MY LOVELY SWEET HEART

CHAPTER II

DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

PAIRING : SASUKE U. & HINATA H.

WARNING : TYPO(S), CRACK PAIR, ANEH, OOC, DLL(DON'T LIKE DON'T READ)

Bel pelajaran berbunyi nyaring menandakan bel masuk dan waktunya siswa siswi bertarung menghadapi soal yang mematikan dan materi yang memusingkan otak. Tapi hal itu tak berlaku bagi Hinata dan Sakura, mereka tergolong anak rajin di sekolah. Tapi kali ini Hinata harus syock atas pandangan sosok pemuda di depan anak-anak lainnya itu. 'Sasuke!' Batinnya bertanya-tanya.

"Dia anak baru dikelas ini, perkenalkan namamu!"Perintah sang guru itu, Sasuke mengangguk patuh.

"Uchiha Sasuke."Ucap sasuke dingin nan datar, aura yang tajam menguar darinya.

"Duduklah dikursi yang paling pojok belakang Uchiha!"Perintah guru itu dan Sasuke hanya berjalan patuh, saat ada satu kaki yang menghalangi jalannya dan berniat menjatuhkannya dan mempermalukan Sasuke saat itu juga. Sasuke dengan reflek yang cepat karena ia adalah Devil langsung menginjak kaki orang itu tanpa ampun yang membuat orang itu meringis.

"Hey sudahlah!"Pinta suara lembut dari arah belakangnya yang otomatis membuat ia menoleh, dan saat itu juga pandangannya bertemu dengan sosok Hinata yang membuat ia melengkungkan sebuah senyuman. Mata hitam tajamnya tetap memandang mata putih pucat itu intents hingga merasakan sebuah gerakan lain dari samping Hinata.

'Angel?'Batinnya bertanya saat sosok Sakura terlihat didepan matanya.

Ia mengabaikan nya langsung dan menuju kearah tempat duduknya, berfikir sebuah kenyataan yang mungkin akan dideritanya kelak. Entah sejak kapanperasaan itu muncul, perasaan ingin melindungi sosok lemah dalam bentuk manusia itu, Hinata. 'Mungkinkah kau akan dibunuh oleh malaikan penjemput roh itu Hinata? Kalupun begitu akau akan melindungimu darinya' dalam hati ia bersumpah, untunglah ia punya kemampuan melihat sayap Angel yang bahkan tak nampak didepan mukanya secara langsung. Dan pelajaran itupun berlanjut dan Sasuke tak sedikitpun memperhatikan apa yang sedang diajarkan sang guru.

. . . . . . .

Bel istirahat berbunyi, dengan santainya Sasuke menarik Hinata menjauhi Sakura, dan hal itupun membuat Sakura menyernyit bingung. Dalam hatinya ia bertanya. 'Apakah Hinata mengenal pemuda itu?'

Sasuke tetap menyeret Hinata hingga ke taman belakang yang memang sedang sepi-sepinya. Dan saat mulutnya akan mengucapkan satu kata tamparan gratis dari sosok Hinata menghentikan keluarnya suara itu.

"Apa maumu hah!"Bentak Hinata kasar, yah dia tentu saja marah. Ditarik-tarik dari kelas hingga ke taaman belakang oleh seorang pemuda membuat urat malunya sedang di uji. Belum lagi tatapaan anak-anak yang melihatnya dari koridor-koridor tadi yang seperti sedang menilai mereka berdua.

"Mauku? Kau mau tau mauku. Jauhi gadis berambut pink itu!"Perintah Sasuke tegas nan kasar. Tanpa harus memikirkan perasaan Hinata sekalipun, Sasuke memerintahnya seperti memang tubuh Hinata adalah mainan baginya.

"Kau tak punya hak melarangku berdekatan dengan Sakura."Balas Hinata dingin yang malah menyulut emosi Sasuke.

Sasuke menggeram, giginya saling bergemeletuk menahan emosi yang bakan tak pernah ia tahan sebelumnya. 'Sabar Sasuke atau sisi iblismu akan bangkit!' Batinny bersuara, mencoba sedikit demi sedikit meredam amarahnya.

Menghela nafas yang terdengar begitu berat, akhirnya ia kembali bersuara. "Maaf, aku hanya ingin kau selalu berada disampingku!"Pintanya lembut, nada suaranya berubah lembut tak kasar seperti sebelumnya.

"Jika memang begitu, seharusnya kau minta baik-baik dariku."Ucapan Hinata mulai melembut, sisi Angel miliknya masih sedikit melekat dalam tubuhnya.

"Kau tak marah lagi?"Tanya Sasuke memastikan.

"Tidak, kenapa aku harus marah saat menghadapi bocah labil sepertimu."Ucap Hinata tanpa dosa yang membuat Kerutan didahi Sasuke mulai bermunculan.

"Apa katamu? Aku ini bocah?"Tanya Sasuke tak percaya.

"Yah kau bocah labil, walaupun fisikmu lebih tinggi dariku. Tapi ketauhilah kau layaknya anak kecil yang kekurangan asupan kasih sayang dari orang tuamu."Ucap Hinata lagi tanpa sadar tepat mengenai perasaan dalam Sasuke.

"Aku memang tak punya Ayah dan Ibu, aku hanya memiliki kakak Laki-laki ku saja."Ucap Sasuke santai, dan hal itu membuat Hinata menoleh kearah Sasuke dengan ekspresi tak percaya dan menyesal. "Sudahlah duduk sini!"Pinta Sasuke kearah tempat yang kosong disampingnya, dan meminta Hinata untuk duduk menyandar dipohon yang sama.

"Seperti saat pertama kali kita bertemu yah!"Lanjutnya lagi saat Hinata juga ikut menikmati semilir angin yang berhembus.

"Yah kau benar."

"Hinata!"Panggil Sasuke.

"Apa kau percaya didunia ini ada Angel and Devil?"

"Tentu aku percaya."

"Kenapa kau mempercayainya?"

"Karena bagaimanapun kita tak mungkin hidup sendiri, pasti ada malaikat dan iblis yang menemani disekitar kita setiap saat. Entah itu mengawasi ataupun mengincar nyawa kita. Tapi itu semua ada, apakah kau mempercayainya?"Tanya balik dari Hinata.

"Sama sepertimu, aku percaya keberadaan mereka. Aku ingin menjadi Angel karena bisa merasakan bagaimana nikmatnya Heaven."

"Yah akupun merindukan sosok kakak ku dan juga keluargaku yang lainnya di Heaven."Ucap Hinata tanpa sadar.

"Jadi kau pun sebatang kara disini?"Tanya Sasuke tak percaya tapi anggukkan Hinata otomatis membuatnya menghela nafas. Tapi tak berselang lama ia tersenyum manis. Sadarkah kau Sasuke? Senyumanmu membuat jantung Hinata berdetak lebih cepat dari detakan normalnya manusia. "Jadi kita sama?"

"Yah kita sama."

. . . . . . .

"Ada sosok yang mencurigakan Hyuuga-sama!"Lapor seorang gadis dengan sayap putihnya yang mengepak sempurna.

"Siapa?" Tanya sang Hyuuga terhormat itu.

"Iblis Tuan, sepertinya iblis itu berada satu sekolahan dengan tuan Putri Hyuuga-sama."Lanjut gadis itu.

"Kau tak membohongiku kan Sakura!"Ucap Pemuda berambut coklat panjang dan bermata putih pucat itu.

"Tidak tuan!"

"Baiklah, esok aku akan turun ke bumi langsung melihat siapa iblis itu. Dan juga aku akan melindungi Hinata hingga sayapnya tumbuh kembali."Ucap pemuda itu. Sakura mengangguk dan kembali terbang turun menuju kembali ke sekolahnya itu.

. . . . . . .

"Kita kedatangan murid baru lagi, perkenalkan namamu!"Titah sang guru garang. Sakura memandang sosok didepannya dengan antusias dan Hinata sedang menunduk mencari bulpoinnya yang jatuh di bawah meja.

"Hyuuga Neji." Saat suara itu terdengar Hinata dengan reflek mendongak diatas yang otomatis membuat kepalanya terbentur meja.

-duk-

"Aduhh sakit!"Rutuknya, Sasuke melihat itu dan tertawa dalam hatinya, tapi saat pandangannya beralih kearah sosok yang berdiri angkuh didepan kelas membuat Sasuke mengeram.

"Nah kalu begitu kau boleh duduk!"Perintah sensei itu yang langsung mendapatkan respon dari Neji.

Saat sampai dibarisan bangku Hinata, Hinata hanya menunduk. "Kakak!" Panggilnya pelan yang sanggup didengar oleh Neji dan dan juga Sasuke.

Neji tetap acuh dan berjalan menuju arah meja Sasuke. "Hai devil!"Panggil Neji santai, sepertinya mereka saling mengenal dulu.

"Oh hai Angel!" balas Sasuke sengit, dan langsung memasang deathglare andalannya.

TBC

Gimana chapter satu ini, masih belum melantur kan authornya hehehe.

See you next time n review yah!

Hikari Kaitani