Warning : Gaje, Typo's, Abal, OOC, OOT dan masih banyak kekurangan lainnya
Minna – San!
Setelah Chapter 2 selesai Author akan melanjutkan ke Chapter 3, karena ceritanya belum tamat! *Yaiyalah* Okelah Kalau Begitu! Lebih baik kita mulai saja, Semoga Reader sekalian suka ya!
Kuroro : "Udahan dong sesi gua jadi dingin! Cape tau!"
Author : "Tenang disini lu Cuma dingin sama orang yang lu gk kenal aja kok. Dan Kurapika itu orang yang dekeett sama lu gitu"
Kurapika : "apa! gue?"
Kuroro : "Tentu saja, untukmu sih akan kuberikan jiwaku"
Kurapika : "RANTAII OBLIGASI!"
Kuroro, Author : "AMPUUN!"
Chapter 3 ( ada apa dengan Neon? )
"Hoaam..." Kuroro menguap didepan Kurapika. "Heii! Itu tidak sopan!" Bentak Kurapika sambil mengambil Buku dan menutupi wajah Kuroro dengan buku tersebut. "Hmm, aku mengantuk karena semalam bersamamu, dikamarmu" Kuroro Tersenyum kepada Kurapika dan meletakan kembali buku Kurapika. "Hentikan Kuroro, Bersikaplah seperti Biasanya" Kurapika mulai risih dengan perlakuan Kuroro tersebut. "Tenang saja, tidak akan ada yang tau hal ini!" Kuroro mengedipkan sebelah matanya pada Kurapika. "Sudahlah hentikan! Aku jadi teringat kejadian itu terus" Kurapika memalingkan wajahnya dari Kuroro. "Tapi kau hebat ya, Aku saja lelah tadi malam, sedangkan kau masih terus saja.." Kuroro tidak menghiraukan Kurapika. "KURORO!" Kurapika membetaknya hingga terdengar ke seluruh sekolah (Lebay amat ya).
*Flashback*
Malam hari terlihat kurapika terus berjalan kesana kemari, entah apa yang dilakukannya (Seperti biasa hanya Author, Kurapika dan Tuhan yang tau) *Dikejar fans Kurapika* Ia terlihat gelisah dan panik. Akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi ke kamar Kuroro.
Kurapika : "Kuroro.. Permisi"
Kuroro : "Yaa?! Eh, kau kurapika. Ada apa?" tanya kuroro
Kurapika : "Aku.. Hmm" Kurapika ragu ragu berbicara dengan Kuroro.
Kuroro : "Kau?" Ucap Kuroro penasaran.
Kurapika : "Hmm, Aku.."
Kuroro : "Katakan saja Kurapika" Kuroro mencoba menenangkan Kurapika.
Kurapika : "Aku.."
Kuroro : "AKU!?" Kuroro mulai kehabisan kesabaran
Kurapika : "Aku lapar, Makan yuk!"
Kuroro : (Jatuh tergeletak dilantai) "..."
Kurapika : "Kuroro! Kuroro!" mencoba menyadarkan Kuroro, akhirnya Kuroro pun sadar
Kuroro : "Kurapika... " Ucap Kuroro pelan dengan nada yang centil.
DEG! Kurapika merasakan detak jantungnya semakin cepat, entah karena Nada bicara kuroro atau Rasa lapar yang belum terpenuhi (?).
Kurapika : "A.. Ada apa?" Kurapika berkata dengan gugup.
Kuroro : "KAU INI MENGAJAKKU MAKAN SAJA SEPERTI ADA SESUATU YANG PENTING TERJADI! DASAR BODOH! JANGAN LAKUKAN ITU LAGI!"
Kurapika : "Ma-maaf Kuroro" dengan wajah yang bersalah
Kuroro : "Yasudah mau makan apa?"
Kurapika : "Ada makanan dikamarku, tapi aku minta kau temani aku untuk makan dikamarku, mau kah Kuroro menemaniku?"
Kuroro : "Haha.. Kau ini seperti perempuan saja" Menggaruk Kepalanya yang tidak gatal.
Kurapika : "Hmm.. 'Sebenarnya Aku ini memang perempuan, Kuroro!' (Didalam hati kurapika terus berbicara lain dengan dibibirnya yang hanya diam saat menuju kamarnya)"
Kuroro : "Makan apa?"
Kurapika : "Seperti biasa, aku kan suka pedas jadi kita makan Ramen pedas tingkat 80 ya!"
Kuroro : "Apa?!"
Kurapika : "Aku tau kau tidak suka pedas, jadi aku siapkan yang tingkat 5"
Kuroro : "A.. ehm.. , aku bukan anak kecil! Lagipula aku suka pedas, Buatkan aku tingkat 80 juga!"
Kurapika pun membuatkan makanan tersebut untuk mereka berdua, ternyata Kuroro memang tidak suka pedas, ia terus bolak balik mengambil minuman hingga kelelahan.
Kuroro : "Aku menyeraaaahhh! Aku lelah mengambil minum!"
Kurapika : "Aahhh! Akhirnya aku menang! Yeeay!"
Kuroro : "Dasar, mungkin karena kau aku tidak bisa tidur karena pedas ini membunuhku!"
Kurapika : "Ah kau ini! Tidak separah itu kok, sini aku bereskan"
Kuroro : "Hati hati Kurapika"
Kurapika : "Kyaaa!" Terpeleset saat mengambil mangkuk milik kuroro.
Kuroro : "Aku bilang hati hati"
Kurapika : "Ma-maaf kan aku"
Kuroro : "Sudahlah, tapi aku minta kau berdiri dulu, tanganku pegal"
Kurapika : "Ehh!?" Kurapika terkejut mendapati dirinya sedang ada di rangkulan tangan kuroro yang menangkapnya ketika tadi kurapika terpeleset.
Kuroro : "..." Hanya tersenyum melihat kurapika yang langsung salah tingkah.
*End Flashback*
Neon : "Haiii.. Kurapika kau sudah mengerjakan PR?"
Kurapika : "Sudah"
Kuroro : "Ada PR? Wahhh Kurapika aku lihat punyamu ya!" Mengambil buku PR Kurapika dan Pergi menjauh secepat kilat.
Kurapika : "Heii Bukuku!"
Kuroro : "Pinjam sebentar" menjauhkan buku PR Tersebut dari kurapika.
Neon : "Dasar anak laki laki"
Akhirnya Kurapika pun mengalah (Sementara Neon kembali ke Club ceweknya dan mencari contekan juga)
Kuroro : "Kurapika! Ini salah! Kau harusnya menggunakan rumus F bukan C!"
Kurapika : "Benarkah? Coba kulihat" Memperhatikan dengan teliti jawaban di buku PR nya
Kuroro : "Aku benarkan, yang nomor 4 loh"
Kurapika : "Iya, aku salah!"
Kuroro : "Cepat betulkan jawabanmu! Lalu aku ingin mencontek lagi."
Kurapika : "Dasar kau ini"
Bel masukpun berbunyi, bu Menchi pun memulai pelajarannya, berkat Kuroro Kurapika mendapatkan nilai sempurna di Tugasnya. Sebenarnya Kurapika bingung pada Kuroro kenapa dia harus mencontek kalau dia bisa mengerjakannya sendiri? Namun Kurapika tidak ingin terlalu memikirkannya ia pun membuang jauh pikiran aneh tentang Kuroro, Toh, berkat Kuroro juga ia di untungkan. setelah selesai bel Pulang pun berbunyi kembali dan semua siswa SMA hunter pun kembali ke Asramanya masing masing.
Kurapika : "Neooon!" Berteriak memanggil Neon sambil menghampirinya di asrama perempuan.
Neon : "Apa." Jawab Neon dengan nada datar dan dingin *Looh sejak kapan?*
Kurapika : "Maaf, tadi aku benar benar tidak ingat dengan janjiku"
Neon : "Lupakan saja kurapika" Menjawab tanpa ekspresi dan tanpa menoleh ke arah kurapika.
Kurapika : "Kau, tidak memaafkanku ya?" Kurapika memelankan nada bicaranya.
Neon : "Aku bilang Lupakan saja" Neon mulai terlihat kesal.
Kurapika : " Ayolah, kita bisa pergi bersama lain waktu? Atau besok aku janji akan pergi bersamamu." Kurapika mencoba membujuk neon.
Neon : "Kau tidak dengar! Aku bilang Lupakan saja! Lagipula aku malas pergi bersamamu! Untuk apa pergi bersama orang yang tidak mengharapkanmu? Sudah berapa kali kau melanggar janjimu sejak aku mengajakmu pergi bersama ke kantin? Aku tau bagimu ini hal yang tidak pantas dipermasalahkan. Karena.. karena, kau adalah laki laki! mereka mengangap perempuan lemah dan cengeng! Ya itu benar! Kau lihat sendiri kan didepanmu ada seorang perempuan yang lemah, cengeng dan manja! Laki laki memang tidak mengerti perasaan perempuan, seperti kau! Kau jahat! Kau jahat! Aku benci!" Neon pun marah marah sama Kurapika sambil menangis, sementara kurapika hanya bisa menyesali perbuatannya.
Kurapika : "Ma.. maaf kan a..ku Ne..on" Sebenarnya Kurapika kaget mendengar Neon marah, dan masih gugup untuk berbicara dengan Neon.
Neon : "Tinggalkan aku sendiri!"
Kurapika : "Gome Neon, Maaf kan aku, tapi aku benar benar sibuk dan terkadang lupa dengan janjiku" Kurapika berharap Neon memaafkannya.
Neon : "Pergi."
Kurapika : "Tap-"
Neon : "Pergi!"
Kurapika pergi meninggalkan Neon, Sementara neon pun pergi ke kamarnya. Kuroro yang melihat kejadian tersebut berusaha menenangkan Kurapika, namun kurapika tidak bisa tenang karena ia merasa sangat bersalah kepada Neon. Malam harinya pun Kurapika memutuskan untuk pergi ke asrama perempuan secara diam diam dan menghampiri kamar Neon. Ia masih teringat akan kata kata Neon tadi Siang "kau adalah laki laki! mereka mengangap perempuan lemah dan cengeng! Ya itu benar! Kau lihat sendiri kan didepanmu ada seorang perempuan yang lemah, cengeng dan manja! Laki laki memang tidak mengerti perasaan perempuan, seperti kau! Kau jahat! Kau jahat! Aku benci!". Kurapika tidak tau apa yang akan diperbuatnya nanti tapi dia benar benar merasa bersalah, 'Nee, Neon aku juga seorang perempuan' batin Kurapika.
THE END
Terimakasih untuk teman teman yang sudah baca fic ini! Mohon do'anya untuk kelancaran aja yaa.. semoga fic ini tetap disukai sampai chapter akhir yang Author pun gk tau sampai chapter berapa, mudah mudahan aja lancar ya, Arigatou!
Seperti biasa Author Minta Review para Reader sekalian :3
