Ararara! Rei mem-publish fic ini juga, yeah! Rei sudah dapat ide, tapi maaf ya kalau pendek XP Namanya juga drabble...

Rei juga akan usaha memperpanjang KonoEne nih, gara-gara Konoha yang datar sama Ene yang ceria jadi agak susah dibuat mesra-mesraan. 'Ntar Konoha-nya jadi OOC XD. Kalau KanoKido sama HibiMomo 'kan gampang~ #slap.

Balasan review ada di bawah, mari kita mulai..!

Disclaimer:

Kagerou Project / Kagerou Days / Mekaku City Actors © Jin (Shizen no Teki-P), Shidu, Wannyanpu

Story © Kurotori Rei

Warning:

OOC, typo(s), EYD tidak begitu sempurna, canon, miss typo(s), dan lain-lain

Pairing:

KanoKido, SetoMary, HibiMomo, KonoEne, ShinAya

.

.

.

Don't Like? Don't Read!

.

.

.

Happy Reading, minna-san!

.

.

.

Tsundere

1. Kano Shuuya x Kido Tsubomi

Siang itu, entah kebetulan atau takdir kalau Kano dan Kido bakal berduaan di markas Mekakushi Dan nomor 107. Hati Kano bersorak, sementara Kido kebalikannya. Daripada Kido bengong saja, mending dia membaca buku saja.

"Tsubomi-chan." Kejahilan Kano akan terus berulang. Kido geram, ingin mengambil pisau di dapur tapi dia takut teman masa kecilnya langsung mati.

"Jangan panggil nama kecilku, Kano. Sudah kuperingatkan berkali-kali 'kan?" kata Kido dengan datarnya. Gadis yang katanya kuudere itu langsung mencari buku yang enak dibaca, dia kebetulan melihat komik kesukaan Mary yang tergeletak di sofa.

"Tsubomi-chan cantik ya. Sangat cantik." kata (atau pujian?) Kano kepada Kido dengan seringai identik miliknya.

"Bodoh. Jangan katakan hal yang tidak-tidak." tukas Kido dengan cepat.

"Tapi aku jujur loh. Tsubomi-chan lebih cantik dari siapapun."

"Aku tidak bertanya."

"Eh, sejak kapan danchou kuudere kita berubah menjadi tsundere, eh?" Kido skakmat. Gadis berambut hijau itu sudah tidak bisa menahan rona merah di wajahnya lagi sehingga ia memalingkan wajahnya ke arah lain. Dengan cepat Kano menatap ke arah Kido walaupun itu hanya perlakuan dari deceiving eyesnya. Ya, yang namanya tsundere tidak bisa dibantah lagi.

"Kano Shuuya! Kau itu orang yang sangat bodoh yang pernah kutemui!" Akhirnya Kido berteriak dengan sangat kencang dengan wajah yang sangat merah.

2. Seto Kousuke x Kozakura Mary

"Mary-chan. Kau sedang apa-ssu?" tanya Seto saat gadis berambut cream yang dipanggil Mary itu sedang membaca komiknya dengan sangat serius.

Mary berhenti membaca komiknya dan beralih menatap ke arah Seto. "Ah, S—Seto-kun. Aku sedang membaca komik shoujo. Banyak sekali tokoh perempuan di sini yang sangat tsundere kepada laki-laki yang sebenarnya disukainya."

Seto mengangguk pelan. "Jadi kau lumayan tertarik dengan komik itu ya-ssu?" Mary mengangguk kemudian kembali melanjutkan membaca komiknya.

Beberapa menit kemudian lebih banyak terjadi keheningan. Mary yang asyik membaca komiknya, sementara Seto yang diam-diam saja. Seto terlalu canggung untuk membuka percakapan antara dirinya dengan gadis yang disayanginya itu.

"Mary-chan, kau tsundere tidak?" Pertanyaan yang bodoh Seto. Pastinya Mary akan menjawab 'tidak' untuk pertanyaan itu. Mary memiringkan kepalanya, lalu menjawab, "Tidak kok. Kenapa Seto-kun bertanya seperti itu?"

"Benarkah?" Seto berdehem sebentar. "Kalau aku bilang aku cinta kepadamu bagaimana?"

Blush!

Wajah Mary memerah, lalu dengan cepat ia menutupinya dengan komik yang dipegangnya. "S—Seto-kun bicara apa sih…" Seto tersenyum puas, ia telah mendapatkan jawabannya.

Ternyata Mary-chan juga sedikit tsunderebatin Seto.

3. Amamiya Hibiya x Kisaragi Momo

Malam hari itu Hibiya sedang berada di kediaman Kisaragi. Tadi sore Hibiya mengunjungi kediaman Kisaragi untuk mencari orang yang disayanginya, Momo. Tapi ternyata malah kakaknya—Shintarou—yang membukakan pintunya, katanya Momo sedang ada akting untuk pembuatan film.

Jadi sekarang, mau tidak mau Hibiya menunggu di kediaman Kisaragi untuk menunggu kepulangan Momo. Hibiya menghela nafas dan ia melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul delapan malam.

Kenapa oba-san itu belum pulang sih?! Bukannya sudah malam? batin Hibiya dan sekarang ia sudah sangat resah. Bagaimana jika Momo tidak pulang? Bagaimana jika Momo tidak menginjakkan kakinya di rumahnya sekarang? Bagaimana jika Momo mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang ke rumahnya? Hibiya menggeleng cepat, dia tidak mau kehilangan orang yang disayanginya dua kali.

Oba-san... Ayolah cepat pulang! Aku sangat khawatir Jika selama ini Hibiya selalu bersikap acuh tak acuh di depan Momo, maka sebenarnya dalam lubuk hati terdalam Hibiya, Hibiya sangat menyayangi Momo. Dia tidak akan membiarkan Momo terluka sedikitpun, dia tidak akan membiarkan orang yang disayanginya menghilang lagi.

"Aku pulang! Eh, ada Hibiya-kun?" Dobrakan pintu yang berasal dari Momo mengejutkan Hibiya. Lelaki berambut coklat itu menghela nafas, untung saja Momo tidak kenapa-napa.

"Kenapa kau lama sekali, oba-san?" tanya Hibiya kepada Momo. Momo menaruh tasnya dan membuka hoodie pinknya dan menatap ke arah Hibiya, "Eh? Jadi dari tadi Hibiya-kun mengkhawatirkanku?"

Wajah Hibiya memerah lalu dengan cepat Hibiya menyanggahnya. "T—tidak kok! Aku cuma bosan di sini gara-gara kelamaan menunggumu!" Momo tertawa kecil lalu mengacak-acak rambut Hibiya yang membuat Hibiya risih.

"Sejak kapan kau menjadi pintar berbohong, heh?" Momo menyeringai lalu menatap wajah Hibiya yang memerah itu. Bahkan saja Hibiya ingin berpegangan tangan dengan Momo pada saat mereka bertemu waktu itu*.

"Baiklah! Aku jujur! Aku mengkhawatirkanmu ushi no oba-san!"

Kadang seseorang menjadi tsundere dalam hal tidak terduga.

4. Konoha x Ene

Siang itu Ene sedang melihat Konoha yang sedang menggambar. Dan kenapa Ene bisa bersama Konoha? Itu gara-gara Ene merengek untuk memberikan handphone masternya kepada Konoha. Mau tidak mau, Shintarou harus memberikan handphonenya kepada Konoha. Daripada seluruh folder-folder berharganya dihapus sama Ene.

"Konoha-kun sangat pintar menggambarnya. Jadi keingat masa laluku…" kata Ene dengan suara yang dikecilkan pada akhir kalimat yang dia katakan. Konoha masih menggambar dengan ekspresi yang datar. Ene berharap, coba saja ekspresi Konoha tidak sedatar itu, pasti dia berasa bercanda dengan orang yang disayanginya, Haruka…

"Ene-chan…? Bagaimana gambarku?" Setelah selesai menggambar, Konoha langsung menunjukkannya kepada Ene. Sedetik kemudian, mata Ene membulat sempurna dengan wajah yang memerah. I—itu yang digambar Konoha 'kan adalah dirinya saat masih menjadi Enomoto Takane dan Konoha yang masih menjadi Kokonose Haruka. Dan pas sekali Konoha menggambar dirinya sedang menggandeng tangan Takane—Ene—.

"K—Konoha-kun? Bagaimana kau bisa menggambar itu?" Ene bertanya dengan wajah yang super merah, sementara Konoha menatapnya dengan wajah yang datar namun polos. "Eeh? Tiba-tiba saja aku ingin menggambar ini."

Ene masih terdiam. Konoha berbicara, "Aku membayangkan... Jika laki-laki ini adalah aku, dan perempuan ini adalah Ene-chan, apakah Ene-chan suka?" Wajah Ene makin memerah.

Dan itu memang kenyataannya, Konoha-kun! Ene merutuki dalam hati. Konoha memang suka ngomong apa yang dipikirkannya, Konoha memang super polos. "Hm.. Mungkin iya." Sangat senang Konoha-kun! Senang banget!

"Baiklah kalau Ene-chan suka. Yah~ Aku ingin menggandeng tangan Ene-chan seperti apa yang kugambar ini. Tapi itu tidak mungkin ya?" kata Konoha yang asal ceplas-ceplos saja dan tidak tahu kalau wajah Ene sudah mengalahkan panasnya api yang membara. Tiba-tiba, Ene menghilangkan dirinya dalam handphone Shintarou dan membuat Konoha kebingungan.

"Eeh? Ene-chan? Apakah dia marah?"

Di dalam handphone Shintarou, Ene terus menggumam-gumam kecil. "Konoha-kun no baka… Kau membuatku mengingat masa laluku… Jujur saja, aku sangat senang saat kau menggambar itu. Sangat senang."

5. Kisaragi Shintarou x Tateyama Ayano

Shintarou sudah lelah. Iya, lelah. Lelah melihat kedua kakak kelasnya—Kokonose Haruka dan Enomoto Takane—selalu berduaan walaupun aslinya Takane lebih suka mencueki Haruka. Tapi Shintarou lihat Takane itu tsundere terhadap Haruka.

"Shintarou-kun, sedang apa melihat Takane dan Haruka-san?" Ayano kebetulan lewat saat itu, dan melihat Shintarou yang terus mengintip kejadian-kejadian Takane dengan Haruka. Ayano yang menyadari arah tatapan Shintarou kepada kedua kakak kelas mereka pun mengerti.

"Kaumau seperti mereka denganku, Shintarou-kun?" canda Ayano. Shintarou terdiam, tapi kemudian dia menggenggam tangan Ayano yang membuat gadis berambut coklat kehitaman itu kaget.

Aslinya niat Ayano cuma ingin bercanda, tapi ternyata Shintarou menganggap seriusan. "Ayano. Aku juga nggak mau kalah. Kita tunjukkan kalau kita juga bisa seperti mereka." Shintarou berkata dengan volume suara yang agak keras sehingga membuat Takane dan Haruka menoleh ke belakang.

"Ara ara? Jadi Shintarou dan Ayano-chan itu ternyata sudah …" Takane sengaja menghentikan perkataannya, yang pasti Shintarou dan Ayano tahu apa maksud dari ucapan Takane tersebut. Wajah Ayano memerah, dan sebenarnya Shintarou juga cuma segera ditutupi dengan cepat.

"Omedetou, Shintarou-san, Ayano-san." kata Haruka sambil tersenyum. Tidak, tidak, padahal tadi 'kan Ayano hanya bercanda terhadap Shintarou. Ayano melihat ke arah wajah Shintarou, berharap menemukan wajah yang bercanda tetapi yang dilihat Ayano adalah wajah Shintarou yang serius.

"Shintarou selama ini tsundere ya. Dari dulu bilang tidak mau dengan Ayano, ternyata dan ternyata…" Takane tersenyum jahil, sementara Haruka hanya tertawa kecil. Shintarou mengeluarkan rona merah yang sangat kecil, sementara Ayano terus menutupi wajahnya dari rona merah wajahnya.

BRUK!

Tiba-tiba Shintarou pingsan dengan darah yang mengucur deras dari hidungnya. Ayano langsung panik tetapi tidak dengan Takane dan Haruka. Takane langsung berkata, "Shintarou daritadi sudah menahan dirinya untuk tidak pingsan gara-gara melihat wajahmu, Ayano. Tapi jadinya begini deh, jaga baik-baik ya Shintarou-MU." Kemudian Takane dan Haruka langsung pergi dari tempat Ayano dan Shintarou yang sedang pingsan.

"Eh? Apa maksudnya dengan Shintarou-ku?!" Ayano baru konek saat Takane sudah pergi meninggalkan mereka berdua.

.

.

.

To Be Continued!

.

.

.

*: Yang ngelihat PV Otsukimi Recital pasti tahu. 'Kan terakhirnya Hibiya mau megang tangan Momo tapi Momo ngelihat Hibiya dan akhirnya Hibiya jadi malu sendiri XDD #plaak.

Akhirnya selesai juga, kalau cuma buat drabble kayak gini Rei cuma bisa bikin sehari. Eh tapi kalau ide lagi ada ya~ XD

Menurut kalian, yang mana bagian yang paling kerasa feel tsunderenya? Menurutku sih bagian KanoKido dan HibiMomo, bagaimana menurut kalian? XD *tanya dua kali* #plaaaak.

Yosh! Waktunya balas review!

Ryuuka Mikan: What?! Lemon!? Nooooo! Rei masih lebih muda dari Mikan-chin. Dan Rei juga kaga tahan buat lemon naaakk! Kono-kyun (?!) 'kan emang polos, udah gak bisa diapa-apain lagi. ShinMomo? Ohohoh, Rei suka pairing itu. Pokoknya siapapun yang dipairingin sama Momo Rei suka XD. Tapi HibiMomo itu the best dong, dan Shintarou milik Ayano seorang #kicked. Ini sudah lanjut, terima kasih sudah mau membaca dan mereview fic Rei ini!

akaiosora: Nyahahaha, berarti kita sama. Mereka berlima juga my OTP. XD Shintarou emang baka kalau berurusan dengan Ayano saking gugupnya XD. Hibiya sudah berubah~ XD. Kalau Ene keluar dari handphone Shintarou sih Rei bersyukur, my second OTP XD. Mary cocok dicium sama Seto XD. Ini sudah lanjut, terima kasih sudah mau membaca dan mereview fic Rei ini.

Yumiharizuki: Iyaa, KonoEne dan HibiMomo itu the best banget! HibiMomo Rei langsung suka setelah melihat PV Otsukimi Recital, kyaaa, Rei senang bangeeeeetttt! #plaak. Kalau KonoEne kaga ada PVnya sih, tapi kalau HaruTaka baru ada di Yuukei Yesterday XD. Ini sudah lanjut, terima kasih sudah membaca dan mereview fic ini.

Yamashii Raura: Wahhaaha, sama dong kayak Rei *tos*. XD Sip, Rei akan memperbanyak KonoEne dan KanoKido-nya. Walau Rei kaga yakin udah nambah banyak #kicked. Ini sudah lanjut, terima kasih sudah mau mereview fic ini.

deasakura96: Ehehe, gomenasai! Habisnya Rei bingung mau ngetik apa tentang pair kesukaan Rei satu ini XD #kicked. Ini sudah Rei tambahkan feel-nya, moga-moga kerasa ya.. Ini sudah lanjut, terima kasih sudah mau mereview.

Sepertinya banyak yang mengharapkan KonoEne ya? Baiklah, kalau begitu Rei akan berjuang untuk mengetik pairing KonoEne. X3

Rei menerima kritik, saran, dan flame dengan senang hati untuk membuat fic Rei semakin bagus lagi.

Terakhir, mind to review?