I Will Go

Main Pair: Wu Yi Fan

Huang Zi Tao

Oh Sehun

Genre: Hurt/Comfort, Angst,Drama,Romance

Rated: T

Warning: Yaoi,OOC,typo(s) dll :3

Summary: "Dasar Berengsek"maki Kris dengan nada marahnya. "baiklah,aku akan pergi jika itu maumu"ucap Tao dengan air mata yang mengalir deras dimatanya. FANTAO/KRISTAO,YAOI,OOC Silakan membaca dan tinggalkan komentar anda ^^.

N/T: anyeong~ nae chingudeul, kabar baikkah? Author gaje ini kembali membawa cerita yang tak kalah gaje dari orangnya :v jangan ngamuk sama saya ye,kalau ceritanya jelek :v saya nulisnya sambil ngelindur soalnya :v .Para pemain bukan milik saya tapi cerita ini mutlak dan sudah dipatenkan milik saya XD. Jika tidak suka ceritanya dimohon untuk tidak membacanya. It's YAOI STORY. Don't Like Don't Read ^^

Ӝ

~RDTSYD~

Ӝ

"S-sehun"bibirnya berucap dengan gagap tak percaya dengan apa yang dia lihat didepannya.

"bagaimana?,ku yakin kau pasti suka"si albino itu berucap dengan senyum bangganya.

Penasaran apa yang dilihat oleh Tao sampai dia bisa tergagap untuk sementara?Didepannya sekarang terpampang sebuah padang rumput ilalang yang bisa dibilang sangat luas,dengan daun yang sudah mulai menguning tua dengan terpaan sinar matahari yang menjingga di ufuk timur sana menambah indah pemandangan sore hari itu.

"Sehun,bagaimana kau tau tempat seperti ini,kupikir korea hanya dipenuhi gedung pencakar langit dan kuil-kuil kunonya"Tanya Tao dengan nada tak percayanya.

"Hei panda,kau terlihat seperti baru tiba di korea saja,tentu saja korea punya yang seperti ini bahkan lebih"jawabnya bangga.

"hehehe,kau taulah aku sudah lama tidak pergi jalan-jalan keluar,terima kasih"Sehun tersentak,sudah beberapa bulan ini dia tidak melihat senyum indah lelaki disampingnya ini,senyum indah yang terlihat tulus bukan senyum kepedihan seperti biasanya.

"…"

"kenapa diam?"Tanya Tao bingung

"T-tidak,ada yang lebih indah disana,ayo"menarik tangan mungil Tao menuju kearah dimana sang surya akan segera pergi meninggalkan sore yang indah ini.

"Kau semakin kurus"ucapnya pelan

"benarkah?kufikir juga begitu"jawabnya dengan mata yang masih menatap rumput ilalang yang saling bergesekan karena terpaan angin sore.

"jagalah pola makanmu,aku tak mau kau sakit"terdengar nada khwatir dari mulut mungil Sehun.

"ayolah kau bukan ibuku,aku bisa menjaga diriku sendiri"berusaha meyakinkan lelaki didepannya ini untuk tidak terlalu menghawatirkannya,dia sudah terlalu banyak merepotkan lelaki tanpa ekspresi itu.

"lihatlah kedepan"ucapnya ketika mereka sudah sampai disebuah tebing dengan jurang yang tidak terlalu curam,bisa dilihat tepat dibawah jurang ada sebuah laut dengan ombak berkilau karena terpaan sang surya yang sedang menghantam batu karang dengan ganasnya.

"w-wahh baru kusadari kalau Korea memang indah,Sehun sering-seringlah mengajakku jalan-jalan"mulutnya kembali menganga, tentu saja karena takjub dengan apa yang dilihatnya sekarang.

"Tao"panggil Sehun

"iya"mata pandanya terbelalak,dia membeku ditempat,berfikir apa yang sedang dilakukan Sehun sekarang,ini gila,Sehun menciumnya.

"S-sehun apa yang kau lakukan"dia tergagap lagi,masih tak percaya dengan apa yang dilakukan sahabatnya itu.

"apa kau bodoh?bisa kau lihat aku menciummu"jawabnya dengan santai.

"dan kau sungguh sangat gila sudah berani menciumku"matanya mulai berkaca-kaca tapi dia tak ingin menangis.

"aku bahkan bisa lebih gila dari ini"ucapnya dengan nada yang masih terlihat tenang.

"kau gila,Hun"tanpa mau menatap lelaki albino itu,Tao mulai melangkahkan kakinya meninggalkan padang ilalang yang sudah mulai gelap ini,dia tak peduli dengan Sehun,hatinya sangat sakit untuk kali ini.

Sudah tak terdengar derap langkah kaki dibelakangsana,Sehun masih betah diam berdiri ditempatnya,tak ada niatan untuk bergerak ataupun pindah tempat.

"maaf"ucapnya pelan dan tanpa sadar sebuah Kristal bening turun dari mata sipitnya.

.

.

.

.

"kemana saja kau?tak taukah kau jam berapa sekarang?"baru saja dia menbuka pintu,sang suami sudah menyambutnya dengan kata-kata pedasnya seperti biasa.

"pergi keluar dengan Sehun"jawabnya dengan nada lemah.

"ouhh,sudah berani selingkuh ternyata,bahkan berselingkuh dengan adiku sendiri,hina sekali dirimu"

"…"

"kenapa diam?jawab aku brengsek"Kris murka dan entah sejak kapan tangannya sudah menarik helaian rambut hitam milik Tao.

"berhentilah bertindak seperti ini ge,kau pikir hati siapa yang tak sakit saat dituduh berselingkuh oleh suaminya sendiri?"air mata mulai mengalir kembali, dia sudah mulai tak tahan dengan sikap semena-mena yang dilakukan Kris kepadanya.

"ohh bagus, sekarang kau sudah berani berteriak kepadaku,kau pikir kau siapa"tangannya semakin brutal menarik helaian rambut hitam milik Tao.

"apa sebegitu bodohnya kau sampai lupa siapa aku,aku Huang Zi Tao istri sahmu"teriaknya kesal air mata makin deras turun dari mata pandanya, tak dia pedulikan sakit dikepalanya akibat tarikan yang dilakukan Kris semakin brutal,dia sudah muak.

"mentang-mentang sudah mendapatkan Sehun kau mulai berani kepadaku,brengsek sekali kau"mendorong tubuh kurus itu hingga hingga membentur tembok yang ada dibelakangnya.

"jangan bawa-bawa Sehun dalam masalah kita,kau pikir yang berselingkuh disini hanya aku saja ge,tak sadarkah kau bahkan lebih hina dari aku"

"beraninya kau berkata seperti itu padaku,jaga mulutmu itu"

"sudahlah,aku capek meladenimu ge,hatiku sudah terlalu lelah menjalani ini semua"Tao mulai berjalan meninggalkan Kris,tepat ketika dia ingin membuka pintu kamarnya,Kris mendorongnya sampai terjatuh kelantai.

"apa yang kau la_

Matanya kembali terbelalak, Kris kini mencium bibirnya dengan brutal,menggigit mengulum dan terus begitu.

Tao dibawahnya ,masih terus berontak mencoba untuk melepaskan diri dari Kris,air matanya semakin deras kala secara paksa Kris merobek kemeja yang dikenakan olehnya,dia mulai memilin secara kasar nipple milik Tao.

Masih berusaha melepaskan diri dari lelaki diatasnya kakinya menendang-nendang tak tentu arah,tangannya berusaha menyingkirkan tubuh lelaki diatasnya itu,tapi nihil, Kris bahkan tak bergerak sama sekali.

Matanya kembali terbelalak untuk kesekian kalinya,saat tangan Kris berusaha masuk kedalam celana jeans yang dikenakan oleh Tao.

PLAKKK

"h-hahh kau pikir apa yang kau lakukan"tanyanya dengan nafas yang tak teratur.

"bukankah itu yang kau inginkan?"Tanya Kris balik dengan seringaian di bibirnya.

"Kau,,,,brengsek"tanpa peduli apapun,Tao segera masuk ke kamarnya dan segera mengunci pintunya dengan cepat.

"cihhh,ternyata bibirnya kenyal juga tak kalah dengan para pelacur diluar sana"memegang bibirnya mencoba mengingat bagaimana kenyalnya bibir milik Tao.

Tanpa sadar dia kembali menyeringai,menatap pintu coklat didepannya yang sudah tertutup rapat.

"lihat saja besok"ucapnya kemudian pergi menuju kamarnya.

.

.

.

Mendung pagi menyabut dihari jum'at yang terasa sedikit dingin karena hembusan angin di musim hujan.

Tao sedang berkutat di dapur ,seperti hari-hari sebelumnya membuatkan sarapan untuk Kris.

Tangannya dengan lihai memotong segala jenis sayuran yang ada didepannya,memasukan kedalam panci yang didalamnya terdapat air mendidih,sepertinya dia akan membuat sup.

"Tao,mana sarapanku"seperti biasa Kris akan berteriak dari ruang makan,Tao sudah sangat menghafalnya.

Tanpa berkata apapun dia segera membawa semangkuk sup yang masih hangat dan nasi tentunya beserta minuman wajib pagi milik Kris,apalagi kalau bukan kopi hitam.

Meletakannya didepan meja dan pergi menuju kamarnya tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Kris.

"Cihh,,"mulutnya menggeram tertahan,ingin rasanya dia memukul lelaki mata panda itu,berani-beraninya dia mengacuhkan seorang Kris.

Didalam kamar, Tao memandang keluar jendela,hujan sudah turun tidak terlalu deras tapi mampu membuat orang-orang malas untuk keluar rumah,tanpa sengaja manik matanya melihat sesosok rambut pirang yang baru keluar dari rumahnya,Kris.

Lelaki itu menggunakan payung berwarna aqua,berjalan menuju depan rumah dimana mobilnya diparkirkan,dan segera menyalakan mobilnya untuk berangkat ketempat kerjanya.

Tao kembali teringat kejadian kemarin malam,ada sedikit rasa senang ketika mengingatnya, untuk pertama kali Kris mau menciumnya tapi hatinya sakit ketika dia mengingat Kris hanya mempermainkannya,dia tau lelaki pirang itu hanya ingin bermain-main dengannya.

Entah untuk keberapa kalinya air mata Tao kembali jatuh,sangat menyakitkan saat orang yang kau cintai hanya berniat mempermainknmu.

"lebih baik mati dan aku akan bahagia"dia tersenyum dengan air mata yang masih mengalir dimatanya.

"apa yang kau katakan Tao?"matanya terbelalak dia membalikan badannya dan dilihatnya disana laki-laki dengan rambut pirang berdiri didepan pintu kamarnya.

"k-kau"

TBC

Note :Sehun itu adek ponakannya Kris,bukan adek kandung ye :3

Kok aku ngerasa aku makin ngelindur aja nulis cerita ini ye :3 makin melenceng jauh dari judulnya T.T ahhhh yasudahlah tak apa-apa :v yang penting happy :v yang suka silahkan riviewnya :D yang kagak suka kagak ripiu kagak apa-apa XD

Bye-bye See You Next time nae chingudeul :*