"Kriss,,, Hyung? Apa yang kau lakukan disini?" Tanyaku heran sambil membersihkan perbuatan yang kuperbuat tadi.
"Kau masih tetap lucu sama seperti saat kita pertama kali bertemu, Baek. Ah~ aku pikir kau sudah tau, tetapi melihat reaksimu yang seperti ini ku kira Eomma belum menceritakan padamu perihal aku dan Luhan akan tinggal disini." What The... Aku hanya bisa diam tanpa berkutik.
Dan sekarang disinilah aku duduk di meja makan karena sekarang adalah waktunya untuk makan malam tentunya aku sudah mandi dan mengganti seragam sekolah dengan pakaian santai, suasana benar benar canggung. Ya Tuhan~~
"Jadi Baek aku dengar tadi Kris sudah menceritakan semuanya kepadamu." Pebicaraan Eomma setidaknya bisa mencairkan sedikit kecanggungan.
"Eumm,, ne." Jawabku di sela sela makan malam ini.
"Dan apa kau tau jika Luhan dan Kris akan satu sekolah denganmu." Jawab Eomma, dan tiba tiba saja..
"Uhuukkk.. Uhukkk..."
"Baek minumlah" Kris segera menyerahkan air putih dan menyerahkannya padaku karena jarak kami yang tidak terlalu jauh tentunya. Siapa yang tidak kaget, bagaimana perasaanmu jika kau masuk sekolah dan mendapat informasi "BAEKHYUN MEMLIKI SAUDARA YANG MIRIP DENGANNYA DAN KAKAK LELAKI YANG TAMPAN DAN AKAN BERSEKOLAH DISINI." Ya Tuhan ~~ Baekhyun benar benar lelah untuk hari ini.
*AuthorPov
Sinar mentari pagi sudah mulai menyingsing mengusik alam mimpi pemuda yang kini sudah mulai beranjak dewasa ini sehingga ia merasa mulai terganggu ditambah lagi dengan suara suara terikan sang ibu di bawah atau lebih tepatnya di meja makan.
"Baekhyun~ah cepat bangun apa kau ingin terlambat masuk dan berakhir dengan ibu menjadi tamu kehormatan di ruang kesiswaan sekolahmu." Tendegar teriakan sang ibu di tangga. Ya tuhan berapa oktaf suara perempuan itu. Gerutu Baekhyun dalam hati.
Merasa tidurnya mulai terganggu ia dengan terpasaknya mulai menggeliat dan turun dari ranjang kesayangannya ini dan bergegas untuk mandi atau jika tidak ia akan di penggal oleh ibunya karena berhasil membuat sang ibu menjadi tamu kehormatan di sekolah. Setelah persiapan selesai ia segera turun untuk sekedar melihat eomma tercantiknya dan tentu saja sarapan pagi.
"Baekhyun~ah" Terdengar suara perempuan ya dia Luhan saudara yang sering dianggap kembar dengan Baekhyun, ya tuhan bagaiman bisa dia lupa bahwa sejak kemarin saudara dan kakak tirinya akan tinggal bersamanya.
"Ah~ Luhan. Selamat Pagi" Sapanya sesopan mungkin.
"Bagaimana tidurmu, ehm ngomong ngomong Aku dan Kris hyung akan satu sekolah denganmu." Jawabnya sembari berjalan berdampingan dengan Baekhyun menuju meja makan.
"Ah baguslah jika begitu, bukankah Eomma sudah memberitahuku saat kita makan malam kemarin" Ya tuhan ini merupakan suatu bencana bagiku gumam Baekhyun dalam hati tentunya, tetapicbagai manapun Luhan adalah saudaranya, bagaiman bisa dia bersikap benci padanya. Asal Luhan tidak sekalas denganku jika ia sekalas maka semuanya akan benar benar berakhir batin Baekhyun lagi.
"Ah~ Aku harap kita akan berada di kelas yang sama. Kau taukan aku tidak mudah bergaul dengan orang yang tidak ku kenal jadi aku harap aku bisa satu kelas denganmu." Jawabnya dan segera duduk di meja makan.
"Ehm." Lagi lagi Baekhyun hanya bisa menjawab dengan seperti itu dia benar benar pusing.
*BaekhyunPov
Kami bertiga pergi bersama dengan mobil Kris hyung, Appa membelikan untuknya sebagai ulang tahun yang ke 17 katanya, sampai di parkiran sekolah khusus mobil kami bertiga keluar mengakibatkan semua orang merasa penasaran. Ah~ coba saja kau lihat aku si namja dewasa pembuat onar orang yang terkenal disekolah karena kenakalannya berjalan dengan siswa baru yang notabenya adalah saudaraku si Luhan dan Kris Hyung, di sebelah kiri ku ada Luhan yang terlihat lebih anggun dengan pakaian yang ia gunakan tertata rapi dengan baju yang rapi ia masukkan dan blezer sekolah yang ia gunakan tidak kalah rapi pula menambah kesan penampilan siswa rajin di hari pertama di sekolah barunya berbeda dengan ku yang sedikit mengeluarkan baju seragam dan blezer sekolah yang tidak aku gunakan. Lalu di sebalah kanan ku seorang lelaki remaja yang bisa ku bilang berbeda dengan wajah kami, bahkan aku berani bersumpah bahwa di perkenalan pertama saat aku mengatakan bahwa kris hyung adalah saudara ku mereka semua tidak akan percaya, terkecuali aku mengatakan dengan kata tiri di akhir kata saudara, bagaiman tidak wajahku berdarah korea ini disamakan dengan wajahnya yang berdarah Cina Kanada, benar benar lucu bukan? Ah~ aku benar benar muak menjadi bahan tontonan di pagi ini, dengan langkah cepat aku berjalan menuju ruang kepala sekolah berniat mengantarkan saudara ku, sesampai mengantarkannya aku segera pamit dan berlari menuju kelas. Dan langsung duduk di bangku setelah sampai di kelas, memasang earphone yang sebelumnya telah aku sambungkan di ponsel dan dengan suara yang ku keraskan pula.
"Baek," Seseorang datang dan langsung mengambil kursi lain dan langsung duduk di sebelahku, aku hanya menatapnya dengan ekor mataku. Kalian sudah tau bukan siapa lagi yang memiliki kerjaan mengusik ketenangan orang lain jika bukan namja bermata belo ini. "Baek~ Dengarkan aku" rengeknya lagi sambil menarik lengan bajuku.
"Hmm.." Jawabku, entahlah aku hanya malas saja berbicara semenjak kejadian itu, kejadian dengan Junior di bawah satu tingkat yang menyebalkan itu.
"Kau ini kenapa! Selalu saja membalas perkataan seperti itu. Kau menyebalkan Baek.!" Jawabnya dengan nada penekanan di setiap akhir kalimatnya.
"Aku hanya malas berbicara Kyung, mengertilah. Mood ku benar benar buruk." Jawabku melepas earphone dan menatap ke luar jendela.
"Ah~ Baiklah baiklah. Eh, Baek apa kau tau? Saat aku berjalan masuk ke kelas aku mendengar ada tiga murid baru hari ini. Bukankah ini menyenangkan? Bahkan mereka mengatakan bahwa salah satu dari mereka mirip denganmu. Ah~ aku tidak sabar melihatnya, bahkan saat anak anak lain mengtakan bahwa ia mirip denganmu. Jika benar maka muka mu begitu pasaran Baek" Jawabnya dengan nada tertawa setelah mengatakan bahwa wajahku pasaran, oh shit anak ini benar benar.
"Ya dia memang mirip denganku." Jawabku singkat tanpa mengalihkan wajah ku yang menatap langit pagi. Dengan berakhir pula nada tertawanya setelah aku mengatakan hal tersebut.
"A..Apa Baek? Mirip dengamu? Kau bercanda." Jawabnya mulai serius.
"Oh Ayolah Kyung, dia sauara kembarku." Jawabku sambil menoleh kearahnya dan lihatlah bagaiaman ekspresinya sekarang. Mulut yang membuka, mata yang semakin lebar. Yatuhan teman ku ini benar benar.
"Aisshh~ Benarkah? Mengapa kau tidak pernah bercerita denganku jika kau memiliki saudara kembar? Aku anggap aku ini siapa mu Baek? Bahkan kita sudah berteman sejak lima tahun yang lalu." Nadanya mendramatisir seolah olah seperti berada di sebuah drama film saja.
"Untuk apa aku menceritakan hal itu pdamu? Tidak penting kau tau? Bahkan sebenarnya aku berharap agar ia tidak berada di sekolah yang sama denganku." Jawabku menolehkan kepala ke luar jendela lagi.
"Ah, terserah kau saja Baek. Begitu susah berdebat dengan anak keras kepala sepertimu, bahkan aku berharap bahwa saudara kembarmu itu tidak bersifat sepertimu." Jawabnya dan langsung meninggalkan ku.
Bel tanda jam masuk pelajar berbunyi seperti biasa pula jam pelajaran berlangsung, terdengar suara ketukan sepatu hak khas seorang wanita berjalan. Itu pasti guru musik, yeah pelajaran pertama di kelasku adalah pelajar musik.
"Selamat pagi anak anak, bagaimana liburan tengah semester kalian? Pagi ini kita akan menyambut siswa pindahan tetapi sepertinya dia akan masuk agak terlambat." Sapa Nyonya Kim, ya dia memang termasuk salah satu guru yang begitu friendly dengan murid muridnya.
"Ah, maaf tapi aku dengar ada 3 murid baru disini." Sahut seorang anak yang duduk di depanku, Daehyun.
"Wow cepat sekali berita ini tersebar, dan apa kalian tau bahwa 2 dari mereka adalah saudara Baekhyunlah siswa pindahan di sekolah ini?" Nampak seisi kelas membuat sebuah ekspresi kaget yang dibuat buat dengan menatapku, oh ayolah~ termasuk Kyungsoo tentunya "Apa itu benar Tuan Byun?" Tambahnya.
"Ne." Aku hanya menjawab dengan kata itu, mau bagaimana lagi aku sudah lelah dengan semua ini.
Lima belas menit kemudian pelajaran dimulai dengan penjelasan nada nada not balok, "cklek" bunyi pintu yang terbuka membuyarkan semua konsentrasi siswa dikelas.
"Ah, maaf Saeng. Apa benar di sini kelas 11-2?" tanya seorang pria yang menunjukkan wajah di balik pintu yang terbuka.
"Ah~ benar masuklah. Kau pasti Chanyeol anak baru dari Jepang itu kan?" Tanya Mrs. Kim, tanpa basa basi pula pria baru itu masuk menampakkan tubuh tingginya. Setelah dia masuk dan sudah berdiri di depan kami dan lihatlah dia memasang wajah innocent, aku benar benar muak sekarang, tapi untunglah bukan Luhan yang masuk di kelas ini. "Nah, sekarang coba perkenalkan dirimu" tambahnya
"Annyeong, perkenalkan namaku Park Chanyeol kalian bisa memanggilku Chanyeol." Sapanya memperkenalkan diridan lihatlah wajahnya yang tetap saja innocent.
"Nah sekarang Chanyeol kau bisa duduk di sebelah Baekhyun mengingat hanya ada satu bangku di kelas ini yang kosong. Tuan Byun coba angkat tanganmu" Tambah , Ya Tuhan ~ jika aku boleh tau sebenarnya apa salah ku sehingga kau memberiku cobaan seperti ini, terdengar mendramatisir memang aku mulai mengangkat tangan dan begitu pula lelaki itu berjalan ke arahku. Dan lihatlah wajah perempuan perempuan yang sudah mulai tertarik padanya. " Melihat wajah kalian seperti itu ke arah Chanyeol aku tau maksud kalian, jadi aku harap kalian bisa memperkenalkan diri kalian saat jam istirahat." Tambah Mrs. Kim membuat siswa perempuan kembali fokus padanya.
Jam istirahat pertanda keburukan bagiku, bagaimana tidak sekarang kalian bisa melihat bahwa seluruh perempuan di kelas ini atau bahkan sesekolah ini menggrumungi kelas ini untuk melihat Chanyeol. Kau tau kan jika sifatku benci dengan keributan walaupun aku sering membuat keributan. Dan saat itu pula aku berniat berdiri dari bangku dan ingin meninggalkan kelas namun tiba tiba sebuah tangan memegang tanganku.
"Y,,,Ya?" Tanyaku setenang mungkin tapi ayolah mengapa jantung ini tidak henti hentinya berdegup kencang. Hey, Baek ini bahkan hari pertama kau berkenalan dengannya tetapi kenapa jantung ini berdetak terus berhenti untuk bersikap tidak normal, monolog Baekhyun dalam hati.
"Eum,, Baek kau teman sebangku berarti kau teman pertamaku pula. Bisakah kau mengantarkanku berkeliling sekolah?" Tanyanya dan mulai melepas tangannya di pergelangan tanganku.
"Ya, Baiklah." Jawabku dan melangkah duluan di ikuti dirinya dan sekarang dia sudah berada di sampingku.
"Kita mulai dari kelas 10 ne." Sahutnya, seketika itu juga otakku berhenti beraktifitas. What The... kelas 10 berarti itu area dimana kekuasaan junior terkenal yang beberapa hari lalu menjadi titik pusat pemikiranku. "Baek kau tak apa?" Tanyanya, sepertinya ia melihatku melamun dan aku hanya menjawab dengan anggukan. "Setelah ini kita berbelok ke lorong kanan atau kiri?" Tanyanya
"Kiri" Jawabku, saat berbelok tiba tiba saja seseorang berlari berlawanan arah dan seketika itu juga aku jatuh dengan bokong yang mendarat duluan. "Aw.." ringisku.
"Eh, Baekhyun hyung maafkan aku, aku tak sengaja dan Ya tuhan Chanyeol hyung aku pikir kau tak masuk hari ini." Sahut pemuda yang menabrakku tadi.
"Eh, Sehun. Maaf aku tadi tidak bisa berangkat denganmu, yeah sebenarnya juga aku tidak berniat masuk hari ini. Tapi aku juga tidak ingin melewatkan hari pertama sekolah." Jawabnya, ya tuhan dasar namja tidak tau diri. Bahkan mereka saling berbincang bincang tanpa berniat menolongku.
"Ehm." Aku berusaha berdiri dan berdehem sehingga membuyarkan aktifitas perbincangan mereka.
"Eh, Baek hyung aku minta maaf. Dan untuk yang kemarin kau salah paham Baek." Nada Sehun sedikit pelan saat mengucapkan kalimat kemarin.
"Tak perlu dipikirkan lagi, Hunnie aku tau itu." jawabku
"Hey, cepatlah aku tidak mebutuhkan adegan romantis disini, urusan pertama kitakan kau mengajakku keliling sekolah." Jawab pemuda lain di sisiku, ya tuhan dasar tiang listrik seenaknya saja menyuruh nyuruh lagipula siapa disini yang mengajak dan diajak, bisa bisanya dia mengatakan bahwa aku mengajaknya. Ck
"Eh, Chanyeol Hyung kau bisa berkeliling sekolah denganku dan tak perlu merepotkan Baekhyun Hyung." Sela Sehun dan apa tadi Chanyeol Hyung? Mengapa aku baru menyadarinya? Apa benar Chanyeol adalah pria yang Sehun maksud saat dia bercerita bahwa akan ada saudara lelakinya yang akan pindah di sekolah ini.
"Eh, Sehun jika aku boleh tau apa Chanyeol saudara yang kau maksud itu?" Tanyaku sepelan mungkin berusaha agar pria tinggi di sebelahku ini tidak mendengarnya.
"Ya tentu saja apa kau tak lihat kita berdua sama sama tampan." Jawabnya dan seketika itu juga menarik tanganku, dasar manusia menyebalkan bahkan dia siswa baru yang bisa bisanya berlaku seenak jidatnya dengan siswa lama sepertiku. Dengan masih dilakukan aksi tarik menarik tanganku tanpa sengaja ia menabrak seorang siswa lagi di depannya dan kudengar sesorang yang ia tabrak meringis.
"Eh, maafkan aku. Aku benar benar tidak sengaja." Chanyeol berusaha membantu dan genggaman tangannya yang semula berada di pergelangan tanganku yang selalu saja membuat aku merona ketika hal itu terjadi terlepas dan sekarang tergantikan dengan berusaha membantu seorang tadi, aku yang penasaran langsung maju dan berdiri di sampingnya.
"Kau.." Jawabku, mengapa bisa bisanya aku berjumpa dengannya.
#Eyyy maap kan jika lama updatenya, huwahhhh kenapa ceritanya semakin ribet ya? Ahhhhh mohon bantuannya ini FF pertama soalnya ~ jadi maapkan kalo masih ada typo bakala agak lama deh ngurusin ini tugas numpuk beib. Review please ^^
