Warning : Gaje, Typo's, Abal, OOC, OOT dan masih banyak kekurangan lainnya.
Minna – San!
Ini adalah Chapter ke-5 karena kemaren itu chapter ke-4 (Yaiyalah.. *Dijitak Bayangan dicermin)
Bayangan dicermin : "Gua malu jadi bayangan lu author"
Author : "Maafkan aku, setulus hatimu.. kepergian diriku itu bukan keinginanku.. (Nyanyi)"
Bayangan dicermin : "(Megang suntikan isinya obat bius, disuntikin ke Author) Rasain lu Author"
Karena Author males bikin Summary langsung lanjut aja yaa (Dasar Pemalas)!
Chapter 5 (Kuroro yang aneh)
"Kriing... kriiiiing.. kriiiing... kriing..." Bel istirahat pun berbunyi, menandakan bahwa sudah waktunya untuk istirahat bagi para siswa SMA Hunter (Yaiyalah). "Wahhh bel sekolah kita sudah ganti nada dering ya?" ucap Neon. "Mungkin, tapi aku lebih menyukainya daripada bunyi yang sebelumnya" balas Kurapika. "Oh, iya ayo kita temui Kuroro!" Neon mengajak Kurapika. "Ya!" Kurapika tampak bersemangat, entah apa yang merasukinya.
Kurapika : "Permisi.. Kuroro Lucifer!" mengetuk pintu UKS.
Kuroro : "Ya, silahkan masuk" ucap Kuroro lemah. Yang untungnya sudah sadar sebelum bel waktu istirahat berbunyi.
Kurapika : "Syukurlah kau tidak apa apa, kau tau aku memikirkanmu sejak tadi"
Kuroro, Neon : "Memikirkan?" secara bersamaan.
Kurapika : "Iya, aku.. aku memikirkan Kuroro karena, ehm.. dia teman kita kan?"
Kuroro : 'Kata katamu seperti seorang perempuan saja' kuroro berkata dalam hatinya.
Neon : "Kenapa roti isi ini tidak dihabiskan?" tanya Neon
Kuroro : "Itu, aku.. tidak terlalu suka karena pedas" berbohong pada Neon.
Kurapika : "Benarkah? Padahal aku hanya memasukan sedikit saus kedalamnya" menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Neon : "Sudahlah mungkin untuk orang yang sakit masih terlalu pedas, lalu sekarang apa kau sudah bisa berjalan?"
Kuroro : "Sudah aku sudah bisa berjalan"
Kurapika : "Kalau begitu, masuklah kedalam kelas jangan mencatat terlalu banyak, catat saja yang penting, atau kau mau kekantin dulu membeli makanan bersama kami?"
Kuroro : "Aku ke kelas saja"
Neon : "Perlu diantar?"
Kuroro : "Tidak usah"
Kuroro pun masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasa, setelah pelajaran selesai bel pulang pun berbunyi, para siswa SMA Hunter pun berhamburan keluar kelas. Ada yang pergi kekantin, (mungkin mereka lapar) ada yang kerja kelompok, ada yang eskul, ada yang bengong didepan kelas sampe diklaksonin sama orang orang yang mau lewat *emangnya mobil*, ada juga yang hanya bermain main dengan temannya dan sisanya pulang ke asrama masing masing entah apa yang mereka lakukan(?) sedangkan tokoh utama kita Neon berkumpul bersama teman temannya membicarakan tren model terbaru, Kuroro dalam perjalanan tiada ujung(Baginya) ke kamar asramanya. Sedangkan Kurapika mengantar Kuroro yang kamarnya lumayan jauh dari kamar Kuroro.
ooOoo
Sesampainya dikamar Kuroro, Kurapika pun membukakan pintu kamarnya dan menaruh tas kuroro di samping tempat tidurnya, lalu kembali mengantar Kuroro.
Kuroro : "Terimakasih, Kurapika, Tapi aku bisa melakukannya sendiri"
Kurapika : "Kau ini sangat pucat dan panas! Kalau terlalu lelah bisa pingsan, dan siapa yang repot? Aku juga yang harus menyeretmu!" Kurapika agak sedikit membentak Kuroro.
Kuroro : "Kau.. Menyeretku!? Apa aku tidak salah dengar!?" Kuroro terkejut mendengar bahwa dirinya diseret seret sama Kurapika.
Kurapika : "Iya, habis, tidak ada pilihan lain. Kau berat sekali!" Kurapika membalas ucapan Kuroro.
Kurapika : "Hm.. aku akan kembali ke kamarku, kalau membutuhkanku SMS atau Telepon saja, biar aku menuju kamarmu, jangan pergi ke kamarku! Terlalu jauh untuk orang yang tidak sehat sepertimu apalagi kamarku di lantai 3!"
Kuroro : "..." Hanya terdiam memperhatikan wajah Kurapika, entah apa yang ada dipikirannya.
Kurapika : *Menghela nafas* "Sudah pokoknya kalau ada apa apa hubungi aku lewat telepon saja" kurapika langsung menutup pintu kamar kuroro karena merasa tidak didengar oleh kuroro.
Malam harinya Kuroro terlihat tidak tenang, tubuhnya semakin panas tapi yang dia pikirkan sejak siang adalah Kurapika, Kurapika dan Kurapika. "Kenapa aku memikirkannya?" Kuroro berpikir sejenak namun yang muncul hanyalah bayangan Kurapika. "Ahh! Apa yang aku pikirkan! Kenapa harus Kurapika? Aku akan mencari penyebab mengingatnya terus menerus dan solusi untuk melupakannya di Internet" Kuroro pun mengambil Handphonenya dan mengetik sesuatu, tiba tiba saja ia terlihat terkejut dan tidak percaya terhadap sesuatu. "Aku, tidak salah lihat kan? ... ini berarti aku ini.. aku menyukai Kurapika? Ahh! Tidak mungkin! Aku tidak ingin menjadi seorang Yaoi!" akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi kekamar Kurapika, entah apa yang akan ia katakan kepada Kurapika (Hanya Kuroro, Author dan tuhan yang tau hehe..) ia melangkahkan kakinya pelan karena lemas, "Akhirnya sampai juga" Kuroro menghela nafasnya berat. "Kurapika? Ada didalam?" Kuroro berkata pelan. "Yaa.. Tunggu sebentar!" Kurapika pun menjawabnya. Terdengar suara derit pintu yang terbuka secara perlahan "KURORO!" terlihat mata hitam milik seseorang berambut pirang membulat dengan sempurna.
Kuroro : "Kurapika" Kuroro terlihat kelelahan karena menaiki tangga untuk sampai kekamar kurapika di lantai 3 sedangkan kamar kuroro ada dilantai 1.
Kurapika : "Bodoh! Kenapa kau kemari! Apa kau tidak mendengar kata kataku tadi?" sebenarnya kurapika sudah tau itu, tapi dia tidak ingin mempermasalahkannya (tadi).
Kuroro : "Aku ingin menyampaikan sesuatu.."
Kurapika : "kenapa tidak lewat telepon atau SMS Saja? Kamarku kan lumayan ja-"
Kuroro : "..." memeluk Kurapika.
Kurapika : "A.. ada apa?" gadis berambut pirang tersebut terlihat tersentak dan ingin mencoba melepaskan dirinya dari tindakan Kuroro yang tiba tiba itu karena Baru kali ini ada laki laki yang memeluknya.
Kuroro : "Aku hanya ingin memberitahumu-" Suaranya semakin pelan dan melemah saja.
Kurapika : "apa? Memberitahu apa?" Kurapika masih mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Kuroro, namun lama kelamaan Kurapika merasakan badannya menjadi panas dan Kuroro semakin berat saja.
Kuroro : "..." Tidak sadarkan diri.
Kurapika : "ternyata dia hanya ingin pingsan"
Kurapika yang mengetahui bahwa Kuroro tidak sadarkan diri pun membawa Kuroro masuk kedalam kamarnya dan meletakannya di kasurnya. Kurapika mencoba menyadarkannya dengan mengguncangkan tubuhnya. "Kuroro! Kuroro!" namun, usaha Kurapika bisa kita Kategorikan menjadi "PERCUMA". Setelah beberapa hari ia baru terbangun dari tidurnya. "Hoam.. nyenyak sekali tidurku!" Kuroro melihat tempat tidur yang ditidurinya. "Sejak kapan kasurku rapi seperti ini? Eh!? Ini bukan kamarku!" ia pun mencoba mengingat ingat kejadian sebelum ia tak sadarkan diri, dan akhirnyaa.
Kuroro : "Hn.. oh iya! Ini kan kamar Kurapika! Kenapa aku ada disini? Sudah berapa lama? Dimana dia tidur saat aku tidur disini? Apakah aku dihipnotis untuk datang keka-" *PLAKK!* Tiba tiba saja Kurapika menjitak kepala Kuroro dengan panci berukuran sedang.
Kurapika : "Kau disini karena kau pingsan ehm.. dipelukanku, kau sudah 2 hari disini, aku tidur dikamarmu selama 2 hari karena tidak mungkin membawamu turun ke lantai 1 karena kau berat sekali, tapi aku tetap melakukan aktivitasku disini. dan 1 lagi, aku tidak pernah menghipnotis orang, apalagi kau! lagipula jika aku bisa, aku lebih memilih milih untuk menghipnotis orang yang masuk ke kamarku. Aku masih normal, dan bukan Yaoi! Sepertimu!" menjawab pertanyaan kuroro.
Kuroro : "Aku bukan Yaoi!"
Kurapika : "Lalu kenapa, memelukku 2 hari yang lalu? 'sebenarnya walau menciumku pun kau bukanlah seorang Yaoi' *Berkata dalam Hatinya*"
Kuroro : "itu karena.. Karena aku tidak kuat menahan tubuhku"
Kurapika : "lupakan saja, minum ini" menyodorkan obat.
Kuroro : "Terimakasih" meminumnya dan merasa lega.
Kurapika : "kalau sudah bisa bersekolah, berangkat saja hari ini aku akan mengantarmu sampai ke kelas dan kantin. Tetapi jangan memaksakan diri. Nanti kau pingsan lagi, dan aku yang repot."
Kuroro : "aku sudah bisa bersekolah, antar saja aku sampai ke kelas" menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap siap.
Setelah selesai Kurapika pun mengantar kuroro ke kelas ditemani Neon dan langsung keluar kelas setelah itu.
Neon : "Kurapika! Kau terlihat menyembunyikan sesuatu dariku?"
Kurapika : "Tidak Neon, mana mungkin kakakmu sendiri menyembunyikan sesuatu dari adiknya 'Maaf Neon aku harus berbohong' "
*Dikelas*
Kuroro : "Aku teringat sesuatu ketika Kurapika mengatakan tentang Yaoi, tapi apa ya?" mencoba berpikir dan mengingat ingat kembali.
Kurapika : "Heii, Kuroro seorang Ya..-"
Kuroro : (Memandang Kurapika dengan tatapan Aku-Bukan-Yaoi!)
Kurapika : "Ma-af"
Kuroro : "Kurapika! Nanti malam, aku ke asramamu ya!"
Kurapika : "mau apa ke asramaku?"
Kuroro : "mengambil barangku yang tertinggal"
Kurapika : "aku saja yang mengantarnya!"
Kuroro : "tidak usah, aku akan ke sana jam 8 malam ya!" dengan nada memelas
kurapika : "Ok" memutar bola matanya karena kesal.
Dimalam harinya Kuroro pun menuju ke kamar Kurapika, namun ia datang lebih cepat karena ingin menjahili Kurapika dengan mengagetkannya. "Kurapika! Liat Handphone ku ti- akh!" kuroro langsung terkejut dengan apa yang dia lihat dibalik kamar kurapika.
THE END
Seperti biasa selesai juga Chapter 5 ini, tau gak sih, bikin fic ini tuh sampe bela belain gak malem mingguan sama siapa yah? (doi aja gak punya*Ngakunya mulai*) Bikin fic ini cuapek loh, karena itu, author minta imbalan yah! Yaitu,
please please please oh Minna! KuMinta Review Mu..! (Nyanyi fortune cookie *Dibius lagi, pingsan*)
Pokoknya Reviewnya ditunggu ya..
