "Katakan apa yang ada dalam sanubari, Nagato. Ketika aku melihat Suna dihancurkan oleh Styx, aku juga tidak tega melihatnya. Sejak itu sudah kulepaskan kontrak kuchiyose-ku dengan naga itu. Hatiku sakit melihat orang-orang tak bersalah menanggung kesedihan dan kesengsaraan yang terlalu berat," ucapnya sambil menatap laki-laki bermata ungu di sampingnya penuh harap.

"Aku tidak yakin Hanzo-sama bisa luluh hanya dengan kata-kata kita ..."

"... tapi akan kucoba".

.

.

.

"Ehm, Pak Sutradara. Apa ... apa aku harus melakukan adegan ini?"

"Tidak perlu," balas Sutradara kalem. "Kalau kau ingin dirimu dan Nagato dipecat dari fic super duper keren ini."

.

Pyrus – Etatheon. Setting: Deep Water Area of Oogata Island

"Jőrmungandr, atau yang biasa disebut sebagai Midgard Serpent, adalah spesies Kaum Kolosal terbesar yang hidup di laut! Panjang dari ujung hidung sampai ujung ekornya dapat mencapai lima kilometer! Bahkan ada sebuah legenda yang mengatakan bahwa naga laut ini dapat melingkari Bumi dengan tubuhnya!" Seru Kurama dari dalam tubuhku –yang juga didengar oleh para Etatheon.

"Itu benar. Demi Altair, kau sungguh pintar, Kurama!" Puji Pyrus.

"S-sebentar! Altair sepertinya kurang menarik ... bisa kita ulang lagi?"

"Itu benar. Demi Andromeda, kau sungguh –tidak, tidak! Aku sudah pernah menggunakan nama galaksi itu saat memuji Naruto!"

"Pyrus," desis Parthenon sabar. "Mungkin kita butuh break sebentar dan kau harus mencari buku tentang astronomi untuk memperkaya kosakatamu."

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 16:

.

Kurama – Naruto. Setting: Oogata Island, Face with Varan

Aku ternganga takjub sekaligus gentar. Inikah tantangan yang harus kami lewati untuk sampai ke AEsir?! Ini sungguh gila!

"Ini benar-benar kolosal, Kurama!" Seruku dengan suara gemetar. Duh, kemana perginya semua kepercayaan diriku?

"Bukan lagi, Naruto!" Balas Kurama cepat. "Ini naga super-duper-ultra-mega-raksasa! Eh, bukan! Ini naga super-duper-ultra-mega-luar-biasa-kolosal-raksasa! Eh, salah! Yang benar ini naga super-duper-ultra-mega-ekstra-kombo-luar-biasa-kolosal-raksasa!"

"C-U-T-!"

.

Nagato vs Hanzo. Setting: Central Amegakure, Highest Tower

"Dimana Konan?" Geramnya.

Untuk beberapa detik, Hanzo tidak bereaksi.

Akhirnya Nagato dengan berani merengsek maju, mengabaikan semua pengawalnya dan mencengkeram kerah rompi 'atasan'nya itu.

"DIMANA KONAN?!" Bentaknya. Peduli amat dengan siapa dia bicara sekarang.

"Pertama-tama," desis Hanzo. "Ludahmu menyembur ke wajahku. Dan kedua ..."

"Berapa petai dan jengkol yang kau habiskan saat makan siang tadi, heh?"

.

Onoki – The Leaders of Nations. Setting: Hokage House of Konohagakure

"Bagaimanapun, kita harus memenangkan perang ini atau dunia akan berakhir," kata Gaara tegas. Ketiga Kage yang lainnya mengangguk setuju.

"Paradox sudah ditemukan. Empat Etatheon lain juga sudah bersatu. Kita sudah membangun pasukan. Pasukan Aliansi Dracovetth Lima Negara Besar. Sesuatu yang akan sangat bersejarah," timpal Raikage.

"Tsuchikage belum datang juga?" Selidik Mei. Raikage mengangkat bahu.

Mendadak pintu terbuka. "Maaf telat," kata seorang kakek-kakek cebol dengan tampang tidak bersalah, langsung duduk di kursinya.

KLETAK

"ADUH!" Pekik Onoki. "Encok sialan! Kenapa malah kumat di saat-saat beginian sih?! Oi, cut bagian ini yaa!"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 17:

.

Kurama – Naruto - Etatheon plus Neve. Setting: Air Area to Battlefield

"Aku punya usul," kata Kurama tiba-tiba. Pandangan kami semua tertuju padanya. Apa lagi kejutan yang akan diberikannya sekarang?

"Tolong jangan panggil aku naga berisik," katanya dengan tampang tak bersalah.

Hermes menepuk muka. Dengan salah satu sayapnya. Yang lain memasang tampang cengo. "Oke, sekarang aku serius," lanjut Kurama.

.

.

"AWAS DI DEPAN!" Teriaknya keras-keras.

.

.

"Aku bilang," ucap Kurama lagi dengan penuh penekanan. "AWAS DI DEPAN!"

"Cut!" Teriak Sutradara. "Kawanan Crysmson masih mendengkur di Chrysler! Seseorang tolong bangunkan mereka! Sudah waktunya syuting nih!"

.

Naruto – Sasuke – Dracovetth Allied Force. Setting: Northern Beach Battlefield

Aku melompat ke punggung Kurama tapi meleset, walhasil aku sekarang bergelantungan di ujung ekornya –dan terkutuklah naga jahat ini, dia tidak mau melemparku ke punggung dan tetap membiarkanku menggantung di ujung ekornya sampai kami hadir di medan perang. Mana ada Dracovetth yang diabaikan oleh (kedua) naganya melebihi aku?

Aku turun dengan menggerutu, dan segera mencabut pedangku dari sarungnya, langsung menerabas ke depan, memuncratkan darah dari luka yang kubuat dengan pedangku. Ketika aku membuka mata, aku terkejut bukan main.

"Itu kameramen kita, idiot," tegur Sasuke. "Kenapa malah ditebas?! Sekarang dia harus dilarikan ke UGD atau kita akan dituntut!"

.

Naruto – Ardhalea. Setting: Etatheon Temple

"Biarkan semuanya yang tidak penting," potongnya. "Aku akan akhiri perang ini, dan menemuimu disini."

"UNTUK APA?" Aku mulai geram. "Kau egois sekali!" Seruku. "Kau tidak pernah memedulikan orang lain! Kau selalu membiarkan mereka menanggung beban, baru kali ini kau benar-benar tampak peduli padaku! Bahkan itupun melebihi batasan normal seseorang yang menyayangi!" Semburku. "Sara dalam bahaya! Aku tidak bisa diam saja! Aku tidak bisa bernyaman-nyaman disini sementara teman-temanku berjuang rela mengorbankan nyawa mereka untuk dunia! Aku bukan tipe orang seperti ini! Hei, Author! Kenapa kau buat aku mencerca perempuan, sih? Ini bukan level-ku, tahu!"

"Berisik!" Seru Author sambil nenteng-nenteng Shakujo. "Terusin dialognya!"

"Duh!" Balas Naruto. "Aku tidak tega marah-marah lebih lanjut!"

Ardhalea hanya keep calm seperti biasa, saudara-saudara.

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 18:

.

Ardhalea vs Deavvara-Droconos-Styx. Setting: Sealing Hall, Dahila Grassland

DRAK!

Droconos mengambil ancang-ancang. Dia terlalu bernafsu –aku bisa melihatnya dari ratusan kilogram tanah dan rumput yang langsung terbang ke belakang begitu ia menjejakkan kaki belakangnya. Naga itu terhuyung sengaja ke depan, menyambarkan cakar berwarna titaniumnya ke arahku. Aku terbang ke belakang, menghindar, dan ia menyabet altar, meninggalkan goresan sedalam dua puluh sentimeter sepanjang tinggi dua manusia dewasa di lantai gading.

BRUK!

"Auch," rintih Droconos. "Hehe, maaf. Aku terlalu bersemangat, sampai-sampai terpeleset."

"Pasti sakit," tanggap Styx datar. "Sama dengan hatiku yang menolak mengulang adegan ini lagi."

.

Ardhalea-Naruto-Kurama-Demetra vs Deavvara. Setting: Dahila Grassland

"Sayang sekali," desah Deavvara sambil menyapu rambutnya ke belakang bak bintang iklan shampo (Inggriskan: Kepala dan Bahu). "Sekalinya dalam wujud manusia, aku merasa aku harus menang," ucapnya pongah. Aku serasa melihat tiruan Madara, walau aku belum pernah bertemu langsung dengan Uchiha yang satu itu.

"Naruto," panggil Kurama lirih. Aku menoleh. "Pernah nonton film bertema kiamat ?"

"Seperti Quantum Apocalypse dan 2012?"

"OI!" Teriak Sutradara. "Jadwal iklan dan promosi masih lama, euy!"

.

Ardhalea-Naruto-Kurama-Demetra vs Deavvara. Setting: Dahila Grassland

Deavvara mencibir. "Sifatnya mirip Ashura," katanya. Aku terkesan dia mau menjawab juga, padahal kukira dia akan segera membrutal. "Memangnya kenapa dengan itu?"

Ardhalea mengangguk. "Dia memang mirip Ashura, tapi..."

.

.

"...dia juga mirip denganmu."

.

"Ketika celeng bisa terbang," Sergah Deavvara datar.

.

.

"Hahahahahahahaha!" Aku dan Deavvara tertawa lepas. "Aduh," gerutunya, "aku tidak menyangka dialog-ku ada yang lucu juga!"

"CUUUUUUTTTT!"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 19:

.

Ardhalea-Naruto-DuoWivere-DuoUchiha vs Deavvara. Setting: Dahila Grassland

Ardhalea menangkis dengan pedang lengkungnya. Hebatnya, pedang itu tidak retak. Mungkin karena tidak menghantam ujung Uliran Samsara. Mereka beradu sengit beberapa detik.

"Lari," ucapnya pelan.

"Tidak," balasku cepat.

"Naruto!" Seru Ardhalea, memelototiku, menyuruhku pergi. Aku bergeming.

"Tidak!" Aku menghunus Pedang Rikudo. "Aku akan membantumu!"

SLASH!

"Eh," kataku kikuk. "Mestinya aku menyabet pinggangnya tadi, malah tidak kena. Ulang dong!"

.

(*Ada terlalu banyak adegan yang tidak semestinya dibeberkan disini –Author diancam dicincang-cincang jadi ribuan keping dan disegel ke Altar Segel Konoha oleh Naruto dan Ardhalea, paham?*)

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 20:

.

Madara – Dracovetth Allied Forces. Setting: Shii Woong Desert

"Kalian terlalu sibuk mengurusi pemandangan."

Semua kepala kini berpaling lagi.

Disinari rembulan yang baru terbit menggantikan matahari, tampak sosok berambut hitam panjang, dengan sorot mata datar tapi menyeramkan berpola Sharingan, dan baju zirah berwarna merah serta kipas besar terkait di punggungnya.

"Sebentar!" Seru Madara. "Seharusnya ada scene rambutku berkibar-kibar diterpa angin malam! Hoi, kru-ku! Mana kipas anginnya?! Aku harus terlihat keren, tahu!"

.

Etatheon – Naruto-DuoUchiha-DuoWivere. Setting: Dahila Grassland

Demetra mendesah. "Malam," desisnya. Ia memandang tubuh tanpa nyawa –tidak, aku tidak bisa menyebutnya 'mayat', 'jenazah', apalagi 'bangkai'- Ardhalea. Darah kering membanjiri jenggot, sepanjang bibir, dan terutama dadanya. "Apa dia akan ... bernasib seperti tubuh-tubuh tanpa nyawa lainnya?" Gumamnya. Matanya masih berkaca-kaca.

.

Suara kepakan sayap beruntun terdengar di langit sepi. Mereka berempat mendarat.

"DEMI CANIS MAJORIS!" Pekik Pyrus. "Apa-apaan in–"

Parthenon menamparnya dengan ujung ekornya. Ia mendekat ke arahku dengan tatapan tak percaya.

"Emm ... Parthenon," panggil Hermes.

"Apa! Kau tidak lihat kita sedang syuting? Aku berusaha menghayati peranku, tahu!"

"Masalahnya, seharusnya kau menampar pipi Pyrus! Kenapa malah menamparku?!" Protes Hermes.

.

Naruto – Dracovetth Allied Forces. Setting: Etatheon Temple

Aku merasakan jantungku berdentum-dentum, napasku memburu, dan semuanya ... terdengar begitu heroik. Ribuan pasang mata menatapku dengan pandangan tak percaya. Untuk sesaat, aku mengira aku telah berhasil memompa kembali semangat dan tekad mereka dan semuanya akan baik-baik saja, sampai ...

"Emm, Naruto," panggil Pyrus. Aku menoleh padanya. "Sejak kapan itu ada di punggungmu?"

Aku menengok ke punggungku sendiri dan nyaris terkena serangan jantung.

Sepasang sayap.

Itu berita bagusnya. Berita buruknya, itu sayap ayam.

"HEI!" Bentak Author. "Kubilang sayapnya sayap naga! Contoh saja model sayap elang atau apa! Kenapa kalian malah buat prototipe gagal macam sayap ayam gini sih?!"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 21:

.

Naruto Narrated. Setting: Air Area Near Horus and Haumea

Aku mengepakkan kedua sayapku dan terbang lurus ke atas, sementara ketiga pengkhianat Etatheon masih sibuk bertarung dengan Madara. Udara makin lama makin terasa dingin dan aneh, tapi aku mengabaikannya dan terus terbang ke lapisan atas termosfer, menemui dua naga ...

"Naruto!" Seru Author. "Troposfer! Bukan Termosfer! Termosfer itu lapisan teratas kedua setelah Eksosfer! Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, baru Eksosfer! Kau mau terbang delapan puluh kilometer ke langit, hah?!" Serunya menguliahi.

.

Etatheons – Naruto – Kurama. Setting: Gedomazou Field

Mulut patung membuka, membuka sangat lebar, menampilkan gigi-gigi seri rata dan empat taring dari batu. Kemudian mulutnya meluas, dan tujuh rantai putih berapi ungu langsung meluncur dari sana, tanpa bisa dicegah lagi menusuk dan membelit ketujuh Etatheon di sekitarku.

"Argh!" Teriak Droconos.

"Grrhh!" Geram Hermes.

"Lapar," sahut suara lain.

Aku menoleh. Kurama mengerjap-ngerjapkan mata. Dia baru bangun.

"Apa sekarang jam makan malam?"

.

.

"Hehe. Umm ... dialog-ku salah ya?"

"Benar kok," jawabku. "Duh, kenapa harus diulangi lagi, sih?! Ini sudah yang ketujuh kalinya!"

.

Horus – Haumea. Setting: Near Shinjuu, Miocene Era

"Ramalan itu tidak boleh disepelekan," ujar Haumea. "Aku harus membuatnya abadi."

"Dimana?"

Haumea melirik perut anak pertamanya.

"Akan kuukir itu ..."

"... di perut Varan, anak pertama kita."

"Kelak, dia akan tumbuh jadi makhluk paling besar yang pernah ada di dunia, mengguncangkan gunung dan menjadi bagian dari dataran dan daratan itu sendiri, bersatu dengan bumi dan –uhuk! Uhuk! Uh-hei! B-bisa kita ulang? Aku ... butuh penyegar kerongkongan dulu ..."

"Yah, setelah ribuan tahun mendekam dalam bui perut gunung yang memuakkan dan kering kerontang," tanggap Horus. "Break!"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 22:

.

Naruto – Etatheons – Kurama. Setting: Primary Battlefield

Aku melirik Deavvara yang tersenyum hambar. "Sekarang apa?"

"Pindahkan ke Batuwara," jawabnya singkat.

"Iya, tapi bagaimana caranya?" Desakku.

"Hmm? Kau punya Shunshin no Jutsu, kan?"

"Hiraishin?" Balasku cepat. "Kau gila! Akan menguras seluruh chakra-ku untuk memindahkan 'benda' sebesar itu!"

"Lalu...apa yang kita punya?" Desaknya cepat. "Kita sudah merantainya, tapi sekarang-"

.

"Hentikan perdebatan," lerai Parthenon tiba-tiba. Ia menuding Shesha. Ular raksasa itu sedang diseret oleh sosok manusia bertangan empat dengan kulit yang sepenuhnya biru, dengan perhiasan emas yang terlihat mahal di sekujur leher, kepala, dan lengannya.

"Dewa Wisnu!" Seru Pyrus. Sang dewa tersenyum kecil sambil melambai tangan.

"Sudah selesai meminjam nagaku, kan?" Selidiknya, "aku ambil lagi, ya!"

"Masalahnya," geram Sutradara. "Anda terekam kamera! ULANG DARI AWAL!"

.

Naruto and EtatheonsDracovetth Allied Forces. Setting: Primary Battlefield

Aku bersedekap. "Jadi kalian yang melencengkan arah serangan Juubi barusan?"

"Bukan," jawab Konan. "Tapi mereka."

.

TAP!

TAP!

TAP!

.

APA YANG KULIHAT adalah peristiwa terheroik sepanjang hidupku. Ribuan Dracovetth dan ribuan naga dari berbagai jenis (termasuk Apocalypse Dragon yang pergi tadi) berkumpul mengelilingi kami, melindungi kami semua. Banyak diantaranya adalah teman-temanku, tapi yang ini harus kuakui, mereka semua adalah temanku kali ini, berjuang bersama-sama dalam kegelapan, mengakhiri kekuasaan tirani yang membelenggu dunia dan sekarang berusaha meniadakannya.

"Naruto-kun!" Teriak Lee.

"Alis Tebal," balasku datar.

"Kau tidak mati!" Serunya sambil mengacungkan jempol dan memamerkan seringai sepuluh jarinya. "Itu –awwww! K-kakiku keseleo! Pak Sutradara! Oi! Tolong cut bagian ini ya!" Serunya sembari melambai-lambai tangan ke kamera.

.

Naruto Narrated. Setting: Primary Battlefield

Tapi aku salah.

Alih-alih wujud manusia tak lengkap dan ukuran tidak begitu besar, yang kami jumpai kali ini adalah sosok raksasa, berdenyar dengan aura pink yang mengintimidasi sepenuhnya hingga tidak ada manusia manapun yang bisa menatapnya tanpa gemetar (dan kencing di celana, barangkali). Ini adalah sosok jutsu semi-hidup yang terus membesar selagi aku melihatnya.

"Tunggu sebentar," geram Madara. "Apa tadi kau bilang? Aura pink? BIRU, bodoh! Itu tidak lucu! Ulang!"

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 23:

.

Naruto Narrated. Setting: Great Pangaea Desert

Butuh sepuluh detik sebelum dia melontarkan jawabannya.

"Gurun Pangaea."

Aku mengernyit. "Apa itu ada di dekat Kumogakure?" Tanyaku lagi. Soalnya, aku tidak pernah mendapatkan nilai lebih dari 78 saat pelajaran Geografi di akademi dulu. Soal pelajaran Ilmu Naga? Jangan tanya. Aku paling sering membolos pada jam itu.

"Cih! Ini namanya mengumbar aib para aktor!" Seruku sambil menuding-nuding kertas naskah penuh emosi.

"Berterimakasihlah karena kau digaji untuk ini," gerutu Author sambil nenteng-nenteng Samehada. "Mulai atau kugebuk kepalamu dengan ini!"

.

Naruto vs Madara. Setting: Primary Battlefield

Tidak ada yang salah dengan senjata ini sih –busur lengkungnya berbentuk artistik dengan warna hijau lembut, diukir dengan sisik-sisik naga dan ukiran pertarungan rumit lainnya, sedangkan panahnya sendiri berbentuk spiral, nyaris-nyaris mirip Uliran Samsara. Aku memasang anak panah ke busur dan menariknya panjang-panjang.

Madara tampak sedikit terkejut. Aku tersenyum puas. "Makan ini!"

Aku melepas anak panah.

.

Tuing.

PLUK.

"HAAAAA?!" Teriakku keras-keras. "Kenapa-malah-jatuh-pas-di-depanku-sih?!"

.

Naruto-Kakashi vs Masked Man. Setting: Near Etatheon Temple

"Enyahlah!" Bentakku keras-keras, menyilangkan satu Hiraishin Kunai melintang diantara kedua telapak tanganku yang membuka ke depan. Memindahkannya ke ... pengirimnya kembali.

BUUMM!

Aku tersenyum puas, hanya untuk tiga detik sebelum seluruh tubuhku terasa kesemutan sampai tidak bisa menjaga keseimbangan di udara. Aku meluncur bebas ke tanah, tapi Kakashi-sensei dengan sigap menangkapku. Kedua sayap dan tandukku pudar. Jutsu pemindahan dengan materi sebesar dan sepadat itu pasti memakan chakra yang tidak sedikit. Aku ngos-ngosan.

"Emm ... Naruto," selidik Kakashi-sensei.

"Ya?"

"Inoichi mengirimkan Shintenshin kalau Toko Donat Naga baru saja hancur karena ledakan besar. Kau yakin tidak salah memindahkan Juubi Dama-nya, hmm?"

"Uh-oh."

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 24:

.

Naruto – Laramidia. Setting: Near Etatheon Temple

"Tapi kenapa?" Aku membantah. "Jika kematianmu hanyalah palsu dan kau masih hidup sampai sekarang ini ... kenapa kau tidak berpihak pada kedua orangtuamu. Pada dunia? Itu akan jauh-jauh-jauh lebih berarti daripada memihak dirimu sendiri, Laramidia Pinatralala!" Sentakku.

"PINARRALLA!" Serunya keras-keras. "Pinarralla! Pinarralla! Berapa kali harus kukatakan padamu, Otak Udang?!"

.

Team Paradox vs Laramidia. Setting: The Battlefield

Tanah meletak terbuka, dan Alis Tebal muncul dengan semangat berapi-api, memukul-mukul dengan Soshuuga, tapi tidak ada satupun yang berhasil mengenai target. Atau mungkin itu memang hanya pengalih perhatian. Shino menyerang, mengerahkan ribuan ekor serangga untuk mengganggu konsentrasi lawan dan menyedot chakranya, namun Laramidia mengatupkan kedua tangan dan menampakkan kristal biru bersegi enam di tengahnya.

"Ledakan es!" Aku berseru memperingatkan. "Semua lari!"

Mereka menjauhi Laramidia secepat mungkin, tapi ledakan itu lebih cepat dari dugaanku ... dan menjangkau area yang lebih luas.

Bom biru dengan miliaran bubuk berwarna biru, merah, oranye, hijau, kuning, ungu, dan putih meledak dengan Laramidia sebagai pusatnya, mengubah apapun dalam radius lima puluh meter menjadi warna-warni. Termasuk teman-temanku. Semuanya.

"Sebentar," geram Laramidia. "Kukira aku akan meledakkan bom es, bukannya bom konfeti warna-warni!"

"Pesta dadakan di lokasi syuting," komentar Kiba. "Duh, aku harus mandi lagi, deh."

.

Ardhalea – Naruto. Setting: The Battlefield

Aku mengedikkan bahu. "Anggaplah aku menang sementara."

Naruto mengangguk. "Kau tidak terluka, kan?"

Aku tertegun sejenak.

"Tidak samasekali."

.

RRRRROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO...!

.

NGGGGIIIIIIIIIINNNNNGGGG...

"CUT!" Teriak Sutradara. "Juubi! Raunganmu terlalu keras! Perekam suara kami tidak bisa menoleransinya! Ulangi sekali lagi!"

"Grow," gerutu Juubi. "Tadi terlalu pelan, sekarang terlalu keras."

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 25:

.

Laramidia – Ardhalea – Naruto. Setting: Top of Shinjuu's Flower

"Kau takkan menang, Naruto!" Pekik Laramidia sambil memuntir pedangku. Aku berkelit mundur. Ia melakukan handseal.

"Kuchiyose no Jutsu!"

Kendati dia melakukan jurus pemanggil itu di punggung wujud naganya sendiri, yang dipanggil malah muncul ribuan meter dibawah kaki kami.

.

.

"APA? Medali emas, perak, dan perunggu? Medali?! Kubilang NAGA, bodoh! Naga Medali –bukan medali betulan! Ini penistaan! Apa-apaan ini!"

.

Naruto – Trapped in Genjutsu. Setting: Back of Breviparopus

"KAU AKAN BAHAGIA-"

"DALAM MIMPI!" Aku berteriak sekeras yang kubisa, memecah gambaran menggoda itu dari kepalaku. "BAHAGIA DALAM MIMPI! SEMUA USAHA TAKKAN BERARTI! TAKKAN ADA KEBAHAGIAAN YANG ABADI!" Aku berteriak-teriak seperti orang gila. "SEHARUSNYA KAU PAHAM ITU!"

Aku menangis. Entah kenapa aku jadi secengeng ini, tapi ada gejolak dalam hatiku bahwa seharusnya ini semua tidak terjadi.

Aduh, tolong hentikan perang tidak berguna yang berbelit-belit ini. Siapapun.

Seseorang menepuk pundakku.

Aku memalingkan pandangan dengan mata basah.

"Naruto?" Tanya Ardhalea. "Berhenti berteriak-teriak dalam tidur. Ini masih tengah malam, jadwal syuting masih lama. Apa kau terlalu serius menghafalkan naskahmu sampai terbawa ke mimpi?"

"Eh ... aku bermimpi ya?"

.

Naruto-Ardhalea vs Laramidia. Setting: The Battlefield

"Tak apa," kilah Ardhalea sambil mengibas tangan, "memang sudah lama sekali aku tidak merubah penampilan kimono-ku, biasanya hanya untuk pertarungan ekstrem, dan sekarang termasuk waktu itu,". Dia mengeluarkan sebuah perkamen dari pinggangnya –entah dari kantung mana, kemudian membukanya dan dirinya diselubungi asap ungu.

Penampilan dandanan total.

Wajahnya putih dengan riasan kabuki. Alis matanya dicat menggunakan pensil alis dan rambut peraknya dikepang sampai pendek. Kimono-nya berubah menjadi pink dan sepasang kipas berada di kedua tangannya.

"HEI!" Protesnya. "Aku ingin bertarung, bukan menari kipas!"

Laramidia dan aku sibuk menahan tawa.

.

BEHIND THE SCENE –CHAPTER 26 FINAL:

.

P.S= Saya diprotes habis-habisan oleh Naruto, Ardhalea, Laramidia, Obito, Kakashi, bahkan Horus dan Haumea agar TIDAK mencantumkan kesalahan-kesalahan adegan mereka di chap final ini. Tapi sebagai gantinya, sekarang saya akan membuat chapter 26 omake khusus bagian romance Naruto-Ardhalea. Terus terang aja, saya juga ngerasa romance-nya kurang sreg gitu ...

Chapter 26: Something Behind the Wings –Omake.

.

"Sudah kuduga," celetukku begitu sampai di tempat tujuan –Pulau Apocalypse. Ardhalea berdiri tegak dalam wujud naganya, memandangi batu nisan setinggi rumah. Kanji –A-r-t-e-m-i-s terukir ditengah-tengah batu, dasarnya dipenuhi bunga dengan harum yang campuraduk.

"Kau akan kemari tiap bulan?" Tanyaku. Ardhalea mengangguk tanpa menoleh.

"Dia salah satu kesalahan terbesarku," bisiknya.

Aku memandangnya tajam sambil bersedekap.

"Mungkin juga ... sekaligus keberhasilan terbesarku," Ardhalea buru-buru meralat.

Aku terkekeh. "Yang itu lebih baik. Sudah berapa lama kau disini?"

"Dua jam."

Ia berbalik dan mewujud menjadi manusia –tak bertanduk dan tak bersayap.

"Ayo pulang," ajakku sambil menggamit tangannya. Aku menimang-nimang Hiraishin Kunai-ku dan melakukan Shunshin.

.

.

Kami tiba di beranda rumah. Rumahku di Konohagakure yang indah, damai, dan permai. Aku tidak puas-puasnya memandangi desa dari sini, aroma danau yang sejuk dan burung-burung air yang berkoar-koar mencari makanan. Gemerisik dedaunan saat ditiup angin, langit yang cerah bersih, dan Gunung Hokage dari kejauhan. Gunung Batuwara berdiri, menjulang tegak nan megah dari kejauhan (iya, gunung itu ternyata muncul kembali hanya sepuluh kilometer dari batas terluar Konoha. Hermes baru memberitahuku ketika kami pulang ke desa dan itupun cuma sekedar berucap; "Ohya, itu salah satu hal menakjubkan yang lupa kuberitahukan keberadaannya."). Tingginya yang sepuluh ribu meter terbenam tujuh ribu meter di tanah. Dia kini cuma setinggi gunung kebanyakan.

Ardhalea dan aku berjalan menuju tepi tebing berpagar yang mengarah langsung ke danau, memantulkan cahaya surya yang mulai terbenam.

"Ahh ... akhirnya bisa meluruskan kaki setelah berjuang mati-matian," cengirku. Dia mengangguk sekali dengan ekspresi datar.

.

.

Duh, kenapa jadi canggung begini? Aku berdehem dan berusaha mengalihkan topik pembicaraan.

"Ardhalea."

"Iya?"

"Ada ... sesuatu yang masih mengganjalku."

"Soal apa?"

"Ramalan itu," aku menegaskan.

"'Dari Langit dan Bumi keduanya bersatu'. Itu adalah Horus dan Haumea. Naga Langit dan Naga Bumi."

Dia mengangguk mengerti. Aku melanjutkan.

"'Yang keempat kan tetap lestari', yang dimaksud adalah Keturunan Keempat dari Horus dan Haumea. Keturunan naga yang ada sekarang ini."

"Ya," jawab Ardhalea mengiyakan.

"'Tugas engkau berdua akan tergantikan oleh teman Bumi', itu cuma kiasan. Teman Bumi yang dimaksud adalah ..."

"Bulan," jawab Ardhalea. "Bulan menggantikan tugas keduanya selagi dia ada di langit."

"Benar. Dan 'Yang Besar dan Yang Wibawa akan tersemat kembali lain waktu' maksudnya pasti Kaum Kolosal dan Naga Gatpura. Mereka tersemat kembali lain waktu, kebangkitan Kaum Kolosal tiap 275 tahun dan Naga Gatpura."

"'Dan Yang Tunggal, bakti ayah dan ibu tak terlupa olehnya', itu sudah jelas Laramidia."

"'Kegelapan sejati dimulai dari dua sahabat', ucap Ardhalea. "Maksudnya adalah Hashirama dan Madara. Madara memulai kegelapan yang sudah dibuat Laramidia, dan awalnya mereka, dari Senju dan Uchiha, adalah sahabat. 'Racun yang kelak kan menggantungkan nasib dunia' itu adalah kegelapan yang dihasilkan Madara."

"'Delapan Drako akan selamatkan dunia'," kataku. "Sudah pasti Etatheon."

"'Dipimpin oleh seorang anak manusia' itu adalah kau," sambung Ardhalea. "'Yang menjadi belahan jiwa dari Sang Paradoks'," imbuhnya.

Entah perasaanku saja, atau pipi Ardhalea memang memerah begitu mengucapkan larik itu.

"'Namun pada akhirnya dia akan gagal melindungi yang terpenting' bisa jadi aku yang gagal melindungimu saat Deavvara ..."

"Bisa juga aku," bantahnya. "Yang gagal melindungi kedua orangtuamu. 'Dia' disini bisa bermakna ganda, Naruto."

Aku mengangguk, memutuskan mengabaikan. "'Pada pertengahan tiga, adalah sumber masalah dunia'. Laramidia adalah anak tengah dari Keturunan Ketiga –pertengahan tiga, dan dia adalah biang keladi musnahnya dunia," jelasku.

"'Pembawa dari kehancuran dan kedamaian adalah satu,' kata Ardhalea. Itu ... itu aku. Shinjuu sendiri bersuara di benakku saat berduel dengan Laramidia. Kata-katanya persis itu. Aku ... tidak paham maksudnya."

"Kalau kau tetap mati, dunia akan hancur," aku beragrumen. "Tapi kau hidup. Dan dunia memasuki masa damai. Naga dan manusia sudah seperti saudara sekarang. Tidak ada lagi perang antar-Dracovetth dan naga. Misi kita sudah terlaksana, Ardhalea," hiburku.

Dia mengangguk kecil.

Aku mengangkat alis sambil memegang dagu. "Tapi apa maksudnya dengan 'Ada sesuatu yang disembunyikan dibalik sayap'?" Aku akhirnya mengutarakan pertanyaanku. Aku menyadari kalau ada satu larik Ramalan Besar Shinjuu yang tidak klop dengan kejadian apapun dari awal sampai akhir, atau mungkikah itu justru belum terjadi? Kiasan? Makna ganda?

Hening.

"Ardhalea," panggilku lagi.

Ia menatapku tanpa ekspresi.

"Soal Tiga Peraturan Dracovetth," aku bergumam. "Kau ... waktu itu ... baru ... eh, seingatku waktu itu kau baru menyampaikan dua. Soal uang dan sake ..."

"Kau mau aku menyampaikan yang ketiga?" Tebak Ardhalea sambil mengangkat satu alisnya. Aku mengangguk canggung.

"Kenapa?"

"Ingin tahu saja."

"Tabunglah uang yang kau dapat dari misi. Jangan minum sake sebelum 20 tahun. Juga, jangan banyak minum, karena tidak baik untuk kesehatan ..."

Ia terdiam sejenak. Menggigit bibir, kemudian melanjutkan.

"Soal wanita ..."

"...yah, ibu juga seorang wanita, jadi kurang mengerti. Tapi, Naruto, karena dunia ini cuma ada laki-laki dan perempuan ... suatu hari nanti kau pasti akan tertarik. Jangan cari wanita yang aneh-aneh, ya. Carilah wanita ... seperti ... ibu..."

Ia meneguk ludah. "Puas sekarang?"

Aku tertawa kecil. Dialog-ku dengan ibu di taman bunga misterius mengingatkanku akan sesuatu.

"Masa bodoh dengan ramalan," cetusku. "Aku ... sudah menemukan sesuatu yang lebih penting."

"Apa?"

"Jangan pikirkan. Eh, iya. Aku masih penasaran ketika kau ...ehm. Mati. Sebenarnya apa yang terjadi? Perjumpaanmu dengan Rikudo Sennin?"

Dia terdiam sejenak. "Hmph. Seharusnya aku tidak mengatakannya. Kau pikir aku benar-benar mengizinkan kau mengetahuinya?"

Aku mengangguk dan memasang wajah polos. "Kenapa tidak? Kau tidak menganggapku sebagai Draco P paling payah di dunia, kan?"

Ia mengangkat bahu. "Masih."

Aku menepuk dahi, dan dia tertawa. Aku tersenyum selagi dia tidak melihatku. Rasanya sudah berabad-abad tidak melihatnya tertawa, dan aku merasa begitu senang. Membuat Ardhalea tertawa samasekali bukan hal yang gampang.

"Waktu itu," desis Ardhalea begitu tawanya reda. "Aku terbangun dan mendapati Hagaromo berada di dekat kasurku ... sekujur tubuhku penuh luka. Kami saling bertanya dan mendiskusikan perkara pelik yang menaungi dunia ... dan membicarakanmu juga. Dia bertanya kenapa aku rela kembali ke dunia fana lagi hanya untuk bertemu denganmu."

Darahku berdesir. "L-lalu apa jawabanmu?"

Ia mengedikkan bahu. "Aku kurang yakin. Aku hanya menjawab kalau ..."

Pipinya memerah sempurna. "Aku tidak bisa hidup tanpamu."

Ia memalingkan wajahnya dariku sehingga aku sulit menerka ekspresinya. Aku mengangkat satu alis, heran. Bahu Ardhalea berguncang pelan. Perlahan, sepasang sayap peraknya tumbuh di punggungnya. Aku mendekat, langkah demi langkah. Dia menangis?

"Ardhalea?" Panggilku lirih. "Kau kenapa?"

"Tidak ada," jawabnya sambil sesuggukan. "Aku ... aku hanya bahagia."

Aku memegang bahunya, memutar tubuhnya pelan sampai wajah kami berhadapan. Obsidian badainya berkaca-kaca diliputi airmata seperti berlian cair. Wajah eloknya tersenyum puas padaku. Aku masih ingat komentar Kurama ketika melihatnya pertama kali dalam wujud naga. "Dia tidak hanya cantik, dia juga sangat kuat, peduli, berpikir cepat, kemampuan hebat untuk memimpin, dan seksi."

Kuletakkan tanganku di pinggangnya. Dia balas meletakkan kedua tangannya ke bahuku. Sekarang aku tahu Kurama tidak pernah salah.

"Kurasa aku tahu apa yang dimaksud itu," cetus Ardhalea pelan. Mataku berbinar.

"Apa?"

Ia mendekatkan wajahnya, mengeliminasi jarak diantara kami berdua. Jantungku berpacu. Ardhalea melingkarkan lengannya ke pundak dan punggungku. Mendekapku. Tubuhku sekaku batu. Ia menenggelamkan wajahnya ke bahu depanku. Aku mendadak teringat pesan ibuku ketika kami bertemu di taman bunga.

Jangan biarkan dia merasakan kesendirian lagi, Naruto. Dia telah mengalami banyak kesulitan. Akan sangat indah apabila ada yang mau bersanding dengannya menapaki kehidupan yang panjang, sekalipun itu manusia seutuhnya.

Ardhalea lebih dari pantas untuk mendapatkan itu. Aku balas memeluknya. Ia balas mendekapku lebih erat, saling membaui aroma tubuh masing-masing. Rambutnya yang sehalus sutera menguarkan wangi yang semerbak. Aku mabuk kepayang dibuatnya.

Ardhalea membentangkan sayap peraknya. Anehnya, kali ini sepasang tanduknya tidak tumbuh. Sayap perak itu mengembang dan menaungi kami berdua. Kepalanya bergeser ke kiriku. Safir biruku bertubrukan langsung dengan obsidian badainya. Pandangannya kali ini tidak sedingin atau sesinis ketika kami pertama kali bertemu. Terasa lebih akrab dan ... sensasi lain yang entah kenapa membuat otakku macet memikirkannya.

Sekarang ini aku tidak memikirkan apapun selain memandang parasnya yang menawan. Bagaimana bisa seorang naga mewujud begitu sempurna –nyaris terlalu sempurna menjadi seorang wanita? Ardhalea memang menakjubkan –dia bisa menjadi perempuan tangguh yang mampu membantai seratus monster dalam satu menit, tapi juga bisa menjadi wanita yang begitu alami tanpa berusaha mewujudkannya, sosok yang terlihat rapuh dan perlu dilindungi.

Aku refleks mendekatkan wajahku.

Bibir kami bertautan.

Tidak ada apapun yang bisa melukiskan apa yang sedang kualami sekarang. Sensasi yang begitu damai, hangat, dan menyenangkan ... begitu luar biasa sampai-sampai andaikan Kaum Naga Kolosal mendadak bangkit di pusat Konohagakure dan meluluhlantakkan seisi desa, aku takkan ambil pusing.

Ardhalea memijat tengkukku, memperdalam ciuman kami. Aku mengeratkan dekapanku. Sayapnya masih menaungi kami.

Sesuatu yang disembunyikan dibalik sayap.

Sekarang aku merasa teramat bodoh memikirkan itu.

.

.

Kami melepas bibir setelah ... emmm, entah berapa menit, sih. Waktu terasa berhenti.

"Nakal," Ardhalea merona. Aku tertawa kecil.

"Ayahku akan memarahiku kalau sampai tahu hal ini," gumamnya.

Aku tertawa makin keras. "Ayahmu takkan marah! Dia justru senang."

Ardhalea meninju bahuku. "Darimana kau tahu itu," decihnya. Dia terdengar sangat sebal, tapi mukanya memerah sampai ke rambut.

Aku mengedikkan bahu, mengangkat kedua tangan setinggi bahu. "Anggap saja ... aku pernah bertemu dengannya."

Untunglah dia tidak bertanya macam-macam lagi. Aku tersenyum kecil, menggamit tangannya dan berdua kami masuk rumah(ku). Membaca buku-buku lain koleksi ayahku. Menelaah tiap sudut rumah yang masih tak sepenuhnya terjamah ini.

"Kau akan menghadiri pesta perayaan kemenangan sore ini, kan?" Selidik Ardhalea sambil menelusuri punggung buku.

Aku mengangguk. "Kantor Hokage, kan?"

"Ya. Kuharap Kurama dan Demetra tidak berbuat kekacauan disana."

Aku terkekeh. "Jelas tidak."

"Kalau begitu sebaiknya kita pergi sekarang. Sudah pukul lima sore."

"Aku belum bersiap-sia-"

"Kau tidak perlu dipermak," tukasnya. "Ayo cepat."

Nah, selesai sampai disini. Uwah, puas sekarang.


ETATHEON'S INTERVIEW:

License by DCC (Dragon Classification Catalog) version 5.7 #plak.

.

Wawancara dengan Ardhalea.

Ardhalea! Kau tampak cantik seperti biasa.

Terimakasih.

Para pembaca ingin mengenal lebih jauh tentang kalian. Dimulai darimu, kami ingin menanyakan sesuatu. Pertama-tama, apa hobimu?

Hmm ... hobi, ya? Sulit untuk menjawabnya karena aku tidak punya hobi yang jelas ... tapi kau bisa mengatakan kalau aku menyukai apapun yang berhubungan dengan alam. Kira-kira seperti itulah.

Tempat tanggal lahirmu?

Dataran Shinjuu, tanggal 29 Desember

Makanan dan minuman kesukaanmu?

Buah delima, yang mengandung gizi dan nutrisi yang begitu hebat, dan ... jus apel.

Warna kesukaanmu?

Putih dan perak, tentu saja.

Oya, kakakmu sendiri adalah Sang Ortodoks. Apa pendapatmu tentang sikap kakakmu Deavvara?

Kadang-kadang dia bebal. Serius lho. Kakakku cukup cerdas, tapi sekali-kali sifatnya diselingi keluguan. Yang paling kusukai darinya adalah dia ... begitu perhatian sebagai seorang kakak. Yah, sudah semestinya sih, tapi cara Deavvara agak berbeda dibanding kakak laki-laki lainnya. Sifat menyebalkannya ... kurasa tidak ada. Kecuali saat dia menjadi jahat, tentu saja. Tapi di luar itu, aku sangat senang dia kembali lagi ke jalan yang benar dan bahkan menyatukan Etatheon. Hal yang tidak pernah bisa kulakukan.

Apa sesuatu yang selalu jadi dambaanmu?

Apa ya? Mungkin keluarga yang harmonis.

Banyak pembaca yang menanyakan relasimu dengan Naruto. Bisakah kau menjawabnya untuk mereka?

Duh. Aku akan sulit menjelaskannya tapi ... itu terserah kalian. Naruto dan aku cuma sebatas Draco P dan Dracovetth-nya, oke?

Hmmm ... Ardhalea, kau ini tsundere, ya?

Tsundere? Pada Naruto? Itu terserah menurut sudut pandang kalian masing-masing.

Hehe, iya deh. Omong-omong, apa pendapatmu tentang Naruto?

Naruto ya ... dia itu pantang menyerah. Aku sendiri benar-benar kagum dengannya, bahkan Madara dan Laramidia tidak menggentarkannya. Dia bersikeras menentang Mugen Tsukuyomi bahkan walau telah mengetahui sendiri segala impian yang terrangkum di dalamnya. Dia juga termasuk sosok yang cukup tegar, mengingat hidup sebatang kara selama bertahun-tahun meskipun aku selalu mengawasinya. Dan dia mempedulikan teman-temannya lebih dari apapun. Dia Dracovetth langka yang hanya muncul sekali dalam seribu tahun.

Maaf menyinggung-nyinggung lagi, tapi pair NaruPara jadi pair favorit pilihan pembaca. Apa komentarmu tentang ini?

Duh. Aku yakin itu gara-gara romansa kami di akhir chapter 26 tapi yah ... mau bagaimana lagi, sih. Baiklah, baiklah. Naruto itu tidak bisa dienyahkan, puas? Lagipula, dia satu-satunya manusia yang bisa membuatku merasa nyaman berada di dekatnya, dan aku tidak tahu kenapa perasaan itu bisa muncul. Dalam satu jam perjumpaan pertama kami secara langsung, Naruto terasa menyebalkan. Selalu saja menyalahkanku. Kemudian aku mulai mencoba bertenggang rasa dengannya hari-hari berikutnya, dan setelah itu yah ... kalian tahu akhirnya. Lagipula bisa jadi memang salahku yang tidak becus membiarkan kedua orangtuanya meninggal –ah! Kenapa aku jadi banyak bicara, sih?

Hehe, baiklah, baiklah, kami takkan memaksamu. Pertanyaan selanjutnya, apa mottomu?

Hidup adalah perjuangan. Dari pertama kau menarik napas di dunia sampai terakhir, perjuangan tak bisa lepas dari sana. Itu berlaku baik untuk manusia maupun naga.

Adakah pesan yang ingin kau sampaikan ke pembaca?

Teruslah berjuang. Dalam hal apapun. Dan jangan pernah berhenti bermimpi. Jangan takut bermimpi, bahkan yang kedengaran konyol dan bodoh, seperti Naruto. Satu lagi, jaga kesehatan!

Oke, terimakasih waktunya!

Wawancara dengan Deavvara.

Pagi, Deavvara! Bisa minta waktu untuk wawancara sebentar?

Aku sibuk. Tapi yah ... demi pembaca, okelah. Silakan tanyakan apapun padaku.

Baik. Pertama, apa hobimu?

Aku kurang yakin ... tapi belakangan ini aku suka mengoleksi senjata! Sabit, pedang, cambuk, tombak, apapun deh. Silakan cek ruanganku dan kau akan mendapati koleksi paling spektakuler sepanjang sejarah!

Oke. Omong-omong soal rumah, dimana tempat dan tanggal lahirmu?

Dataran Shinjuu, tanggal 15 Maret.

Apa makanan dan minuman kesukaanmu?

Makanan kesukaanku? Daging sapi dengan saus kacang. Oh, usahakan dipanggang. Dan ... teh hitam. Entah kenapa sih, tapi ibu dulu pernah memberiku teh hitam buatannya sendiri dan itu sangat lezat.

Warna kesukaanmu?

Hitam. Kadang-kadang aku juga memilih warna ungu atau perak.

Mottomu?

Tidak ada makhluk yang sempurna, tidak ada yang tidak pernah berbuat salah. Jadi, wajar saja seseorang melakukan kesalahan ya! Hanya saja berusahalah untuk memperbaikinya. Seperti aku, lho.

Hal apa yang kamu sukai?

Ah, setelah sekian lama tidak akur, aku akhirnya kembali rukun dengan adikku. Jadi ya ... sesama saudara yang rukun ... itu sesuatu yang sangat kudambakan. Beruntunglah aku.

Ada pembaca yang tanya, kamu pengidap sister complex bu-

BUKAN! Duh, pertanyaan macam apa itu sih. Apa landasan kalian yang membuat pemikiran begitu, sih? Ei, aku memang menyayangi adikku –tidak akan kubiarkan siapapun melukainya bahkan salah satu Etatheon! Tapi maaf saja deh. Aku bukan pengidap sister complex! Camkan itu!

Iya, iya. Nanti saya sampaikan ke pembaca. Nah, bagaimana menurutmu tentang adikmu?

Ardhalea, ya? Hmm ... dia tidak ada duanya. Jujur saja, awalnya dia terlihat acuh tak acuh pada kami berempat, tidak peduli itu padaku, Hagaromo, atau Hamura. Barangkali karena dia satu-satunya perempuan dari keempat bersaudara, jadi dia hanya akrab pada ibu. Yah ... masa-masa kecil kami menyenangkan, sih. Terutama saat dia memberiku Rinsei Rinne no Tsurugi. Ardhalea sangat kuat, tapi juga sangat rapuh. Aku ... aku bisa berjanji padanya untuk senantiasa melindunginya sebagai kakak laki-laki pada umumnya. Apa lagi ya? Kupikir aku tidak perlu membeberkan kata-kata apapun lagi.

Bagaimana dengan Naruto? Apa pendapatmu tentangnya? Dan ... ada yang ingin kau sampaikan, pada siapapun itu?

Naruto ya ... dia pantas disebut Dracovetth penuh kejutan nomor satu. Dia-lah satu dari sedikit Dracovetth yang berani menyerangku secara langsung dengan pedang dimana dia belum terbiasa dengannya. Naruto cukup cerdas dan dapat diandalkan, tapi selain itu dia lugu, kikuk, dan bodoh. Ah, itu masuk akal. Jika ada yang ingin kusampaikan, itu pasti permintaan maaf. Maaf sudah merenggut nyawa kedua orangtuanya dari kehidupannya ... dan maaf telah membuatnya sakit hati gara-gara aku merelakan nyawa adikku sendiri demi kemenangan sesaat. Oya, soal relasinya dengan Ardhalea ... kurasa aku masih bisa menoleransinya, sih. Aku bukan tipe kakak overprotektif, kok. Apalagi setelah menyaksikan sendiri adikku melewati banyak sekali tantangan untuk dapat hidup bahagia ... dia pantas menerimanya. Eh, maaf kepanjangan. Lanjut saja pertanyaan berikutnya.

Pesanmu untuk pembaca?

Terimakasih telah mengagumiku! Oy, terimakasih untuk yang menganggapku keren.

Wawancara dengan Pyrus.

Halo, Pyrus! Bisa minta waktu sebentar untuk wawancara hari ini?

Demi Iapetus! Silakan! Aku sudah menunggu sejak tadi!

Haha, baguslah. Pertama-tama, apa hobimu?

Membaca. Oh, yah. Jangan sebut aku aneh ya, tapi aku suka sekali membaca apapun yang berkaitan dengan astronomi. Yah ... hitung-hitung untuk melengkapi kosakata perumpamaanku sih.

Hmmm ... yah. Bisa kulihat itu. Tempat dan tanggal lahirmu?

Gunung Baegdu, tanggal 10 Januari

Apa makanan dan minuman kesukaanmu?

Makanan kesukaanku daging bakar yang masih ada apinya. Hehehe. Jangan tanya kenapa. Minuman kesukaanku ... kopi hitam.

Bagaimana dengan warna kesukaanmu?

Merah! Aku belum pernah suka warna lain. Ehm, yah. Kadang-kadang hijau boleh juga.

Mottomu?

Gapailah impianmu setinggi langit! Yah, itu mungkin mainstream, tapi itu sangat membanggakan, kau tahu. Kadang, nasihat paling sederhana adalah yang paling hebat.

Hal apa yang kamu sukai?

Fenomena alam yang aneh. Hmm, itu mungkin karena aku terlalu sering berkelana.

Para pembaca terkesan dengan ciri khasmu yang suka bersumpah menggunakan benda langit. Sebenarnya asal-usulnya bagaimana, sih?

Mereka memberiku nama Pyrus. Pyrus diambil dari nama rasi bintang berbentuk ular, atau Ammaro. Aku kadang juga mengagumi Hydra. Yah ... sejak mengetahui asal-usul namaku, aku amat sangat menyukai benda langit. Planet ... bintang ... komet ... asteroid ... kuasar ... apapun itu. Mereka semua berpengaruh pada kehidupan di Bumi dan aku senang bisa mengetahui lebih banyak! Agar tidak mudah melupakan mereka, aku membiasakan diri mengucapkan nama-nama mereka ketika aku berbicara.

Sungguh mengesankan. Hei, apa pendapatmu tentang Etatheon selama ini, Pyrus?

Aku tidak pernah merasa rugi bergabung dengan Etatheon. Ini organisasi naga terhebat di seantero Bimasakti! Aku bertemu dengan naga-naga paling hebat di dunia. Masing-masing punya karakter yang berbeda dan itu indah sekali. Oh, dan ... kalau kau bertemu Parthenon, tolong sampaikan salamku padanya. Aku ... ehm. Aku diam-diam naksir dia ketika Perang Dunia Naga Keempat dimulai. Hei! Jangan beritahu siapa-siapa, terutama Hermes!

Oke deh (nyengir jahat). Pesanmu untuk pembaca?

Terimakasih telah membaca aksiku! Walaupun bukan semuanya, tapi aku bangga menjadi naga milik Yondaime Hokage!

Wawancara dengan Hermes.

Hermes! Apa kab-

Kabarku baik! Silakan mulai wawancaranya, aku sudah tidak sabar!

Menyerobot seperti biasa, ya. Pertanyaan pertama ... hobi?

Menonton pertandingan olahraga! Eh, entah kenapa sih, tapi aku merasa terinspirasi saja setelah menyaksikan pertandingan apapun itu. Itu bisa membuat darahku menggelegak lagi. Soal siapa yang menang dan siapa yang kalah, itu tidak jadi soal.

Oke, oke. Tempat dan tanggal lahir?

Aku lahir di Lembah Learnean, tanggal 4 Juli.

Apa makanan dan minuman kesukaanmu?

Makanan kesukaanku ... kentang rebus. Karbohidrat mereka banyak, lho. Dimakan hangat-hangat juga luar biasa rasanya. Minuman kesukaanku, minuman isotonik. Ah, mungkin ini berkaitan erat dengan favoritku yang lain yaitu unsur kecepatan. Kadang-kadang aku berkeringat, jadi aku sangat membutuhkan minuman yang mengandung ion.

Warna kesukaan?

Kuning dan emas! Itu seakan melambangkan kemewahan. Oh, dan tubuhku juga berwarna seperti itu. Tidak ada salahnya kan mengidolakan diri sendiri?

Mottomu?

Jadilah yang pertama dan yang terbaik! Kalau kau tidak bisa jadi yang terbaik, jadilah yang pertama! Kalau kau tidak bisa jadi yang pertama, jadilah yang terbaik! Akan lebih hebat kalau kau bisa jadi yang keduanya, walau itu mungkin akan sulit.

Hal apa yang kamu sukai?

Apa perlu kujawab? Tentu saja kecepatan! Aku tidak suka dengan sesuatu yang lelet, lambat, lemot. Aku adalah naga tercepat di dunia dan aku tahu kalian tahu itu! Tanyakan apapun padaku soal tekanan sayap, toleransi ketinggian, manuver, akselerasi yang top!

Berdasarkan hasil voting, kau terpilih jadi Etatheon terfavorit. Bagaimana kau menanggapi itu?

Jujur saja, aku tidak heran, sih. Walau kadang kukira Ardhalea dan Deavvara lebih keren dariku –ah, terserah deh. Terimakasih banyak bagi pembaca yang telah memilihku! Kalau kalian kira kalian sudah memilih naga terhebat seantero dunia, kalian tidak salah, deh! Oya, apa kalian juga suka kecepatan?

Banyak juga pembaca yang bertanya tentang keseharianmu sebelum menjadi Etatheon. Mereka menjulukimu naga pengejek nomor satu di dunia, apa itu benar?

Entahlah. Bisa saja kan, ada naga baru yang punya kemampuan mengejek diatasku? Tapi kemampuan untuk mengejek atau meledek, mempermalukan orang atau membuat mereka marah, jangan kalian tiru, ya! Kecuali kalau berhadapan dengan orang jahat, mungkin. Aku sebisa mungkin menghentikan kebiasaanku ketika bergabung dengan Etatheon, karena bisa-bisa aku dipukul Ardhalea sampai ke ujung dunia. Biar begitu, aku kadang tetap leluasa meledek para anggota, hehehe. Yah, bagaimanapun bercanda itu dibutuhkan, terutama kalau kau berada di organisasi yang bergengsi dan beratmosfer serius.

Pertanyaan terakhir. Pesanmu untuk pembaca?

Waduh, sudah hampir selesai, ya? Ummm ... begini saja, yang pertama, jika kau mengidolakan seseorang, ambil yang terbaik darinya dan singkirkan yang buruk-buruk. Barangkali kalian bisa mengambil semangatku dan singkirkan kebiasaan burukku, entah apa itu sih. Dan satu lagi –bisa tidak bonuskan satu lagi pertanyaan untukku sebelum kau pamit? Aku sedang ingin bicara!

Oke, oke. Mmm ... pertanyaan terakhir. Dari semua Etatheon, mana yang paling kau kagumi dan yang paling akrab denganmu?

Gampang. Untuk yang paling kukagumi ... siapa lagi? Jelas Ardhalea, dong. Dia pelopor berdirinya organisasi spektakuler ini, dan aku sangat kagum dengan caranya memimpin dan memutuskan segala perkara, padahal dia betina. Yang paling akrab ... aku berusaha akrab dengan tiap anggota, tapi sejauh ini Beleriphon yang paling lengket denganku. Selain kami sama-sama cepat –walau kecepatannya tidak bisa dibandingkan dengan kecepatanku, dan walau kami berdua sering bertengkar, itu justru membuat aku merasa seperti bersaudara dengannya. Yah ... kuyakin dia beranggapan sama. Itu saja. Bye!

Wawancara dengan Droconos.

Halo Droconos! Kami dari redaksi Konoha Magazine minta waktu untuk wawancara sebentar.

Halo juga. Baiklah, kurasa waktuku sedang senggang sekarang. Ayo mulai saja.

Terimakasih. Pertanyaan pembuka, apa hobimu?

Errr ... entahlah. Hehe. Aku memang bingung kalau ditanyai soal hobi, pasalnya tidak ada satupun kegiatan yang belakangan ini kulakukan dengan rutin dan konsisten kecuali mungkin ... melatih diriku. Yah, terkurung enam belas tahun dalam Altar Segel sungguh tidak menyenangkan, jadi aku harus berlatih lagi agar kekuatanku setara dengan tujuh Etatheon yang lain.

Oke, oke. Tempat dan tanggal lahir?

Pegunungan Karakaram, 9 Agustus

Makanan dan minuman kesukaanmu?

Aku suka sesuatu yang kontras. Makanan kesukaanku daging mentah atau setengah matang, hitung-hitung agar aku bisa membakarnya dan membuatnya matang sesuai seleraku. Minuman kesukaanku air dingin, bahkan kadang-kadang aku melatih gigi-gigiku dengan meremukkan bongkahan es yang mencair dan bisa langsung kuminum. Eh, jangan ditiru, ya.

Warna kesukaanmu?

Ungu. Biru tua juga boleh. Sama seperti warna apiku!

Mottomu?

Buatlah seseorang terkesan dengan apapun yang bisa kau lakukan. Selama hal itu positif. Tiap makhluk punya kekurangan dan kelebihan.

Hal apa yang kau sukai?

Dulu aku tergila-gila dengan kekuatan. Bahkan aku menawarkan diri menjadi Etatheon karena aku merasa bahwa Ardhalea dan Deavvara adalah dua makhluk terkuat di planet. Tapi sekarang ... kurasa aku lebih menyukai organisasi yang solid. Kompak. Dengan begitu semua masalah dapat diselesaikan!

Kau akrab dengan Styx dan Deavvara. Bisa jelaskan karakter mereka menurut sudut pandangmu?

Styx itu naga yang ceplas-ceplos. Dia cuma butuh waktu sedetik untuk mengutarakan apa yang ada di pikirannya, jadi kadang-kadang bicaranya agak melantur gitu. Dia juga perlu dipoles dengan tata krama lagi, tapi selain itu dia partner yang setia. Dia juga sangat senang kalau bisa berguna, lebih-lebih dalam pertarungan besar. Kalau Deavvara ya ... dia sosok yang tangguh dan bisa menjadi kejam sekaligus lembut dalam waktu yang sama. Dia bisa jadi pembenci yang lebih mengerikan dari siapapun, tapi juga dapat menyayangi seseorang lebih dari dia menyayangi dirinya sendiri. Seolah-olah dia punya kepribadian ganda, sih.

Pertanyaan terakhir. Pesanmu untuk pembaca?

Jangan jadi sepertiku. Oke, itu mungkin mengumbar aib, tapi ini benar. Aku punya satu sifat buruk: suka ikut-ikutan. Kalian tahu, aku berubah menjadi semacam protagonis karena Deavvara memutuskan untuk membela adiknya dan Madara berkhianat. Tapi lama-lama aku sadar juga kalau itu jalan yang benar, sih, hehe. Tetapi, kehidupan selalu berubah dari waktu-ke-waktu, apalagi kalau kau punya umur ratusan tahun. Oh, satu lagi. Hanya karena aku pernah disegel ke tubuh Uzumaki Kushina alias ibu Naruto, aku bukan Bijuu. Harap ingat itu.

Wawancara dengan Beleriphon.

Hai Bele! Bisa mengganggu sebentar? Untuk wawancara di bab spesial?

Hai juga, tapi tolong deh, jangan panggil aku seperti itu.

Oh, maaf. Hermes yang biasa begitu. Haha. Langsung saja, apa hobimu?

Bertualang. Haha, aku adalah backpaker, kau tahu. Biar begitu, aku siap hadir kapan saja jika Etatheon membutuhkanku.

Rata-rata Etatheon begitu, ya. Pertanyaan kedua, tempat tanggal lahir?

Aku lahir di Gurun Tsuchi Timur, tanggal ... 28 September.

Makanan dan minuman kesukaanmu?

Aku suka mi daging. Teksturnya agak kenyal dan panjang-panjang, dan aku suka memotong-motongnya –eh, tapi bukan dengan Jinton, lho. Minuman kesukaanku ... susu. Apa saja deh. Atau yoghurt dan keju ... pokoknya semua yang berbahan pokok susu. Minuman itu sangat bagus untuk tubuh yang memakan banyak energi.

Warna kesukaanmu?

Biru. Seperti warna langit dan laut lepas. Walau buluku putih, tapi itu tidak ada hubungannya, sih. Biru adalah kalem dan tenang, tapi menyimpan kekuatan.

Mottomu?

Hidup ... adalah perubahan. Kedengarannya heroik sekali, sih. Tapi benar lho. Ingat ya, kita harus berubah jadi lebih baik dari waktu ke waktu. Hidup itu tidak konstan, tapi terus bergerak. Terlebih ketika kau berada di dunia yang cepat, kau akan dituntut untuk melakukan perubahan dan menerapkannya secepat mungkin pada dirimu sendiri.

Hal apa yang kau sukai?

Aku tidak terlalu yakin. Tapi kalau itu ada ... adalah kedamaian. Keadaan stagnan tanpa perang dan pertumpahan darah. Pemandangan yang tidak terkotori ... dan murni. Sesuatu yang bersih. Ah ... apa lagi ya?

Hermes. Apa yang terpikir di benakmu ketika kau mendengar kata itu?

Cepat. Ampun deh. Itu yang pertama, selanjutnya ... lugu, blak-blakan, dan ... berbakat. Entah dia berbakat dalam hal apa selain membuat musuh naik darah. Oya, dia juga sering bersikap angkuh apalagi kalau soal kecepatan. Memanas-manasiku saja. Kami sering beradu argumen dan bertengkar, kadang-kadang di waktu senggang kami juga berlomba kecepatan mengelilingi dunia. Itu sangat menyenangkan. Hermes membuat hidupku lebih seru sekaligus lebih menyebalkan, tapi itulah dia. Itu justru membuat kami terasa seperti saudara. Walau aku jauh berbeda darinya, dan kami masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.

Pesan yang ingin kau sampaikan untuk pembaca?

Ingat ini. Manusia dan naga tak jauh berbeda. Sama-sama makhluk sosial. Membutuhkan manusia atau naga lain, dan kau takkan pernah bisa hidup sendiri, sekuat dan secerdas apapun dirimu. Jadi kalau kau punya teman, jagalah ikatan pertemananmu dengan segenap kemampuanmu, dengan cara menjadi teman yang baik pada sesama. Jangan saling menjerumuskan atau saling menyarankan dalam keburukan, tapi sebaliknya. Tentunya kalian pernah dengar ada pepatah yang mengatakan, seribu teman itu kurang, satu musuh terlalu banyak, kan?

Wawancara dengan Parthenon.

Selamat siang, Parthenon! Kami ingin mewawancaraimu perihal pengisian pada bab spesial. Bersediakah kau membantu?

Selamat siang juga. Ya, ya, silakan mulai.

Terimakasih. Pertama-tama, apa sih hobimu?

Aku suka merawat tanaman. Hihihi, kedengarannya aneh untuk seekor naga, tapi itu benar lho. Aku suka semua tanaman, tidak peduli itu berduri, beracun, atau berbau busuk.

Ah, itu tidak aneh, kok. Pertanyaan kedua, tempat tanggal lahirmu?

Aku lahir di Padang Rumput Kawaguchiko, tanggal 8 April

Makanan dan minuman kesukaanmu?

Buah! Buah yang paling kusukai adalah sirsak. Kadang-kadang aku makan semur daging juga, untuk menambah protein. Minuman kesukaanku jus jambu. Aku bisa jelaskan panjang lebar soal kenapa aku menyukai sirsak dan jus jambu, tapi sepertinya kita tidak punya banyak waktu, hehe. Lanjut saja.

Oke. Warna kesukaanmu?

Hijau dong. Dari hijau laut sampai hijau daun. Warna yang satu itu bisa membuat otak kita merasa segar karena sewarna dengan dedaunan alami.

Mottomu?

Go green! Lindungi alam seperti alam melindungi kita. Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh kelalaian kita sendiri. Jadi kenapa kita tidak bersama-sama menanggulangi –dan lebih bagusnya, mencegahnya menjadi lebih buruk? Tak pernah ada kata terlambat untuk membuat perubahan, kecuali jika waktu telah tiada.

Hal apa yang kau sukai?

Pemandangan alam yang masih indah dan lestari. Aku suka itu. Sungai yang mengalir jernih seperti kaca ... hutan yang lebat dan alami ... binatang-binatang yang hidup berkecukupan dan komponen ekosistem yang berjalan sebagaimana mestinya. Intinya, dunia yang benar-benar ideal baik bagi manusia, naga, maupun makhluk hidup lainnya. Aku yakin kalian juga akan menyukai hal yang sama kan?

Berikutnya. Dari semua Etatheon ... mana yang paling akrab denganmu, Parthenon?

Ardhalea! Hmmm, kenapa ya? Mungkin karena kami sama-sama betina, hahaha. Tapi serius deh. Kami berdua jugalah yang menanam ratusan bunga di sekitar Kuil Etatheon, dan bersama-sama mendekor ruangan kami dan air mancur utama. Aku sependapat dan kompak dengannya dalam berbagai hal, dan aku benar-benar merasa beruntung bertemu dan berkenalan dengan naga seperti dia. Bukan matre, ya. Tapi dia memang naga yang hebat.

Ssstt. Pyrus titip salam padamu. Omong-omong, apa ada relasi khusus antara kau dan dia?

Pyrus?Oh ... itu memang sudah biasa. Kami tidak pernah menunjukkan relasi kami di hadapan Etatheon, tapi aku sudah tahu kok, dia diam-diam menyukaiku. Memang tak lazim bagi makhluk immortal, tapi aku menghargainya. Aku bisa terus menoleransinya, lagipula dia lumayan manis, kok.

Ada pesan yang ingin kau sampaikan untuk pembaca?

Maaf jika ada dialog dalam naskahku yang kurang patut. Ahaha, selain itu ... jagalah alam. Serius, deh. Sebenarnya alam itu tangguh, tapi dia juga rentan dan rapuh. Duh ... sebenarnya aku bisa saja berceramah berjam-jam disini kalau sudah menyangkut materi ini, tapi aku tahu masih ada yang menunggu untuk diwawancarai. Jadi ... itu saja, ya. Dadah!

Wawancara dengan Styx.

Hello, Styx! Bisa minta waktuya untuk wawancara?

Tentu saja bisa. Oya, omong-omong kenapa aku kebagian jatah wawancara terakhir, sih? Bukannya aku yang muncul pertama dari semua naga Etatheon?

Mana kutahu? Itu sudah keputusan Author, Styx. Haha, sudahlah, jangan dipikirkan. Pertama, apa sih hobimu?

Mengisengi siapapun. Huwahahahaha. Aduh, sudah deh. Aku tidak tahu kenapa aku kepikiran hal itu, tapi selain mengetes kemampuan penyegel tanduk tunggal yang kubanggakan, rasanya tidak ada yang lain, deh.

Pertanyaan kedua, tempat tanggal lahirmu?

Plato Hurton, 22 November

Makanan dan minuman kesukaanmu?

Daging panggang dengan saus tiram dan cabai. Selain itu, aku juga suka daging yang pedas-pedas. Silakan beri aku jalapeno Meksiko. Cabai Bhut Jolokia India, atau Trinidad Scorpion, aku masih bisa menyantapnya semudah kalian makan nasi! Minuman kesukaanku, jus lemon. Usahakan yang asam.

Wow, itu ekstrem. Warna kesukaanmu?

Oranye, seperti warna matahari terbit dan tenggelam, juga seperti warna langit ketika matahari terbenam.

Mottomu?

Tidak pernah kepikiran. Hahahaha.

Hal apa yang kau sukai?

Sesuatu yang ganjil. Atau janggal. Atau aneh. Atau abnormal. Silakan anggap aku aneh, tapi pada dasarnya aku memang menyukai hal semacam itu. Ketidaksimetrisan –asimetris, fenomena ganjil, atau apa yang tidak genap. Itu menarik buatku.

Pertanyaan selanjutnya. Selama bergabung dengan Etatheon, apa ada kejadian yang bekesan buatmu?

Ada. Takkan pernah kulupa soal itu. Itu menyangkut Beleriphon. Ceritanya begini, waktu itu aku begitu lapar dan tidak ada apapun yang bisa kumakan. Jadi aku terbang secepat mungkin ke pasar manusia terdekat dan mencuri satu tong daging mentah untuk diriku sendiri. Beleriphon memergokiku dan mengadukanku ke Ardhalea. Jadi deh ... aku terpaksa mendekam di ruanganku selama tiga hari penuh tanpa makan. Ugh, awalnya aku marah pada Beleriphon. Padahal waktu itu aku merayunya agar bisa ikut makan bersama asal dia tidak membocorkan rahasiaku, tapi dia tidak bisa menahan diri. Tapi tenang saja, belakangan aku sadar kalau aku memang salah. Sumpahku sebagai Etatheon sudah kulanggar sebagian, jadi semestinya aku malah mendapatkan hukuman yang lebih dari itu. Tapi Ardhalea ya Ardhalea, tetap pengertian.

Adakah pesan yang ingin kau sampaikan untuk pembaca?

Jangan terlalu berlebihan. Dalam hal apapun. Sebaik-baik sesuatu adalah yang tengah-tengah. Aku mempelajarinya belakangan ini sih, hahaha. Tapi ini serius lho. Dua rius malah. Terlalu sedikit tidak bagus, apalagi terlalu banyak, sekalipun itu perbuatan bagus. Tapi perbuatan tercela ... kusarankan untuk menghindari –setidaknya meminimalisirnya, ya! Sampai jumpa dan terimakasih telah membaca Paradox!


WAWANCARA EKSKLUSIF! DATING WITH ITAMI SHINJIRU:SECRET BEHIND THE PARADOX!

(Oy, tolong itu tulisan wawancara eksklusif-nya dihapus)

.

.

Pagi, Itami Shinjiru!

Sekarang siang.

Terserah deh. Nah, untuk chapter terakhir, akan ada sesi wawancara yang akan dicantumkan. Boleh kami minta waktu Anda sebentar?

Waktuku sangat berharga, lebih-lebih aku sedang sibuk sekarang. Kau tahu, anak SMA yang baru kejatuhan kutukan Kurikulum 2013 seperti apa, kan?

Oke, oke. Kru kami akan mengerjakan semua tugas sekolahmu selama seminggu, plus kau akan mendapatkan uang yang besar dari wawancara ini sebagai pengganti waktumu yang hilang, bagaimana?

Kalian kedengaran tidak ikhlas tapi ... terimakasih. Kuterima. Silakan tanyakan apapun padaku.

Baiklah. Pertanyaan pertama, apa hobi Anda?

Membaca. Menulis juga. Jangan heran ya, tulisan tangan saya lebih mirip prasasti berbahasa Pallawa-blasteran-huruf kuno Yunani, jadi saya lebih suka menulis di laptop saya. Oh, saya juga suka menggambar, meskipun sejauh ini saya tidak terlalu bisa menggambar manusia.

Olahraga favorit Anda?

Sepeda, saya tidak begitu suka olahraga lain, meskipun dalam hati terbesit ingin bisa menguasai olahraga berkuda dan memanah sih.

Apa anime favorit Anda selain Naruto?

Shingeki no Kyojin, Yowamushi Pedal, dan Bleach.

Dari semua naga di fic Anda, mana yang paling menarik menurut Anda?

Selain Etatheon, Wyvern dari legenda Bangsa Saxon di Eropa dan Jőrmungandr dari mitologi Viking. Entah kenapa sih. Mungkin karena nama mereka keren-keren, hahaha.

Warna kesukaan Anda?

Hijau dan oranye

Apa pelajaran favorit Anda di SMA?

Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Prancis, dan Biologi.

Judul fanfic Anda unik, Paradox. Bisa jelaskan kenapa Anda memilih judul ini?

Paradox tidak jauh berbeda dengan Naruto: sama-sama menggunakan karakter utama sebagai nama judul. Dari situ, bisa diterka kalau Paradox itu sendiri tidak mungkin mati (tidak secara permanen, dan itu benar, kan?). Paradox berasal dari Bahasa Inggris –lebih condong ke British English daripada United States, yang berarti 'lawan asas' juga digunakan sebagai salah satu gaya bahasa dalam pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu sesuatu yang mengandung teka-teki. Saya pertama kali mengenal kata paradox dari bacaan yang mencantumkan 'Paradoks Olbers' yaitu teka-teki tak terpecahkan kenapa ruang angkasa gelap, padahal begitu banyak bintang yang bertaburan di jagat sana. Jangan pikirkan jawabannya ya, tujuh hari tujuh malam takkan ketemu, kok.

Ada banyak OC dalam fanfic Anda yang satu ini, sebut saja, Ardhalea dan Deavvara yang paling superior dan juga Laramidia sebagai antagonis utama. Plus Etatheon dan segudang naga-naga lainnya. Dari mana Anda mendapat inspirasi untuk karakter yang begitu banyak dengan sifat mereka masing-masing?

Satu-satunya kendala saya adalah: nama. Jujur, saya bukan orang yang pintar mengarang nama. Kalaupun iya, hasilnya kadang-kadang amburadul. Jadi ya, saya banyak mencomot dari berbagai mitologi dan legenda, terutama Yunani Kuno dan barangkali China dan Eropa. Kalau sifat ya ... biasanya itu sesuatu yang paling gampang dicari, karena setiap hari saya bertemu orang-orang dengan karakter yang berbeda, dan itu bisa dijadikan inspirasi untuk karakter tokoh saya.

Bisa Anda jelaskan OC mana yang paling Anda gemari?

Mana lagi? Tentu saja Ardhalea dan Deavvara. Ehm, dua tokoh itu kedengaran mirip Mary Sue dan Gary Stu –alias nyaris sempurna dalam berbagai hal, tapi cuma 'nyaris' lho. Di fic sudah dijelaskan kelemahan mereka masing-masing. Ardhalea saya pikirkan berambut perak karena rambut berwarna pirang, hitam, cokelat, atau merah sudah terlalu biasa. Yah ... secara teknis dia memang sempurna di pikiran saya, sikap tsundere-nya pada Naruto dan lain sebagainya. Begitu pula dengan Deavvara.

Pair favorit Anda?

Saya suka NaruSaku, dan ide paling awal mengenai pair di fic Paradox sebenarnya NaruSaku. Tapi saya berubah pikiran karena asal-usul mereka di fic ini terlalu hambar, dan saya hampir saja menjadikan NaruSara sebagai pair utama. Tapi kemudian ide yang lebih bagus muncul: kenapa tidak NaruPara? Toh Sang Paradox bisa berubah menjadi perempuan, dan ... romansa mereka terus mengalir walaupun bukan mayoritas penyusun fic ini. Yah, begitulah. Kadang-kadang review dari para pembaca juga mempengaruhi pemikiran saya.

Banyak pembaca berkomentar gaya penulisan Anda sudah hebat dan minim typo. Darimana Anda belajar menulis?

Ada typo, kok. Hanya saja kadang-kadang saya tidak sadar, sih. Hebat? Kalau menilik karya sastra yang lain, masih ada jutaan penulis di luar sana yang lebih hebat dari saya, tapi sangat saya hargai apresiasi para pembaca semua. Saya belajar menulis secara otodidak, membaca cerpen-cerpen yang dimuat di koran karena biasanya gaya bahasa dan diksinya lebih hebat, dan juga fic-fic yang saya sukai. Untuk gaya penulisan, saya ngefans berat dengan Richard Russel Riordan atau Rick Riordan, penulis serial Percy Jackson & The Olympians.

Ada beberapa pembaca yang bertanya, kenapa Anda tidak sekalian menulis novel saja?

Novelis? Itu cita-cita kedua saya. Dan ... bagi yang menghendaki fic ini dijadikan novel murni dari saya ... semoga hanya masalah waktu sampai diterima penerbit dan diterbitkan, ya! Saya sudah menulis novel dengan judul yang sama tapi baru sampai beberapa bab.

Apa kendala terbesar dalam menulis fic Paradox?

Hmm ... sejauh yang saya temui, waktu. Mendekati chapter-chapter akhir, agak susah mencari waktu luang untuk menulis, tapi akhirnya selesai juga tepat waktu –eh, telat satu hari sih, tapi tidak masalah, haha. Tadinya saya ingin membuat akhir yang menggantung, tapi setelah dipikir-pikir, saya tidak menemukan konsepnya, jadi ... lebih baik seperti ini saja.

Banyak pembaca yang minta sekuel dari fic ini, terutama terusan romansa Naruto dan Ardhalea. Apakah Anda berniat membuat sekuel?

Mungkin.

Bisa jadi.

Barangkali.

Bisa saja.

Kayaknya.

Aduh, saya bingung. Saya sedang tidak punya ide untuk melanjutkan sekuel fic ini ... tapi entah untuk minggu-minggu ke depannya, jadi tunggu saja. Tapi iya sih, saya merasa kurang puas hanya dengan satu, meskipun sudah 26 chapter dan 277.000-an lebih words!

Film kesukaan Anda?

Jurassic Park, Eragon, National Treasure, Percy Jackson & The Olympians, Harry Potter, The Golden Compass, Armageddon, The Day After Tommorrow, Deep Impact, Narnia. Untuk film animasi, saya memilih How to Train Your Dragon, Monsters Inc, A Bug's Life, duh, terlalu banyak kalau disebutkan semua.

Ada pesan yang mau Anda sampaikan ke pembaca?

Tidak ada author yang mampu meminta pembaca yang lebih berdedikasi daripada kalian. Kalian semua. Terimakasih untuk dukungannya, kritik, saran, dan pujiannya (plak) untuk perbaikan kedepannya. Tak ada yang kusia-siakan dari kalian, dan terimakasih telah membaca karya sederhana saya. Terimakasih telah mengikuti petualangan Naruto dan Ardhalea dari awal hingga akhir, baik itu reviewer setia maupun slient readers. Kalian semua hebat! Kalian semua masing-masing pantas mendapatkan seekor naga apapun yang kalian suka!


DAN SEKARANG ADALAH SAAT YANG DITUNGGU-TUNGGU! PEMBACAAN HASIL VOTE PARADOX CHAPTER 1-26!

.

.

.

Dari: Andry Hidayatullah –melalui Paradox Fanfiction-Naruto Fandom Indonesia:

Fav Chara: Hermes. Karena dia adalah Naga Tercepat! Dan saya sangat mengagumi caranya dalam membuat musuhnya jadi naik darah karena ejekannya yang SUPEER ...

Fav Dragon: Hermes

Fav Etatheon:

-Ardhalea. Dia hebat walaupun wanita. Dia juga cerdas, bijak, kuat

-Deavvara. Dia adalah sosok yang keren menurutku

-Hermes. Karena dia adalah naga tercepat

Fav Scene:

-Saat Ardhalea bangkit lagi, menyelamatkan Naruto dan Etatheon

-Saat Naruto, Ardhalea, dan Deavvara melawan Laramidia, Horus, dan Haumea

-Dan, saat memecahkan misteri Ramalan Shinjuu "yang tersembunyi dibalik sayap" [adegan kissu Naruto dengan Ardhalea –Kyaaa...!]

Fav Pair: NaruPara dan KuraDeme

Fav Quotes: "Pengalaman tak menentukan segalanya. Seorang pengembara berusia 20 tahun lebih hebat daripada seorang petani monoton lahan berusia 40 tahun," –by Ardhalea

ToD! Truth: Buat Ardhalea: Jawab sejujur-jujurnya, seberapa berartikah Naruto bagimu?

Dare: Buat Naruto: Katakan "AKU CINTA PADAMU" kepada Ardhalea di depan para Etatheon atau di depan penduduk Konoha dengan volume yang keras ... Dare you? Khu khu khu ...

Naruto: "Kok ada yang mikir begituan?"

Pyrus: "Hei! Aku hanya membacakan hasilnya! Aku bukan stalker, tapi kalian benar-benar terlihat sangat klop di chapter 26, tahu."

Parthenon: "Ada yang lihat Ardhalea? Ini waktunya syuting!"

Kurama: "Wow, aku tidak menyangka ada yang memilihku di putaran pertama!"

Beleriphon: "Dasar Wivere. Kau dan Demetra nempel terus dari awal sampai akhir seperti amplop dengan perangko, tahu."

Hermes: "Aku tidak perlu berkomentar lagi. Tiga pilihan di putaran pertama: kurang apa lagi coba, hmm?"

Beleriphon: "Kurang ajar."

Hermes: "Diam kau!"

Kiba: "Naruto! ToD-mu!" (Nyerahin megafon)

Naruto: (Garuk kepala) "Yah. Sudahlah. Kupikir ini nasibku. Cek-cek. (Menghadap Ardhalea) AKU CIN-"

PLAAAAAAAAAAAAKKKKKKK! (Guess who)

Parthenon: "Ugh. Pasti sakit. Hehe, gimana dengan truth-mu, Ardhalea?"

Ardhalea: "Seberapa berartinya Naruto? Kalau kalian mengumpamakan aku adalah pohon, maka Naruto adalah –eh, terserah deh. Pikirkan sendiri."


Dari: YamiNoMadara226 –melalui review:

Fav Chara: Naruto

Fav Dragon: Deavvara

Fav Etatheon: Hermes

Fav Quotes: "Kau sudah mencurangi kematian ... Sekarang kau akan merasakannya! Keburukan primordial terbawah dan tergelap ... Binasalah engkau untuk selamanya!"

Fav Scene: Laramidia vs Deavvara, Ardhalea, Naruto

Fav Pair: NaruPara

ToD! Buat Ardhalea: Apa yang kamu suka dari Naruto?

Buat Naruto: Kamu harus cium Ardhalea

Naruto: (Cengo). "Kata-kataku waktu mau menebas Laramidia itu termasuk quotes?" (Garuk kepala). "Tapi ... sudahlah. Setidaknya aku terpilih jadi karakter favorit!"

Styx: "Ehem. Kau lupa ToD-mu, Naruto?"

Naruto: "Duh. Dimana nih? Pipi apa dahi?"

Ardhalea: "Jangan lakukan itu disini, idiot. Yang kusukai dari Naruto, hm? Kupikir tidak ada apa-apa selain sifat pantang menyerahnya dan ... dia juga sedikit bebal. Oh, ayolah. Dia itu unik."

Deavvara: "Tidak saat kakakmu melihatmu –duh, apaan sih? Omong-omong, terimakasih sudah memilihku jadi naga favorit!"


Dari: AriKazemachi –melalui review:

Fav Chara: Naruto. Pikirannya yang sering ngalor-ngidul secara mulus(?) disetiap kesempatan hampir selalu bikin ngakak, apalagi di chapter-chapter awal

Fav Dragon: Kurama. Naga paling gokil! Kapan aja dimana aja ngeluarin celetukan yang gak penting easy going lebih dari Hermes.

Fav Etatheon: Hermes. Celetukan dan ucapannya selalu bikin suasana jadi rada absurd tapi menarik. Apalagi kalo udah adu argumen sama Beleriphon

Fav Quotes: "Pada dasarnya manusia adalah makhluk rendahan yang tidak tahu harga diri," –By Deavvara

Fav Scene: Naruto vs Antaboga

Fav Pair: MinaKushi

ToD! Buat Hermes sama Beleriphon: Jahilin Deavvara sama Pyrus! Gimana aja terserah, yang penting sampe bikin anggota Etatheon nggak bisa nahan tawa terutama Ardhalea!

Hermes: "Deavvara dan Pyrus? (*nyengir jahat*) Dengan senang hati!"

Kurama: Ha? Gokil? Oke aja deh.

Deavvara: "Wow, aku tidak menyangka ada yang suka kata-kataku yang itu."

Hermes: (Ndeketi Pyrus). "Hei! Kau tahu ada galaksi baru yang ditemukan?"

Pyrus: "Sungguh? Itu bisa memperkaya kosakataku! Apa galaksi itu sudah dinamai? Kalau belum biar aku saja yang menamainya!"

Hermes: "Ini rahasia. Biar kubisikkan, oke?"

(Sambungannya ada di akhir chapter).


Dari: Xerzes Di Qirftanie –melalui Paradox Fanfiction –Naruto Fandom Indonesia:

Fav Chara: Ardhalea. Gak perlu alasan untuk itu

Fav Scene: Saat Naruto melihat masa lalu Ardhalea dan Ramalan Shinjuu di dalam mimpinya

Fav Pair: NaruPara. Juga gak perlu alasan untuk ini

Naruto: "Ini orang simpel banget yah?"

Droconos: "Hoi, kemana yang lain?"

Ardhalea: "Kukira ... sejauh ini polling-nya lumayan bagus, kok."


Dari: Quren –melalui review:

ToD buat Naruto dan Ardhalea: Kapan melakukan 'itu'? (Readers mesum, mohon maaf).

.

.

.

.

Naruto: "Anjir."

Parthenon: (*Syok*) "Deavvara mana Deavvara?"

Ardhalea: "Dia tadi ngacir ke toilet, mau muntah dulu."

Sakura: "Ardhalea, kamu kok biasa aja sih?"

Ardhalea: "Memangnya kenapa?"

Sakura: "Nggak."


Dari: harunaruna448 –melalui review:

Fav Chara: Naruto, Paradox, Kurama, Kushina, Deavvara, Sara

Fav Dragon: Umm ... Kurama

Fav Etatheon: Deavvara dan Hermes

Fav Scene: Hueks, tentu saja pas Kurama meninggal untuk sementara! Hiks sedih betul, sampe nangis bacanya

Fav Pair: NaruPara

ToD! Buat Deavvara: Kamu sayang banget nggak sih sama Ardhalea?

Buat Hermes: Ejekin Juubi dengan kata-kata yang menyakitkan hati

Hermes: "Ada lagi order ejekan? Duh ... hidupku begini ternyata ya? Umm, tapi bukannya ejekanku ke Juubi waktu itu sudah top, hmh?"

Droconos: "Lebih baik daripada mencuri atau membunuh, setidaknya. Lagipula kalau korbannya Juubi, aku ikhlas seikhlas-ikhlasnya kok!"

Kurama: "Huuu ... aku terharu! Ada yang menangis saat adegan aku mati?"

Deavvara: "Hmmm. Yah. Kau tahu perasaan seorang kakak laki-laki pada adik perempuannya. Kira-kira seperti itulah. Tentu saja, aku menyayanginya."


Dari: Blood D. Cherry –melalui review:

Fav Chara: Naruto, never give up
Fav Dragon: Deavvara, meski pertamanya jahat tapi itu hanya salah paham biasa, kesini-sininya dia baik banget ampe rela ketusuk demi Naruto

Fav Etatheon: Pyrus, dia cepet dan ejekannya menarik ckckck (ini mungkin maksudnya Hermes ya?)
Fav Quotes: Kebanyakan :D, tapi ane suka judul chap terakhir "Something Behind The Wings" (Apa hubungannya?)
Fav Scene: Naruto vs Laramidia sih yang paling keren
Fav Pair: NaruPara
ToD! : bikin fic yang lebih rame ckckck (Ini sih kayaknya buat Authornya -_- )


Dari: kumagawa –melalui review:

Fav Chara: Naruto, karena dia pantang menyerah
Fav Dragon: Kurama, karena dia adalah naga yang sangat setia
Fav Etatheon: Ardhalea/Paradox karena dia tangguh dan cantik :v
Fav Quotes: - (masih belum bisa jawab :v)
Fav Scene: Pertarungan terakhir kk :v
Fav Pair: Naruto dan Ardhalea/Paradox :D
ToD! Truth or dare ke Naruto dan Ardhalea :V (pertanyaan menyusul kk)


Dari: Ritsu Natsuki –melalui review:

Fav Chara: Deavvara , alasan ya... mungkin karna Ritsu cewek? Lagian Deavvara kan keren, dari jahat berubah ke baik, dan sister complexnya, kuat dan #Poft# ga jadi deh #Hehehe#
Fav Dragon: Deavvara alasan sama kayak diatas, Ardhalea juga
Fav Etatheon: Sama kayak diatas :V
Fav Quotes: Quote favorit? Hmm serius nih ditulis satu-satu? Habis menurutku semua quotesnya keren keren dan bermakna dalam :)
Fav Scene: 8 Etatheon dan Naruto vs Laramidia
Fav Pair: ParaNaru, KuraPara , etto... NaruSara, ShikaTema, etto...apalagi ya?
ToD!: Hontou ? #Truth 1 : Deavvara ... lu ngidap sister complex ga? Kalau ga buktiin
#Dare 2 : Ini, untuk Itami Shinjiru-san, buat adegan Deavvara ketemu cewek yang dia sukai , habis kasian jones ( For fun only )
Deavvara: "Aduh, makasih banget. Ada juga yang memilihku jadi poll umum (*sedot ingus*) cuma ya ... maaf saja. Aku bukan pengidap sister complex! Aku sudah menjelaskannya di sesi wawancara! Kalau kalian ing –Ardhalea! Kamu dari mana saja sih?! Aku mencemaskanmu! Aku datang ke tempat ini untuk melihat hasil vote-nya dan tidak menjumpaimu dimana-mana!"

Ardhalea: "Ha? Aku kan hanya cuci tangan sebentar."

Author: (*Lirik*) "Yah ... terserah deh. Oya, soal adegan itu ... (mikir-mikir) sepertinya akan sulit menggambarkannya. Lagian bukan cuma Deavvara kok yang jones!"


Dari: reffast 1000cc –melalui review:
Fav Chara: gak perlu ditanyakan lagi kan kenapa (Sori, di daftar review saya memang cuma segini, nggak ada tulisan 1 atau fav chara juga)
Fav Dragon: Artemis meskipun nasibnya sial tapi tetap sabar dan berbakti ke guru sama Ortodoks mungkin sifatnya keren
Fav Etatheon: Hermes, mulutnya itu loh yg cetar membahana (saya nebak aja)
Fav Quotes: Perkataan Ortodox ke Naruto, Ardhalea, Itachi sama Sasuke lupa lagi
Fav Scene: Adegan romantis NaruPara yang mana aja
ToD! : Paradox apa gak canggung suka sama Naruto yang umurnya jauh atau sangat jauh dari Anda sendiri? Dan jugakan di asuh sama Anda
dan untuk Naruto apakah Naruto itu pengidap mothercom kan yang ngerawat dari kecil itu Paradox

Naruto: "Ini pertanyaan apa sih ..."

Ardhalea: "Biarin aja."

Naruto: "Aku bukan pengidap mothercom!"


Dari sandyclan18 –melalui review:

Fav Chara: Ardhalea, soalnya sifatnya itu loh, calm
Fav Dragon: Ortodox, kesan pertamanya agak gimana gitu
Fav Etatheon: Ardhalea, sama kayak yang ke 1
Fav Quotes: Dunia Naga Keempat telah memasuki tahap akhir ...
Ardhalea sang Paradox beserta pengendara sejatinya,Uzumaki Naruto, telah bertatap muka dengan elemen terjahat dari yang terjahat ...
Ragu dan bimbang telah sirna. Sebuah keputusan kan akhiri segalanya ...
Apakah kebajikan dan kearifan kan selamanya menang melawan kejahatan dan keserakahan?
Dan jika demikian, akankah ada batas?
Oh, dunia tlah bergejolak sejak lama ...
Karena terombang-ambing diantara dua kekuatan yang terus bersaing menjadi penguasa haluan ...
Sekarang. Atau tidak selamanya ...
Fav Scene: Paradox dan Naruto vs Ortodox
Fav Pair: NaruPara
ToD! Buat Paradox, kalo nanti nikah sama Naruto, anaknya mau berapa? Sama namanya

Naruto: (*Tepuk dahi*) "Apa-apaan nih? Aku dan Ardhalea ada rencana gituan juga nggak!"

Ardhalea: "..."


Dari Artemis no Kara –melalui Paradox Fanfiction –Naruto Fandom Indonesia:

Fav Chara: Artemis, karena rela mati demi menghidupkan Ardhalea
Fav Dragon: Oedipus, tahu segala hal di dunia
Fav Etatheon: Ardhalea, tangguh, baik
Fav Quotes: Gak tahu (saya tulis apa adanya aja :p )
Fav Scene: Ardhalea + Naruto vs Laramidia
Fav Pair: NaruPara, KuraDeme
ToD! Buat Neredox, menunjukkan diri di hadapan Etatheon + Aliansi Dracovetth

Buat Laramidia: meminta maaf ke seluruh aliansi atas apa yang telah dilakukan

Oedipus: "Heee? Aku masuk nominasi?" (blush)

Artemis: "Waahh, nama kita sama ya! Terimakasih sudah memilihku! (Tebar cium)

Demetra: "Lebay ah."

Laramidia: "Minta MAAF? Sori aja deh, NGGAK SUDI. Hei, itu biar akting jahatku tetap kentara walaupun sedang tidak syuting, huahahaha!"

Itachi: "Hei, tadi Neredox barusan telepon, dia tidak mau menunjukkan diri."

Sutradara: "Sudah kuduga dia akan menolak ToD-nya ..."


Dari Aris –melalui Paradox Fanfiction –Naruto Fandom Indonesia:

Fav Chara:

keren aja bro terutama pas tangannya belom balik, kesannya cocok dark dari segi kemampuan, senjata ama fisiknya juga KEREN ABIS DAH ...
-Varan. Simple aja dah, ukurannya aja nyampe 10 km. Gak bisa bayangin kalo Varan ikut perang pasti gila tuh, Shinjuu pasti dan kalah besar ... (dan kalah besar? Dah kalah besar kali!)

-Neredox. Kesannya misterius aja apalagi kemunculannya yang di akhir, juga suka aja sama namanya 'Neredox'

-Obito. Awalnya keren juga apalagi akhirnya ditambah pas lawan Laramidia

Fav Dragon:

-Ortodox. Alasannya sama kayak diatas

-Neredox. Alasannya sama juga

-Styx. Soalnya kayaknya hepi banget punya tanduk kayak gitu
Fav Etatheon:

-Deavvara. Udah jelas dari sudut pandang apapun keren abis bro ...

-Styx. Gaya bicara ama tanduknya bikin terkesan aja, kayaknya enak bisa gitu
Fav Quotes:

"Sayangnya, Naruto, aku tidak mengira kalau membangunkan Varan dari tidur panjangnya –hibernasi yang keterlaluan sampai beribu-ribu tahun, ternyata mengakibatkan siklus munculnya Kaum Naga Kolosal sekali tiap dua ratus tujuh puluh lima tahun. Aku-lah yang menyebabkan semua itu terjadi. Gara-gara ulahku, generasi-generasi sesudahku harus menghadapi tantangan kejutan seperti itu." –by Neredox

"Bagiku tak masalah siapapun yang berusaha membangkitkan Mugen Tsukuyomi. Yang penting, tujuan kami sama. Aku tidak peduli harus bekerjasama dengan siapa, jika saja jutsu itu benar-benar bisa diaktifkan!" –by Obito

"Orang yang melanggar aturan adalah sampah. Tapi orang yang mengabaikan temannya sendiri lebih buruk dari sampah. Kan?" –by Obito and Kakashi

Fav Scene:

-Deavvara vs Ardhalea

-Seluruh scene dari pertama Obito ngeluarin pedangnya sampe dia ngelawan Laramidia

-Naruto mimpi Ramalan Shinjuu

-Kematian sesaat Kurama

-Saat Naruto memakai senjata atas saran Laramidia sebelum tahu kalau Laramidia itu jahat

Fav Pair: NaruPara, NaruSara, KuraDeme

ToD! : Neredox: Walaupun muncul sejenak tapi tunjukin dong bentuk naga asli, manusia, sama kekuatan yang dimiliki kok bisa sampe balikin badannya Varan?! Sama sekalian nama jutsunya jangan lupa

Deavvara: Coba hajar Varan ama Naga Gatpura pake semua jurus yang dipunyai sekalian sebutin nama tiap jurusnya ...

Deavvara: "Masalahnya ... sekarang sudah tidak ada satupun Naga Gatpura yang tersisa dan Varan juga sedang dorman. Kau tahu artinya? Dan oya, ayahku bilang dia tidak mau datang ke studio, tempat ini terlalu banyak AC-nya dan dia bisa menderita rematik nanti."

Naruto: "Dia bisa menggulingkan Varan tapi takluk oleh beberapa Air Conditioner?"


Dari E R Ni –melalui Paradox Fanfiction –Naruto Fandom Indonesia:

Fav Chara: Orochimaru. Karena dia misterius. Maksudku, dari awal dia itu gak jelas, apakah dia baik atau jahat. Dia licik, tapi di bagian akhir, dia cukup berguna juga
Fav Dragon: Manda. Alasannya, kurang lebih sama seperti Orochimaru
Fav Etatheon: Hermes dan Pyrus, alasannya karena Hermes suka menghina, jadi lucu aja
Fav Quotes: Tebak-tebakan yang dijawab Shikamaru (kalo bisa dibilang quotes)
Fav Scene: Pertarungan di Gunung Phicium itu loh ... yang tebak-tebakan antara Shikamaru dan Sphinx
Fav Pair: Saya sih, suka pair Naruto-Sasuke, hehe. Tapi berhubung ini bukan fic yaoi, saya pilih Naruto-Ardhalea

Orochimaru: "Khu khu khu ... akhirnya ada yang memilihku!"

Manda: "Hei, jangan lupakan aku juga"

Shikamaru: "Benar-benar membosankan."

Sasuke: "Sekali saja, bisa tidak sih sehari saja tidak melontarkan kata-kata itu?"


Dari Prasdian Nur Choiri –melalui Paradox Fanfiction –Naruto Fandom Indonesia:

Fav Chara: Hermes. Karena emang agak termasuk naga yang unik dan aneh
Fav Scene: Saat Naruto pertama kali ketemu Ortodox yang dikira Paradox

Fav Quotes: "Kita tersandung karena kerikil, bukan bukit," –by Ardhalea
Fav Pair: NaruPara
ToD! Buat SasuSaku: Gimana perasaan kalian satu sama lain? Dan siapa yang kalian suka?

Buat Ardhalea: Ceritakan pengalaman paling mengesankan bersama pengendara-pengendaramu

Sasuke: "Hmm? Aku tidak suka siapa-siapa kok."

Sakura: "Biasa aja tuh."

Ardhalea: "Hmm ... pengalaman mengesankan, ya? Ada sih, waktu itu saat bersama Senju Hashirama ... waktu itu dia mau melamar Mito, tapi dia orangnya grogian, jadi dia memintaku untuk mewujud menjadi perempuan dan berlatih melamar. Ya ampun, ketika dipergoki Tobirama, adiknya itu malah marah habis-habisan. Lalu saat aku mau masuk ke kamar Minato untuk mengambil sekaleng Getah Erfmyst yang tertinggal, aku terpaksa berubah jadi manusia gara-gara jendelanya kekecilan, nah, saat ketahuan Kushina, dia mengamuk karena mengira Minato selingkuh. Ckckck. Maklum waktu itu dia baru tahu aku bisa berubah jadi manusia. Yah, itu saja."


Dari Erlic –melalui Paradox Fanfiction –Naruto Fandom Indonesia:

Fav Chara: Hermes. Karena dia cepat, dan gue suka kecepatan :v

Fav Quotes: "Satu-satunya yang abadi di dunia ini adalah ketidakabadian itu sendiri," –by Ardhalea

Fav Scene: Waktu Naruto nanyain (atau ngejek) Laramidia yang bikin si Laramidianya marah

ToD! Buat Kurama: Kapan ni jadian sama Demetra?

Kurama: "Hee? Kami jadian begitu Perang Dunia Naga Keempat selesai, paham? Iya kan, Ayang Demetra?"

Demetra: "Kau ini."

Pyrus: "Demi Castor, kalian membuatku iri."


Dari Ifqy Bagus Dwirangga –melalui Paradox Fanfiction –Naruto Fandom Indonesia:

Fav Chara: Deavvara. Entah kenapa, mungkin karena posisi saya sama dengan Deavvara. Sebagai kakak laki-laki. Tapi intinya dia keren

Fav Dragon: Varan. Badannya tuh rada-rada

Fav Etatheon: Deavvara, udah tuh diatas

Fav Quotes: "Satu-satunya yang abadi di dunia ini adalah ketidakabadian itu sendiri," –by Ardhalea

Fav Scene: Naruto-Paradox vs Ortodox

Fav Pair: Bingung ah

ToD! Naruto: Coba buat keselek Varan

Ardhalea: Sebenarnya kamu itu tsundere?

Naruto: "Buat Varan keselek? Aku harus bisa mengangkat sebuah bukit dulu dan melemparkannya tepat ke mulutnya, baru bisa!"

Ardhalea: "Tsundere? Kupikir aku sudah menjawabnya saat sesi wawancara."

Varan: "BUGAM BUM BUM GRRR GGAAAARRR!" (Terjemahin sendiri :p )


Dari Agung Febri Yanto –melalui Paradox Fanfiction –Naruto Fandom Indonesia:

Fav Chara: Kurama dan Hermes, lucu bro

Fav Pair: NaruPara. Cocok aja

ToD! Pertanyaan ke Neredox: Hmm, sebenarnya apa alasan utama mengapa mau repot nyari-nyari Ramalan Shinjuu? Sampe ninggalin keluarga

Pertanyaan tambahan: Hei, ada yang tahu dimana Nunboko no Tsurugi?

Neredox: "OKE, untuk yang pertama dan terakhir kalinya aku mau jawab karena ini pertanyaan yang rasional. Kenapa? Karena aku punya dugaan kuat bahwa ramalan itu berkaitan dengan masa depan dan kelangsungan relasi manusia dan naga, itu saja."

Naruto: "Nunboko no Tsurugi ada di kamarku. Kenapa? Mau pinjam?"


Dari Zhi de'Nite Regla –melalui Paradox Fanfiction –Naruto Fandom Indonesia:

Fav Chara: Ardhalea/Paradox. Karena sifatnya yang berwibawa, pintar, kuat saat berwujud naga. Tapi saat berwujud manusia kesan itu nggak menghilang. Yah nilai plusnya sih dia sedikit tsundere wakwakwak

Fav Dragon: Hermes. Soalnya saya suka sama sifat urakan dan mulut pedasnya wkwkwk

Fav Etatheon: Styx. Karena saya lihat dia hampir sama kayak Hermes ... cuma dia sedikit lebih bodoh aja wkwkwk. Tapi kemampuan penyegelnya itu sangat hebat

Fav Scene: Saat pertarungan Paradox vs Ortodox, Styx, dan Droconos. Pas scene Paradox ngangkat n ngelemparin gunung itu bikin saya terkagum-kagum. Scene fav satu lagi itu pas Hermes ngejek habis-habisan Kaum Naga Kolosal berkepala banyak itu (saya lupa nama naganya)

Fav Pair: So pasti Naruto-Ardhalea. Tapi Naruto-Sara boleh juga xD

Fav Quote: "Jangan lihat siapa yang mengatakannya, tapi dengar apa yang dikatakannya."

ToD! Buat Styx: Ceritakan saat mengesalkanmu saat bersama Hermes

Buat Ardhalea: Kamu tuh tsundere. Jadi apakah kami berani melamar Naruto di depan Etatheon dan seluruh warga Konoha? Ufufufufu

Styx: "Ahaha, saat mengesalkan? Aku punya lumayan banyak, tapi salah satunya, ketika aku membantu sebuah perkampungan untuk menyingkirkan beberapa lusin Galaeana pengganggu. Waktu itu para penduduk memberiku dua porsi makanan kesukaanku, tapi saat aku hampir menyantapnya Hermes mendadak eksis dan menyambar keduanya sekaligus –dan dia tidak minta maaf atas itu. Huh! Aku pernah ingin menyegel pita suaranya agar dia jadi bisu selama-lamanya, tapi terserah deh. Suatu hari nanti, kubalas dia."

Ardhalea: "Melamar? Dimanapun, adat yang berlaku itu sama, Regla-san. Laki-laki yang melamar perempuan, bukan perempuan yang melamar laki-laki."

Hermes: "Jadi secara tidak langsung kau mengharapkan Naruto melamarmu?"

Ardhalea: "Katakan itu sekali lagi."

Hermes: "Atau apa?"

Ardhalea: "Atau kupotong kedua sayapmu."

Hermes: "J-A-N-G-A-N-! IYA! Iya deh, aku salah!"

Styx: "Iya, lakukan saja. Aku setuju kok."


DRAGON TIMES MAGAZINE: The Dragons, From A to Z

Amsesthyst = Namanya berasal dari plesetan batu mulia 'ametist'

Ananta Shesha = Namanya berasal dari ular dewata milik Dewa Wisnu yang dalam legenda sekaligus menjadi singgasananya dan membantu menyokong Alam Semesta

Antaboga = Namanya berasal dari naga legenda pewayangan Bali

Archemedeates = Namanya diambil dari nama ilmuwan Yunani terkenal, Archimedes.

Artemis = Namanya diambil dari nama Dewi Bulan, Perawan, dan Perburuan Yunani, Artemis

Basilisk = Namanya diambil dari mitologi Yunani, ular-ayam-naga yang mempunyai mata pembunuh

Beleriphon = Namanya diambil dari nama pahlawan Yunani Kuno, Bellerophon, yang membunuh Chimaera bersama Pegasus

Breviparopus = Namanya diambil dari nama dinosaurus Sauropoda yang masih diragukan kevalidannya

Bryptops = Nama imajiner dari Author

Ceberus = Namanya diambil dari plesetan anjing penjaga Dunia Bawah mitologi Yunani, Cerberus

Chiron = Namanya diambil dari nama sebuah asteroid

Crysmson = Namanya diambil dari nama sebuah produk mainan naga –Plasma Dragons

Deinosyus = Nama imajiner Author

Demetra = Nama imajiner dari Author

Droconos = Nama imajiner dari Author, secara kebetulan sama dengan nama salah satu varian naga dalam permainan Dragon City

Erlik = Namanya diambil dari nama suku kuno yang juga dijadikan nama salah satu spesies dinosaurus (Erlikosaurus)

Galaeana = Nama imajiner dari Author

Gamabunta = Namanya diambil dari karakter Masashi Kishimoto, katak raksasa panggilan Jiraya, Naruto, dan Minato

Gamahiro = Namanya diambil dari karakter Masashi Kishimoto, katak raksasa panggilan Jiraya dari Myobokuzan

Gamaken = Namanya diambil dari karakter Masashi Kishimoto, katak raksasa panggilan Jiraya dari Myobokuzan

Gigantostoma = Nama imajiner dari Author

Gorongosa = Namanya diambil dari nama sebuah gunung di Afrika

Haumea = Namanya diambil dari mitologi Hawaii, penyihir terkuat, Haumea, yang konon melahirkan banyak makhluk bumi. Haumea juga dijadikan nama sebuah planet kerdil yang lebih jauh daripada Pluto

Heracliudehf = Namanya diambil dari plesetan pahlawan Yunani paling terkenal, Heracles (Hercules)

Hermes = Namanya diambil dari nama Dewa Pejalan, Kecepatan, Pencuri, dan Pengantar Surat mitologi Yunani, Hermes

Hidalgo = Namanya diambil dari nama sebuah asteroid

Hi'iaka = Namanya diambil dari nama anak sulung Haumea, penyihir dalam mitologi Hawaii

Horus = Namanya diambil dari nama perkumpulan dewa dalam mitologi Mesir Kuno, dewa berlambang satu mata

Hydra = Namanya diambil dari nama monster ular dalam mitologi Yunani, kadang digambarkan mempunyai 7 atau 9 kepala

Ingenia = Namanya diambil dari nama sebuah daerah di India, Igenia

Ischornis = Nama imajiner Author

Isisfordia = Namanya diambil dari nama buaya purba yang hidup di Australia pada Zaman Kretaseus, Isisfordia

Jőrmungandr = Namanya diambil dari nama ular raksasa (The Midgard Serpent/The World Serpent) dalam mitologi Bangsa Viking

Kurama = Namanya diambil dari karakter Masashi Kishimoto, Bijuu berekor sembilan (Kyuubi) dalam diri Naruto, berbentuk rubah

Ladon = Namanya diambil dari mitologi Yunani Kuno, naga berkepala seratus yang menjaga Apel Emas di Taman Hesperides

Laramidia = Namanya diambil dari nama benua cikal-bakal Amerika Utara pada Zaman Kretaseus, Laramidia

Manda = Namanya diambil dari karakter Masashi Kishimoto, ular raksasa panggilan Orochimaru, Kabuto, dan Sasuke

Manidens = Namanya diambil dari nama dinosaurus herbivora pada Zaman Jurasik, Manidens condorensis

Mercitiinia = Namanya diambil dari plesetan Bahasa Inggris untuk air raksa, mercury

Ni'iaka = Namanya diambil dari nama anak bungsu Haumea, penyihir dalam mitologi Hawaii

Neredox = Nama imajiner Author

Neve = Namanya diambil dari sebutan untuk bentuk peralihan salju yang lembut menjadi es yang sangat keras pada gletser

Oedipus = Namanya diambil dari nama pahlawan Yunani yang menjawab teka-teki Sphinx dengan benar untuk pertama kalinya

Ogopogo = Namanya diambil dari nama legenda monster danau di Kanada

Ootsutsuki Ardhalea = Nama imajiner Author

Ootsutsuki Deavvara = Nama imajiner Author

Parthenon = Namanya berasal dari nama bangunan Yunani Kuno yang terkenal, Parthenon

Pinthowra = Nama imajiner Author

Pliny = Namanya diambil dari nama sekretaris Raja Nero di Roma, Italia, yang mencatat letusan Vesuvius dan legenda Basilisk

Pomona = Nama imajiner Author

Pyrus = Namanya diambil dari nama sebuah rasi bintang kuno yang sering terlihat di Amerika Tengah dan Selatan

Rodrigues = Namanya diambil dari nama sebuah pulau di Samudera Pasifik

Scylla = Namanya diambil dari nama monster dalam mitologi Yunani, yang menjaga Laut Mediterania, memiliki enam kepala serupa wanita buruk rupa dan empat kepala serigala di pinggangnya

Severin = Nama imajiner Author

Sphinx = Namanya diambil dari monster mitologi Yunani yang menjaga Gunung Phicium, penanya teka-teki

Styx = Namanya diambil dari Bahasa Latin dan Yunani yang berarti 'setan'

Tailtorn = Namanya diambil dari nama salah satu mainan naga –Tailtorn

Taksaka = Namanya diambil dari nama naga dalam pewayangan Jawa

Titanis = Namanya diambil dari Bahasa Latin dan Yunani yang berarti 'raksasa'

Unktehilla = Namanya diambil dari mitologi Indian Amerika Utara (Apache), ular raksasa yang konon menciptakan Sungai Mississippi

Varan = Namanya diambil dari nama genus komodo, Varanus komodoensis, atau 'kadal besar'

Venator = Namanya dimabil dari Bahasa Latin dan Yunani yang berarti 'pemburu'

Vereev = Nama imajiner Author

Wythlea = Nama imajiner Author

Wyvern = Namanya diambil dari nama naga legenda Eropa, Wyvern

Yacumama = Namanya diambil dari ular raksasa mitologi Suku Indian Amazon yang konon menciptakan Sungai Amazon. Yacumama sendiri berarti 'ibu rawa-rawa' juga disebut Boa Hitam

Yamata no Orochi = Namanya diambil dari nama ular raksasa berkepala delapan dalam mitologi Jepang

Yaycare = Namanya diambil dari nama sebuah sungai di Brazil, salah satu anak Sungai Amazon, Sungai Yaycare

Zechuan = Namanya diambil dari nama sebuah daerah di China, Szechuan. Juga digunakan sebagai nama dinosaurus, Szechuanosaurus

Zmey Gorynych = Namanya diambil dari nama naga kepala tiga legenda Rusia yang konon senang menculik perempuan

Zyxwvur = Namanya diambil dari pembalikan tujuh abjad terakhir


PARADOX GLOSSARY:

AEsir : Semacam tempat ritual penyegelan berbentuk pulau mini, terletak di tengah lambung naga super-raksasa, Varan

Altar Segel : Semacam tempat penyegelan kuat yang terletak di Padang Rumput Dahila, Hi no Kuni. Disinilah Droconos disegel

Apocalypse Dragon : Spesies naga dengan tameng berwarna batu bara dan merah serta keemasan di tubuhnya, terisolasi di sebuah pulau

Batu Dolomite : Sejenis kristal dari karbon yang amat keras, digunakan sebagai material utama pedang Obito

Batu Gelel : Sejenis kristal berwarna hijau lembut, berasal dari Gunung Batuwara, digunakan untuk membuat Uliran Samsara

Bingo Book of Dragons : Buku tebal yang berisi data dari tiap naga yang telah diketahui di dunia. Hanya ada di Perpustakaan Alexandriana

Burning Dragon : Spesies naga dengan kepala dan leher berupa api yang berkobar, terinspirasi dari bentuk Ghost Rider

Chrysler : Tempat serupa peternakan yang mengurusi naga-naga level jinak atau menengah

Draco P : Sebutan bagi pengendara Paradox

Dracovetth : Sebutan bagi pengendara naga, laki-laki maupun perempuan

Etatheon : Organisasi beranggotakan delapan naga terkuat di Bumi, didirikan oleh Ardhalea alias Paradox

Formasi Segilima Penghancur : Formasi yang disusun ayah Shikamaru, Nara Shikaku, ketika Tim Paradox terbang menuju Kusagakure

Getah Erfmyst : Getah magis yang diperoleh dari Pohon Pinus Erfmyst, dapat membuat seekor naga bisa berbicara untuk sementara

Gua Besar Rhea : Gua raksasa dengan pohon Sequoia raksasa diatasnya, terletak tepat di tengah Padang Rumput Rhea

Gua Ryuuchi : Tempat suci dimana Sage Ular Putih tinggal

Gunung Batuwara : Gunungapi raksasa setinggi 10 km dimana Horus dan Haumea diperangkap

Gunung Myoboku : Tempat suci dimana Sage Katak tinggal

Gunung Phicium : Tempat dimana Sphinx tinggal, menjebak orang-orang yang lewat dengan teka-teki

Harpy : Kaum berbentuk setengah wanita setengah burung, perawat buku di Perpustakaan Alexandriana

Ivory Dragon : Spesies naga langka berbentuk ular dengan sisik seperti gading

Kaum Naga Kolosal : Keturunan pertama Horus dan Haumea, naga-naga berukuran luar biasa besar (diatas 150 meter)

Kuil Api Chiriku : Kuil suci yang terletak di Hi no Kuni, dijaga oleh seorang biksu terkenal, Chiriku

Kuil Etatheon : Kuil suci yang didedikasikan untuk Etatheon, sekaligus dibangun sendiri untuk mereka

Kusanagi no Tsurugi : Salah satu dari Lima Pedang Legendaris, dipegang oleh Orochimaru

Naga Gatpura : Keturunan kedua Horus dan Haumea, naga tak berkaki dengan wajah aneh dan sisik ikan

Naga Medali : Terdiri dari Naga Emas, Naga Perak, dan Naga Perunggu, generasi pertama dari keturunan ketiga Horus dan Haumea

Nunboko no Tsurugi : Salah satu dari Lima Pedang Legendaris, kadang disebut Pedang Rikudo. Dimiliki oleh Rikudo Sennin dan Naruto

Observatorium Palomar : Observatorium (tempat pengamatan benda-benda langit) yang terletak di Yukigakure

Ortodox : Gelar yang dimiliki Deavvara. Artinya: 'penentang'

Padang Rumput Dahila : Padang rumput terluas di Hi no Kuni dimana Altar Segel terletak di dalamnya

Paradox : Gelar yang dimiliki Ardhalea. Artinya: 'lawan asas'

Pembantai Bersayap : Sebutan untuk naga-naga ganas pembawa maut, walau tidak seluruhnya adalah tipe naga yang terbang

Penunggang Angin : Sebutan untuk naga-naga dengan kemampuan terbang, manuver, atau akselerasi yang hebat

Perkampungan Uchiha : Sebuah desa yang terisolir dari negara manapun, khusus dihuni Klan Uchiha. Disinilah Tablet Batu Uchiha berada

Perpustakaan Alexandriana : Perpustakaan terbesar di dunia yang digagas Ootsutsuki Ashura. Tersembunyi dari dunia selama ratusan tahun

Perpustakaan Kumogakure : Perpustakaan terbesar nomor dua di dunia setelah Alexandriana terungkap, berada di Desa Kumogakure

Pita Glepnir : Pita magis milik Parthenon, dapat digunakan untuk menyembuhkan dan mengikat apapun

Pulau Apocalypse : Pulau dimana semua Apocalypse Dragon tinggal

Pulau Naxos : Pulau dimana Deinosyus "mencampakkan" Artemis, setengah jalan ke Pulau Oogata

Pulau Oogata : Atau Pulau Kolosal, pusat kebangkitan Kaum Naga Kolosal tiap 275 tahun

Rantai Laeding : Rantai magis raksasa yang terbuat dari tulang muda seekor beruang, ludah seekor burung, jenggot seorang wanita, akar sebuah gunung, napas seekor ikan, dan suara langkah kaki seekor kucing, digunakan untuk mengekang Gunung Batuwara

Rinsei Rinne no Tsurugi : Salah satu dari Lima Pedang Legendaris, disebut juga Uliran Samsara, dipegang oleh Deavvara, dibuat oleh Ardhalea

Sastra Paradox : Buku tipis yang secara harfiah mengungkap rahasia Sang Paradoks

Tablet Batu Uchiha : Semacam prasasti batu yang berisi misteri-misteri dunia dan keturunan Rikudo Sennin. Sempat digubah oleh Laramidia, terletak di Perkampungan Uchiha dan membutuhkan kekuatan mata untuk dapat membacanya

Taiyotsuki no Tsurugi : Salah satu dari Empat Pedang Legendaris, atau 'pedang matahari-bulan'. Dibuat dengan menyatukan serpihan kekuatan Etatheon. Satu-satunya senjata yang bisa memotong Rantai Laeding

Totsuka no Tsurugi : Salah satu dari Lima Pedang Legendaris, dapat menyegel apapun. Dipegang oleh Itachi dan disimpan di Susano'o-nya

Wivereslavia : Spesies naga langka dengan organ internal mengandung chakra yang berlimpah


Selanjutnya … saya Itami Shinjiru sebagai author dari fanfic Paradox mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada yang tersebut di bawah ini atas kesediaan mereka mencantumkan fic sederhana saya sebagai FAVORITE STORIES!

01ayu

3'Oct

A'Raion No Sun

AF Namikaze

Aditya Otsutsuki Namikaze

Ae Hatake

Ailfrid

Akemi Yoshi

Akhyar Oruchimaru

Aldho

Aldo Wahyou Arkedsz

Alfiantara HootOwls

Alue-kun

Angga Ok

AoiKishi

Aoki Mikuru

Archilles

.vikink

AriKazemachi

Ashura Namikaze

Ashura naruto sannin

August Atcherryd

Azkaban D Assashin

BlackBerry Z3

Black ninja shadow

Blood D. Cherry

Blue-Temple Of The King

Blue Sapphire Sky

Blukang Blarak

Charlenette

Cloud the First Tsurugi

Dark Namikaze Ryu

Dede Namikaze

Diane Ungu

El-Namikaze no Baka

Faisal123

Fikri Firdaus

Fran Fryn Kun

FreakyMuthee

Fu A

.Crew

GanjaGun

Genesis Of Aquarion

Gnerog isaN

Hanami Akako

Haruno FARA Yuki

Hideki Ryuga46

Hideo Tsuyashima

Himejima Rianaru

Innocent Togabito

KaRyuu no Yokou

'S

Konoha seiryuu-sama

L Yagami

LawrensyaD

Life Of Deads

Lutviaas

Motochika Chokosabe

NamiKaZe MaDarA

Namikaze46

Namikaze130

Namikaze Hendrix Ngawi

Namikaze KahFi ErZA

Namikaze Renaldi

Namikaze Sholkhan

Naminamifrid

Natsuyakiko32

NekoKagami13

Neko Twins Kagamine

Nick661

Nyx no Kaze

.Namikaze

RIPjones

Rama Adithia Namikaze

Ramadi HLW

Randou Uzumaki

.Emperor97

Reikai Eran

Ritsu Natsuki

Saladin no jutsu

Sasofi No Danna

Saus Kacang

Senju Resalvini

ShadouRyu-kun

Shinji Kaharu

Shinseina hane

ShiroHig3

SonicMaster77

Takiya827

The Black Water

The King Of ParadoX

Tomo Rujiaru

Topeng Lolli Kura

Topeng Retak

Tragger

Uchiha Laquid

Uchizuma Angel

Uzumaki 21

UzumakiDesy

Varian Andika

Vian Naruto

Vin'DieseL D'.Newgates

Vipris

Visarado doang

Wind Hyperion

Yami Alay007

Yami Gitsune

YamiNo Kurama Akatsuki

YamiNoMadara226

YonaNobunaga

Zara Zahra

Zero ZvM

Zizagoon

Zombie-NHL

abdipriyangga

adipriyanto023

agung.

agustatsumi

aim7

.9

.79

alta0sapphire

alvaro d diarra

angelhana9

.5

ardykoro

arisha matsushina

azhevendfold

blankZack

bluecateye

bowo2693

breaker97

cahayapuji22

chy karin

.188

fendyksatria212

fernandoryuukishi12

hanafid

ini dee

isedraeg

issei-shan

1

kaizokuu

ketikasenja88

khf16

kidsall982

kurama nii-sama

leontujuhempat

light namikaze-uchiha kira

.58

makmun77

.5

mizu. .3

.71404

.90

namika ashara

namikaze ananda

namikazeuchihanaruto

namikazexo

.988

one D piece

orogomo120

petrabreaker

raitogecko

ramunes

reffast 1000cc

reyvanrifqi

.79

ricardo.

rijalharits

rikkudo sama

rizkiirawan3

robyzek

ryukaze666

sandyclan18

selamet. .9

sgiariza

shikanara88

uchiha izanami

uchiha youko senju

ujhethejamers

uzumakiseptian

virgo31

vladimir arrie

wildanbondil

wildapolaris

yagonius

yogapurnama80

.5

Saya harus terus terang … tadinya saya mengira fic ini tidak banyak penggemarnya, apalagi sampe buat grup Facebook segala. Saya hanya menyalurkan hobi saya. Hiks, seseorang tolong peluk aku! (Kalo bisa Ardhalea aja dong –PLAK!)

Namun segala hal yang baik akan berakhir. Demikian pula fic ini. Saya, sekali lagi, mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya pada pembaca sekalian, dimanapun Anda berada, dari manapun Anda berasal, dimanapun Anda lahir, apapun pekerjaan Anda, atau bahkan apakah Anda manusia tulen, manusia-setengah naga, atau apapun! Oh, dan mohon maaf kalau misalnya ada yang sudah mengirimkan vote tapi tidak saya cantumkan disini (kalo ada lho). TERIMAKASIH!

Dan … kalau ada yang masih merindukan fic ini …

.

.

.

.

.

Saya sedang menggarap novel berjudul sama: Paradox – The Rescue of Zodiac Dragons, tentunya dengan OC saya sendiri. Sampai fic ini ditulis, baru dapat empat bab dan 50-an halaman. Doakan semoga saya bisa menyelesaikannya dan diterbitkan, ya! Mudah-mudahan difilmkan juga sih (Sama Warner Bros Pictures aja, jangan sama perfilman Indonesia, soalnya nanti animasinya amburadul (BUAGH)).

SEE YOU! I WILL MISS YOU ALL! (Tebar cium – ditebas)

.

.

.

.

.


Sambungan Truth or Dare dari AriKazemachi:

"Sejauh ini yang superior terpilih adalah Naruto, Ardhalea, Deavvara, dan Hermes. Varan, Oedipus, Styx, Pyrus, dan Artemis berada di peringkat menengah," lapor Beleriphon sambil memeriksa catatannya.

"Uwaduh. Tidak ada yang memilihku!" Keluh Droconos.

"Itu karena kau muncul terakhir," komentar Deavvara.

"Tak apa. Setidaknya kita bertiga sudah berakting dengan sangat bagus," hibur Parthenon. "Apa jadinya Etatheon tanpa kita."

"Hei, Ardhalea. Bagaimana perasaanmu, hm? Banyak sekali readers yang menanyakan relasimu dengan Naruto, bahkan sampai –ah, sudahlah," lanjut Styx sambil menyeruput teh lemonnya. "Hei, ini kurang masam."

"Demi Celana Dalam Deavvara! Setidaknya itu menunjukkan penggemarmu banyak, Ar-"

"HEI!" Bentak Deavvara. "Apa yang barusan kau katakan?!"

"Hah? Oh, -itu, maksudku –itu cuma nama galaksi baru yang ditemukan belum lama ini!"

"Bodoh!" Gerung Deavvara. Tawa menggelegar di Kuil Etatheon. "Siapa yang berani-berani menamai galaksi macam itu?!"

"Anu ... Hermes yang memberitahuku."

"H-hei! Aku-aku cuma bercanda! Melaksanakan Dare-ku, kau tahu? Eh, eh! Aku ..."

"Enyahlah," geram Deavvara sambil mengasah sabitnya. "Atau kau yang akan dihidangkan sebagai makanan penutup malam ini."

"Apa salahku?!"

Deavvara melirik adiknya, yang tertunduk dengan tubuh bergetar.

"Kau menahan tawa," desisnya marah sekaligus malu. "Hei, hentikan dong!"

"Dare dari siapa sih?!"

"JANGAN TERTAWA!"

.

.

.

.

.


Tamat.

The End.

Fin.

Owari.