oh iyaa.. sebelumnya author akan membalas review dulu..
Hime kagami : Terimakasih banyak atas reviewnya! sebenarnya aku gak nyangka bakel dapet review! dan aku gak nyangka ada yang baca fic ku yang gaje kelas ahad ini.. sekali lagi terimakasih.. oh iya, di baca terus ya sampai habis ficnya, harus loh! kan' karena Hime aku jadi semangat Aye aye captain! (Semangat 45) aku berharap ada lagi yang review, do'ain ya semoga lancar!
RnR Please! gak mau juga gapapa.. kalo ada kritikan yang membangun dan memperbaiki boleh dipost! oh iya, bahasanya jangan kasar kasar ya.. author kan masih kanak kanak.. hehe *Diamuk masa* ok lanjut aja deh, semoga kalian suka, enjoy ya..
Karena Author males bikin Summary langsung lanjut aja yaa (Dasar Pemalas)!
Chapter 4 (Maafkan aku Neon)
"Aku bodoh sekali! Aku berharap terlalu tinggi untuk mendapat perhatian Kurapika, sebenarnya apa yang aku pikirkan!" Neon melempar bantalnya dan menangis. "Aku memang bodoh! Dasar Neon Bodoh!" Neon terus menangis di kamarnya, sementara kurapika masih mencari cari kamar neon. "Apa kurapika akan datang kesini? TIDAK! Kurapika tidak akan datang kesini! Aku benci Kurapika!" Ditengah tengah Isakannya terdengar ketukan pintu dikamarnya. "Permisi... Ne.. on" terdengar suara yang sangat kecil dari luar kamar Neon, sepertinya Neon mengenalnya namun ia lupa. Neon pun membukakan pintu. "Kreek" terdengar suara pintu terbuka, seketika mata Neon yang tadinya kering (karena sudah di lap air matanya) kembali berkaca kaca saat melihat sosok didepannya.
Neon : "Ku.. Ku-ra-pi-ka!?"
Kurapika : "Ya, Neon" Kurapika tersenyum hambar melihat Neon dengan mata sembab dan ia sudah bisa memastikan bahwa Neon menangis cukup lama.
Neon : "Kenapa kau kesini? Ini asrama perempuan? Dan kau adalah laki laki"
Kurapika : "Aku.. aku hanya ingin minta maaf soal tadi siang neon, aku merasa sangat bersalah padamu, tolong maafkan aku Neon"
Neon : "..." hanya terdiam, namun seribu pertanyaan melayang layang dibenaknya
Kurapika : "Kumohon maafkan aku" memelas pada neon.
Noen : "ehmm.. masuk dulu, tidak enak kalau sampai ketahuan"
Merekapun masuk kedalam kamar Neon, Dikamar Neon mereka pun terdiam, hening. Diam diam Neon memperhatikan Kurapika yang datang Kekamarnya mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang yang keduanya berwarna putih. Ia terlihat lebih ramah dipandang dengan pakaian tersebut. Akhirnya Neon pun membuka pembicaraan dengan Kurapika.
Neon : "Ada apa datang kesini? Apa kau gila? Kalau saja kau ketahuan bisa bisa kau dikira ingin berbuat macam macam disini, bagaimana kau bisa masuk kesini!?"
Kurapika : "Aku, melewati jalan penghubung samping asrama. Dan kesini hanya ingin minta maaf"
Neon : "Tidak, aku tidak akan memaafkanmu"
Kurapika : "Tapi.. Kenapa?"
Neon : "Karena kau membuatku merasa sedih, dan gelisah! Kau yang membuatku jadi begini, kau yang membuatku menyimpan sebuah perasaan!"
Kurapika : "Pe.. perasaan?"
Neon : "Ya! Aku menyukaimu Kurapika! Aku menyukaimu! Tapi kau, kau.. kau..." Neon tak melanjutkan kata katanya dan kembali menangis.
Kurapika "..." Tanpa berkata Ia langsung memeluk Neon.
Neon terkejut karena Kurapika baru saja memeluknya.
Kurapika : "Maaf kan aku! Maaf Neon! Maafkan aku!" mempererat pelukannya dan perlahan mengeluarkan air mata karena Neon sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.
Neon : "Kura.. pika..."
Kurapika : "Maafkan aku, aku tidak tau kalau kau menyukaiku, tapi aku tidak bisa membalasnya" ucap Kurapika melepas pelukannya.
Neon : "tapi kenapa?"
Kurapika : 'Sebenarnya aku ingin memberi tau semuanya, kalau aku juga perempuan Neon. tapi waktunya belum tepat.' Kurapika berbicara pada dirinya sendiri. "Maaf aku tidak bisa memberitaumu sekarang, nanti juga kau akan tau alasan itu Neon"
Neon : "Ya, kau aku maafkan" walau dengan perasaan yang sangat terpukul.
Kurapika : "Kalau begitu, anggap saja aku kakakmu, kau boleh memanggilku semaumu seperti memanggil kakakmu sendiri" ucap Kurapika tersenyum.
Neon : "Terimakasih tapi aku tidak akan memanggilmu kakak" neon tersenyum jahil.
Kurapika : "Terserah apa maumu. Lagipula umur kita hanya beda 1 tahun. oh iya sudah malam aku harus kembali, sampai bertemu besok Neon" berlari meninggalkan Neon sambil melambaikan tangan.
Neon : "Sayonara Kurapika, Jangan menyembunyikan pacarmu terus menerus ya!"
Kurapika : "Kalau begitu jangan terus menerus memikirkanku juga!"
Malam berlalu terlalu cepat untuk mereka berdua, baru semalam bertemu, sekarang sudah bertemu lagi, entah apa yang dilakukan Kuroro malam itu (Hanya Kuroro, Tuhan dan Author yang tau) *Dilempar fans Kuroro*.
Pagi yang cerah seperti biasa mengawali hari hari para siswa SMA Hunter. Terlihat Kurapika dan Neon sudah berjalan bersama dan bercanda ria, padahal baru semalam mereka ada acara nangis nangisan, bentak bentakan, dan marah marahan show. Mungkin mereka tidak menghiraukan hal itu lagi. Sementara terlihat Kuroro yang seperti biasa stay cool sambil membaca buku dan dikelilingi oleh para gadis SMA Hunter.
Kuroro : "Heii, Kurapika! Kesini! tolong aku!"
Kurapika : "Uhm,, Neon apakah sebaiknya aku tolong atau dibiarkan sa-"
Neon : "Tentu! Cepat tolong dia"
Kuroro : "Aku kehabisan oksigen, tolong"
Kurapika : "Bertahanlah, permisi, permisi,"melewati kerumunan gadis tersebut
Kuroro : "Aku.. aku.. kehabi..san ok.. sigen" jatuh pingsan.
Kurapika : 'bagaimana cara aku membawanya ke UKS?' "Waahh, berat!"
Akhirnya kurapikapun menyeret tubuh seorang kuroro ke UKS yang untungnya tidak terlalu jauh.
Kurapika : "Kuroro, kuroro!" mencoba menyadarkan Kuroro.
Kuroro : "Hmm,, dimana aku?"
Kurapika : wahh, kau sudah sadar! Neon tolong ambilkan air untuk diminum"
Kuroro : "Ahh! Kurapika, aku di UKS. Apa yang terjadi?"
Kurapika : "... Seperti itu kejadiannya"
Kuroro : "Ohh, mereka mengerikan! Aku sudah tidak tahan selama 1 tahun bersekolah disini dan hari hariku selalu diisi dengan hal seburuk ini. Bahkan senpai perempuan pun ikut membunuhku."
Neon : "Ini air Untuk Kuroro Lucifer"
Kuroro : "Terimakasih"
Neon : "ya, tidak perlu seperti itu Lucifer – sama"
Kuroro pun memalingkan pandangannya kepada Kurapika.
Kuroro : "Oh, ya kurapika, bagaimana hubunganmu dengan Neon?" dengan nada berbisik.
Neon : "Tidak usah berbisik, aku mendengarnya! Lucifer – Sama!"
Kuroro : "Eh!? dia hebat ya"
Kurapika : "Ehmm.. itu,"
Neon : "Kami baik baik saja, bahkan sangat baik"
Kuroro : "Hei, yang aku tanya itu kurapika tau! Bukan kau Neon!"
Neon : "Hu-uh, Dasar Lucifer – Sama memang tidak bisa dibantah"
Kuroro : "Berhenti Memanggilku seperti itu!"
Kurapika : "Sudahlah, Neon ayo kita masuk kelas!"
Neon : "ya, Kuroro.. lucifer – sama tunggulah disini"
Kuroro : "Ya, ya, tuan putri"
Neon : "Heiii!"
Kurapika : "Sudah, ayo neon!" Merangkul Neon dan pergi meninggalkan Kuroro di UKS
Kuroro : "Mereka terlihat dekat, sebenarnya apa hubungan mereka ya? Apa jangan jangan mereka... (termenung sejenak) hn, Sudahlah lagipula untuk apa memikirkan mereka? Lebih baik aku makan roti isi ini!"
Kuroro pun mengambil roti isi yang sudah disiapkan Kurapika di meja UKS, Kuroro memakan roti tersebut sambil menatap kedua temannya tersebut meninggalkan Ruangan kecil berbau obat tersebut, "tunggu kenapa tidak ada Rasanya?" Kuroro bingung karena roti tersebut terasa tawar hanya seperti sepotong roti yang tidak didampingi apapun. Tiba tiba pandangan Kuroro menjadi buram "ehm.. aku pusing" Kuroro merasa bahwa seakan ruangan UKS telah berputar. "Aakh! Aku tidak tahan! Rasanya dunia berputar terlalu cepat" Kuroro pun tidak sadarkan diri atau kata lainnya adalah mati. Tidak, maksud author pingsan. *Diamuk Fans Kuroro*.
Kurapika mengikuti pelajaran dengan sedikit rasa gelisah, entah apa yang dipikirkannya (seperti biasa hanya kurapika, Author dan Tuhan yang tau) ia yang biasanya mengikuti pelajaran dengan baik, kini berubah seketika. Bahkan saat bu Menchi bertanya padanya ia menjawab dengan jawaban yang aneh yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaan Bu Menchi.
Bu Menchi : "Lain kali jika ada masalah ceritakan saja pada ibu. Mengerti Kurapika?"
Kurapika : "Iya Bu, terimakasih"
Neon : "Ada apa denganmu Kurapika?"
Kurapika : "Ahh! Tidak ada apa apa"
Neon : "Baguslah, sebentar lagi bel istirahat berbunyi, apa kita akan menemui Kuroro lagi di UKS?" Neon berkata dengan wajah cemberut.
Kurapika : "Ya, Neon kita harus menemuinya, bagaimanapun dia adalah teman kita" Tersenyum dan mengelus kepala Neon.
THE END
Syukurlah selesai juga Chapter 4 ini, terimakasih yang udah setia membaca fic gaje inii!, gimana gak gaje authornya aja gaje bangett * Ngaku ceritanya* Bikin fic ini cuapek loh, karena itu, author minta imbalan yah! Yaitu,
Minta review para reader ya!
