Inside the Room
This story belongs to Fujimoto Yumi
Super Junior
Belong to God and themselves
Cho Kyuhyun X Lee Sungmin
Are belong to God and themselves
Romance, Fluffy
Yaoi, BL, Shonen-ai, BoyXBoy, Lemon content!
Plotless! And maybe PWP! Doctor!Kyu, Nurse!Min
I don't take any profit by publishing this story.
Not plagiat or copy-paste!
Leave the page immediately if you don't like!
Don't force yourself to read this.
I rarely open Screenplays fandom, so, I'm sorry if there's same plot or anything.
But this idea definitely mine.
Enjoy 'kay~
And don't forget to leave a review if you read this.
.
.
.
A Super Junior Couple Fanfiction
Inside the Room
Series 1.2 – KyuMin – 'Patient Bed' Stories 2
by Fujimoto Yumi
.
.
.
Sungmin membanting tubuhnya di atas sofa apartemen mereka. Diliriknya sang kekasih yang sedang membuka dua kancing atas kemejanya, kemudian melirik ke arah jam dinding di sudut berbeda.
Pukul satu dini hari.
Sungmin tidak terkejut, sungguh. Pasalnya jika ia dan sang kekasih sudah sibuk dengan 'hal itu' mereka memang kadang lupa waktu, lupa tempat, lupa segala-galanya. Yang mereka ingat hanyalah bagaimana cara memuaskan satu sama lain.
Kyuhyun duduk di sofa single dekat dengan sofa di mana Sungmin berbaring di atasnya. Tangan namja memijat pelan dahinya seolah berusaha mengusir pening yang mendera. Sungmin semakin mengernyit. Setelah melewati beberapa jam bercinta, sakit kepala sang kekasih belum hilang juga?
"Kyu, mau minum obat? Atau mau kubuatkan teh hangat?" Sungmin bertanya sambil mendudukkan diri.
Kyuhyun melirik kekasih merangkap perawatnya sekilas. "Mungkin pilihan terakhir akan membantu. Teh hangat saja."
Sungmin mengangguk sekilas, bangkit dari duduknya dan mencium kepala Kyuhyun sebelum menghilang ke arah dapur. Kini gantian Kyuhyun yang menempati sofa di mana Sungmin berbaring tadi. Ia merebahkan tubuhnya yang terasa lelah.
Kalau saja nafsunya yang sudah ditahan dua hari kemarin tidak mengganggunya dan memikirkan sang kekasih yang sudah dua kali tertunda keluar—mungkin Kyuhyun enggan menyentuh Sungmin malam ini. Mengingat seharian ia benar-benar merasa ada di neraka.
"Ini, Kyu. Diminum selagi hangat," Sungmin datang dengan secangkir teh yang uapnya masih sedikit mengepul—tipikal teh yang Kyuhyun suka. Mungkin agak panas, tapi pas untuknya.
Kyuhyun mengangguk dan bangkit duduk, lalu memegang cangkir teh tersebut dengan Sungmin yang duduk di sampingnya. Tangan namja manis itu memeriksa suhu tubuhnya dengan menempelkan telapak tangan namja bergigi kelinci itu di dahi Kyuhyun.
"Agak hangat, setelah ini kau istirahat, arra?" Sungmin berucap seraya menyingkirkan rambut-rambut poni yang menutupi pandangan kekasihnya, lalu melirik ke arah sosok yang masih tenang menyeruput teh hangat buatannya.
"Kalau kau sakit seharusnya kita tidak melakukannya, Kyu," Sungmin merapat. Menaruh kedua kakinya di atas paha Kyuhyun. "Kita bisa menundanya—lagi."
"Hm?" Kyuhyun melirik kekasihnya. "Kau yakin masih bisa menahan diri setelah dua kali tertunda, eoh? Nakal sekali," komentarnya. Sungmin hanya memajukan bibirnya kemudian meletakkan kepalanya di bahu sang kekasih.
"Pabo. Yang suka menunda itu kan, kau. Jadi jangan salahkan aku jika aku jadi nakal," balas Sungmin.
"Aku pikir dengan melakukan itu rasa peningku bisa berkurang. Tapi saat sampai rumah malah semaki menjadi."
"Kalau begitu istirahat saja setelah ini."
"Begitu? Mungkin jika melakukannya terus menerus akan benar-benar hil—Ouch! Sakit, Ming," kalimat Kyuhyun berakhir dengan aduhan.
Sungmin menjitak kepala Kyuhyun akibat pikiran mesumnya. "Lagi sakit saja masih mesum. Mau jadi apa, hm, dirimu wahai dr. Cho Kyuhyun?"
"Aku sudah jadi dr. Cho Kyuhyun, untuk apa jadi sesuatu lagi, perawat Lee," Kyuhyun menjawil hidung kekasih lalu mengecup sekilas bibir itu. "Bagaimana jika kubilang, ranjang apartemen kita merindukan ketika benda itu berdecit saat kita melakukan aktifitas kita?" Kyuhyun bertanya jahil.
"Kyu, kau sedang sakit. Besok bisa-bisa kau berbaring terus di tempat tidur jika kau meneruskan godaan ini," Sungmin membalas perkataan ambigu Kyuhyun.
"Ming, kau memasukkan sesuatu ke dalam tehku?" Kyuhyun bertanya sambil berkilat nakal. Tangannya mengusap-usap paha Sungmin di atas kakinya.
"Eh? Tidak kok~ memangnya aku dirimu yang memasukkan aphrodisiac ke dalam minuman yang kau buat."
"Hoo? Benarkah? Kapan aku melakukannya, hm?"
"Huh. Apa perlu aku mereview semua usahamu untuk membuatku jadi lebih agresif, Cho Uisanim?"
"Kau memang agresif kan, Perawat Lee?"
"Aish, sudahlah. Sana tidur."
"Tidak sebelum aku membawamu ke ranjang yang sudah menanti kita untuk menggetarkan benda itu," Kyuhyun berucap seraya menaruh cangkir tadi dan mulai menggendong Sungmin ala bridal.
Sungmin refleks melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun. "Kyu~ besok kau benar-benar akan berbaring seharian di tempat tidur, loh."
"Hm, besok kita bisa menelpon untuk meminta libur sehari."
"Kyunnie~ jangan seenaknya."
"Hm."
Yah, dan pada akhirnya, Sungmin hanya berusaha untuk membuat sang kekasih istirahat. Tapi apa mau dikata jika Kyuhyun menginginkan kegiatan mereka di ruangan kerja Kyuhyun di rumah sakit tadi berlanjut?
.
.
.
Kyuhyun mencium Sungmin dengan begitu bernafsu. Okay, cukup salahkan kemesumannya. Tapi hal tersebutlah yang disukai oleh seorang Lee Sungmin.
Adu lidah masih terjadi. Kyuhyun menaruh Sungmin di ranjang mereka masih dengan mulut yang terhubung. Badannya tak seluruhnya menindih Sungmin, ia masih berusaha menahan berat badannya dengan kedua tangannya di kedua sisi tubuh Sungmin.
Ciuman itu semakin menjadi ketika keduanya saling ingin mendominasi. Sungmin sudah tidak peduli jika besok Kyuhyun akan benar-benar menderita akibat pening yang menderanya. Yang sekarang bisa dilakukannya hanyalah menikmati permainan ini.
Permainan yang dirinya sendiri sangat menyukainya.
"Mmhh, Kyu~" Sungmin berusaha bicara dalam ciuman ganas itu. Kyuhyun tak peduli dan tetap mengeksplorasi rongga mulut Sungmin setelah berhasil memenangkan perang lidah tersebut. Tangannya bergerak ke mana-mana, berusaha melepas seluruh baju yang melekat di tubuh kekasihnya.
Kakinya membuka kedua kaki Sungmin dan menyelipkan diri di sana. Lututnya ia gunakan untuk menggoda junior Sungmin yang ia rasa sudah mengeras walau hanya karena sebuah ciuman.
Well, harus ia akui, kekasihnya ini memang sangat nakal. Dan ia sangat suka.
Kyuhyun menurunkan area jajahan mulutnya ke leher jenjang Sungmin dengan sang pemilik yang sudah memerah sempurna. Matanya semakin menyanyu ketika Kyuhyun benar-benar menggoda semua titik sensitif tubuhnya. Mulai dari leher ke telinga, tangannya yang meraih nipplenya dan lututnya yang menekan juniornya.
Sungmin benar-benar merasa melayang.
"Kyunnie~ palliwa~" lirihnya berusaha memberikan kode kepada Kyuhyun untuk meningkatkan tahap permainan. Namun sepertinya dokter bermarga Cho itu masih ingin bermain-main dengan sang kekasih. "Kyuhh~"
"Nanti, Ming. Kita harus main-main dulu. Kau lebih suka begini—atau aku ambil stetoskop, jarum suntik beserta aphrodisiac, hm?" Kyuhyun balas sambil sesekali menjilati bawah telinga Sungmin.
"Kyu, sudah sebesar ini kau masih mau main dokter-dokteran?" Sungmin mempoutkan bibirnya mendengar jawaban Kyuhyun.
Kyuhyun tertawa mendengarnya. "Jadi anak kecil yang main seperti itu sudah pakai obat perangsang?"
"Bukan begitu~ Kyunnie cepatlah~ supaya kau bisa istirahat juga. Kan tidak lucu kalau seorang dokter juga sakit?"
"Hm? Sudah ada seorang perawat di atas ranjang pasienku."
"Ini bukan ranjang pasien, dokter ChoKyu. Ranjang ini lebih banyak dosanya daripada ranjang pasien di ruanganmu itu."
"Hoo~ banyak dosanya? Tapi kau suka, kan?" Kyuhyun memasang tampang menggoda.
Sungmin memalingkan wajahnya ke arah lain. "Ugh…pabo."
"Hahaha, dasar. Baiklah, baiklah. Kita mulai permainan kita."
Dan setelah berucap demikian, Kyuhyun kembali menjangkau apa saja yang bisa ia raih. Meninggalkan Sungmin yang hanya bisa mengerang penuh kenikmatan atas apa yang diterima di setiap titik sensitif yang Kyuhyun sentuh.
.
.
.
Kyuhyun menempatkan diri di antara kedua kaki Sungmin yang terbuka lebar. Tangannya melakukan persiapan pada lubang Sungmin yang sempit. Bibirnya bermain di dada sang kekasih, menyapa kedua nipple Sungmin yang menegang. Lidahnya terjulur menyentuh satu dari kedua nipple tegang itu.
Sungmin berusaha meredam suara desahannya yang menggema di kamar apartemen mereka. Peluh sudah membanjiri keduanya, terlebih Sungmin yang sudah sangat tak kuat menahan segala nafsu yang meminta di keluarkan. Ia ingin segera dimasuki tapi Kyuhyun masih setia mempermainkan tubuhnya.
Sungmin gantian melingkarkan tangannya di leher sang kekasih ketika lidah Kyuhyun mulai kembali menjalar di lehernya. Bibir bawahnya ia gigit ketika merasakan tambahan jari di bawah sana. Kyuhyun baru saja menambahkan jari ketiga ke dalam lubang Sungmin.
Kyuhyun sendiri masih setia menyiptakan kissmark di sana-sini. Memberitahu pada dunia jika namja di bawahnya ini adalah miliknya dan hanya milik dia seorang.
Detik setelahnya, kepalanya turun menyapa junior Sungmin yang mengacung, jarinya masih bergerak zigzag di dalam Sungmin. Lidahnya kembali terjulur menyentuh kepala junior Sungmin sebelum menyedotnya pelan membuat Sungmin menggelinjang dan sontak menaikkan kedua kakinya di bahu Kyuhyun.
Kyuhyun melakukan blowjob. Ia meraup keseluruhan junior Sungmin dan menghisapnya. Kepalanya naik-turun teratur, tangannya yang terbebas bermain dengan twinballs Sungmin membuat namja cantik itu benar-benar panas, menggelinjang tak bisa diam.
Dan ketika dirasanya cukup dengan foreplay yang sedaritadi ia lakukan, Kyuhyun melepas kulumannya saat merasa Sungmin akan keluar, ia agak menegakkan tubuhnya lalu membawa juniornya mendekat ke arah lubang kecil tersebut. Junior Kyuhyun menyapa pelan lubang Sungmin yang tadi dimasuki ketiga jari Kyuhyun.
Kyuhyun berusaha memasukkan kepala juniornya, ia memajukan tubuhnya seolah memeluk sang kekasih sambil menggeram ketika merasakan sensasi ketat saat lubang Sungmin menjepit juniornya.
Sungmin ikut memeluk bahu tegap itu. Ia benar-benar bisa merasakan kehadiran Kyuhyun di dalam dirinya.
"Rileks, Ming…gghhh," Kyuhyun menggeram, masih berusaha mendorong masuk keseluruhan miliknya itu.
Sungmin mengangguk dalam diam. Mulutnya terbuka namun tak ada suara yang keluar. Namun ketika satu dorongan keras terakhir yang Kyuhyun berikan, berhasil membuat suaranya menggema.
"AAH!"
Kyuhyun susul mengerang ketika ia berhasil memasuki lubang itu. Didiamkan sebentar agar Sungmin terbiasa. Sampai sang kekasih menggerakkan pinggangnya sebagai tanda ia siap melanjutkan aktifitas mereka.
Kyuhyun mulai memaju-mundurkan juniornya di dalam Sungmin. Ia agak menegakkan tubuhnya, tangannya memegang bawah lutut Sungmin agar kedua kaki itu agak terangkat, bermaksud untuk memudahkan Kyuhyun untuk terus menghujamkan miliknya di dalam sang kekasih.
"Aah, mmh! K-kyuhhh~ OH!" desahan Sungmin mulai keluar. Satu tangannya menyengkram erat seprai, satunya lagi berada di depan mulutnya, menutupi agar suara yang keluar tak begitu keras.
"Grrhhh…" desah sahutan Kyuhyun membuat mata Sungmin membulat ketika milik sweet spotnya.
Kepalanya agak mendongak. "Aahh, ahhh! Kyuhh~ d-di sanahh, hmm! Nngghh!"
"Arraseoh…"
"Ngghh! Nnhh! Ohhh~"
Tak bisa memikirkan apapun lagi, kegiatan itu terus berjalan hingga Sungmin sendiri tak bisa menghitungnya. Ia hanya bisa menikmati apa yang Kyuhyun lakukan di atasnya.
"Ahh, ahh, ahhh! Nnhhh!"
"Ugh…"
"Ah! Ah! Ah! Nngghh! C-cominghhh…"
Kyuhyun semakin mempercepat tusukannya ketika Sungmin berucap demikian. Sari Sungmin yang memang sudah akan keluar tadi saat Kyuhyun mengulum juniornya, tiba-tiba keluar tanpa ia tahu cara mengontrolnya. Cairan itu membasahi tubuh mereka dan seprai yang menjadi alas mereka bercinta.
Tangan Kyuhyun memainkan junior Sungmin, memberikan sang kekasih momen di mana sisa-sisa cairan itu melesak keluar, dengan dirinya yang masih menggenjot Sungmin dengan tempo cepat, berharap ia juga akan keluar.
Selang beberapa menit kemudia, Kyuhyun merasa juniornya membengkak di dalam sana, apalagi jepitan dinding rectum Sungmin berhasil membuatnya semakin memaju-mundurkan juniornya. Sungmin berpegangan pada tubuh itu ketika dirasanya Kyuhyun akan menembakkan cairan spermanya ke dalam lubangnya.
"Ah! Ah! Ah! Ah! K-kyuhh! Nnghhh! Nnhhh!"
"H-hampir…ughh…"
"AH OH! Ugh…mmhhh nngghh!"
Sungmin terus mendesah, sampai saat Kyuhyun benar-benar tak peduli bahwa lubang itu mungkin saja akan lecet, gerakannya semakin menggila dan—
"AAHHH!" teriakan Sungmin disusul geraman Kyuhyun menjadi tanda bahwa baru saja Kyuhyun menyemburkan seluruh sarinya ke dalam tubuh sang kekasih, hingga ada yang mengalir keluar.
Namun klimaks tersebut, tidak menjadi akhir percintaan mereka. Hanya dengan melihat wajah sayu Sungmin dan air liur di sekitar mulut kekasihnya, sudah bisa membuat junior Kyuhyun kembali tegang di dalam sana.
Dan ketika malam berganti pagi, kegiatan itu terus berlanjut dengan posisi yang berubah-ubah, Sungmin hanya berharap jika kegiatan mereka ini benar-benar bisa mengurangi rasa pening yang Kyuhyun derita.
Ya, setidaknya ia bisa sedikit membantu mengobati sakit yang Kyuhyun punya.
.
.
.
FIN
.
.
.
KyuMin = 6 | SiBum = 5 | HaeHyuk = 6 | HanChul = 3 | YeWook = 2 | KangTeuk = 1 | ZhouRy = 0
Thanks to :
cho hyena (KyuMinnya kenapa? Wk ini KyuMin dulu yaw, dan setelah itu baca A/N gue aja :3); riniemoet (sip, tapi maaf kalo ini ga hot /pulang); cho azela (gue emang gabisa bikin yang beronde /plak/ silahkan baca A/N gue yak); farla 23 (yang mesum authornya inilaaa, wkwk iya, kita tetap cinta KyuMin eaaa); elfsissy701 (yeaaaay KyuMin is so damn god real! baca A/N yak); adebby137 (hawt itu apah? /pasang tampang polos/ Ini udah KyuMin lageee yak); Rieka (terimakasih~ gue akan berusaha untuk terus berkarya~); unknown (thanks for your compliment~ yup! lets hold out togetha~ KyuMin is so damn god real!); siders (dua-duanya mesooom, tapi authornya yang paling mesuuum :3 IYAAA aduh maafin gue kelewatan ngetik nama mereka TT baca A/N yak); GyuMin Cho (-kasih kipas-); Guest (gue tauuuu~ udah lama gue ga bikin ff beginian jadi maaf yaaaak); nova137 (kalo sakit ke sana aja, kali aja pas banget ngegap mereka lagi anu /ga); anakyumin (kan Kyuhyun emang udah mesum dari sononya XD mereka pacaran hanya gue, Tuhan dan mereka yang tau #kok Iya aduh itu kelepasan gue. Kata 'nyebelin' kan, yak? Sorryyyy); Zen Liu (sama-sama ya~ dan terima kasih juga udah bacaa :3 pagi-pagi baca nc :3 abis itu mandi air dingin wakakak ini udah KyuMin lagi yak); cloudswan (yup, urwelc and thanks too cause wanna read this. I'm sorry but this time was KyuMin again, but please read my A/N); ChoLee (AAAAA ADA YANG NYAMBUT GUEEEE /peluk/ /ga/ Iya doain aja gue sering-sering di sini yak! Ketawain aja si Umin, gue ikhlas ko wkwkw Btw LDR yak? Gue usahain abis ini, yak. Doa aja doa /nak); shinjaekyo92 (jan lupa yang nulis+baca juga mesum /dijedotin/ iya, gue juga seneng bisa nulis mereka again /curhat); Petalstephee137 (thank you Petal-ssi. Yosh! Diusahakan!); kyuminjoy (yekali pengalihan isu wkwk sip, udah dilanjut nih); asdghkl (ini KyuMin lagi~); mayawitch06 (thanks~ ini udah lanjut ya); imKM1004 (sakitnya tuh di sini /pegang jr Ming/ /dibantai Kyu/); 13613 (liat A/N yak); Cho Adah Joyers (jangan bayangin kamar mereka, nanti mimisan XD); ovallea (ini udah dibikin KyuMin ya); ShinJiWoo920202 (sakit tuh ga enak, tapi kalo dokter sama susternya begitu jadi enak ya sakit itu/? liat A/N yak); parurung (ini dia di apartemen KyuMin); rhaha (baca A/N yak); TiffyTiffanyLee; abilhikmah; kyumin pu (silahkan baca A/N); lizukmyori (/kipasin yang kepanasan/); JSJW407 (horaaay saya balik lagi /tebarmenyan/ liat A/N untuk lengkapnya, ya~ kalo dibuat GS, kayaknya belum bisa deh); Guest (ini KyuMin ya~); gyumin4ever; Yuuhee; odd (wakakak next MyungYeol? Kalo ada mood+ide gue buatin MyungYeol vers–kapankapan /plak); tia (INI GA HOT LOH KAAAAK~ AAA JANGAN DIBAYANGIN NANTI MIMISAN /plak/ silahkan liat A/N kak~); ayu (kak, mimpinya samting amat. Masih benci Cho Uisanim? XD); This 15 Love; Kyuminsimple0713 (Lu dilarang masuk ke ruangan itu! KAMFREEEET HANJIIIRR GUE GA SEMEDI YAAAAK /jitak/); Adekyumin joyer (ini lanjutannya); dan yungyung yang udah komen di chap awal.
A/N : APA INI? HAHAHA GA HOT SAMA SEKALI, WOY UMU! LO NULIS APAAA? #cacimakidirisendiri #pundungdidalemkulkas Maafkan saya #pundunglagi Okay, ini lanjutannya KyuMin again dan mungkin setelah itu HaeHyuk karena jumlah yang minta sama, terus SiBum – HanChul – YeWook – KangTeuk. But, itupun kalo emang udah ga ada yang request next couple again.
Sejujurnya gue udah gabisa bikin ff nc yang rough/liar/beronde-ronde. Ini aja…rasanya mau gue terusin tapi kok mandet gitu. Tapi ya gue harap kalian suka. Dan…tolongin gue pas bikin HaeHyuk gimana ini jadinyah? Secara mereka kan kapel paling panas gituh #nangis
Okehlah, hanya gue, HaeHyuk dan Tuhan yang tau-_-
Btw, boleh minta reviewnya? Makasih~
Signed,
Umu Humairo Cho
