Balasan untuk review!

Guest : Arigatou, Reviewnya! Ini masih belum selesai Guest-San! Makasih ya udah baca fic ku yang gaje ini... dutunggu update chapternya yaa.. :3 *Puppy eyes* tetap baca fic ku! *Mata berlinang air hujan(?)* bagiku.. Review adalah emas yang berjatuhan dari atas langit *Ketimpuk dong* udah ya, nanti menjerumus kemana mana hehe..

Shimizu Aya : Iyap! Benar, kok kamu bisa tau? Aku curiga -,-

Warning : Gaje, Typo's, Abal, OOC, OOT dan masih banyak kekurangan lainnya.

Minna – San!

Ini chapter dimana Kurapika ketauan gendernya perempuan! Hauauauauaa... *Gila deh -_-*

Kurapika : "Yaahh.. aku ketahuan gak seru ah!"

Author : "sabar ya Kurapika, kalau kamu gak ketahuan nanti gimana aku mau lanjutin ceritanya? Kan gak mungkin aku bikin cerita tentang pasangan sesama jenis apalagi Yaoi"

Kuroro : "Udah sih! Bawel banget lu Kurapika. Lagipula yang naksir lu tuh gue, cowok kece, keren, cool abis, badai deh pokoknya!"

Kurapika : "Kuroro, masih pengen hidup gak sih?!"

Kuroro : "Ampuun!"

Chapter 6 (Penyamaranku, Terungkap?)

"Aaargh! Aku bodoh sekali malam itu!" Kurapika berteriak di atap sekolahnya. "Kurapika.. sudahlah jangan menyesali kejadian itu lagi lagipula itu sudah terjadi" ucap Kuroro yang duduk disamping kurapika. "Tapi jika aku tetap waspada mungkin tidak akan terjadi" Kurapika menyesali perbuatannya. "Tenanglah aku tidak akan memberitahu siapa siapa" Kuroro mencoba untuk menenangkan Kurapika.

*Flashback*

Malam itu terlihat Kurapika sedang menunggu seseorang di asramanya. "masih jam 7, satu jam lagi" Kurapika pun berpikir untuk mencoba baju yang dibelikan oleh teman satu marganya di Ulang tahunnya yang ke 15 tahun. "Masih ada cukup waktu untuk mencoba baju ini, sebelum Kuroro datang mengambil Barang dan Handphonenya yang tertinggal." Kurapika pun mengambil baju tersebut dan memakainya, baju tersebut berbentuk langsungan berwarna Biru dengan sedikit warna putih dipinggirnya. "Hmm,, tidak terlalu buruk, tapi aku tetap terlihat bodoh dengan pakaian wanita" Kurapika pun senyum senyum sendiri didepan kaca gaya anak SLB *Dikejar Fans Kurapika*. "Eh!? Ada pita? Untuk apa membelikanku pita rambut? Ingin mengubahku menjadi perempuan yang feminin? Atau badut konyol?" ia pun memakainya dan " Hahahaha.. (ketawa ketawa sendiri) aku terlihat sangat Bodoh!". Tiba tiba belum sempat melepasnya seseorang membuka pintu kamarnya tanpa permisi.

Kuroro : "Kurapika! Lihat Handphone-ku Ti-akh!" Kuroro terkejut dengan apa yang ia lihat.

Kurapika : "..." hanya diam ditempat karena masih kaget dengan Kuroro yang datang Tiba tiba.

Kuroro : "Ka.. kau ini?" Kuroro seakan tidak percaya.

Kurapika : "y-yaa kuroro ..." berbicara dengan sangat pelan sambil menundukan kepalanya.

Akhirnya setelah beberapa lama hening, Kuroro pun membuka pembicaraan.

Kuroro : "Coba jelaskan ini, kurapika"

Kurapika : "Semuanya sudah jelas.. aku ini perempuan"

Kuroro : "Tapi kenapa kau menjadi seorang laki laki?"

Kurapika : "Aku memang dikenal sebagai laki laki, kecuali oleh keluarga dan teman teman satu margaku"

Kuroro : "Aku akan memberitahu Bu Menchi agar memindahkanmu ke asrama perempuan dan memberimu seragam yang seharusnya untukmu"

Kurapika : "Kuroro! Aku mohon jangan beritahu siapapun!"

Kuroro : " Kenapa?"

Kurapika : "aku.. aku masih ingin menjadi seorang laki laki, bisakah kau menjaga rahasia ini?"

Kuroro : "Baiklah, aku akan menjaga rahasia"

Kurapika : "terimakasih"

Kuroro : "Setelah ini apa yang akan kau lakukan?"

Kurapika : "Setelah ini apa yang akan aku lakukan? Aku... akan.. melakukan aktivitasku seperti biasanya seperti sebelum kau mengetahui aku adalah seorang perempuan"

Kuroro : "Baiklah, aku akan mencoba bersifat seperti biasanya padamu"

Kurapika : "yaa.. aku percaya padamu, ingat! Hanya padamu"

Kuroro : "hn.. aku rasa aku akan mengambil barangku dan kembali kekamarku, tidak baik laki laki dan perempuan berada berdua dalam satu kamar dalam waktu yang lama."

Kurapika : "cepatlah, aku merasa gelisah berada dikamar berdua denganmu memakai pakaian ini"

Kuroro : "heh!? Aku tidak mesum seperti yang kau kira ya!"

Kuroro pun mengambil barangnya yang tertinggal dan kembali kekamarnya.

*End Flashback*

Kurapika terlihat tetap tidak terima dengan kejadian satu minggu yang lalu itu. Dia terlihat gelisah, karena sudah 1 tahun sejak ia bersekolah di SMA Hunter ia dikenal sebagai laki laki, ia takut kalau rahasia ini tersebar, apa reaksi teman temannya? Apakah ia masih akan mempunyai teman? Walau disisi lain ia percaya kepada Kuroro, rasa khawatirnya tetap membenaknya.

Kurapika menoleh kearah kuroro, dilihatnya Kuroro memandang kebawah dengan tatapan kosong, sementara, mereka sudah berada cukup lama di atas atap dan pembicaraan mereka terhenti saat Kurapika mulai melamun. Melihat Kurapika terdiam, Kuroro pun ikut terdiam entah apa yang dipikirkannya. Setelah tersadar dari lamunannya, Kurapika pun membuka Pembicaraan.

Kurapika : "Kuroro, kau tidak makan?"

Kuroro : "aku.. uang bulananku habis, dan aku tidak bisa memasak apapun yang ada didapur kecuali mie instant, sampai uang bulananku dikirimkan. namun mie instant tidak boleh dimakan setiap hari, jadi hari ini aku tidak makan dulu."

Kurapika : "Kalau begitu, makan saja bersamaku"

Kuroro : "Ah, tidak apa apa aku bisa menahan lapar selama seharian penuh"

Kurapika : "gak usah malu malu deh, sudah makan saja bekal yang aku buat sendiri ini!"

Kuroro : "Yakin?"

Kurapika : "Tidak apa apa, makan saja"

Kuroro : "Terimakasih, selama ini aku bodoh sekali, gadis semanis dirimu tidak aku kenali" Kuroro menggoda kurapika sambil tersenyum jahil.

Kurapika : "Sudah, Hentikan!" Kurapika terlihat kesal dan memalingkan wajahnya dari Kuroro.

Kuroro : "maafkan Kurapika tapi kau memang terlihat manis dengan baju kemarin"

Kurapika : "Aku terlihat Konyol dan bodoh dengan baju itu!"

Kuroro : "lalu kau mau kemana?" melihat kurapika berdiri dan hendak meninggalkannya.

Kurapika : "Menemui Neon, Kasihan dia belum aku temui sejak pagi"

Kuroro : "Bekalmu? Kau akan kesini lagi kan?"

Kurapika : "Tidak, taruh saja kotak makanku di tasku"

Kurapika pun pergi menjauh dari Kuroro.

Kuroropun melanjutkan memakan bekal milik Kurapika, terlihat dibawah Kurapika menghampiri Neon dan ingin menyapanya, Namun melihat Neon yang tidak mengetahui keberadaannya munculah niat jahil Kurapika.

Kurapika : "Hei, Machi!"

Machi : "Ada apa Kurapika ?" jawab si gadis berambut pink tersebut.

Kurapika : "Maukah kau membantuku?" Pinta Kurapika.

Machi : "membantumu? Dalam hal apa?" Tanya Machi.

Kurapika : "Ikuti saja apa yang aku katakan"

Machi : "Baiklah"

Kurapika dan Machi pun berjalan Menghampiri Neon.

Kurapika : "HEII NEOOON!"

Neon : "Whoaa! Kurapika, mengagetkanku saja!"

Kurapika : "Maaf, aku hanya ingin mengenalkan seseorang"

Neon : "siapa?"

Kurapika : "Ini, perkenalkan Machi kekasihku"

Machi : "Ke.. kekasih?"

Kurapika : "..." hanya diam namun menatap Machi dengan tatapan 'Ikuti-Saja-Apa-Kataku'.

Machi : "Hai, aku kekasih Kurapika" Terlihat rona merah disekitar pipinya.

Neon : "Ohhh,, hanya ingin mengenalkan kekasihmu"

Kurapika : 'eh!?, Tidak ada reaksi apapun?' "Ehhh!? Kau tidak terkejut ya?"

Neon : "Untuk apa terkejut?"

Kurapika : "Jadi sudah melupakanku?"

Neon : "Aku sudah melupakanmu, dan tertarik pada laki laki lain!"

Kurapika dan Machi pun hanya Sweatdrop mendengar perkataan Neon yang Spontan tersebut.

Machi : "Anak yang baru tau tentang cinta, dia masih labil" Berbisik pada Kurapika.

Kurapika : "Dia itu polos atau bodoh?" balik berbisik pada Machi.

Neon : "Apa yang kalian bicarakan?" neon menatap tajam keduanya.

Kurapika&Machi : "Tidak ada!" secara bersamaan.

Akhirnya setelah bel pulang berbunyi (Cepet amat ya*Alurnya Ngebut*) seperti biasa mereka ber-3 pun berkumpul untuk membicarakan suatu hal, entah pada curhat, atau pada ngomongin hal gaje(?) *Authornya kali ah, yang gaje* Pokoknya intinya mereka ngomongin sesuatu aja.

Kuroro : "Kurapikaa.. Aku main ke asramamu yaaa.." pinta Kuroro pada Kurapika.

Kurapika : "Tidak Boleh!"

Kuroro : "Kenapa? Boleh ya.. boleh ya.. boleh ya.." Memasang wajah Innocent.

Kurapika : "Tidak! Hentikan! Aku mual melihat wajahmu yang seperti itu! Kau kan laki laki sedangkan aku.. aku!" kurapika menepuk dahinya agak keras.

Neon : "Apa Maksudnya?" Neon langsung bertanya akibat kata kata Kurapika yang aneh tersebut.

Kurapika : "Aku, sedang ingin sendiri.." menundukan wajahnya dan membiarkan rambut pirangnya menutupi wajahnya karena syok dengan kata katanya sendiri.

Kuroro : "Ahh! Neon begini, Kurapika sedang tidak enak badan, dia terlihat pucat dan tidak sehat kan? Kalau begitu, aku akan mengantarnya kekamarku, agar ia beristirahat ya, jaa Neon!"

Neon : "Aku ditinggalin nih!" Neon terlihat kesal.

Kuroro : "kalau mau ikut, ikut saja"

Neon : "Aku ini perempuan, ku mau mengajakku ke asrama laki laki?"

Kuroro : "Terserah maumu saja"

Kurapika : "Nngh.. Aku pusing!" Kurapika memegang kepalanya(Dahinya) dan kakinya mulai tidak kuat menahan tubuhnya.

Kuroro : "Ada apa Kurapika?"Tanya Kuroro cemas.

Kurapika : "Aku.. " Kurapika pun yang tadinya memegang seragam Kuroro dengan kuat mulai melepaskan genggamannya.

Kuroro : "Kurapika!" melihat Kurapika tidak sadarkan diri Kuroro langsung meletakan tangan kurapika di lehernya, dan menuntunnya menuju kamar Kuroro.

Neon : "Kenapa tidak membawanya kekamarnya?"

Kuroro : "Kamarnya di lantai 3"

Neon : "Lantai 3!" termenung sejenak. 'Tidak ada jalan penghubung di lantai 2 dan 3 berarti dia melompat dari lantai 3 menuju asrama perempuan untuk menemuiku. Apa tidak salah?'

Kuroro : "Iya, kenapa?"

Neon : "Tidak ada apa apa, hanya saja sepertinya jauh sekali"

Kuroro : "Aku saja lelah menaiki tangga setiap hari untuk pergi ke kamar Kurapika"

Neon : "Untuk apa kau kesana setiap hari?" Neon terlihat bingung.

Kuroro : "Eh!? Aku.. aku, mengerjakan PR! Ya, lalu meminta makanan, bermain catur, dll."

THE END

Seperti biasa selesai juga Chapter 6 ini, alurnya gaje ya? Terlalu ngebut ya? Maklumlah Author masih pemula. Do'akan saja supaya Topiknya gak kemana mana OK! Imbalannya ditunggu!

Walaupun aku lelah menulis fanfic, tapi kutetap jalani demi readers! tetapi aku tetap menunggu Reviewnya.. yeah yea yeah.. (Nyanyi fortune cookie lagi)