MY LOVELY SWEET HEART

CHAPTER III

DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

PAIRING : SASUKE U. & HINATA H.

WARNING : TYPO(S), CRACK PAIR, ANEH, OOC, DLL(DON'T LIKE DON'T READ)

SERATUS TAHUN LALU...

Peperangan antara Angel and Devil yang pertama kalinya terjadi. Peperangan yang dipicu oleh kesalahan kedua kelompok yang saling melanggar aturan itu, pertarungan yang membunuh ribuan Angel maupun Devil.

Digaris depan, sosok Hyuuga Neji tengah memandang garang kearah Devil yang menatap kearahnya, sosok pangeran yang begitu dihormati di Heaven. Prajurit kebanggaan kerajaan Heaven itu sedang memegang pedang putihnya tanpa ekspresi, terlihat jelas didalamnya siratan amarah yang menggebu ingin membunuh ribuan Devil yang berani naik kelangit Heaven.

Di segi alin, sosok pemuda berambut hitam dan mata hitamnya memandang sosok Neji dengan amarah yang meletup. Mereka hanya menuntut balas pada salah satu sosok Angel yang berani melewati perbatasan Hell yang membuat Devil marah dan menemui kerajaan Heaven langsung, tapi semua itu ternyata disambut dengan meriahnya undangan perkelahian itu. Sosok Sasuke Uchiha yang terbalut sebuah pakaian tempur berwarna hitam yang kontras dengan warna kulitnya yang pucat itu.

"Sasuke Uchiha!" geram sosok Neji dengan letupan amrah yang terlihat jelas didalamnya.

Sasuke memandang dengan ekspresi datarnya, mereka berdua adalah sosok kesatria paling hebat seantero Hell dan Heaven.

"Neji terbang melayang menggunakan sayapnya dengan mengayunkan pedangnya yang dibalas Sasuke dengan sengitnya. Pertarungan yang paling menegangkan terjadi diantara kedua belah pihak itu. Suara gesekan pedang yang begitu teratur itu membuat naluri membunuh orang yang mendengarnya bangkit.

Disaat nafas Neji mulai kehabisan ia mundur, dan saat kondisinya dilihat oleh pasukan pertahanan dengan segera sebuah perintah manis meluncur begitu saja dari mulut Neji. "Kalian Heaven mundur!"Teriaknya keras dengan nafas yang terputus, satu serangan lagi maka sosok itu akan tamat hari itu juga.

Sasuken menggeram dengan hanya aba-aba isyarat ia berhasil menarik sedikit pasukannya sebelum suara mantra peledak itu menghancurkan kawan-kawannya dalam medan pertempuran.

NOW...

Jam pulang sekolah bukannya digunakan untuk pulang oleh kedua siswa itu malah mengundang sebuah reuni lama yang mungkin luka itu tak pernah tertutup sebelumnya.

"Seratus tahun aku tak pernah melihatmu lagi, kukira kau sudah mati" ucap Sasuke sarkastis.

"Aku tak akan mati sebelum aku bisa membunuhmu!"

"Kau terlalu pengecut, seharusnya saat itu aku sudah membunuhmu." Ucap Sasuke datar lalu sayap hitamnya mengepak bersamaan dengan pedang hitamnya yang berada ditangan kanannya.

Neji pun melakukan hal yang sama, dikeluarkannya pedang itu. Pedang yang telah lama tersembunyi dari dunia luar. Sayap putihnya mengepak dan terbang tinggi menuju angkasa.

Suara gesekan pedang itu mulai menggema hingga ketelinga Angel maupun Devil yang tak asing lagi mendengar suara pedang yang saling beradu.

Ditempat lain sosok Hinata ditemani Sakura sedang menjalankan piket kelas, setelah dirasa semua tugasnya beres Hinata mulai beranjak. Tapi entah hanya firasatnya atau bukan, ia merasakan sebuah firasat buruk dan tak lama aura Devil dan Angel dapat ia rasakan kembali. Sepertinya perlahan sayapnya mulai tumbuh lagi setelah dipotong karena kecerobohannya.

'Halaman belakang.' Batinnya lalu ia berlari meninggalkan sosok Sakura yang kebingungan, Sakura juga merasakannya tapi tak tahunya ia langsung mengeksekusi Devil itu hari itu juga.

"Kakak!"Panggil Hinata langsung saat melihat kakaknya bersimbah darah dan sayap putihnya kotor sudah, ia memandang orang yang melakukannya tersebut dengan ekspresi tak percaya. "Kau iblis?" tanya Hinata tak percaya, tak hanya Hinata yang kaget sosok Sasuke pun kaget mendapati sosok yang entah sejak kapan mengisi hatinya itu.

"Hinata menjauh dari sini segera!"Titah sang kakak yang hanya dibalas Hinata dengan gelengan kepala. Dia bersikukuh berdiri disana. Dia berfikir keras, saat melihat Sakura berlari kearahnya, iapun memanggil gadis itu guna membantunya.

"Sakura bawa Kakak kembali ke Heaven! Lukanya terlalu parah!"Perintahnya cepat yang dibalas Sakura dengan anggukkan kepalanya dan mengeluarkan sayap putihnya.

"Jangan berfikir aku bisa melawannya Hinata! Kau tak mempunyai sayap lagi dan juga kau harus sadar kau hanya malaikat penjemput roh tak lebih. Kekuatanmu tak sebanding dengan dia Hinata!"Bentak Neji cepat.

Hinata tak mendengarkan ucapan kakaknya itu, dia melirik tajam kearah Sakura yang langsung dilaksanakan Sakura dengan cepat, membawa Neji kembali ke Heaven sesegera mungkin.

"Oh jadi kau Angel sepertinya?"Tanya Sasuke mengejek.

""Ya memangnya kenapa? Kau tak pernah tau bahkan tak bisa meraskan keberadaan sayapku begitu maksudmu?"

"Kau benar dan sejak seratus tahun lalu akku membenci bangsamu, terutama kakakmu. Karena dia pasukan ku terbunuh lebih banyak padahal kami hanya datang dengan kedamaian untuk meluruskan. Tapi sayang itu hanya harapan iblis saja!" ucap Sasuke yang terasa begitu menohok Hinata, ia ingat betul saat sosok kakaknya pulang dengan keadaan setengah sekarat.

"Lalu apa yang kau inginkan dariku? Bukankah kau pasti menginginkan suatu hal yang bisa membuat dendammu terbalaskan." Ucap Hinata tanpa sadar.

"Kematian sosok bernama Hyuuga Neji yang aku inginkan tak lebih dari itu, dan ini kali kedua aku membiarkannya lolos. Dan satu hal aku tak berniat melawan gadis tak bersayap sepertimu!" sentak Sasuke langsung dan pemuda bersayap hitam itupun pergi.

. . . . . . .

-Hinata Pov-

"Bagaimana keadaan kakak Sakura?" tanyaku langsung saat Sakura kembali kedunia manusia ini lagi, raut mukany kusut sepertinya ia memiliki beban yang lumayan berat.

"Tuan muda baik, tapi ada kabar buruk untukmu Hinata."

"Ada apa?"

"Bukankah kau ingin sayapmu kembali dengan cepat?"

"Yah tentu saja."

"Ada cara mudah mengembalikan sayapmu yaitu dengan-" ia memenggal ucapannya aku hanya mendengarkannya dengan seksama. " 'Jika kau ingin menumbuhkan sayapmu lagi maka kau harus membunuh Devil!', itu adalah perintah dari langit yang kubawa sama seperti seratus tahun lalu saat salah seorang angel datang ke Hell dan membunuh salah satu Devil disana." Penjelasan Sakura membuatku tercekat. Jadi itu adalah kenyataan mengapa terjadi perang sertaus tahun lalu.

Aku terdiam memandang kosong, beralih menuju jendela dikamar itu. Merasakan desiran angin yang menerbangkan helai-helai rambutku. Aku bingung, aku tak mungkin memasuki Hell yang akan merusak Angel untuk kedua kalinya, tapi aku juga menginginkan sayapku kembali. Entahlah aku percaya ada suatu jalaan yang akan membuatku dan semua pihak tak dirugikan.

Saat menengok kebelakanga dan sosok Sakura telah tertidur damai disana, entah ide gila ini muncul darimana.

Aku ingin pergi lari dari kenyataan bahwa aku adalah seorang Angel. Jika memang sayapku bisa tumbuh lagi, maka hanya ada satu hal yang harus kutunggu yaitu kapan sayap ini menjadi sempurna!

-End pov-

TBC

Gimana chapter satu ini, masih belum melantur kan authornya hehehe.

See you next time n review yah!

Mungkin satu chapter lagi tamat hahahaha!

Hikari Kaitani