EVERLASTING LOVE

(EPILOG)

Main Cast: Lee Donghae, Lee Hyukjae

Genre: Romance, Family, Friendship

WARNING!

BOYS LOVE

DON'T LIKE? DON'T READ PLEASE!

THE STORY IS MINE

Typo may applied, don't be silent reader please, NOT ALLOWED TO COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION ^^

TIDAK MENERIMA BASH DAN KAWAN-KAWANNYA. KRITIK DAN SARAN SANGAT DIBUTUHKAN.

THANKYOU ^^


.

.

There's no answer, there's no reason to find full of love...

.

.


Dua hari setelah pernikahan, Donghae dan Hyukjae baru bisa melaksanakan yang namanya Honey moon trip. Jangan tanya kenapa karena jawabannya sudah pasti karena anak-anak. Setelah acara pemberkatan dan resepsi, rencananya Donghae akan langsung berangkat ke Malibu untuk menghabiskan waktu romantis dengan Hyukjae sebagai pengantin baru. Sialnya, hari itu Haru tiba-tiba menangis meraung-raung karena tidak mau ditinggalkan dan memaksa ingin ikut. Untungnya hanya Haru saja yang rewel saat itu, Jeno malah senang dititipkan di rumah Heechul selama seminggu ke depan tentunya karena dia bisa bertemu dengan Junhui setiap hari dan Jisung hanya bisa menurut apa kata orangtuanya karena bila Jisung menjadi anak yang penurut, Donghae berjanji akan membawa Jisung ke Barcelona saat liburan sekolah nanti. Sebenarnya, Donghae juga memberikan iming-iming janji pada Haru yang sayangnya langsung di tolak mentah-mentah oleh gadis kecil itu. Donghae menjanjikan akan membawa Haru berjalan-jalan dan belanja sepuasnya kalau Haru mau menuruti perintahnya, tapi gadis kecil itu malah menangis dan memeluk Hyukjae dengan erat seolah meminta belas kasihan dari Hyukjae. Hampir saja rencana bulan madu mereka gagal karena Hyukjae merasa iba pada Haru yang terus menangis tersedu-sedu, tapi Donghae punya seribu cara untuk meyakinkan Hyukjae bahwa Haru akan baik-baik saja.

Cara yang dilakukan Donghae untuk meluluhkan hati Haru memang sedikit ekstrim dan mungkin akan membuat Donghae bangkrut. Donghae terpaksa menunjukan kartu kredit unlimited-nya pada Haru agar gadis kecil itu berhenti menangis dan tentu saja berhasil! Mata Haru langsung bersinar dan tangisnya sirna begitu saja begitu melihat kartu berwarna hitam mengkilap itu. Donghae menghela nafas panjang, awal bulan nanti ia harus bersiap-siap menangis karena tagihan kartu kreditnya mungkin akan benar-benar menguras harta bendanya.

"Kau memikirkan sesuatu? Dari tadi kau terus saja menghela nafas."

Suara Hyukjae terdengar begitu sejuk di telinga Donghae, setidaknya masih ada Hyukjae di sampingnya dan bayang-bayang soal waktu romantis mereka di Malibu kembali berputar di kepalanya, membuat Donghae kembali tersenyum dan melupakan sejenak soal kartu kreditnya yang di rampok Haru.

"Aku tiba-tiba memikirkan anak-anak."

"Kau memikirkan kartu kreditmu, bukannya anak-anak!"

"Hm, kau selalu tahu apa yang sedang aku pikirkan, untuk apa bertanya lagi?"

Hyukjae berdecih dan kembali melanjutkan sarapan paginya di atas kapal pesiar yang di sewa Donghae khusus untuk bulan madu mereka selama seminggu ke depan.

"Aku sudah selesai, sekarang aku mau keluar dan menikmati angin laut!"

Tanpa menunggu Donghae selesai, Hyukjae melangkah keluar tidak peduli ia hanya memakai selembar kemeja tipis over size yang dipadukan dengan bokser super pendek dan ketat yang sengaja ia beli sebelum berangkat bulan madu. Honey moon fashion. Inginnya Hyukjae memakai kemeja Donghae agar terlihat lebih romantis, tapi sayangnya ukuran badan mereka tidak berbeda jauh sehingga kemeja Donghae tidak tampak kebesaran saat di pakai olehnya, jadi Hyukjae terpaksa membeli sendiri.

Setelah selesai dengan sarapannya, Donghae menyusul Hyukjae keluar dan langsung mendekapnya dari belakang. Entah gemas atau bagaimana, Donghae langsung menggoyang-goyangkan tubuh Hyukjae ke kanan dan ke kiri membuat Hyukjae mengerang tidak suka karena bayi dalam perutnya mungkin tidak merasa nyaman dengan perlakuan Donghae yang seperti itu.

"Kau mau membuatku keguguran? Hentikan!"

"Aku gemas padamu."

"Jadi, aku lebih manis dari anak-anak?"

Hyukjae berbalik lalu menangkup kedua pipinya sendiri dengan telapak tangan dan tersenyum manis menunjukan gusinya pada Donghae. Melihat sang istri bertingkah menggemaskan, Donghae kembali merengkuh pinggang Hyukjae dan melumat bibirnya dengan sedikit kasar. Sial! Kalau saja Hyukjae sedang tidak mengandung, Donghae ingin sekali menggarapnya habis-habisan selama seminggu penuh.

"Kau membuatku terus jatuh cinta padamu, bahkan setelah sepuluh tahun cintaku padamu tetap sama dan tidak pernah berubah."

"Sejak dulu aku tahu kau sangat mencintai aku. Hanya aku, Lee Hyukjae yang bisa membuat Lee Donghae mabuk kepayang karena cinta."

"Kau benar."

Donghae kembali mengecupi seluruh wajah Hyukjae dan berakhir di bibir plumnya yang tipis, ia memagutnya dan meraup seluruh permukaan bibir Hyukjae saking gemasnya dengan rasa bibir Hyukjae. Ciuman mereka semakin dalam dan liar, bahkan jemari Donghae sudah mulai masuk ke dalam kemeja Hyukjae dan meraba seluruh permukaan kulitnya yang halus.

"Tunggu! Kita tidak bisa melakukannya. Terlalu berbahaya."

Gagal. Donghae tersenyum pasrah, bagaimanapun Hyukjae benar di saat seperti ini mereka tidak bisa melakukannya karena terlalu bahaya untuk Hyukjae dan bayinya. Donghae menghembuskan nafasnya, ia menggenggam jemari Hyukjae kemudian membawanya ke kamar.

"Sembilan bulan ya?"

Donghae bergumam pelan sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur, sementara Hyukjae hanya mengangguk sambil mengikuti Donghae rebahan di tempat tidur. Hyukjae memiringkan tubuhnya agar bisa leluasa memandangi Donghae yang juga sedang memandanginya dengan hangat, pandangan mereka saling beradu dalam keheningan.

"Apa yang harus aku lakukan selama sembilan bulan sambil menunggumu? Haruskah aku main ke bar dan menyewa laki-laki panggilan?"

Mata Hyukjae memincing tidak suka, ia membalikan tubuhnya membelakangi Donghae.

"Aku tidak suka cara bercandamu!"

"Ukh, Sayangku merajuk. Jangan marah, sungguh aku hanya bercanda."

Tangan Donghae terulur untuk meraih pinggang Hyukjae, tapi Hyukjae menepisnya dengan keras dan menenggelamkan kepalanya ke bantal. Tidak tahukah Donghae? Hyukjae semakin sensitif akhir-akhir ini.

"Jangan marah, sampai kapanpun hanya kau yang akan aku cintai. Tidak peduli ada yang lebih muda dan lebih sexy hanya kau yang akan aku cintai bahkan sampai hembusan nafasku yang terakhir, aku hanya akan mencintaimu. Di mataku hanya ada kau seorang, maafkan aku."

Mendengar rayuan Donghae, Hyukjae melunak. Hyukjae bahkan membiarkan Donghae mendekatinya dan merengkuh pinggangnya, Hyukjae juga diam saja saat Donghae mengecupi puncak kepalanya dan sesekali menghisap tengkuknya.

"Aku hanya mencintaimu, maafkan aku."

Donghae melepaskan rengkuhannya dan membalikan tubuh Hyukjae agar pandangan mereka kembali beradu.

"Jangan bercanda seperti itu lagi, aku tidak suka! Aku takut kau benar-benar melakukannya."

"Tidak akan. Hei, kau meragukan cintaku? Kita sudah bersama sejak kita remaja, kau masih juga ragu?"

Hyukjae menggeleng pelan, "Aku membenci fakta bahwa kau masih tampan bahkan setelah kau menjadi ayah dan tidak muda lagi! Aku benci saat melihat orang memandangimu dengan tatapan kagum dan terpesona! Kau miliku, hanya aku yang boleh terpesona padamu."

Tawa Donghae hampir saja meledak karena pengakuan konyol Hyukjae, beginikah rasanya menikahi orang hamil? Lucu, bagaimana bisa Hyukjae merajuk hanya karena orang-orang yang memandanginya dengan kagum?

"Aku tahu, aku hanya milikmu dan aku hanya mencintaimu. Selamanya hanya mencintaimu seorang."

Jemari Donghae menarik dagu Hyukjae, ia memegut bibir Hyukjae dengan perlahan seolah bibir Hyukjae adalah sesuatu yang rapuh. Donghae memagaut bibir atas dan bawah Hyukjae secara bergantian, ia menyampaikan seluruh cintanya lewat sebuah ciuman lembut dan dalam.

Aku mencintaimu, Lee Hyukjae. Hanya kau seorang.

.

.

END


Pertanyaan dan lain sebagainya, silahkan ajukan ke PM atau twitter /MilkyBaobei

Makasih ^^

.

.

With Love,

Milkyta Lee